Tim PKM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/tim-pkm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 22 Oct 2024 03:08:47 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Karya Inovasi Mahasiswa UGM Siap Didaftarkan Perlindungan Kekayaan Intelektual https://ugm.ac.id/id/berita/karya-inovasi-mahasiswa-ugm-siap-didaftarkan-perlindungan-kekayaan-intelektual/ https://ugm.ac.id/id/berita/karya-inovasi-mahasiswa-ugm-siap-didaftarkan-perlindungan-kekayaan-intelektual/#respond Fri, 18 Oct 2024 05:07:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71807 Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menegaskan bahwa hasil karya inovasi dari mahasiswa yang dianggap potensial akan didaftarkan untuk mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP). Hal itu disampaikan oleh Rektor saat kegiatan temu alumni KAGAMA JAwa Timur dam 54 Tim PKM mahasiswa yang mengikuti Pimnas ke-37, Kamis (17/10), […]

Artikel Karya Inovasi Mahasiswa UGM Siap Didaftarkan Perlindungan Kekayaan Intelektual pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menegaskan bahwa hasil karya inovasi dari mahasiswa yang dianggap potensial akan didaftarkan untuk mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP). Hal itu disampaikan oleh Rektor saat kegiatan temu alumni KAGAMA JAwa Timur dam 54 Tim PKM mahasiswa yang mengikuti Pimnas ke-37, Kamis (17/10), di rumah makan Prima Rasa Surabaya.

Ova menegaskan pihaknya saat ini tengah menyiapkan sistem manajemen agar segala karya yang dihasilkan mahasiswa memiliki Intellectual Property (IP) atau Hak Kekayaan Intelektual. Keberadaan IP nantinya bisa dimanfaatkan para mahasiswa karena apapun karya mereka adalah kebanggaan bersama. “Semoga ini segera terwujud, dan saat ini model pengelolaan untuk manajemen intellectual property di UGM sedang dalam proses dirapikan,” terangnya.

Alasan UGM untuk mengajukan IP untuk setiap karya mahasiswa dikarenakan mengikuti sistem pendidikan sekarang ini telah mengalami perubahan. Jika dulu banyak pendidikan dilakukan didalam kelas maka saat ini diharapkan pendidikan juga berlangsung di luar kelas. Menurutnya, ilmu tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi bisa juga diperoleh di luar. “Ilmu di jalanan sering disebut sebagai street knowledge atau pengetahuan-pengetahuan yang di dapat di jalan. Pengetahuan itu bisa didapat bagaimana kita berinteraksi, dimana kita bisa menjalin hubungan baik membentuk network dengan berbagai kalangan. Mumpung ini ada alumni yang sepak terjangnya sudah luar biasa, maka para mahasiswa bisa belajar dari mereka bagaimana trik-trik agar bisa berhasil,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ova a menyampaikan apresiasi pada pengurus daerah KAGAMA Jawa Timur yang telah menyambut baik tim kontingen Pimnas dari UGM. Menurutnya kolaborasi alumni dengan almamater adalah sebuah keharusan yang harus dilakukan. “Kami menyadari besarnya sepak terjang universitas itu sangat didukung oleh alumninya,” ungkapnya.

Satriyo Gentur Pinandito selaku ketua Pengda KAGAMA Jatim pihaknya siap untuk mendukung kemajuan almamater salah satunya mendukung kontingen mahasiswa UGM yang berlaga di Pimnas ke-37 di UNAIR Surabaya. Ia pun berharap tim Pimnas UGM bisa kembali keluar sebagai juara umum. “Untuk kali ini, Kagama Jatim membantu untuk kelancaran tim mahasiswa UGM dalam ajang Pimnas ke-37,” katanya.

Setelah penyelenggaraan Pimnas, kata Satriyo, Kagama Jawa Timur juga bersiap menyambut 43 tim UGM yang akan berlaga dalam Lomba Desain Kapal Indonesia. “Meski kita membantu juga tidak 100 persen. Setidaknya turut berperan memfasilitasi untuk tim tim UGM,” terangnya.

