Teknik UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/teknik-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 07:26:45 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tim Bulaksumur Consulting Group Raih Juara 2 di NTU International Bridge Design Competition Singapura https://ugm.ac.id/id/berita/tim-bulaksumur-consulting-group-raih-juara-2-di-ntu-international-bridge-design-competition-singapura/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-bulaksumur-consulting-group-raih-juara-2-di-ntu-international-bridge-design-competition-singapura/#respond Mon, 10 Jun 2024 07:26:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=64927 Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membukukan prestasi di ajang perlombaan International Bridge Design Competition yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Tim Bulaksumur Consulting Group (BCG) yang diketuai oleh Muhammad Febrilian Kurnia Putra (Teknik Sipil 2020), dengan Aldhytian Surya Arthaka (Teknik Sipil 2020) dan Brian Pastika Tama (Teknik Sipil 2021) sebagai […]

Artikel Tim Bulaksumur Consulting Group Raih Juara 2 di NTU International Bridge Design Competition Singapura pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membukukan prestasi di ajang perlombaan International Bridge Design Competition yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Tim Bulaksumur Consulting Group (BCG) yang diketuai oleh Muhammad Febrilian Kurnia Putra (Teknik Sipil 2020), dengan Aldhytian Surya Arthaka (Teknik Sipil 2020) dan Brian Pastika Tama (Teknik Sipil 2021) sebagai anggota dan didampingi oleh Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE ini berhasil meraih gelar juara 2 pada kompetisi tersebut.

NTU Bridge Design Competition 2024 merupakan rangkaian lomba yang diadakan oleh School of Civil and Environmental Engineering. Kegiatan ini merupakan lomba di bidang ketekniksipilan terkait perancangan jembatan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berpartisipasi untuk hands-on dalam industri perancangan jembatan. Tim BCG juga mengusulkan beberapa inovasi terkait perancangan jembatan dengan menggunakan teknologi BIM (Building Information Modeling) untuk memodelkan seluruh rintangan (kontur, bangunan, jalan, dan infrastruktur eksisting), merancang layout jembatan, melakukan analisis struktural jembatan, dan menghitung volume material jembatan. Tim BCG juga berinovasi untuk menggunakan material alternatif dan solar panel facade untuk mengurangi emisi karbon jembatan.

Pelaksanaan kompetisi yang dilakukan oleh Tim BCG diawali dengan preliminary round berupa perancangan awal jembatan rangka baja untuk menghasilkan desain yang paling efisien tetapi tetap aman. Muhammad Febrilian Kurnia Putra, sebagai ketua, mengungkapkan hambatan sebelum kegiatan lomba berlangsung lebih kepada waktu yang lebih singkat selama masa persiapan. “Jangka pengerjaan yang sangat sempit membuat kami harus memiliki strategi yang baik untuk mengelola waktu, kami juga jadi sering begadang,” ungkap Muhammad saat dihubungi pasca perlombaan berakhir.

Tahap kompetisi dilanjutkan dengan final round tahap pembuatan proposal detail. Pembuatan proposal dilakukan dengan melakukan survei kawasan dan pengumpulan data rintangan yang ada, pemodelan layout jembatan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis struktur jembatan rangka baja dan I-girder, perhitungan volume detail, penentuan metode pelaksanaan, pertimbangan sumber material, pendataan alat-alat yang diperlukan, hingga perhitungan emisi karbon. Tahap kompetisi diakhiri dengan presentasi final untuk memaparkan proposal di hadapan juri secara daring.

Mengenai peran Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE selaku dosen pembimbing, tim BCG sangat mengapresiasi keterlibatannya karena sangat membantu dalam memberikan arahan untuk mengaplikasikan teknologi dan metode konstruksi untuk menghadapi constrain di site perlombaan. “Karena lokasi case-nya itu di Clementi, Singapura, maka kami perlu belajar dan mencari tahu tentang AHSP (Analisis Harga Satuan Pekerjaan), standar noise dan dust, infrastructure regulation dan tentunya standard Singapura yang berbeda dari SNI (Standar Nasional Indonesia),” ucap Muhammad memberikan penjelasan.

