wisuda Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/wisuda/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 24 Oct 2024 04:00:11 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Rektor: Lulusan UGM harus Menjadi Pribadi Yang Berkarakter  https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-lulusan-ugm-harus-menjadi-pribadi-yang-berkarakter/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-lulusan-ugm-harus-menjadi-pribadi-yang-berkarakter/#respond Wed, 23 Oct 2024 09:21:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72000 Universitas Gadjah Mada selalu berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan bermartabat, penelitian berdampak, dan pengabdian berkelanjutan. Ketiga hal tersebut  menjadi fokus universitas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan. Hal tersebut selaras dengan mandat UGM yang berkomitmen untuk mencetak SDM unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. “Lulusan UGM harus menjadi pribadi berkarakter unggul […]

Artikel Rektor: Lulusan UGM harus Menjadi Pribadi Yang Berkarakter  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada selalu berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan bermartabat, penelitian berdampak, dan pengabdian berkelanjutan. Ketiga hal tersebut  menjadi fokus universitas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan. Hal tersebut selaras dengan mandat UGM yang berkomitmen untuk mencetak SDM unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. “Lulusan UGM harus menjadi pribadi berkarakter unggul agar mampu menjadi subjek perubahan yang terlibat dalam pemecahan masalah transnasional dan global,” kata Rektor  Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dihadapan 1.816 lulusan Program Magister, Spesialis, Sub Spesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2024/2025, Rabu (23/10), di Grha Sabha Pramana.

Dalam pidatonya, Ova menyebut pentingnya peran institusi pendidikan tinggi bagi pengembangan kualitas SDM masa depan. Kontribusi UGM dalam mencetak lulusan yang unggul ini, mendapat rekognisi dari Lembaga pemeringkat Universitas terbaik dunia, Times Higher Education (THE) mengumumkan bahwa dari hasil pemeringkatan pada 2.092 universitas dari 115 negara, UGM berhasil menempati peringkat ke-2 di Indonesia dan peringkat ke-12 di Asia Tenggara serta di posisi 1201-1500 dunia.

Pada pemeringkatan ini, kata Rektor, UGM dinilai mengalami kenaikan indikator penilaian di Bidang Research Environment, Research Quality, dan Industry Income. “Pengakuan ini tentu membanggakan dan patut kita syukuri, yang tentunya merupakan hasil capaian dari berbagai kerja keras bersama, dan tidak terlepas dari kontribusi program Pascasarjana terutama di bidang penelitian,” ucap Ova.

Sekjen Pengurus Pusat KAGAMA, Dr. Ari Dwipayana mengaku bangga pada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Ia berharap. para lulusan UGM bisa mendarmabaktikan ilmunya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. “Universitas bukan pabrik gelar sarjana dan pascasarjana, tetapi tempat untuk melatih kebijaksanaan sehingga tidak terjebak dalam kesombongan diri sebagai lulusan pascasarjana,” ucapnya.

Dalam proses melatih diri ini, Ari menyebut ilmu pengetahuan yang diperoleh harus bisa bermanfaat bagi pendidikan. Selain itu, segala sesuatu di dunia ini berubah sangat cepat dan wisudawan harus bisa beradaptasi. Ia berpesan para wisudawan dapat menyongsong era disrupsi dengan pembenahan, semangat kolaborasi, dan merawat nilai-nilai ke-UGM-an.

Sementara Wakil wisudawan dari Program Studi Magister Arkeologi, M. Dziyaul F. Arrozain, S.Ark., M.A., mengaku bersyukur bisa menyandang gelar alumni UGM. “Adanya tradisi keilmuan yang terjaga melalui nilai-nilai ke-UGM-an mendidik kita untuk mengedepankan integritas, pengetahuan dilandasi moral, dan mengasah daya kritis secara adil dan bermanfaat,” ujarnya.

Ia berpesan kepada sesama wisudawan untuk tidak tidak terjebak dalam seremonial saja, tetapi juga perlu kesadaran untuk berkarya agar peka terhadap persoalan bangsa. Ketika kembali ke masyarakat dengan status baru sebagai alumni UGM, menurutnya, lulusan harus turut serta dalam perubahan bangsa yang lebih baik dengan mengimplementasikan pengetahuan secara kolaboratif.

Wisuda 1.816 Lulusan Pascasarjana

Seperti diketahui, jumlah lulusan pascasarjana yang diwisuda kali ini sebanyak 1.816 lulusan, terbagi menjadi 1.560 lulusan Program Magister (S2), termasuk 21 wisudawan dari Warga Negara Asing, 90 lulusan Program Spesialis, 32 lulusan Program Subspesialis, dan 134 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing.

Masa studi rata-rata adalah 2 tahun 4 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Henra dari Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 0 bulan 15 hari. Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Lulusan termuda adalah Saudari Elia Laila Rizqiyah dari Program Studi Magister Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, dengan usia 22 tahun 6 bulan 19 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,73. Sebanyak 677 lulusan (43,4%) lulus dengan predikat Pujian dengan Hatfan Aufar Kharis dari Program Studi Magister Teknik Geologi, Fakultas Teknik yang meraih IPK 4,00. Masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 3 tahun 10 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Tegar Arviga dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 11 bulan 14 hari.

Rerata usia lulusan Program Spesialis periode ini adalah 33 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda adalah Jessica Regina dari Program Studi Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi dengan usia 26 tahun 10 bulan 7 hari. IPK rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,82. Lulusan Program Spesialis periode ini yang berpredikat Pujian sejumlah 66 lulusan (73,34%), salah satunya adalah Tegar Arviga dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi yang lulus dengan IPK 3,99. Ia menjadi lulusan Spesialis dengan IPK tertinggi.

Masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 2 tahun 4 bulan dan waktu studi tersingkat diraih oleh Umi Rakhmawati dari Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun. Rerata usia lulusan Program Subspesialis periode ini adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda adalah Meita Ucche dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya pada usia 33 tahun 4 bulan 20 hari.

IPK rata-rata untuk lulusan Program Subspesialis adalah 3,78. IPK tertinggi lulusan Program Subspesialis diraih oleh Qodri Santosa dari Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan yang lulus dengan IPK 3,95. Sebanyak 14 orang (43,75%) lulus dengan predikat Pujian.