Satriyo juga menyampaikan keinginannya agar penyelenggaraan lokasi Ujian Tulis UM UGM bisa dibuka kembali di provinsi Jawa Timur.  “Karena peminat atau potensi Jawa Timur ini banyak sekali. Demikian pula untuk KKN cabang Kagama Jawa Timur dari Ngawi hingga Banyuwangi siap menyambut para mahasiswa yang akan melakukan pengabdian disini,” imbuhnya.

Brian Arianto selalu ketua delegasi Tim Pimnas UGM menyampaikan bahwa UGM berhasil mengirim tim PKM terbanyak di kompetisi Pimnas kali ini. Sebanyak 54 tim sudah mengikuti lomba untuk kategori presentasi dan poster yang sudah dilaksanakan sejak hari senin (14/10) lalu. “Besar harapan kami bisa mendapatkan yang terbaik. Semoga melalui ajang ini menjadikan kami sebagai generasi berkualitas dan berkontribusi sesuai bidang ilmu masing masing guna mewujudkan generasi emas 2045,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Karya Inovasi Mahasiswa UGM Siap Didaftarkan Perlindungan Kekayaan Intelektual pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/karya-inovasi-mahasiswa-ugm-siap-didaftarkan-perlindungan-kekayaan-intelektual/feed/ 0
Kontingen UGM Ramaikan Pembukaan Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/kontingen-ugm-ramaikan-pembukaan-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/kontingen-ugm-ramaikan-pembukaan-pimnas-ke-37/#respond Tue, 15 Oct 2024 10:54:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71705 Sebanyak 118 universitas siap berkompetisi untuk meraih gelar juara umum dan membawa Piala Adikarta Kertawidya dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 tahun 2024 yang berlangsung di kampus Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur.  Misi serupa juga dibawa oleh Kontingen UGM. Tahun ini, UGM mengirimkan sebanyak 54 tim untuk berlaga di sembilan bidang lomba Pimnas. […]

Artikel Kontingen UGM Ramaikan Pembukaan Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 118 universitas siap berkompetisi untuk meraih gelar juara umum dan membawa Piala Adikarta Kertawidya dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 tahun 2024 yang berlangsung di kampus Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur.  Misi serupa juga dibawa oleh Kontingen UGM. Tahun ini, UGM mengirimkan sebanyak 54 tim untuk berlaga di sembilan bidang lomba Pimnas.

Dalam pembukaan yang digelar pada Selasa (15/10) pagi di Airlangga Convention Center (ACC), UNAIR, berlangsung cukup meriah. Setiap kontingen secara bergantian menyanyikan yel-yel masing-masing. Masing-masing kontingen sesekali ikut bernyanyi dan bertepuk tangan mengikuti iringan musik yang ditampilkan oleh tuan rumah penyelenggara.

Momen yang ditunggu saat parade defile atau arakan barisan saat perwakilan dari kontingen UGM mengirimkan dua orang mahasiswa dalam parade tersebut, yakni Brian Arianto Tanuwidjaja FK-KMK dan Alda Zahra Zhafira dari FEB. Keduanya mengenakan pakaian adat Jawa Tengah berwarna merah sembari membawa bendera lambang UGM.

Sorak sorai kontingen UGM pun pecah saat Brian dan Alda memasuki panggung. Seluruh kontingen sontak meriahkan suasana pembukaan dengan jargon “UGM bangkit, UGM bisa, UGM juara!” yang merupakan doa sekaligus harapan agar UGM dapat mempertahankan Piala Adikarta Kertawidya setelah memenangkannya di tahun sebelumnya.

Alda selaku defile mengaku senang bisa mengikuti kompetisi Pimnas. Ia merasakan suasana kompetisi yang cukup ketat antar kontingen perguruan tinggi. Apalagi saat setiap universitas saling unjuk yel-yel masing-masing, kesan kompetisinya semakin terasa,” terangnya.

Alda merupakan salah satu anggota tim PKM-Kewirausahaan dengan produk yang diberi nama Dalang Board, sebuah papan permainan sekaligus edukasi sampah bagi anak-anak. Ia berharap agar berkesempatan untuk membawa pulang medali emas, baik di bidang poster maupun presentasi. Terakhir, ia juga berharap UGM dapat membawa kembali Piala Adikarta Kertawidya. “Semoga tahun ini kita masih bisa mempertahankan Piala Adikarta Kertawidya tetap di pangkuan Gadjah Mada!” tutupnya.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si., menyebutkan tahun ini, sebanyak 525 tim terbaik dari sembilan bidang hadir di Universitas Airlangga untuk berkompetisi di ajang Pimnas.

