SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Feb 2025 09:04:06 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pantang Menyerah, Alumnus UGM ini Berhasil Sandang Sertifikasi Akuntan Publik di Usia Muda https://ugm.ac.id/id/berita/pantang-menyerah-alumnus-ugm-ini-berhasil-sandang-sertifikasi-akuntan-publik-di-usia-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/pantang-menyerah-alumnus-ugm-ini-berhasil-sandang-sertifikasi-akuntan-publik-di-usia-muda/#respond Mon, 10 Feb 2025 09:04:06 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75735 Alumnus prodi Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) FEB UGM, Pandu Kurniawan, merupakan salah satu peserta yang lulus dari ujian Akuntan Publik pada Januari 2025 lalu. Untuk mendapatkan Certified Public Accountant (CPA), tidaklah mudah. Pandu mengaku ia beberapa kali mengalami kegagalan dan perlu mengulang dalam beberapa mata ujian. Semangat pantang menyerah untuk sesuatu yang […]

Artikel Pantang Menyerah, Alumnus UGM ini Berhasil Sandang Sertifikasi Akuntan Publik di Usia Muda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Alumnus prodi Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) FEB UGM, Pandu Kurniawan, merupakan salah satu peserta yang lulus dari ujian Akuntan Publik pada Januari 2025 lalu. Untuk mendapatkan Certified Public Accountant (CPA), tidaklah mudah. Pandu mengaku ia beberapa kali mengalami kegagalan dan perlu mengulang dalam beberapa mata ujian. Semangat pantang menyerah untuk sesuatu yang ingin ia gapai selalu dipegangnya. “Setelah beberapa kali gagal, akhirnya saya lulus untuk semua mata ujian yang dilakukan selama satu tahun penuh,” kata Pandu, Senin (10/2).

Dengan semakin berkembangnya dunia bisnis dan perusahaan-perusahaan Indonesia, Pandu meyakini kebutuhan akuntan publik akan terus meningkat.  meskipun di sisi yang lain harus berhadapan dengan tantangan besar dengan hadirnya teknologi AI. “Teknologi ini disinyalir dapat menggantikan beberapa pekerjaan teknis. Tapi saya yakin profesi akuntan publik masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga integritas dan profesionalisme,” terangnya.

Mendapatkan sertifikasi sebagai akuntan publik awalnya bukan hal yang familiar di mata Pandu. Berawal saat ia tengah menempuh pendidikan PPAk sejak awal 2017, para pegnelola seeing mensosialisasikan adanya kemudahan bagi lulusan PPAk untuk memperoleh sertifikasi tersebut. “Ini tidak mudah. Ujian pertama saya di tahun 2019 sempat tidak lulus dan di percobaan kedua saya baru berhasil mendapatkan sertifikat CPA non-signing,” ucapnya.

Usai menempuh PPAk, di tahun 2018 ia melanjutkan S2 di Magister Akuntansi FEB UGM. Setelah menyandang gelar magister, ia pun melamar bekerja sebagai internal auditor di PT Telkom. Kinerja yang baik mengantarkannya sebagai salah satu auditor terbaik yang dikirim ke Kementerian BUMN untuk menjalani penugasan khusus.

Pantang menyerah, di tahun 2024, ia kembali mengikuti ujian CPA signing (Akuntan Publik). Menurutnya mengikuti ujian secara bertahap bukanlah hal yang mudah, apalagi harus mengulang beberapa kali seperti Workshop A dan Workshop B yang menitikberatkan pada pengetahuan teknis audit tingkat lanjut.

“Saya sempat merasa minder sebagai peserta termuda dan berpikir bahwa saya terlalu nekat mengikuti ujian Workshop. Beberapa peserta bahkan mengatakan bahwa belum saatnya saya mengikuti ujian dan sebaiknya memberi kesempatan terlebih dahulu kepada mereka yang lebih tua,” kenangnya.

Keberhasilannya meraih sertifikasi Akuntan Publik di usia relatif muda, diakui Pandu tidak lepas dari peran PPAk FEB UGM yang selalu mendukung mahasiswa menjadi profesional di bidang audit.“Program ini memiliki akreditasi Unggul yang menjamin kualitas program, tenaga pengajar, dan mahasiswanya. Selain itu, PPAk memiliki joint program dengan Magister Akuntansi FEB UGM yang akan mempersingkat masa studi dan menunjang mahasiswa ketika sudah lulus nanti,” ungkapnya.

Lingkungan belajar mengajar PPAk FEB UGM, menurutnya, kondusif. Pengalaman paling berkesan yang ia peroleh selama satu setengah tahun mulai dari matrikulasi hingga magang membuka jalan baginya memasuki dunia auditor. “PPAk FEB UGM banyak memberikannya pembelajaran. Selama studi saya bisa mendapatkan pengalaman praktik di lapangan dengan mengajarkan bagaimana menjadi praktisi yang berintegritas dan profesional dengan penekanan pada dunia auditor. Para mahasiswa diwajibkan mengikuti program magang,” kata Pandu yang sempat menjalani magang di KAP Mahsun, Nurdiono, Kukuh & Partner.

Pandu pun mengaku merasa sangat terbantu dengan program matrikulasi yang diberikan di PPAk UGM untuk menyamakan persepsi dan budaya akademik. Pandu merasakan dukungan dari dosen menjadi faktor penting dalam perjalanan akademiknya. Pandu menyampaikan kesannya akan nilai-nilai FEB UGM. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh pengajar FEB UGM sangat berperan dalam perjalanan akademik dan kariernya. Terutama terkait soal integritas, profesionalisme, objektivitas, dan kepedulian sosial. “Selama belajar di FEB UGM, saya diajarkan untuk menjaga integritas dalam segala hal, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Sebagai auditor, objektivitas adalah kunci untuk menjaga keadilan dalam penilaian,” ungkapnya.

