SDGs (4) Pendidikan Berkualitas Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdgs-4-pendidikan-berkualitas/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 18 Jul 2024 08:58:04 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Olah Umbi Suweg Jadi Postbiotik untuk Atasi Diabetes Melitus Tipe 2 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-olah-umbi-suweg-jadi-postbiotik-untuk-atasi-diabetes-melitus-tipe-2/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-olah-umbi-suweg-jadi-postbiotik-untuk-atasi-diabetes-melitus-tipe-2/#respond Wed, 10 Jul 2024 08:57:52 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67023 Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Paenbio Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Gadjah Mada dari bidang Riset Eksakta melakukan penelitian berupa inovasi pembuatan postbiotik sebagai alternatif dari prebiotik. Postbiotik merupakan produk hasil metabolisme mikroorganisme yang dibuat dengan mengikatkan karbohidrat dan senyawa butirat. Produk postbiotik dapat dibuat menggunakan bahan pangan yang tinggi akan kandungan karbohidrat, […]

Artikel Mahasiswa UGM Olah Umbi Suweg Jadi Postbiotik untuk Atasi Diabetes Melitus Tipe 2 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Paenbio Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Gadjah Mada dari bidang Riset Eksakta melakukan penelitian berupa inovasi pembuatan postbiotik sebagai alternatif dari prebiotik. Postbiotik merupakan produk hasil metabolisme mikroorganisme yang dibuat dengan mengikatkan karbohidrat dan senyawa butirat. Produk postbiotik dapat dibuat menggunakan bahan pangan yang tinggi akan kandungan karbohidrat, misalnya umbi-umbian. Pengembangan prebiotik menjadi produk postbiotik ini dapat meningkatkan populasi bakteri penghasil butirat pada saluran cerna individu penderita (DMT 2). 

Divara Hana Vania (FK-KMK) salah satu dari anggota dari tim penelitian ini mengatakan bahwa saat ini masyarakat masih berpikir bahwa terapi farmakologis menggunakan obat menjadi satu-satunya cara untuk menangani Diabetes Melitus Tipe 2, padahal beberapa terapi non-farmakologis seperti terapi gizi dan pengaturan aktivitas fisik juga berpengaruh dalam manajemen kondisi DMT2. “Sayang hingga saat ini, terapi gizi untuk DMT2 masih berfokus pada pengaturan zat gizi makro seperti karbohidrat, lemak, dan protein tanpa memperhatikan kondisi dysbiosis mikrobiota. Maka dari itu, dibutuhkan suatu alternatif pengembangan prebiotik yaitu postbiotik yang mampu meningkatkan populasi bakteri penghasil butirat pada saluran cerna individu penderita DMT2,” ujarnya.

Penelitian pembuatan postbiotik ini dilakukan oleh Tim PKM Paenbio yang beranggotakan lima mahasiswa dari tiga fakultas di UGM, yaitu Divara Hana Vania (FK-KMK), Maulana Sabrang Amirullah (FK-KMK), Vanessa Amelia Ananta (FTP), Tania Putri Widiastuti (Farmasi), dan Aqiilah Naurah Rahmi (Farmasi), serta dibimbing langsung oleh dosen dari FK-KMK, yaitu Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz., M.S.

Tim Paenbio lalu memanfaatkan pangan lokal berupa umbi suweg sebagai bahan dasar pembuatan postbiotik. Umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh penderita DMT2. Selain itu, umbi suweg juga berpotensi untuk diolah menjadi postbiotik karena memiliki kandungan pati resisten yang tinggi dan kaya akan serat glukomanan.

Pembuatan postbiotik diawali dengan mengekstrak pati dari umbi suweg, kemudian dilakukan pengikatan dengan butirat. Keberhasilan pengikatan ini diuji menggunakan titrasi dan analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Postbiotik yang telah berhasil dibuat kemudian diberikan kepada hewan coba dan diamati efek pemberiannya.

