UMKM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/umkm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 01 Oct 2024 10:13:58 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Engagement Media Sosial Mampu Meningkatkan Kesadaran Merek UMKM https://ugm.ac.id/id/berita/engagement-media-sosial-meningkatkan-kesadaran-merek-umkm/ https://ugm.ac.id/id/berita/engagement-media-sosial-meningkatkan-kesadaran-merek-umkm/#respond Tue, 01 Oct 2024 10:10:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71096 Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat membangun komunikasi dua arah atau engagement di media sosial dengan berusaha mempererat hubungan yang bermakna dengan pelanggan, dengan cara memposting konten dan informasi yang berkualitas, relevan, informatif dan menarik. Hal itu disampaikan Syaifa Tania, S.I.P., M.A, pengajar Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas ISIPOL UGM dalam diskusi yang bertajuk […]

Artikel Engagement Media Sosial Mampu Meningkatkan Kesadaran Merek UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat membangun komunikasi dua arah atau engagement di media sosial dengan berusaha mempererat hubungan yang bermakna dengan pelanggan, dengan cara memposting konten dan informasi yang berkualitas, relevan, informatif dan menarik.

Hal itu disampaikan Syaifa Tania, S.I.P., M.A, pengajar Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas ISIPOL UGM dalam diskusi yang bertajuk Memperkuat Jejaring Bisnis UMKM di Ruang Sidang 1 DPKM UGM, Selasa (1/10).

Menurut Tania, engagement anggota media sosial yang kuat akan mampu meningkatkan kesadaran brand UMKM. Bahkan engagement anggota media sosial, dinilai mampu memberikan ruang keterlibatan interaksi secara langsung dengan pelanggan yang pada ujungnya akan dapat meningkatkan loyalitas berkelanjutan.

“Dampaknya akan meningkatkan penjualan, karena pelanggan yang loyal juga akan merekomendasikan produk ke konsumen lain dan  meningkatkan wawasan tentang preferensi dan kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Namun yang tidak kalah penting, imbuhnya,  para pelaku UMKM yang sudah familiar dengan medsos diharapkan memberikan respon yang cepat dan ramah, serta mengajak konversasi dengan mendorong diskusi interaktif terkait topik yang relevan. “Penting juga melakukan pelacakan terhadap kinerja posting dengan alat analitik. Dengan ini akan dapat dipahami adanya keberhasilan dan ditemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan”, terangnya.

Tania menambahkan platform media sosial secara langsung dapat digunakan sebagai sarana untuk promosi produk UMKM. Hal ini karena media sosial dapat menjangkau audiens yang sangat luas. Melalui media sosial pemasaran dilakukan dengan membangun branding, menggunakan endorsement, dan membuat konten yang menarik.

Sementara itu, Mohammad Genta Mahardhika, S.E., M.B.A dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM,  mengungkapkan pemasaran menjadi bagian penting dalam proses bisnis UMKM. Bisnis waralaba atau franchise merupakan salah satu skema bisnis yang cukup populer di Indonesia.

Skema bisnis franchise ini, menurut Moh Genta Mahardika, memiliki beberapa  keuntungan. Disamping perkembangan bisnis yang relatif cepat,  bisnis dengan skema franchise tidak perlu melakukan branding atau promosi, mempunyai rekan bisnis berpengalaman dan profesional, dan menjadikan bisnis franchise sebagai tempat pembelajaran bisnis untuk menambah pengetahuan dan keahlian yang dapat dibutuhkan pada masa mendatang. “Menjalankan bisnis franchise ini tidak serta merta membebaskan pembeli lisensi dari resiko sepenuhnya, jika tidak berhati-hati dalam menjalankannya akan mengalami ancaman kerugian”, ungkapnya.

Sementara Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan media sosial saat ini memang menjadi kebutuhan dan sangat diperlukan oleh semua kalangan. Oleh karena itu, menurutnya, perlu dikelola dengan baik agar dapat memberi manfaat peningkatan perekonomian masyarakat. “Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat memandang perlu mengadakan kegiatan ini agar mampu meningkatkan literasi peserta terkait dengan konsep dasar, nilai penting, memilih mitra dan strategi bisnis terkait dengan skema pemasaran waralaba,” tuturnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Dok.DPkM

