SDM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 05 Sep 2024 06:29:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 President NUS Beri Tips Pengembangan SDM  https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-beri-tips-pengembangan-sdm/ https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-beri-tips-pengembangan-sdm/#respond Thu, 05 Sep 2024 06:29:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70305 Dunia terus berubah seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dan pesat. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi bagi kalangan industri namun juga bagi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul karena SDM yang tangguh merupakan sumber utama kekuatan sebuah negara. Hal itu dikemukakan oleh Presiden National University of Singapore (NUS), Tan Eng […]

Artikel President NUS Beri Tips Pengembangan SDM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dunia terus berubah seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dan pesat. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi bagi kalangan industri namun juga bagi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul karena SDM yang tangguh merupakan sumber utama kekuatan sebuah negara. Hal itu dikemukakan oleh Presiden National University of Singapore (NUS), Tan Eng Chye saat menyampaikan simposium “Future Ready Graduates” di ruang Bali Senat Gedung Pusat UGM, Senin (2/9).

Tan Eng Chye menekankan betapa cepatnya perubahan yang terjadi di dunia saat ini. Ia mencontohkan negara Singapura yang saat ini sangat fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan investasi dalam pendidikan tinggi sebagai kekuatan utama negara. Bahkan pendidikan tinggi harus beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi di dunia industri. Dengan kemajuan dari Industry 1.0 hingga Industry 5.0, hampir 50% pekerjaan diperkirakan akan berubah dalam lima tahun ke depan.  “Kita tidak menentukan aturan permainan namun pasar dunia yang menetapkan,” kata Tan Eng Chye.

Dalam konteks ini, NUS telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan mereka siap menghadapi tantangan ini. Salah satu poin penting yang disoroti Tan Eng Chye adalah perlunya pendekatan interdisipliner dalam pendidikan. Di NUS, pendekatan ini diterapkan melalui kurikulum yang mencakup pelatihan luas dalam literasi data, literasi digital, dan keterlibatan komunitas. “Masalah-masalah saat ini sangat kompleks dan memerlukan kolaborasi antar disiplin ilmu. Mahasiswa memerlukan pelatihan dan pemahaman terkait bagaimana disiplin ilmu yang berbeda dapat saling berinteraksi,” ujar Tan Eng Chye.

Tan Eng Chye menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkelanjutan. NUS mendukung alumni untuk terus kembali ke universitas untuk memperbarui keterampilan mereka dan menyesuaikan dengan perkembangan terbaru di bidang mereka. Dengan cara ini, NUS berusaha memastikan bahwa lulusannya tetap relevan di pasar kerja yang dinamis. “Dunia berubah dengan cepat, sehingga pembelajaran harus berlanjut sepanjang hayat,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kata Tan, kolaborasi antara NUS dan Universitas Gadjah Mada dapat bekerja sama lebih erat dalam upaya memajukan pendidikan tinggi dan mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan global.

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Foto          : Donnie

Artikel President NUS Beri Tips Pengembangan SDM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-beri-tips-pengembangan-sdm/feed/ 0
UGM Tingkatkan Kompetensi SDM di Bidang Kehumasan  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tingkatkan-kompetensi-sdm-di-bidang-kehumasan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tingkatkan-kompetensi-sdm-di-bidang-kehumasan/#respond Wed, 28 Aug 2024 07:06:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69989 Universitas Gadjah Mada menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan fungsi humas melalui pembekalan pengetahuan yang relevan dan aktual. Ke depan, diharapkan para praktisi humas di lingkungan UGM dapat semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, serta mampu menghadapi tantangan komunikasi yang semakin kompleks di era digital ini. Dalam upaya memperkuat peran humas di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), […]

Artikel UGM Tingkatkan Kompetensi SDM di Bidang Kehumasan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Universitas Gadjah Mada menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan fungsi humas melalui pembekalan pengetahuan yang relevan dan aktual. Ke depan, diharapkan para praktisi humas di lingkungan UGM dapat semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, serta mampu menghadapi tantangan komunikasi yang semakin kompleks di era digital ini.