Hasil analisis menunjukkan bahwa postbiotik telah berhasil memberikan manfaat kesehatan bagi tikus yang diinduksi DMT2. Hal tersebut ditandai dengan adanya penurunan signifikan dari kadar glukosa darah, kolesterol, trigliserida, dan LDL, serta peningkatan kadar HDL. Hasil analisis menggunakan qPCR dan Ribosomal Intergenic Spacer Analysis (RISA) menunjukkan bahwa terdapat peningkatan bakteri penghasil butirat dan peningkatan keragaman bakteri pada saluran cerna tikus yang diberikan postbiotik.

Selain itu, hasil analisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar asam lemak rantai pendek jenis butirat, propionat, dan asetat pada tikus yang diberikan postbiotik. Oleh karena itu, produk postbiotik dari Tim PKM Paenbio telah terbukti dapat memberikan manfaat kesehatan dalam manajemen kondisi DMT2.

Kontributor: PKM Tim Paenbio UGM 

Artikel Mahasiswa UGM Olah Umbi Suweg Jadi Postbiotik untuk Atasi Diabetes Melitus Tipe 2 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-olah-umbi-suweg-jadi-postbiotik-untuk-atasi-diabetes-melitus-tipe-2/feed/ 0
Dahliana Hasan Terpilih Sebagai Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/dahliana-hasan-terpilih-sebagai-ketua-bks-dekan-fh-ptn-se-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/dahliana-hasan-terpilih-sebagai-ketua-bks-dekan-fh-ptn-se-indonesia/#respond Thu, 04 Jul 2024 08:35:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65790 Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., baru saja terpilih sebagai Ketua Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia periode 2024-2026. Dahliana Hasan resmi dipilih secara aklamasi dalam Rapat Kerja Nasional BKS Dekan FH PTN se-Indonesia yang diselenggarakan di Fakultas Hukum UGM pada Selasa (2/7). Dahliana […]

Artikel Dahliana Hasan Terpilih Sebagai Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., baru saja terpilih sebagai Ketua Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia periode 2024-2026. Dahliana Hasan resmi dipilih secara aklamasi dalam Rapat Kerja Nasional BKS Dekan FH PTN se-Indonesia yang diselenggarakan di Fakultas Hukum UGM pada Selasa (2/7).

Dahliana Hasan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan untuk memimpin kepengurusan BKS Dekan FH PTN se-Indonesia selama dua tahun ke depan. “Harapan saya agar BKS Dekan FH PTN se-Indonesia ini tetap guyub dan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan hukum dan permasalahan hukum di Indonesia,” ungkap Dahliana Hasan dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (4/7).

Dahliana menerangkan bahwa BKS Dekan FH PTN se-Indonesia merupakan sebuah wadah kerja sama bagi Fakultas Hukum di Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia untuk mengembangkan standar pendidikan hukum di Indonesia.

“Pertemuan rutin yang dilakukan dalam rangka pengembangan kurikulum ilmu hukum agar adaptif dengan dinamika dalam masyarakat dan pembangunan,” ujarnya.

Dalam rapat kerja kali ini juga diputuskan bahwa pertemuan selanjutnya akan diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, Dahliana Hasan dipilih menjadi Ketua BKS Dekan FH PTN se-Indonesia menggantikan ketua sebelumnya Imam Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. dari Universitas Airlangga. Pada kepengurusan periode 2024-2026, Dahliana Hasan akan dibantu oleh Ferry Faturokhman, S.H., M.H., Ph.D. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai sekretaris dan Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H. dari Universitas Trunojoyo Madura sebagai bendahara.

Penulis: Emma (Humas Fakultas Hukum)

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Dahliana Hasan Terpilih Sebagai Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dahliana-hasan-terpilih-sebagai-ketua-bks-dekan-fh-ptn-se-indonesia/feed/ 0
45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/ https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/#respond Mon, 25 Mar 2024 08:10:50 +0000 https://ugm.ac.id/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/ Sebanyak 45 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Bank Central Asia TBK. Pemberian Beasiswa Bakti BCA disampaikan Albert Ramali selaku Kepala Operasi Cabang (KOC) BCA KCU Yogyakarta di ruang Multimedia UGM, Senin (25/3). Para mahasiswa UGM yang menerima Beasiswa Bakti BCA ini akan menerima bantuan pendidikan untuk pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), ditambah uang saku […]

Artikel 45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 45 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Bank Central Asia TBK. Pemberian Beasiswa Bakti BCA disampaikan Albert Ramali selaku Kepala Operasi Cabang (KOC) BCA KCU Yogyakarta di ruang Multimedia UGM, Senin (25/3).

