startup Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/startup/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 15 Oct 2024 09:03:33 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Ekonom UGM Sampaikan Penyebab UMKM Sulit Berkembang https://ugm.ac.id/id/berita/lebih-banyak-bertahan-pakar-ugm-sampaikan-penyebab-umkm-sulit-berkembang/ https://ugm.ac.id/id/berita/lebih-banyak-bertahan-pakar-ugm-sampaikan-penyebab-umkm-sulit-berkembang/#respond Mon, 14 Oct 2024 05:17:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71640 Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya sebesar 5% setiap tahun. Target perekonomian nasional pada tahun 2045 adalah meraih pendapatan per kapita hingga 30.000 US Dollar. Angka tersebut tentunya bukanlah capaian yang mudah mengingat pertumbuhan ekonomi juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Saat ini pendapatan kita masih mencapai 5.000 US Dollar. Ini adalah […]

Artikel Ekonom UGM Sampaikan Penyebab UMKM Sulit Berkembang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya sebesar 5% setiap tahun. Target perekonomian nasional pada tahun 2045 adalah meraih pendapatan per kapita hingga 30.000 US Dollar. Angka tersebut tentunya bukanlah capaian yang mudah mengingat pertumbuhan ekonomi juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Saat ini pendapatan kita masih mencapai 5.000 US Dollar. Ini adalah fakta yang harus kita ubah, kita butuh entrepreneur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja lebih produktif,” ucap Teten Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki, dalam kuliah umum bertema “Masa Depan Perekonomian Bangsa”, Jumat (11/10), yang disampaikan secara daring di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Menurut Teten, target capaian ekonomi perlu dikejar dengan memaksimalkan pertumbuhan UMKM. Pasalnya, sekitar 97% lapangan pekerjaan berasal dari usaha kecil informal yang produktivitasnya masih rendah. “Tantangan ini perlu diatasi dengan memperkuat UMKM masyarakat sehingga mampu berdaya saing dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” katanya.

Menurutnya, pemerintah melalui kemenkop UKM tengah menginisiasi pemberdayaan dan pendampingan UMKM oleh perguruan tinggi nasional. Ia menyebutkan, tercatat sebanyak 500 startup yang tumbuh melalui program Kemenkop UKM, yakni Entrepreneur Hub. Teten menambahkan, inisiasi seperti entrepreneur hub dinilai penting sebagai wadah penghubung antara pengusaha dan investor. “Tentunya, diperlukan upaya-upaya berkelanjutan untuk memperkuat UMKM masyarakat. Guna meningkatkan daya saing UMKM, mereka harus mendapatkan akses inovasi, teknologi, dan digitalisasi,” tambahnya.

Pakar manajemen bisnis dari  FEB UGM, Rocky Adiguna, MBA., Ph.D. menjelaskan bahwa saat ini sulit menaikkan daya saing UMKM karena kurangnya minat untuk mengembangkan usaha. Sejauh ini, UMKM menghadapi berbagai tantangan untuk berkembang akibat minimnya akses terhadap teknologi, minimnya literasi digital, sampai profit yang tidak berkelanjutan. Menurutnya diperlukan bantuan ekosistem agar UMKM dapat terintegrasi atau setidaknya menumbuhkan keinginan untuk berkembang. “Kita melihat UMKM ini lebih sering survival daripada berkembang. Banyak tantangannya. Maka kita perlu membuat ekosistem, dan ketika UMKM bisa tergabung dalam ekosistem maka dia bisa punya sumber daya yang di luar dirinya sendiri,” terang Rocky.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah, Kemenkop UKM mengatakan pihaknya telah menginisiasi program-program untuk menggenjot pertumbuhan UMKM nasional, yakni konsultasi dan pendampingan pelaku usaha, program inkubasi wirausaha, akses modal, sampai pengembangan UMKM sampai pasar ekspor.

