Wisudawan Terbaik Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/wisudawan-terbaik/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 25 Jan 2025 08:44:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Qowiyul Amin Berbagi Tips Bisa Lulus S2 UGM dalam Waktu 1 Tahun 2 https://ugm.ac.id/id/berita/qowiyul-amin-berbagi-tips-bisa-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun-2/ https://ugm.ac.id/id/berita/qowiyul-amin-berbagi-tips-bisa-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun-2/#respond Sat, 25 Jan 2025 08:44:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75165 Sebanyak 841 mahasiswa Program Pascasarjana UGM Periode Tahun Akademik 2024/2025 resmi diwisuda pada Kamis (23/1), di Grha Sabha Pramana. Tujuh dari total 691 lulusan magister berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna atau 4,00, salah satunya adalah Muhammad Qowiyul Amin. Qowi, demikian ia akrab dipanggil, merupakan wisudawan Prodi Magister Manajemen Farmasi, Fakultas Farmasi UGM. Tidak hanya menjadi […]

Artikel Qowiyul Amin Berbagi Tips Bisa Lulus S2 UGM dalam Waktu 1 Tahun 2 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 841 mahasiswa Program Pascasarjana UGM Periode Tahun Akademik 2024/2025 resmi diwisuda pada Kamis (23/1), di Grha Sabha Pramana. Tujuh dari total 691 lulusan magister berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna atau 4,00, salah satunya adalah Muhammad Qowiyul Amin.

Qowi, demikian ia akrab dipanggil, merupakan wisudawan Prodi Magister Manajemen Farmasi, Fakultas Farmasi UGM. Tidak hanya menjadi mahasiswa peraih IPK sempurna, Qowi juga berhasil menempuh program magister hanya dalam waktu 1 tahun 2 bulan atau lebih cepat daripada rata-rata mahasiswa magister lainnya yang butuh waktu 2 tahun 2 bulan untuk menyelesaikan masa studi. Menurutnya, tidak ada rahasia atau tips khusus untuk menyelesaikan masa studi dengan cepat dan sempurna. “Aku sendiri tidak punya cara tertentu untuk mengatur waktu, tetapi ketika ada tugas yang diberikan dari dosen, sebisa mungkin segera dikerjakan dan memberikan yang terbaik sebisa mungkin,” ucap Qowi.

Menurutnya, hal yang perlu disiapkan justru ada di awal perkuliahan, yaitu harus mulai menetapkan target-target capaian yang ingin dilakukan agar bisa melakukan estimasi waktu kelulusan.

Laki-laki asal Semarang, Jawa Tengah ini juga dulunya merupakan mahasiswa S-1 UGM di jurusan Farmasi. Impiannya untuk berkuliah di UGM telah jauh dimulai sejak ia kecil. Ketertarikannya pada prodi yang ia tekuni tersebut muncul sebab Qowi ingin lebih lanjut mempelajari farmasi sosial dan manajemen, yang mana UGM menjadi pionir di bidang tersebut.

Kuliah di UGM sendiri memberikan banyak pelajaran bagi Qowi, misalnya mampu mengenalkannya pada banyak mahasiswa dari berbagai penjuru indonesia dan memperluas jejaring. “Saya juga bisa kenal dengan dosen-dosen pengampu yang sangat mumpuni di bidangnya dan tentunya sumber daya serta fasilitas yang amat memadai,” tambahnya.

Selama kuliah Qowi dapat memaksimalkan fasilitas yang disediakan dengan berhasil mempublikasikan artikel jurnal di Scopus dan sampai ikut konferensi di Thailand. Qowi menuturkan bahwa ia diajak salah satu dosen untuk mengikuti konferensi tersebut. Pengalaman tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya sebab dapat menambah wawasan terkait penelitian di kancah global serta dapat teman-teman yang selalu produktif.

