sdg 9 Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-9/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 28 Nov 2024 07:57:59 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 BEM KMFT Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Pelangi https://ugm.ac.id/id/berita/bem-kmft-gelar-aksi-bersih-bersih-di-pantai-pelangi/ https://ugm.ac.id/id/berita/bem-kmft-gelar-aksi-bersih-bersih-di-pantai-pelangi/#respond Thu, 28 Nov 2024 07:57:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73244 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik UGM mengadakan aksi cinta lingkungan di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/11). Aksi cinta lingkungan dilakukan mahasiswa dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, penanaman pandan laut, dan melakukan edukasi terkait konservasi penyu di Kawasan Pantai Pelangi. Ichwan Amirudin, selaku staff Kementerian Lingkungan Hidup BEM KMFT UGM dan penanggung […]

Artikel BEM KMFT Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Pelangi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik UGM mengadakan aksi cinta lingkungan di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/11). Aksi cinta lingkungan dilakukan mahasiswa dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, penanaman pandan laut, dan melakukan edukasi terkait konservasi penyu di Kawasan Pantai Pelangi.

Ichwan Amirudin, selaku staff Kementerian Lingkungan Hidup BEM KMFT UGM dan penanggung jawab kegiatan mengatakan kegiatan aksi cinta lingkungan merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BEM KMFT UGM dengan melibatkan mahasiswa dan umum. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Dengan upaya menjaga dan melestarikan ekosistem di pantai, kita berharap para mahasiswa dapat berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan”, ucapnya.

Fian selaku Menteri Lingkungan Hidup BEM KMFT UGM menjelaskan aksi  cinta lingkungan kali ini diikuti 40 peserta. Kegiatan dimulai dari pagi hari, dan para peserta mendapatkan penjelasan mengenai konservasi penyu yang ada di Pantai Pelangi. Mereka bisa melihat secara langsung penyu yang sedang menjalani proses konservasi, dan setelah itu mereka melakukan penanaman pandan laut dan aksi membersihkan sampah di laut.

“Tidak hanya menanam pohon dan memungut sampah, dalam kegiatan ini kita juga mengedukasi semuanya saja untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Fian.

Dalam menyelenggarakan kegiatan ini BEM KMFT UGM berkolaborasi dengan organisasi konservasi lingkungan yaitu 4K Yogyakarta. 4K Yogyakarta merupakan organisasi konservasi lingkungan yang bermarkas di Pantai Pelangi Yogyakarta, dan komunitas ini berfokus pada konservasi penyu dan lingkungan di pesisir pantai Pelangi.

Fian menandaskan aksi cinta lingkungan di Pantai Pelangi menjadi contoh nyata kerjasama generasi muda dan komunitas konservasi lingkungan memberi dampak positif bagi kelestarian alam. “Dengan semangat yang terpancar dari para mahasiswa, kita lagi-lagi berharap aksi ini dapat menjadi pemicu bagi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi menjaga kelestarian pantai dan ekosistemnya”, imbuhnya.

Reportase : Purwoko/Humas FT

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel BEM KMFT Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Pelangi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bem-kmft-gelar-aksi-bersih-bersih-di-pantai-pelangi/feed/ 0
Gamelan Elektronik Buatan Peneliti UGM Hadir di Yogyakarta Gamelan Festival https://ugm.ac.id/id/berita/gamelan-elektronik-buatan-peneliti-ugm-hadir-di-yogyakarta-gamelan-festival/ https://ugm.ac.id/id/berita/gamelan-elektronik-buatan-peneliti-ugm-hadir-di-yogyakarta-gamelan-festival/#respond Fri, 23 Aug 2024 08:22:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69792 Kondisi Plaza Pasar Ngasem pada malam hari Kamis (8/8) itu cukup ramai karena ada pembukaan event Yogyakarta Gamelan Festival 2024. Diantaranya riuhnya penonton, terdapat puluhan dosen dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada berkumpul untuk menyaksikan pementasan gamelan elektronik atau dikenal dengan nama Gameltron Evo. Pada acara pembukaan Yogyakarta […]

Artikel Gamelan Elektronik Buatan Peneliti UGM Hadir di Yogyakarta Gamelan Festival pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Kondisi Plaza Pasar Ngasem pada malam hari Kamis (8/8) itu cukup ramai karena ada pembukaan event Yogyakarta Gamelan Festival 2024. Diantaranya riuhnya penonton, terdapat puluhan dosen dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada berkumpul untuk menyaksikan pementasan gamelan elektronik atau dikenal dengan nama Gameltron Evo.

