UGM dan NUS Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/ugm-dan-nus/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 04 Sep 2024 08:22:37 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 President NUS Kunjungi Kawasan Kerohanian dan GIK UGM https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-kunjungi-kawasan-kerohanian-dan-gik-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-kunjungi-kawasan-kerohanian-dan-gik-ugm/#respond Wed, 04 Sep 2024 08:22:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70288 President National University of Singapore (NUS), Prof. Tan Eng Chye dan rombongan perwakilan NUS yang didampingi oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyambangi kawasan Fasilitas Kerohanian dan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka kolaborasi UGM […]

Artikel President NUS Kunjungi Kawasan Kerohanian dan GIK UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
President National University of Singapore (NUS), Prof. Tan Eng Chye dan rombongan perwakilan NUS yang didampingi oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyambangi kawasan Fasilitas Kerohanian dan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka kolaborasi UGM dan NUS

Kunjungan pihak UGM dan NUS pada Senin (2/8) sore ini dimulai dengan meninjau Kawasan Kerohanian UGM yang berada di Jl. Podocarpus, Sendowo. Kawasan Kerohanian UGM ini baru saja diresmikan pada Desember 2023, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-74 UGM. Kawasan kerohanian ini terdiri atas dua bangunan gereja, masing-masing untuk kegiatan kerohanian agama Katolik dan Kristen Protestan, wihara untuk peribadatan agama Buddha, klenteng untuk peribadatan agama Konghucu, serta pura untuk peribadatan agama Hindu.

Rektor UGM yang ditemani beberapa Dekan UGM memperkenalkan masing-masing tempat ibadah. Pembangunan fasilitas kerohanian ini menurut Rektor sebagai salah satu bentuk pembangunan karakter mahasiswa dan nilai-nilai inklusivitas. “Warga UGM sangat heterogen sehingga perlu diwadahi, salah satunya dalam hal keberagamaan,” jelas Ova pada delegasi NUS.

Prof. Tan Eng Chye dan perwakilan NUS kemudian memasuki masing-masing tempat ibadah yang ada sembari mengulik keberagaman agama yang ada di Indonesia yang tercermin melalui masing-masing bangunan. Beragam komentar muncul dari delegasi NUS seperti membahas filosofi pura dan sistem kalender Saka. Salah satu komentar muncul dari Prof. Tan Eng Chye yang menyebut, “Keberagaman di UGM sangat unik dan memiliki masing-masing filosofi.”

Perjalanan delegasi NUS dilanjutkan menuju kawasan GIK dengan bus listrik. Sesampainya di GIK, rombongan disambut oleh Dr. Hargo Utomo, M.B.A. selaku Direktur Pengembangan Usaha dan dan Inkubasi UGM dan tim manajemen GIK. Ia mendampingi Rektor dan Dekan dalam memperkenalkan area-area di GIK. Kunjungan tersebut memperlihatkan fasilitas-fasilitas yang nantinya akan digunakan di wilayah seluas 83 ribu meter persegi itu seperti ruang kelas, student center, area perkantoran, dan rooftop.

Dalam audiensi yang digelar pada salah satu ruang kelas, Hargo menjelaskan program-program dan rangkaian kegiatan yang akan menunjang pendirian GIK. “Nantinya GIK yang merupakan super creative hub di Asia Tenggara. akan menjadi pusat UGM Science Technopark dan juga Innovative Academy, yaitu program inkubasi startup di UGM.” Perwakilan UGM dan NUS kemudian menyambangi masing-masing stand start-up yang lahir dari program Innovative Academy, salah satunya adalah Inspirasien.

“Inspirasien adalah platform penunjang kesehatan dan advokasi pasien di Indonesia dengan mengutamakan berbagai kemudahan akses kebutuhan esensial pasien terutama pasien dengan penyakit kronis,” jelas salah satu perwakilan Inspirasien pada Prof. Tan Eng Chye dan Prof. Ova.

Tampak perwakilan NUS menyimak penjelasan mengenai masing-masing start-up yang diluncurkan pada 2021 ini dan berdiskusi hangat mengenai pengembangan program. Tidak lupa, mereka juga memboyong beberapa produk startup sebagai cenderamata. “Teruslah berkarya dengan baik,” pesan Prof. Tan Eng Chye.