Artikel Engagement Media Sosial Mampu Meningkatkan Kesadaran Merek UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/engagement-media-sosial-meningkatkan-kesadaran-merek-umkm/feed/ 0
MenkopUKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha Untuk Menumbuhkan Ekonomi Baru https://ugm.ac.id/id/berita/menkopukm-ajak-mahasiswa-berwirausaha-untuk-menumbuhkan-ekonomi-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/menkopukm-ajak-mahasiswa-berwirausaha-untuk-menumbuhkan-ekonomi-baru/#respond Wed, 11 Sep 2024 02:34:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70416 Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) RI Teten Masduki mengatakan Indonesia membutuhkan para entrepreneur by design bukan yang by-accident. Dengan by design maka Kementerian Koperasi sudah memutuskan perlunya melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru dari kalangan perguruan tinggi yang selalu siap berkompetisi dan siap tarung di pasar dalam negeri maupun dunia global. Wirausaha baru dari kalangan perguruan tinggi ini […]

Artikel MenkopUKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha Untuk Menumbuhkan Ekonomi Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) RI Teten Masduki mengatakan Indonesia membutuhkan para entrepreneur by design bukan yang by-accident. Dengan by design maka Kementerian Koperasi sudah memutuskan perlunya melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru dari kalangan perguruan tinggi yang selalu siap berkompetisi dan siap tarung di pasar dalam negeri maupun dunia global. Wirausaha baru dari kalangan perguruan tinggi ini menuntut mereka mampu berinovasi dan berkreativitas. “Kita tidak mau lagi mencetak entrepreneur lama seperti tukang bakso, tukang keripik, kerupuk, kemplang. Atau pengusaha soto, gudeg, bakpia dan lain-lain atau kerajinan. Kalau mencetak itu lagi itu lagi tentunya kue ekonominya tidak akan nambah hanya akan menambah pesaing. Kasihanlah investor lama jangan dibunuh oleh investor baru dari kalangan terdidik”, ujarnya pada acara Entrepreneur Hub Goes to Campus Universitas Gajah Mada (UGM) di UC UGM, Selasa (10/9).

Teten menuturkan Kementerian Koperasi dan UKM sudah mempelajari beberapa model Koperasi dan UKM di luar negeri seperti di Korea Selatan, Jepang, Australia atau di Belanda. Menurutnya, entrepreneur baru dalam era persaingan global saat ini memang harus disiapkan by design.

Dari sebanyak 64,2 juta UMKM yang ada sekarang ini menurut Menteri Teten sebagian besar mereka merupakan entrepreneur by-accident  bukan by design. Mereka melakukan usaha selama ini tidak mendasarkan pada riset market, riset potensi dan lain-lain. “Mereka membuka usaha karena tidak terserap oleh lapangan kerja formal,” terang Teten.

Akibatnya para pengusaha UMKM ini tidak produktif, tidak memiliki akses kepada teknologi dan juga akses kepada pembiayaan. Kementerian Koperasi dan UKM berharap muncul pengusaha yang dicetak dan dididik berasal dari lulusan perguruan tinggi.

“Lulusan-lulusan perguruan tinggi lebih gampang. Apalagi kalau ke depan sejumlah negara mencetak entrepreneur barunya itu dengan melibatkan hasil-hasil riset di perguruan tinggi, kemudian di inkubasi oleh inkubator di kampus, dihubungkan dengan sumber-sumber pembiayaan, dan tentunya para entrepreneur yang berbasis riset inilah yang akan melahirkan ekonomi baru, dan enterpreneur yang kompetitif,” tuturnya.

Dengan terciptanya wirausaha dari kalangan terdidik, Menteri Teten meyakini wirausaha yang tercetak akan lebih inovatif, tangguh, dan siap berkompetisi di pasar global. “Kita butuh wirausaha yang penuh dengan inovasi dan kreativitas,” ucapnya.

Meski demikian, Teten mengakui belum semua perguruan tinggi memiliki kurikulum yang mendukung anak muda menjadi wirausaha. Padahal, ada survei menyebutkan bahwa 72 persen anak muda kini bercita-cita menjadi pengusaha, ketimbang karyawan. “Memang, ada beberapa kampus yang sudah berubah pola pikirnya. Mereka tidak lagi mewajibkan skripsi melainkan business plan sejak awal kuliah. Setelah lulus sarjana, dia menjadi pebisnis,” ucap Menteri Teten dihadapan 600 mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sujito menyebutkan bahwa kolaborasi antara UGM dan KemenkopUKM RI bertujuan untuk membentuk wirausaha yang berdaya dan menciptakan ekosistem yang inklusif. “Semua itu tidak mungkin hanya dinakhodai KemenkopUKM, tapi kita butuh kolaborasi,” tegas Arie.