Para mahasiswa UGM yang menerima Beasiswa Bakti BCA ini akan menerima bantuan pendidikan untuk pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), ditambah uang saku sebesar 500 ribu rupiah per mahasiswa per bulan.

Albert Ramali mengatakan PT BCA Tbk. menyadari betapa pentingnya pendidikan sebagai pendorong perkembangan sosio-ekonomi dan menciptakan masyarakat yang inklusif. Diyakini bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan negara.

“Oleh karena itu, BCA sebagai salah satu bagian dari perbankan nasional, turut serta dalam mendukung generasi muda Indonesia agar dapat mengembangkan potensi mereka dengan maksimal melalui program Beasiswa Bakti BCA,” katanya.

Dia menyampaikan BCA telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 7.000 mahasiswa S1 sejak 2009. Beasiswa yang diberikan tidak hanya berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dilengkapi dengan program pelatihan untuk membekali para mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan bimbingan yang sesuai untuk membantu para mahasiswa mencapai keunggulan dalam karier. Kami yakin bahwa dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal,” ungkapnya.

Telah banyak karya baik yang dihasilkan dalam program beasiswa Bakti BCA sebelumnya, karena itu PT BCA Tbk. sangat antusias menantikan lebih banyak lagi hal-hal positif yang lahir dari program Beasiswa Bakti BCA di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Karenanya BCA memberikan apresiasi kepada banyak pihak yang telah memberikan dukungan tanpa henti untuk mewujudkan program Beasiswa Bakti BCA.

Kepada seluruh perguruan tinggi, termasuk UGM ia sangat berharap kerjasama ini akan menjadi hubungan yang saling menguntungkan di masa depan. Dengan kemitraan ini tidak hanya memperkuat komitmen PT BCA Tbk. dalam mendukung pendidikan, tetapi juga membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan demi kemajuan bersama.

“Kami juga ingin memberikan penghargaan khusus kepada para Bakti Champions, yang merupakan bintang dari program ini. Kami mengucapkan selamat atas pencapaian semua adik-adik yang telah berkesempatan meraih beasiswa dari Bakti BCA. Kami berharap adik-adik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggapai impian kalian. Teruslah menjadi insan pelajar yang berdedikasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara kita. Semoga kesuksesan yang kalian raih menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang,” terangnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi menyambut baik dan berterima kasih atas kepedulian PT BCA Tbk. dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Pemberian Beasiswa Bakti BCA tentunya sangat membantu kelancaran studi mahasiswa UGM.

”Terima kasih kepada BCA yang telah 14 tahun peduli, memperhatikan dan memberikan donasinya untuk pendidikan. Kami yang di UGM sangat bersyukur dengan Beasiswa Bakti BCA karena tentunya akan mendukung proses belajar para mahasiswa,” ucapnya.

Sebagai catatan Beasiswa Bakti BCA diberikan kepada para mahasiswa yang berprestasi dengan kondisi tidak mampu. Mereka disyaratkan dengan IPK minimal 3.00.