Program Doktor rata-rata ditempuh selama 5 tahun dengan waktu studi tercepat diraih oleh Arbania Fitriani dari Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 6 bulan 23 hari dan akan diwisuda pada 24 Oktober 2024. Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 42 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda adalah Saudari Nadya Sofia Siti Sa’adah dari Program Studi Doktor Biologi, Fakultas Biologi yang menyelesaikan studi Program Doktoralnya pada usia 26 tahun 2 bulan 18 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,87 dengan predikat Pujian diraih oleh 45 lulusan (33,58%), predikat Sangat Memuaskan sebanyak 85 orang lulusan (63,43%) dan yang berpredikat Memuaskan sebanyak 3 orang lulusan (2,24%), sedangkan 1 lulusan (0,75%) tanpa predikat. Pada lulusan program Doktor periode ini terdapat 17 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian, satu di antaranya adalah Kadek Ida Krisnadewi dari Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Rektor: Lulusan UGM harus Menjadi Pribadi Yang Berkarakter  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-lulusan-ugm-harus-menjadi-pribadi-yang-berkarakter/feed/ 0
Frista Chairunnisa, Usia 22 Tahun Lulus Master di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/frista-chairunnisa-usia-22-tahun-lulus-master-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/frista-chairunnisa-usia-22-tahun-lulus-master-di-ugm/#respond Fri, 26 Jul 2024 07:01:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67823 Sebanyak 991 lulusan Program pascasarjana Universitas Gadjah Mada diwisuda pada rabu (24/7) lalu di Graha Sabha Pramana. Dari 834 lulusan Program Magister (S2), Frista Chairunnisa (22) dari prodi S2 Bioteknologi Sekolah Pascasarjana (SPs) dinobatkan sebagai lulusan termuda karena lulus di usia 22 tahun 9 bulan 27 hari. Padahal rerata usia lulusan Program Magister di periode ini adalah 29 tahun 6 […]

Artikel Frista Chairunnisa, Usia 22 Tahun Lulus Master di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 991 lulusan Program pascasarjana Universitas Gadjah Mada diwisuda pada rabu (24/7) lalu di Graha Sabha Pramana. Dari 834 lulusan Program Magister (S2), Frista Chairunnisa (22) dari prodi S2 Bioteknologi Sekolah Pascasarjana (SPs) dinobatkan sebagai lulusan termuda karena lulus di usia 22 tahun 9 bulan 27 hari. Padahal rerata usia lulusan Program Magister di periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari.

Frista sendiri berasal dari Pangkalpinang, Bangka Belitung. Anak pertama dari 4 bersaudara ini lahir 25 Agustus 2001. Sejak kecil sudah diajarkan oleh kedua orangtuanya untuk belajar membaca dan berhitung sejak dini sehingga di umur empat tahun ia sudah berani masuk ke jenjang sekolah dasar. Meski tidak mengikuti program akselerasi, Frista menanamatkan jenjang bangku SD, SMP dan SMA dalam waktu normal. Hanya saja saat lulus SMA dan mendaftar kuliah, Frista masih di umur 16 tahun. “Saya masuk SD di usia 4 tahun. Di bangku SMP dan SMA tidak ikut akselerasi,” katanya

Setelah lulus dari sarjana Biologi, ia memiliki dorongan kuat untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat magister.  Ketertarikan Frista pada Bioteknologi, khususnya dalam riset penyakit kanker, membawanya untuk memilih Universitas Gadjah Mada sebagai tempat melanjutkan studi pascasarjana. “UGM memiliki pusat riset kanker yang aktif mengeksplorasi bahan-bahan alam Indonesia sebagai agen kemoprevensi kanker. Saya kira tumbuhan herbal Indonesia adalah potensi luar biasa yang bisa kita bawa untuk dikenal di mata internasional,” tambah Frista.

Menempuh studi magister di bidang Bioteknologi SPs UGM bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah penyesuaian pada penguasaan pada penggunaan alat laboratorium. “Saya butuh waktu lama dan melewati banyak kegagalan untuk menghasilkan data yang benar dan layak,” kata Frista yang lulus dengan IPK 3,87.

Setelah beberapa kali mencoba, ia berhasil saat pengalamannya pertama kali melihat wujud bentuk dari sel kanker yang menjadi momen penting dalam studinya. “Saya bersyukur tergabung dalam grup riset kanker yang yang saling mendukung dalam kegiatan riset,” tambahnya.

Selama masa studi S2, Frista terlibat dalam beberapa proyek penelitian terkait pengembangan potensi bahan alam sebagai agen antikanker. Diantaranya menakar potensi efek antikanker ekstrak daun kirinyuh sebagai agen sitotoksik Kombinasi Doxorubicin pada Sel Kanker Payudara Luminal A.

Frista mengaku dukungan dari orang tua dan dosen pembimbing menjadi faktor penting dalam kesuksesan studinya. Selama kuliah, para dosen selalu memberi arahan dan memantau perkembangan riset disertasinya. “Beliau-beliau selalu memberi arahan bagaimana membuat pekerjaan lebih efektif dan sabar ketika saya membuat banyak kesalahan,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan studi pascasarjana, Frista berencana kembali ke Provinsi Bangka Belitung untuk mengabdi sebagai dosen. Sambil mengajar, ujarnya, ia ingin mengeksplorasi sebanyak-banyaknya bidang penelitian di bidang biologi. Ia selalu memegang prinsip agar tetap bersikap rendah hati dalam belajar. “Jangan pernah malu belajar dari siapapun. Merendahlah bagai cangkir yang diletakkan di bawah agar air dari teko di atasnya bisa masuk,” nasihatnya.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Frista Chairunnisa menunjukkan bahwa perjalanan akademik yang penuh tantangan bisa dilalui dengan tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Frista Chairunnisa, Usia 22 Tahun Lulus Master di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/frista-chairunnisa-usia-22-tahun-lulus-master-di-ugm/feed/ 0
Vu Minh Anh, Mahasiswa asal Vietnam Lulus Cumlaude di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/vu-minh-anh-mahasiswa-asal-vietnam-lulus-cumlaude-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/vu-minh-anh-mahasiswa-asal-vietnam-lulus-cumlaude-di-ugm/#respond Tue, 28 May 2024 09:02:38 +0000 https://ugm.ac.id/vu-minh-anh-mahasiswa-asal-vietnam-lulus-cumlaude-di-ugm/ Vu Minh Anh merupakan salah satu dari 1.423 lulusan UGM yang diwisuda pada Rabu (22/5) di Grha Sabha Pramana. Gadis asal Vietnam ini menyelesaikan pendidikan S1 jalur International Undergraduate Programs (IUP) International Relations, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, lulus dengan predikat cumlaude. Ditemui di sela waktunya menyelesaikan administrasi kepengurusan ijazahnya di Fisipol UGM, […]

Artikel Vu Minh Anh, Mahasiswa asal Vietnam Lulus Cumlaude di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Vu Minh Anh merupakan salah satu dari 1.423 lulusan UGM yang diwisuda pada Rabu (22/5) di Grha Sabha Pramana. Gadis asal Vietnam ini menyelesaikan pendidikan S1 jalur International Undergraduate Programs (IUP) International Relations, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, lulus dengan predikat cumlaude.

Ditemui di sela waktunya menyelesaikan administrasi kepengurusan ijazahnya di Fisipol UGM, Selasa (28/5), Vu Minh mengaku senang dan bangga bisa menyelesaikan pendidikan sarjananya di kampus UGM. Ia masih ingat, ketika datang ke Indonesia untuk pertama kalinya sebagai pelajar Vietnam, memilih kuliah di Indonesia merupakan sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya. Apalagi ia sempat mengalami kesulitan bahasa dan perbedaan budaya yang membuatnya sulit untuk komunikasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Ia mengaku senang selama masa kuliah, ia mendapat teman baru lintas negara yang selalu mendukungnya.  “Saya merasa senang ini menjadi salah satu pencapaian di hidup saya,” ujar Vu Minh.