Sementara Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak. selaku Rektor Unair menyambut hangat ribuan mahasiswa dan dosen pendamping yang hadir. Dalam sambutannya, ia menyebut Unair bersiap semaksimal mungkin untuk menjadi tuan rumah Pimnas dan menyambut mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut kegiatan Pimnas sebagai wadah untuk menampilkan hasil dan buah gagasan dan pemikiran mahasiswa sehingga iklim dan budaya seperti ini perlu terus dirawat dan dijaga di dunia pendidikan Indonesia.

Harapan serupa turut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., Ph.D., berpesan kepada mahasiswa untuk berbangga diri sebab sudah sampai ke tahap PIMNAS ini. “Kalian harus bangga sebab telah membentuk tim yang solid sehingga dengan perjuangan tersebut sehingga dapat sampai ke titik ini,” pesannya.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Ditmawa UGM

Artikel Kontingen UGM Ramaikan Pembukaan Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kontingen-ugm-ramaikan-pembukaan-pimnas-ke-37/feed/ 0
Rektor UGM Lepas 54 Tim PKM untuk Berlaga di Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-lepas-54-tim-pkm-untuk-berlaga-di-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-lepas-54-tim-pkm-untuk-berlaga-di-pimnas-ke-37/#respond Sun, 13 Oct 2024 00:53:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71565 Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D., melepas 54 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk berlomba dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 yang akan di gelar di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, pada 14-19 Oktober. Kontingen Pimnas UGM ini secara simbolis dilepas Rektor UGM didampingi Direktur Kemahasiswaan, Dr. Sindung Tjahyadi, […]

Artikel Rektor UGM Lepas 54 Tim PKM untuk Berlaga di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D., melepas 54 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk berlomba dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 yang akan di gelar di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, pada 14-19 Oktober. Kontingen Pimnas UGM ini secara simbolis dilepas Rektor UGM didampingi Direktur Kemahasiswaan, Dr. Sindung Tjahyadi, Dekan dan Wakil Dekan, para Dosen Pembina dan Pendamping di Balairung Gedung Pusat UGM, Jumat sore (11/10).

Rektor berpesan agar kontingen Pimnas ke-37 bisa memberikan hasil terbaik karena tahun sebelumnya berhasil meraih juara umum. Selain mengukir prestasi, ajang pimnas ini menurut Rektor sebagai wadah bagi mahasiswa mengasah kemampuannya dalam bidang kreativitas. “Jadikan Pimnas ini sebagai momen belajar dan kesempatan untuk mengukirkan prestasi. Kami percaya para mahasiswa telah melewati proses dan pengorbanan yang panjang sehingga penting untuk tetap berjalan tegak tetapi tetap rendah hati,” pesannya.

Ova juga menyebut agar para peserta Pimnas untuk tidak terlalu terbebani dengan beban juara umum, tetapi tetap berjuang dan menikmati proses perjuangan selama perlombaan. “Tetap berjuang dan berikan hasil terbaik,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa, Brian Arianto Tanuwidjaja menyampaikan bahwa ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa guna berlatih sedari dini menjadi generasi bangsa yang berkualitas dan berkontribusi kepada masyarakat. “Sebagai mahasiswa, kita tidak melupakan pentingnya menjunjung kultur budaya dan kehormatan dimanapun dan kapanpun,” katanya.

Sindung Tjahyadi melaporkan sebanyak 54 tim UGM lolos ke tahap Pimnas. Sebelumnya, terdapat 181 tim UGM yang lolos ke tahap pendanaan dan melakukan tahap riset. “Kali ini terdapat 54 tim dengan total 260 mahasiswa yang siap berlaga di ajang Pimnas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut agar mahasiswa untuk tetap menjaga kondisi dan tetap berkonsultasi dengan dosen pembina. Selama kompetisi, ia berpesan agar kontingen tetap optimis dan semangat. “Kita telah menyiapkan tenaga medis dan bantuan psikologis bagi mahasiswa selama berlomba. Bantuan ini diberikan untuk menunjang mahasiswa yang berlomba supaya dapat memberikan performa terbaiknya,” pungkasnya.