Menurut Arie, Indonesia harus bersiap untuk menyambut bonus yang demografi, dan diharapkan mahasiswa bisa menjadi kekuatan entrepreneur. “Berwirausaha bukan untuk berkarir, tapi terlibat untuk pemberdayaan. Bahkan, harus menjadi arena pembentukan karakter, pemberdayaan, dan ajang menuangkan kreativitas, serta inovasi. Karena, keberlanjutan itu sangat penting,” pungkas Arie.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel MenkopUKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha Untuk Menumbuhkan Ekonomi Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menkopukm-ajak-mahasiswa-berwirausaha-untuk-menumbuhkan-ekonomi-baru/feed/ 0
Pelaku Bisnis Mikro Perlu Mendapat Literasi Teknologi IoT dan 3D Printing https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-bisnis-mikro-perlu-mendapat-literasi-teknologi-iot-dan-3d-printing/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-bisnis-mikro-perlu-mendapat-literasi-teknologi-iot-dan-3d-printing/#respond Wed, 04 Sep 2024 05:09:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70268 Pesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia berjalan seiring dengan penetrasi pengguna internet yang terus mengalami peningkatan. Data hasil Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024 menyebut tingkat penetrasi internet di Indonesia meningkat menjadi 79,5 persen, dari 73,7 persen di tahun 2020 atau sebanyak 221.563.479 jiwa penduduk terkoneksi dari total populasi 278,6 juta jiwa. […]

Artikel Pelaku Bisnis Mikro Perlu Mendapat Literasi Teknologi IoT dan 3D Printing pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia berjalan seiring dengan penetrasi pengguna internet yang terus mengalami peningkatan. Data hasil Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024 menyebut tingkat penetrasi internet di Indonesia meningkat menjadi 79,5 persen, dari 73,7 persen di tahun 2020 atau sebanyak 221.563.479 jiwa penduduk terkoneksi dari total populasi 278,6 juta jiwa. Perkembangan teknologi dan informasi serta penetrasi internet ini tentunya sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Terutama pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) dan 3D printing.

Berbagai pemanfaatan internet melalui  internet of things (IoT) yang telah menyambungkan semua peralatan dengan internet akan membuat semua serba otomatis. Hasil riset Asia IoT Business (2019) hanya 8,9 persen perusahaan di Indonesia yang sudah mengadopsi IoT. Jumlah ini tentunya masih berada di bawah Thailand yang sudah mencapai 10,7 persen. Kendati demikian, adopsi IoT di Indonesia lebih unggul dibanding Malaysia (5,1 persen), Filipina (2,8 persen), dan Vietnam (2,1 persen).

Ir. Nazrul Effendy, S.T, M.T., Ph.D., IPM, dosen Fakultas Teknik UGM menyatakan di era internet of things ini, pelaku bisnis mikro dituntut bekerja keras agar dapat bersaing di pasar global. Inovasi dalam teknologi menjadi salah satu kunci untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Hal itu disampaikan Nazrul dalam seminar Mengupas persoalan Penggunaan Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Proses Produksi UMKM pada kegiatan UMKM CLASS SERIES #8 bertema Pemanfaatan Teknologi Internet of Things (IoT) dan 3D Printing untuk UMKM, Nazrul mengungkapkan IoT mengacu pada jaringan perangkat fisik yang saling terhubung, seperti sensor, perangkat mobile, kendaraan, dan berbagai peralatan lainnya. Melalui konektivitas internet, perangkat ini dapat saling berkomunikasi dan mengumpulkan data yang berguna untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan. “Peluang terbesar yang diberikan IoT bagi UMKM adalah kemampuannya untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time”, terangnya di ruang DPkM UGM, Selasa (4/9).

Menjadi salah satu pembicara dalam UMKM CLASS SERIES #8 yang diselenggarakan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Nazrul menambahkan bila teknologi Internet of Things (IoT) sangat mendukung bisnis UMKM. Diantaranya meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan pengalaman pelanggan, ekspansi ke pasar global, (4) meningkatkan keamanan dan keandalan, dan tumbuhnya inovasi produk dan layanan.

