SV UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sv-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 03:25:22 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kisah Nikita, Penyandang Hard of Hearing dan Minor Cerebral Palsy Lulus dari UGM https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-nikita-penyandang-hard-of-hearing-dan-minor-cerebral-palsy-lulus-dari-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-nikita-penyandang-hard-of-hearing-dan-minor-cerebral-palsy-lulus-dari-ugm/#respond Tue, 28 May 2024 04:40:10 +0000 https://ugm.ac.id/kisah-nikita-penyandang-hard-of-hearing-dan-minor-cerebral-palsy-lulus-dari-ugm/ Tak ada alasan bagi seorang disabilitas untuk tidak melanjutkan studi. Nikita Nur Hijriyati penyandang disabilitas Hard of Hearing dan minor cerebral palsy membuktikan hal itu. Rabu, 22 Mei 2024 menjadi hari bahagia buatnya. Ia diwisuda bersama 1422 wisudawan wisudawati lainnya pada Upacara Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2023/2024 di Grha Sabha […]

Artikel Kisah Nikita, Penyandang Hard of Hearing dan Minor Cerebral Palsy Lulus dari UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tak ada alasan bagi seorang disabilitas untuk tidak melanjutkan studi. Nikita Nur Hijriyati penyandang disabilitas Hard of Hearing dan minor cerebral palsy membuktikan hal itu.

Rabu, 22 Mei 2024 menjadi hari bahagia buatnya. Ia diwisuda bersama 1422 wisudawan wisudawati lainnya pada Upacara Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2023/2024 di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur.

“Saya bersyukur bisa lulus dan diwisuda dari Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Alhamdulilah,” katanya terbata.

Cukup berliku upaya Nikita dalam menyelesaikan studi. Sebagai penyandang hard of hearing dan minor celebral palsy, ia mengaku mengandalkan lip reading atau membaca gerak bibir dalam perkulihan. Visual dan auditori menjadi tipe gaya belajarnya selama 6 tahun 8 bulan.

Ia pun merasa bersyukur karena selama perkulihan para dosen memperlakukannya dengan baik. Para dosen memberi jalan untuk memudahkan mengikuti perkuliahan, terutama terkait dengan listening dalam praktikum bahasa inggris dan tugas-tugas presentasi.

“Para dosen baik, dan memaklumi tulisan tangan saya buruk karena tidak bisa menulis rapi,” akunya.

Nikita mengaku mendapatkan pengalaman berkesan dan tidak akan pernah ia lupakan yaitu saat dirinya mengikuti Kuliah Kerja Nyata. Meski KKN secara online, ia ditunjuk menjadi koordinator mahasiswa tingkat sub unit (kormasit).

Dengan penunjukan itu ia membuktikan bahwa seorang disabilitas mampu menjadi koordinator dan berkomunikasi dengan masyarakat walaupun dalam kondisi pandemi. Tidak hanya itu, iapun selama kuliah aktif berkegiatan di UKM Peduli Difabel untuk memperjuangkan pendirian Unit Layanan Disabilitas yang tidak lama lagi akan diresmikan.

“Para dosen di kampus sebenarnya juga mengajak saya terlibat kegiatan asistensi, seperti akreditasi prodi dan penelitian, dan saya sangat bersyukur dengan banyak aktif di berbagai kegiatan, saya pun berkesempatan mendapat Beasiswa Pertamina Sobat Bumi pada tahun 2019,” terangnya.

Perjalanan Nikita di masa lampau tidak selalu mulus. Saat duduk di bangku kelas XI SMA ia pernah dikeluarkan dari kelas ekonomi pada saat ulangan harian. Hal ini dikarenakan guru pengampu tidak tahu jika dirinya tidak bisa mendengar dan tidak bisa menulis cepat.

Peristiwa ini begitu melukainya dan membuatnya sempat membenci pelajaran ekonomi. Di sisi lain ia munyukai pelajaran geografi yang pada akhirnya menuntunnya memilih Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan UGM.

“Sempat saya benci mata pelajaran ekonomi. Namun seiring setelah kuliah, saya menjadi suka ekonomi. Terima kasih untuk Kak Jesita Mapres FEB angkatan 2016 telah membuat saya sadar bahwa ilmu ekonomi ini amat luar biasa,” ungkapnya.

Nikita terlahir sudah menyandang minor celebral palsy, dan saat duduk di bangku Sekolah Dasar pendengarannya mulai mengalami gangguan karena sakit. Bahkan sewaktu kecil hampir tidak bisa berjalan, dan ia baru bisa berjalan secara normal pada umur 2 tahun.

Meski tinggal di desa Nginggil, Bendo, Sukodono, Sragen, Nikita melalui sebagian pendidikan di kota. Meski berjarak dari rumahnya, kedua orang tuanya mengaku menghendaki seperti itu.

Karenanya ia melalui pendidikan Sekolah Menegah Pertama di SMP  IT Az-Zahra Sragen, dan SMA Negeri 1 Sragen. Nikita mengaku selalu disekolahkan orang tuanya di sekolah umum dan tidak pernah di sekolah luar biasa.

“Kendalanya saya didiskriminasi, dan sama teman pernah diejek juga. Karena tidak bisa berolahraga, saya selalu ada tugas tambahan untuk pelajaran olahraga. Untuk teori itu saya bisa, dan sempat masuk SMA favorit yaitu SMA 1 Sragen selama setahun. Tetapi kemudian pindah karena tidak betah dengan perlakuan teman dan guru,” kenangnya bersedih.

