Tata Kelola Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/tata-kelola/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 30 Dec 2024 09:08:11 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/#respond Mon, 30 Dec 2024 08:32:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74276 Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasinya dalam bidang sustainability (berkelanjutan), sebagaimana tercermin dari pencapaiannya dalam QS World University Ranking: Sustainability 2025. Di tahun ini, UGM berhasil menduduki peringkat ke-131 dunia, peringkat ke-1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam kategori Good Governance dengan skor yang mengesankan, yakni 91,5. Indikator Tata kelola (governance) merupakan komponen penting dalam pemeringkatan ini, mewakili 10% […]

Artikel UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasinya dalam bidang sustainability (berkelanjutan), sebagaimana tercermin dari pencapaiannya dalam QS World University Ranking: Sustainability 2025. Di tahun ini, UGM berhasil menduduki peringkat ke-131 dunia, peringkat ke-1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam kategori Good Governance dengan skor yang mengesankan, yakni 91,5. Indikator Tata kelola (governance) merupakan komponen penting dalam pemeringkatan ini, mewakili 10% dari total skor, yang turut mendorong kemajuan UGM dalam praktik keberlanjutan.

Secara keseluruhan, UGM berhasil meraih peringkat ke-383 dunia, yang menjadi sebuah lonjakan signifikan dari posisi sebelumnya di peringkat 476. Peningkatan UGM sangat terlihat di dua kategori lainnya: Environmental Impact (Dampak Lingkungan), di mana UGM menempati posisi ke-358 dunia dan ke-2 di Indonesia, dan Social Impact (Dampak Sosial), di posisi ke-581 dan ke-1 di Indonesia.

Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran civitas akademika UGM melalui Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) yang bertindak sebagai pelaksana Kantor Berkelanjutan UGM. Seperti diketahui, SPMRU memiliki tugas utama dalam memastikan pengumpulan data dan pelaporan yang komprehensif, memahami dengan mendetail setiap indikator keberlanjutan, serta berperan penting dalam menyusun strategi peningkatan kinerja UGM sesuai indikator peringkat dan bekerja sama dengan seluruh unit pelaksana yang ada di universitas.

Kepala SPMRU UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., menyampaikan bahwa salah satu langkah strategis yang diambil UGM adalah pendekatan komprehensif dalam memahami dan memenuhi setiap indikator pemeringkatan. “Melalui kajian mendalam dan kolaborasi erat dengan unit-unit kerja terkait, SPMRU dengan Kantor Berkelanjutannya berhasil mengarahkan UGM untuk memenuhi standar tata kelola keberlanjutan global,” tutur Indra ketika diwawancara di Kampus UGM, Senin (30/12).

Dalam metrik tata kelola (governance) QS WUR Sustainbility, kata Indra di ada sejumlah aspek yang dinilai dari tata kelola, riset dan keuangan, yang di antaranya Ethics Culture, Open-Access Publishing, Dedicated staff / team for Sustainable Development, Transparent financial reporting, Student’s Union, Student Representation in Governance, Published governance minutes, National Signatory to UN charter against torture, Staff perception on institutional ethics, serta Policy Citations (Governance).

Melalui aspek tata kelola tersebut, UGM telah menunjukkan performa yang sangat baik dalam beberapa indikatornya, seperti budaya etika dan publikasi terbuka (open-access publishing), serta perwakilan mahasiswa dalam tata kelola. Sebagai contoh, UGM menempatkan nilai penting pada transparansi dengan adanya sistem pelaporan yang dapat diakses publik, seperti melalui platform whistleblowing di UGM, serta laporan keuangan yang dipublikasikan secara rutin.

Berbagai program juga mendukung aspek-aspek tata kelola ini, di antaranya mengenai Budaya Etika (Ethics Culture) dimana UGM memiliki kebijakan yang jelas terkait nilai-nilai seperti keragaman, kejujuran, dan keadilan, yang didokumentasikan dalam rencana strategis universitas dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan organisasi. Pelatihan tentang nilai-nilai ini diberikan kepada staf dan mahasiswa. Selain itu, terdapat transparansi keuangan (Transparent Financial Reporting) dimana laporan keuangan UGM dipublikasikan setiap tahun, dan dapat diakses melalui laman resmi UGM.

Dengan berbagai upaya tersebut, UGM berhasil meningkatkan tata kelolanya, yang tercermin dalam skor tinggi di QS Sustainability Ranking. Keterlibatan mahasiswa dalam tata kelola universitas juga merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi pada skor ini.  “UGM juga memiliki serikat mahasiswa yang mewakili mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, dengan kegiatan yang meliputi keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan di tingkat universitas, ini juga menjadi aspek yang dinilai oleh QS Ranking,” katanya.

Meskipun begitu, UGM masih tetap menyadari adanya tantangan yang harus dihadapi untuk terus meningkatkan indikator tata kelola, salah satunya adalah pemahaman yang merata tentang proses bisnis lintas unit. Tantangan ini seringkali menyebabkan kesulitan dalam menerjemahkan kebijakan menjadi sistem tata kelola yang efisien, seperti dalam hal pelaporan, pencatatan, dan layanan administrasi.