Penulis : Lazuardi

Foto : Donnie

Artikel Rektor UGM Lepas 54 Tim PKM untuk Berlaga di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-lepas-54-tim-pkm-untuk-berlaga-di-pimnas-ke-37/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Mengungkap Tabir Child Sex Tourism di Bali https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-mengungkap-tabir-child-sex-tourism-di-bali/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-mengungkap-tabir-child-sex-tourism-di-bali/#respond Tue, 24 Sep 2024 06:26:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70823 Pariwisata telah menjadi sektor penting bagi masyarakat Indonesia, terutama di daerah Bali. Meski begitu, maraknya kasus yang terjadi akibat banyaknya turis yang datang ini tentu merubah gaya hidup masyarakat Bali. Termasuk adanya  pelibatan anak-anak dalam pariwisata. Pelibatan anak-anak yang sudah termasuk ilegal di mata hukum ini diperparah dengan adanya kasus Child Sex Tourism (CST) yang dalam hal […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Mengungkap Tabir Child Sex Tourism di Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pariwisata telah menjadi sektor penting bagi masyarakat Indonesia, terutama di daerah Bali. Meski begitu, maraknya kasus yang terjadi akibat banyaknya turis yang datang ini tentu merubah gaya hidup masyarakat Bali. Termasuk adanya  pelibatan anak-anak dalam pariwisata. Pelibatan anak-anak yang sudah termasuk ilegal di mata hukum ini diperparah dengan adanya kasus Child Sex Tourism (CST) yang dalam hal ini termasuk juga pedofilia hingga mengarah pada pelecehan anak di bawah umur.

Berdasarkan hal tersebut, empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada dari berbagai macam disiplin ilmu tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa  dengan bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian dan analisa secara langsung mengenai hal ini di Bali. Keempat mahasiswa tersebut adalah I Ketut Aditya Prayoga dari jurusan pariwisata yang menganalisis peran pariwisata dalam memicu kasus CST di Bali. Sementara itu, Adit Surya mahasiswa jurusan hukum meneliti tentang viktimisasi atau proses timbulnya penyintas CST. Selanjutnya, Putu Daryatti mahasiswa dari jurusan psikologi melakukan pengukuran terhadap trauma yang dialami penyintas baik secara psikis maupun fisik. Serta, Ni Luh Feby Riveranika mahasiswa dari jurusan sosiologi melakukan analisis proteksi yang dapat dilakukan Pentahelix pariwisata untuk meminimalisir, bahkan menghentikan kasus CST ini.

Pendampingan penelitian ini dilakukan oleh Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., M.A. yang memiliki ketertarikan dalam kebijakan pariwisata membantu tim PKM-RSH untuk menganalisis lebih dalam kasus CST mulai dari faktor timbulnya korban, trauma yang dialami penyintas, dan upaya-upaya proteksi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kasus ini kedepannya. Hasilnya terdapat tiga bentuk viktimisasi CST yang dialami subjek yakni viktimisasi pedofil, tindak perdagangan dan penjualan orang, serta keikutsertaan anak dalam aplikasi MiChat. Viktimisasi yang terjadi disebabkan karena pretisipasi, gaya hidup, tempat sesaat, dan kegiatan rutin.

Ketut menuturkan, dalam proses viktimisasi ditemukan bagaimana proses sehingga anak-anak tersebut menjadi korban melalui riset dan wawancara. Dari mulai perolehan informasi tidak senonoh yang membawa mereka berhubungan dengan para turis, hingga adanya tindak pidana perdagangan orang. Tim mengungkap bahwa alasan utama dari terjerumusnya anak-anak ini adalah kurangnya kepedulian dari orang tua. Adit mengatakan, anak-anak diberikan ponsel sedari kecil sehingga menjadi lebih bebas dalam mengakses informasi yang seharusnya tidak mereka dapatkan. “Kita menemukan bahwa memang anak-anak ini dibawa ke arah seperti itu oleh orang tuanya, atas dasar kemiskinan, masalah-masalah ekonomi, pendidikan, dan sebagainya,” ujar Adit.

