sdg Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 03 Feb 2025 03:55:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kebijakan Pelarangan Menjual LPG 3Kg di Tingkat Pengecer Dinilai Menyusahkan Rakyat Kecil https://ugm.ac.id/id/berita/kebijakan-pelarangan-menjual-lpg-3kg-di-tingkat-pengecer-dinilai-menyusahkan-rakyat-kecil/ https://ugm.ac.id/id/berita/kebijakan-pelarangan-menjual-lpg-3kg-di-tingkat-pengecer-dinilai-menyusahkan-rakyat-kecil/#respond Mon, 03 Feb 2025 03:55:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75321 Pemerintah secara resmi melarang penjualan Liquefied Petroleum Gas 3 Kg (LPG 3 Kg) di tingkat pengecer berlaku sejak 1 Februari 2025. Penjualan LPG 3 Kg hanya boleh dilakukan di pangkalan atau penyalur resmi Pertamina. Pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 Kg diharuskan mengubah statusnya dari pengecer menjadi pangkalan atau penyalur resmi Pertamina, yang diberi […]

Artikel Kebijakan Pelarangan Menjual LPG 3Kg di Tingkat Pengecer Dinilai Menyusahkan Rakyat Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah secara resmi melarang penjualan Liquefied Petroleum Gas 3 Kg (LPG 3 Kg) di tingkat pengecer berlaku sejak 1 Februari 2025. Penjualan LPG 3 Kg hanya boleh dilakukan di pangkalan atau penyalur resmi Pertamina. Pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 Kg diharuskan mengubah statusnya dari pengecer menjadi pangkalan atau penyalur resmi Pertamina, yang diberi waktu 1 bulan untuk pengubahan tersebut.

Ekonom UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menilai kebijakan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal pelarangan penjualan LPG 3 Kg di tingkat pengecer tersebut merupakan kebijakan blunder. Sebaliknya kebijakan ini justru berpotensi mematikan pedagang kecil lantaran menyusahkan konsumen ubntuk mendapatkan LPG 3 Kg, dan bahlan melabrak komitmen Presiden Prabowo yang ingin berpihak pada rakyat kecil. “Selama ini pengecer merupakan pedagang dan warung-warung kecil untuk mengais pendapatan dengan berjualan LPG 3 Kg. Larangan bagi pengecer menjual LPG 3 Kg mematikan usaha mereka,” ujarnya, di Kampus UGM, Senin (3/2).

Akibat pelarangan tersebut berdampak bagi wirausaha akar rumput kehilangan pendapatan. Mereka kembali menjadi pengangguran dan terperosok menjadi rakyat miskin. Mustahil bagi pengusaha kecil ini mengubah menjadi pangkalan atau pengecer resmi Pertamina karena dibutuhkan modal yang tidak kecil untuk membayar pembelian LPG 3 dalam jumlah besar. “Kebijakan Bahlil ini juga menyusahkan bagi konsumen, yang kebanyakan rakyat miskin,  untuk membeli kebutuhan LPG 3 kg di pangkalan yang jauh dari tempat tinggalnya,” jelasnya.

Sekali lagi Fahmy menandaskan, kebijakan larangan pengecer menjuial LPG 3 Kg melabrak komitmen Presiden Prabowo yang berpihak kepada rakyat kecil, baik pengusaha akar rumput maupun konsumen yang kebanyakan rakyat miskin. Kebijakan yang mematikan pedagang di tingkat akar rumput tersebut harus dibatalkan karena menyusahkan rakyat miskin. “Kebijakan melarang pengecer menjual LPG 3 harus dibatalkan. Prabowo harus menegur Bahlil atas kebijakan blunder tersebut agar kebijakan serupa tidak terulang kembali,” serunya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Harian Jogja

Artikel Kebijakan Pelarangan Menjual LPG 3Kg di Tingkat Pengecer Dinilai Menyusahkan Rakyat Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kebijakan-pelarangan-menjual-lpg-3kg-di-tingkat-pengecer-dinilai-menyusahkan-rakyat-kecil/feed/ 0
Dukung Pariwisata Madiun, Mahasiswa KKN UGM Dorong Potensi Produk Ekonomi Kreatif  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pariwisata-madiun-mahasiswa-kkn-ugm-dorong-potensi-produk-ekonomi-kreatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pariwisata-madiun-mahasiswa-kkn-ugm-dorong-potensi-produk-ekonomi-kreatif/#respond Wed, 29 Jan 2025 07:17:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75188 Mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan pengabdian di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 4 tahun 2024 di Kecamatan Taman mengusung program besar berupa Pengembangan Desa Kawasan Wisata dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Salah satu kegiatan yang kemudian dilaksanakan adalah menggelar sarasehan bertema Optimalisasi Potensi […]

Artikel Dukung Pariwisata Madiun, Mahasiswa KKN UGM Dorong Potensi Produk Ekonomi Kreatif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan pengabdian di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 4 tahun 2024 di Kecamatan Taman mengusung program besar berupa Pengembangan Desa Kawasan Wisata dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Salah satu kegiatan yang kemudian dilaksanakan adalah menggelar sarasehan bertema Optimalisasi Potensi Ekraf dalam Mendukung Sektor Pariwisata di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Sarasehan digelar di Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (22/1) dengan menghadirkan pembicara Dr. Destha Titi Raharja, S.Sos., M.Si dari Pusat Studi Pariwisata UGM.

Sarasehan mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Taman dan Bappelitbangda Kota Madiun. Hadir dalam Sarasehan ini perwakilan dari Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Madiun, Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kota Madiun, Dinas Perdagangan Kota Madiun, Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, dan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Madiun, dan para lurah serta perwakilan pelaku usaha ekonomi kreatif dari seluruh kelurahan di Kecamatan Taman.

Destha Titi Raharjana, selaku peneliti senior di Pusat Studi Pariwisata UGM menyampaikan soal urgensi pengembangan sektor ekraf melalui identifikasi gambaran dan peluang untuk kemudian merumuskan rekomendasi strategis mengenai penguatan ekosistem ekraf di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Menurutnya pengalaman selama ini bisa dijadikan fondasi bagi Kecamatan taman dalam pengembangan kawasan wisata.

