Sekolah Pascasarjana UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sekolah-pascasarjana-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 17 Oct 2024 09:00:13 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 SPs UGM Rilis Capaian Ratusan Publikasi Internasional https://ugm.ac.id/id/berita/sps-ugm-rilis-capaian-ratusan-publikasi-internasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/sps-ugm-rilis-capaian-ratusan-publikasi-internasional/#respond Thu, 17 Oct 2024 09:00:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71783 Fakultas Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah memperingkati Dies Natalisnya ke-41, Kamis(17/10), di Auditorium Lt.5  Gedung Pascasarjana. Dalam pidato laporan Dekan SPs, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D. menyampaikan berbagai hasil capaian yang telah diraih SPs UGM selama setahun terakhir. Siti menyampaikan bahwa setahun belakangan ini Fakultas Sekolah Pascasarjana telah menghasilkan sejumlah 298 publikasi yang terdiri […]

Artikel SPs UGM Rilis Capaian Ratusan Publikasi Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah memperingkati Dies Natalisnya ke-41, Kamis(17/10), di Auditorium Lt.5  Gedung Pascasarjana. Dalam pidato laporan Dekan SPs, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D. menyampaikan berbagai hasil capaian yang telah diraih SPs UGM selama setahun terakhir.

Siti menyampaikan bahwa setahun belakangan ini Fakultas Sekolah Pascasarjana telah menghasilkan sejumlah 298 publikasi yang terdiri dari 122 karya publikasi tingkat nasional dan 176 karya publikasi internasional.  Karya publikasi yang dihasilkan tersebut berupa Book Chapter, Buku, Jurnal, HKI, dan Prosiding. “Jumlah karya publikasi terbanyak diraih pada Jurnal. Sementara itu jumlah publikasi tingkat internasional lebih banyak jika dibandingkan dengan publikasi tingkat nasional,” jelas Siti.

Untuk kolaborasi internasional, Siti menjelaskan bahwa untuk saat ini pencapaian UGM di kancah internasional bisa dibilang cukup membanggakan Pasalnya, Fakultas Sekolah Pascasarjana berhasil menjalin kerjasama internasional dengan berbagai Universitas dari berbagai negara, beberapa diantaranya adalah National Cheng Chi University, University of Dundee, Universiti Teknologi MARA, dan Universitas Girona.

Selain itu, mahasiswa dari Sekolah Pascasarjana juga berhasil mendapatkan berbagai prestasi di bidang-bidang yang berbeda. Beberapa diantaranya adalah Suci Dwi Monda yang berhasil mendapat Peringkat 3 dalam ANGEL International Innovation Competition yang berlangsung di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Azmi Zaki Waliudin Althaf yang terpilih untuk mengikuti program traineeship di University of Helsinki serta Melania Hanny yang terpilih untuk menjadi Peserta International Training Course “Karst & Climate Change” di China yang diselenggarakan oleh International Research Center on Karst (IRCK) “Reputasi SPs pada kancah internasional terbilang sangat membanggakan. Berbagai aktivitas dan prestasi banyak ditorehkan oleh segenap civitas akademika SPs pada tingkat internasional,” katanya.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Prof. Dr. Ahmad Maryudi yang merupakan seorang World’s Top 2% Scientist dalam pidato orasi ilmiahnya menyampaikan akan pentingnya peranan riset ilmiah sebagai pondasi dari knowledge-based economy dan merupakan sebuah aspek yang penting dalam mencapai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi  yang selanjutnya akan menjadi pilar fundamental bagi pembangunan negara.

Akan tetapi dalam praktiknya, peneliti terkadang mengalami hambatan dalam pengembangan risetnya terutama dalam hal pendanaan yang berimbas pada minimnya peralatan yang memadai sehingga data yang digunakan kurang berkualitas. “Pada akhirnya simpulan yang dibuat menjadi kurang akurat,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, untuk mengatasi problematika pengembnagan riset dan publikasi ini, kampus membutuhkan  model kepemimpinan yang inovatif yang mampu memfasilitasi transformasi, dan mempermudah peneliti dalam pelaksanaan riset mereka. “Untuk mendorong keunggulan riset, diperlukan model kepemimpinan yang inovatif yang mampu memfasilitasi transformasi, keluar dari tradisi-tradisi yang mengekang. Kampus harus berani mengambil resiko untuk menangkap kesempatan, dengan menciptakan keluwesan dalam pengelolaan perguruan tinggi,” Ungkap Ahmad.

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel SPs UGM Rilis Capaian Ratusan Publikasi Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sps-ugm-rilis-capaian-ratusan-publikasi-internasional/feed/ 0
Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/#respond Sat, 10 Aug 2024 11:36:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69202 Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera. Guru Besar […]

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera.

Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., menyatakan penyuluhan di Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai efektivitas yang optimal. Tantangan utama yaitu keterbatasan akses dan infrastruktur, mengingat di beberapa daerah, terutama yang terpencil atau terisolasi, akses terhadap penyuluhan sering kali terbatas karena infrastruktur yang kurang memadai. “Terbatasnya infrastruktur membuat sulitnya mencapai masyarakat yang membutuhkan penyuluhan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa yang besar, ini bisa menjadi tantangan dalam menyampaikan pesan penyuluhan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan pemahaman yang berbeda”, katanya pada Seminar Nasional Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan yang bertajuk Transformasi Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komunikasi Pembangunan dalam Penyiapan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas, di UC UGM, Kamis (8/8).

Sunaru mengungkapkan penyuluh terkadang harus mencakup wilayah yang luas dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Sementara mengubah perilaku masyarakat seringkali merupakan tantangan yang besar dalam penyuluhan. Beberapa masyarakat bahkan mungkin memiliki praktik atau kebiasaan tertentu yang begitu sulit untuk diubah meski telah diberikan informasi yang memadai. “Tingkat literasi yang rendah dan kurangnya akses terhadap pendidikan formal juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi yang efektif. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah mungkin kesulitan dalam memahami pesan-pesan penyuluhan yang disampaikan dalam bentuk tulisan maupun media cetak lainnya”, ungkapnya.

Seminar Nasional yang diselenggarakan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Magister dan Doktoral Sekolah Pascasarjana UGM dalam rangka purna tugas Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S, ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Staf Khusus Menko PMK RI selaku Keynote speech, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek (daring) dan Dr. Ramadani Saputra, S.ST., M.EP., selaku Ketua Kelompok Penyelenggara Penyuluhan.

Ravik Karsidi menyampaikan komunikasi pembangunan berbasis data menjadi hal sangat penting saat ini. Sudah seharusnya pihak terkait memanfaatkan data dan informasi yang akurat dan terpercaya untuk mendukung komunikasi pembangunan yang efektif. Pengumpulan, analisis, dan penyajian data yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan dan membangun kesadaran masyarakat tentang isu-isu pembangunan sangat perlu untuk dilakukan.

Penyuluhan atau pemberdayaan  Masyarakat, menurutnya, sudah seharusnya beradaptasi  dengan dengan kemajuan teknologi digital. Percepatan Pembangunan infrastruktur teknologi informasi menjadi prasyarat utama untuk peningkatan kualitas pembelajaran  dan akses. “Penyuluhan harus mengubah pendekatan pembelajaran kearah student Student Centered Learning. Konten pembelajaran menjadi public domain dan teknologi informasi memungkinkan percepatan untuk penguasaan materi pembelajaran,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/feed/ 0
Semiloka Surat Cinta Dari Bulaksumur Mewarnai Peringatan 30 Tahun Perjalanan Puspar UGM https://ugm.ac.id/id/berita/semiloka-surat-cinta-dari-bulaksumur-mewarnai-peringatan-30-tahun-perjalanan-puspar-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/semiloka-surat-cinta-dari-bulaksumur-mewarnai-peringatan-30-tahun-perjalanan-puspar-ugm/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:59:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67789 Semiloka bertema Surat Cinta dari Bulaksumur: Membangun Masa Depan Pariwisata Indonesia yang Tangguh, Berdaulat, dan Bertanggung jawab menandai Peringatan Dies Natalis Pusat Studi Pariwisata UGM ke-30. Semiloka digelar sebagai wujud perjalanan 30 tahun Puspar UGM berdiri dan kedepannya untuk  terus menelurkan gagasan sebagai bentuk kontribusinya bagi perkembangan kepariwisataan Indonesia agar semakin lebih baik. “Surat cinta […]

Artikel Semiloka Surat Cinta Dari Bulaksumur Mewarnai Peringatan 30 Tahun Perjalanan Puspar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Semiloka bertema Surat Cinta dari Bulaksumur: Membangun Masa Depan Pariwisata Indonesia yang Tangguh, Berdaulat, dan Bertanggung jawab menandai Peringatan Dies Natalis Pusat Studi Pariwisata UGM ke-30. Semiloka digelar sebagai wujud perjalanan 30 tahun Puspar UGM berdiri dan kedepannya untuk  terus menelurkan gagasan sebagai bentuk kontribusinya bagi perkembangan kepariwisataan Indonesia agar semakin lebih baik.

“Surat cinta dipilih sebagai sebuah ungkapan perasaan rasa cinta yang begitu mendalam bagi perkembangan pariwisata di Indonesia,” ujar Kepala Puspar UGM Dr. Muhamad Yusuf, M.A., di Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (23/7).

Muhamad Yusuf menuturkan berita gembira saat ini mengiringi langkah Indonesia di kancah pariwisata global yang mencatatkan diri pada peringkat 22 menurut Travel Tourism Development Index. Capaian ini meningkat dari sebelumnya yang berada di peringkat 32 dunia.

Dengan capaian yang luar biasa tersebut bukan berarti pariwisata tanpa tantangan. Masih banyak permasalahan yang mengiringi perjalanan kepariwisataan Indonesia, dan ini perlu mendapat perhatian serius dan solusi komprehensif dalam menghadapinya.