Sebenarnya, sudah ada undang-undang yang mengatur perlindungan anak di Indonesia mengenai bagaimana anak seharusnya dilindungi dari adanya kekerasan seksual, eksploitasi seksual, dan sebagainya. Namun, tim PKM-RSH mengungkapkan bahwa mereka masih merasa penegakan atas peraturan ini masih cukup rendah. “Sejatinya karena eksploitasi seks ini mungkin dalam hukum dikenal dengan istilah aduan, jadi ketika tidak ada aduan, pemerintah itu tidak akan mengetahuinya,” tambah Adit.

Setelah melewati kurang lebih empat bulan proses penelitian, pada akhirnya didapatkan tiga penyintas CST sebagai subjek inti penelitian. Selain itu, terdapat Pentahelix pariwisata yakni pemerintah (dinas terkait), NGO, bisnis wisata, akademisi, dan media yang menjadi subjek. “Kami menghubungi yayasan Gerasa Bali dan Lentera Anak Bali, ada beberapa anak yang statusnya masih terlibat. Cuma kami mengakses penyintasnya untuk menceritakan pengalaman mereka kepada kami,” ungkap Feby.

Terkait dampak traumatis, penyintas mengalaminya secara fisik yakni cedera serius yakni sayatan pada kaki hingga penyakit seks menular. Sementara, efek traumatis lainnya menyerang psikologi penyintas yang mengalami mimpi distressing, kilas balik, pengindraan yang persisten terhadap stimulus, perubahan kognisi yang negatif, dan perubahan dalam reaktivitas. “Kami menganalisa menggunakan DSM-5 yang berfokus pada PTSD atau trauma yang mereka alami. Kami mendapatkan mereka itu memang mendapatkan trauma dalam beberapa bentuk,” imbuh Feby.

Mirisnya, orang tua korban juga belum sepenuhnya memahami terkait kejadian ini. Putu Daryatti mengatakan bahwa sang turis yang menjadi pelaku dianggap baik oleh orang tuanya sehingga tidak timbul kecurigaan. “Jadi kayak dibiarin tuh anaknya waktu kecil, bawa aja nih main gitu. Terus orangtuanya dikasih uang, tapi kan orang tuanya nggak ngerti anaknya itu dibawa itu mau diapain,” katanya.

Selain berfokus pada kegiatan penelitian, Tim PKM-RSH CST Bali juga bersikeras untuk menyalurkan edukasi mengenai hal ini. Ketut menyebutkan bahwa salah satu luaran program mereka bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui medium yang lebih luas. “Kami juga diminta untuk membuat beberapa media sosial untuk persebaran informasi. Mungkin bisa lihat akun media sosial Instagram, ada juga TikTok dan juga Twitter,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, tim mahasiswa UGM menekankan bahwa diperlukan seluruh peran berbagai pihak terutama keluarga dan juga termasuk Pentahelix pariwisata dalam menciptakan lingkungan yang protektif terhadap anak. Lingkungan yang ramah akan anak-anak, demi mewujudkan pariwisata Bali yang berkelanjutan. “Bisa juga dengan cara memperkuat undang-undang perlindungan anak. Begitu juga dengan prakteknya. Dan kami rasa memang perlu banyak praktik langsung, turun langsung ke lapangan oleh pemerintah,” pungkas Adit.

Penulis : Lintang

Editor   : Gusti Grehenson

Foto.    : Freepik

Artikel Tim Mahasiswa UGM Mengungkap Tabir Child Sex Tourism di Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-mengungkap-tabir-child-sex-tourism-di-bali/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Potensi Asam Jawa sebagai Antibisa Ular Tanah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-potensi-asam-jawa-sebagai-antibisa-ular-tanah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-potensi-asam-jawa-sebagai-antibisa-ular-tanah/#respond Tue, 30 Jul 2024 09:18:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68203 Menurut data Badan Kesehatan Dunia, WHO, kasus gigitan ular di Indonesia mencapai 135.000 kasus per tahun dengan angka kematian berkisar 5–10 persen. Ular tanah atau C. rhodostoma menjadi salah satu ular yang banyak menyebabkan kematian di Jawa. Namun, masalahnya adalah Serum Antibisa Ular untuk gigitan ular ini belum terdistribusi secara luas dan tersedia dengan harga yang kurang […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Potensi Asam Jawa sebagai Antibisa Ular Tanah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menurut data Badan Kesehatan Dunia, WHO, kasus gigitan ular di Indonesia mencapai 135.000 kasus per tahun dengan angka kematian berkisar 5–10 persen. Ular tanah atau C. rhodostoma menjadi salah satu ular yang banyak menyebabkan kematian di Jawa. Namun, masalahnya adalah Serum Antibisa Ular untuk gigitan ular ini belum terdistribusi secara luas dan tersedia dengan harga yang kurang terjangkau.