Pengalaman wisata yang menjadi identitas suatu daerah dapat dicapai melalui kolaborasi antar elemen penggerak pariwisata di suatu daerah. Para penggerak pariwisata bisa menciptakan pengalaman unik secara bersama sebagai nilai jual wisata di Kecamatan Taman.“Ciptakan ambience, atmosfir, yang membuat sense dari Kota Madiun itu berbeda, tidak sama dengan yang lain, karena tourism is different,” paparnya.

Bagi Destha, destinasi yang kreatif akan mampu membawa pada persaingan. Karena dalam pengembangan pariwisata dituntut kemampuan baik dari aspek pengetahuan dan kreativitas.

Bahkan, ia membayangkan pengembangan pariwisata kedepan mengarah pada model wisata berbasis kreativitas. Hal ini sejalan dengan perkembangan ekonomi yang dinilai telah bergeser menuju era ekonomi kreatif. “Pemerintah Kota Madiun pun telah menerbitkan Perda No 11/2024 tentang pengembangan Ekonomi Kreatif. Kata kunci dari ekraf adalah ide, kreativitas. Karena yang dicari dalam pengembangan ekraf adalah eksplorasi, presentasi, dan pengemasan. Pengemasan dapat dilakukan secara tematik berbasis kluster melalui pendekatan kawasan,” paparnya.

Sarasehan yang digelar mahasiswa KKN mendapat sambutan Masyarakat. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan, terutama para pelaku ekraf dari sembilan kelurahan di Kecamatan Taman. Bahkan mereka secara terbuka berbagi cerita mengenai capaian pengembangan kreasi ekraf yang ditekuni selama ini dan harapannya  untuk kedepan terkait pemasaran produk.

Destha menaruh harapan bila sarasehan bisa menjadi titik awal yang baik untuk pertumbuhan ekraf dalam mendukung akselerasi sektor pariwisata. Semangat berkreasi dan perluasan pasar produk ekraf oleh para pelaku usaha diharapkan menjadi perhatian dan tindaklanjut pendampingan oleh OPD terkait.

“Pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu bagian dari titik awal pertumbuhan pariwisata di suatu daerah memerlukan suatu wadah, yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pembentukan Pokdarwis ini tidak lepas dari identifikasi local champion sebagai tokoh penggerak”, katanya.

Dari sesi sharing dalam sarasehan ini, disimpulkan tingginya semangat pelaku ekraf dari tiap kelurahan di Kecamatan Taman dinilai positif. Optimalisasi fungsi Pokdarwis sebagai lembaga kepariwisataan yang digerakkan oleh inisiatif masyarakat dan penggiat pariwisata diharapkan menjadi wadah untuk akselerasi ekraf.

Yusuf Asmadi selaku Camat Taman sungguh senang dengan respon positif dari perwakilan Bappelitbangda dan para pelaku pariwisata. Ia menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan yang diselenggarakan mahasiswa KKN PPM UGM.

“Terima kasih pada pihak-pihak atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan sebagai salah satu program kerja KKN UGM. Empat kelurahan di Kecamatan Taman yang menjadi lokus KKN yaitu Manisrejo, Pandean, Banjarejo, dan Mojorejo kita harapkan menjadi pemicu wisata yang terkoneksi di Kecamatan Taman. Segera kita akan wujudkan dan semua kelurahan di Kecamatan Taman akan terhubung dalam satu paket wisata,” ujarnya.

Febri selaku penanggungjawab program kerja Sarasehan Parekraf mengungkapkan pengembangan ekonomi kreatif menjadi komponen penting pembangunan pariwisata. Urgensinya pengembangan ekonomi kreatif ini adalah pemberdayaan para pelaku usaha, dan ia menjadi pilar praktis dalam pengembangan wisata berupa “something to buy”. “Tentu bukan sekedar membeli suatu produk, melainkan bagaimana para wisatawan atau pengunjung juga membeli pengalaman. Hal ini tentu linear dengan tujuan besar Kecamatan Taman dalam pengembangan sektor pariwisata”, ucapnya.

Iapun menambahkan tidak hanya tema besar pariwisata, para mahasiswa KKN PPM UGM di kota Madiun juga melakukan berbagai kegiatan pendampingan untuk Masyarakat. Diantaranya pendampingan bidang pendidikan, UMKM dan lain-lain.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Dukung Pariwisata Madiun, Mahasiswa KKN UGM Dorong Potensi Produk Ekonomi Kreatif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pariwisata-madiun-mahasiswa-kkn-ugm-dorong-potensi-produk-ekonomi-kreatif/feed/ 0
Teliti Bahan Kemasan Makanan dari Kulit Rambutan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-bahan-kemasan-makanan-dari-kulit-rambutan-mahasiswa-ugm-raih-penghargaan-internasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-bahan-kemasan-makanan-dari-kulit-rambutan-mahasiswa-ugm-raih-penghargaan-internasional/#respond Fri, 24 Jan 2025 09:00:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75133 Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Arum Widyastuti Perdani, raih penghargaan Best Presentation Award pada The 10th International Conference on Composite Materials and Materials Engineering (ICCMME 2025). Konferensi yang berlangsung pada 8-10 Januari silam di Yonsei University, Seoul, Korea Selatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 19 negara, […]

Artikel Teliti Bahan Kemasan Makanan dari Kulit Rambutan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Arum Widyastuti Perdani, raih penghargaan Best Presentation Award pada The 10th International Conference on Composite Materials and Materials Engineering (ICCMME 2025). Konferensi yang berlangsung pada 8-10 Januari silam di Yonsei University, Seoul, Korea Selatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 19 negara, diantarany Jerman, Taiwan, China, Thailand, Morocco, Amerika Serikat ,Jepang, Peru, Russia, United Arab Emirates, dan Kanada.