“Dari titik berangkat inilah membuat Puspar UGM merasa perlu mengirimkan ungkapan rasa cintanya melalui kegiatan yang bertajuk Surat Cinta dari Bulaksumur Membangun Masa Depan Pariwisata Indonesia yang Tangguh, Berdaulat dan Bertanggung jawab,” papar Yusuf.

Yusuf juga menambahkan bila “surat cinta” akan berbentuk policy brief,  paper (makalah) yang agak panjang serta buku.  “Para tamu yang hadir di sini, jika ingin menyumbangkan satu chapter tulisan bisa kami tampung dan terbitkan dalam bentuk buku untuk melengkapi tulisan yang sudah ada ini,” tambahnya.

Dalam semiloka ini, Puspar UGM menghadirkan para pemikir utamanya untuk berbagi perspektif dalam dua sesi utama dimana pada sesi pertamanya menghadirkan Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si. yang menyoroti kebijakan pariwisata pada masa transisi pemerintahan dimana sejauh mana prioritas kebijakan politik dan ekonomi akan berpengaruh terhadap arah kebijakan pariwisata Indonesia. Senada dengan pembicara sebelumnya, Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto mengulas tantangan pelestarian dan konservasi yang perlu dilakukan di destinasi dengan paradigma pertumbuhan ekonomi yang masih begitu kuat. Sementara, Prof. Tri Kuntoro Priambodo, membahas sisi gelap digitalisasi yang selama ini selalu diagung-agungkan sebagai salah satu alat pertumbuhan pariwisata, hanya saja keberadaannya juga menimbulkan sisi gelap berupa kejahatan siber yang siap mengintai. Di sisi lain, Prof. Dr. Muhammad Baiguni, M.A., mengingatkan bahwa ada ancaman nyata lain seperti perubahan iklim dan dampak yang menyertainya bagi ekosistem kepariwisataan Indonesia dan juga strategi menghadapinya agar dapat berjalan dengan seimbang.

Sesi kedua menghadirkan Bobby Ardiyanto Setyo Adji sebagai perwakilan GIPI DIY yang membahas mengenai kondisi industri pariwisata yang masih rapuh terhadap ancaman globalisasi dan pasar yang terus menekan. Ia memberikan gambaran berdasarkan informasi yang faktual mengenai bagaimana industri dapat terus berkembang dalam menghadapi tantangan tersebut. Di sisi lain, Dr. Wiwik Sushartami mencoba menguraikan juga kesenjangan dunia pendidikan pariwisata dengan relasinya terhadap dunia industri serta bagaimana cara mengurai kesenjangan tersebut yang dapat menjawab tantangan dari industri.

Dr. rer. Pol. Dyah Widyastuti membahas mengenai bagaimana masifnya pertumbuhan destinasi pariwisata yang berusaha untuk mengejar pertumbuhan demand yang semakin naik sehingga menyebabkan pertumbuhan di destinasi menjadi tidak terkendali dan diskusi mengenai pariwisata hijau menjadi tertinggal. Sesi inipun ditutup oleh Dr. Hendrie Adji Kusworo yang menyuarakan mengenai pentingnya penguatan peran komunitas dalam pembangunan pariwisata, sejauh mana peran tersebut diamati dan bagaimana strategi kedepan komunitas ini dapat menjadi pemain utama penggerak pariwisata Indonesia dan tidak hanya menjadi penonton saja.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Semiloka Surat Cinta Dari Bulaksumur Mewarnai Peringatan 30 Tahun Perjalanan Puspar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/semiloka-surat-cinta-dari-bulaksumur-mewarnai-peringatan-30-tahun-perjalanan-puspar-ugm/feed/ 0
Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/ https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:56:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67773 Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM. Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur […]

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM.

Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur Utama PT. Pelni untuk berbagi pengalaman kepada 991 lulusan Program Pascasarjana UGM.

“Saya berharap semuanya senang dan tersenyum karena akan diwisuda. Senang karena mereka yang berdinas lega bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditugaskan untuk belajar. Demikian juga yang disekolahkan oleh orang tuanya bisa membuktikan bisa menyelesaikan lulus Program Pascasarjana,” katanya.

Tri Andyani pun mengaku sebagian keberhasilan perjalanan kariernya dikarenakan dirinya menjadi salah satu alumni Universitas Gadjah Mada. Suka tidak suka, sebagian perjalanannya karena peran alumni yang memberi perhatian khusus di lapangan.

UGM saat ini, disebutnya selalu menjadi tiga besar perguruan tinggi di Indonesia. Karenanya sudah selayaknya jika lulusan UGM diapresiasi di lingkungan pekerjaan.

“Di semua jurusan, kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Secara usia, UGM senior sebagai Perguruan Tinggi Negeri dibanding yang lain, dan membuat kita para alumni UGM diapresiasi,” ucapnya.

Tri Andayani mengawali karier di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selama 15 tahun (2000-2015). Ia mengaku tidak punya siapa-siapa, tidak punya ordal (orang dalam).

Meski begitu ia berkeyakinan bahwa dalam berkarir seseorang harus yakin mau kemana. Karenanya di awal, ia mendaftar di banyak perusahaan BUMN.