Kisah Qowi ini juga bukannya tanpa lika-liku. Menurutnya, masa awal perkuliahan dilalui dengan berat ketika harus catch-up dengan tugas-tugas yang diberikan sekaligus harus mempunyai satu publikasi yang accepted. “Disisi lain aku juga harus nyiapin topik penelitian yang linear antara tesis dengan disertasi,” imbuhnya.

Semua itu berhasil dilewati Qowi dengan baik. Kini ia sedang melanjutkan fokusnya pada studi doktoral yang telah ia tempuh selama dua semester sebagai bagian dari program fast track. Ia berharap agar dapat lulus tepat waktu, punya publikasi, dan tahapan risetnya dilancarkan. Untuk itu, Qowi berbagi pesan kepada teman-teman mahasiswa yang ingin mendapatkan IPK sempurna untuk mempersiapkannya dari awal perkuliahan. “Pas awal-awal dosen menjelaskan mata kuliah harus tahu komponen penilaiannya sehingga dapat memperkirakan caranya dapat nilai A harus bagaimana, kemudian aktif di kelas dan banyak-banyak berdiskusi,” pungkasnya.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Qowiyul Amin Berbagi Tips Bisa Lulus S2 UGM dalam Waktu 1 Tahun 2 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/qowiyul-amin-berbagi-tips-bisa-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun-2/feed/ 0
Kisah Elia, Lulus S2 UGM di Usia 22 tahun dengan IPK Sempurna https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-elia-lulus-s2-ugm-di-usia-22-tahun-dengan-ipk-sempurna/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-elia-lulus-s2-ugm-di-usia-22-tahun-dengan-ipk-sempurna/#respond Sat, 26 Oct 2024 01:11:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72123 Elia Laila Rizqiyah merupakan salah satu dari 1.560 lulusan Program Magister (S2) yang diwisuda selama dua hari 23-24 Oktober lalu di Grha Sabha Pramana. Rerata usia lulusan Program Magister periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Berbeda dengan Elia Laila Rizqiyah dari Program Studi Magister Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian ini, dinobatkan sebagai lulusan […]

Artikel Kisah Elia, Lulus S2 UGM di Usia 22 tahun dengan IPK Sempurna pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Elia Laila Rizqiyah merupakan salah satu dari 1.560 lulusan Program Magister (S2) yang diwisuda selama dua hari 23-24 Oktober lalu di Grha Sabha Pramana. Rerata usia lulusan Program Magister periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Berbeda dengan Elia Laila Rizqiyah dari Program Studi Magister Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian ini, dinobatkan sebagai lulusan termuda karena berhasil lulus di usia 22 tahun 6 bulan 19 hari. Selain menyandang sebagai lulusan termuda, ia juga berhasil lulus cumlaude dengan IPK 4.00.

Elia tidak bisa menutup kebahagiaannya karena semangat dan kerja keras selama menempuh studi berhasil membawanya menjadi lulusan termuda program magister (S2) pada Wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2024/2025. “Tentunya sangat bersyukur bisa berkesempatan sekolah S-2 dan sampai meraih gelar,” ujarnya, Sabtu (26/10).

Ia mengaku menempuh Program Studi Magister Ilmu Tanah selama 1 tahun 11 bulan melalui program fast track. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan program sarjana di Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM pada tahun 2023. Alasan gadis asal Klaten, Jawa Tengah ini memilih Program Studi Ilmu Tanah karena mampu memberikannya kesempatan untuk menjelajah dan berpetualang di lapangan.

Saat tengah menempuh pendidikan S1, pihak Fakultas membuka kesempatan bagi mahasiswa di tingkat akhir untuk mendaftar dan menempuh program fast track untuk melanjutkan pendidikan S2 meski belum lulus sarjana. Kesempatan itu tidak ia sia-siakan dan di program studinya tersebut, ia menjadi paling muda di antara rekan sejawatnya. “Saya menempuh pendidikan S2 dalam usia yang lebih muda dibandingkan teman-teman sehingga saya mendapatkan pengalaman mempunyai sosok kakak yang selama ini tidak didapatkan karena saya anak adalah anak pertama,” katanya.