Penulis : Lazuardi

Editor    : Gusti Grehenson

Artikel President NUS Kunjungi Kawasan Kerohanian dan GIK UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-kunjungi-kawasan-kerohanian-dan-gik-ugm/feed/ 0
UGM dan NUS Siap Kolaborasi Sukseskan Proyek IKN sebagai Kota Modern dan Berkelanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-nus-siap-kolaborasi-sukseskan-proyek-ikn-sebagai-kota-modern-dan-berkelanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-nus-siap-kolaborasi-sukseskan-proyek-ikn-sebagai-kota-modern-dan-berkelanjutan/#respond Mon, 02 Sep 2024 14:36:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70216 Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nasional Singapura (NUS) sepakat berkolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian yang inovatif dalam rangka mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan teknologi di kedua negara. Selain itu, kedua universitas sepakat menyukseskan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dengan mendorong konsep pembangunan kota berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh […]

Artikel UGM dan NUS Siap Kolaborasi Sukseskan Proyek IKN sebagai Kota Modern dan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nasional Singapura (NUS) sepakat berkolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian yang inovatif dalam rangka mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan teknologi di kedua negara. Selain itu, kedua universitas sepakat menyukseskan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dengan mendorong konsep pembangunan kota berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., kepada wartawan di Balai Senat UGM, Senin (02/09) usai menerima kunjungan President NUS. Ova menuturkan bahwa kolaborasi antara UGM dan NUS telah mencapai tahap diskusi ahli dan penyusunan proposal dari kedua pihak.

Ova mengatakan  UGM dan NUS bersama-sama terlah berhasil mempertemukan para pakar dan akademisi antardisiplin dari kedua universitas terkemuka untuk membahas dan merumuskan agenda penelitian dan akademik untuk mengembangkan kota yang modern dan berkelanjutan. “Dengan berfokus pada keberlanjutan pembangunan dan pengelolaan IKN, kita ingin mensinergikan kebijakan pemerintah dengan inovasi akademis dan solusi praktis, guna memastikan kelancaran pembangunan IKN yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan inklusivitas,” kata Rektor.

Kolaborasi ini menurut Rektor diharapkan bisa berkontribusi dalam mengatasi tantangan akuisisi pengetahuan dan kebijakan dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan, khususnya menuju keseimbangan antara pembangunan dan konservasi. Pasalnya, pembangunan IKN perlu mencakup program pemulihan keanekaragaman hayati sebagai landasan penting untuk membangun regulasi iklim.

Beberapa riset kolaborasi yang akan dilakukan meliputi mengatasi dampak pembangunan di masa depan dengan meningkatkan kualitas udara, pengelolaan air, dan perbaikan iklim mikro di Ibu Kota Nusantara. Peningkatan kualitas lingkungan akan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meliputi kesehatan dan pendidikan, dan mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih kuat. “Hal ini, pada gilirannya, akan berkontribusi dalam mengembangkan kota yang berkelanjutan di masa depan, termasuk ketahanan panas di antara masyarakat,” terangnya.

Selain memberi masukan pada pengembangan IKN, UGM dan NUS juga sepakat memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara para ahli dari universitas dan pejabat pemerintah. Disamping mendorong inovasi dan penelitian terkait dengan pembangunan dan pengelolaan kota baru dengan memanfaatkan sumber daya akademis dan teknologi.

Menurutnya kolaborasi ini akan lebih mengedepankan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan isu lingkungan. Ova mengatakan bahwa UGM mengusung konsep restorasi dan reforestasi lingkungan di kawasan IKN. “Setelah itu sudah berjalan, kita akan lanjut ke tahap riset selanjutnya,” tutur Ova.

Presiden NUS, Prof. Tan Eng Chye, mengaku senang dapat bekerja sama dengan UGM. Menurutnya, salah satu topik yang menjadi penelitian antara UGM dan NUS adalah topik tentang penanganan perubahan iklim dan solusinya. Terlebih lagi, Tan merasa terhormat bahwa NUS dilibatkan dalam proses penelitian untuk pembangunan IKN. “Kami berharap bisa berkolaborasi dengan UGM untuk mengetahui bagaimana dua perspektif dapat membantu mempertegas apa yang sudah kita semua usahakan,” ucap Tan.

Tan Eng Chye memaparkan lebih lanjut mengenai kolaborasi antara UGM dan NUS. Terdapat sedikitnya lima pakar dari NUS yang akan bekerja sama dengan Fakultas Geografi UGM untuk mencari solusi terkait perubahan iklim regional dan global. Selain itu, NUS akan memanfaatkan program mereka, NUS Cities, untuk memecahkan masalah urbanisasi yang akan dihadapi oleh IKN. “Kami harap penelitian bersama ini dapat bermanfaat bagi IKN,” ujar Tan.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan NUS Siap Kolaborasi Sukseskan Proyek IKN sebagai Kota Modern dan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-nus-siap-kolaborasi-sukseskan-proyek-ikn-sebagai-kota-modern-dan-berkelanjutan/feed/ 0