Reportase: Shofi Hawa Anjani dan Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Pantang Menyerah, Alumnus UGM ini Berhasil Sandang Sertifikasi Akuntan Publik di Usia Muda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pantang-menyerah-alumnus-ugm-ini-berhasil-sandang-sertifikasi-akuntan-publik-di-usia-muda/feed/ 0
Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/ https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/#respond Fri, 07 Feb 2025 05:13:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75676 Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika […]

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika hewan. Teknologi ini memadukan antara ilmu sains dan engineering, melalui kerja sama antar kedua universitas.

Penelitian ini digagas oleh Dosen Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono dengan Dosen Edinburgh University, Dr. Parvez Alam pada September tahun lalu. Ide tersebut bermula saat Parves Alam mengajak dua mahasiswanya yang tengah menempuh pendidikan master degree School of Engineering di University of Edinburgh yakni Leo Foulds dan Nadia Ditta untuk datang dan bekerja di Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM guna mempelajari kerangka reptil terutama biawak dan ular. “Saat itu dosen Biologi, Donan Satria Yudha,  memberikan informasi terkait cara bergerak reptil, taksonomi, dan anatomi reptil yang ada di Indonesia,” kata Eko dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (7/2).

Selama 2 minggu pertama, kata Eko, kedua tim berbagi tugas  dari mempelajari pergerakan biawak dengan merekam biawak dewasa hidup saat berjalan yang dilakukan oleh Dr. Pervez Alam. Selanjutnya, kedua tim mempelajari mekanika tulang biawak dan melakukan CT Scan rangka biawak untuk membuat cetakan rangkanya. “Selanjutnya rangka ini akan dipasang mesin robot saat kembali ke Edinburgh,” katanya

Pada pertengahan Januari 2025, Parvez menghubungi Eko Agus Suyono beserta Donan untuk menunjukkan video yang berisi rekaman cetakan rangka biawak yang dapat berjalan setelah dipasang mesin necrorobot. Pada akhir Januari 2025, Parvez kembali lagi ke Fakultas Biologi UGM untuk merangkai mesin robot tersebut di kerangka biawak asli. “Selama merangkai mesin robot pada rangka biawak asli, dibantu oleh Donan Satria Yudha, ia juga dibantu oleh Frans dari staf Museum Biologi serta beberapa mahasiswa,”katanya.

Saat merangkai mesin robot ke rangka biawak tersebut melibatkan Donan Satria Yudha, M.Sc. yang merupakan dosen Laboratorium Sistematika Hewan Beliau bersama FX Sugiyo Pranoto, S.Si. atau dari Museum Biologi UGM, dan beberapa mahasiswa seperti Rashif Naufal Andika, S.Si., Ananto Puradi Nainggolan, S.Si., Maula Haqul Dafa, S.Pd., Arkanniti Dibyawedha Adisajjana dan Afif Fatah Rizki.

Merangkai robot pada kerangka biawak asli menurut Eko tidaklah mudah. Parvez berhasil menyelesaikan dalam tiga hari hingga akhirnya berhasil menyusun necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana. Hasil ini sangat melegakan, mengingat perbedaan bahan, komposisi serta struktur antara cetakan dengan tulang aslinya. Necrorobot biawak tersebut selanjutnya dihibahkan oleh Parvez ke Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM, agar dapat menjadi pembelajaran baru bagi dosen dan para mahasiswa umumnya. “Bagi Fakultas Biologi kegiatan mempelajari dan merangkai necrorobot dari rangka biawak ini merupakan pengetahuan yang baru,” pungkasnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/feed/ 0
Hasil Riset Universitas Diarahkan untuk Selesaikan Masalah Bangsa https://ugm.ac.id/id/berita/hasil-riset-universitas-diarahkan-untuk-selesaikan-masalah-bangsa/ https://ugm.ac.id/id/berita/hasil-riset-universitas-diarahkan-untuk-selesaikan-masalah-bangsa/#respond Thu, 06 Feb 2025 09:48:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75637 Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. mengatakan ada lima tantangan strategis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat, kelima tantangan tersebut adalah terbatasnya waktu bonus demografi, dampak perubahan iklim, perlambatan ekonomi global, ancaman pandemi baru, dan disrupsi kecerdasan buatan. Menghadapi kelima tantangan tersebut, Dirjen mengajak  […]

Artikel Hasil Riset Universitas Diarahkan untuk Selesaikan Masalah Bangsa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. mengatakan ada lima tantangan strategis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat, kelima tantangan tersebut adalah terbatasnya waktu bonus demografi, dampak perubahan iklim, perlambatan ekonomi global, ancaman pandemi baru, dan disrupsi kecerdasan buatan.

Menghadapi kelima tantangan tersebut, Dirjen mengajak  perguruan tinggi berkolaborasi dengan industri dan masyarakat agar mendukung program pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional. ”Kita ingin mengembangkan ekosistem supaya hasil riset dan inovasi dari universitas itu dapat dirasakan oleh masyarakat,” dalam Workshop dan Sharing Session Nasional dengan tajuk “Sinergi Perguruan Tinggi Hukum: Peran Pengabdian kepada Masyarakat yang Berkelanjutan” yang berlangsung di Fakultas Hukum UGM, kamis (6/2).

Fauzan pun kemudian menjelaskan program-program prioritas serta rencana-rencana yang saat ini sedang dikembangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden melalui Asta Cita. Ia menekankan bahwa program-program pemerintah dan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi saat ini arus sampai dan berpihak kepada masyarakat.