Kelompok mahasiswa UGM yang mengikuti program PKM-RE (Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta) berhasil mengungkap potensi luar biasa dari biji asam jawa (Tamarindus indica) sebagai antibisa ular tanah (Calloselasma rhodostoma).

Tim riset yang diberi nama Averin (Antivenom use Tamarind) ini dipimpin oleh Oktaviani Nisa Hanafiah (Kedokteran Hewan) dengan anggota berasal dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Fauzela Azira Ainaya (Biologi), Fani Nur Maftukhah (Farmasi), Rahmadina Nur Azizah (Farmasi), dan Khansa Fortuna Putri (Kedokteran Hewan). Program tim ini dibimbing oleh Dosen Fakultas Biologi, Dr. Fajar Sofyantoro, M.Sc. selaku dosen pendamping.

Oktaviani Nisa menjelaskan bahwa riset ini terkait ekstrak biji asam jawa ini berpotensi dalam pengobatan alternatif untuk mengurangi angka kematian korban gigitan ular tanah di Indonesia. Ekstrak biji asam jawa telah diujikan pada bisa ular C. rhodostoma secara in vivo.

Dari hasil penelitian mereka pada kelompok perlakuan ekstrak biji asam jawa, dimana luasan hemoragik atau pendarahan berhasil diturunkan secara signifikan jika dibandingkan dengan perlakuan injeksi bisa ular. Oleh karena itu, T. indica dapat menjadi harapan baru dalam pengobatan gigitan ular, khususnya ular C. rhodostoma. “Riset ini dapat menyediakan data riset praklinis mengenai aktivitas antibisa ekstrak biji T. indica terhadap penyakit gigitan ular C. rhodostoma. Hasil riset ini dapat memberikan kontribusi untuk menurunkan angka kematian kena gigitan ular tanah, ” imbuhnya.

Terkait hasil riset yang mereka lakukan, kata Oktaviani sudah  dipresentasikan dalam Seminar Nasional Biologi Tropika (SNBT) pada 20 Juli 2024 di Fakultas Biologi. Melalui SNBT, hasil riset selanjutnya akan dipublikasikan dalam Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB).

Meski baru penelitian awal, Oktaviani mengharapkan riset ini mampu membantu menyelesaikan masalah aksesibilitas dan biaya dalam mengatasi kasus gigitan ular tanah dengan pengembagan antibisanya. “Dengan usaha dan kerja keras, kami berharap riset ini menginspirasi kami untuk terus menggali potensi alam dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia,” pungkas Oktaviani.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Potensi Asam Jawa sebagai Antibisa Ular Tanah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-potensi-asam-jawa-sebagai-antibisa-ular-tanah/feed/ 0
Gandeng Ibu PKK, Mahasiswa UGM Olah Bunga Telang jadi Beragam Produk Bermanfaat  https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-ibu-pkk-mahasiswa-ugm-olah-bunga-telang-jadi-beragam-produk-bermanfaat/ https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-ibu-pkk-mahasiswa-ugm-olah-bunga-telang-jadi-beragam-produk-bermanfaat/#respond Mon, 15 Jul 2024 08:52:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66863 Bunga Telang atau Clitoria ternatea merupakan bunga yang mudah dibudidayakan dan memiliki berbagai manfaat kesehatan karena kaya akan antioksidan yang dapat melancarkan sistem pencernaan, mengontrol tekanan darah dan gula serta manfaat lainnya. Namun, pemanfaatan bunga telang sejauh ini hanya sekadar diolah sebagai bunga kering dan teh telang. Di tangan mahasiswa UGM, bunga telang yang kaya […]

Artikel Gandeng Ibu PKK, Mahasiswa UGM Olah Bunga Telang jadi Beragam Produk Bermanfaat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bunga Telang atau Clitoria ternatea merupakan bunga yang mudah dibudidayakan dan memiliki berbagai manfaat kesehatan karena kaya akan antioksidan yang dapat melancarkan sistem pencernaan, mengontrol tekanan darah dan gula serta manfaat lainnya. Namun, pemanfaatan bunga telang sejauh ini hanya sekadar diolah sebagai bunga kering dan teh telang. Di tangan mahasiswa UGM, bunga telang yang kaya akan manfaat kesehatan ini berhasil diolah menjadi produk minuman probiotik teh kombucha, sabun cair, dan pupuk cair organik menggunakan biang bakteri scoby.