Pada tahun 2024, NTU Bridge Design Competition diikuti oleh 136 tim dari 9 negara di antaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, China, dan Australia. Dalam NTU Bridge Design Competition, Tim BCG merancang jembatan yang menghubungkan dua connection point melewati ruang terbuka hijau dan sebuah sungai.

Reportase: Humas DTSL Fakultas Teknik UGM

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Tim Bulaksumur Consulting Group Raih Juara 2 di NTU International Bridge Design Competition Singapura pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-bulaksumur-consulting-group-raih-juara-2-di-ntu-international-bridge-design-competition-singapura/feed/ 0
UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/#respond Sat, 25 May 2024 05:23:01 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/ Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh peneliti Pusat Studi Energi, Pusat Studi Lingkungan Hidup, Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi bekerja sama dengan Artha Graha Peduli (AGP) dan Forum Peduli Mangrove Bali (FPM-B) menggelar workshop Side Event World Water Forum (WWF) ke-10 yang bertajuk “Water-Energy Nexus, Achieving SDGs” di Telaga Waja, di Tanjung Benoa Mangrove Rehabilitation […]

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh peneliti Pusat Studi Energi, Pusat Studi Lingkungan Hidup, Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi bekerja sama dengan Artha Graha Peduli (AGP) dan Forum Peduli Mangrove Bali (FPM-B) menggelar workshop Side Event World Water Forum (WWF) ke-10 yang bertajuk “Water-Energy Nexus, Achieving SDGs” di Telaga Waja, di Tanjung Benoa Mangrove Rehabilitation Area, Bali, Kamis (23/5).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta 6 negara diantaranya dari Pakistan, Nigeria, Malaysia, Filipina, Slovakia, Indonesia. Dalam workshop tersebut menghadirkan tiga orang pembicara yakni peneliti Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, Peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) dan Fakultas Geografi UGM, Dr. Lintang Nur Fadlillah, M.Sc., Ir. Novias Nurendra selaku Senior Advisor PT Hutama Karya dan Ir. Nyoman Sweet Juniartini dari Forum Peduli Mangrove-Bali yang dipandu oleh Dr. Intan Supraba dosen Fakultas Teknik UGM.

Lintang mengatakan cakupan layanan air minum di Indonesia sekarang ini telah mencapai 91,05% dan akses terhadap sanitasi telah meningkat sebesar 80,92%, namun masih banyak daerah terpencil di Indonesia khususnya wilayah pesisir masih memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan air minum.

“Pulau-pulau kecil seringkali menghadapi tantangan penyediaan air bersih dan air minum,” ungkap peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada, Dr. Lintang Nur Fadlillah.

Rachmawan Budiarto mengenalkan teknologi desalinasi air dengan tenaga solar panel atau dikenal dengan nama Photovoltaics Sea Water Reverse Osmosis (PV-SWRO). Menurutnya, konsep desalinasi merupakan pilihan yang makin perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan air minum karena fitur teknologinya. “Kombinasi teknologi SWRO dan produksi energi menggunakan teknologi bertenaga surya saat ini telah tersedia di pasar untuk diterapkan di wilayah pesisir,“ terangnya.

Penggunaan teknologi PV-SWRO ini akan diterapkan di pulau-pulau melalui SALT Project dengan gagasan penyelarasan Water-Energy Nexus. Menurut Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM ide dari proyek ini adalah memasok air minum dengan jumlah yang cukup dan kualitas air baik, dengan didukung oleh energi terbarukan dan dengan harga terjangkau. “Proyek ini juga menekankan pendekatan transdisiplin dalam menawarkan solusi,” katanya.

Dikatakan Rachmawan, pelaksanaan proyek ini bertujuan untuk menerapkan teknologi PV-SWRO ke pulau-pulau terpencil terpilih di Indonesia, memastikan keberlanjutan operasional dan finansial proyek, serta akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Workshop yang dihadiri puluhan peserta dari enam negara ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan baru dari para pegiat muda Indonesia dan luar negeri dalam penyelesaian permasalahan air terutama di pulau kecil dan wilayah kering lainnya. Workshop ini juga berupaya untuk memperkuat dan meluaskan kolaborasi internasional.