Pembicara lainnya, Dr. Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng dari Fakultas Teknik UGM mengungkapkan UMKM saat ini menghadapi tantangan untuk berinovasi dalam menciptakan persaingan yang semakin dinamis. Salah satu peluang inovasi ini dengan hadirnya teknologi 3D printing yang telah terpenetrasi ke banyak area aplikasi. “Produk ini menjadi salah satu kunci keberhasilan UMKM terutama dalam aspek physical layer. Teknologi tersebut memungkinkan penggunanya mencetak suatu model digital menjadi sebuah objek fisik yang sama dengan desain aslinya. Mulai dari objek yang mudah hingga objek geometri yang rumit”, terangnya.

Mengupas Potensi dan Pemanfaatan 3D Printing untuk Pengembangan UMKM, Herianto menjelaskan teknologi 3D printing atau dikenal sebagai manufaktur aditif, menjadi populer dan banyak digunakan di berbagai bidang. Selain membantu dalam pembuatan prototype sebelum sebuah produk diproduksi massal, manfaat 3D printing lainnya menghemat waktu dan biaya untuk pengembangan produk baru, memberikan kebebasan untuk menciptakan sebuah desain produk, memberikan kesempatan untuk membuat product custom, serta bisa pula dimanfaatkan dalam bidang kesehatan yaitu untuk mencetak organ dan tulang buatan.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes menyampaikan perkembangan teknologi yang semakin dinamis sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan pelaku UMKM. Upaya untuk memberikan literasi pentingnya mengadopsi, memanfaatkan dan menggunakan teknologi IoT dan 3D printing untuk peningkatan dan kemajuan UMKM, perlu dilakukan oleh pemangku kepentingan. Salah satunya yang dilakukan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada dengan mengadakan pelatihan bertema Pemanfaatan Teknologi Internet of Things (IoT) dan 3D Printing untuk UMKM. “Pelatihan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan bagi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi IoT dan 3D printing untuk meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan”, tuturnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Pelaku Bisnis Mikro Perlu Mendapat Literasi Teknologi IoT dan 3D Printing pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-bisnis-mikro-perlu-mendapat-literasi-teknologi-iot-dan-3d-printing/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM di Magetan Beri Pelatihan Pemasaran Digital untuk Pelaku UMKM https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-di-magetan-beri-pelatihan-pemasaran-digital-untuk-pelaku-umkm/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-di-magetan-beri-pelatihan-pemasaran-digital-untuk-pelaku-umkm/#respond Tue, 30 Jul 2024 08:48:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68198 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tonggak penting dalam menopang roda ekonomi di tingkat lokal maupun nasional. Tidak hanya sebagai penyedia lapangan pekerjaan, tetapi juga sebagai pendorong inovasi dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung pengembangan kompetensi pelaku UMKM, mahasiswa KKN PPM UGM melakukan pelatihan dan pendampingan kemampuan pemasaran bagi pelaku UMKM di Desa Nitikan, […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM di Magetan Beri Pelatihan Pemasaran Digital untuk Pelaku UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tonggak penting dalam menopang roda ekonomi di tingkat lokal maupun nasional. Tidak hanya sebagai penyedia lapangan pekerjaan, tetapi juga sebagai pendorong inovasi dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung pengembangan kompetensi pelaku UMKM, mahasiswa KKN PPM UGM melakukan pelatihan dan pendampingan kemampuan pemasaran bagi pelaku UMKM di Desa Nitikan, Magetan, Jawa Tengah.

Rosita Eka Amelia, mahasiswa KKN-PPM dari Fakultas Biologi dalam keterangannya, Selasa (30/7, mengatakan pelaksanaan sosialisasi pengembangan UMKM ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM agar bisa lebih maju dan berkembang. “Melalui sosialisasi yang efektif, pelaku UMKM dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, dan akses pasar,” kata Rosita.

Pelaksanaan sosialisasi pengembangan UMKM yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM dibagi menjadi 3 topik utama, yaitu seminar bisnis, digital marketing and branding, serta penyuluhan tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi pelaku UMKM.

Topik pertama yang bertajuk seminar bisnis, kata Rosita, memberikan penjelasan umum terkait hal-hal yang perlu diperhatikan para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha, yaitu terkait budget planning atau perencanaan keuangan dan empathy maps atau pemetaan kebutuhan pelanggan.