Kini lulus dengan IPK 3,37, Nikita berharap mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa melanjutkan pendidikan S2 dengan pembiayaan LPDP. Ia sangat berharap terus bisa berkontribusi untuk masyarakat terutama dalam memperjuangkan hak disabilitas.

Menurut Nikita UGM sudah cukup mampu memberikan layanan yang dibutuhkan mahasiswa disabilitas. Ia mengaku dosennya baik-baik dan suportif yang menjadikannya bisa belajar hal terkait spasial di program studi yang ditekuninya.

Ia pun mampu menemukan banyak teman di UKM Peduli Difabel UGM yang sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Pada akhirnya ia pun mampu menjalin banyak relasi.

“Sedihnya pernah kehilangan laptop saat mengerjakan tugas akhir. Saya berharap nantinya ada semacam kerja sama antara kampus dengan pemerintah, perusahaan, organisasi terkait penyediaan lapangan kerja untuk fresh graduate disabilitas,” harapnya.

Suripto, ayahnya yang seorang guru dan Eny Muryaningsih, ibunya yang seorang tenaga kesehatan mengucap syukur atas karunia Rahmat Allah Swt. yang menjadikan Nikita mampu menyelesaikan pendidikan dan lulus dari UGM. Keduanya sangat berharap semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat, barokah, dan Nikita segera bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

“Sebagai orang tua tentu merasa terharu, bangga melihat Nikita bisa menyelesaikan studi di UGM. Walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki masih bisa berkompetensi dalam meraih cita cita. Semoga ini bisa menginspirasi untuk kedua adiknya, Hanifah dan Hanif,” ujar Suripto.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel Kisah Nikita, Penyandang Hard of Hearing dan Minor Cerebral Palsy Lulus dari UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-nikita-penyandang-hard-of-hearing-dan-minor-cerebral-palsy-lulus-dari-ugm/feed/ 0
Sekolah Vokasi dan GIK UGM Gelar Festival Vokasi https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/#respond Tue, 21 May 2024 09:43:54 +0000 https://ugm.ac.id/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/ Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) berkolaborasi dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menggelar Festival Vokasi bertajuk “Inovokasia 2024” yang akan berlangsung selama dua pekan sejak 20 Mei hingga 1 Juni 2024, yang akan diselenggarakan di kampus Sekolah Vokasi UGM. Festival ini dilaksanakan untuk memperkenalkan hasil karya inovasi dan kreativitas para mahasiswa sekolah […]

Artikel Sekolah Vokasi dan GIK UGM Gelar Festival Vokasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) berkolaborasi dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menggelar Festival Vokasi bertajuk “Inovokasia 2024” yang akan berlangsung selama dua pekan sejak 20 Mei hingga 1 Juni 2024, yang akan diselenggarakan di kampus Sekolah Vokasi UGM. Festival ini dilaksanakan untuk memperkenalkan hasil karya inovasi dan kreativitas para mahasiswa sekolah vokasi agar mampu menjadi tenaga ahli terampil yang inovatif dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., mengatakan festival vokasi ini bertujuan ingin mendorong generasi masa depan bangsa untuk menjadi manusia yang inovatif, produktif, kolaboratif dan solutif. “Kebutuhan akan SDM yang siap untuk diserap industri inilah yang senantiasa disiapkan oleh Sekolah Vokasi UGM,” ujarnya, Senin (20/5).

Ia berharap melalui agenda ini, Sekolah Vokasi dapat menjadi contoh atau mercusuar bagi sekolah vokasi yang lain untuk mewujudkan karakter anak muda yang tidak hanya kuat teori, tetapi juga hebat secara praktek, dan mampu memberikan solusi yang tepat sasaran pada setiap permasalahan.

Di kesempatan yang sama, Garin Nugroho selaku Chief Program Officer GIK, berujar Sekolah Vokasi menjadi bagian penting bagi masa depan Indonesia karena mampu mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja. “Tantangan ke depan adalah meningkatkan kapasitas keterampilan generasi Z yang jumlahnya 60% di Indonesia agar memiliki tingkat produktivitas kerja yang tidak tertinggal dengan negara ASEAN lainnya, salah satu pemantiknya datang dari Inovokasia tahun ini,” ungkap Garin.

Garin optimis Inovokasia tahun ini menjadi ajang persiapan untuk kolaborasi vokasi tingkat nasional di tahun 2025. “Kita akan menyatukan berbagai lembaga vokasi nasional yang akan memperkuat ekosistem vokasi di Indonesia,” ujarnya.

Festival yang dilaksanakan selama dua pekan ini, menghadirkan serangkaian kegiatan yang terdiri dari eksibisi, kompetisi, lokakarya, talkshow, Master Class, Talent Day, Movie Day, Sekip Walk, dan pertunjukan musik yang menggabungkan teknologi, etika, dan estetika.

Head of Experience GIK, Ajie Wartono, mengungkapkan Inovokasia 2024 menggandeng banyak ahli dan praktisi dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman ke mahasiswa. Sedangkan kegiatan kompetisi ditujukan untuk menjaring calon-calon sarjana terapan yang unggul dan mampu berkompetisi di dunia industri. “Dalam salah satu lokakarya, kami akan menggandeng Dagadu untuk sharing terkait Product Design Innovation. Tema-tema lain seputar peningkatan softskill, career development, dan pengembangan bisnis juga akan kami angkat,” tutup Ajie.

Penulis: Triya Andriyani
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Firsto

Artikel Sekolah Vokasi dan GIK UGM Gelar Festival Vokasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/feed/ 0