SDGs (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdgs-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 09 Oct 2024 23:40:36 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Sosialisasi Penggunaan Sirekap di Pilkada Perlu Digiatkan https://ugm.ac.id/id/berita/sosialisasi-penggunaan-sirekap-di-pilkada-perlu-digiatkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/sosialisasi-penggunaan-sirekap-di-pilkada-perlu-digiatkan/#respond Wed, 09 Oct 2024 13:36:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71470 Gegap gempita pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2024) semakin ramai. Sejumlah pihak semakin giat dalam mempersiapkan pesta demokrasi, tidak terkecuali Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam pelaksanaan Pilkada 2024 ini, KPU kembali memanfaatkan Sirekap sebagai aplikasi penunjang rekapitulasi. Adanya Sirekap ditujukan untuk mempermudah masyarakat dan KPU dalam mendeteksi kecurangan atau kesalahan, khususnya dalam konversi data C-1 […]

Artikel Sosialisasi Penggunaan Sirekap di Pilkada Perlu Digiatkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Gegap gempita pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2024) semakin ramai. Sejumlah pihak semakin giat dalam mempersiapkan pesta demokrasi, tidak terkecuali Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam pelaksanaan Pilkada 2024 ini, KPU kembali memanfaatkan Sirekap sebagai aplikasi penunjang rekapitulasi. Adanya Sirekap ditujukan untuk mempermudah masyarakat dan KPU dalam mendeteksi kecurangan atau kesalahan, khususnya dalam konversi data C-1 dari hasil perolehan suara. Sirekap menggantikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang digunakan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dan telah diujicobakan pada Pilkada 2020 dan digunakan secara luas pada Pemilu 2024 silam.

Menanggapi Sirekap yang akan digunakan kembali dalam Pilkada 2024 ini, Deputi Sekretaris Eksekutif Center for Digital Society (CfDS) UGM, Iradat Wirid, S.I.P.,  menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, Sirekap merupakan perangkat yang baik demi menunjang akuntabilitas pelaksanaan Pemilu. “Sirekap ini adalah alat yang bagus karena hasil Pemilu menjadi transparan dan semua orang dapat melihat hasil pemungutan suara secara real time, berbeda dengan sebelumnya yang perlu menunggu lama untuk melihat hasilnya,” ucapnya, Rabu (9/10).

Adanya Sirekap sebagai alat bagi petugas di lapangan mungkin dapat membantu. Namun demikian, Iradat berpendapat bahwa beberapa hal perlu ditingkatkan demi mendukung penggunaannya di lapangan. Ia mencontohkan perlunya penyediaan akses internet untuk mengunggah data. Akses internet ini, tambahnya, bisa disediakan langsung di setiap TPS atau KPU dapat menyediakan pos-pos yang menyediakan layanan internet sehingga data yang tersimpan di server offline dapat dikirimkan. “Hal lain yang perlu dilakukan KPU dalam menyiapkan Sirekap adalah sosialisasi dan bimbingan teknis bagi petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga paham penggunaan aplikasinya,” tambahnya.

Iradat menyebutkan hal ini perlu dilakukan lebih awal sebab beberapa daerah baru mendapatkan sosialisasi Sirekap satu pekan sebelum penyelenggaraan Pemilu. Sosialisasi ini perlu dilakukan untuk menghindari kegagapan pengguna saat memasukkan data atau menghindari ketidaksesuaian yang terjadi saat data yang difoto dengan data yang dibaca oleh aplikasi. Iradat juga menegaskan bahwa KPU juga perlu terus mengujicobakan Sirekap sebelum penggunaannya di pelaksanaan Pilkada agar terlatih membaca data-data yang masuk.

Selain itu, Iradat mengatakan bahwa KPU sebagai penanggung jawab aplikasi Sirekap perlu hadir di masyarakat untuk meluruskan misinformasi dan disinformasi yang beredar mengenai Sirekap. Salah satu rumor yang sempat beredar ramai di masyarakat adalah mengenai server yang digunakan KPU untuk menyimpan data hasil Pemilu. Oleh karena itu, KPU perlu transparan mengenai letak server yang digunakan. “Server ini juga perlu dipastikan dapat diakses dengan mudah, utamanya saat jam-jam puncak petugas TPS memasukkan data sehingga meminimalkan risiko data yang tidak dapat terbaca atau terjadinya galat,” ujarnya.

Terakhir, Iradat mengatakan bahwa sosialisasi juga perlu dilakukan kepada masyarakat agar mengetahui bahwa data yang ada di Sirekap bukanlah hasil akhir, melainkan nantinya data tersebut juga akan direkapitulasi secara berjenjang. “Jadi masyarakat juga perlu tahu bahwa misalnya data saat ini merupakan data TPS. Kemudian, masyarakat juga bisa tahu saat datanya sudah dikonfirmasi oleh tingkat desa dan nanti sampai ke rekapitulasi nasional,” tutupnya.