Soal pilihannya untuk memilih kuliah di UGM,  Vu Minh mengaku ia awalnya mendapat informasi tentang UGM dari kerabat keluarganya. Sebab mereka pernah tinggal dan bekerja di Indonesia selama beberapa tahun. “UGM menjadi universitas yang direkomendasikan karena dianggap sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik indonesia yang sering membuka program beasiswa,” kata Vu Minh menirukan salah satu anggota keluarganya.

Selanjutnya,  Vu Minh mencari informasi tentang beasiswa UGM. Ia pun ikut mendaftar dan akhirnya diterima di jalur IUP prodi Hubungan Internasional melalui beasiswa Fisipol UGM ASEAN+1 Scholarship Programs (FIAS). “Waktu itu saya melihat tawaran meliputi pembiayaan penuh pendidikan, uang saku bulanan, dan studi kultural. Jadi saya memutuskan untuk mengambil kesempatan itu,” ucapnya.

Seperti diketahui, Vu Minh merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Fisipol UGM ASEAN+1 Scholarship Programs (FIAS). Program ini memberikan pembiayaan penuh kepada mahasiswa selama delapan semester pendidikan. Selain Vietnam, program FIAS Scholarship terbuka untuk seluruh negara-negara ASEAN dan Timor Leste. Terdapat tiga departemen yang membuka program FIAS, yakni Department of International Relations, Department of Public Policy and Management, dan Department of Communication Sciences. Vu Minh merupakan salah satu dari mahasiswa angkatan pertama penerima FIAS Scholarship sejak dibuka pada tahun 2021.

Bagi Vu Minh, belajar di luar negeri adalah kesempatan berharga yang tidak semua orang dapatkan. Bahkan tidak semua universitas internasional memiliki standar untuk menerima mahasiswa asing. Karenanya ia merasa bangga bisa lulus sebagai alumnus Fisipol UGM. “Fisipol UGM paling banyak menerapkan pembelajaran liberal. Semua dosen di sini selalu siap mendampingi saya, staf-staf juga melayani dengan baik, dan fasilitas yang ditawarkan juga tersedia kapanpun saya butuh,” jelas Vu Minh.

Semua program orientasi disusun di Fisipol UGM juga membantu Vu Minh untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran baru, tempat tinggal baru, dan teman baru. Ia juga senang bisa melakukan kegiatan lain, seperti pengabdian masyarakat dan program kebudayaan. “Sangat bersyukur dan senang bisa belajar di sini, dan saya merekomendasikan Fisipol UGM kepada teman-teman jika ingin belajar di Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Vu Minh Anh, Mahasiswa asal Vietnam Lulus Cumlaude di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/vu-minh-anh-mahasiswa-asal-vietnam-lulus-cumlaude-di-ugm/feed/ 0
Anak Buruh Ukir dari Jepara Lulus Cumlaude di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/anak-buruh-ukir-dari-jepara-lulus-cumlaude-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/anak-buruh-ukir-dari-jepara-lulus-cumlaude-di-ugm/#respond Mon, 29 Apr 2024 10:29:32 +0000 https://ugm.ac.id/anak-buruh-ukir-dari-jepara-lulus-cumlaude-di-ugm/ Ulfatun Nikmah (26), Ilmu Akuntansi 2021, merupakan salah satu dari 1.187 lulusan Program Magister yang diwisuda pada Rabu (24/4) lalu. Gadis kelahiran Jepara ini berhasil lulus cumlaude dengan menyelesaikan studi dari Prodi Magister Sains Akuntansi dalam waktu 1 tahun 10 bulan 24 hari dengan capaian IPK 3.89. Kesuksesan ini menjadi salah satu pencapaian besar dalam hidup […]

Artikel Anak Buruh Ukir dari Jepara Lulus Cumlaude di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ulfatun Nikmah (26), Ilmu Akuntansi 2021, merupakan salah satu dari 1.187 lulusan Program Magister yang diwisuda pada Rabu (24/4) lalu. Gadis kelahiran Jepara ini berhasil lulus cumlaude dengan menyelesaikan studi dari Prodi Magister Sains Akuntansi dalam waktu 1 tahun 10 bulan 24 hari dengan capaian IPK 3.89. Kesuksesan ini menjadi salah satu pencapaian besar dalam hidup Ulfatun. Sebab ia tidak menyangka, pekerjaan ayahnya sebagai tukang buruh ukir panggilan di desa Wedelan, Kabupaten Jepara, Jawa tengah, bisa menghantarkan dirinya meraih gelar master.

Sebagai anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana, bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi adalah sebuah kemewahan. Terlebih ayahnya, Muhlasin (54) menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh ukir panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya. Sementara sang ibu, Masruroh (48) merupakan ibu rumah tangga.

Perjalanan Ulfatun meraih mimpi tidaklah mudah. Saat akan melanjutkan kuliah ke jenjang sarjana ia mendapatkan pertentangan keras dari kedua orang tuanya. Bukannya tidak mendukung Ulfatun untuk kuliah, namun orang tuanya berkali-kali mengingatkan soal kondisi keluarga yang serba pas-pasan sehingga sangat sulit jika harus membiayai kuliah. Belum lagi orang tuanya masih harus membiayai sekolah sang adik.

“Bapak waktu itu tidak memperbolehkan saya lanjut kuliah S1 begitupun ketika mau S2 karena tidak mampu, tidak ada biaya. Namun saya ini tipe anak yang ngeyel jadi terus memberikan pengertian ke orang tua kalau saya kuliah nanti bisa mendapat pekerjaan layak dan membantu menyekolahkan adik,” paparnya lulusan SMK N 3 Jepara ini.

Dengan tekad dan semangat membara ia berusaha berprestasi di sekolah. Nyatanya, ketekunan dan kerja keras dalam belajar membuahkan hasil manis. Sejak di bangku SD hingga SMK ia selalu masuk jajaran juara di kelasnya. Bahkan tak jarang ia mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi. Berkat prestasinya itu Ulfatun berhasil masuk program S1 di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang melalui jalur prestasi. Ia pun mendapatkan beasiswa Bidikmisi yang diperuntukan bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ulfatun kembali berkesempatan melanjutkan studi S2 di UGM secara gratis dengan beasiswa dari LPDP RI.

Di tengah-tengah menjalani perkuliahan baik di program S1 maupun S2, Ulfatun menjalankan pekerjaan paruh waktu seperti memberikan les untuk anak-anak sekolah hingga mengikuti berbagai proyek bersama teman-teman kampusnya.

Muhlasin sangat bersyukur dan bangga sang puteri akhirnya bisa meraih impiannya menggapai pendidikan di perguruan tinggi bahkan hingga jenjang S2. Awalnya ia mengaku berat untuk melepas Ulfatun kuliah di perguruan tinggi karena tidak mampu secara ekonomi.

Tidak pernah terbesit dalam bayangan Muhlisin jika putri sulungnya bisa merasakan bangku perkuliahan. Pencapaian itu seperti membasuh dahaga Muhlisin yang sebenarnya juga haus akan pendidikan. Hanya saja persoalan ekonomi keluarga saat ini menghentikan mimpinya untuk bisa melanjutkan sekolah di bangku SMA. Ia harus berpuas diri menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMP saja.“Harapannya nanti Ulfatun bisa menjadi orang yang sukses dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara,” tuturnya.

