temu bisnis Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/temu-bisnis/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 14 Sep 2024 02:54:04 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Hilirisasi Produk Inovasi, UGM Gelar Temu Bisnis dengan 40 Perusahaan  https://ugm.ac.id/id/berita/hilirisasi-produk-inovasi-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-40-perusahaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/hilirisasi-produk-inovasi-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-40-perusahaan/#respond Sat, 14 Sep 2024 02:27:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70607 Sebanyak 40 perusahaan swasta dan BUMN mengikuti temu bisnis yang bertajuk “Business Matching and Virtual Expo, Produk Inovasi bidang Petrokimia, Oil and Gas” di Gedung UGM Kampus Jakarta, Jumat (13/9). Beberapa diantara 40 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina Gas, Pertamina Patra Niaga, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Indonesia, Pupuk Indonesia Pangan, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim dan Indika […]

Artikel Hilirisasi Produk Inovasi, UGM Gelar Temu Bisnis dengan 40 Perusahaan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 40 perusahaan swasta dan BUMN mengikuti temu bisnis yang bertajuk “Business Matching and Virtual Expo, Produk Inovasi bidang Petrokimia, Oil and Gas” di Gedung UGM Kampus Jakarta, Jumat (13/9). Beberapa diantara 40 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina Gas, Pertamina Patra Niaga, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Indonesia, Pupuk Indonesia Pangan, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim dan Indika Energy.

Kegiatan temu bisnis ini dilaksanakan dalam rangka membangun kolaborasi antara akademisi dan pelaku dunia usaha untuk hilirisasi hasil inovasi riset yang sudah dikembangkan oleh peneliti melalui UGM Science Techno Park.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan kegiatan temu bisnis ini dalam rangka menutup kesenjangan antara dunia akademik dan dunia industri. Sekaligus menjalankan mandat UGM untuk memproduksi pengetahuan dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat. “Kedua mandat tersebut dipegang teguh,” katanya.

Wening menuturkan bahwa banyak hasil inovasi dari peneliti dari kampus UGM yang kini dilirik tidak hanya perusahaan dari dalam negeri bahkan dari luar negeri. “Baru-baru ada Industri di Jerman yang ingin menggunakan produksi pengetahuan yang dihasilkan oleh peneliti FMIPA, ternyata produksi pengetahuan dan inovasi  dari ahli-ahli UGM sudah diakui di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Selain sebagai ajang untuk memperkuat kolaborasi, temu bisnis ini menurut Wening membuka peluang untuk hilirisasi produk riset dan inovasi agar bisa diadopsi dan dimanfaatkan langsung untuk kepentingan industri. “Kita ingin apa yang kita hasilkan bisa bermanfaat bagi industri karena UGM sebagai kampus komprehensif dari ilmu sains hingga social sains, selain untuk industri tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Direktur Pengembangan Usaha UGM Dr. Hargo Utomo, M.B.A., mengatakan pihaknya saat ini tengah mendorong berbagai hasil inovasi unggul bisa dikerjasamakan dengan industri. “UGM Science Techno Park dalam lima tahun ke depan akan didorong melakukan downstream inovasi unggul ke industri. Kita ingin UGM terus menggelorakan semangat inovasi untuk kemajuan negeri,” katanya.

Vice President of Production Planning and Controlling, PT Pupuk Sriwijaya, Baim Ibrahim, menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan upaya efisiensi pemakaian bahan baku dan energi sehingga agar bisa melakukan penghematan dari sisi biaya produksi dan emisi pembuangannya. Menurutnya upaya efisiensi perlu perlakuan khusus adanya teknologi sehingga memberi peluang untuk dikerjasamakan dari hasil inovasi di perguruan tinggi.

“Soal efisien konsumsi bahan baku saya kira ada yang perlu dikerjasamakan. Dari Fakultas Teknik misalnya nantinya ada pengembangan proses agar bisa memperoleh proses yang lebih efisien mudah dioperasikan. Dengan (Departemen) Teknik Kimia, sudah banyak dikerjakan terkait pengolahan limbah terkait lingkungan namun untuk proses (produksi) belum banyak,” katanya.

Sementara Eko Ricky Susanto selaku Vice President Retail Fuel Sales Marketing Regional Directorate PT Pertamina Patra Niaga menuturkan pihaknya membuka peluang kerja sama dengan peneliti dari UGM terkait dalam  mendukung target pemerintah untuk mencapai net zero emission tahun 2060. Beberapa kegiatan pertamina sekarang ini sudah diarahkan pada pengembangan energi baru dan terbarukan seperti pengembangan energi geothermal, gas, dan energi hidrogen. “Energi hidrogen sebagai energi transisi dinilai salah satu energi bersih dan lebih bagus, ke depan di seluruh dunia mungkin nanti akan muncul infrastruktur lebih murah untuk hidrogen,” paparnya.