Menurut Azizah, para pelaku usaha sebenarnya tidak perlu khawatir akan kurangnya modal dalam memulai bisnis. Pemerintah memiliki instrumen khusus agar pelaku usaha mendapatkan modal cukup, termasuk kerja sama dengan pemodal non-bank, angel investor, dan crowdfunding. “Setiap bulan kami ada program untuk mempertemukan UMKM dengan investor. Jumlah startup saat ini mencapai kurang lebih 2.400, dan yang sudah ada di kami sekitar 550. Kami masih mengejar sekitar 200 start-up lagi dan saat ini masih dibina,” paparnya.

Siti Azizah menyebutkan Indonesia masih memerlukan sekitar 4% proporsi UMKM dalam perekonomian nasional, sedangkan saat ini masih berjalan di angka 3,7%. Siti berharap, usaha-usaha yang muncul di masyarakat dapat berbasis teknologi dan dapat berkelanjutan dapat mendorong tumbuhnya pelaku UMKM yang baru.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Inilah.com

Artikel Ekonom UGM Sampaikan Penyebab UMKM Sulit Berkembang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/lebih-banyak-bertahan-pakar-ugm-sampaikan-penyebab-umkm-sulit-berkembang/feed/ 0
Ruang Halal, Startup Binaan UGM Ikut Program Startup Go Global  https://ugm.ac.id/id/berita/ruang-halal-startup-ruang-binaan-ugm-ikut-program-startup-go-global/ https://ugm.ac.id/id/berita/ruang-halal-startup-ruang-binaan-ugm-ikut-program-startup-go-global/#respond Thu, 04 Jul 2024 01:05:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65746 Salah satu startup binaan Innovative Academy UGM yaitu Ruang Halal, turut berpartisipasi sebagai perwakilan UGM dalam Program Startup Go Global berkunjung ke Brisbane Australia pada 23-28 Juni lalu yang difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM guna mendukung optimalisasi startup lokal, serta memperluas jejaring kerjasama internasional bagi lembaga-lembaga inkubator Indonesia. Dedy selaku CEO dari Ruang Halal  […]

Artikel Ruang Halal, Startup Binaan UGM Ikut Program Startup Go Global  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Salah satu startup binaan Innovative Academy UGM yaitu Ruang Halal, turut berpartisipasi sebagai perwakilan UGM dalam Program Startup Go Global berkunjung ke Brisbane Australia pada 23-28 Juni lalu yang difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM guna mendukung optimalisasi startup lokal, serta memperluas jejaring kerjasama internasional bagi lembaga-lembaga inkubator Indonesia.

Dedy selaku CEO dari Ruang Halal  dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (4/7), menyampaikan perasaan senang dan bangga menjadi perwakilan UGM dalam program Startup Go Global yang menjadi batu loncatan Ruang Halal untuk semakin memperluas jangkauan dan memperkuat posisinya di kancah internasional. “Kita mengucapkan terima kasih atas peran IA UGM yang terus mengawal berjalannya Ruang Halal sampai dengan saat ini berkesempatan mengikuti Startup Go Global,” kata Dedy.

Dedy menjelaskan bahwa Ruang Halal merupakan startup yang bergerak di bidang ekonomi halal. Layanan utama yang ditawarkan berupa konsultan halal, marketplace halal, dan hub ekspor halal, yang tersedia gratis maupun melalui program berbayar. Sebagai konsultan halal, ata Dedy, Ruang Halal memfasilitasi berbagai sektor usaha seperti UMKM, IKM, Horeca, rumah sakit, serta pabrik-pabrik baik di dalam maupun luar negeri untuk memperoleh sertifikat halal. “Untuk marketplace halal, kita memfasilitasi berbagai sektor usaha tersebut untuk memasarkan produk dan jasa halalnya, dan layanan hub ekspor halal membantu UMKM Indonesia agar dapat menembus pasar internasional,” jelasnya.

Berdiri sejak tahun 2020, Ddy menyebutkan Ruang Halal telah membantu sekitar 300 UMKM memperoleh sertifikat halal secara gratis. Selain itu, layanan berbayar mereka juga telah menarik banyak klien mulai dari restoran, cafe, dan pabrik baik di dalam maupun luar negeri.