UGM berkomitmen untuk memperbarui kebijakan dan proses bisnis, mengembangkan sistem tata kelola yang lebih baik, dan melakukan benchmarking dengan universitas lain yang memiliki peringkat lebih tinggi serta memperkuat upaya untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya tata kelola yang baik dan dampaknya terhadap reputasi universitas.

Selain itu, UGM akan terus mendorong partisipasi seluruh sivitas akademika dalam mendukung tata kelola yang lebih baik, dengan menekankan dampak positif dari peningkatan reputasi universitas. Peningkatan reputasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerjasama global yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh komunitas UGM. Dengan strategi tersebut, UGM berkomitmen untuk terus mengakar kuat menjulang tinggi dengan mengedepankan kampus yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis      : Lintang

Editor        : Gusti Grehenson

Artikel UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/feed/ 0
Dorong Perbaikan Tata Kelola, UGM menerapkan Sistem Informasi Manajemen Risiko  https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-perbaikan-tata-kelola-ugm-menerapkan-sistem-informasi-manajemen-risiko/ https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-perbaikan-tata-kelola-ugm-menerapkan-sistem-informasi-manajemen-risiko/#respond Fri, 16 Aug 2024 04:05:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69472 Universitas Gadjah Mada berkomitmen melaksanakan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) dalam mendukung perbaikan tata kelola yang fleksibel dan mampu mengidentifikasi serta mengelola risiko dengan baik. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D., dalam workshop bertajuk “Implementasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR)” yang diikuti oleh sejumlah […]

Artikel Dorong Perbaikan Tata Kelola, UGM menerapkan Sistem Informasi Manajemen Risiko  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada berkomitmen melaksanakan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) dalam mendukung perbaikan tata kelola yang fleksibel dan mampu mengidentifikasi serta mengelola risiko dengan baik. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D., dalam workshop bertajuk “Implementasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR)” yang diikuti oleh sejumlah Dekan, Wakil Dekan beserta Staf Pendamping, Kamis (15/8) di Ruang Multimedia I, Gedung Pusat UGM.

Ova menyampaikan apresiasinya kepada para jajaran Dekan, Wakil Dekan, dan seluruh jajaran Unit Kerja yang aktif dalam mendukung implementasi sistem informasi ini. “UGM berkomitmen menciptakan tata kelola yang fleksibel, mampu mengidentifikasi, mengenali, dan mengurangi terjadinya risiko, serta menggunakan sistem manajemen risiko sebagai bahan yang berharga dalam penyempurnaan tata kelola universitas,” ujarnya.

Konsultan dan Trainer Manajemen Risiko dari Lembaga Risk Workshop International (RWI) Drs. Deddy Jacobus, M.B.A. mengatakan implementasi Manajemen Risiko di UGM telah memasuki fase Go Live SIMR. Tahapan pada bulan Agustus ini juga mencakup pelatihan teknis implementasi dan penggunaan SIMR. Nantinya di bulan September akan dilakukan tahapan pengembangan lebih lanjut terhadap SIMR berdasarkan hasil dari saran dan masukan pada workshop ini. “Kita harapkan dari berbagai pelatihan ini makan membantu UGM dalam membuat  profil risiko dari tingkat fakultas, sekolah dan seluruh unit kerja di lingkungan universitas menggunakan sistem informasi yang terintegrasi,” paparnya.

Menurutnya penerapan SIMR diharapkan sesegera mungkin dapat mendukung digitalisasi data, sehingga pengelolaan data, pengambilan keputusan, akan terlaksana dengan lebih optimal. Deddy menekankan bahwa implementasi ini merupakan lompatan yang signifikan bagi UGM. “Saat proses perancangan hingga dibuatnya alat ini dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, menunjukkan komitmen yang kuat dan optimal dari para pimpinan universitas,” paparnya.

Deddy kemudian menjelaskan tentang peran penting berbagai organ pengelola risiko dalam SIMR UGM. Struktur peran tersebut meliputi Ultimate Risk Owner, Risk Owner, Risk Champion, Risk Officer, dan System Owner diurutkan dari unit yang paling tinggi di tingkat universitas. Terdapat juga enam aktivitas utama dalam penggunaan SIMR, antara lain pengisian risiko unit kerja, prioritas risiko, pembuatan usulan, menetapkan dan menyetujui risiko, lanjutan penetapan dan penyetujuan, serta monitoring.  Menurutnya implementasi sistem informasi manajemen risiko ini sangat bergantung peran masing-masing unit, sehingga diharapkan dapat cermat dan teliti selama proses aktivitas penggunaan SIMR.

Dalam akhir pemaparannya, Deddy menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya workshop  semacam ini dapat menyusun taksonomi risiko yang lebih lengkap dan terintegrasi dalam SIMR. “Taksonomi ini akan menjadi acuan penting dalam pengelolaan risiko dan menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali di UGM,” pungkasnya.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dorong Perbaikan Tata Kelola, UGM menerapkan Sistem Informasi Manajemen Risiko  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-perbaikan-tata-kelola-ugm-menerapkan-sistem-informasi-manajemen-risiko/feed/ 0