Lalu, dilanjutkan dengan topik kedua tentang digital marketing & branding yang mana mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan penjelasan metode pemasaran di era sekarang kepada para pelaku UMKM dan optimalisasi pemanfaatannya. “Kita juga memberikan penjelasan dan pengarahan tentang kesehatan dan keselamatan kerja kepada pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya yang mana pelaku UMKM yang hadir diberikan poster K3 untuk ditempel di tempat usaha masing-masing, bertujuan sebagai pengingat bagi pelaku UMKM,” jelasnya.

Siti Jumirah, salah satu pelaku UMKM yang hadir, mengatakan dengan adanya sosialisasi pengembangan UMKM yang diadakan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM, ia merasa terbantu dengan informasi-informasi yang disampaikan selama sosialisasi dan menjadi termotivasi untuk maju dalam menjalankan usaha dengan mengikuti perkembangan di zaman sekarang. “Walaupun saya gaptek, tapi saya memegang prinsip kita semua harus bisa mengikuti perkembangan zaman sekarang agar tidak kalah dengan pengusaha lain,” ujarnya.

Penulis : Dita

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM di Magetan Beri Pelatihan Pemasaran Digital untuk Pelaku UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-di-magetan-beri-pelatihan-pemasaran-digital-untuk-pelaku-umkm/feed/ 0
UMKM CLASS SERIES #6 : Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile dan Facebook Ads https://ugm.ac.id/id/berita/umkm-class-series-6-menggaet-konsumen-melalui-growth-hacking-aplikasi-mobile-dan-facebook-ads/ https://ugm.ac.id/id/berita/umkm-class-series-6-menggaet-konsumen-melalui-growth-hacking-aplikasi-mobile-dan-facebook-ads/#respond Thu, 04 Jul 2024 04:56:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65756 Kemajuan teknologi di Indonesia yang didukung dengan infrastruktur dan regulasi yang memadai, telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara signifikan. Laporan e-Conomy SEA 2022 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, menyebut ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai $146 miliar pada tahun 2025, meningkat dari $70 miliar pada tahun 2021. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia […]

Artikel UMKM CLASS SERIES #6 : Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile dan Facebook Ads pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kemajuan teknologi di Indonesia yang didukung dengan infrastruktur dan regulasi yang memadai, telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara signifikan. Laporan e-Conomy SEA 2022 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, menyebut ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai $146 miliar pada tahun 2025, meningkat dari $70 miliar pada tahun 2021.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2021 menyebut  pertumbuhan ini juga sejalan dengan peningkatan penetrasi internet yang mencapai 73,7 persen dari total populasi pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi dalam strategi pemasaran mereka.

Meski demikian, masih banyak UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi platform pemasaran, diantaranya e-commerce. Pada tahun 2022, jumlah usaha e-commerce di Indonesia meningkat sebesar 4,46 persen  menjadi 2.995.986 usaha.

Meski begitu, data BPS tahun 2022 juga masih banyak juga UMKM yang belum beralih ke platform ini. Survei eCommerce 2023 di 4.252 Blok Sensus di 302 Kabupaten/Kota oleh Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM masih merasa lebih nyaman berjualan secara langsung (offline), dan banyak yang kurang memiliki pengetahuan serta keahlian dalam berjualan online.

Melihat persoalan dan kebutuhan UMKM guna meningkatkan pertumbuhan pelanggan dalam strategi pemsarannya secara optimal, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pelatihan. Acara yang dikemas UMKM Class Series #6 Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile, dan Facebook Ads menghadirkan pembicara Rizqie Indra Maulana, S.Kg., Chief Marketing Officer Berlima Digital, Deddy Effendy, S.T., CEO CV. Palem Craft Jogja, dan Adrian Leo Hadipradata, S.T., CEO Berlima Digital dengan moderator Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., dosen Sekolah Vokasi UGM.

Rizqie Indra Maulana yang mengupas soal Strategi Growth Hacking untuk UKM, Trik Cepat untuk Pertumbuhan Bisnis mengatakan di era digital yang terus berkembang, strategi Growth Hacking menjadi sangat relevan bagi UMKM untuk mencapai pertumbuhan pelanggan yang cepat dan berkelanjutan. Studi oleh Startup Genome tahun 2021, disebutnya menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan strategi Growth Hacking dapat tumbuh 3,5 kali lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak.

“Dengan pendekatan yang inovatif dan eksperimental, Growth Hacking memungkinkan UMKM menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan konversi penjualan”, katanya.