Penulis  : Lazuardi

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Freepik dan RRI

Artikel Sosialisasi Penggunaan Sirekap di Pilkada Perlu Digiatkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sosialisasi-penggunaan-sirekap-di-pilkada-perlu-digiatkan/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Konservasi Mangrove di Pulau Derawan https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-konservasi-mangrove-di-pulau-derawan/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-konservasi-mangrove-di-pulau-derawan/#respond Mon, 05 Aug 2024 07:28:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68750 Tim mahasiswa KKN PPM UGM melakukan penanaman ratusan bibit mangrove di Teluk Semanting, Pulau Derawan, Kabupaten Berau,  Kalimantan Timur. Penanaman mangrove ini dalam rangka mencegah abrasi dan erosi pantai sekaligus menjaga ekosistem laut di perairan Derawan. Selain itu, mahasiswa KKN UGM juga melakukan aksi bersih pantai bersama dengan warga dan kerja sama dengan banyak pihak. […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Konservasi Mangrove di Pulau Derawan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa KKN PPM UGM melakukan penanaman ratusan bibit mangrove di Teluk Semanting, Pulau Derawan, Kabupaten Berau,  Kalimantan Timur. Penanaman mangrove ini dalam rangka mencegah abrasi dan erosi pantai sekaligus menjaga ekosistem laut di perairan Derawan. Selain itu, mahasiswa KKN UGM juga melakukan aksi bersih pantai bersama dengan warga dan kerja sama dengan banyak pihak.

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Derawan Menawan, Devina Asria mengatakan aksi tanam mangrove ini merupakan salah satu dari program kerja mahasiswa dalam aksi peduli lingkungan melalui konservasi mangrove. “Apa yang kita lakukan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan program konservasi berbasis komunitas dan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Devina dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Senin (5/8).

Penanaman mangrove ini menurut Devina dalam rangka memperingati Perayaan Hari Mangrove Sedunia  dengan mengusung tema Kolaborasi dalam Harmoni, Wujudkan Inspirasi, Mangrove yang Lestari. Pelaksanaan Hari Mangrove Sedunia ini melibatkan kerja sama dengan banyak pihak seperti Tim Pengelola Mangrove (TPM) Teluk Semanting, Kagama Baru, KPHP Berau Barat, mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) Universitas Mulawarman, dan masyarakat di wilayah Kampung Teluk Semanting serta sejumlah pihak lainnya.

Sebanyak 267 bibit Mangrove yang ditanam dari dari KPHP Berau Barat kepada Pemerintah Kampung Teluk Semanting sebagai bentuk komitmen dalam konservasi mangrove. Penanaman ini menurut Devina dapat terlaksana berkat kolaborasi antara Kagama Berau, PT. Berau Coal dan KPHP Berau barat. “Kolaborasi dengan banyak pihak ini dapat mendorong sinergi dan kerja sama dalam menjaga kelestarian mangrove di Pulau Derawan,” ungkapnya.

Disamping penanaman bibit mangrove, mahasiswa KKN juga  melaksanakan pemutaran film dokumenter yang membahas sejarah dan filosofi Ekowisata Mangrove Teluk Semanting sertai informasi dan fakta menarik mengenai Ekowisata Mangrove. Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan musisi lokal Berau seperti Risalah Band dan Instrumen Sape oleh Zaiky serta kegiatan lomba melukis dan menggambar untuk anak-anak Kampung Teluk Semanting.

Kepala Kampung Teluk Semanting, Abdul Gani, menyambut baik terlaksananya kegiatan program konservasi mangrove di daerahnya untuk menumbuhkan komitmen generasi muda di kampungnya untuk ikut melestarikan hutan mangrove yang sudah ada. “Mereka bisa menjaga kelestarian ekosistem mangrove di segala penjuru bangsa untuk masa depan yang lebih baik karena mangrove memiliki banyak sekali manfaat untuk keberlangsungan hidup alam nusantara,” pungkasnya.

 

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Konservasi Mangrove di Pulau Derawan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-konservasi-mangrove-di-pulau-derawan/feed/ 0
Tim Peneliti UGM Kembangkan Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi https://ugm.ac.id/id/berita/tim-peneliti-ugm-kembangkan-booster-cair-dari-endapan-silika-panas-bumi/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-peneliti-ugm-kembangkan-booster-cair-dari-endapan-silika-panas-bumi/#respond Fri, 05 Jul 2024 06:20:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65839 Tim peneliti UGM yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM yang beranggotakan para ahli dengan kepakaran masing-masing, yakni Dr. Pri Utami, ahli geologi panas bumi, lalu ahli nano bioteknologi Dr. Ronny Martien, ahli teknik bioproses Dr. Wiratni , dan ahli konservasi tanah dan air Dr. Ngadisih bersama peneliti dari PT Geo Dipa […]

Artikel Tim Peneliti UGM Kembangkan Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Tim peneliti UGM yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM yang beranggotakan para ahli dengan kepakaran masing-masing, yakni Dr. Pri Utami, ahli geologi panas bumi, lalu ahli nano bioteknologi Dr. Ronny Martien, ahli teknik bioproses Dr. Wiratni , dan ahli konservasi tanah dan air Dr. Ngadisih bersama peneliti dari PT Geo Dipa Energi, Herdian, S.T., berhasil mengembangkan booster cair untuk meningkatkan kesuburan tanaman pertanian di dataran tinggi Dieng dengan menggunakan bahan baku endapan silika yang selama ini sebagai produk sampingan dari pembangkit listrik energi geothermal.