Fauzan menjelaskan bahwa saat ini Kemendiktisaintek tidak lagi berfokus pada penelitian berbasis produk, namun beralih ke arah penelitian yang berbasis tantangan, interaksi multidisiplin untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Adapun topik-topik dari penelitian tersebut adalah mengenai kecerdasan buatan (AI), energi baru dan terbarukan, teknologi pangan dan kesehatan, transportasi dan infrastruktur, material maju dan teknologi nano. Bahkan kontribusi-kontribusi yang saat ini dikembangkan pun akan berfokus penyelesaian masalah sosial dan ekonomi sosial. “Dari kami bisa berkontribusi dan dari masyarakat bisa menyampaikan apa yang diperlukan,” harap Fauzan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. mengatakan perguruan tinggi mempunyai kewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, selain menyelenggarakan pendidikan dan penelitian. Hal ini diperkuat dengan adanya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur tentang kewajiban melaksanakan dan mewujudkan tri dharma bagi perguruan tinggi. “Saya berharap pendidikan itu misinya untuk mencerdaskan bangsa, oleh karena itu idealnya banyak hasil research yang kita miliki, perkuliahan yang ditopang oleh aktivitas-aktivitas praksis berdasarkan pengalaman, juga harus menginspirasi dan memberikan kebermanfaatan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa hilirisasi tak hanya berfokus pada industri saja, tapi skill dan juga pengetahuan yang didapat untuk menjawab masalah yang ada di masyarakat. Sehingga, ilmu sosial humaniora, terlebih ilmu hukum bisa memastikan pendidikan, pengajaran, praktik, dan research yangs sudah dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Lebih lanjut, Arie pun menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak akan pernah bisa netral, karena ia selalu dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Lalu di sana lah hukum menjalankan perannya, sebagai alat untuk penerjemah visi pengabdian masyarakat untuk menjawab persoalan di masyarakat. “Hukum tidak seharus nya membuat orang takut, melainkan mendekat,” ujarnya mengakhiri.

Sekretariat Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum  menyampaikan capaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh UGM melalui DPKM. Salah satu bentuk dari upaya pengabdian tersebut dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).  “Utamanya adalah penyelenggaraan KKN, kuliah kerja nyata di Universitas Gadjah Mada yang sudah diinisiasi sejak tahun 1971, dan sampai detik ini masih menjadi mata kuliah wajib di universita,.” jelasnya.

Djarot menambahkan bahwa tiap tahunnya UGM mengirimkan rata-rata sekitar 8.900 mahasiswa ke seluruh Indonesia dengan rincian  persebaran di 35 provinsi di lebih dari 100 kabupaten dan lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia. “Kita juga memfokuskan di daerah perbatasan,” katanya.

Dalam pelaksanaan program kerja, kata Djarot, kegiatan KKN diarahkan menggunakan metode riset, walaupun sederhana. Ia pun menjelaskan bahwa DPKM secara rutin dalam satu tahun menerbitkan jurnal pengabdian sebanyak 4 kali.“Kegiatan pengabdian dapat dijadikan penelitian,” imbuh Djarot.

KKN PPM UGM sebagai bentuk pengabdian, bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sehingga daerah atau komunitas tersebut menjadi lebih mandiri. Ia pun menjelaskan untuk mencapai hal tersebut, DPKM menggunakan strategi-strategi peningkatan mutu masyarakat yang antara lain mencakup interdisiplin, berdampak luas, hilirisasi program, model kemitraan, tuntas dan berkelanjutan, research based,  dan outcome based. “Koordinasi, kolaborasi, dan publikasi menjadi kunci,”pungkasnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Hasil Riset Universitas Diarahkan untuk Selesaikan Masalah Bangsa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/hasil-riset-universitas-diarahkan-untuk-selesaikan-masalah-bangsa/feed/ 0
Peneliti UGM Berhasil Kembangkan Imunostimulan Ikan dan Udang dari Rumput Laut Cokelat https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-berhasil-kembangkan-imunostimulan-ikan-dan-udang-dari-rumput-laut-cokelat/ https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-berhasil-kembangkan-imunostimulan-ikan-dan-udang-dari-rumput-laut-cokelat/#respond Thu, 06 Feb 2025 07:25:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75609 Guru Besar Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., berhasil memperoleh penghargaan dari The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2025. Penghargaan ini diberikan kepada 14 peneliti dari 26 perguruan tinggi di Asia Tenggara. Alim menerima penghargaan ini bersama dua dosen UGM lain, yaitu Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D. dari Fakultas […]

Artikel Peneliti UGM Berhasil Kembangkan Imunostimulan Ikan dan Udang dari Rumput Laut Cokelat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., berhasil memperoleh penghargaan dari The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2025. Penghargaan ini diberikan kepada 14 peneliti dari 26 perguruan tinggi di Asia Tenggara. Alim menerima penghargaan ini bersama dua dosen UGM lain, yaitu Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D. dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. dari Fakultas Kedokteran Gigi.

Alim meraih penghargaan kategori Best Innovation Award dengan inovasinya mengenai proses nir limbah dalam pemanfaatan rumput laut cokelat untuk penanggulangan penyakit ikan atau udang dan produksi pupuk hayati. “Inovasi ini terinspirasi dari kekayaan laut Indonesia yang masih belum banyak digarap oleh peneliti maupun industri,” kata Alim kepada wartawan, Kamis (6/2).

Menurut Alim, rumput laut cokelat atau Phaeophyceae, memiliki kandungan alginat yang tinggi. Selain itu, rumput laut cokelat juga mengandung fucoidan. “Alginat dapat diterapkan di bidang medis, industri, pangan, pakan dan perikanan,” ujarnya.

