seni Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/seni/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 05 Mar 2024 09:26:08 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 GIK dan Erasmus Huis Yogyakarta Gelar Kolaborasi Musik Nusantara Beat Indonesian Tour https://ugm.ac.id/id/berita/gik-dan-erasmus-huis-yogyakarta-gelar-kolaborasi-musik-nusantara-beat-indonesian-tour/ https://ugm.ac.id/id/berita/gik-dan-erasmus-huis-yogyakarta-gelar-kolaborasi-musik-nusantara-beat-indonesian-tour/#respond Tue, 05 Mar 2024 09:26:08 +0000 https://ugm.ac.id/gik-dan-erasmus-huis-yogyakarta-gelar-kolaborasi-musik-nusantara-beat-indonesian-tour/ Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK), super creative hub terbesar di Asia Tenggara menyelenggarakan acara musik perdana bertajuk Nusantara Beat Indonesian Tour. Berkolaborasi dengan Erasmus Huis, Forum Musik Fisipol (FMF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, dan Warta Jazz, Nusantara Beat Indonesian Tour sebagai bentuk komitmen GIK dalam menyatukan antara kampus […]

Artikel GIK dan Erasmus Huis Yogyakarta Gelar Kolaborasi Musik Nusantara Beat Indonesian Tour pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK), super creative hub terbesar di Asia Tenggara menyelenggarakan acara musik perdana bertajuk Nusantara Beat Indonesian Tour. Berkolaborasi dengan Erasmus Huis, Forum Musik Fisipol (FMF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, dan Warta Jazz, Nusantara Beat Indonesian Tour sebagai bentuk komitmen GIK dalam menyatukan antara kampus dan industri di kancah nasional maupun internasional.

Acara inipun menjadi bagian dari rangkaian acara menuju peluncuran resmi GIK. Nusantara Beat Indonesian Tour bukan sekadar konser musik, tetapi sebagai perwujudan esensi GIK yang menggabungkan seni, budaya, sains, dan teknologi.

“Rangkaian acara ini tidak hanya mengajak pengunjung untuk mengenal lingkungan kampus UGM, tetapi juga membangun semangat kolaborasi yang lebih mendalam,” jelas Garin Nugroho, Chief Program Officer GIK.

Pertunjukan Musik, Workshop, dan Diskusi Acara Nusantara Beat Indonesian Tour berlangsung di Selasar Barat FISIPOL UGM pada hari Senin, (4/3). Dimulai dengan workshop dan diskusi pada pukul 10.00, acarapun ditutup dengan konser musik pada pukul 19.00, dan secara keseluruh rangkaian acara ini gratis bagi seluruh pengunjung.

Nusantara Beat adalah grup musik berbasis di Amsterdam yang terdiri dari enam musisi dengan akar budaya Indonesia yang kuat. Mereka menghadirkan sentuhan kontemporer pada musik tradisional Nusantara melalui lagu-lagu psychedelic-folk yang menghanyutkan.

Sebagai bagian dari diaspora Indonesia, mereka berperan penting dalam diplomasi budaya, mewakili ragam kesenian nusantara. Grup ini telah tampil di berbagai venue dan festival musik bergengsi di Eropa, menunjukkan kekayaan dan keragaman musik Indonesia kepada dunia.

Menurut Garin Nugroho lebih dari hiburan dan merupakan kolaborasi multidisiplin dan inspirasi kreatif. Nusantara Beat Indonesian Tour bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga upaya GIK sebagai super creative hub dalam menghadirkan kolaborasi multidisiplin, memperkaya khazanah musik, dan membawa pengetahuan baru hasil dari diaspora Indonesia di dunia internasional.

“Ini semangat GIK Menyapa, tidak hanya menjadi perkenalan, tetapi juga awal dari perjalanan GIK yang menginspirasi dalam membangun pemimpin masa depan yang kreatif, inovatif, kolaboratif, inklusif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat”, terangnya.

Erasmus Huis merasa senang bisa berkolaborasi dengan GIK. Yogyakarta disebutnya sebagai kota dengan warisan budayanya yang kaya dan komunitas pelajar muda yang antusias untuk seni.

“Ini menjadi wadah yang ideal untuk Nusantara Beat. Besar harapan kami agar perpaduan unik antara akar musik Belanda dan akar musik Indonesia dapat menginspirasi masyarakat lokal untuk lebih mengeksplorasi musik dan budaya Indonesia,” kata Nicolaas de Regt, Direktur Erasmus Huis.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel GIK dan Erasmus Huis Yogyakarta Gelar Kolaborasi Musik Nusantara Beat Indonesian Tour pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gik-dan-erasmus-huis-yogyakarta-gelar-kolaborasi-musik-nusantara-beat-indonesian-tour/feed/ 0
CPMH UGM Gelar Pertunjukan Seni untuk Advokasi Kesehatan Mental https://ugm.ac.id/id/berita/cpmh-ugm-gelar-pertunjukan-seni-untuk-advokasi-kesehatan-mental/ https://ugm.ac.id/id/berita/cpmh-ugm-gelar-pertunjukan-seni-untuk-advokasi-kesehatan-mental/#respond Wed, 21 Feb 2024 06:14:12 +0000 https://ugm.ac.id/cpmh-ugm-gelar-pertunjukan-seni-untuk-advokasi-kesehatan-mental/ Center for Public Mental Health (CPMH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pertunjukan seni bertajuk  A Visual Symphony for Mental Health di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (15/2). Bekerja sama dengan jaringan Arts for Mental Health Advocacy (AMHA), pertunjukan ini merupakan upaya CPMH dalam mengadvokasi kesehatan mental melalui seni. AMHA sendiri merupakan kolaborasi penelitian antara […]