Deddy Effendy yang mendiskusikan soal Jualan Online Berbasis Aplikasi Mobile memaparkan penggunaan aplikasi mobile menjadi sarana yang sangat efektif dalam mendekatkan produk atau layanan UMKM dengan konsumen. Data dari We Are Social dan Hootsuite tahun 2023 memperlihatkan sebanyak 90 persen pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile. Sementara waktu yang dihabiskan pengguna pada aplikasi mobile meningkat sebesar 30 persen pada tahun 2021.

“Ini menunjukkan pentingnya aplikasi mobile dalam memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan meningkatkan keterlibatan konsumen”, ungkapnya.

Adrian Leo Hadipradata, S.T., selaku CEO Berlima Digital yang mengupas  Facebook Ads Mendulang Cuan dan Anti Boncos menjelaskan pemanfaatan Facebook Ads juga menjadi strategi yang sangat potensial bagi UMKM. Dengan lebih dari 140 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia pada tahun 2021, platform ini mampu menyediakan peluang besar untuk menjangkau konsumen secara luas.

“Laporan dari Social Media Examiner tahun 2021 mengungkap 72 persen pemasar yang menggunakan Facebook Ads melaporkan efektivitas iklan dalam meningkatkan penjualan dan brand awareness melalui platform ini”, terangnya.

Dr. dr. Rustamaji, M.Kes selaku Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM mengatakan usaha UMKM dengan melibatkan kemajuan teknologi menjadi suatu keharusan. Menurutnya, meski dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat perang di berbagai kawasan, namun yang terpenting bagi para pelaku UMKM produksinya harus tetap laku, dikenal dan laris.

Lebih dari itu, katanya, para pelaku UMKM harus mulai mempersiapkan diversifikasi produk. Diversifikasi produk nampaknya sudah menjadi keharusan saat ini, karena seperti produk Indomie dengan berbagai varian rasa ternyata hanya berumur 2 tahun.

“Dengan fenomena ini, artinya bagi para pelaku UMKM untuk selalu bersiap jika pasar mengalami kejenuhan selera, para UMKM bisa menawarkan dengan alternatif produk yang lain agar market tetap terjaga”, katanya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel UMKM CLASS SERIES #6 : Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile dan Facebook Ads pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/umkm-class-series-6-menggaet-konsumen-melalui-growth-hacking-aplikasi-mobile-dan-facebook-ads/feed/ 0
Menkop Teten Targetkan Aturan Kredit Tanpa Agunan UMKM Rampung Tahun ini https://ugm.ac.id/id/berita/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/ https://ugm.ac.id/id/berita/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/#respond Wed, 27 Mar 2024 10:14:14 +0000 https://ugm.ac.id/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/ Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dibuat segera peraturan buat perbankan bisa memberikan kredit ke pelaku UMKM tanpa agunan. Sebab sekitar 59 persen dari total pelaku UMKM tidak terhubung dengan perbankan. “Peraturan ini tengah dibahas, kita targetkan sebelum akhir tahun ini bisa […]

Artikel Menkop Teten Targetkan Aturan Kredit Tanpa Agunan UMKM Rampung Tahun ini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dibuat segera peraturan buat perbankan bisa memberikan kredit ke pelaku UMKM tanpa agunan. Sebab sekitar 59 persen dari total pelaku UMKM tidak terhubung dengan perbankan. “Peraturan ini tengah dibahas, kita targetkan sebelum akhir tahun ini bisa selesai,” kata Teten kepada wartawan usai mengisi Lokakarya yang bertajuk “Membuka Kesuksesan dan Keberlanjutan: Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Startup dengan Penguasaan Strategi yang Relevan”, Rabu (27/3), di Gedung TILC Sekolah Vokasi UGM.

Menteri Teten menyebutkan ada sekitar 65 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia, namun hanya 20 persen saja yang mendapat penyaluran kredit dari perbankan. Berbeda dengan negara Korea yang pembiayaan untuk UMKM sudah mencapai 80 persen. Sementara India dan Cina sudah di atas 60 persen untuk UMKM mendapat kredit dari perbankan. “Kredit perbankan ke UMKM kita masih di angka 20 persen bahkan tahun kemarin turun 18 persen,” ujarnya.