ICCMME 2025 diselenggarakan oleh South Asia Institute of Science and Engineering (SAISE), yang merupakan hasil kolaborasi antara Yonsei University Korea Selatan dan Sichuan University China. Saat itu, Arum mempresentasikan makalahnya yang berjudul ‘Pectin and Chitosan Biofilm Composites Enriched with Rambutan Peel Anthocyanins for Colorimetric Intelligent Food Packaging’ yang merupakan bagian dari studi disertasinya. Penelitian yang ia lakukan mengenai pengembangan intelligent food packaging dengan memanfaatkan antosianin dari kulit rambutan sebagai pewarna sensitif dalam sistem matriks biopolimer pektin dan kitosan. Penelitian ini bertujuan mempelajari sifat fisikokimia dari biofilm cerdas berdasarkan urutan pencampuran komponen utamanya. “Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi ramah lingkungan untuk kemasan makanan, sekaligus mendukung keamanan pangan melalui indikator perubahan kualitas produk,” jelasnya.

ICCMME 2025 terdiri dari berbagai sesi, mulai dari pemaparan keynote speaker seperti Prof. Ikuo Taniguchi (Kyoto Institute of Technology, Japan) dan Prof. Ki Bong Lee (Korea University, South Korea), hingga oral presentations peserta yang dibagi ke dalam enam kategori. Arum berpartisipasi dalam sesi ‘Materials Chemistry and Chemical Engineering’. Bahkan, ia mendapat masukan dari Prof. Ikuo Taniguchi untuk meningkatkan tensile strength biofilm dalam penelitian lanjutannya. “Akhirnya setelah mampu menjawab pertanyaan saat sesi presentasi, saya diumumkan sebagai penerima penghargaan atas presentasi terbaik,” kenangnya penuh haru.

Sebagai bagian dari konferensi, Arum juga berkesempatan mengikuti kunjungan laboratorium dan campus tour di Fakultas Teknik Yonsei University. Makalah yang ia presentasikan akan diterbitkan di Key Engineering Materials Journal (Scopus Q4), yang menjadi salah satu persyaratan kelulusan program doktoralnya. Melalui pengembangan kemasan berbasis biofilm sebagai upaya mendorong inovasi teknologi ramah lingkungan ini, penelitian yang Arum lakukan tentunya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kontributor : Luqlun Arghani/Humas FTP

Penulis.        : Triya Andriyani

Artikel Teliti Bahan Kemasan Makanan dari Kulit Rambutan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-bahan-kemasan-makanan-dari-kulit-rambutan-mahasiswa-ugm-raih-penghargaan-internasional/feed/ 0
Penanganan Wabah PMK Butuh Perhatian Serius https://ugm.ac.id/id/berita/penanganan-wabah-pmk-butuh-perhatian-serius/ https://ugm.ac.id/id/berita/penanganan-wabah-pmk-butuh-perhatian-serius/#respond Sun, 19 Jan 2025 01:54:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74847 Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Agung Suganda mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian, tengah berupaya memberantas penyakit mulut dan kukus (PMK) yang kini tengah kembali mewabah dan menjangkiti ternak dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebutkan, sejak akhir tahun lalu, sejumlah lebih dari 49.000 vaksinasi telah dilaksanakan di 16 provinsi. “Sebanyak 13.956 hewan ternak yang sakit […]

Artikel Penanganan Wabah PMK Butuh Perhatian Serius pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Agung Suganda mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian, tengah berupaya memberantas penyakit mulut dan kukus (PMK) yang kini tengah kembali mewabah dan menjangkiti ternak dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebutkan, sejak akhir tahun lalu, sejumlah lebih dari 49.000 vaksinasi telah dilaksanakan di 16 provinsi. “Sebanyak 13.956 hewan ternak yang sakit juga telah diberikan pengobatan khusus dari dokter hewan,” kata Suganda dalam seminar Nasional yang bertajuk Roadmap dan Strategi Menuju Indonesia Bebas PMK, Jumat (16/1) di ruang Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada.

Ia menerangkan bahwa Kementerian Pertanian juga telah menganggarkan anggaran sebesar Rp 104 miliar untuk mendukung pelaksanaan program empat juta dosis vaksinasi di zona pemberantasan penyakit PMK di daerah. “Kami memohon dukungan rekan sejawat dokter hewan dari seluruh institusi. Kita sudah membentuk jalur komunikasi karena tanpa gotong royong, maka pemberantasan PMK akan sangat sulit kita laksanakan,” ujar Dirjen.

Dalam kesempatan itu, Agung Suganda memaparkan data perkembangan kasus dan penanganan PMK di Indonesia sepanjang tahun 2024 lalu. Kasus PMK memuncak pada periode April—Agustus, menjelang perayaan Idul Adha. Mulai 28 Desember 2024 sampai 15 Januari 2025, tercatat sebanyak lebih dari 25.000 hewan ternak terjangkit PMK yang tersebar di 2.736 desa. Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa PMK telah menjadi ancaman yang membutuhkan perhatian serius.

Guru Besar FKH UGM bidang Mikrobiologi Veteriner Prof. Dr. drh. Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni, M.Si, mengatakan penyakit PMK adalah salah satu penyakit lintas batas yang sangat menular pada hewan, dan dapat menyebar secara nasional dan internasional dengan cepat dan tidak terduga. Ciri-ciri ternak yang terinfeksi dari penularan penyakit ini ditandai oleh lesi di mulut dan kaki hewan, serta penurunan produksi susu, berat badan, dan gangguan produksi. “Meskipun angka kematian tidak tinggi, tetapi PMK menyebabkan kerugian dalam perdagangan,” ujar Wahyuni.