Kelima mahasiswi UGM yang tergabung dalam Tim Telang Ungu meliputi Dian Indah Pertiwi dan Devita Ariyani dari Fakultas Biologi, Eka Meilasari dan Nanda Ayu Putri dari Sekolah Vokasi, dan Nadia Ulfah dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) dengan pendampingan oleh Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Dr. Jumeri M. Wikarta, S.T.P., M,Si.

Devita Ariyani menuturkan pengolahan bunga telang menjadi berbagai produk kesehatan ini menggunakan metode bioteknologi dengan menggandeng Ibu-ibu PKK Blok 1 Desa Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Program Kreativitas Mahasiswa dengan bidang Pemberdayaan Masyarakat (PKM-PM).

Eka Meilasari menuturkan ide untuk mengolah bunga telang menjadi produk minuman dan sabun kesehatan ini berawal dari pengalamannya berkunjung ke rumah salah satu rekannya di Perumahan Blok 1 Desa Guwosari yang menyuguhkan minuman teh bunga telang menjadi awal mula ide program terbentuk. “Melihat potensi bunga telang yang ada di Perumahan Blok 1 Desa Guwosari yang sebelumnya hanya dimanfaatkan oleh perorangan sebagai bunga kering dan teh telang mendorong kami untuk mengembangkan pemanfaatan bunga telang secara optimal,” katanya.

Diakui Eka, sebagian besar ibu-ibu di Desa Guwosari tergabung dalam forum PKK hanya sebagai ibu rumah tangga, sehingga program ini dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk menambah kegiatan produktif ibu-ibu Desa Guwosari melalui pemanfaatan Bunga Telang menjadi produk yang memiliki nilai jual

Pelaksanaan program pemberdayaan meliputi serangkaian kegiatan sosialisasi program terintegrasi, praktik pembuatan minuman probiotik kombucha dan budidaya penanaman bunga telang, praktik pembuatan sabun dan pupuk cair, sosialisasi sertifikasi SPP-IRT dan halal self declare serta sosialisasi pembuatan akun e-commerce (Shopee) sebagai media pemasaran untuk kegiatan komersil dari keberlanjutan program.

Yuliana (47) sebagai ketua PKK Blok 1 Desa Guwosari menyampaikan apresiasi atas kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa UGM. Menurutnya diajari cara mengolah bunga telang menjadi teh kombucha dan sabun menjadi pengalaman yang berharga. “Kami belum pernah praktik dalam bentuk pemanfaatan bunga telang. Terima kasih kami sudah ditunjuk sebagai tempat mempraktikkan apa yang menjadi program Tim PKM Telang Ungu. Semoga ilmu yang sudah kami dapatkan dan kami praktekkan tidak hanya berhenti disini saja sehingga produk bisa dijual dan menambah penghasilan,” ungkapnya.

Devita menyebutkan, pihaknya telah melatih kader PKK yang terdiri dari 3 orang yaitu Diani Sari (32), Priscilla Misye Rubingah (52), dan Silviena (34) sebagai penanggung jawab dari keberlanjutan program pembuatan dan pemanfaatan produk sekaligus dilakukan penandatanganan surat pernyataan persetujuan menjadi kader.

“Kita berharap  setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, PKK Blok 1 Desa Guwosari mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pemanfaatan bunga telang bahkan bisa memunculkan inovasi dan kreasi produk baru,” pungkasnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Gandeng Ibu PKK, Mahasiswa UGM Olah Bunga Telang jadi Beragam Produk Bermanfaat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-ibu-pkk-mahasiswa-ugm-olah-bunga-telang-jadi-beragam-produk-bermanfaat/feed/ 0