Meski terlahir dari keluarga dengan perekonomian terbatas, Ulfatun membuktikan jika keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang untuk meraih pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Penulis: Humas FEB UGM/Kurnia Ekaptiningrum

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Anak Buruh Ukir dari Jepara Lulus Cumlaude di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/anak-buruh-ukir-dari-jepara-lulus-cumlaude-di-ugm/feed/ 0
Rajin Publikasi Riset, Arif Muazam Berhasil Lulus S2 UGM dalam Waktu 1 tahun  https://ugm.ac.id/id/berita/rajin-publikasi-riset-arif-muazam-berhasil-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun/ https://ugm.ac.id/id/berita/rajin-publikasi-riset-arif-muazam-berhasil-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun/#respond Fri, 26 Apr 2024 06:10:46 +0000 https://ugm.ac.id/rajin-publikasi-riset-arif-muazam-berhasil-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun/ Arif Muazam (39) dari Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM tercatat sebagai lulusan tercepat untuk program magister pada Wisuda Program Pascasarjana, Rabu (24/4), di Grha Sabha Pramana. Arif menyelesaikan pendidikan magister dalam  waktu 1 tahun 0 bulan. Wisuda kali ini, sebanyak 1387 mahasiswa program magister, profesi, dan doktoral resmi menyelesaikan masa studinya di UGM. […]

Artikel Rajin Publikasi Riset, Arif Muazam Berhasil Lulus S2 UGM dalam Waktu 1 tahun  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Arif Muazam (39) dari Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM tercatat sebagai lulusan tercepat untuk program magister pada Wisuda Program Pascasarjana, Rabu (24/4), di Grha Sabha Pramana. Arif menyelesaikan pendidikan magister dalam  waktu 1 tahun 0 bulan. Wisuda kali ini, sebanyak 1387 mahasiswa program magister, profesi, dan doktoral resmi menyelesaikan masa studinya di UGM.

Kepada wartawan, Jumat (26/4), Arif membagikan cerita tentang pengalamannya belajar di Fakultas Biologi UGM serta tips meraih gelar dengan waktu singkat. Arif sebelumnya merupakan lulusan S1 Fakultas Pertanian UGM, kemudian melanjutkan minatnya dengan mendalami perspektif biologi di tanaman pangan. Ia mengaku memang menargetkan lulus secepatnya sejak awal, karenanya berbagai persiapan pun dilakukan untuk mendukung proses studinya. “Sebelum kuliah sudah siap proposal riset dan kerja sama pendanaan, output publikasi minimal sebanyak tiga baik internasional minimal Q3 dan nasional minimal akreditasi Sinta 2,” tuturnya.

Menurut Arif, sepanjang tahun 2017-2024, setidaknya ada 15 riset penelitian dengan topik tanaman pangan yang ia sudah lakukan. Beberapa di antaranya menilai pengaruh bahan organik terhadap produktivitas tanaman, hingga keragaman morfologis tanaman pangan yang tersebar di berbagai daerah. Adapun judul tesis yang menghantar Arif meraih gelar S2 tercepat adalah “Identifikasi Tanaman Morfologis dan Stabilitas Hasil Beberapa Genotip Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) di Gunungkidul DIY” dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono.

Selain berkuliah, Arif ternyata sudah bekerja sebagai peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengharuskannya berada di kantor selagi kuliah. Alih-alih menjadi beban, Arif justru membuatnya sebagai peluang. Tesis yang diajukan tidak hanya untuk mendapatkan gelar, namun juga mendukung kariernya di BRIN sebagai peneliti di bidang Optimasi dan Peningkatan Sustainable Development Goals (SDGs) Lokal Tanaman Pangan. Melalui riset tersebut, Arif meneliti potensi tanaman pangan lokal, khususnya sorgum di daerah Gunungkidul, Yogyakarta.

Ditanya soal potensi sorgum, Arif menerangkan Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) merupakan salah satu tanaman pangan yang mampu tumbuh di daerah kering. Tanaman ini diketahui memiliki kandungan serat yang tinggi dibanding beras dan gandum, karenanya sorgum berpotensi menjadi alternatif pangan yang baik. Hasil penelitian Arif berhasil mengungkap keragaman morfologis sorgum pada semua karakter morfologis, terutama dalam bentuk malai, warna biji, dan struktur buluh. Diperoleh juga informasi mengenai kandungan micronutrient yang baik untuk kesehatan sekaligus ketahanan pangan nasional tentunya. Menurutnya sorgum lokal tidak kalah bagusnya dengan sorgum dari impor.

Terkait pengalamannya mengenyam pendidikan di Fakultas Biologi UGM, pria kelahiran Gunungkidul, 5 September 1984 tersebut mengaku senang dan menikmati ketika kembali ke almamater melanjutkan studi S2 dengan berkuliah di Fakultas Biologi UGM. “Kuliah di Biologi UGM sangat asik, nyaman, banyak pengalaman berharga yang saya dapat. Dosen juga ramah, baik hati, serta staf pendidikan yang friendly, bahkan ada program percepatan atau Fast Track,” ujarnya.

Ia mendukung sekali dengan program Fast Track yang dikembangkan oleh UGM memang menjadi program unggulan yang ditujukan bagi mahasiswa sarjana (S1) agar bisa langsung melanjutkan ke jenjang magister (S2). “Program ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik dan motivasi studi lanjut, sehingga dalam 5 tahun sudah mampu meraih gelar S1 dan S2 sekaligus,” terangnya.

Kesuksesan Arif sebagai lulusan tercepat bukanlah hal yang mudah untuk dicapai, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Lulus dalam waktu cepat namun dengan pencapaian yang maksimal dan efektif berhasil dibuktikan oleh Arif. Selain strategi persiapan matang sebelum kuliah, Arif selalu mengedepankan aspek tekad dan hati yang ikhlas selama proses belajar. “Niat kuliah dan bekerja ikhlas mencari rida Tuhan yang Maha Esa, rajin belajar, dan rajin ibadah,” tutupnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Rajin Publikasi Riset, Arif Muazam Berhasil Lulus S2 UGM dalam Waktu 1 tahun  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rajin-publikasi-riset-arif-muazam-berhasil-lulus-s2-ugm-dalam-waktu-1-tahun/feed/ 0
UGM Wisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/#respond Wed, 24 Apr 2024 10:24:36 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/ Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana terdiri 1.187 lulusan Program Magister, termasuk 2 wisudawan Warga Negara Asing, 89 lulusan Program Spesialis, 8 lulusan Program Subspesialis, 107 lulusan Program Doktor. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademik jenjang S2, S3, Spesialis, Subspesialis, maupun Doktor […]

Artikel UGM Wisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana terdiri 1.187 lulusan Program Magister, termasuk 2 wisudawan Warga Negara Asing, 89 lulusan Program Spesialis, 8 lulusan Program Subspesialis, 107 lulusan Program Doktor. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademik jenjang S2, S3, Spesialis, Subspesialis, maupun Doktor di Universitas Gadjah Mada.

”Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wisudawan dan Wisudawati program Pascasarjana atas kerja keras selama menyelesaikan program pendidikan,” kata Rektor, Rabu (24/4) di upacara wisuda yang berlangsung di Grha Sabha Pramana.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan penghargaan pada keluarga dan semua pihak yang telah mendukung dan mendampingi pendidikan para Wisudawan dan Wisudawati sampai ke jenjang kelulusan ini. ”Saya percaya dengan bekal ilmu pengetahuan dan kompetensi yang Saudara sekalian miliki akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menopang pembangunan bangsa di masa depan,” katanya.

Dalam pidato sambutannya, Rektor mengatakan lembaga pemeringkat universitas dunia, QS World University Ranking by Subject tahun 2024, menempatkan UGM masuk ranking 61 dunia di bidang Theology, Divinity and Religious Studies. Bahkan UGM menjadi  satu-satunya kampus di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Selain itu, bidang ilmu antropologi yang juga masuk dalam daftar ranking 51-100 dunia. Menurutnya, Program Pascasarjana berkontribusi besar dalam pencapaian UGM untuk masuk dalam peringkat dunia. ”Tahun ini, ada 25 bidang studi di UGM yang masuk dalam ranking dunia di QS WUR by Subject. Pengakuan ini tentunya sangat membanggakan dan patut kita syukuri, karena merupakan hasil capaian dan kerja keras terutama dari pimpinan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana UGM,” ujarnya.

Mengutip pidato Presiden Joko Widodo, Rektor menegaskan bahwa Pendidikan Pascasarjana sebagai tulang punggung yang diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia profesional baik dari sisi capaian gelar akademik maupun kompetensi profesi yang memiliki kapasitas penguasaan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika profesi. ”Semuanya memerlukan mahasiswa untuk memiliki kesejahteraan fisik dan mental prima agar mampu belajar dengan optimal. Oleh karena itu, kesejahteraan ataupun kesehatan fisik maupun mental mahasiswa memegang peran penting dalam kehidupan akademik di kampus agar bisa berprestasi secara akademik dan non akademik,” katanya.

Rektor juga sempat menyinggung terkait hasil skrining dari Kemenkes RI terhadap mahasiswa pendidikan dokter spesialis di seluruh Indonesia yang sebagian besar mengalami gangguan kesehatan mental, distres, dan depresi serta  adanya keinginan untuk bunuh diri selama menjalani pendidikan. Menanggapi hasil laporan tersebut, kata Rektor, UGM sejak dahulu selalu menekankan pengelolaan kesehatan mental para mahasiswanya yang memerlukan upaya komprehensif mulai dari pencegahan, intervensi individu dan kelompok, dukungan lingkungan, dan peningkatan kesadaran di lingkungan kalangan civitas. ”UGM sebagai kampus inklusif telah menyediakan juga berbagai upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan mental di kalangan mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Sekarang ini kita sedang menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan institusi di luar negeri agar UGM menjadi kampus inklusif,” paparnya.

Wakil wisudawan dari program pendidikan spesialis Fakultas Kedokteran Gigi, drg. Irene Sanita Lanny, MPH., SP.Ort., mengatakan dirinya menyampaikan ungkapan rasa syukur karena pernah mendapatkan kesempatan mengenyam Pendidikan di kampus UGM. “UGM telah memberi bekal ilmu pengetahuan dan semoga ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagai alumni kita memiliki tanggung jawab moral sebagai agen di masyarakat, menjadi generasi cerdas tapi beretika kita harus tetap memegang teguh nilai kebenaran dan cinta kasih,” ujarnya

Sementara Ketua Pengurus Kagama Kalimantan Selatan, Dr. dr. Mohammad Rudiansyah berpesan agar para wisudawan setelah lulus dan bekerja di tempat baru agar selalu membawa nama baik almamater, tetap bersikap bijak, menjadi pemersatu dan bisa menjadi contoh. “Tetaplah berkarya sesuai dengan tugas dan profesi. Untuk membangun daerah dengan teman-teman di Kagama,” terangnya.

Seperti diketahui pada wisuda kali ini,  masa studi rata-rata untuk Program Magister adalah 2 tahun 3 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Arif Muazam dari Program Studi Magister Biologi, Fakultas  Biologi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 0 bulan. Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda diraih oleh Yoke Sarah Asafita dari Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum dengan usia 21 tahun 9 bulan 26 hari. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Magister adalah 3,71. Terdapat 8 lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00, sekaligus berpredikat Pujian, satu di antaranya adalah Beatrix Marendeng Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan.

Sementara untuk Program Spesialis, masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 4 tahun 2 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Aulia Ayub dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 5 bulan 13 hari. Sekaligus menjadi lulusan termuda yang menyelesaikan studi Spesialisnya pada usia 27 tahun 6 bulan 9 hari dari rerata usia lulusan Program Spesialis  periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 16 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,78. IPK tertinggi lulusan program Spesialis periode ini terdapat 2 orang yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian yaitu Aulia Ayub dan Irenne Sanita Lanny, yang keduanya berasal dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi.

Sedangkan untuk jenjang Program Doktor, masa studi rata-rata Program Doktor adalah 4 tahun 10 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Suwardi dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, yang berhasil meraih gelar Doktor dalam waktu 2 tahun 7 bulan 4 hari. Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda diraih oleh Mu’amar Musa Nurwigantara dari Program Studi Doktor Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang menyelesaikan studinya pada usia 25 tahun 8 bulan 27 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,87. IPK tertinggi lulusan program Doktor periode ini terdapat 12 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian satu diantaranya diraih Suwardi dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel UGM Wisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0
Mahasiswa UGM Meninggal Usai Alami Kecelakaan di Hari Pendadaran, Orang Tua Wakili Terima Ijazah pada Upacara Wisuda https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fakultas-kehutanan-ugm-meninggal-usai-alami-kecelakaan-di-hari-pendadaran-orang-tua-wakili-terima-ijazah-pada-upacara-wisuda/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fakultas-kehutanan-ugm-meninggal-usai-alami-kecelakaan-di-hari-pendadaran-orang-tua-wakili-terima-ijazah-pada-upacara-wisuda/#respond Wed, 21 Feb 2024 06:57:21 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-fakultas-kehutanan-ugm-meninggal-usai-alami-kecelakaan-di-hari-pendadaran-orang-tua-wakili-terima-ijazah-pada-upacara-wisuda/ Di tengah prosesi Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan yang berlangsung hari ini Rabu (21/2), Jono (73) dan Ngadinah (58) melangkah ke panggung sambil membawa pigura berukuran 40×60 cm dengan potret anak kesayangan mereka.  Pagi ini keduanya dipanggil secara khusus untuk mewakili sang anak, Dewi Sekar Rumpaka, yang telah berpulang pada tanggal 26 Januari lalu. […]

Artikel Mahasiswa UGM Meninggal Usai Alami Kecelakaan di Hari Pendadaran, Orang Tua Wakili Terima Ijazah pada Upacara Wisuda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Di tengah prosesi Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan yang berlangsung hari ini Rabu (21/2), Jono (73) dan Ngadinah (58) melangkah ke panggung sambil membawa pigura berukuran 40×60 cm dengan potret anak kesayangan mereka. 