Penulis: Agung Nugroho

Fotografer: Donnie

 

Artikel 45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/feed/ 0
FH UGM dan Van Vollenhoven Institute Kerja Sama Riset Pendidikan Hukum Adat di Indonesia  https://ugm.ac.id/id/berita/fh-ugm-dan-van-vollenhoven-institute-kerja-sama-riset-pendidikan-hukum-adat-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/fh-ugm-dan-van-vollenhoven-institute-kerja-sama-riset-pendidikan-hukum-adat-di-indonesia/#respond Tue, 02 Jan 2024 07:17:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67018 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dan Van Vollenhoven Institute of Leiden Law School, Belanda, kerja sama dalam riset tentang hukum adat, pluralisme hukum serta riset hukum dan masyarakat. Proyek kolaborasi yang dinamakan PINTAL ini bertujuan untuk mendukung inovasi pendidikan hukum di Indonesia.   Dosen Fakultas Hukum UGM selaku Koordinator proyek PINTAL Almonika Cindy Fatika […]

Artikel FH UGM dan Van Vollenhoven Institute Kerja Sama Riset Pendidikan Hukum Adat di Indonesia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dan Van Vollenhoven Institute of Leiden Law School, Belanda, kerja sama dalam riset tentang hukum adat, pluralisme hukum serta riset hukum dan masyarakat. Proyek kolaborasi yang dinamakan PINTAL ini bertujuan untuk mendukung inovasi pendidikan hukum di Indonesia.  

Dosen Fakultas Hukum UGM selaku Koordinator proyek PINTAL Almonika Cindy Fatika Sari, mengatakan PINTAL merupakan proyek 2 tahun yang memiliki tujuan untuk membuka diskusi mengenai pendidikan hukum adat sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas menuju pendekatan hukum dan masyarakat. “Hukum Adat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia dan merupakan unsur penting mengacu pada lokalitas yang dihasilkan dari pluralisme hukum di daerah tertentu,” kata Fatika. 

Sementara ini fakultas-fakultas hukum di Indonesia, menurut Fatika, pengajaran hukum adat biasanya dilakukan secara doktrinal, sebagai mata kuliah tunggal, dengan penekanan pada struktur sistem hukum. Padahal para lulusan hukum butuh kapasitas di mana mereka harus melihat norma dan aturan yang paling menonjol di lingkup lokal, dan institusi apa yang paling aktif dalam menjaga perdamaian dan keadilan. “Kondisi ini menjadi gambaran dan menunjukkan pluralisme hukum, sebuah gabungan dari hukum negara, hukum adat, hukum agama, dan aturan serta norma dari sumber lain,” jelasnya.

Melalui proyek PINTAl ini, ujar Fatika, diharapkan bisa menghasilkan luaran berupa hasil  publikasi bersama yang memantik diskusi kritis di fakultas-fakultas hukum di Indonesia, mengorganisir sebuah panel atau roundtable dalam Konferensi Studi Sosio-Legal di Jakarta pada bulan Oktober 2024. 

Selain itu, pihaknya juga akan menginisiasi proses penulisan Buku Ajar untuk pengajaran Hukum Adat sehingga dapat berkontribusi dalam inovasi pengajaran hukum adat.

Peneliti senior dari Van Vollenhoven Institute of Leiden Law School, Jacqueline Vel, menuturkan pendidikan tentang hukum lokal membutuhkan pemahaman yang baik mengenai apa itu pluralisme hukum dan keterampilan untuk dapat melihat apa saja yang terkandung dalam berbagai sistem normatif dan bagaimana mereka mengartikulasikannya. 

Jacqueline menambahkan pengetahuan mendalam tentang hukum adat secara umum dan historis masih diperlukan, sembari harus meningkatkan penelitian tentang bagaimana hukum adat di daerah-daerah tertentu telah berubah dan sejauh mana norma dan aturannya dipatuhi. “Inovasi terhadap pendekatan hukum dan masyarakat bukanlah masalah ideologi, tetapi merupakan kebutuhan masyarakat mengingat banyaknya masalah-masalah baru yang dihadapi oleh warga negara Indonesia di Tanah Air dan untuk itu mereka memerlukan bantuan dari para ahli yang dididik di fakultas hukum,” katanya.

Penulis: Jacqueline Vel dan Almonika Cindy Fatika Sari

Artikel FH UGM dan Van Vollenhoven Institute Kerja Sama Riset Pendidikan Hukum Adat di Indonesia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fh-ugm-dan-van-vollenhoven-institute-kerja-sama-riset-pendidikan-hukum-adat-di-indonesia/feed/ 0