Booster itu dinamai “Sulasih-Sulanjana”, seperti nama dewa dewi penyubur dan penjaga tanaman. Menurut ketua tim peneliti, Pri Utami, pemilihan nama tersebut mengakar pada kearifan lokal yang tersirat dalam tembang pengiring tari  “Lengger” mengenai upaya mengelola sumber daya dengan tetap menjaga kelestarian alam.  “Kita ambil namanya dari  nama dewa dewi penyubur tanaman,” kata Pri Utami dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Jumat (5/7).

Dosen Teknik Geologi FT UGM menerangkan bahwa air panas bumi atau disebut brine dioperasikan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero)  untuk memasok energi listrik sebesar 60 MW ke dalam jaringan Jawa – Bali. Adapun brine yang telah diekstrak energinya oleh diinjeksikan kembali ke dalam reservoar sistem panas bumi. Namun Brine yang ada di Dieng mengandung silika dalam konsentrasi yang tinggi beserta zat-zat lain sebagai produk sampingan panas bumi. “Silika membentuk endapan yang selama ini dianggap sebagai limbah,” terangnya.

Setelah diteliti, endapan silika dan unsur-unsur penyertanya bermanfaat bagi tanaman karena meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan terhadap serangan hama. “Tim kami memproses silika dan unsur-unsur bermanfaat lainnya dengan teknologi nano-partikulat menjadi booster cair yang ramah lingkungan yang siap diaplikasikan pada perkebunan di Dieng,” paparnya.

Setelah diuji coba diterapkan pada lahan pertanian di Dieng, kata Pri Utami, pada 5 Juli lalu bertepatan dengan HUT ke 22 PT Geo Dipa Energi (Persero) dilakukan panen perdana pada demplot tanaman kentang. Panen dilaksanakan di salah satu lahan petani mitra yang berada di dusun Krajan, Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Panen kentang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Selo bersama Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis, bersama Camat Batur Aji Piluroso, Kepala-kepala Desa, para petani mitra di seluruh kecamatan Batur, dan tokoh-tokoh masyarakat. Perhelatan panen perdana tersebut sarat nuansa budaya lokal, dengan menampilkan tarian Lengger yang diiringi dengan tembang-tembang penuh nasehat, tentang sinergi antar berbagai kepentingan dalam mencapai kesejahteraan dan keselarasan bersama alam.

Di acara panen perdana itu juga dilakukan edukasi mengenai sinergi antara pengembangan energi panas bumi dan upaya memajukan sektor pertanian yang berkelanjutan melalui Wayang Cinema “Sulasih-Sulanjana” besutan Dr. Citra Aryandari, anggota Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM yang berasal dari Institut Seni Indonesia (Yogyakarta).

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Selo dan Dirut PT Geo Dipa Energi Yudistian Yunis mengapresiasi inovasi oleh tim peneliti, di mana pembuatan pupuk dan booster alami dari “limbah” panas bumi merupakan terobosan dalam pelestarian lingkungan.

Ngadisih, salah satu anggota peneliti yang lain, mengatakan booster dari bahan silika ini diharapkan dapat membantu mengurangi secara signifikan penggunaan pupuk kandang yang menimbulkan bau busuk dan merusak mikrobiologi tanah, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimiawi. “Ke depan booster Sulasih-Sulanjana akan diaplikasikan pada berbagai tanaman hortikultura di dataran Tinggi Dieng,” katanya.

Seperti diketahui, dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, dikenal sebagai tujuan wisata dan sebagai penghasil sayur-mayur merupakan daerah yang kaya akan energi panas bumi sebagai sumber pembangkit listrik yang posisinya terletak di tengah-tengah perkebunan warga. Sebagai salah satu sumber energi terbarukan khas Indonesia, booster cair dari produk sampingan dari pengoperasin energi panas bumi  ini bisa menjadi produk unggulan yang mencerminkan sinergi antara perusahaan yang bergerak di sektor energi dengan para akademisi di lingkungan kampus yang memiliki perhatian pada pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Tim Peneliti UGM Kembangkan Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-peneliti-ugm-kembangkan-booster-cair-dari-endapan-silika-panas-bumi/feed/ 0
Dahliana Hasan Terpilih Sebagai Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/dahliana-hasan-terpilih-sebagai-ketua-bks-dekan-fh-ptn-se-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/dahliana-hasan-terpilih-sebagai-ketua-bks-dekan-fh-ptn-se-indonesia/#respond Thu, 04 Jul 2024 08:35:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65790 Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., baru saja terpilih sebagai Ketua Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia periode 2024-2026. Dahliana Hasan resmi dipilih secara aklamasi dalam Rapat Kerja Nasional BKS Dekan FH PTN se-Indonesia yang diselenggarakan di Fakultas Hukum UGM pada Selasa (2/7). Dahliana […]

Artikel Dahliana Hasan Terpilih Sebagai Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., baru saja terpilih sebagai Ketua Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia periode 2024-2026. Dahliana Hasan resmi dipilih secara aklamasi dalam Rapat Kerja Nasional BKS Dekan FH PTN se-Indonesia yang diselenggarakan di Fakultas Hukum UGM pada Selasa (2/7).