Sementara Prof. drh. Agung Budiyanto, MP, Ph.D, selaku Dosen di Departemen Reproduksi dan Obstetri FKH UGM menegaskan peran perguruan tinggi khususnya Fakultas Kedokteran Hewan harus ikut berkontribusi dalam penanganan PMK. Perguruan tinggi bisa berperan sebagai tim satgas, pakar klinis dan laboratoris, serta pelaku pengabdian masyarakat dalam membina masyarakat. Selain itu, perguruan tinggi juga ikut memberikan dukungan berupa komunikasi, informasi, dan edukasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Penanganan jangka pendek dilakukan untuk mengurangi kerugian dengan penanganan yang efektif dan diagnosa yang akurat. “Langkah yang dapat dilakukan adalah menentukan treatment sesuai dengan kondisi hewan yang ada,” paparnya.

Setelah dilakukan diagnosa yang tepat, penanganan dilakukan dengan pemberian vitamin, protein, obat cacing, atau perbaikan hormonal. “Penanganan jangka menengah dan panjang dilakukan dengan vaksinasi, pengobatan, dan penyuluhan ke masyarakat,” pungkasnya.

Dalam seminar yang diselenggarakan oleh FKH UGM ini, menghadirkan pembicara lainnya yakni Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM, selaku Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI); praktisi dan pengusaha drh. Nanang Purus Subendro dari  PT Indo Prima Beef; dan dokter hewan drh. Bima Ade Rusandi dari Kabupaten Kediri; serta drh. Retno Widyastuti selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Penanganan Wabah PMK Butuh Perhatian Serius pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/penanganan-wabah-pmk-butuh-perhatian-serius/feed/ 0
Ratusan Umat Kakrisgama Rayakan Natal Bersama https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-umat-kakrisgama-rayakan-natal-bersama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-umat-kakrisgama-rayakan-natal-bersama/#respond Tue, 14 Jan 2025 05:05:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74672 Sekitar 400 umat Keluarga Kristiani Universitas Gadjah Mada (Kakrisgama) mengikuti Perayaan Natal yang digelar di Grha Sabha Pramana, Kampus UGM, Kamis (9/1). Perayaan Natal diawali dengan Ibadah yang dipimpin Pdt. Nugraheni Siwi Rumanti, S.Si.Teol, dan Romo Agustinus Daryanto SJ. Hadir dalam perayaan kali ini Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., […]

Artikel Ratusan Umat Kakrisgama Rayakan Natal Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekitar 400 umat Keluarga Kristiani Universitas Gadjah Mada (Kakrisgama) mengikuti Perayaan Natal yang digelar di Grha Sabha Pramana, Kampus UGM, Kamis (9/1). Perayaan Natal diawali dengan Ibadah yang dipimpin Pdt. Nugraheni Siwi Rumanti, S.Si.Teol, dan Romo Agustinus Daryanto SJ. Hadir dalam perayaan kali ini Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si dan Ketua Korpagama, Prof. Akhmadi Priyatmojo dan Ketua Kakrisgama, Prof. Sebastian Margino.

Wening dalam sambutan mewakili Rektor menyampaikan pentingnya aspek sukacita dan kebahagiaan sebagai aspek paling fundamental dari pencapaian manusia. Menurutnya, setiap orang perlu bersyukur dengan apa yang telah diraih ditengah situasi sulit yang terjadi di belahan negara lain. “Di bumi Indonesia tempat kita lahir dan berada, masih banyak persoalan ketimpangan, ketidakberdayaan dan berbagai persoalan yang kita hadapi sebagai anak bangsa. Sementara di belahan dunia lain persoalan perdamaian, kekerasan dan eksploitasi-eksploitasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Sebagai warga UGM, kata Wening, perlu bersuka cita untuk membawa inspirasi dan pemecahan persoalan kemanusiaan baik untuk internal kehidupan bangsa maupun dunia. Semua harus melakukan karya, berdedikasi untuk pencapaian kebahagiaan tidak hanya bagi diri sendiri tetapi berkontribusi bagi orang banyak.

Menurut Wening, sebagai warga UGM harus bersikap optimis. Warga sivitas akademika UGM dikaruniai ekosistem yang memungkinkan menjadi agen yang berdaya untuk berkontribusi pada bangsa dan negara. “Kita adalah warga UGM yang penuh kasih yang membawa kita pada semangat saling mendukung satu sama lain. Kekuatan warga UGM adalah social capital yang luar biasa”, katanya.

Kepala Biro Manajemen Strategis, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D selaku Ketua Panitia Natal menyatakan perayaan Natal Keluarga Kristiani Universitas Gadjah Mada kali ini mengusung tema Tuhan memberi kekuatan pada umat-Nya. Tuhan memberkati umat-Nya dengan sejahtera. “Kita berharap tema ini tidak hanya di saat kita merayakan Natal, tetapi bagaimana kita sungguh bisa merenungi dan membawanya ke luar sana sehingga bisa menjadi berkat bagi sesama”, katanya.

Sementara Pdt Nugraheni Siwi Rumanti, SSI.Teol dalam renungan dan doanya mengharapkan warga Kakrisgama mampu menjadi lilin di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Semoga dengan lilin masih tersisa banyak harapan akan cahaya yang menghangatkan. “Dengan cahaya itu mengingatkan kami bahwa Engkaulah Sang Terang yang hadir untuk kami yang membuat kami mampu untuk berkata bahwa kami tidak sendirian”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Ratusan Umat Kakrisgama Rayakan Natal Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-umat-kakrisgama-rayakan-natal-bersama/feed/ 0
Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci Ramaikan Peringatan Dies ke-75 UGM https://ugm.ac.id/id/berita/wayang-kulit-lakon-dewa-ruci-ramaikan-peringatan-dies-ke-75-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/wayang-kulit-lakon-dewa-ruci-ramaikan-peringatan-dies-ke-75-ugm/#respond Mon, 09 Dec 2024 04:16:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73607 Universitas Gadjah Mada kembali menggelar pentas wayang kulit pada hari Jum’at (6/12) dengan mengangkat lakon Dewa Ruci. Pentas wayang kulit yang digelar di halaman Gedung Pusat UGM menampilkan dalan muda Ki Yusuf Anshor Ganendra, yang merupakan siswa kelas XI dari MAN 1 Wonosari. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito., […]