Kenapa BUMN? Baginya mengabdi kepada negara melalui BUMN selain mendatangkan kepuasan karena bisa melayani bagi banyak orang, sekaligus mendatangkan berkah. BUMN, menurutnya, cakupannya dari Sabang sampai Merauke.

“Pilihan sendiri-sendiri, dan saya memilih mendaftar perusahaan BUMN, bekerja disana tentunya juga dari yang terbawah asisten manajer saat itu,” akunya.

Ditunjuk sebagai Direktur Utama berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT PELNI (Persero) pada tanggal 25 Februari 2022. Karier profesionalnya boleh dibilang cemerlang.

Sebelum menjadi Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani pernah menjadi Direktur Marketing PT Phapros Tbk (2021-2022), Komisaris Independen PT SBN (2018-sekarang), Direktur Keuangan PT PELNI (Persero) (2017-2020), dan Direktur Keuangan PT Len Industri (Persero) (2015-2017).

Tri Andayani mengaku untuk berhasil di berbagai bidang harus mampu membangun etos kerja yang baik. Baginya pantang menunda pekerjaan, dan ia berprinsip tidak pernah pulang selama pending seluruh pekerjaan di meja belum bisa selesai.

“Jangan menunda pekerjaan karena esoknya pasti akan datang pekerjaan lagi, dan itu tupoksi saya untuk saya selesaikan,” ucapnya.

Sekali lagi, katanya, sebagai tupoksi harus diselesaikan, dan jangan pernah menyisakan pekerjaan apa menjadi tanggungjawab pekerjaan. Jika bisa diselesaikan hari itu, imbaunya, segera saja untuk diselesaikan hari itu.

“Fokus, karena saya senang melayani banyak orang maka jurusan pekerjaan saya adalah BUMN. Lainnya bekerja itu harus ikhlas dan tuntas. Jika memang ingin lebih baik dari teman-teman lainnya maka kita harus ada effort yang lebih. Kita tidak bisa bekerja yang biasa-biasa saja seperti yang lain,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/feed/ 0
UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/#respond Wed, 24 Jul 2024 10:14:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67660 Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk […]

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing.

Dalam wisuda kali ini, tampak hadir Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, dan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran. Kehadiran Gubernur Kalimantan Tengah karena sang istri sebagai salah satu lulusan yang diwisuda.

Dalam kesempatan ini, Ganjar Pranowo selain menyematkan pin KAGAMA kepada dua lulusan, ia berkesempatan menyampaikan sambutan. Dalam sambutan, ia menyatakan bila Indonesia saat ini sedang mengalami darurat kesehatan mental.

Kesehatan mental, disebutnya menjadi tema menarik untuk diangkat karena ketertarikan dan kepedulian terhadap persoalan ini akan menjadikan bangsa Indonesia kuat, lebih baik dan memiliki tingkat kesehatan yang bagus.

”Diangkatnya tema ini karena tingginya angka bunuh diri dikalangan generasi muda dalam beberapa waktu terakhir. Problem kejiwaan ini ternyata banyak diidap secara sembunyi oleh banyak orang di Indonesia,” katanya di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Rabu (24/7).

Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi sebagai penghasil ilmu pengetahuan memiliki pekerjaan rumah besar pada persoalan ini. Demikian pula kehadiran negara untuk memberikan fasilitas untuk menyelesaikan persoalan ini.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengatakan  teknologi kecerdasan buatan (AI) akan mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam dekade-dekade mendatang. Teknologi ini bisa membantu banyak pihak, pemerintah maupun industri dalam pengambilan keputusan.

Meski begitu, kehadiran teknologi inipun beresiko dan berdampak negatif terhadap pelanggaran hak cipta, juga kekayaan intelektual serta kebocoran data pribadi. Tidak hanya sampai disitu, di era disrupsi revolusi industri 4.0 banyak profesi yang hilang, namun juga bermunculan jenis profesi baru.

Mengutip laporan dari Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute diprediksi di tahun 2030 ada sekitar 75 hingga 375 juta pekerjaan hilang. Sehingga akan terjadi job loss sekaligus job gain. Tentunya setiap lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kompetensi yang memiliki peluang untuk berkarya dan bekerja sesuai bidang keilmuan yang ditekuninya.

”Namun sebaiknya kita tidak bergantung dengan satu keterampilan yang dimiliki. Apapun gelar dan bidang ilmu yang memang semakin dibutuhkan, akan tetapi dengan memiliki technical skill dan social skill, soft skill dari lintas disiplin ilmu akan menjadikan saudara para lulusan semuanya lebih unggul dan berdaya tawar tinggi,” ungkap Rektor.

Untuk wisuda kali ini kembali jumlah lulusan wanita mendominasi dibanding lulusan pria. Jumlah wisudawan pria 445 orang (44,90 persen) dan wisudawan perempuan 546 orang (55,10 persen).

Untuk Program Magister (S2) masa studi rata-rata adalah 2 tahun 2 bulan, dan waktu studi tercepat berhasil diraih Stephanus Bimo Dwi Prasetyo dari Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 2 bulan 10 hari.

Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Lulusan termuda adalah Frista Chairunnisa dari Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, dengan usia 22 tahun 9 bulan 27 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,73. Sementara yang berpredikat Pujian pada periode ini sejumlah 382 lulusan (45,80 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 393 orang (47,12 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 59 orang (7,08 persen), dan pada lulusan program Magister (S2) periode ini terdapat 16 lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00.

Untuk Program Spesialis masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 4 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Iswandi Darwis dari Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 8 bulan 15 hari.

Rerata usia lulusan Program Spesialis  periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Adiguna Putra Walianto dari Program Studi Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, dengan usia 27 tahun 2 bulan 16 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,74. Lulusan Program Spesialis periode ini yang berpredikat Pujian sejumlah 42 lulusan (52,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 29 lulusan (36,25 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 7 lulusan (8,75 persen), dan 2 lulusan (2,50 persen) tanpa predikat.

Pada lulusan program Spesialis periode ini terdapat 4 orang yang memiliki IPK tertinggi 4,00 yang keseluruhannya berasal dari Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi.

Untuk Program Subspesialis masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 3 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Dwita Dyah Adyarini dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 10 bulan 8 hari. Iapun juga berhasil meraih IPK tertinggi 3,91 sekaligus berpredikat Pujian.

Rerata usia lulusan Program Subspesialis periode ini adalah 38 tahun 7 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Erlangga Prasamya dari Program Studi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam usia 33 tahun 11 bulan 5 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Subspesialis adalah 3,77. Lulusan Program Subspesialis periode ini yang berpredikat Pujian sebanyak 1 orang lulusan (20 persen), selebihnya sebanyak 4 orang (80 persen) berpredikat Sangat Memuaskan. 

Untuk Program Doktor masa studi rata-rata Program Doktor adalah 4 tahun 7 bulan, dan waktu studi tercepat diraih Saudari Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 12 hari.

Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari, dan lulusan termuda adalah Ravidho Ramadhan dari Program Studi Doktor Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang menyelesaikan studi Program Doktoralnya pada usia 26 tahun 5 bulan 5 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,85. Sementara yang berpredikat Pujian sebanyak 27 orang lulusan (37,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sebanyak 38 orang lulusan (52,78 persen) dan berpredikat Memuaskan sebanyak 7 orang lulusan (9,72 persen). Pada lulusan program Doktor periode ini terdapat 12 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0
FGD Isu Biaya Pendidikan oleh MMPT SPs UGM https://ugm.ac.id/id/berita/fgd-isu-biaya-pendidikan-oleh-mmpt-sps-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/fgd-isu-biaya-pendidikan-oleh-mmpt-sps-ugm/#respond Tue, 09 Jul 2024 06:59:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66764 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (MMPT SPs UGM) pada Jumat (28/06) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pembiayaan Pendidikan di Perguruan Tinggi” untuk membahas isu krusial terkait meningkatnya biaya pendidikan tinggi di Indonesia yang menghambat akses pendanaan bagi banyak mahasiswa. Seperti yang diketahui, saat ini biaya pendidikan […]

Artikel FGD Isu Biaya Pendidikan oleh MMPT SPs UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (MMPT SPs UGM) pada Jumat (28/06) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pembiayaan Pendidikan di Perguruan Tinggi” untuk membahas isu krusial terkait meningkatnya biaya pendidikan tinggi di Indonesia yang menghambat akses pendanaan bagi banyak mahasiswa.

Seperti yang diketahui, saat ini biaya pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan dan telah menjadi masalah yang sangat hangat diperbincangkan. Dengan adanya FGD ini, mereka bertujuan untuk memberikan gambaran tentang struktur pembiayaan pendidikan tinggi dan memberikan rekomendasi bagi pengelola kepentingan untuk melaksanakan alokasi dana pendidikan yang tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan proses pendidikan tinggi. Harapannya, pendidikan tinggi di Indonesia dapat menghasilkan lulusan berkompetensi unggul sekaligus meningkatkan kualitas pendidikannya.

Diskusi yang dipimpin oleh Dr. Ir. R. Wahyu Supartono selaku Ketua Program Studi MMPT ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang aktual dalam rangka pengembangan sistem pembiayaan pendidikan tinggi, mendukung perencanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, serta memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keilmuan di UGM, seperti Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan), Prof. Dr. Ir. Nizam (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek periode 2020-2023), Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D. (Dekan Sekolah Pascasarjana UGM), Prof. Dr. Didi Achjari (Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM), Prof. dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM), dan Ketua Program Studi MMPT, Dr. Ir. R. Wahyu Supartono sebagai moderator diskusi.

Peserta FGD yang terdiri dari pejabat struktural dan dosen Universitas Gadjah Mada ini pun diharapkan dapat berkontribusi dengan aktif dalam diskusi untuk mencapai solusi terbaik terkait isu yang dibahas serta dapat memenuhi tujuan utamanya untuk meningkatkan struktur pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi.