Dahliana Hasan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan untuk memimpin kepengurusan BKS Dekan FH PTN se-Indonesia selama dua tahun ke depan. “Harapan saya agar BKS Dekan FH PTN se-Indonesia ini tetap guyub dan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan hukum dan permasalahan hukum di Indonesia,” ungkap Dahliana Hasan dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (4/7).

Dahliana menerangkan bahwa BKS Dekan FH PTN se-Indonesia merupakan sebuah wadah kerja sama bagi Fakultas Hukum di Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia untuk mengembangkan standar pendidikan hukum di Indonesia.

“Pertemuan rutin yang dilakukan dalam rangka pengembangan kurikulum ilmu hukum agar adaptif dengan dinamika dalam masyarakat dan pembangunan,” ujarnya.

Dalam rapat kerja kali ini juga diputuskan bahwa pertemuan selanjutnya akan diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, Dahliana Hasan dipilih menjadi Ketua BKS Dekan FH PTN se-Indonesia menggantikan ketua sebelumnya Imam Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. dari Universitas Airlangga. Pada kepengurusan periode 2024-2026, Dahliana Hasan akan dibantu oleh Ferry Faturokhman, S.H., M.H., Ph.D. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai sekretaris dan Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H. dari Universitas Trunojoyo Madura sebagai bendahara.

Penulis: Emma (Humas Fakultas Hukum)

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Dahliana Hasan Terpilih Sebagai Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dahliana-hasan-terpilih-sebagai-ketua-bks-dekan-fh-ptn-se-indonesia/feed/ 0
UGM Beri Pendampingan Transformasi Universitas Borneo Tarakan jadi PTN BLU  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-beri-pendampingan-transformasi-universitas-borneo-tarakan-jadi-ptn-blu/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-beri-pendampingan-transformasi-universitas-borneo-tarakan-jadi-ptn-blu/#respond Thu, 04 Jul 2024 02:59:11 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65750 Universitas Gadjah Mada ditugaskan oleh Kemdikbudristek RI memberi pendampingan ke Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk melakukan transformasi dan revitalisasi dari PTN Satker menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan pengelolaan Badan Layanan Umum (PTN BLU). Perubahan status tersebut diharapkan UBT menjadi lebih produktif, efisien, inovatif, kreatif, dan efektif dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Seperti diketahui UBT […]

Artikel UGM Beri Pendampingan Transformasi Universitas Borneo Tarakan jadi PTN BLU  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada ditugaskan oleh Kemdikbudristek RI memberi pendampingan ke Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk melakukan transformasi dan revitalisasi dari PTN Satker menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan pengelolaan Badan Layanan Umum (PTN BLU). Perubahan status tersebut diharapkan UBT menjadi lebih produktif, efisien, inovatif, kreatif, dan efektif dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Seperti diketahui UBT merupakan perguruan tinggi negeri pertama yang ada di Provinsi Kalimantan Utara.

Direktur Perencanaan UGM Ely Susanto, S.IP., M.B.A., Ph.D. dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (4/7) mengatakan sebagai bagian dari program pendampingan tersebut, UGM melakukan kunjungan ke UBT pada tanggal 26-27 Juni 2024 lalu. Delegasi UGM dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. dan hari pertama diawali dengan pertemuan dengan Rektor UBT Prof. Dr. Adri Patton, M.Si. 

“Dalam pertemuan tersebut Rektor UBT menyampaikan apresiasi atas dukungan UGM yang telah melakukan pendampingan dalam rangka transformasi UBT menjadi PN BLU,” kata Ely.

Selain melakukan pertemuan dengan jajaran Rektorat UBT, Tim UGM melakukan peninjauan lapangan di kampus UBT meliputi laboratorium, ruang kuliah, kawasan kampus, dan ruang kegiatan mahasiswa. 

Selanjutnya pada hari kedua dilakukan coaching clinic yang bertujuan untuk mendiskusikan strategi pengembangan bidang tridharma berikut ekosistem pendukungnya. Dalam kesempatan tersebut, coaching clinic dilakukan dalam 2 sesi yaitu sesi diskusi dan brainstorming pada bidang penjaminan mutu, inovasi akademik, perencanaan dan penganggaran, keuangan, kemitraan, sistem informasi, aset, pengadaan barang dan jasa serta ditambah 2 tema khusus terkait dengan pengelolaan sumber daya dan teknologi perikanan dan pengelolaan kawasan perbatasan. “Kegiatan coaching clinic diakhiri dengan pemaparan rumusan rencana pengembangan yang akan dilakukan oleh UBT pada tahun 2024 yang akan didampingi penyusunannya oleh UGM,” katanya.

Menurut Ely, kemitraan dengan UBT telah terjalin tidak hanya pada proses pendampingan Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri namun UGM juga ikut mendampingi pendirian Program Studi Sarjana Kedokteran di UBT. “Tim FKKMK sudah mendampingi pendirian prodi S1 Kedokteran,” katanya 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama UBT,  Dr. Ir. Muhammad Djaya Bakri, S.T., M.T., mengatakan kesiapan UBT untuk beralih status menjadi BLU ditargetkan bisa selesai tahun ini. “Kita mempersiapkan dokumen alih status, sudah menyusun rencana bisnis tata kelola dan kesiapan seluruh perangkat untuk menjadi BLU,” katanya.