Artikel Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci Ramaikan Peringatan Dies ke-75 UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menggelar pentas wayang kulit pada hari Jum’at (6/12) dengan mengangkat lakon Dewa Ruci. Pentas wayang kulit yang digelar di halaman Gedung Pusat UGM menampilkan dalan muda Ki Yusuf Anshor Ganendra, yang merupakan siswa kelas XI dari MAN 1 Wonosari.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito., S.Sos., M.Si mengatakan dengan menggelar wayang kulit Universitas Gadjah Mada merupakan tradisi untul nguri-uri  kebudayaan. Nguri-uri kebudayaan yang artinya mengakar kuat menjulang tinggi dan berbuah lebat. “Mengakar kuat itu diantaranya adalah memiliki akar dan kepekaan pada budaya, dan kali ini kita tahu bahwa upaya kita menghidupkan ngri-uri budaya itu adalah komitmen values agar pendidikan kita selalu diwarnai dengan tradisi kebudayaan”, katanya.

UGM tidak akan lepas dan lewat dari arus perubahan tetapi karakter tetap harus dipegang. Pagelaran wayang kulit ini juga diharapkan menjadi kekuatan untuk secara terus menerus mewarnai dalam karya seharian warga UGM. Bahwa olah roso disaat sedang bekerja dan berinteraksi menjadikan praktek-praktek kebudayaan yang sangat penting.

“Apalagi pementasan kali ini mengangkat tema Dewa Ruci, saya kira kita bisa tahu upaya kita memberi pesan-pesan penting tentang nilai kebaikan, nilai-nilai yang itu menjadi bagian dari misi besar universitas, dan saya kira tema itu sangat relevan dengan kita dan buat bangsa Indonesia”, ungkapnya.

Dr. Sindung Tjahyadi selaku panitia pagelaran wayang kulit menyatakan rasa senangnya karena pagelaran berhasil menarik masyarakat sekitar UGM untuk menonton. Tak hanya itu pagelaran inipun menarik kehadiran para pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Sumber lakon Dewa Ruci, disebutnya, bermuara dari Serat Nawa Ruci. Lakon ini  berisi inti ajaran tasawuf terkait pencarian diri dan Tuhan. “ Dalam usia yang 75 tahun, sudah sewajarnya UGM mengenali dan menyelami jatidirinya dengan menjelajah gunung dan lautan”, katanya.

Hal senada disampaikan Jack Haryanto yang turut meramaikan pentas saat Limbukan bersama Elisha Oscarus Allaso dan mbah Waluyo. Menurutnya pemilihan lakon Dewa Ruci didasarkan pada tema pencarian jati diri dan pencerahan spiritual yang sangat relevan dengan perjalanan UGM sebagai institusi pendidikan. “Cerita ini menggambarkan proses introspeksi dan pembelajaran yang dapat menginspirasi sivitas akademika untuk terus mencari kebenaran dan pengetahuan”, terangnya.

Adapun pesan filosofi yang ingin disampaikan, katanya, soal pentingnya mengenal diri dan memahami makna kehidupan. Dewa Ruci mengajarkan bahwa pencarian kebenaran memerlukan keberanian dan ketekunan. “Hal ini tentunya mendorong kita untuk tidak hanya fokus pada pencapaian material, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual dan moral”, ucapnya.

Lakon Dewa Ruci dinilai relevan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh UGM. UGM, kata Jack Haryanto, senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai intelektual, moral, dan kemanusiaan. Lakon Dewa Ruci sejalan dengan nilai-nilai tersebut karena mengajak sivitas akademika untuk terus berupaya dalam mengembangkan pengetahuan dan karakter. “Proses pembelajaran yang digambarkan mencerminkan semangat UGM untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana”, papar Jack.

Sebagai bentuk refleksi, Jack Haryanto berharap sivitas akademika UGM dapat merenungkan perjalanan hidup masing-masing dan memahami pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan. Melalui lakon ini, setiap individu diharapkan terinspirasi untuk terus belajar dan berkembang, serta berkontribusi positif bagi masyarakat. “Refleksi ini menjadi pengingat akan tanggung jawab moral dan sosial sebagai bagian dari komunitas UGM”, imbuh Jack yang juga salah satu panitia pegelaran wayang kulit.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci Ramaikan Peringatan Dies ke-75 UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/wayang-kulit-lakon-dewa-ruci-ramaikan-peringatan-dies-ke-75-ugm/feed/ 0
Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/#respond Wed, 04 Dec 2024 06:35:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73503 Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. […]

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. Sementara pada tanggal 5 Desember 2024 ini, ia diwisuda di European Law School, Maastricht University, Belanda.

Vinca begitu ia biasa dipanggil. Menyandang gelar ganda (double degree) dari Internasional Undergradute Program (IUP) Fakultas Hukum UGM dan European Law School, Maastricht University, Belanda, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Dengan kelulusan itu, Vinca pun berhak atas dua gelar. Gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Universitas Gadjah Mada dan Legum Baccalaureus (LL.B) dari Maastricht University. Belajar di Fakultas Hukum UGM, ia mengambil konsentrasi Hukum Internasional, sedangkan di Maastricht University, ia terdaftar di European Law School, dan berkonsentrasi mendalami berbagai sistem hukum di Belanda, Perancis, Jerman, Inggris dan untuk beberapa kasus di Amerika Serikat. “Saya bersyukur dan berterima kasih untuk dua kesempatan ini”, ucap Calvinca dalam wawancara Rabu (4/12) menjelang wisuda di Maastricht University.