Workshop ini dihadiri oleh Bapak I Ketut Subandi selaku Kepala UPTD Tahura Bali dan ditinjau oleh Duta Besar Indonesia untuk UNESCO. Pemilihan lokasi workshop di area mangrove untuk memberikan pesan kepada peserta tentang pentingnya mangrove sebagai coastal protection, mengurangi seawater intrusion, meningkatkan kualitas air yang mana mangrove mampu menyerap nutrisi seperti nitrogen dan phospat penyebab algae bloom termasuk sedimen, dan juga mitigasi perubahan iklim.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/feed/ 0
Rektor UGM Beri Ucapan Selamat Atas Penganugerahan Doktor Kehormatan Airlangga Hartarto https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/#respond Wed, 22 May 2024 03:52:12 +0000 https://ugm.ac.id/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI,   Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., mendapat gelar doktor honoris causa dari  Universitas Nasional Gyeongsang (GNU), di Kota Jinju, Korea Selatan, Selasa (21/5). Pemberian gelar doktor kehormatan ini diberikan langsung oleh Rektor Prof. Kwon Soon-Ki atas upaya dan kontribusi Airlangga dalam mendorong kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, […]

Artikel Rektor UGM Beri Ucapan Selamat Atas Penganugerahan Doktor Kehormatan Airlangga Hartarto pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI,   Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., mendapat gelar doktor honoris causa dari  Universitas Nasional Gyeongsang (GNU), di Kota Jinju, Korea Selatan, Selasa (21/5). Pemberian gelar doktor kehormatan ini diberikan langsung oleh Rektor Prof. Kwon Soon-Ki atas upaya dan kontribusi Airlangga dalam mendorong kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan  pendidikan.

Atas penganugerahan gelar doktor kehormatan ini,  Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, Sp.OG(K), Ph.D.,  menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Airlangga beserta keluarga. ”Semoga dengan penganugerahan ini semakin meningkatkan pengabdian Bapak Airlangga dalam memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” katanya,  Rabu (22/5).

Rektor mengatakan Airlangga Hartarto merupakan alumnus Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Gadjah tahun 1987 dalam kapasitasnya sekarang ini sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI telah ikut memberikan kontribusi dalam menjaga perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global pasca pandemi covid-19. “Kita patut apresiasi bahwa Indonesia juga berhasil melewati kontraksi ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19,” paparnya.

Dalam pidato penganugerahan, Airlangga Hartarto menyampaikan cetak biru perekonomian pemerintah Indonesia untuk dua dekade mendatang yang dikenal sebagai Visi Indonesia 2045. Menurut Airlangga, Pemerintah RI menargetkan untuk memperluas ukuran perekonomian enam kali lipat dari PDB nominal saat. “Pendapatan nasional per kapita akan mencapai USD30.000 pada tahun 2045, jauh di atas ambang batas minimum tingkat pendapatan negara maju,” ungkapnya.

Berdasarkan visi 2045 ini, Indonesia diharapkan berada dalam daftar lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia dimana saat ini berada di peringkat ke-16. Termasuk  juga target-target lain dalam hal stabilitas harga, penciptaan kualitas lapangan kerja untuk mengatasi tingkat pengangguran, perluasan kelas menengah, pengurangan kemiskinan dan penciptaan rasa keadilan di antara lebih dari 300 juta penduduk pada tahun 2045.

Untuk mencapai Visi Indonesia 2045, Airlangga menegaskan perekonomian Indonesia perlu mencapai rata-rata pertumbuhan PDB riil tahunan sekitar 6-7%. Meski bukan tugas yang sangat mudah dalam mempertahankan pertumbuhan PDB tersebut, terutama di tengah tantangan global dan transformasi ekonomi struktural dalam negeri saat ini. Namun Airlangga optimis dengan strategi pemerintah yang selalu berwawasan ke depan dengan ditopang lewat kebijakan diversifikasi struktur ekonomi,  meningkatkan produktivitas, dan daya saing serta berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan hijau dan berkelanjutan  “Kita tidak hanya perlu menjaga perekonomian kita dari ketidakpastian global, namun kita juga perlu mendorong transformasi cepat menuju ekosistem ekonomi hijau dan digital yang baru. Selain itu, kita juga menghadapi perubahan lanskap demografi dimana negara ini akan memasuki fase penuaan populasi,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Dok. Instagram Airlangga Hartarto