Penulis: Archa, Muthia N A

Artikel FGD Isu Biaya Pendidikan oleh MMPT SPs UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fgd-isu-biaya-pendidikan-oleh-mmpt-sps-ugm/feed/ 0
Kolaborasi Pusat Studi Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia Gelar Workshop Bioteknologi https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-pusat-studi-bioteknologi-ugm-dan-konsorsium-bioteknologi-indonesia-gelar-workshop-bioteknologi/ https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-pusat-studi-bioteknologi-ugm-dan-konsorsium-bioteknologi-indonesia-gelar-workshop-bioteknologi/#respond Fri, 05 Jul 2024 10:46:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66914 Mahasiswa Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada mengikuti Workshop Bioteknologi dengan tema “Biotechnological Approaches in Food and Nutrition Security for Sustainable Global Health” pada Jumat, (5/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari The International Conference and Workshop on Biotechnology 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia […]

Artikel Kolaborasi Pusat Studi Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia Gelar Workshop Bioteknologi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada mengikuti Workshop Bioteknologi dengan tema “Biotechnological Approaches in Food and Nutrition Security for Sustainable Global Health” pada Jumat, (5/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari The International Conference and Workshop on Biotechnology 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI).

Dalam Sambutan pembukaan worskhop, Kepala Pusat Studi Magister Bioteknologi, Dr. Dini Wahyu Karikasari, S.Pi., M.Si., menyampaikan pentingnya terselenggaranya workshop ini. “Workshop ini diselenggarakan untuk melengkapi pengetahuan teoritis yang sebelumnya didapatkan dari konferensi dengan pelatihan kolaboratif terkait inovasi teknologi teknik dan aplikasi bioteknologi. Peserta dalam kegiatan ini terbatas hanya untuk 20 orang meliputi mahasiswa sarjana, magister, dan doktor serta peserta umum,” ungkap Dini.

Menjalin kolaborasi dengan praktisi industri, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber. Sesi pertama adalah persembahan dari PT Elo Karsa Utama yaitu Pengenalan Sistem Sitometri Aliran Sysmex Cube 6 V2M untuk Pengujian Mikroba” yang dipresentasikan oleh David Bastien, Pharm. D, Industrial FCM Area Manager Sysmex-Partec GmbH.

Acara dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu “Penggunaan Real Time PCR untuk mendeteksi Mycoplasma pneumoniae”, persembahan dari PT Ecosains Hayati. Pada kesempatan ini, dr. Daniel Edbert, M.Ked.Klin, SpMK, Dosen Clinical Microbiology dari Fakultas Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya hadir sebagai narasumber, didampingi dengan Roaslein Putri, M.Si. selaku application scientist PT Ecosains Hayati sebagai trainer. 

Kegiatan workshop ditutup dengan pemaparan sesi ketiga yaitu “Teknologi Kecerdasan Sampel NanoDrop One Acclaro untuk Evaluasi Sampel Asam Nukleat yang Akurat” oleh PT ITS Science Indonesia, dipresentasikan oleh Warda Marisa selaku Application Specialist for Life Science Division.

Diselenggarakan di Pusat Studi Bioteknologi UGM, kegiatan dimeriahkan dengan diskusi aktif dari para peserta. Sekolah Pascasarjana UGM berharap mahasiswa dari Program Studi Bioteknologi, SPs UGM yang mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait dengan teknik dan aplikasi bioteknologi.

Penulis: Muthia Nur Arifah

Artikel Kolaborasi Pusat Studi Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia Gelar Workshop Bioteknologi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-pusat-studi-bioteknologi-ugm-dan-konsorsium-bioteknologi-indonesia-gelar-workshop-bioteknologi/feed/ 0
Kolaborasi Alumni dan Almamater Diperlukan untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-alumni-dan-almamater-diperlukan-untuk-meningkatkan-kompetensi-lulusan/ https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-alumni-dan-almamater-diperlukan-untuk-meningkatkan-kompetensi-lulusan/#respond Thu, 04 Jul 2024 14:55:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68136 Alumni dari setiap perguruan tinggi memberikan sumbangsih bagi kemajuan kampus almamater, terkait dengan masukan bagi perbaikan kurikulum, berbagi pengalaman dalam penigkatan kompetensi lulusan, kerja sama penelitian dalam mendorong kemandirian bangsa dalam bidang alat kesehatan. Hal tersebut mengemuka dalam acara Temu Alumni yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Teknik Biomedis Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada di  […]

Artikel Kolaborasi Alumni dan Almamater Diperlukan untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Alumni dari setiap perguruan tinggi memberikan sumbangsih bagi kemajuan kampus almamater, terkait dengan masukan bagi perbaikan kurikulum, berbagi pengalaman dalam penigkatan kompetensi lulusan, kerja sama penelitian dalam mendorong kemandirian bangsa dalam bidang alat kesehatan. Hal tersebut mengemuka dalam acara Temu Alumni yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Teknik Biomedis Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada di  Ruang 203 lantai 2 Gedung SPs UGM, Kamis (4/7).