Proses belajar di dua perguruan tinggi tentu bukan perkara mudah. Dalam mengikuti program gelar ganda, Vinca menempuh pendidikan di UGM pada tahun pertama, yaitu semester 1 dan semester 2. Dilanjutkan menempuh pendidikan di Maastricht University, Belanda semester 3 sampai semester 6. Pada pembelajaran semester 7 dan 8, iapun kembali mengikuti pendidikan di Fakultas hukum UGM. Iapun kemudian menyelesaikan skripsi dengan joint supervision dari UGM dan Maastricht University di tahun keempat. “Aku sungguh bersyukur bisa mengungkapkan perasaan terbaikku. Setelah mengalami tahun-tahun sulit namun aku yakini ini penuh manfaat”, ucapnya.

Vinca sungguh bersyukur bisa menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan keinginannya. Ia dinyatakan lulus dan mendapatkan nilai tugas akhir untuk kedua penelitian hukum dengan judul yang sama yaitu tentang hak penyandang disabilitas pada Agustus lalu. Mengkaji soal hak penyandang disabilitas, Vinca teringat akan perjalanan yang pernah ia lalui sebelumnya. Ia pernah menjadi sukarelawan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan berkesempatan bertemu dengan pemimpin perempuan pejuang hak disabilitas yang menulis undang-undang hukum disabilitas di Uni Eropa.“Sungguh senang saya berkesempatan bertemu dengannya yang pada akhirnya menjadi supervisor sekaligus memotivasi dan mengisipirasi saya dalam melakukan penelitian dan menulis skripsi dan tesis”, terangnya.

Pada tugas akhir, Vinca berhasil menulis skripsi berjudul Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Evaluasi Implementasi Pasal 24(5) Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas untuk menempuh pendidikan di Indonesia – Studi Kasus di Universitas Gadjah Mada. Tulisan ini baginya memantik segala rasa keingintahuan untuk melihat perbandingan fasilitas dan hak-hak yang diberikan Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Eropa. “Saya sadar, ada perbedaan taraf hidup antar masyarakat Indonesia dan Eropa”, ungkapnya.

Kompleksitas Uni Eropa menjadi alasan Vinca memilih studi di Maastricht University, Belanda. Ia mengaku sangat berminat mempelajari seluk-beluk serta cara kerja hukum di Eropa secara mendalam. Semua yang ia pelajari pada akhirnya mengubah persepsinya akan pemahaman bagaimana hukum Eropa dijalankan benar-benar untuk melindungi masyarakat. “Ini yang membuat seorang penggila hukum seperti saya sangat senang”, paparnya.

Vinca sangat merasa beruntung bisa menjalani Program Double Degree. Dengan program ini pula, ia turut mencecap berbagai kesempatan mengikuti kompetisi internasional mewakili sebuah LSM Belanda ke PBB. Selain itu iapun terlibat dalam kompetisi putaran regional pertama peradilan semu internasional. “Ini menambah pengalaman luar biasa bagi saya”, akunya.

Lulus dengan IPK 3,75 di dua universitas tentu bukan hal mudah. Saat belajar di University of Maastricht, ia mengaku menggunakan metode pengajaran ala Socrates. Metode di mana mahasiswa harus menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. “Kami menyebutnya metode PBL (Problem Based Learning),  Pembelajaran Berbasis Masalah”, terangnya.

Menurut Vinca metode ini sesungguhnya sulit. Meski begitu justru dengan metode ini melatihnya berpikir kritis dan mendorong kemandirian dalam belajar. Hampir 80-100 halaman harus ia baca sebelum kelas, dan ia harus menyiapkan jawaban untuk berbagai studi kasus untuk didiskusikan secara kolektif di kelas.

Vinca pun bercerita dua tahun di Maastricht University, rutinitas yang ia jalani senantiasa mengawali dengan bangun pagi, menyiapkan makan siang dan pergi ke kampus bersepeda. Selepas kelas, ia banyak menghabiskan waktu di fakultas untuk belajar atau perpustakaan untuk membaca. Sesekali, ia pergi ke taman belakang kampus untuk berjalan-jalan sebelum berangkat menjadi sukarelawan atau bekerja. ”Seperti saat di UGM, saya pun senang pergi ke Taman Kearifan (Wisdom Park UGM) dan jalan-jalan, lalu bersama teman-teman jalan kaki menuju kelas, makan siang, lalu berlanjut kerja di kafe dan tetap menjadi sukarelawan di akhir pekan”, imbuh Vinca yang bercita-cita berkarir di PBB.

Reportase: B. Diah Listianingsih

Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/feed/ 0
UGM Gelar Konser Melodi Bulaksumur dan Ketoprak “Suminten Nagih Janji” https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konser-melodi-bulaksumur-dan-ketoprak-suminten-nagih-janji/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konser-melodi-bulaksumur-dan-ketoprak-suminten-nagih-janji/#respond Fri, 29 Nov 2024 08:16:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73355 Pagelaran kethoprak “Suminten Nagih Janji” dan Konser Melodi Bulaksumur meramaikan peringatan Dies Natalis ke-75 dan Lustrum ke-15 UGM. Dua pementasan seni ini akan dilakukan di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada hari Sabtu (30/11) malam. Dua pementasan seni ini merupakan hasil proses kreatif dan kolaboratif para mahasiswa, dosen, tenaga kependikan dan alumni UGM. […]

Artikel UGM Gelar Konser Melodi Bulaksumur dan Ketoprak “Suminten Nagih Janji” pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pagelaran kethoprak “Suminten Nagih Janji” dan Konser Melodi Bulaksumur meramaikan peringatan Dies Natalis ke-75 dan Lustrum ke-15 UGM. Dua pementasan seni ini akan dilakukan di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada hari Sabtu (30/11) malam. Dua pementasan seni ini merupakan hasil proses kreatif dan kolaboratif para mahasiswa, dosen, tenaga kependikan dan alumni UGM. Pementasan Melodi Bulaksumur akan menjadi pagelaran seni pembuka sebelum pementasan kethoprak.