Artikel Rektor UGM Beri Ucapan Selamat Atas Penganugerahan Doktor Kehormatan Airlangga Hartarto pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/feed/ 0
Teliti Batubara Sejak Lulus Sarjana, Prof. Ferian Anggara Dikukuhkan Guru Besar Termuda Teknik Geologi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/#respond Wed, 15 May 2024 03:38:12 +0000 https://ugm.ac.id/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/ Dosen Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM pada pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Geologi Batubara pada Fakultas Teknik, Selasa (14/5), di ruang Balai Senat UGM. Ia dinobatkan sebagai Prof. Ferian Anggara juga menjadi Guru Besar termuda di prodi Teknik Geologi karena dikukuhkan di usia 40 tahun. Dalam pidato […]

Artikel Teliti Batubara Sejak Lulus Sarjana, Prof. Ferian Anggara Dikukuhkan Guru Besar Termuda Teknik Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM pada pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Geologi Batubara pada Fakultas Teknik, Selasa (14/5), di ruang Balai Senat UGM. Ia dinobatkan sebagai Prof. Ferian Anggara juga menjadi Guru Besar termuda di prodi Teknik Geologi karena dikukuhkan di usia 40 tahun.

Dalam pidato pengukuhan yang berjudul Peningkatan nilai tambah batubara untuk mendukung kemandirian pemanfaatan sumberdaya bumi Indonesia, Ferian Anggara mengatakan  Indonesia saat ini menjadi salah satu negara produsen dan pengekspor batubara terbesar di dunia. Data enam tahun terakhir menunjukkan secara konsisten, Indonesia masih menjadi negara eksportir dengan jumlah lebih dari 300 juta ton tiap tahunnya. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) masih bertumpu pada komoditas batubara. Pada tahun 2022, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 127,90 triliun atau 301,88% dari rencana penerimaan tahun 2022, dengan mayoritas atau sekitar 70-80% PNBP tersebut berasal dari pertambangan batubara.

Menurut Ferian, mempertimbangkan data cadangan batubara pada tahun 2022 sebesar 35,05 miliar ton dan tingkat produksi batubara pada tahun yang sama sebesar 687,43 juta ton, maka umur cadangan batubara Indonesia diproyeksikan dapat bertahan hingga 51 tahun atau sampai dengan tahun 2073.

Selain menjadi komoditi ekspor,  hingga sekarang batubara juga masih menjadi sumber energi listrik di Indonesia dengan presentasi mendekati 50%. Namun, seiring dengan perkembangan kebijakan pemerintah Indonesia dan tren pemanfaatan energi di dunia, maka diperlukan upaya tambahan dalam pemanfaatan batubara. Program Peningkatan Nilai Tambah (PNT) batubara dengan berbagai opsinya merupakan bentuk implementasi pengelolaan energi dalam rangka mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan energi nasional, sebagaimana yang diatur dalam UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi.

“PNT batubara pada sektor metalurgi, pertanian, konstruksi, dan berbagai bidang lainnya diharapkan dapat mendukung implementasi konsep total extraction dan circular economy dalam pemanfaatan sumber daya di Indonesia. Akhirnya, kita sebagai bangsa, tetap dapat memanfaatkan sumber daya yang kita miliki dengan berkelanjutan,” ucap Ferian.

Ferian mengatakan bahwa riset terkait batubara telah dilakukannya sejak lulus sarjana dan bekerja di industri batubara yang kemudian melanjutkan studi Master dan Doktor hingga bekerja sebagai Dosen di Departemen Teknik Geologi. Ferian juga mengucapkan terima kasih kepada stakeholder terkait yang telah mendukung penelitian terkait PNT batubara. “Saya sangat mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam mendukung penelitian kami baik dari institusi pemerintah, swasta, lembaga riset, dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” tuturnya.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Ferian Anggara. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Ferian Anggara, merupakan salah satu dari 76 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar yang pernah ada di Fakultas Teknik UGM. Prof. Ferian Anggara juga menjadi Guru Besar termuda di Teknik Geologi di usia 40 tahun.

