Sinergi UGM dan Kagama Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sinergi-ugm-dan-kagama/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 11 Nov 2024 07:28:27 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Musik Tradisional Karawitan Jawa Menggema di New York University https://ugm.ac.id/id/berita/musik-tradisional-karawitan-jawa-menggema-di-new-york-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/musik-tradisional-karawitan-jawa-menggema-di-new-york-university/#respond Thu, 07 Nov 2024 08:00:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72584 Indonesia Cultural Day untuk pertama kalinya digelar di New York University pada Jumat (1/11) silam. Gelaran bertajuk ‘This is Indonesia’ ini terlaksana atas kerja sama mahasiswa Indonesia di New York University dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York. Kagama Karawitan yang langsung didatangkan dari Jakarta, Indonesia juga turut memeriahkan acara yang berlangsung di Eisner […]

Artikel Musik Tradisional Karawitan Jawa Menggema di New York University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia Cultural Day untuk pertama kalinya digelar di New York University pada Jumat (1/11) silam. Gelaran bertajuk ‘This is Indonesia’ ini terlaksana atas kerja sama mahasiswa Indonesia di New York University dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York. Kagama Karawitan yang langsung didatangkan dari Jakarta, Indonesia juga turut memeriahkan acara yang berlangsung di Eisner & Lubin Auditorium, New York University. Sejumlah 13 penampil yang terbagi menjadi penabuh gamelan sejumlah 9 orang dan swarawati sejumlah 4 orang, menghibur audiens dengan memainkan beberapa tembang, mulai dari Caping Gunung ciptaan Gesang, Prau Layar ciptaan Ki Narto Sabdo, Mars 45 ciptaan Ir. Soekarno, dan Sesanti Gadjah Mada. Tidak lupa tembang-tembang nasional juga ikut dimainkan, seperti Tanah Air, Dari Sabang Sampai Merauke, Hallo-Halo Bandung, Warung Pojok, yang kemudian diakhiri dengan Jogja Istimewa.

Pada kesempatan tersebut, Kagama Karawitan mengangkat konsep cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Semua penampil mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah untuk menggambarkan keberagaman Indonesia. Pementasan ini sejalan dengan misi budaya yang diemban Kagama Karawitan, yaitu mengenalkan budaya Indonesia khususnya musik tradisional Karawitan Jawa ke generasi muda Indonesia yang sedang menjalani perkuliahan di New York University, serta akademisi dari berbagai penjuru dunia dan masyarakat internasional yang hadir di Indonesia Cultural Day saat itu. “Tentunya kami ingin melestarikan budaya dan menggelorakan ‘Mari Cintai Budaya Indonesia’,” tutur Ketua Kagama Karawitan, Swasti Atika.

Swasti bercerita, antusiasme mahasiswa internasional maupun diaspora sangatlah tinggi, terlihat dari jumlah kehadiran peserta sebanyak 700 orang. Banyak peserta yang mengaku baru pertama kalinya melihat dan mendengar gamelan secara langsung. Mereka menyatu dalam kegembiraan dan ikut bergerak mengikuti irama ketika tetembangan dimainkan. “Terima kasih KJRI New York, New York University, dan teman-teman yang ikut tampil dengan semangat tinggi untuk menyiapkan acara ini,” ujar Swasti. Ia berharap dengan adanya pementasan ini masyarakat global semakin mengenal Indonesia.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi, memberikan respon positif terhadap pementasan Kagama Karawitan. Ia berujar, KJRI sangat antusias dengan kolaborasi yang terjadi untuk mengenalkan Indonesia melalui seni karawitan ke masyarakat internasional. “Melalui festival ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap seni dan budaya Indonesia di panggung dunia dan meningkatkan branding Indonesia di luar negeri,” tutupnya.

Sebagai informasi, Kagama Karawitan merupakan komunitas alumni Universitas Gadjah Mada yang dibentuk pada 7 September 2019. Memiliki keinginan untuk melestarikan seni budaya bangsa melalui seni musik tradisional, Kagama Karawitan telah banyak mengikuti berbagai acara di Yogyakarta, seperti Munas Kagama 2019 di Bali, Dies Natalis UGM 2019, 2022, dan 2023, Titik Nol 2019, serta UMKM Days 2022. Mereka juga telah melakukan pentas di luar Yogyakarta, di antaranya Festival Kota Lama Semarang 2022, Fun Walk & Food Festival KAFEGAMA 2023 Jakarta, Reuni Akbar KATSAGAMA 2023 Jakarta, Reuni Akbar KAFISPOLGAMA 2023 Jakarta. Masih di tahun 2023, Kagama Karawitan juga terlibat dalam pementasan di Republik Ceko untuk memeriahkan Resepsi Diplomatik KBRI Praha.