Selain menjadi perwakilan UGM dalam program Startup Go Global di Brisbane, Ruang Halal juga telah berpartisipasi dalam pameran produk halal Indonesia di Brunei Darussalam pada tanggal 26-30 Juni 2024 lalu yang difasilitasi oleh KBRI melalui rekomendasi KNEKS serta kerjasama dengan Rumah BUMN Provinsi Jawa Tengah.

Dedy menyampaikan, apa yang telah dicapai oleh Ruang Halal hingga sekarang ini tidak lepas dari peran program IA UGM yang turut membersamai Ruang Halal untuk menjadi pelaku industri halal dan membantu program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. “Ruang Halal akan terus berinovasi dan berkembang,” pungkasnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Ruang Halal, Startup Binaan UGM Ikut Program Startup Go Global  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ruang-halal-startup-ruang-binaan-ugm-ikut-program-startup-go-global/feed/ 0
Innovative Academy UGM Terpilih jadi Delegasi Startup Go Global ke Belanda https://ugm.ac.id/id/berita/innovative-academy-ugm-terpilih-jadi-delegasi-startup-go-global-ke-belanda/ https://ugm.ac.id/id/berita/innovative-academy-ugm-terpilih-jadi-delegasi-startup-go-global-ke-belanda/#respond Mon, 10 Jun 2024 07:51:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=64934 Innovative Academy merupakan lembaga inkubator startup berbasis inovasi dan teknologi Universitas Gadjah Mada, menjadi salah satu delegasi program Startup Go Global yang berkunjung ke Belanda pada 27-31 Mei lalu. Dalam kunjungan yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia ini, rombongan delegasi dari berbagai perwakilan inkubator startup dari tanah air ini dipimpin langsung oleh Menteri […]

Artikel Innovative Academy UGM Terpilih jadi Delegasi Startup Go Global ke Belanda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Innovative Academy merupakan lembaga inkubator startup berbasis inovasi dan teknologi Universitas Gadjah Mada, menjadi salah satu delegasi program Startup Go Global yang berkunjung ke Belanda pada 27-31 Mei lalu. Dalam kunjungan yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia ini, rombongan delegasi dari berbagai perwakilan inkubator startup dari tanah air ini dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki.

Denny Wijayanto selaku Head of Program Innovative Academy mewakili Direktorat Pengembangan Usaha Science Techno Park UGM yang ikut menjadi delegasi dalam kunjungan ke Belanda mengaku pihaknya berkesempatan melakukan studi banding dan sekaligus menjalin koneksi dengan ekosistem startup di Belanda. “Kita berkesempatan bertemu dengan stakeholders pada ekosistem startup di sana,” kata Denny dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Senin (10/6).

Kegiatan kunjungan studi banding yang dikemas dalam program Startup Go Global ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenkop dan UKM dengan Programma Uitzending Managers (PUM) sebagai incubator expert dari Belanda, sangat membantu terselenggaranya program Startup Go Global. Beberapa delegasi yang sebagai inkubator startup berkesempatan untuk bertukar pengalaman dengan dengan para startup dan inkubator dan lembaga pendanaan startup dari Belanda seperti Fevenue, PUM The Netherlands, Halal Feed and Food Inspection Authority (HFFIA), BioPartner Center Leiden, Upstream, Golden Egg Check, Rabo Foundation, World Startup, Uluru Beagle dan The Hague Humanity Hub dan The New Farm. “Kita bisa bertemu langsung dengan para inkubator, accelerator, startup, dan private equity di Den Haag, Rotterdam, dan Utrecht,” kata Denny

Dari kunjungan tersebut, kata Denny, pihaknya mendapat wawasan dan pengetahuan baru soal pengembangan skema fundraising dengan kolaborasi antara pemerintah, bank, akuntan, incubator, private equity. “Saat di sana kita berbagi informasi secara terbuka terkait financial risk, pendanaan multiyears bagi startup yang bersumber dari dana pemerintah, dan menentukan parameter startup secara independen bagi incubator dan accelerator yang layak mendapatkan pendanaan,” jelasnya.