Penulis: Triya Andriyani

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Teliti Batubara Sejak Lulus Sarjana, Prof. Ferian Anggara Dikukuhkan Guru Besar Termuda Teknik Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/feed/ 0
Sambil Terisak, Menteri Basuki Hadimulyono Resmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/#respond Sat, 11 May 2024 11:10:29 +0000 https://ugm.ac.id/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/ Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI resmikan Stasiun Lapangan Geologi Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (11/5). Peresmian ditandai dengan penandanganan prasasti yang dilakukan oleh Menteri Basuki Hadimulyono bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, dan disaksikan oleh Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, […]

Artikel Sambil Terisak, Menteri Basuki Hadimulyono Resmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI resmikan Stasiun Lapangan Geologi Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (11/5). Peresmian ditandai dengan penandanganan prasasti yang dilakukan oleh Menteri Basuki Hadimulyono bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, dan disaksikan oleh Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, Dekan Fakultas Teknik Prof. Selo dan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya.

Sebelum menandatangani prasasti, Basuki mendapat giliran didaulat untuk memberi sambutan. Sebelum memulai pidato, tiba-tiba Basuki terisak. Air matanya meleleh. Sambil menyeka air matanya, Basuki beberapa kali mencoba ingin memulai pidato namun ia tidak sanggup, hingga salah satu asistennya menyerahkan beberapa lembar tisu.

Suasana nampak haru. Menteri Basuki terdiam beberapa saat, ia pun meminta maaf karena ia mengaku terharu mengenang suasana 50 tahun lalu saat ia masih jadi mahasiswa Geologi UGM. Ditambah, ia melihat wajah dosen-dosen yang pernah mengajarnya dulu, ikut hadir menyaksikan peresmian stasiun lapangan geologi UGM.

“Saya teringat 50 tahun lalu, saya dididik oleh UGM,” kata Basuki terisak.

Dia melanjutkan ucapannya, “Di Bayat ini, ada para guru kami, saya masih ingat semua,” kata Basuki seraya menyebutkan satu persatu dosennya yang ikut hadir.

Basuki menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas jasa para dosen yang telah mendidiknya hingga ia bisa seperti sekarang ini.

“Atas didikan yang Bapak berikan dan UGM telah mendidik saya seperti sekarang ini,” ucapnya.

Menurut Basuki, bantuan pembangunan stasiun lapangan geologi dari Kementerian PUPR RI ini belumlah seberapa dibandingkan jasa para dosen yang telah mendidik para geolog yang telah ikut berperan membangun bangsa. “Pembangunan ini tidak seberapa dibandingkan dengan didikan Gadjah Mada pada kami dan keluarga,” tegasnya.

Basuki berharap dengan adanya stasiun lapangan ini, semakin mendukung kegiatan pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk para calon geolog. “Saya mengucapkan selamat belajar pada anak-anak muda. Dulu, 50 tahun lalu dengan fasilitas terbatas namun bisa mendidik lulusan terbaik. Saya ingin ke depan mahasiswa geologi bisa berbuat yang lebih baik lagi,” katanya

Selain itu, Menteri Basuki mengatakan kampus lapangan ini juga bisa digunakan oleh perguruan tinggi dari luar negeri yang sudah menjalin kerja sama dengan Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM.

“Laboratorium lapangan ini bukan untuk UGM saja tapi bisa dipakai untuk kegiatan internasional dari universitas luar negeri karena Bayat ini bisa menjadi contoh pusat geopark,” paparnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro menyampaikan apresiasi pada Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan pembangunan Stasium Lapangan Geologi senilai lebih dari Rp13 miliar.

Wening mengatakan keberadaan stasiun lapangan geologi ini bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa dan bagi masyarakat sekitar. “Stasiun lapangan geologi ini akan bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa bisa mendedikasikan ilmu geologinya karena di Bayat ini kondisi batuannya sangat luar biasa,” katanya.

Wening menyebutkan stasiun lapangan dengan gedung empat lantai tersebut dilengkapi dengan beberapa ruang laboratorium, ruang kuliah, dan ruang perpustakaan.

Dengan adanya stasiun lapangan geologi ini menurut Wening akan semakin menambah motivasi bagi mahasiswa dalam melaksanakan praktik lapangan. “Kita optimis, stasiun lapangan ini akan menambah kegiatan tridarma pergurauan tinggi di bidang geologi dan bisa dimanfaatkan mahasiswa dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Sambil Terisak, Menteri Basuki Hadimulyono Resmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/feed/ 0