Selama proses alih status tersebut, kata Djaya, pihaknya mendapat pendampingan dari UGM. Menurutnya penugasan UGM sebagai pendamping UBT menjadi PTN BLU sejalan dengan program pendampingan pembukaan prodi kedokteran. “Tahun ini kita menerima mahasiswa baru untuk prodi kedokteran,” jelasnya.

Djaya berharap dengan perubahan status PTN BLU diharapkan UBT akan menjadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang di wilayah perbatasan.  ”Sebagai Perguruan Tinggi  baru, UBT bertanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa yang tinggal di perbatasan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan UBT Dr. Dori Rahmawani, M.Si. mengharapkan adanya perubahan status UBT menjadi PTN BLU makin mendorong kinerja kampus ini di bidang pendidikan dan riset di bidang perikanan dan kelautan. “Sumber daya keanekaragaman sumber daya tropisnya sangat unik, kita ingin bagaimana bisa meningkatkan hasil riset perikanan dan kelautan,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Ega 

Artikel UGM Beri Pendampingan Transformasi Universitas Borneo Tarakan jadi PTN BLU  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-beri-pendampingan-transformasi-universitas-borneo-tarakan-jadi-ptn-blu/feed/ 0
FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/#respond Wed, 03 Jul 2024 01:49:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65681 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menggelar MIPA Business Gathering, Sabtu (29/6), di Gedung Utama PT PLN (Persero), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan platform diskusi antara akademisi dari perguruan tinggi dan praktisi dari industri dalam memperkuat riset kolaboratif. Lebih dari 100 mitra berasal dari berbagai sektor industri, seperti PT Pertamina (Persero), PT […]

Artikel FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menggelar MIPA Business Gathering, Sabtu (29/6), di Gedung Utama PT PLN (Persero), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan platform diskusi antara akademisi dari perguruan tinggi dan praktisi dari industri dalam memperkuat riset kolaboratif. Lebih dari 100 mitra berasal dari berbagai sektor industri, seperti PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, GO Well Oilfield Technology, PT. Matur Nuwun Nusantara, Business Innovation Center dan industri lainnya ikut hadir. 

Dr. Fajar Adi Kusumo, M.Si. selaku ketua pelaksana dari MIPA Business Gathering, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (3/7), mengungkapkan bahwa isu employability atau kompetensi kerja saat ini mendapat perhatian dari FMIPA UGM khususnya terkait penyiapan kelulusan dalam memasuki dunia kerja. Untuk mendukung hal tersebut, FMIPA UGM perlu melakukan berbagai terobosan agar terjadi kerja sama antara kampus dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Acara MIPA Business Gathering ini kami adakan dalam rangka membuka dan mempererat silaturahmi antara kampus, dunia usaha dan dunia industri yang bertujuan untuk mengenalkan isu-isu di kampus yang memerlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Kemudian, kami juga ingin mengenalkan produk riset hasil inovasi kampus yang dapat mendukung industri dengan harapan produk-produk ini dapat dihilirasi dan bermanfaat untuk sektor pemerintah, industri, dan masyarakat,” ungkap Fajar.

Ia juga menyinggung perlunya jalinan komunikasi yang lebih erat antara kampus dengan dunia industri melalui beberapa aktivitas, salah satunya adalah peningkatan jumlah dosen yang berkegiatan di perusahaan atau dunia industri. Hal ini sangat penting karena akan berdampak pada proses pembelajaran dan menghasilkan mahasiswa yang lebih adaptif dengan kebutuhan di dunia industri. Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi karyawan perusahaan, FMIPA menyediakan program studi lanjut melalui  S2 dan S3 by research. Dijelaskan Fajar, program tersebut memiliki keunggulan berupa tidak adanya residensi sehingga riset bisa dilakukan sambil tetap bekerja di perusahaan, adapun bimbingan dapat dilakukan pada dosen di FMIPA UGM dan staf perusahaan yang memiliki kualifikasi di bidang tertentu.

Daniel Oscar Baskoro, M.Sc. selaku Chief Project Officer Smart City Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Ketua Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama), yang juga memberikan sambutan, menuturkan bahwa dosen berperan penting dalam membuat kajian riset untuk industri. Hasil riset akan ditangkap oleh industri untuk disempurnakan di bagian Research and Development (R&D). Oscar memastikan bahwa FMIPA UGM adalah salah satu mitra strategis bagi industri untuk memajukan perusahaan melalui penguatan R&D.

Alois Wisnuhardana selaku Senior Executive Vice President Corporate Secretary PT PLN Persero, yang juga merupakan Alumni FMIPA UGM, mengungkapkan bahwa saat ini PLN memiliki tugas pokok untuk menjaga generasi penerus agar memiliki masa depan yang lebih baik dengan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. “Saat ini kami masih terus mengembangkan Electric Vehicle dan juga konversi kompor gas ke kompor listrik, tentunya memerlukan dukungan dari riset-riset kampus untuk terus mengakselerasi kegiatan R&D kami,” ungkap Alois.