Di ajang temu bisnis kali ini, UGM Science Techno Park membuka peluang kolaborasi melalui expo virtual produk inovasi diantaranya karbon nanopori, karbon mesopori, inovasi biofuel dari biji nyamplung bahkan hingga inovasi turunan polimer yaitu bioplastik serta perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup). Selain itu, terdapat lebih dari 100 inovasi termasuk paten inovasi berstatus granted yang ditawarkan untuk menjadi topik penelitian dan pengembangan kolaborasi antara universitas dengan industri.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Hilirisasi Produk Inovasi, UGM Gelar Temu Bisnis dengan 40 Perusahaan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/hilirisasi-produk-inovasi-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-40-perusahaan/feed/ 0
FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/#respond Wed, 03 Jul 2024 01:49:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65681 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menggelar MIPA Business Gathering, Sabtu (29/6), di Gedung Utama PT PLN (Persero), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan platform diskusi antara akademisi dari perguruan tinggi dan praktisi dari industri dalam memperkuat riset kolaboratif. Lebih dari 100 mitra berasal dari berbagai sektor industri, seperti PT Pertamina (Persero), PT […]

Artikel FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menggelar MIPA Business Gathering, Sabtu (29/6), di Gedung Utama PT PLN (Persero), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan platform diskusi antara akademisi dari perguruan tinggi dan praktisi dari industri dalam memperkuat riset kolaboratif. Lebih dari 100 mitra berasal dari berbagai sektor industri, seperti PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, GO Well Oilfield Technology, PT. Matur Nuwun Nusantara, Business Innovation Center dan industri lainnya ikut hadir. 

Dr. Fajar Adi Kusumo, M.Si. selaku ketua pelaksana dari MIPA Business Gathering, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (3/7), mengungkapkan bahwa isu employability atau kompetensi kerja saat ini mendapat perhatian dari FMIPA UGM khususnya terkait penyiapan kelulusan dalam memasuki dunia kerja. Untuk mendukung hal tersebut, FMIPA UGM perlu melakukan berbagai terobosan agar terjadi kerja sama antara kampus dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Acara MIPA Business Gathering ini kami adakan dalam rangka membuka dan mempererat silaturahmi antara kampus, dunia usaha dan dunia industri yang bertujuan untuk mengenalkan isu-isu di kampus yang memerlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Kemudian, kami juga ingin mengenalkan produk riset hasil inovasi kampus yang dapat mendukung industri dengan harapan produk-produk ini dapat dihilirasi dan bermanfaat untuk sektor pemerintah, industri, dan masyarakat,” ungkap Fajar.

Ia juga menyinggung perlunya jalinan komunikasi yang lebih erat antara kampus dengan dunia industri melalui beberapa aktivitas, salah satunya adalah peningkatan jumlah dosen yang berkegiatan di perusahaan atau dunia industri. Hal ini sangat penting karena akan berdampak pada proses pembelajaran dan menghasilkan mahasiswa yang lebih adaptif dengan kebutuhan di dunia industri. Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi karyawan perusahaan, FMIPA menyediakan program studi lanjut melalui  S2 dan S3 by research. Dijelaskan Fajar, program tersebut memiliki keunggulan berupa tidak adanya residensi sehingga riset bisa dilakukan sambil tetap bekerja di perusahaan, adapun bimbingan dapat dilakukan pada dosen di FMIPA UGM dan staf perusahaan yang memiliki kualifikasi di bidang tertentu.

Daniel Oscar Baskoro, M.Sc. selaku Chief Project Officer Smart City Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Ketua Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama), yang juga memberikan sambutan, menuturkan bahwa dosen berperan penting dalam membuat kajian riset untuk industri. Hasil riset akan ditangkap oleh industri untuk disempurnakan di bagian Research and Development (R&D). Oscar memastikan bahwa FMIPA UGM adalah salah satu mitra strategis bagi industri untuk memajukan perusahaan melalui penguatan R&D.

Alois Wisnuhardana selaku Senior Executive Vice President Corporate Secretary PT PLN Persero, yang juga merupakan Alumni FMIPA UGM, mengungkapkan bahwa saat ini PLN memiliki tugas pokok untuk menjaga generasi penerus agar memiliki masa depan yang lebih baik dengan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. “Saat ini kami masih terus mengembangkan Electric Vehicle dan juga konversi kompor gas ke kompor listrik, tentunya memerlukan dukungan dari riset-riset kampus untuk terus mengakselerasi kegiatan R&D kami,” ungkap Alois.

Lebih lanjut, Aloise juga menjelaskan selain berkolaborasi dengan dosen, PLN memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni yang ingin berkontribusi pada industri kelistrikan melalui beberapa jalur, seperti jalur reguler dengan rekrutmen bersama BUMN, serta jalur pro hire dengan minimal pendidikan S2 dan S3 untuk ditempatkan di beberapa lini bisnis PLN.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak pada penguatan ekonomi Indonesia ini, terdiri atas diskusi yang terbagi dalam 2 panel, business gathering, dan paparan mitra industri dengan tema ‘Why Innovation is a Survival Issue (for Indonesia too). Pada panel 1, tema yang diangkat adalah Potensi Kerja Sama Departemen FMIPA UGM, dengan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., selaku moderator. Dalam hal ini, masing-masing Ketua Departemen menyampaikan paparan mengenai potensi kerja sama yang dapat dilakukan seperti riset nanomaterial dan produk seismograf dari fisika, riset kimia industri serta pengelolaan limbah kimia dari kimia, riset aplikasi Tani Pintar dari ilmu komputer dan elektronika instrumentasi, dan riset tentang kriptografi dari matematika.

Reportase: Febriska Noor Fitriana (Humas FMIPA UGM)

Penulis: Triya Andriyani

Artikel FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/feed/ 0