Dalam talkshow  yang bertajuk “Strategi Peningkatan Kompetensi Lulusan dalam Menghadapi Tantangan Dunia Kerja perspektif Alumni”, menghadirkan beberapa orang narasumber yakni Djoko Kuswanto, S.T., M.Biotech, alumni tahun 2006. Dalam presentasinya, Djoko Kuswanto mengajak para peserta Temu Alumni untuk memberikan ide-ide yang dapat dirumuskan untuk kemajuan amamater.  Ia juga menyampaikan soal perkembangan mutakhir soal Teknik Biomedis di Indonesia saat ini. “Sumbangan stakeholder, termasuk alumni sangat dibutuhkan,” katanya.

Sementera itu, Kepala Program Studi Magister Teknik Biomedis, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D. menyampaikan perlu adanya penguatan jejaring antar alumni dakam saru prodi maupun dengan prodi lainnya. “Sesama alumni perlu saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Wakil dekan Bidang Keuangan Aset dan SDM, SPs UGM, Dr. Tech. Khabib Mustofa, S.Si., M.Si, kegiatan diskusi yang melibatkan alumni ini akan memberikan perspektif tentang hal apa saja yang perlu disiapkan oleh program studi untuk pengembangan kompetensi lulusan. “Kami menyiapkan mahasiswa yang kelak menjadi alumni, sesuai dengan yang dibutuhan  dunia kerja,” ujarnya.

Reportase  : Arni Wistriatun

Penulis       : Leony

Editor         : Gusti Grehenson

Artikel Kolaborasi Alumni dan Almamater Diperlukan untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-alumni-dan-almamater-diperlukan-untuk-meningkatkan-kompetensi-lulusan/feed/ 0
Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi UGM Selenggarakan Forum Bioteknologi Internasional https://ugm.ac.id/id/berita/program-studi-magister-dan-doktor-bioteknologi-ugm-selenggarakan-forum-bioteknologi-internasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/program-studi-magister-dan-doktor-bioteknologi-ugm-selenggarakan-forum-bioteknologi-internasional/#respond Thu, 04 Jul 2024 10:32:52 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66910 Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana UGM menggelar Forum Bioteknologi Internasional dengan tajuk International Biotechnology Conference and Workshop (ICW). Bekerja sama dengan Pusat Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia, acara ini diselenggarakan pada tanggal 3–4 Juli 2024 secara hybrid dengan kegiatan luring bertempat di Eastparc Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh ilmuwan, praktisi, […]

Artikel Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi UGM Selenggarakan Forum Bioteknologi Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana UGM menggelar Forum Bioteknologi Internasional dengan tajuk International Biotechnology Conference and Workshop (ICW). Bekerja sama dengan Pusat Bioteknologi UGM dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia, acara ini diselenggarakan pada tanggal 3–4 Juli 2024 secara hybrid dengan kegiatan luring bertempat di Eastparc Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh ilmuwan, praktisi, dan akademisi dengan latar belakang bidang keilmuan bioteknologi.

Tema pokok dari International Biotechnology Conference and Workshop ini adalah “Biotechnological Approaches in Food Security and Nutrition for Sustainable Global Health”. Hal yang melatar belakangi diselenggarakannya acara ini adalah untuk menciptakan sinergi antara akademisi dan institusi nasional dan internasional dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu, badan pemerintah, dan pemangku kepentingan yang menangani ketahanan pangan dan nutrisi untuk mendukung kesehatan global yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Adapun poin penting yang dibahas dalam konferensi ini diantaranya mengenai bioteknologi pertanian untuk peningkatan pangan, pendekatan Omics dalam perbaikan gizi, teknologi mikroba untuk perbaikan pangan, bioteknologi sintetis untuk makanan nutraceutical dan novel, serta pangan fungsional untuk kesehatan.

Menghadirkan pemateri yang kompeten di bidang bioteknologi, yaitu Prof. Dr. Chin-Kun Wang – Chung Shan dari Medical University, Taiwan, Dr. Enny Sudarmonowati dari National Research and Innovation Agency (BRIN), Ir. Mastur, M.Si., Ph.D. dari Indonesian Biotechnology Consortium (KBI), dan beberapa pemateri lain dari universitas dalam negeri, acara ini sukses menarik peserta untuk memberikan pandangannya terhadap fenomena dan perkembangan bidang teknologi.

Acara ini terdiri dari plenary session dan parallel session. Plenary session 1 diisi oleh pemateri yang membahas topik “Agricultural Biotechnology for Food Improvement and Production”, sedangkan plenary session 2 membahas topik “Functional Food, Nutrigenomics and Nutrigenetic”. Lalu, dilanjutkan dengan sesi paralel yang diikuti oleh akademisi dan praktisi UGM dan dari instansi lain yang memaparkan terkait hasil penelitian atau analisisnya berhubungan dengan 2 (topik) yang dibahas dalam plenary session.

Kegiatan berlangsung sukses dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Diharapkan setelah kegiatan ini berlangsung, terdapat tindakan nyata sebagai bentuk untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan global yang berkelanjutan.