Penelitiannya, kata Alim, berkutat pada pemanfaatan kandungan senyawa alginat dan fucoidan yang terdapat pada rumput laut cokelat untuk bidang akuakultur. Sebagai dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian, Alim menggunakan senyawa alginat untuk meningkatkan kekebalan ikan dan udang. Sementara senyawa fucoidan digunakan untuk meningkatkan efektivitas vaksin ikan. “Penelitian ini menghasilkan beberapa formulasi imunostimulan yang berbasis pada alginat dan fucoidan,” paparnya.

Alim berharap hasil penelitian ini dapat diaplikasikan di masyarakat, baik oleh industri maupun pembudidaya ikan. Pasalnya, industri farmasi veteriner dapat memproduksi vaksin ikan dengan tambahan adjuvant yaitu fucoidan dan immunostimulan. “Vaksin ini telah didistribusikan ke petani ikan laut untuk meningkatkan sistem kekebalan ikan.  Kita juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk mengkomersialisasikan produk-produk tersebut,” terangnya.

Ke depannya, Alim berharap penelitian ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan sempurna. Salah satu upayanya adalah dengan meng-upgrade teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin dan immunostimulan. Alim mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mulai membuat nanopartikel berupa nanoalginat dan nanofucoidan. Dengan membuat partikel-partikel nano, efektivitas produk hasil formulasi diharapkan akan meningkat. “Kita ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi perikanan sebagai sumber protein untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat,” tutur Alim.

Penelitian yang memanfaatkan rumput laut cokelat ini, diakui Alim, berbasis pada konsep zero waste process. Alim mengaku bersyukur mendapatkan penghargaan terkait risetnya dalam pemanfaatan rumput laut cokelat.  Selain mendapat penghargaan dari Hitachi Award, sebelumnya Alim juga mendapatkan penghargaan sebagai Academic Leader Bidang Kemaritiman dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 2023. “Saya bangga sebagai insan UGM, karena penghargaan ini juga menunjukkan reputasi UGM yang diakui secara nasional dan internasional” ujarnya.

Penulis  : Tiefany

Editor    :   Gusti Grehenson

Foto      : Firsto & Antara

Artikel Peneliti UGM Berhasil Kembangkan Imunostimulan Ikan dan Udang dari Rumput Laut Cokelat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-berhasil-kembangkan-imunostimulan-ikan-dan-udang-dari-rumput-laut-cokelat/feed/ 0
Dosen UGM Teliti Potensi Ragi Merah untuk Sumber Energi Alternatif https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-teliti-potensi-ragi-merah-untuk-sumber-energi-alternatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-teliti-potensi-ragi-merah-untuk-sumber-energi-alternatif/#respond Thu, 06 Feb 2025 04:42:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75591 Produksi sumber energi di seluruh dunia dihadapkan pada kendala ketergantungan pada bahan bakar fosil yang suatu saat pasti akan habis. Sementara tantangan pengembangan energi alternatif lainnya dihadapkan pada biaya produksi yang tinggi dan efisiensi produksi yang rendah. Dosen Biologi UGM Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., tengah meneliti Jamur Rhodotorula glutinis atau biasa disebut ragi merah sebagai […]

Artikel Dosen UGM Teliti Potensi Ragi Merah untuk Sumber Energi Alternatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Produksi sumber energi di seluruh dunia dihadapkan pada kendala ketergantungan pada bahan bakar fosil yang suatu saat pasti akan habis. Sementara tantangan pengembangan energi alternatif lainnya dihadapkan pada biaya produksi yang tinggi dan efisiensi produksi yang rendah.

Dosen Biologi UGM Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., tengah meneliti Jamur Rhodotorula glutinis atau biasa disebut ragi merah sebagai sumber energi bahan bakar alternatif. Jamur ini dapat ditemukan di beberapa lingkungan dan dapat diisolasi dari udara, tanah, rumput, danau, lautan, makanan, buah-buahan, kulit manusia, maupun kotoran manusia. Riset ini diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan mikroorganisme untuk produksi bioenergi sebagai sumber energi terbarukan sebagai pengganti sumber energi fosil

Soal seberapa besar potensi ragi merah untuk sumber energi alternatif, Ganies menyebutkan ragi merah ini berpotensi besar sebagai sumber energi karena jamur ini mampu mengakumulasi dan memproduksi lipid dalam jumlah yang besar. “Dalam beberapa kasus akumulasi lipid pada R. glutinis dapat mencapai 72,4% yang membuatnya berpotensi sebagai penghasil lipid untuk sumber energi,” kata Ganies kepada wartawan, kamis (7/2).

Kemampuannya dalam menghasilkan lipid dalam jumlah besar berasal dari jalur biosintesis yang memungkinkan mikroorganisme ini mengonversi berbagai sumber karbon menjadi senyawa bernilai tinggi, termasuk lipid ataupun biopolimer lainnya. Bahkan pengembangan produk lipid tidak hanya berupa biofuel namun bisa ke arah pengembangan produk biopolimer dapat berupa polimer penyusun bioplastik, polyhydroxybutyrate. “Pengoptimalan sintesis senyawa esensial pada ragi merah ini dapat dilakukan dengan rekayasa proses, rekayasa genetik, ataupun rekayasa metabolisme,” ungkapnya.

Dipilihnya Ragi merah atau R. glutinis dipilih sebagai bahan riset, kata Ganies, dirinya melihat kemampuannya jamur ini dalam mengakumulasi lipid dalam jumlah tinggi, terutama dalam bentuk triasilgliserol (TAG) yang dapat dikonversi menjadi energi dalam bentuk biofuel. “R. glutinis juga dipilih sebagai bahan riset karena kemampuannya untuk tumbuh pada berbagai macam substrat,” katanya.