Lebih lanjut, Aloise juga menjelaskan selain berkolaborasi dengan dosen, PLN memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni yang ingin berkontribusi pada industri kelistrikan melalui beberapa jalur, seperti jalur reguler dengan rekrutmen bersama BUMN, serta jalur pro hire dengan minimal pendidikan S2 dan S3 untuk ditempatkan di beberapa lini bisnis PLN.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak pada penguatan ekonomi Indonesia ini, terdiri atas diskusi yang terbagi dalam 2 panel, business gathering, dan paparan mitra industri dengan tema ‘Why Innovation is a Survival Issue (for Indonesia too). Pada panel 1, tema yang diangkat adalah Potensi Kerja Sama Departemen FMIPA UGM, dengan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., selaku moderator. Dalam hal ini, masing-masing Ketua Departemen menyampaikan paparan mengenai potensi kerja sama yang dapat dilakukan seperti riset nanomaterial dan produk seismograf dari fisika, riset kimia industri serta pengelolaan limbah kimia dari kimia, riset aplikasi Tani Pintar dari ilmu komputer dan elektronika instrumentasi, dan riset tentang kriptografi dari matematika.

Reportase: Febriska Noor Fitriana (Humas FMIPA UGM)

Penulis: Triya Andriyani

Artikel FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/feed/ 0
Ratusan Mahasiswa PMM Luar Jawa Kuliah Satu Semester di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-mahasiswa-pmm-luar-jawa-kuliah-satu-semester-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-mahasiswa-pmm-luar-jawa-kuliah-satu-semester-di-ugm/#respond Tue, 02 Jul 2024 06:03:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65638 Sebanyak 265 mahasiswa dari 71 perguruan tinggi menyelesaikan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Modul Nusantara yang dimulai sejak bulan februari hingga juni lalu. Umumnya para mahasiswa ini berasal dari perguruan tinggi di luar pulau Jawa, seperti dari Universitas Andalas, Sumatera Barat; Universitas Udayana, Bali; Universitas Syiah Kuala, Aceh; Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan; Universitas Lampung […]

Artikel Ratusan Mahasiswa PMM Luar Jawa Kuliah Satu Semester di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 265 mahasiswa dari 71 perguruan tinggi menyelesaikan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Modul Nusantara yang dimulai sejak bulan februari hingga juni lalu. Umumnya para mahasiswa ini berasal dari perguruan tinggi di luar pulau Jawa, seperti dari Universitas Andalas, Sumatera Barat; Universitas Udayana, Bali; Universitas Syiah Kuala, Aceh; Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan; Universitas Lampung dan Universitas Tadulako.

Selama lima bulan para mahasiswa ini mengambil mata kuliah di kampus UGM. Selain aktif mengikuti perkuliahan, mereka juga aktif di berbagai event kegiatan dan perlombaan yang ada di kampus. “Ada 61 mata kuliah yang ditawarkan. Setidaknya ada 20 sks yang sudah diambil akan dikonversi di masing perguruan tinggi asal mereka,” kata Ketua Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Modul Nusantara UGM, Ir. Endang Sulastri, S.Pt., M.A.,Ph.D., dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Selasa (2/7).

Menurut Endang Sulastri, program PMM Modul Nusantara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menikmati atmosfer akademik yang ada di luar kampusnya. Di samping para peserta juga saling mengenal keragaman budaya masing-masing. “Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini makin membuka wawasan bahwa kita bangsa yang beragama, memberikan pengalaman atmosfer akademik selama berkuliah di UGM sehingga mereka mengetahui sejauh mana effort masing-masing,” katanya.

Gilang Pangestu (21), salah satu peserta PMM yang berasal dari Universita Pendidikan Ganesha, Bali,  mengatakan selama mengikuti program pertukaran mahasiswa modul nusantara ini makin menambah dan memperkaya wawasan keragaman budaya di Indonesia. “Kita makin tahu tentang keragaman dan pemahaman budaya, menjaga sikap toleransi dan menghargai perbedaan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis,” katanya.

Berkesempatan menikmati bangku kuliah di UGM, di sini, Gilang mengaku berterima kasih telah dinobatkan sebagai kepala suku untuk program PMM batch IV UGM ini. Menurutnya banyak cerita senang dan sedih selama berkuliah di UGM yang bisa menjadi kenangan yang tidak terlupakan. “Adanya program ini, saya bisa menjejakkan kaki saya menjalankan kuliah selama satu semester. Banyak cerita bersama, sedih, senang, dan emosinya jadi mahasiswa di universitas yang paling didambakan,” katanya.

Icha, mahasiswi  dari Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah, mengaku sangat terkesan selama menempuh kuliah di UGM. Selain mengikuti program modul nusantara, pihaknya juga berkesempatan menikmati objek wisata yang ada di Jogja. “Banyak sekali di Jogja, kita sempat pergi ke lava tour, membuat aku terkenang,” katanya.