Dalam upaya memperkuat peran humas di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Kantor Humas, Pemberitaan, dan Protokol UGM menyelenggarakan workshop bertema “Integrasi Media Owned, Earned, dan Paid untuk Komunikasi Efektif” yang berlangsung pada hari Senin (26/8).  Acara bertempat di Ruang Multimedia 1, Lantai 3 sayap utara Gedung Pusat UGM, diikuti oleh para staf spesialis media sosial, content creator, PR specialist, serta analis digital yang ada di lingkungan UGM.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi komunikasi yang efektif melalui integrasi berbagai jenis media owned, earned, paid, dan shared media. Acara ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang komunikasi dan media, yaitu Mohamad Ryan Saputra, Farchan Noor Rachman, dan Winda Pratiwi.

Sesi pertama workshop dibawakan oleh Mohamad Ryan Saputra, yang mengupas lebih dalam mengenai konsep media owned, earned, dan paid. Ryan menjelaskan bahwa owned media adalah platform yang dimiliki dan dikontrol penuh oleh organisasi, seperti situs web, blog, dan akun media sosial resmi. Earned media, di sisi lain, adalah hasil dari liputan media atau konten yang dihasilkan oleh pihak ketiga, seperti ulasan dan sebaran informasi dari mulut ke mulut. Paid media mencakup segala bentuk promosi berbayar, seperti iklan online dan konten bersponsor.

Dalam presentasinya, Ryan juga menyisipkan kuis interaktif yang menarik, dimana para peserta diajak untuk memecahkan studi kasus nyata terkait penggunaan ketiga jenis media tersebut. “Dengan memahami lanskap media modern ini, humas dapat merencanakan strategi komunikasi yang lebih efektif dan menyeluruh,” ujarnya.

Farchan Noor Rachman melanjutkan sesi kedua dengan menyoroti pentingnya membangun narasi yang konsisten melalui integrasi media. Farchan tidak hanya membahas owned, earned, dan paid media, tetapi juga memperkenalkan konsep shared media—media yang muncul dari partisipasi komunitas, seperti kolaborasi dengan influencer atau komunitas tertentu yang memiliki kesamaan visi dengan institusi. “Shared media adalah elemen penting dalam komunikasi modern, terutama dalam era digital saat ini. Dengan berpartner dengan komunitas dan menyamakan branding, kita dapat menciptakan kesadaran yang lebih luas dan konsisten di bawah payung besar Humas UGM,” jelas Farchan.

Ia menekankan pentingnya keselarasan pesan di seluruh platform agar ketika UGM menarasikan pesan tertentu, seluruh komponen di bawahnya juga menyampaikan pesan yang sama.

Di sesi ketiga diisi oleh Winda Pratiwi, yang mengangkat topik tentang bagaimana mengimplementasikan strategi integrasi media secara holistik. Menurut Winda, suksesnya integrasi media membutuhkan perencanaan yang matang dan melibatkan seluruh jenis media yang ada. “Integrasi yang holistik adalah kunci untuk membangun komunikasi yang efektif. Ini bukan hanya soal memanfaatkan berbagai media, tetapi juga memastikan bahwa semua media tersebut berjalan seiring dengan tujuan yang sama,” kata Winda.

Menurutnya, konten yang berkualitas, menarik, relevan, dan konsisten adalah elemen vital untuk membangun citra positif dan menarik audiens. Selain itu, analisis data menjadi hal yang tidak kalah pentingnya. “Data adalah dasar untuk mengukur efektivitas kampanye media dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Dengan memahami data, kita dapat menyesuaikan strategi agar lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Winda juga mengingatkan bahwa di tengah kemudahan akses informasi saat ini, kemampuan untuk memproses dan mengevaluasi informasi menjadi terbatas. Oleh karena itu, memilih informasi yang benar-benar relevan dan bernilai adalah sebuah keharusan. “Kita harus fokus pada audiens kita. Mengenali siapa audiens kita dan apa yang mereka butuhkan akan membantu kita dalam menyampaikan pesan yang sesuai,” tambahnya.

Workshop yang berlangsung selama delapan jam ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi para peserta dalam memahami dan mengimplementasikan strategi komunikasi yang lebih efektif. Para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari mereka di UGM, baik dalam mengelola media sosial, merancang kampanye, maupun menganalisis data.