Pagi ini keduanya dipanggil secara khusus untuk mewakili sang anak, Dewi Sekar Rumpaka, yang telah berpulang pada tanggal 26 Januari lalu. Ijazah diserahkan langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., didampingi Dekan Fakultas Kehutanan.

“Senang sekali, dan bangga yang memberi ijazahnya Bu Rektor sendiri. Anak saya kalau tahu pasti bahagia, ya biar dia tenang di sana,” tutur sang ibu.

Dewi mengalami kecelakaan dalam perjalanannya ke kampus untuk mengikuti sidang skripsi beberapa bulan sebelumnya, dan sempat keluar masuk rumah sakit untuk mendapat perawatan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP dr. Sardjito. Berkat prestasinya selama menjalani perkuliahan Dewi dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, dengan Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,86.

Menurut orang tuanya, Dewi adalah sosok anak yang periang, jarang mengeluh, dan tekun dalam menuntut ilmu. Bahkan ketika masih dalam masa pemulihan pasca kecelakaan pun, ia tetap bersemangat untuk segera mengikuti pendadaran dan menunaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswa.

Mata sang ibu pun berbinar-binar ketika menceritakan prestasi anak keduanya itu, yang konsisten mendapat peringkat pertama ketika masih duduk di bangku sekolah dan berhasil diterima kuliah di Fakultas Kehutanan UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM). Tidak hanya menjadi kebanggaan orang tua, Dewi juga menjadi sosok yang berarti bagi kedua saudara dan orang-orang terdekatnya.

“Dia itu seperti matahari keluarga, kalau ada dia suasana rumah jadi hangat. Kehilangan separuh nyawa lah, rumah jadi sepi, jadi pada sedih,” tutur Ngadinah.

Orang tua Dewi mengungkapkan rasa syukur mereka bahwa perjuangan sang anak selama menjalani perkuliahan pada akhirnya membuahkan gelar sarjana. Ngadinah berkisah bahwa Dewi sempat mengungkapkan rencananya untuk segera bekerja selepas lulus. Ia ingin mengumpulkan uang untuk membiayai studi adiknya dan membayar hutang orang tua. Setelah menunaikan janjinya tersebut, ia sendiri ingin melanjutkan studi di jenjang S2.

“Dosen-dosennya menyuruh supaya S2 nanti diusulkan jadi dosen, tapi dia maunya bekerja dulu,” imbuh Jono.

Meski tidak sempat mengikuti pendadaran, ia dinyatakan lulus kuliah berdasarkan rapat yudisium fakultas, karena dinilai memiliki rekam jejak studi yang baik. Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., menuturkan bahwa Dewi memang dikenal cukup aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan terlibat dalam sejumlah penelitian yang dilakukan dosen pembimbingnya.

Skripsinya yang berjudul “Distribusi Spasial dan Temporal Vokalisasi Tokek Hutan di Kawasan Hutan Desa Tahawa Kalimantan Tengah” memperoleh predikat A berdasarkan penilaian para penguji. Sebagai bentuk penghargaan untuk dedikasi Dewi dalam melakukan riset, pihak fakultas berencana untuk menulis ulang skripsi yang ia susun untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. 

“Kalau boleh saya katakan bahwa ini mungkin tingkatannya sudah ada di tingkat S2, tapi ini di S1, sudah sangat-sangat bagus. Saya berharap ilmu ini bisa dikembangkan oleh teman-teman yang lainnya karena ini sangat penting dan berguna bagi masyarakat,” tutur Sigit. 

 

Penulis: Gloria

Fotografer: Firsto, Donnie

Artikel Mahasiswa UGM Meninggal Usai Alami Kecelakaan di Hari Pendadaran, Orang Tua Wakili Terima Ijazah pada Upacara Wisuda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fakultas-kehutanan-ugm-meninggal-usai-alami-kecelakaan-di-hari-pendadaran-orang-tua-wakili-terima-ijazah-pada-upacara-wisuda/feed/ 0
UGM Lantik 569 Insinyur Baru https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-569-insinyur-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-569-insinyur-baru/#respond Tue, 09 Jan 2024 09:08:38 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-lantik-569-insinyur-baru/ Universitas Gadjah Mada kembali melantik 569 insinyur baru dari Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Kehutanan. Pada pelantikan Insinyur Periode II Tahun 2023 yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Selasa (9/1), Fakultas Teknik melantik 442 insinyur baru, Fakultas Peternakan 59 insinyur baru, dan Fakultas Kehutanan 68 insinyur baru. Dengan tambahan […]

Artikel UGM Lantik 569 Insinyur Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali melantik 569 insinyur baru dari Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Kehutanan. Pada pelantikan Insinyur Periode II Tahun 2023 yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Selasa (9/1), Fakultas Teknik melantik 442 insinyur baru, Fakultas Peternakan 59 insinyur baru, dan Fakultas Kehutanan 68 insinyur baru.

Dengan tambahan sebanyak 569 insinyur baru pada pelantikan Insinyur Periode II Tahun 2023 semester Gasal Tahun Akademik 2023/ 2024 maka jumlah alumni insinyur UGM mencapai sebanyak 3.838 insinyur. Diharapkan dengan pelantikan kali ini para insinyur semakin berkontribusi terhadap proses pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat atas dilantiknya insinyur baru hari ini, semoga pelantikan dan sertifikat yang dibawa dapat digunakan sebagai bekal untuk terus mengabdi pada negeri, terus berbakti pada bangsa Indonesia. Semua lulusan terus bisa maju karena kita ketahui bersama pembangunan infrastruktur Indonesia salah satunya sangat tergantung peran bapak ibu semua para lulusan,” ujar Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Selo, MT., Ph.D.

Dari 442 lulusan profesi insinyur dari Fakultas Teknik UGM, sebanyak 60 lulusan mendapat predikat lulus dengan pujian atau cum laude, 210 sangat memuaskan dan 172 dengan predikat memuaskan. Pada periode ini IPK tertinggi dengan IPK 4.00 dari moda Reguler diraih Regina Fitri Rosallini, Muhammad Yusuf Al Ghifari, Seno Alfi Syahrin, dan Solikin. Sedangkan untuk mekanisme RPL diraih Digna Jatiningsih dengan IPK 4.00.

Fakultas Kehutanan dari sebanyak 68 insinyur yang dilantik sebanyak 17 lulus dengan pujian atau cumlaude, 34 sangat memuaskan dan 17 lulusan dengan predikat memuaskan. IPK tertinggi mekanisme RPL pada kelulusan saat ini diraih Lucy Mardijana Soebijakso dengan IPK 3.94 dan melalui mekanisme  regular diraih Sawitri dengan IPK 3.96.

Sementara sebanyak 59 insinyur baru yang dilantik dari Fakultas Peternakan UGM sebanyak 47 merupakan peserta mekanisme regular dan 12 melalui mekanisme RPL. Sebanyak 23 lulusan dengan predikat pujian atau cumlaude, 13 sangat memuaskan, dan 23 lulus dengan predikat memuaskan. IPK tertinggi moda RPL diraih  Arnol Elyasar Manu dengan IPK 3.92, dan moda Reguler diraih Hafiz Aghna Nugroho dan Shoniya Octarya dengan IPK 4.00.