Dr. dr. Rustamaji, M.Kes,  salah satu anggota panitia mengatakan dalam pementasan ini yang terpenting  adalah adanya kebersamaan. Kebersamaan antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan alumni. “Ada kerja bareng antara civitas pada umumnya, civitas dosen, pimpinan dan yang lainnya”, ujarnya di Humas UGM, Jum’at (29/11) menjelang pementasan. Pementasan seni yang dilakukan hampir bersamaan, dinilai sebagai terobosan karya baru. Bahwa kedua pementasan ini merupakan karya yang disiapkan dengan konsep kematangan dan kolaborasi.“Keduanya akan membawa pada segmen perjalanan UGM. Kita coba ramu, meski tidak seprofesional yang di luar tapi kita coba naikkan ke level yang lebih tinggi”, terang Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM.

Rustamadji menandaskan dalam Dies ke-75 dan Lustrum ke-15 UGM berbagai bentuk tanggungjawab sosial ingin diwujudkan dalam berkegiatan bersama. Bahwa tanggung jawab manusia tidak hanya kepada alam tetapi ungkapan syukur akan diwujudkan dalam kerja bersama-sama. “Rencananya rasa syukur ingin kita wujudkan dalam bentuk tarian massal dalam acara Kegiatan Merti Kampus UGM pada 9 Desember 2024. Jadi selain berkegiatan bersama di kampus, kita nantinya juga akan menari Gambyong secara massal bersama-sama”, terangnya.

Dengan Kegiatan Merti Kampus UGM diharapkan masyarakat sekitar kampus dan civitas akademika bisa melangkah lebih baik ke depan. Kampus UGM semakin mampu meningkatkan pelayanan baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

Kandiana Ari Masti selaku panitia menjelaskan  Konser Melodi Bulaksumur adalah sebuah konser musik diiringi combo Gamaband dan GMCO dengan sederet penyanyi antara lain Rektor, Wakil Rektor, vokal group dosen dan mahasiswa serta di bingkai cantik dengan alunan suara Paduan Suara Mahasiswa UGM. Dalam konser ini penonton akan dibawa menjelajah dalam periode waktu perjalanan UGM.“Akan dibuka dialog seorang kakek dan cucunya. Kakek yang telah mengabdi di UGM akan membawa cerita soal UGM dari waktu ke waktu diiringi musik dan lagu-lagu popular di jamannya. Sang cucu tentunya akan diaduk emosinya untuk menelaah berbagai nilai yang terkadung di dalamnya”, ujar Kandiana.

Untuk kethoprak “Suminten Nagih Janji”, Kandiana menuturkan pementasan ini mengangkat lakon yang diinspirasasi dari cerita lisan yang sering dipentaskan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yakni Suminten Edan. Sepanjang pementasan kethoprak Suminten Nagih Janji tidak hanya berbicara tentang penghianatan cinta Raden Mas Subrata pada pada Sumimten, tetapi juga tersirat adanya penindasan penguasa terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, perempuan harus berani menahih janji-janji penguasa pada rakyatnya.“Tentu saja pementasan ini memberi highlight jika perempuan harus berani bicara, baik tentang kekerasan yang ada di masyarakat kelas bawah. Perempuan harus berperan banyak dalam membangun masyarakat dan negara”, tuturnya.

Berbeda dengan pementasan ketoprak sebelumnya, untuk pementasan kali penonton bisa mendapatkan tiket masuk dengan menukarkan sejumlah sampah berupa bekas kemasan berupa plastic, kertas dan kaleng. Penonton yang mendaftar dan mendapatkan tiket dinilai sebagai insan-insan yang peduli dan mendukung lingkungan berkelanjutan.

Wibisena Caesario dari LOKALOGI komunitas yang mengelola penukaran tiket menyatakan LOKALOGI dalam Dies ke-75 atau Lustrum ke-15 UGM ditunjuk untuk mengelola divisi ticketing. Karenanya dalam pengelolaan tiket, mereka ingin menyasar orang-orang yang peduli dalam pengelolaan sampah. Masyarakat umum, mahasiswa dan lainnya yang ingin melihat pagelaran sebelum masuk  mereka diharapkan memiliki pemahaman terkait dengan pengelolaan sampah. Karenanya untuk mendapatkan tiket mereka harus masuk ke sistem ticketing, dan dipersilahkan mendaftar di google form yang akan memberikan instruksi-instruksi untuk bisa mendapatkan tiket. “Akan ada instruksi dalam beberapa hari sebelum pementasan, dan mereka kemudian harus menukarkan sejumlah sampah yang masing-masing ada nilai poinnya. Misalnya sampah botol plastik seperti, sampah kertas, kardus dan lain-lain. Kita hanya ingin menngedukasi bahwa sampah itu punya nilai”, jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel UGM Gelar Konser Melodi Bulaksumur dan Ketoprak “Suminten Nagih Janji” pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konser-melodi-bulaksumur-dan-ketoprak-suminten-nagih-janji/feed/ 0
Strategi Mengelola Stres dengan Teknik Mindfulness https://ugm.ac.id/id/berita/mindfulness-sebagai-strategi-mengelola-stres/ https://ugm.ac.id/id/berita/mindfulness-sebagai-strategi-mengelola-stres/#respond Thu, 28 Nov 2024 07:39:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73311 Stres tidak melulu memunculkan respon negatif, tetapi dapat juga memunculkan respon positif. Dengan respon positif maka akan membantu seseorang siap menghadapi tantangan, sedangkan respon negatif dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental. “Cara seseorang merespon peristiwa stres memiliki dampak besar pada kondisi diri mereka,” ujar Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi saat menjadi pembicara pada pelatihan “Mindfulness as […]

Artikel Strategi Mengelola Stres dengan Teknik Mindfulness pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Stres tidak melulu memunculkan respon negatif, tetapi dapat juga memunculkan respon positif. Dengan respon positif maka akan membantu seseorang siap menghadapi tantangan, sedangkan respon negatif dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental. “Cara seseorang merespon peristiwa stres memiliki dampak besar pada kondisi diri mereka,” ujar Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi saat menjadi pembicara pada pelatihan “Mindfulness as Stress Management Strategy” di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Kamis (21/11).