Penulis : Dita

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Tingkatkan Kompetensi SDM di Bidang Kehumasan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tingkatkan-kompetensi-sdm-di-bidang-kehumasan/feed/ 0
UGM dan Universitas Lambung Mangkurat Sepakat Kerja Sama Pengelolaan Laboratorium Penelitian Terpadu https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-lambung-mangkurat-sepakat-kerja-sama-pengelolaan-laboratorium-penelitian-terpadu/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-lambung-mangkurat-sepakat-kerja-sama-pengelolaan-laboratorium-penelitian-terpadu/#respond Tue, 06 Aug 2024 10:12:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68809 Universitas Gadjah Mada dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan resource sharing fasilitas laboratorium yang ada di kedua institusi, Selasa (6/8), di Auditorium Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. […]

Artikel UGM dan Universitas Lambung Mangkurat Sepakat Kerja Sama Pengelolaan Laboratorium Penelitian Terpadu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan resource sharing fasilitas laboratorium yang ada di kedua institusi, Selasa (6/8), di Auditorium Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum dengan Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si.

Wening Udasmoro dalam pidato sambutannya mengatakan kebermanfaatan penelitian bagi masyarakat dan juga dunia menjadi tujuan utama dalam dunia pendidikan tinggi. Keberadaan LPPT UGM sekarang ini difokuskan untuk mengawal semua penelitian dan dibagi ke dalam empat kategori yang berbeda, yaitu Laboratorium Sains dan Teknologi Biasa, Laboratorium Sains dan Teknologi Bidang Keilmuan, Laboratorium Sains dan Teknologi Terpadu, serta Laboratorium Sosial Humaniora.

“Ada alasan kenapa dibagi menjadi beberapa kategori, sebagai contoh ketika kita berbicara tentang tambang dan hutan, kita banyak terpaku pada persoalan sains dan teknologinya, tetapi kita lupa pada aspek kemanusiaannya, sehingga capaian kemanfaatan tidak seperti yang kita harapkan. Di sinilah dibutuhkan peran Laboratorium Sosial Humaniora,” ucap Wening.

Adanya kerja sama antara UGM dan ULM ini, kata Wening, nantinya diharapkan akan muncul kanal-kanal pengetahuan dan penelitian baru yang akan membawa kedua institusi pada perspektif mutakhir dalam pengelolaan penelitian di banyak bidang. “Jadi secara garis besar kami menyambut dengan sangat baik kerja sama ini. Mungkin nanti kedepannya kita akan membentuk konsorsium dengan Perguruan Tinggi lain di Kalimantan, tidak hanya dengan ULM, untuk meneliti satu aspek tertentu yang akan kita bawa ke tingkat yang lebih tinggi dari Indonesia, agar kemanfaatan penelitian bisa dirasakan oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Sementara Ahmad Alim Bachri menyampaikan bahwa ULM merupakan salah satu Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU) yang ada di Kalimantan yang tentunya jika dibandingkan dengan UGM memiliki banyak ketertinggalan dalam prestasi, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, saat ini ULM tengah mengurus pusat penelitian mangrove atau pusat penelitian lahan basah dunia di Kabupaten Kota Baru. Ahmad melanjutkan, pusat penelitian ini akan memiliki luas 621 hektar yang akan dikelola di bawah unit penunjang akademik (UPA) lingkungan lahan basah. “Pusat penelitian ini menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia, sehingga kami mengundang UGM untuk membantu ULM dalam melaksanakan kerja sama riset di bidang pengembangan hayati yang ada di lahan basah tersebut,” lanjut Ahmad.

Selain itu, kata Ahmad, ULM juga sedang mengembangkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 1.617 hektar yang memerlukan dukungan dari UGM agar proses penelitian di lokasi tersebut bisa dioptimalkan untuk kepentingan bangsa dan negara. “Mari kita bersama-sama mengembangkan riset dan teknologi yang kiranya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutup Ahmad.

Turut hadir mendampingi Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM pada kesempatan siang itu, Direktur Penelitian, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Manajer Manajemen Lab Terpadu, Kepala LPPT UGM, serta jajaran Rektor dan staf Universitas Lambung Mangkurat

Penulis : Triya Andriyani

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel UGM dan Universitas Lambung Mangkurat Sepakat Kerja Sama Pengelolaan Laboratorium Penelitian Terpadu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-lambung-mangkurat-sepakat-kerja-sama-pengelolaan-laboratorium-penelitian-terpadu/feed/ 0
Lima Kriteria Yang Harus Dimiliki Agar Direkrut Perusahaan https://ugm.ac.id/id/berita/lima-kriteria-yang-harus-dimiliki-agar-direkrut-perusahaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/lima-kriteria-yang-harus-dimiliki-agar-direkrut-perusahaan/#respond Wed, 22 May 2024 05:18:22 +0000 https://ugm.ac.id/lima-kriteria-yang-harus-dimiliki-agar-direkrut-perusahaan/ Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga sekaligus bagian dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), Mars Ega Legowo Putra, S.T., M.B.A., memberi pembekalan kepada 1.423 Calon Wisudawan di Grha Sabha Pramana, Selasa (21/5).  Di hadapan para calon wisudawan, Ega mengatakan persaingan dalam dunia kerja merupakan tantangan sekaligus motivasi. Ega bercerita bahwa dirinya dulu kerap […]