Tidak hanya sampai di situ, kemampuan ragi merah dalam memproduksi lipid lebih dari 15% dari berat kering selnya, ragi ini juga memiliki kemampuan untuk memetabolisme berbagai senyawa yang digunakan sebagai sumber karbon, seperti monosakarida, disakarida, atau polisakarida, asam organik, gliserol, bahan baku, produk sampingan industri, dan limbah cair.

Perlu diketahui, kampuan jamur ini mampu memproduksi dan mengakumulasi lipid dalam jumlah yang besar saat mengalami keterbatasan nitrogen namun memiliki ketersediaan karbon yang cukup. Dalam kondisi tersebut, yeast akan mengarahkan metabolisme untuk biosintesis lipid sebagai cadangan energi berupa Triasilgliserol (TAG). Selanjutnya, Lipid yang dihasilkan dapat diekstraksi dan dikonversi menjadi biodiesel yang digunakan sebagai sumber energi. “Lipid yang diperoleh dari sel ragi akan dikonversi menjadi biodiesel melalui transesterifikasi yang akan mereaksikan TAG dengan metanol untuk menghasilkan biodiesel dalam bentuk fatty acid methyl ester (FAME). Biodiesel yang diperoleh dapat digunakan sebagai energi,” katanya.

Penelitian mengenai rekayasa genetik pada mikroorganisme ini sudah berlangsung 8 tahun. Atas riset yang tengah dilakukannya ini bersama tim, ganies berhasil mendapatkan dana hibah penelitian untuk kategori Science and Technology Research Grant (STRG) dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF). Dengan karyanya yang berjudul “Yeast Bioengineering for Sustainable Lipid-Based Energy Production from Rhodotorula glutinis,” Ganies merupakan salah satu dari 18 penerima penghargaan STRG-ITSF tahun 2025 pada 30 januari lalu di Jakarta.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Teliti Potensi Ragi Merah untuk Sumber Energi Alternatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-teliti-potensi-ragi-merah-untuk-sumber-energi-alternatif/feed/ 0
Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/#respond Wed, 05 Feb 2025 09:09:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75513 Belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua kejadian tragis yang menimpa para siswa yang tengah melakukan kegiatan rekreasi yang diadakan oleh pihak sekolah. Di akhir bulan Januri lalu, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 4 siswa dinyatakan meninggal dunia. Tak berselang lama, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi menimpa rombongan […]

Artikel Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua kejadian tragis yang menimpa para siswa yang tengah melakukan kegiatan rekreasi yang diadakan oleh pihak sekolah. Di akhir bulan Januri lalu, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 4 siswa dinyatakan meninggal dunia. Tak berselang lama, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi menimpa rombongan siswa SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo di Pintu Exit Tol Purwodadi, pada Sabtu (1/2) lalu. Dua orang dinyatakan tewas, dan 19 lainnya menjalani perawatan. Masih banyak catatan kejadian kecelakaan di lokasi wisata ataupun saat dalam perjalanan berwisata yang kemudian merenggut korban jiwa.

Dr. Destha Titi Raharjana, M.Si., peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM mengaku prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut. Menurutnya, kegiatan wisata yang diharapkan menyenangkan sekaligus mampu mengembalikan semangat dan energi baru justru berujung duka. Meski kejadian kecelakaan memang tidak dapat diprediksi, namun menurutnya hal itu bisa diantisipasi dengan tetap menjaga kewaspadaan semua pihak  dan menjadikan keselamatan sebagai prinsip utama untuk menekan resiko terjadinya kecelakaan. “Semestinya dapat dicegah apabila segenap pihak mampu melakukan menerapkan SOP dan selalu menjalankan pengendalian”, terangnya di Kampus UGM, Rabu (5/2).

Destha berpendapat pihak pengelola dinilai sebagai pihak yang paling paham lingkungan wisata yang dikelolanya. Mereka sebetulnya pihak yang paling paham terhadap lingkungannya, kondisi wahana permainan yang dimiliki beserta fasilitasnya. Semestinya semua dalam kondisi yang selalu siap dan mendapat pengawasan ketat. Selain itu, para pengelola wisata mestinya secara periodik melakukan pengecekan kelaikan. “Secara profesional, para penyedia jasa wisata dan wahana rekreasi seharusnya mampu menerapkan SOP secara konsisten guna menekan berbagai resiko yang mungkin terjadi,” tuturnya.

Tidak cukup sampai di situ, menurut Destha, wisatawan yang membeli tiket wisata, dan berniat bermain wahana permainan harus diyakinkan keamanan semua fasilitas. Meskipun dalam tiket tercantum adanya asuransi, imbuhnya, pihak pengelola diwajibkan menyampaikan soal kepastian jaminan keselamatan bagi pengunjung.“Jika perlu pasang papan informasi, himbauan untuk selalu waspada, dan hati-hati. Jangan segan-segan pula mengingatkan secara berulang untuk keselamatan pengunjung, mengingat di waktu-waktu tertentu karena lonjakan pengunjung seringkali membuat mereka mengabaikan keselamatan diri”, jelasnya.

Terlebih untuk lokasi-lokasi wisata di alam terbuka. Sebagaimana kejadian di Pantai Drini, Gunungkidul belum lama ini. Pihak wisatawan, dalam pandangan Destha semestinya juga selalu waspada dan mampu menjaga diri terlebih di musim penghujan. Berwisata di lokasi wisata air, menurutnya sangat perlu untuk mengetahui karakter lokasi wisata yang dituju. “Ini artinya, kesiapan untuk bertanggung jawab atas diri sendiri juga menjadi hal utama.  Pihak sekolah pun perlu memberikan himbauan agar siswanya selalu berhati-hati. Pengetahuan tentang kemungkinan terjadinya gelombang saat berwisata di pantai pun harus dicari atau diberikan kepada wisatawan. Terlebih, karakter gelombang laut yang dikenal ganas serta keberadaan palung di pantai Selatan Jawa yang patut untuk diwaspadai’, ungkapnya.