Penulis.  : Triya Andriyani

Foto       :  Dok. Kagama Karawitan

Artikel Musik Tradisional Karawitan Jawa Menggema di New York University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/musik-tradisional-karawitan-jawa-menggema-di-new-york-university/feed/ 0
UGM dan Kagama Perkuat Pengabdian Melalui Riset dan KKN https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kagama-perkuat-pengabdian-melalui-riset-dan-kkn/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kagama-perkuat-pengabdian-melalui-riset-dan-kkn/#respond Sun, 27 Oct 2024 01:52:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72134 Universitas Gadjah Mada dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sepakat memperkuat sinergi dan menghasilkan ide-ide inovatif dan program berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan nasional. Pasalnya, peran alumni menjadi salah satu cara guna memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu untuk mendorong kerja sama dengan jejaring Kagama di daerah untuk mampu melahirkan […]

Artikel UGM dan Kagama Perkuat Pengabdian Melalui Riset dan KKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sepakat memperkuat sinergi dan menghasilkan ide-ide inovatif dan program berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan nasional. Pasalnya, peran alumni menjadi salah satu cara guna memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu untuk mendorong kerja sama dengan jejaring Kagama di daerah untuk mampu melahirkan inisiasi dan menjangkau masyarakat khususnya daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D menyebutkan, sinergi Kagama dan UGM memberikan banyak manfaat bagi satu sama lain. Berbagai program yang telah dicanangkan melalui kolaborasi berhasil meningkatkan inklusivitas pendidikan. “Alumni merupakan tulang punggung universitas. Kalau kita melihat program KKN sampai di 35 provinsi, tentunya itu ada karena jejaring dengan Kagama,” tutur Ova workshop Sinergi UGM dan Kagama bertajuk “ Pemetaan dan Penguatan Kolaborasi Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi”,Sabtu (26/10), di ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM.

Ova menegaskan UGM secara konsisten terus memperluas jaringan untuk menjangkau masyarakat di daerah, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Di bidang pengabdian, lewat program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM setiap tahunnya mengirimkan ribuan mahasiswa tidak hanya untuk belajar, namun juga memperkuat sinergi dengan Kagama di daerah. Keberadaan alumni di daerah memiliki informasi dan pengetahuan lebih mengenai kebutuhan masyarakat sekitar. “Saya kira muncul di situ peran riil Kagama dalam menyelesaikan masalah masalah lokal. Jadi model dan sistem lokasi KKN dengan Kagama ini perlu kita kuatkan,” tambah Ova.

Selain itu, diseminasi riset dan proyek-proyek pemberdayaan masyarakat juga terus digalakkan untuk meningkatkan peran kampus bagi masyarakat. Apalagi program KKN-PPM UGM sendiri memiliki fokus utama menyelesaikan masalah masyarakat berbasis lokal dan kultur setempat. Diakui Ova, ada dua tema besar utama yang dibawa dalam KKN-PPM UGM adalah penguatan ketahanan pangan dan perubahan iklim. “Diperlukan inisiasi KAGAMA dan UGM untuk memahami lebih jauh tentang basis masalah di daerah tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Umum I Kagama, Dr. (H.C.) Budi Karya Sumadi turut mendukung penguatan kolaborasi UGM, Kagama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, universitas harus aktif dalam mengembangkan pendidikan dan pengabdian masyarakat, mulai dari riset hingga publikasi. Publik, kata Budi, harus lebih mengenal UGM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berkualitas, namun juga membuka akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat seluas-luasnya. “Kedalaman kolaborasi ini harus dipikirkan. Pengembangan, diskusi, dan peningkatan reputasi. Hal ini memang perlu eskalasi. Banyak pemikiran yang belum terpikirkan dan itu bisa dikembangkan,” terang Budi.

Ia juga menyebut bagaimana kolaborasi dengan Kagama banyak membantu kesempatan dan keberlanjutan pembelajaran bagi mahasiswa, seperti program beasiswa Kagama, Gadjah Mada Peduli, dan program orang tua asuh UGM yang telah berhasil meluluskan ratusan alumni.

Untuk membuka akses pada pengetahuan yang dihasilkan oleh para dosen UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., selaku Direktur Pusat Kajian dan Inovasi Akademik UGM, mengatakan UGM telah meluncurkan platform pembelajaran daring ugmonline.id berisi konten pembelajaran yang telah dikemas oleh dosen UGM untuk masyarakat. “Tidak hanya untuk mahasiswa, namun UGM juga ingin membuka akses pendidikan bagi masyarakat. Kita meluncurkan Program UGM Online. Artinya kita tidak di zamannya lagi mereka yang bisa akses UGM itu mereka yang berafiliasi dengan UGM. Harapannya para alumni juga bisa bergabung dalam platform ini,” ucap Hatma.

Hatma menyebutkan terdapat 117 course yang dipublikasikan. Ia mengajak para alumni UGM yang sudah berpengalaman dan profesional di bidangnya masing-masing dapat bergabung untuk mengembangkan konten pembelajaran secara praktik dan profesional.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tom Blero/Kagama.id

Artikel UGM dan Kagama Perkuat Pengabdian Melalui Riset dan KKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kagama-perkuat-pengabdian-melalui-riset-dan-kkn/feed/ 0