Artikel Lima Kriteria Yang Harus Dimiliki Agar Direkrut Perusahaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga sekaligus bagian dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), Mars Ega Legowo Putra, S.T., M.B.A., memberi pembekalan kepada 1.423 Calon Wisudawan di Grha Sabha Pramana, Selasa (21/5).  Di hadapan para calon wisudawan, Ega mengatakan persaingan dalam dunia kerja merupakan tantangan sekaligus motivasi. Ega bercerita bahwa dirinya dulu kerap mengikuti program try out yang diadakan oleh berbagai perusahaan. Usaha tersebut ternyata membawanya pada tawaran pekerjaan yang ia dapatkan. Bahkan ia bisa mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah. “Yang hendak saya katakan adalah teman-teman disini dapat melakukan curi start sehingga bisa memperkaya pengalaman kerja nantinya,” ujarnya.

Menurutnya,  kompetensi dan skill merupakan salah satu bahan penilaian yang dipegang oleh setiap bagian SDM perusahaan. Ega membagikan lima kriteria penting yang dicari pada seorang karyawan, yakni kepribadian, motivasi, kompetensi dasar, energi, dan reputasi. “Selain mencari karakter yang sesuai dengan posisi yang diincar, penting juga untuk memahami motivasi calon seperti kontribusi yang ingin mereka berikan, kompetensi dasar yang mereka kuasai, energi untuk melakukan eksekusi, serta kemampuan untuk menjaga reputasi yang baik,” paparnya.

Ega juga memberikan konsep Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) yang dapat digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang cepat berubah dan sulit diprediksi. Menurutnya penting bagi calon pekerja untuk memiliki strategi yang lebih adaptif dan responsif dalam menghadapi lingkungan yang tidak stabil dan berubah dengan cepat. Ega mengarahkan calon wisudawan untuk mempersiapkan mission statement setiap hendak melamar pekerjaan. “Dapat berupa kontribusi, yakni cara kita mengutamakan kewajiban daripada hak, dilanjutkan dengan keberlanjutan untuk memastikan bahwa kontribusi kita akan menciptakan perusahaan yang berkelanjutan, serta nasionalisme dan pembangunan,” ucapnya.

Ketua KAGAMA Filsafat UGM, Drs. Achmad Charris Zubair yang ikut hadir memberi pembekalan kepada calon wisudawan mengatakan bahwa gelar sarjana yang disandang menjadi bagian dari estafet perjalanan hidup untuk bisa mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Perlu diingat bahwa menjadi sarjana, bukanlah titik akhir, melainkan titik penting dalam kehidupan kita. Karena besok, gelar itu harus dibuktikan dengan kiprah nyata di masyarakat yang luas,” ujarnya. 

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Lima Kriteria Yang Harus Dimiliki Agar Direkrut Perusahaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/lima-kriteria-yang-harus-dimiliki-agar-direkrut-perusahaan/feed/ 0
Sekolah Vokasi dan GIK UGM Gelar Festival Vokasi https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/#respond Tue, 21 May 2024 09:43:54 +0000 https://ugm.ac.id/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/ Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) berkolaborasi dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menggelar Festival Vokasi bertajuk “Inovokasia 2024” yang akan berlangsung selama dua pekan sejak 20 Mei hingga 1 Juni 2024, yang akan diselenggarakan di kampus Sekolah Vokasi UGM. Festival ini dilaksanakan untuk memperkenalkan hasil karya inovasi dan kreativitas para mahasiswa sekolah […]

Artikel Sekolah Vokasi dan GIK UGM Gelar Festival Vokasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) berkolaborasi dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menggelar Festival Vokasi bertajuk “Inovokasia 2024” yang akan berlangsung selama dua pekan sejak 20 Mei hingga 1 Juni 2024, yang akan diselenggarakan di kampus Sekolah Vokasi UGM. Festival ini dilaksanakan untuk memperkenalkan hasil karya inovasi dan kreativitas para mahasiswa sekolah vokasi agar mampu menjadi tenaga ahli terampil yang inovatif dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., mengatakan festival vokasi ini bertujuan ingin mendorong generasi masa depan bangsa untuk menjadi manusia yang inovatif, produktif, kolaboratif dan solutif. “Kebutuhan akan SDM yang siap untuk diserap industri inilah yang senantiasa disiapkan oleh Sekolah Vokasi UGM,” ujarnya, Senin (20/5).