I Ketut Rusnaya dari Fakultas Teknik UGM mewakili para lulusan mengungkapkan rasa syukurnya atas pelantikan menjadi insinyur. Baginya usia boleh senior, namun semangat mengikuti pendidikan profesi insinyur tetap harus terjaga.

Baginya dengan prosesi pelantikan ini para insinyur baru telah memiliki legal standing dan sah untuk menyandang gelar insinyur profesi di bidang masing-masing. Dengan pelantikan ini, menurutnya, bukan sekedar menambah gelar tetapi makna lebih dalam adalah meneguhkan dan mendeklarasikan profesi-profesi insinyur di bidang masing-masing.

“Ke depan saya kira kita lebih bisa mengoptimalkan peran dan kontribusi dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan sebanyak 3.838 alumni insinyur yang dihasilkan UGM hingga saat ini belum sebagai jumlah yang ideal karena persentase insinyur profesional di Indonesia masih sangat kecil apabila dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Meski begitu lulusan kali ini tetap patut disyukuri karena dengan tambahan insinyur profesional akan banyak membantu pemerintah dalam melaksanakan proses pembangunan bangsa dan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat kepada para insinyur baru atas pelantikan hari ini semoga dapat segera memberi kontribusi nyata dalam pembangunan negara ini dengan selalu menjunjung keluhuran budi, integritas, tanggung jawab profesionalisme dengan berlandas kode etik insinyur,” ucapnya.

Sigit Sunarta menjelaskan UGM saat ini menjalankan beban studi bagi program profesi insinyur sebanyak 24 sks. Menurutnya, ke depan tentu perlu penyesuaian dengan Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023 yang mengatur beban studi bagi program profesi yaitu sebanyak 36 sks.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu dipersiapkan kurikulum baru program profesi insinyur yang menyesuaikan peraturan menteri tersebut. Hal ini menjadi tantangan bersama sekaligus berharap masukan dari berbagai pihak dari organisasi PII maupun para praktisi.

“Semua masukan sangat diperlukan untuk menjamin krikulum program profesi yang lebih baik dan menghasilkan lulusan-lulusan yang semakin berkualitas,” terangnya.

Sekretaris Jenderal PII Pusat, Ir. Bambang Goeritno, M.Sc, MPA, IPU., menambahkan prosesi lulusan insinyur baru hari ini tentu menjadi hari yang membahagiakan dan cukup bersejarah, serta menandai adanya komitmen untuk memilih profesi insinyur sebagai pilihan profesional. Profesional dimaknai sebagai komitmen seseorang untuk selalu memberikan layanan atau karya terbaik baik itu berupa produk ataupun jasa yang sesuai dengan keahlian maupun kompetensinya.

“Saya kira masyarakat akan memanfaatkan keinsinyuran yang selalu melakukan kerja keras dan kerja cerdas yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Kepada profesi insinyur baru, Bambang Guritno berharap untuk tidak asal-asalan, senantiasa berintegritas, dan selalu memperhatikan lingkungan dan kepentingan publik. Karena profesionalisme adalah sebuah tingkah laku, kepakaran yang memperlihatkan kualitas seseorang, dan karenanya semua tindakan profesional harus dipagari oleh etika profesi yang tentunya telah diajarkan selama mengikuti program profesi ini.

“Selamat sekali lagi dan mendoakan untuk keberhasilan para lulusan agar selalu konsisten dalam menjalan tugas, patuh pada sumpah profesi yang telah diucapkan, dan yang perlu diingat keberhasilan mengikuti kuliah program profesi insinyur ini bukanlah hanya untuk saat ini ketika dilantik tetapi lebih pada kiprah berikutnya yang menyangkut kredibilitas dan profesionalitas,” imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Fotografer : Donnie Trisfian

Artikel UGM Lantik 569 Insinyur Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-569-insinyur-baru/feed/ 0
Wisuda Program Pascasarjana Digelar di Grha Sabha Pramana, UGM Luluskan 1.753 Lulusan di Berbagai Jenjang https://ugm.ac.id/id/berita/wisuda-program-pascasarjana-digelar-di-grha-sabha-pramana-ugm-luluskan-1-753-lulusan-di-berbagai-jenjang/ https://ugm.ac.id/id/berita/wisuda-program-pascasarjana-digelar-di-grha-sabha-pramana-ugm-luluskan-1-753-lulusan-di-berbagai-jenjang/#respond Thu, 26 Oct 2023 08:12:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=60968 Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.753 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor, dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2023/2024 yang digelar dua hari pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2023.  Di antara para wisudawan, terdapat putri dari Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; putri dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; […]

Artikel Wisuda Program Pascasarjana Digelar di Grha Sabha Pramana, UGM Luluskan 1.753 Lulusan di Berbagai Jenjang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.753 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor, dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2023/2024 yang digelar dua hari pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2023. 

Di antara para wisudawan, terdapat putri dari Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; putri dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; serta putra dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.

”Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wisudawan dan Wisudawati program Pascasarjana atas kerja keras selama menyelesaikan program pendidikan. Penghargaan juga diberikan kepada keluarga dan semua pihak yang telah mendukung pendidikan para wisudawan dan wisudawati sampai ke jenjang kelulusan ini,” pesan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Wisudawan pada periode ini terdiri atas 1.503 lulusan Program Magister (S2), termasuk 15 wisudawan Warga Negara Asing; 113 lulusan Program Spesialis; 18 lulusan Program Subspesialis; 119 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 1 wisudawan dari Warga Negara Asing; serta 12 lulusan periode sebelumnya yang mengikuti prosesi pada periode ini.

Pada hari pertama, 25 Oktober 2023, UGM mewisuda 999 lulusan dari 12 fakultas, sedangkan pada hari kedua, 26 Oktober 2023, UGM akan mewisuda 747 lulusan dari 6 fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana. 

Di hadapan para wisudawan, Rektor UGM berbicara mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia, salah satunya yang berkaitan dengan isu lingkungan dan perubahan iklim yang mengancam keberlangsungan kehidupan global. Kompleksitas persoalan dan tantangan global ini, menurutnya, perlu mendapat perhatian berbagai pihak untuk merespons dan memberikan solusi dengan kapasitas pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang inovatif. 

Kegiatan Tridarma perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya untuk memitigasi segala risiko, tantangan dan perubahan lingkungan dengan tetap memperhatikan norma, integritas, dan etika kemanusiaan serta keberlangsungan hidup yang berkeadilan. Ia berharap, lulusan UGM dapat ikut ambil bagian dalam upaya ini.

“Kompetensi dan karakter kepribadian yang dimiliki para wisudawan UGM hari ini akan menjadi bekal memadai untuk mengasah kecerdasan dan kebijaksanaan dalam bertindak dan berpikir, serta berkontribusi memecahkan tantangan masa depan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, jadikan pengetahuan yang Saudara sekalian miliki sebagai landasan kebijaksanaan untuk bertindak dan berpikir, serta menyejahterakan manusia juga keberlangsungan kehidupan bumi,” kata Rektor. 