Menurut Denny, dari kegiatan kunjungan program Startup Go Global dari Kemenkop UKM sangat bermanfaat bagi UGM dalam mendapatkan ide-ide baru dalam pengembangan program-program di Innovative Academy UGM ke depannya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Innovative Academy UGM Terpilih jadi Delegasi Startup Go Global ke Belanda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/innovative-academy-ugm-terpilih-jadi-delegasi-startup-go-global-ke-belanda/feed/ 0
Startup Inspirasien UGM Masuk 10 Besar Kompetisi HK Tech 300 Asia Tenggara https://ugm.ac.id/id/berita/startup-inspirasien-ugm-masuk-10-besar-kompetisi-hk-tech-300-asia-tenggara/ https://ugm.ac.id/id/berita/startup-inspirasien-ugm-masuk-10-besar-kompetisi-hk-tech-300-asia-tenggara/#respond Wed, 24 Apr 2024 10:11:14 +0000 https://ugm.ac.id/startup-inspirasien-ugm-masuk-10-besar-kompetisi-hk-tech-300-asia-tenggara/ PT Inspirasien Srikandi (Inspirasien), startup teknologi medis pionir dari Indonesia, berhasil masuk dalam 10 besar finalis dalam Kompetisi Startup HK Tech 300 Asia Tenggara. Kompetisi yang dimulai sejak bulan Mei tahun 2023 lalu ini diikuti  lebih dari 100 startup dari tujuh negara di Asia Tenggara dan Hongkong. Startup besutan dari program Innovative Academy (IA) UGM […]

Artikel Startup Inspirasien UGM Masuk 10 Besar Kompetisi HK Tech 300 Asia Tenggara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
PT Inspirasien Srikandi (Inspirasien), startup teknologi medis pionir dari Indonesia, berhasil masuk dalam 10 besar finalis dalam Kompetisi Startup HK Tech 300 Asia Tenggara. Kompetisi yang dimulai sejak bulan Mei tahun 2023 lalu ini diikuti  lebih dari 100 startup dari tujuh negara di Asia Tenggara dan Hongkong. Startup besutan dari program Innovative Academy (IA) UGM yang berada di bawah Direktorat Pengembangan Usaha ini menuai prestasi dan menunjukkan kecanggihan inovasi dan semangat kewirausahaan yang mendorong perkembangan pesat industri teknologi di Asia Tenggara.

Founder dari Inspirasien, Astriani Dwi Aryaningtyas, mengatakan keikutsertaan startup mereka dalam kompetisi regional ini semakin menambah pengalaman bagi tim Inspirasien karena mengenal beragam startup lainnya yang mengkhususkan diri dalam bidang-bidang teknologi kecerdasan buatan, bioteknologi, dan teknologi kesehatan. “Kompetisi ini menjadi peluang bagi para pengusaha muda seperti kita untuk merambah pasar dinamis di Hongkong dan menjalin hubungan yang berharga dengan investor dan mitra potensial,”  kata Astriani dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (24/4).

Astriani mengaku sangat senang dan bersyukur karena startup dari Indonesia terutama binaan dari perguruan tinggi bisa masuk the top 10 team. Dengan masuk finalis di kompetisi ini. Astriani mengharapkan banyak dukungan dari mitra agar perusahaan rintisan mereka bisa terus mengembangkan diri dalam bidang teknologi kesehatan.

“Besar harapan kami bisa terus mendapat dukungan untuk berkarya di bidang health tech untuk mendampingi pasien lebih luas. Kami tetap semangat terus untuk apa yang kita perjuangkan. Kami berharap, banyak pasien yang bisa terangkul dalam startup ini,” jelasnya,

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan apresiasi dari program. Innovative Academy (IA) UGM yang telah memberikan pembinaan dan dukungan agar bisa terus berkembang dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat lewat bidang kesehatan. “Berkat dukungan seluruh stakeholders terkait, khususnya IA UGM, Inspirasien dapat berkiprah di CityU HK Tech 300 Southeast Asia Startup Competition dan terpilih menjadi the top 10 team,” katanya.