 

Penulis : Siti Muyasaroh

Artikel Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi UGM Selenggarakan Forum Bioteknologi Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/program-studi-magister-dan-doktor-bioteknologi-ugm-selenggarakan-forum-bioteknologi-internasional/feed/ 0
Pengurus KAPIMGAMA Periode 2024-2029 Resmi Dilantik https://ugm.ac.id/id/berita/pengurus-kapimgama-periode-2024-2029-resmi-dilantik/ https://ugm.ac.id/id/berita/pengurus-kapimgama-periode-2024-2029-resmi-dilantik/#respond Mon, 01 Jul 2024 06:56:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65614 Kepengurusan Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (KAPIMGAMA), Sekolah Pascasarjana (SPS), Universitas Gadjah Mada 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan dipimpin oleh Ketua IV Pengurus Harian PP Kagama, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jum’at (28/6). Acara pelantikan dihadiri oleh hampir seluruh pengurus, dan puluhan anggota KAPIMGAMA. […]

Artikel Pengurus KAPIMGAMA Periode 2024-2029 Resmi Dilantik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kepengurusan Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (KAPIMGAMA), Sekolah Pascasarjana (SPS), Universitas Gadjah Mada 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan dipimpin oleh Ketua IV Pengurus Harian PP Kagama, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jum’at (28/6).

Acara pelantikan dihadiri oleh hampir seluruh pengurus, dan puluhan anggota KAPIMGAMA. Sejumlah pejabat publik UGM dan Sekolah Pascasarjana (SPS) juga hadir, di antaranya Kepala Kantor Alumni UGM, Dr. Sulistyowati, Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Siti Malkhamah, Ph.D, Kepala Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.I.P., M.Si.

Agus Heruanto Hadna dalam sambutan mengatakan terbentuknya Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (KAPIMGAMA) melalui perjalanan yang panjang. Meski digagas sejak lama, namun KAPIMGAMA baru terbentuk secara resmi pada tanggal 19 Januari 2024.

Terbentuknya Kapimgama ditandai dengan Surat Keputusan yang ditandaangani oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UGM. Surat Keputusan tersebut lantas diperkuat SK bernomor 237 tertanggal 20 Juni 2024 oleh PP Kagama.

“Spirit pembentukannya adalah selain untuk menjalin silaturahmi antar alumninya, juga diharapkan menjadi mitra kerja bagi UGM, serta juga dengan masing-masing individu anggotanya. Karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi harus bersinergi,” ujarnya.

Beberapa Pengurus Kapimgama yang dilantik adalah Ketua Mayjen TNI (Purn.) Dr. Hassanudin, S.IP., M.M, Ketua Harian 1, Ronald Andi Kasim, Ketua Harian 2, Heri Wiranto, Sekretaris, Jenri Mula Panondang Panjaitan,  Wakil Sekretaris 1,  Anggi Rahajeng, Wakil Sekretaris 2, Novi Widyaningrum, Bendahara Ayu Sari Wulandari, Wakil Bendahara, Kartini Sally dan beberapa pengurus bidang.

Paripurna P. Sugarda berharap Kapimgama sebagai organisasi harus bisa mengedepankan keguyuban dan kerukun. Lebih dari itu, katanya, Kapimgama harus bisa migunani buat masyarakat luas.

“Tagline Kagama migunani dimaksudkan kita harus membantu masyarakat yang termarjinalkan. Karena sebagian besar dari mereka tidak mempunyai akses seperti yang kita miliki,” katanya.

Caranya, kata dia, alumni Universitas Gadjah Mada mampu memanfaatkan connecting doors yang dimiliki untuk menolong mereka. Kalau tidak punya maka sebagai Kagama maka bisa memnafaatkan banyaknya  jaringan atau kawan-kawan yang bisa membantu dan menolong.

“Itulah kekuatan kita.  Kita harus bangga Kagama lebih guyub dibanding alumni perguruan tinggi lain. Spirit guyub inilah yang membuat kekuatan kita menjadi lebih besar. Jujur saya bilang UGM tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya dukungan alumni, termasuk juga dari Kapimgama yang prodi dan lulusannya begitu istimewa,” pungkasnya.

Hassanudin menyatakan Kapimgama merupakan organisasi alumni yang akan menjadi wadah silaturahmi dan interaksi antara alumni dan mahasiswa Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pasca Sarjana UGM, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Kita berharap Kapimgama akan menjadi forum think-thank yang akan berkontribusi dalam pemikiran strategis terkait kepemimpinan dan inovasi kebijakan serta kegiatan pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat dalam rangka menyongsong visi besar NKRI menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045,” ujarnya selaku ketua Kapimgama dan Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan ini, dia menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam membangun kebijakan inovatif untuk mensejahterakan rakyat karena tantangan bangsa dan negara kedepan semakin kompleks. Hal itu ditandai pesatnya perkembangan teknologi digital dan dinamika global regional maupun nasional.

“Peran alumni ini sangat strategis, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya untuk menciptakan pemimpin-pemimpin inovatif yang mampu memberikan solusi terhadap tantangan bangsa yang dirasakan semakin kompleks saat ini,” pungkasnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Pengurus KAPIMGAMA Periode 2024-2029 Resmi Dilantik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pengurus-kapimgama-periode-2024-2029-resmi-dilantik/feed/ 0