Masa studi rata-rata untuk Program Magister adalah 2 tahun 4 bulan, dengan waktu studi tercepat diraih oleh Rien Larasati Arini dari Fakultas Farmasi yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 0 bulan 16 hari.  Untuk Program Spesialis, masa studi rata-rata adalah 3 tahun 11 bulan, dengan waktu studi tercepat diraih Leo Trido Saputro dari Fakultas Kedokteran Gigi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 9 bulan 12 hari. 

IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian diraih Nabila Kirtti Pradipta dan Shinta Trilaksmi Dewi, yang keduanya berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. 

Masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 2 tahun 7 bulan, dengan waktu studi tercepat diraih Alexandra Widita Swipratami Pangarso dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 11 bulan 15 hari, sekaligus meraih IPK tertinggi 3,99 berpredikat Pujian. Untuk Program Doktor, masa studi rata-rata adalah 5 tahun 1 bulan dengan waktu studi tercepat diraih Saudara Yudie Aprianto dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 9 bulan 5 hari.  

Pada periode wisuda kali ini, terdapat 16 lulusan Program Magister yang memiliki IPK tertinggi 4,00. Selain itu, terdapat dua lulusan Program Subspesialis dan 8 lulusan Program Doktor yang juga memperoleh IPK 4,00 sekaligus berpredikat Pujian. 

”Capaian pendidikan jenjang Pascasarjana menjadi langkah awal bagi Saudara sekalian untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, belajar sepanjang hayat, dan mengimplementasikannya agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan serta bermanfaat bagi masyarakat. Jadilah pribadi yang adaptif, inovatif, kolaboratif, berdaya saing, dan berkarakter di manapun Saudara sekalian berada,” pesan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

 

Penulis: Gloria

Fotografer: Firsto

Artikel Wisuda Program Pascasarjana Digelar di Grha Sabha Pramana, UGM Luluskan 1.753 Lulusan di Berbagai Jenjang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/wisuda-program-pascasarjana-digelar-di-grha-sabha-pramana-ugm-luluskan-1-753-lulusan-di-berbagai-jenjang/feed/ 0
Dorong Anak Muda Terjun ke Dunia Usaha, Menteri Bahlil Carikan Investor Bagi Calon Wisudawan UGM https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-anak-muda-terjun-ke-dunia-usaha-menteri-bahlil-carikan-investor-bagi-calon-wisudawan-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-anak-muda-terjun-ke-dunia-usaha-menteri-bahlil-carikan-investor-bagi-calon-wisudawan-ugm/#respond Tue, 22 Aug 2023 09:04:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58721 Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Program Sarjana dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2022/2023, Selasa (22/8) di Grha Sabha Pramana UGM. Di hadapan para calon wisudawan, ia berbicara mengenai berbagai upaya dan capaian pemerintah dalam menggenjot penanaman modal, serta peluang besar pengembangan usaha di masa mendatang. Sejumlah […]

Artikel Dorong Anak Muda Terjun ke Dunia Usaha, Menteri Bahlil Carikan Investor Bagi Calon Wisudawan UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Program Sarjana dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2022/2023, Selasa (22/8) di Grha Sabha Pramana UGM.

Di hadapan para calon wisudawan, ia berbicara mengenai berbagai upaya dan capaian pemerintah dalam menggenjot penanaman modal, serta peluang besar pengembangan usaha di masa mendatang. Sejumlah peserta pun berkesempatan membagikan pengalaman usaha atau rencana yang mereka miliki, yang langsung disambut dengan dukungan sekaligus tantangan oleh Bahlil.

“Saya carikan investornya. Kami menyiapkan saja modalnya, kalian yang eksekusi, jangan bikin asal-asalan,” kata Bahlil kepada Jendra, salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembekalan. 

Kepada Bahlil, Jendra berbicara mengenai pengalamannya merintis usaha restoran kecil-kecilan yang menurutnya tidak mudah dijalani. Kegigihannya untuk terus mencoba membangun usaha baru meski berulang kali mengalami kegagalan membuat Bahlil kagum dan tergerak untuk membantu. Hal ini, menurut Bahlil, adalah kunci penting dalam pengembangan usaha.

“Kalau jadi pengusaha jangan cepat putus asa. Jalankan terus, jangan pindah, tapi kamu harus membangun inovasi,” pesannya.

Pada kegiatan pembekalan ini, Bahlil memaparkan kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,17% para kuartal kedua, salah satu angka pertumbuhan terbaik di dunia. Angka inflasi pun berada di bawah 4%. Kondisi ini menghadirkan iklim usaha yang baik, sehingga ia berharap jumlah pengusaha di Indonesia juga bisa terus meningkat hingga bisa menyamai berbagai negara maju. 

“Pengusaha kita di republik ini hanya 3,4%. Idealnya kalau kita berbicara negara maju, pengusaha harus dobel digit,” terangnya.

Lulusan UGM, menurutnya, punya peluang besar untuk menjadi pengusaha sukses. Dengan berbagai kemudahan dalam proses perizinan dan peminjaman dana untuk modal, kesempatan berusaha menurutnya menjadi lebih terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia. 

“Investasi adalah instrumen untuk menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru, agar adik-adik selesai kuliah jangan semuanya menumpuk di Jawa, tersebar kalian di seluruh wilayah Indonesia karena di sana sudah ada lapangan pekerjaan dan potensi untuk menjadi pengusaha,” imbuh Bahlil.

Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), Ganjar Pranowo, turut hadir dalam kegiatan pembekalan kali ini. Kepada calon wisudawan yang akan bergabung ke dalam keluarga besar KAGAMA, ia memberikan sambutan dan sejumlah pesan.

“Hari ini menjadi momentum yang sangat istimewa buat siapapun yang pernah sekolah di sini, dan ini menjadi momentum peralihan dari fase penggemblengan di kampus menuju tantangan yang lebih besar di dunia nyata yang ada di luar sana. Setelah ini kalian akan berada di seluruh penjuru dunia dan kalian akan menemui senior kalian yang menjadi KAGAMA karena kepengurusan kita hampir lengkap di seluruh benua,” ucapnya.

Ia berharap para calon wisudawan dapat melihat berbagai kesulitan yang telah dilewati selama menjadi mahasiswa sebagai pengalaman berharga yang membentuk pribadi mereka dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang siap menghadapi segala tantangan. Ia juga berharap alumni UGM dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang terus menuntut ilmu meski telah lulus dari bangku perkuliahan.

“Universitas tercinta ini telah menjadi suluh intelektualitas kita, yang menjadi pembimbing kita untuk menapaki jalur-jalur ilmu pengetahuan, membimbing kita menjelajahi ruang-ruang kreativitas yang akhirnya membentuk karakter kita,” tuturnya. 

 

Penulis: Gloria

Fotografer: Firsto

Artikel Dorong Anak Muda Terjun ke Dunia Usaha, Menteri Bahlil Carikan Investor Bagi Calon Wisudawan UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-anak-muda-terjun-ke-dunia-usaha-menteri-bahlil-carikan-investor-bagi-calon-wisudawan-ugm/feed/ 0