Pengalaman selama satu semester kuliah di UGM diakui  Icha meninggalkan kesan yang mendalam. Icha berharap ia bisa mengenyam kuliah di UGM suatu saat kelak. “Pengen sekali kuliah di UGM. Harapan bisa kuliah S2 di UGM,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Davina (20) dari universitas Lampung. Menurutnya selama mengikuti PMM Modul Nusantara ia bisa mengenal lebih dekat soal budaya Jawa. “Kita diajarkan main gamelan juga,” katanya

Davina menceritakan selama di UGM ia  mengambil berapa mata kuliah di Prodi Psikologi, prodi Hubungan Internasional dan prodi Ilmu Hukum. “Selama ikut program, banyak sukanya karena di sini punya banyak teman dan menambah pengalaman baru,” katanya.

Penulis   : Tiefany

Editor     : Gusti Grehenson

Artikel Ratusan Mahasiswa PMM Luar Jawa Kuliah Satu Semester di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-mahasiswa-pmm-luar-jawa-kuliah-satu-semester-di-ugm/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Penggunaan Nuansa Kpop di Pemilu 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-penggunaan-nuansa-kpop-di-pemilu-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-penggunaan-nuansa-kpop-di-pemilu-2024/#respond Tue, 25 Jun 2024 21:44:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65433 Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan penelitian terhadap fenomena budaya Korean Pop (Kpop) pada Pemilu 2024 lalu. Melalui judul penelitian “Politisasi Fandom: Crowdfunding dan Fan-Project dalam Kampanye Politik oleh Relawan Anies Baswedan”, tim ini berhasil menguak fakta-fakta unik dan menarik yang muncul pada penggemar Anies Baswedan sebagai […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Penggunaan Nuansa Kpop di Pemilu 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan penelitian terhadap fenomena budaya Korean Pop (Kpop) pada Pemilu 2024 lalu. Melalui judul penelitian “Politisasi Fandom: Crowdfunding dan Fan-Project dalam Kampanye Politik oleh Relawan Anies Baswedan”, tim ini berhasil menguak fakta-fakta unik dan menarik yang muncul pada penggemar Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden.

Anggota tim PKM bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) ini terdiri dari Jasmine Rizky El Yasinta, Cristopher Isac Wibowo, Elvira Chandra Dewi Ari Nanda, Kezia Aurora, serta Muhammad Ahsan Alhuda, dengan bimbingan Dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mashita Phitaloka Fandia P., S.IP., M.A.

Jasmine Rizky El Yasinta selaku Ketua Tim membagikan hasil penelitian yang menyimpulkan terdapat indikasi adanya perubahan sentimen publik terhadap politik di Indonesia. Menurut Yasinta, akun @aniesbubble di kanal media sosial X muncul di tengah masyarakat sebagai pendukung dari Anies Baswedan. “Akun tersebut banyak mengelaborasi program-program yang diusung tim Anies-Muhaimin untuk mengenalkannya pada masyarakat dengan cara yang unik,” kata Yasinta dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/6).

Menurut Yasinta dan tim, akun @aniesbubble mengadopsi budaya-budaya fandom Kpop dalam agenda politiknya. Gaya komunikasi tersebut diperlihatkan dalam bentuk penggunaan huruf-huruf korea atau hangeul, istilah korea, hingga memposisikan pasangan calon Anies-Muhaimin selayaknya idol korea. “Fenomena ini ternyata menuai banyak dukungan dan simpati pada pasangan kandidat 01 tersebut,” jelasnya.

Selain itu, kemunculan akun @aniesbubble ternyata memicu munculnya akun serupa, yakni @oldproject di platform yang sama. Akun ini berhasil melakukan penggalangan dana untuk mendukung kampanye Anies. Bahkan melalui akun resminya, Anies turut mengungkapkan rasa terima kasih pada komunitas tersebut karena telah mengirimnya sebuah coffee truck di salah satu momen acara Desak Anies. “Sebagaimana diketahui bahwa mengirim food truck atau coffee truck merupakan kebiasaan fandom Kpop terhadap idolnya. Baik @aniesbubble dan @oldproject mereka bukan bagian dari tim sukses Anies-Muhaimin, melainkan komunitas pendukung 01 yang tumbuh secara organik di masyarakat,” kata Elvira Chandra Dewi Ari Nanda, anggota tim lainnya .

Keunikan fenomena tersebut ditangkap oleh Elvira dan kawan-kawan sebagai peluang penelitian yang menarik. Mereka melakukan studi etnografi virtual media sosial X dalam membedah fakta dibalik kemunculan budaya Kpop dalam politik. “Dari hasil survei yang kami lakukan, cara kampanye semacam ini terbukti efektif dilakukan dengan indeks sebesar 4,16 dari 5,” ungkapnya.

Efektivitas muncul karena adanya kemiripan gaya kampanye dengan ketertarikan atau interest yang berasal dari generasi muda. Hal ini memunculkan atensi lebih dari sebagian masyarakat, mengingat Kpop memiliki komunitas yang cukup besar di Indonesia.