Menurut Teten salah satu persoalan terbesar pelaku UMKM di Indonesia adalah soal kendala akses pembiayaan akibat perbankan masih menggunakan syarat kredit collateral atau menggunakan sistem agunan. Sementara para pelaku UMKM kebanyakan tidak memiliki agunan. “Pihak bank masih menggunakan agunan, sementara UMKM tidak punya. Kami sedang pengusulan baru lewat pendekatan kredit scoring sehingga perlu perubahan di peraturan OJK,” katanya.

Sepengetahuan Teten, sebenarnya perbankan sudah menyalurkan kredit tanpa agunan kepada pelaku usaha UMKM melalui kerja sama dengan fintech. “Hari ini bank menyalurkan kredit kerja sama lewat fintech, belum secara langsung,” tandasnya.

Untuk memuluskan peraturan OJK menurut Teten, hanya perlu mengubah mindset bagi direksi perbankan di tanah air. Sebab jika tidak berubah maka potensi pasar yang besar ini akan dimanfaatkan oleh industri keuangan yang lain seperti fintech.

Soal pengganti agunan dengan sistem kredit skor maka rekam jejak keuangan ini bisa diperoleh dari catatan pembayaran listrik maupun biaya untuk komunikasi yang dikeluarkan setiap bulannya. “Ada 140 negara menggunakan kredit skor,” katanya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K)., Ph.D., mengatakan sektor UMKM memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional karena mampu bertahan saat diterpa krisis moneter dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. “Kontribusi UMKM bagi ekonomi nasional sangat luar bisa. Kemampuan dari sisi fleksibilitas, daya tahan, dan kreativitas ternyata membuat UMKM mampu menghadapi setiap goncangan ekonomi,” katanya.

Program penguatan UMKM melalui kerja sama perguruan tinggi dan industri, diakui Rektor mampu memperkuat kapasitas  UMKM untuk naik kelas, bisa membantu memfasilitasi UMKM agar mendapat akses pembiayaan, serta mampu mendorong munculnya wirausahawan muda yang nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Direktur Pengembangan Kedutaan Besar Inggris, Amanda McLoughlin, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dalam mendukung ekosistem startup di Indonesia dengan beragam perspektif dan keahlian. Bahkan pihaknya juga memberikan praktik terbaik dalam program inkubator startup untuk mendukung pengembangan bisnis di tahap awal. Hal ini berfungsi sebagai katalis pertumbuhan, memberikan dukungan, bimbingan, akses terhadap jaringan dan infrastruktur yang disesuaikan bagi bisnis startup.

“Dengan memanfaatkan keahlian institusi seperti Cambridge University dan MIT, kami dapat memastikan bahwa startup menerima pelatihan dan bimbingan kelas dunia, sehingga menempatkan mereka pada jalur menuju kesuksesan,” paparnya.

Ia sepakat bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri, seperti yang kita lakukan saat ini, berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Sebab dengan menggabungkan penelitian mutakhir dan penerapan di dunia nyata, dapat memberdayakan wirausahawan untuk menerjemahkan ide-ide mereka menjadi bisnis yang layak yang mendorong kemakmuran ekonomi dan berdampak secara sosial. “Berwirausaha bukan sekedar pilihan karier, tapi sebuah panggilan. Sebuah panggilan untuk membentuk masa depan, memberikan dampak jangka panjang, dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” jelasnya.

Mantan Dirjen Diktiristek, Kemendikbudristek RI,  Prof. Nizam, mengatakan program MIT REAP bertujuan untuk membantu penguatan kapasitas UMKM dan startup di Indonesia. Implementasi program sudah dimulai di pulau Jawa, tapi nantinya akan diperluas ke sub regional lainnya seperti bali, Sulawesi dan Sumatera.  “Kita harapkan UMKM dan startup lewat program ini diharapkan bisa naik kelas dengan mengadopsi teknologi inovasi,” katanya.

Project Manager MIT REAP, Marina Kusumawardhani, mengatakan salah satu kunci untuk menjadi negara maju bukan dari sisi jumlah pelaku UMKM atau wirausahananya namun kemampuan dalam penguasaan inovasi teknologi. Oleh karena itu, program kolaborasi untuk mendorong ekosistem usaha berbasis inovasi sangat diperlukan. “Untuk menjadi negara maju, rahasianya adalah inovasi teknologi. Program yang kita lakukan ini untuk meningkatkan kualitas UMKM dan startup di Indonesia,“ pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Menkop Teten Targetkan Aturan Kredit Tanpa Agunan UMKM Rampung Tahun ini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/feed/ 0