Ia berharap melalui agenda ini, Sekolah Vokasi dapat menjadi contoh atau mercusuar bagi sekolah vokasi yang lain untuk mewujudkan karakter anak muda yang tidak hanya kuat teori, tetapi juga hebat secara praktek, dan mampu memberikan solusi yang tepat sasaran pada setiap permasalahan.

Di kesempatan yang sama, Garin Nugroho selaku Chief Program Officer GIK, berujar Sekolah Vokasi menjadi bagian penting bagi masa depan Indonesia karena mampu mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja. “Tantangan ke depan adalah meningkatkan kapasitas keterampilan generasi Z yang jumlahnya 60% di Indonesia agar memiliki tingkat produktivitas kerja yang tidak tertinggal dengan negara ASEAN lainnya, salah satu pemantiknya datang dari Inovokasia tahun ini,” ungkap Garin.

Garin optimis Inovokasia tahun ini menjadi ajang persiapan untuk kolaborasi vokasi tingkat nasional di tahun 2025. “Kita akan menyatukan berbagai lembaga vokasi nasional yang akan memperkuat ekosistem vokasi di Indonesia,” ujarnya.

Festival yang dilaksanakan selama dua pekan ini, menghadirkan serangkaian kegiatan yang terdiri dari eksibisi, kompetisi, lokakarya, talkshow, Master Class, Talent Day, Movie Day, Sekip Walk, dan pertunjukan musik yang menggabungkan teknologi, etika, dan estetika.

Head of Experience GIK, Ajie Wartono, mengungkapkan Inovokasia 2024 menggandeng banyak ahli dan praktisi dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman ke mahasiswa. Sedangkan kegiatan kompetisi ditujukan untuk menjaring calon-calon sarjana terapan yang unggul dan mampu berkompetisi di dunia industri. “Dalam salah satu lokakarya, kami akan menggandeng Dagadu untuk sharing terkait Product Design Innovation. Tema-tema lain seputar peningkatan softskill, career development, dan pengembangan bisnis juga akan kami angkat,” tutup Ajie.

Penulis: Triya Andriyani
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Firsto

Artikel Sekolah Vokasi dan GIK UGM Gelar Festival Vokasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-dan-gik-ugm-gelar-festival-vokasi/feed/ 0
FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/ https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/#respond Thu, 28 Mar 2024 05:25:37 +0000 https://ugm.ac.id/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/ Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM membuka peluang para lulusannya bekerja di banyak perusahaan di Jepang. Oleh karena itu penguasaan skill dalam bidang komputer, ilmu sains, dan Artificial intelligence sangat diperlukan disamping penguasaan Bahasa Jepang yang akan diajarkan pada mahasiswa sejak awal. Hal itu mengemuka dalam peluncuran Japan Career Center (JCC) FMIPA UGM, […]

Artikel FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM membuka peluang para lulusannya bekerja di banyak perusahaan di Jepang. Oleh karena itu penguasaan skill dalam bidang komputer, ilmu sains, dan Artificial intelligence sangat diperlukan disamping penguasaan Bahasa Jepang yang akan diajarkan pada mahasiswa sejak awal. Hal itu mengemuka dalam peluncuran Japan Career Center (JCC) FMIPA UGM, Rabu (27/3) di ruang Auditorium FMIPA UGM. Selain peluncuran kantor Japan Career Center, juga ditandatangani penandatangan nota kesepahaman antara FMIPA UGM dan Asean Nagoya Club (ANC) Japan.

Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengatakan adanya kantor Japan Career Center FMIPA UGM ini membuka potensi terbukanya kesempatan kerja di Jepang bagi lulusan. Sebab JCC ini akan menjadi fasilitator untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas melalui program pendampingan dan sumber pusat informasi peluang pekerjaan.“Lapangan kerja di Jepang sangat besar sekali di tengah pertumbuhan penduduk mereka yang menurun, usia produktif juga menurun. Saya kira ini harus dimanfaatkan dengan strategis. Kelak dalam rentang 2-3 sampai 10 tahun, lulusan yang sudah bekerja di Jepang ini siap menjadi orang profesional, menjadi mitra baru dan mampu membangun jejaring dengan sangat baik,” kata Kuwat.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, Dekan Kuwat menyebutkan bidang kerja teknologi informasi termasuk yang paling banyak menyerap lulusan dari FMIPA UGM. Namun begitu, pihaknya akan mendorong bidang kerja lain. “Bidang Information Technology (IT) yang selama ini banyak diserap. Tentunya akan diperluas pada bidang lain agar seluruh lulusan dari seluruh prodi bisa terserap semua,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Dekan Kuwat mengatakan dengan adanya kantor JCC ini akan makin memperluas jejaring internasional dan semakin banyak lulusan FMIPA UGM yang menjadi warga global. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan lulusan S1 dan S2 sebagai tenaga profesional dan siap bekerja di berbagai perusahaan ternama di Jepang.

Menurut Kuwat, lulusan FMIPA terbuka lebar untuk bekerja di banyak perusahaan. Selain bidang IT untuk lulusan ilmu komputer, lulusan prodi Fisika bisa bekerja di industri semikonduktor, lulusan kimia bisa bekerja di industri kosmetik, lulusan prodi matematika juga bisa bekerja di bagian data sains. “Artinya akan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Soal kerja sama dengan ANC Japan, Kuwat menuturkan bahwa perusahaan ini sudah bekerja sama dengan lebih dari 700 perusahaan di Jepang. Dengan kerja saat ini membuka peluang bagi mahasiswa sedari awal untuk mendapatkan informasi peluang kerja, proses rekrutmen hingga kegiatan pengembangan potensi diri untuk siap bekerja di negara sakura tersebut. “ANC ini sudah kerja sama dengan 700 perusahaan dari Jepang, saya kira bisa jadi pasar kerja yang bagus. Tujuan kita akan semakin banyak alumni yang kerja di sana,” katanya.

Advisor ANC Japan,  Indra Kesuma Nasution mengatakan sekitar 67 persen industri di Jepang berada di Nagoya. Menurutnya, saat ini Jepang membutuhkan banyak tenaga ahli untuk mendukung industri terus maju dan berkembang. Sehingga membutuhkan SDM berkualitas dari Indonesia. “Bisa saya ibaratkan, masalah di Indonesia sebenarnya bisa diselesaikan oleh Jepang dari teknologi sistem pertanian, transportasi. Tapi sebaliknya masalah Jepang bisa diselesaikan oleh orang Indonesia lewat SDM,” ujarnya.

Indra menerangkan ANC Japan merekrut SDM tidak hanya dari Indonesia namun juga SDM dari kawasan Asia Tenggara. Untuk di Indonesia, ANC Japan sudah melakukan perekrutan batch kelima dimana sebanyak 212 orang sudah diterima bekerja di berbagai perusahaan di Jepang. “Ada 212 orang. Dari ratusan itu, lebih banyak alumni FMIPA UGM sebanyak 80 orang.  Mereka bekerja di Tokyo dan Nagoya, ada yang di industri manufaktur, finance, programming, dan Artificial intelligence. Banyak anak FMIPA bekerja di sana. Di satu sisi kita bangga, mereka kontribusi mereka  besar sekali karena apa yang mereka lakukan  menghasilkan produk dan jasa yang diperlukan warga Jepang, Amerika, Eropa, hingga Asia dan bermanfaat bagi masyarakat dunia,” jelas alumnus prodi Hubungan Internasional Fisipol UGM ini.

Diakui Indra, para lulusan Indonesia yang bekerja di Jepang juga terbuka kesempatan lebar untuk bekerja Amerika Serikat maupun di Eropa dengan skill yang mereka dapatkan selama bekerja di perusahaan Jepang.

Selain keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, perusahaan Jepang menurut Indra juga sangat senang bisa merekrut lulusan dari perguruan tinggi di Yogyakarta karena memiliki etos kerja tinggi dan memiliki perilaku sopan santun yang hampir mirip dengan budaya orang Jepang. “Dikenal memiliki etos kerja yang baik dan alumni Jogja dikenal juga dengan sikap sopan santunnya,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/feed/ 0