Direktur Pengembangan Usaha UGM Dr. Hargo Utomo, M.B.A. mengatakan bahwa startup Inspirasien Srikandi telah mengukuhkan diri sebagai platform komprehensif yang menawarkan informasi terkait medis, serta berusaha memenuhi kebutuhan yang terus berkembang di sektor kesehatan. “Keberhasilan Inspirasien menjadi bukti nyata akan dampak positif dalam mendorong pertumbuhan usaha-inovatif lintas batas. Pengakuan ini tidak hanya menguatkan komitmen startup dalam merevolusi aksesibilitas kesehatan, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pusat perkembangan teknologi yang inovatif di kawasan ini,” katanya.

Seperti diketahui,  kompetisi HK Tech 300 SEA ini diinisiasi oleh City University of Hong Kong. Kompetisi kali ini diluncurkan sejak bulan Mei tahun 2023 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi ini digelar bekerja sama dengan inkubator dari Universiti Malaya (UM) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) dari Malaysia, Universiti Brunei Darussalam (UBD) dari Brunei Darussalam, University Chulalongkorn dari Thailand.  Pada akhir program, sekurang-kurangnya 10 pemenang utama akan dipilih dan masing-masing akan menerima hadiah uang pembinaan senilai 1 juta dolar Hongkong.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Dok. Innovative Academy

Artikel Startup Inspirasien UGM Masuk 10 Besar Kompetisi HK Tech 300 Asia Tenggara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/startup-inspirasien-ugm-masuk-10-besar-kompetisi-hk-tech-300-asia-tenggara/feed/ 0
Menkop Teten Targetkan Aturan Kredit Tanpa Agunan UMKM Rampung Tahun ini https://ugm.ac.id/id/berita/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/ https://ugm.ac.id/id/berita/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/#respond Wed, 27 Mar 2024 10:14:14 +0000 https://ugm.ac.id/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/ Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dibuat segera peraturan buat perbankan bisa memberikan kredit ke pelaku UMKM tanpa agunan. Sebab sekitar 59 persen dari total pelaku UMKM tidak terhubung dengan perbankan. “Peraturan ini tengah dibahas, kita targetkan sebelum akhir tahun ini bisa […]

Artikel Menkop Teten Targetkan Aturan Kredit Tanpa Agunan UMKM Rampung Tahun ini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dibuat segera peraturan buat perbankan bisa memberikan kredit ke pelaku UMKM tanpa agunan. Sebab sekitar 59 persen dari total pelaku UMKM tidak terhubung dengan perbankan. “Peraturan ini tengah dibahas, kita targetkan sebelum akhir tahun ini bisa selesai,” kata Teten kepada wartawan usai mengisi Lokakarya yang bertajuk “Membuka Kesuksesan dan Keberlanjutan: Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Startup dengan Penguasaan Strategi yang Relevan”, Rabu (27/3), di Gedung TILC Sekolah Vokasi UGM.

Menteri Teten menyebutkan ada sekitar 65 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia, namun hanya 20 persen saja yang mendapat penyaluran kredit dari perbankan. Berbeda dengan negara Korea yang pembiayaan untuk UMKM sudah mencapai 80 persen. Sementara India dan Cina sudah di atas 60 persen untuk UMKM mendapat kredit dari perbankan. “Kredit perbankan ke UMKM kita masih di angka 20 persen bahkan tahun kemarin turun 18 persen,” ujarnya.

Menurut Teten salah satu persoalan terbesar pelaku UMKM di Indonesia adalah soal kendala akses pembiayaan akibat perbankan masih menggunakan syarat kredit collateral atau menggunakan sistem agunan. Sementara para pelaku UMKM kebanyakan tidak memiliki agunan. “Pihak bank masih menggunakan agunan, sementara UMKM tidak punya. Kami sedang pengusulan baru lewat pendekatan kredit scoring sehingga perlu perubahan di peraturan OJK,” katanya.