Pada acara pembukaan Yogyakarta Gamelan Festival tersebut, Gameltron Evo dimainkan oleh Komunitas Gayam 16, sebuah komunitas pengembangan seni gamelan yang berkantor di Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Komunitas inilah yang menjalankan kegiatan Yogyakarta Gamelan Festival 2024 sebagai pertemuan tahunan secara internasional antara pecinta gamelan, pemain gamelan, dan media untuk terlibat jauh dalam dunia seni gamelan.

Gameltron Evo dimainkan oleh total 15 pemain gamelan di bawah pimpinan Ageng Purwo Ariyatno. Komposisi karya dalam pementasan tersebut di antaranya Ladrang Sri Slamet Laras Slendro Pathet Manyura; Ladrang Ayun-Ayun, Ketawang Ilir-Ilir, dan Suwe Ora Jamu; Ladrang Pangkur, Sluku Bathok; dan Lancaran Kuwi Apa Kuwi.

Ketua tim peneliti gamelan elektronik ini, Ir. Addin Suwastono, S.T., M.Eng., IPM., mengatakan Gameltron Evo hadir dengan gebrakan besar untuk menyederhanakan bentuk gamelan tradisional. Kita biasa menjumpai berbagai alat musik gamelan seperti kendang, bonang, gambang, kendang, kempul, dan gong biasanya dimainkan oleh penabuh yang berbeda. Dengan gameltron inisiasi almarhum Prof. Adhi Susanto ini, seluruh alat musik gamelan dijadikan satu dalam teknologi tersebut, dilengkapi sensor suara untuk memantulkan bunyi gamelan aslinya.

Perbedaannya ada pada bahan gameltron yang lebih ringan dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan gamelan aslinya. Misalnya, gong dibuat dengan kap lampu dan rotan, saron dibuat dengan kayu, sementara pangkon-nya menggunakan besi. Sementara  bonang dibuat menggunakan 3D printing.

Di samping peralatan gamelan terdapat “gunungan” yang merupakan sound module. Dari sini, bunyi dimanipulasi menjadi suara gamelan asli yang telah tersimpan. Adapun gamelan fisik yang dibuat menjadi controller atau trigger untuk ditabuh oleh penabuh gamelan. Kemudian, speaker amplifier juga dimanfaatkan untuk meningkatkan dan memperkuat sinyal suara dari sound module untuk menghasilkan suara yang dapat didengar dengan jelas.

Disampaikan oleh Addin, kesamaan cara memainkan gameltron menjadi cara untuk mendekatkan gamelan kepada masyarakat. Menurutnya, gameltron evo didesain agar praktis. “Perkembangan gameltron membuat kita bisa memainkan gamelan dengan earphone di dalam kamar,” ujar Addin.

Inovasi gamelan elektronik yang terus berkembang ini menjadi bentuk preservasi budaya gamelan. Dari gameltron yang diinisiasi pada 1970 hingga menjadi Gameltron Evo pada 2023, perkembangan ini menunjukkan bahwa dosen-dosen di Fakultas Teknik UGM tak putus upaya mensinergikan teknologi dengan tradisi untuk menciptakan sesuatu tanpa meninggalkan akar budaya. Proyek gamelan elektronik oleh tim peneliti ini menjadi jembatan antara budaya tradisional dan modern, memperkuat posisi gamelan dalam lanskap musik Indonesia.

Penulis : Rasya Swarnasta/DTETI FT

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Yogyakarta Gamelan Festival

Artikel Gamelan Elektronik Buatan Peneliti UGM Hadir di Yogyakarta Gamelan Festival pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gamelan-elektronik-buatan-peneliti-ugm-hadir-di-yogyakarta-gamelan-festival/feed/ 0