Sebagai Psikolog Carreer and Student Development Center (CSDU), Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Anisa menjelaskan stres menjadi permasalahan yang kerap muncul ketika berada dalam tekanan. Stress, disebutnya, merupakan kondisi kekhawatiran atau ketegangan mental yang muncul akibat situasi sulit. “Terdapat beberapa faktor yang bisa memicu stres yakni lingkungan, sosial, fisiologis, dan pikiran”, terangnya.

Mengupas tuntas strategi mengurangi dampak negatif stres melalui teknik mindfulness, Anisa menggunakan analogi gelas untuk menjelaskan bagaimana seseorang dapat mengelola sumber stres. Menurutnya seseorang dapat memilih apakah ingin mengurangi isi gelas dimana seseorang akan fokus menyelesaikan satu per satu masalah, menghindari lingkungan toksik, atau membatasi paparan terhadap stresor.

Atau seseorang dapat juga memilih untuk memperbesar gelas, dimana orang tersebut akan memilih untuk meningkatkan kapasitas diri dengan memperkuat sumber daya personal, seperti berbagi cerita dengan orang lain, belajar dari pengalaman, dan memperbaiki cara pandang terhadap masalah.

Dalam kesempatan ini, iapun memperkenalkan mindfulness sebagai kesadaran momen demi momen dan dilakukan dengan sengaja memperhatikan momen saat ini. Menerima dan menyadari bagaimana momen saat ini, dan berfokus pada saat ini.

“Ketika seseorang tidak sadar akan pikiran dan perasaannya, mereka cenderung bereaksi secara impulsif terhadap stres, sehingga mudah kewalahan oleh emosi,” terangnya.

Dengan mindfulness, katanya, seseorang dapat menyadari adanya momen untuk membuat pilihan sebelum bereaksi. Dengan upaya tersebut diharapkan individu lebih mampu mengendalikan stres.

Di akhir sesi Anisa mengajak mahasiswa untuk mempraktikkan Mindful Cup. Peserta diminta untuk menuliskan emosi yang dirasakan dalam satu minggu terakhir pada selembar kertas kemudian memasukkannya ke dalam cup. Selanjutnya peserta diminta untuk menganalisa emosi mereka satu persatu dan memikirkan apa saja yang telah dilakukan untuk mengurangi emosi tersebut.

Reportase   : Orie Priscylla Mapeda Lumalan& Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis        : Agung Nugroho

Artikel Strategi Mengelola Stres dengan Teknik Mindfulness pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mindfulness-sebagai-strategi-mengelola-stres/feed/ 0
20 Delegasi Afrika Ikuti Pelatihan Sistem Peternakan Telur Bebas Sangkar https://ugm.ac.id/id/berita/20-delegasi-afrika-ikuti-pelatihan-sistem-peternakan-telur-bebas-sangkar/ https://ugm.ac.id/id/berita/20-delegasi-afrika-ikuti-pelatihan-sistem-peternakan-telur-bebas-sangkar/#respond Tue, 26 Nov 2024 07:50:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73232 Sebanyak 20 delegasi dari Afrika mengikuti International Training on Cage-free Innovation and Welfare Hub, 25-29 November 2024 di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM. Para peserta berasal dari 4 negara, yakni Ghana, Tanzania, Zimbabwe dan Uganda. Mereka adalah utusan dengan beragam latar belakang, seperti LSM, aktivis hewan, petani dan juga mahasiswa. Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., […]

Artikel 20 Delegasi Afrika Ikuti Pelatihan Sistem Peternakan Telur Bebas Sangkar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 20 delegasi dari Afrika mengikuti International Training on Cage-free Innovation and Welfare Hub, 25-29 November 2024 di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM. Para peserta berasal dari 4 negara, yakni Ghana, Tanzania, Zimbabwe dan Uganda. Mereka adalah utusan dengan beragam latar belakang, seperti LSM, aktivis hewan, petani dan juga mahasiswa.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kegiatan pelatihan dengan melibatkan peserta dari Afrika ini baru pertama kali diselenggarakan. “Pelatihan-pelatihan sebelumnya banyak melibatkan peserta dari Asia, seperti Malaysia, Filipina dan Indonesia,”kata Budi, di Fapet UGM, Senin (25/11).

Menurut Budi Guntoro kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Global Food Partners dan  AERES University of Applied Science, The Netherlands. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para peserta sekaligus memperluas pengetahuan mereka tentang sistem peternakan telur bebas sangkar. “Fapet UGM memiliki peternakan percontohan dan pusat pelatihan peternakan telur bebas sangkar yang diberi nama Cage-free Innovation and Welfare Hub. Ini yang pertama di ASEAN dan telah menarik minat dari pemangku kepentingan di Afrika,”imbuhnya.

Elissa Lane, Co-Founder and Chief Executive Officer Global Food Partners, berharap kegiatan ini bisa menjadi sarana belajar bagaimana praktik terbaik dalam pengelolaan peternakan telur bebas sangkar.

Cage-free Innovation and Welfare Hub adalah peternakan percontohan dan pusat pelatihan yang dibangun sebagai fasilitas bagi produsen telur, dokter hewan, auditor, akademisi, dan mahasiswa untuk mempelajari praktik terbaik dalam peternakan telur bebas sangkar. Model peternakan dan pusat pelatihan ini terbuka tidak hanya bagi mereka yang berada di Indonesia, tetapi juga bagi mereka yang datang dari negara-negara lain di kawasan ini.

Selama mengikuti kegiatan pelatihan para peserta dari Afrika ini juga berkesempatan mengunjungi ke Cage-free Innovation and Welfare Hub serta beberapa Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sleman.

Reportase     : Satria/Humas Fakulta Peternakan

Penulis          : Agung Nugroho

Foto              : Margiyono

Artikel 20 Delegasi Afrika Ikuti Pelatihan Sistem Peternakan Telur Bebas Sangkar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/20-delegasi-afrika-ikuti-pelatihan-sistem-peternakan-telur-bebas-sangkar/feed/ 0