Sepengetahuan Teten, sebenarnya perbankan sudah menyalurkan kredit tanpa agunan kepada pelaku usaha UMKM melalui kerja sama dengan fintech. “Hari ini bank menyalurkan kredit kerja sama lewat fintech, belum secara langsung,” tandasnya.

Untuk memuluskan peraturan OJK menurut Teten, hanya perlu mengubah mindset bagi direksi perbankan di tanah air. Sebab jika tidak berubah maka potensi pasar yang besar ini akan dimanfaatkan oleh industri keuangan yang lain seperti fintech.

Soal pengganti agunan dengan sistem kredit skor maka rekam jejak keuangan ini bisa diperoleh dari catatan pembayaran listrik maupun biaya untuk komunikasi yang dikeluarkan setiap bulannya. “Ada 140 negara menggunakan kredit skor,” katanya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K)., Ph.D., mengatakan sektor UMKM memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional karena mampu bertahan saat diterpa krisis moneter dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. “Kontribusi UMKM bagi ekonomi nasional sangat luar bisa. Kemampuan dari sisi fleksibilitas, daya tahan, dan kreativitas ternyata membuat UMKM mampu menghadapi setiap goncangan ekonomi,” katanya.

Program penguatan UMKM melalui kerja sama perguruan tinggi dan industri, diakui Rektor mampu memperkuat kapasitas  UMKM untuk naik kelas, bisa membantu memfasilitasi UMKM agar mendapat akses pembiayaan, serta mampu mendorong munculnya wirausahawan muda yang nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Direktur Pengembangan Kedutaan Besar Inggris, Amanda McLoughlin, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dalam mendukung ekosistem startup di Indonesia dengan beragam perspektif dan keahlian. Bahkan pihaknya juga memberikan praktik terbaik dalam program inkubator startup untuk mendukung pengembangan bisnis di tahap awal. Hal ini berfungsi sebagai katalis pertumbuhan, memberikan dukungan, bimbingan, akses terhadap jaringan dan infrastruktur yang disesuaikan bagi bisnis startup.

“Dengan memanfaatkan keahlian institusi seperti Cambridge University dan MIT, kami dapat memastikan bahwa startup menerima pelatihan dan bimbingan kelas dunia, sehingga menempatkan mereka pada jalur menuju kesuksesan,” paparnya.

Ia sepakat bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri, seperti yang kita lakukan saat ini, berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Sebab dengan menggabungkan penelitian mutakhir dan penerapan di dunia nyata, dapat memberdayakan wirausahawan untuk menerjemahkan ide-ide mereka menjadi bisnis yang layak yang mendorong kemakmuran ekonomi dan berdampak secara sosial. “Berwirausaha bukan sekedar pilihan karier, tapi sebuah panggilan. Sebuah panggilan untuk membentuk masa depan, memberikan dampak jangka panjang, dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” jelasnya.

Mantan Dirjen Diktiristek, Kemendikbudristek RI,  Prof. Nizam, mengatakan program MIT REAP bertujuan untuk membantu penguatan kapasitas UMKM dan startup di Indonesia. Implementasi program sudah dimulai di pulau Jawa, tapi nantinya akan diperluas ke sub regional lainnya seperti bali, Sulawesi dan Sumatera.  “Kita harapkan UMKM dan startup lewat program ini diharapkan bisa naik kelas dengan mengadopsi teknologi inovasi,” katanya.

Project Manager MIT REAP, Marina Kusumawardhani, mengatakan salah satu kunci untuk menjadi negara maju bukan dari sisi jumlah pelaku UMKM atau wirausahananya namun kemampuan dalam penguasaan inovasi teknologi. Oleh karena itu, program kolaborasi untuk mendorong ekosistem usaha berbasis inovasi sangat diperlukan. “Untuk menjadi negara maju, rahasianya adalah inovasi teknologi. Program yang kita lakukan ini untuk meningkatkan kualitas UMKM dan startup di Indonesia,“ pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Menkop Teten Targetkan Aturan Kredit Tanpa Agunan UMKM Rampung Tahun ini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menkop-teten-targetkan-aturan-kredit-tanpa-agunan-umkm-rampung-tahun-ini/feed/ 0