Destha pun turut prihatin atas berbagai kejadian laka wisata yang merengut jiwa wisatawan di jalan raya. Seperti yang terjadi di Pasuruan beberapa hari lalu. Menurutnya banyak faktor berpengaruh terhadap peristiwa tersebut, akibat dari kondisi kendaraan yang mengalami gangguan ataupun dari sisi human error. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dia berharap pihak penyedia kendaraan wisata atau agen wisata seharusnya mampu menyediakan kendaraan yang siap dan menjamin keselamatan calon pengguna. “Caranya, secara periodik kendaraan mereka harus dilakukan uji kir, chek surat jalan, dan kelaikan semuanya”, paparnya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada pihak pemerintah, khususnya  Dinas Perhubungan yang seyogyanya secara rutin perlu melakukan sidak pada beberapa Perusahaan Otobus. Mereka bisa melakukan penilaian sekaligus mengevaluasi terhadap beberapa kendaraan yang dimiliki PO.Jika ditemui yang tidak layak, pihak konsumen dalam hal ini agen wisata berhak untuk melarang untuk tidak dipergunakan lagi. “Jika memang ditemui seperti itu maka bisa meminta perusahaan mengganti dengan kendaraan terbaru atau kendaraan layak jalan”, ucapnya.

Destha juga mengingatkan agar pihak agen wisata secara rutin melakukan tes kesehatan untuk para sopir yang hendak menjalankan kendaraan untuk mengantar wisatawan. Sekaligus memastikan kesehatan sopir dalam kondisi prima. “Jam terbang sopir juga penting untuk menekan kecelakaan. Driver yang hapal medan jalan cenderung lebih waspada dalam mengendalikan kendaraan. Karenanya masing-masing driver perlu mengenali dan mempelajari kondisi jalan,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Freepik

Artikel Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/feed/ 0
Wamen Stella Ingin Hilangkan Stigma “Kelas Dua” Pendidikan Vokasi  https://ugm.ac.id/id/berita/wamen-stella-ingin-hilangkan-stigma-kelas-dua-pendidikan-vokasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/wamen-stella-ingin-hilangkan-stigma-kelas-dua-pendidikan-vokasi/#respond Wed, 05 Feb 2025 07:38:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75529 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, A.B., mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan pendidikan ilmu terapan melalui pendidikan tinggi sekolah vokasi. Menurut Stella hampir seluruh negara yang bangkit dari pendapatan menengah ke negara berpendapatan tinggi memulai langkahnya dari pengembangan ilmu terapan. Pengembangan pendidikan vokasi diakui Stella selaras dengan empat arahan Presiden Prabowo […]

Artikel Wamen Stella Ingin Hilangkan Stigma “Kelas Dua” Pendidikan Vokasi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, A.B., mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan pendidikan ilmu terapan melalui pendidikan tinggi sekolah vokasi. Menurut Stella hampir seluruh negara yang bangkit dari pendapatan menengah ke negara berpendapatan tinggi memulai langkahnya dari pengembangan ilmu terapan.

Pengembangan pendidikan vokasi diakui Stella selaras dengan empat arahan Presiden Prabowo Subianto yang dicanangkan untuk Kabinet Merah Putih. “Ada arahan ketersediaan lapangan kerja; produktivitas terukur; ketahanan pangan, energi, dan air; dan teknologi sebagai investasi pendidikan manusia. Saya kira yang keempat ini cocok dengan vokasi,” terangnya, usai melakukan kunjungan dan mengisi talkshow di Sekolah Vokasi UGM, Selasa (4/2).

Stella sempat menjelaskan langkah-langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas vokasi sekaligus menghubungkan akademik dengan industri dan pemerintah. Merujuk pada keinginan Presiden Prabowo untuk mendorong hubungan yang kuat antara akademik, pemerintah, dan industri. Bahkan di setiap Kementerian dan Lembaga berencana menjembatani kolaborasi tersebut agar ketiga sektor saling bahu membahu menyelesaikan persoalan.

Meski demikian, Wamen Stella memahami adanya stigma di masyarakat yang menganggap ilmu terapan merupakan pendidikan kelas dua. Apalagi saat ini di Kementerian Dikti Saintek, sudah dihapus Dirjen Pendidikan Vokasi namun pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas vokasi agar dianggap setara dengan pendidikan sarjana.

Soal penghapusan direktorat jenderal pendidikan vokasi ini didasarkan pada prinsip general relativity dibanding special relativity. “Harapannya tidak lagi pendidikan vokasi dan akademik itu dikotak-kotakkan, jadi semuanya sama. Ini yang ingin kami dorong untuk menciptakan ekosistem sains dan teknologi,” paparnya.

Bagi Stella, ketiadaan Dirjen Vokasi bukan berarti pendidikan vokasi dan politeknik tidak mendapat naungan dari pemerintah, justru sebaliknya mampu mengubah persepsi publik bahwa vokasi setara dengan pendidikan akademis umum. “Pemerintah ingin mendorong agar pengembangan ilmu terapan bisa menyelesaikan persoalan dan isu-isu nasional,” terangnya.