Artikel CPMH UGM Gelar Pertunjukan Seni untuk Advokasi Kesehatan Mental pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Center for Public Mental Health (CPMH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pertunjukan seni bertajuk  A Visual Symphony for Mental Health di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (15/2). Bekerja sama dengan jaringan Arts for Mental Health Advocacy (AMHA), pertunjukan ini merupakan upaya CPMH dalam mengadvokasi kesehatan mental melalui seni.

AMHA sendiri merupakan kolaborasi penelitian antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Warwick, Universitas Essex, Universitas Ghana, dan Universitas Middlesex London. Sebanyak 500 undangan menghadiri pertunjukan ini.

Mereka yang hadir diantaranya perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dosen, praktisi, seniman, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Tokoh-tokoh kesehatan mental dari Ghana dan United Kingdom turut juga hadir disini, Prof. Erminia Colucci, Dr. Ursula Read, Dr. Lily Kpobi, Dr. Sarah Dorgbadzi, Esenam Drah, James Leadbitter, dan Zelda Solomon.

“Berawal dari CPMH kita mengenal AMHA, sebuah jejaring yang ingin menjadikan seni sebagai media untuk mempromosikan kesehatan mental. Kesehatan mental adalah salah satu isu yang menjadi prioritas di Fakultas Psikologi UGM, karenanya kami berharap kolaborasi ini akan terus berjalan sehingga dapat semakin berkembang dan berguna bagi masyarakat,” ucap Dr. Wenty Marina Minza, M.A, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi UGM.

Bagi Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D selaku direktur CPMH kehadiran dari banyak penonton menunjukkan bahwa kesejahteraan lahir batin masyarakat Indonesia harus terus diperjuangkan. Menurutnya, kesehatan mental adalah hal yang tidak dapat terpisahkan dari kesehatan fisik.

“Kita perlu intens memperhatikan sebagaimana kita memedulikan kesehatan fisik. Acara ini menjunjung tinggi motto CPMH, mental health is everyone business,” ujarnya.

Dr. Ursula Read, peneliti Universitas Essex United Kingdom, mengakui dan tidak menampik kenyataan masyarakat Ghana dan Indonesia masih mendiskriminasi individu dengan penyakit mental. Karenanya sangat berharap melalui AMHA bisa membawa manusia ke arah perubahan dan mau bercerita tentang bagaimana mereka melawan stereotip dan diskriminasi terhadap penyakit mental di lingkungannya

“Kita akan bisa mendengar berbagai kisah bagaimana masyarakat Ghana dan Indonesia masih mendiskriminasi individu dengan penyakit mental. Kami berharap jaringan AMHA akan menjangkau lebih dari Ghana dan Indonesia untuk membawa manusia ke arah perubahan dan menceritakan cerita baru tentang bagaimana mereka melawan stereotip dan diskriminasi terhadap penyakit mental di lingkungan sosial tempat mereka tinggal,” ucapnya.

Dr. Lily Kpobi meyampaikan pengalamannya selama menjalankan projek ini. Bagaimana ia mempelajari cara-cara untuk mengekspresikan diri melalui seni kreatif.

“Saya merasa takjub karena ada begitu banyak kesamaan antara Ghana dan Indonesia,” terangnya.

Sedangkan seniman asal United Kingdom yang tergabung dalam AMHA, James Leadbitter menyampaikan pengalamannya berjuang dengan kondisi mental selama 27 tahun, dan selama 15 tahun di antaranya menekuni dunia seni terkait kesehatan mental.

“Saya suka membuat aktivitas terkait kesehatan mental, karena terkadang lingkungan sosial menilai kita berdasarkan bagaimana orang lain melihat kekurangan, sakit, dan disabilitas yang kita miliki”, tuturnya.

Pertunjukan soundscape yang diiringi oleh teater gerak menjadi pembuka pada sesi pentas seni. Dilanjutkan dengan dialog pengalaman penyintas gangguan jiwa yang dibacakan oleh Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog dan Dr. Sarah Dogbadzi.

Selanjutnya, penonton menikmati sajak puisi dari Kwadwo Kwarteg sekaligus vidio persembahan dari youtuber asar Ghana, Esenam. Tidak kalah menarik, pertunjukan monolog penuh emosi ditampilkan oleh tujuh penyintas gangguan jiwa.

Pertunjukan ditutup dengan menyanyi bersama lagu berjudul “Nada Jiwa” oleh anggota AMHA. Sebagai akhir dari kegiatan International Arts Performance:  A Visual Symphony for Mental Health dilakukan pemutaran film Harmoni: Healing Together.

Penulis : Relung Fajar Sukmawati

Edit : Agung Nugroho

 

MBKM

IKU 7 Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif

Artikel CPMH UGM Gelar Pertunjukan Seni untuk Advokasi Kesehatan Mental pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cpmh-ugm-gelar-pertunjukan-seni-untuk-advokasi-kesehatan-mental/feed/ 0