Elvira menyebutkan ada beberapa hal menonjol dalam pengaplikasian budaya fandom Kpop ini. Beberapa di antaranya adalah penggunaan istilah-istilah korea dan terminologi Kpop, seperti oppa (kakak laki-laki atau sebutan untuk idol laki-laki), ahjussi (pria paruh baya), maknae (seseorang yang paling muda), atau olpbbong (lightstick untuk fans Kpop). Penggunaan istilah tersebut sangat kontras dengan sentimen politik yang selama ini dibangun dengan kaku, eksklusif, dan seringkali kurang melibatkan generasi muda. Penelitian ini membuktikan bahwa strategi tersebut secara efektif dapat meningkatkan atensi dan sentimen publik dalam kampanye politik. “Survei kami juga telah membuktikan bahwa politisasi fandom berpengaruh signifikan terhadap pandangan Gen-Z terhadap seorang tokoh politik,” terangnya.

Melalui wawancara yang dilakukan oleh tim PKM, inisiator akun @aniesbubble menjelaskan bahwa pesan yang disampaikan melalui unggahan di media sosial X dipercaya telah menjadi cara baru dalam mengkampanyekan figur politik yang dapat meningkatkan simpati publik. Masyarakat merasa lebih tertarik dengan hadirnya nuansa baru politik yang lebih luwes, ringan, unik, dan lucu.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Freepik

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Penggunaan Nuansa Kpop di Pemilu 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-penggunaan-nuansa-kpop-di-pemilu-2024/feed/ 0
45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/ https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/#respond Mon, 25 Mar 2024 08:10:50 +0000 https://ugm.ac.id/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/ Sebanyak 45 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Bank Central Asia TBK. Pemberian Beasiswa Bakti BCA disampaikan Albert Ramali selaku Kepala Operasi Cabang (KOC) BCA KCU Yogyakarta di ruang Multimedia UGM, Senin (25/3). Para mahasiswa UGM yang menerima Beasiswa Bakti BCA ini akan menerima bantuan pendidikan untuk pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), ditambah uang saku […]

Artikel 45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 45 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Bank Central Asia TBK. Pemberian Beasiswa Bakti BCA disampaikan Albert Ramali selaku Kepala Operasi Cabang (KOC) BCA KCU Yogyakarta di ruang Multimedia UGM, Senin (25/3).

Para mahasiswa UGM yang menerima Beasiswa Bakti BCA ini akan menerima bantuan pendidikan untuk pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), ditambah uang saku sebesar 500 ribu rupiah per mahasiswa per bulan.

Albert Ramali mengatakan PT BCA Tbk. menyadari betapa pentingnya pendidikan sebagai pendorong perkembangan sosio-ekonomi dan menciptakan masyarakat yang inklusif. Diyakini bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan negara.

“Oleh karena itu, BCA sebagai salah satu bagian dari perbankan nasional, turut serta dalam mendukung generasi muda Indonesia agar dapat mengembangkan potensi mereka dengan maksimal melalui program Beasiswa Bakti BCA,” katanya.

Dia menyampaikan BCA telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 7.000 mahasiswa S1 sejak 2009. Beasiswa yang diberikan tidak hanya berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dilengkapi dengan program pelatihan untuk membekali para mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan bimbingan yang sesuai untuk membantu para mahasiswa mencapai keunggulan dalam karier. Kami yakin bahwa dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal,” ungkapnya.

Telah banyak karya baik yang dihasilkan dalam program beasiswa Bakti BCA sebelumnya, karena itu PT BCA Tbk. sangat antusias menantikan lebih banyak lagi hal-hal positif yang lahir dari program Beasiswa Bakti BCA di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Karenanya BCA memberikan apresiasi kepada banyak pihak yang telah memberikan dukungan tanpa henti untuk mewujudkan program Beasiswa Bakti BCA.

Kepada seluruh perguruan tinggi, termasuk UGM ia sangat berharap kerjasama ini akan menjadi hubungan yang saling menguntungkan di masa depan. Dengan kemitraan ini tidak hanya memperkuat komitmen PT BCA Tbk. dalam mendukung pendidikan, tetapi juga membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan demi kemajuan bersama.

“Kami juga ingin memberikan penghargaan khusus kepada para Bakti Champions, yang merupakan bintang dari program ini. Kami mengucapkan selamat atas pencapaian semua adik-adik yang telah berkesempatan meraih beasiswa dari Bakti BCA. Kami berharap adik-adik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggapai impian kalian. Teruslah menjadi insan pelajar yang berdedikasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara kita. Semoga kesuksesan yang kalian raih menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang,” terangnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi menyambut baik dan berterima kasih atas kepedulian PT BCA Tbk. dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Pemberian Beasiswa Bakti BCA tentunya sangat membantu kelancaran studi mahasiswa UGM.

”Terima kasih kepada BCA yang telah 14 tahun peduli, memperhatikan dan memberikan donasinya untuk pendidikan. Kami yang di UGM sangat bersyukur dengan Beasiswa Bakti BCA karena tentunya akan mendukung proses belajar para mahasiswa,” ucapnya.

Sebagai catatan Beasiswa Bakti BCA diberikan kepada para mahasiswa yang berprestasi dengan kondisi tidak mampu. Mereka disyaratkan dengan IPK minimal 3.00.

Penulis: Agung Nugroho

Fotografer: Donnie

 

Artikel 45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/feed/ 0