Usia hanyalah angka, Elia berhasil lulus dengan IPK 4,00 atau sempurna sehingga ia ditetapkan menjadi wisudawan S2 terbaik di Fakultas Pertanian. Padahal Elia mengaku ia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, saat masih S1 dulu, ia giat mengikuti sejumlah kegiatan kemahasiswaan seperti perlombaan dan organisasi, salah satunya Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT). Sedangkan saat S2, dirinya mengaku lebih banyak kegiatan konferensi dan aktif membantu dosen dalam berbagai project untuk menambah pengalaman. Selain itu, Elia aktif menjadi Asisten Pengelolaan Air untuk Pertanian dan Asisten Kimia Tanah di laboratorium tanah Fakultas Pertanian.

Penelitian tesis Elia sendiri mengambil riset tentang adsorpsi dan desropsi fosfor di andisol pada beberapa variasi elevasi di kawasan Gunung Merbabu dan Sindoro. Tesisnya ini mengkaji pengikatan dan pelepasan unsur hara fosfor di tanah andisol dengan variabel elevasi wilayah di lereng gunung Merbabu dan Sindoro. Menurutnya, penelitian ini penting di bidang pertanian karena wilayah gunung banyak digunakan untuk area pertanian khususnya hortikultura. “Tetapi di kawasan ini punya permasalahan ketersediaan unsur hara fosfor yang rendah dan efektivitas pemupukan P yang kurang,” ujarnya.

Di tengah kesibukan selama menempuh kuliah S2, Elia mengaku rasa lelah dan penat selalu datang dan tidak bisa dihindari. Untuk mengatasi perasaan itu, ia mengaturnya kesibukannya dengan skala prioritas dan memastikan setiap harinya selalu ada satu hal yang telah ia kerjakan.

Usai menyandang gelar master, Elia berencana untuk terjun ke dunia pekerjaan untuk menerapkan ilmu teoritis yang telah ia dapatkan di dunia perkuliahan. Disisi lain, ia juga telah berancang-ancang untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat doktor dalam beberapa tahun ke depan.  “Mimpi itu hak semua orang tanpa terkecuali, kalau kita mampu memimpikan sesuatu artinya kita juga mampu untuk meraihnya,” pungkasnya.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Kisah Elia, Lulus S2 UGM di Usia 22 tahun dengan IPK Sempurna pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-elia-lulus-s2-ugm-di-usia-22-tahun-dengan-ipk-sempurna/feed/ 0
Kuliah Dual Degree, Shalsa Lulus Sarjana dengan IPK nyaris Sempurna di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/kuliah-dual-degree-shalsa-lulus-sarjana-dengan-ipk-nyaris-sempurna-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kuliah-dual-degree-shalsa-lulus-sarjana-dengan-ipk-nyaris-sempurna-di-ugm/#respond Tue, 17 Sep 2024 03:50:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70631 Ada cerita inspiratif pada acara wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM). Di antara 3.627 lulusan program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM, ada beberapa wisudawan yang berhasil lulus dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) nyaris sempurna. Salah satunya adalah Shalsadilla Nadya Prameswary (21), mahasiswa Program Program Studi Manajemen International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah […]

Artikel Kuliah Dual Degree, Shalsa Lulus Sarjana dengan IPK nyaris Sempurna di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ada cerita inspiratif pada acara wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM). Di antara 3.627 lulusan program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM, ada beberapa wisudawan yang berhasil lulus dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) nyaris sempurna. Salah satunya adalah Shalsadilla Nadya Prameswary (21), mahasiswa Program Program Studi Manajemen International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Ia berhasil lulus dengan meraih IPK 3,93 dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik FEB UGM periode IV Tahun Akademik 2023/2024 dalam acara wisuda yang berlangsung pada 28 Agustus 2024 lalu.

Shalsa berhasil menyelesaikan studi sarjananya dalam waktu kurang dari empat tahun, tepatnya 3 tahun 10 bulan 10 hari. Capaian tersebut menjadi sebuah prestasi yang membanggakan di tengah padatnya jadwal kuliah yang dijalaninya melalui program dual degree di FEB UGM dan University of Groningen, Belanda, dengan mengambil jurusan International Business.

Meski begitu, Shalsa masih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan non akademis seperti di Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) FEB UGM, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT UGM, dan PPI Groningen. Bahkan ia juga sempat magang di Nike European Headquarters, Belanda dan 180 Degrees Consulting UGM, serta menjadi volunteer berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus.

“Menurut saya hal terbaik yang saya dapatkan di perkuliahan selain ilmu adalah teman, komunitas, dan network. Saya selalu memprioritaskan akademik, namun tidak mengesampingkan kegiatan di luar perkuliahan seperti origanisasi, event, dan lomba,” paparnya saat dihubungi Selasa (17/9).

Menjalani rutinitasnya yang tergolong padat, Shalsa tetap memprioritaskan studinya. Ia mengutamakan belajar yang dijalani secara efisien. Shalsa mengungkapkan kesuksesan yang berhasil diraihnya tidak lepas dari prinsip belajar yang dijalani selama ini. “Prinsip utama saya dalam belajar itu harus efisien. Artinya usaha dan waktu yang dialokasikan untuk belajar itu tepat sasaran,” terangnya.

Lantas bagaimana cara agar bisa belajar efisien? Shalsa menjelaskan langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengenali gaya belajar yang sesuai dengan diri masing-masing. Apakah metode belajar yang cocok adalah belajar mandiri, kelompok, banyak membaca atau banyak mendengar, tentunya akan berbeda-beda pada setiap orang. Berikutnya, sejak awal semester upayakan untuk memahami tingkat kesulitan di setiap mata kuliah yang diambil. Lalu, berusaha untuk aktif di kelas dan jangan ragu untuk bertanya jika belum memahami apa yang disampaikan oleh dosen.

Dalam menjalani perkuliahan, Shalsa menyebutkan pernah mengalami kesulitan dalam membangun kepercayaan diri di kelas untuk beropini dan bertanya. Namun, ia berhasil untuk melawan rasa tidak percaya dirinya itu. “Saya rasa dedikasi, ketegaran, dan dukungan keluarga saya untuk belajar adalah hal yang menguatkan saya selama perjalanan perkuliahan,” terangnya.

Dengan kemauan kuat, Shalsa berhasil menyingkirkan rasa ketidakpercayaan dirinya itu. Buktinya, ia berhasil menyabet berbagai penghargaan Awardee Consulting Fellowship Program by McKinsey (2024), Awardee NUS Business School Summer Program (2024), 1st Winner Ganesha Business Festival International Mini Case Competition (2023), 2nd Runner Up IESC Summit Business Case Competition (2022), dan 1st Winner Mini Case Challenge Branding Competition(2022).

Shalsa mengaku kesuksesan yang diraihnya saat ini juga tidak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan FEB UGM, salah satunya terkait kebebasan akademik. Nilai kebebasan akademik tersebut mendukungnya untuk terus bereksplorasi. “Poin tersebut mendukung saya untuk terus bereksplorasi dan be curious. Rasa penasaran akan sesuatu yang baru itu penting karena saya rasa hal tersebut berperan sebagai pintu awal pembelajaran,” jelasnya sembari menambahkan bahwa FEB UGM juga memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berkreasi dan bertumbuh bersama.

Reportase : Orie Priscylla Mapeda Lumalan 

Penulis : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Kuliah Dual Degree, Shalsa Lulus Sarjana dengan IPK nyaris Sempurna di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kuliah-dual-degree-shalsa-lulus-sarjana-dengan-ipk-nyaris-sempurna-di-ugm/feed/ 0