Ditanya soal perkembangan riset di pendidikan tinggi vokasi, Wamen Stella ingin agar riset terapan dan fundamental bisa berjalan beriringan. Keduanya memegang peran penting untuk menyelesaikan masalah yang ada sekarang, sekaligus mengantisipasi masalah di kemudian hari. Menurutnya, peneliti tidak harus berangkat dari apakah riset tersebut terapan atau fundamental, melainkan masalah seperti apa yang ingin dipecahkan. Hal nantinya akan menentukan kuat tidaknya hilirisasi riset dari sektor akademik.“Riset terapan itu seperti low hanging fruit, mudah dipetik dan sangat diminati oleh industri dan masyarakat sebenarnya. Tapi kondisi sekarang baik industri, pemerintah, maupun akademik tidak saling mengenal,” ucap Stella.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr. -Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng mengakui bahwa pendidikan tinggi vokasi di Indonesia masih sangat tertinggal dengan pendidikan sarjana. “Tentunya kami mengharapkan adanya inisiasi dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas vokasi,” tutur Agus.

Agus menyebutkan, masih ada anggapan bahwa vokasi berada di bawah pendidikan fundamental. Hal ini menyebabkan tidak banyak industri maupun masyarakat yang tertarik dengan pendidikan vokasi. Padahal pengembangan ilmu terapan sangat diperlukan. “Dalam meningkatkan kualitas, kami tentu membutuhkan resources yang memadai. Karenanya kami di vokasi UGM telah berupaya untuk membangun jembatan dengan industri,” ungkap Agus.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Wamen Stella Ingin Hilangkan Stigma “Kelas Dua” Pendidikan Vokasi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/wamen-stella-ingin-hilangkan-stigma-kelas-dua-pendidikan-vokasi/feed/ 0
Menko Airlangga Hartarto Minta Kampus Dukung Agenda Hilirisasi Nasional https://ugm.ac.id/id/berita/menko-airlangga-hartarto-minta-kampus-dukung-agenda-hilirisasi-nasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/menko-airlangga-hartarto-minta-kampus-dukung-agenda-hilirisasi-nasional/#respond Tue, 04 Feb 2025 10:02:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75459 Di tengah tantangan global dan peran institusi pendidikan tinggi yang semakin krusial. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah inovasi yang mampu mendorong agenda hilirisasi mengubah potensi menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Sebab, melalui riset dan pengembangan yang ada kampus diharapkan bisa berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan […]

Artikel Menko Airlangga Hartarto Minta Kampus Dukung Agenda Hilirisasi Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Di tengah tantangan global dan peran institusi pendidikan tinggi yang semakin krusial. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah inovasi yang mampu mendorong agenda hilirisasi mengubah potensi menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Sebab, melalui riset dan pengembangan yang ada kampus diharapkan bisa berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan energi yang merupakan pondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T  dalam  Talkshow yang bertajuk “Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi” yang berlangsung di ruang Auditorium Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, Selasa (4/2).

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memandang penting kegiatan hilirisasi berbagai komoditas dari hasil tambang produk pertanian, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan. Di sisi lain, Menko Airlangga menyampaikan peran dan kontribusi perguruan tinggi dalam agenda hilirisasi nasional, dengan melakukan penyesuaian kurikulum, pengembangan program vokasi, dan membentuk lulusan perguruan tinggi yang menguasai teknologi terkini. “Kita harus menguasai dalam hilirisasi seperti penguasaan teknologi kendaraan listrik, microcontroller perancangan IC maupun semikonduktor device,” ujarnya.

Untuk mendukung hilirisasi, kata Airlangga, jugas diperlukan terobosan dalam kebijakan pendidikan di ranah perguruan tinggi agar mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui peningkatan akses penerima beasiswa dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Kita harus mendorong anak bangsa untuk bisa menimba ilmu yang berkaitan dengan hilirisasi baik di dalam maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Namun yang tidak kalah penting, imbuhnya, mendorong kampus membangun kolaborasi dengan stakeholders baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Disamping mendorong pengembangan riset terkait teknologi dalam mendukung hilirisasi ketahanan energi.

Sementara Faisol Riza, Μ.Α., selaku Wakil Menteri Perindustrian Ri, menuturkan banyak industri di tanah air yang tidak bisa memanfaatkan hilirisasi karena kebutuhan gas yang tidak bisa terpenuhi sehingga harus dibantu oleh pemerintah. Kondisi ini menyebabkan tingkat daya saing industri menjadi berkurang dibandingkan dengan industri-industri di negara-negara lain. “Kita dorong  pasokan energi yang memadai agar bisa mendukung daya saing industri,” paparnya.

Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng, Ph.D., sekaligus menjadi moderator dalam talkshow tersebut menuturkan kampus bisa berperan dalam mendorong agenda hilirisasi nasional dan mewujudkan ketahanan energi sehingga bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi mencapai 8%.”Pertanyaannya bagaimana strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8% ini?Roadmapnya bagaimana? saya kira, hilirisasi adalah jawabannya untuk mengoptimalkan sumber daya mineral kita dengan transformasi knowledge dan skills yang bisa dibangun dan dimiliki bangsa ini untuk memberikan nilai tambah optimal,” pungkasnya.

Penulis : Kezia Dwina Nathania

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Firsto dan Dok. Kemenko Perekonomian

Artikel Menko Airlangga Hartarto Minta Kampus Dukung Agenda Hilirisasi Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menko-airlangga-hartarto-minta-kampus-dukung-agenda-hilirisasi-nasional/feed/ 0
Mahasiswa KKN-PPM UGM Kembangkan Kawasan Terban Sebagai Kampung Wisata Budaya https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-kembangkan-kawasan-terban-sebagai-kampung-wisata-budaya/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-kembangkan-kawasan-terban-sebagai-kampung-wisata-budaya/#respond Mon, 03 Feb 2025 03:30:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75285 Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan selain Bali, Lombok, dan daerah lainnya. Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang datang ke Yogyakarta, sebanyak 25 kampung wisata yang sudan terbentuk di Kota Yogyakarta. Kampung wisata ini diharapkan menjadi salah satu alternatif destinasi yang menjadi pilihan bagi […]

Artikel Mahasiswa KKN-PPM UGM Kembangkan Kawasan Terban Sebagai Kampung Wisata Budaya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan selain Bali, Lombok, dan daerah lainnya. Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang datang ke Yogyakarta, sebanyak 25 kampung wisata yang sudan terbentuk di Kota Yogyakarta. Kampung wisata ini diharapkan menjadi salah satu alternatif destinasi yang menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati wisata berbasis budaya.

Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Dr. Destha Titi Raharjana, kelurahan terban Kota Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan kampung wisata berbasis budaya. Menurutnya, sepanjang  jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta yang tersambung dengan daerah Kota Baru bisa menjadi storyline yang menarik untuk dikemas sebagai paket wisata. “Mencermati berbagai potensi sejarah yang bisa diungkit membuka peluang sekaligus memberikan nilai tambah bagi kepariwisataan,” kata Destha dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Senin (3/2)

Destha menaruh harapan besar terhadap kawasan Terban menjadi kawasan wisata sejarah. Terlebih setelah penetapan Terban sebagai Kelurahan Budaya tentunya bisa menjadi modal untuk menguatkan identitas budaya di wilayah Terban. Ia menyebutkan, berbagai budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini di kawasan Terban, diantaranya Ruwahan, Rejeban, Saparan dan Merti Belik. “Semua itu penting untuk diidentifikasi dan dikemas sebagai produk budaya yang dapat diangkat sebagai kalender event di Kelurahan Terban”, terangnya.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, Pemerintah Kota Yogyakarta, Husni Eko Prabowo mengatakan pihaknya turut mendorong pengembangan sumber daya pariwisata di Kelurahan Terban. Untuk wilayah Kemantren Gondokusuman, ujarnya, hingga saat ini baru ada 1 kampung wisata yang berlokasi di Baciro. Ia berkomitmen turut membantu kanalisasi ide masyarakat terhadap pengembangan wisata. “Tidak semata hanya menambah jumlah kampung wisata. Yang terpenting bagi kami, adalah menguatkan komitmen warga setempat. Terlebih setelah terbentuk nanti lantas bagaimana? Kami tahu di Terban sudah ada Pokdarwis. Untuk itu, mari bersama Pokdarwis pihak kelurahan dapat mendorong adanya local champion guna mengawal serius pengembangan Terban sebagai kampung wisata,” jelasnya.

Diandra, selaku salah satu anggota tim KKN-PPM UGM Unit YO-175 melakukan yang tengah melakukan kegiatan pengabdian dengan mengusung program besar berupa Terban Sadar Wisata: Pengembangan Mandiri Pariwisata Kelurahan mengatakan pihaknya melakukan program kerja dalam rangka mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis ekonomi kreatif. “Kelurahan Terban yang memiliki ragam potensi sejarah menarik untuk digali dan diperkenalkan kepada generasi saat ini,” katanya.

Untuk meningkatkan pengembangan pariwisata, kata Diandra, mahasiswa KKN UGM berhasil menyusun buku profil pariwisata yang diharapkan menjadi rujukan dalam pembangunan potensi pariwisata. “Kita berharap apa yang sudah kita lakukan bisa menjadi landasan bagi pengembangan sektor pariwisata Kelurahan Terban, termasuk penguatan kelembagaan wadah kolaboratif yang sudah ada,” katanya.

Diandra berharap seluruh program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN bisa dilanjutkan dengan inisiatif warga dan bisa semakin dikembangkan oleh Tim KKN berikutnya.

Lurah Terban, Sigit Kusuma Atmaja membeberkan keberadaan bangunan bersejarah yang masih dijumpai di Terban. Bangunan-bangunan tersebut, menurutnya, menarik untuk diangkat cerita sejarahnya. Sigit mencontohkan keberadaan Kantor Pos Polisi yang terletak di utara Gramedia. Kantor ini, disebutnya, dulu sebagai markas besar TNI Angkatan Darat. “Bangunan eks rumah Haji Salim ini, kini beralih fungsi sebagai restoran Bumbu Desa”, ungkapnya.

Ia mengaku pernah mendapat kunjungan KSAL yang ingin tahu sejarah Angkatan Laut. Menurut beberapa sumber menyatakan markas besar AL dahulu juga berada di Terban. Hotel Galuh, yang berada di timur SMA 9, dulunya adalah Rumah Sakit Angkatan Laut.

Bappenas di tahun 2024 juga melakukan hal yang sama. Mereka menurunkan tim untuk meneliti cikal bakal pembentukan Dewan Ekonomi Negara. “Bangunan Panti Rekso Putro, ada yang menyebut dahulu sebagai lokasi cikal bakal Bappenas. Rumah sakit mata Dr Yap merupakan rumah sakit mata tercanggih dan menjadi rujukan rumah sakit mata dari berbagai wilayah, termasuk dari luar negeri”, ujarnya.

Sigit menambahkan masyarakat Terban sudah memetakan berbagai rencana strategis terkait pengembangan pariwisata di wilayahnya. Mulai wisata berbasis edukasi yang dikemas dalam kekayaan warisan sejarah Terban hingga potensi promosi digital wisata kuliner di Kelurahan Terban.“Kita punya banyak potensi. Bukan hanya pengembangan objek wisata, tetapi Terban memiliki banyak anak muda yang sudah mendapatkan kesempatan magang hospitality supaya masyarakat ada peningkatan keahlian,” ungkap Sigit.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa KKN-PPM UGM Kembangkan Kawasan Terban Sebagai Kampung Wisata Budaya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-kembangkan-kawasan-terban-sebagai-kampung-wisata-budaya/feed/ 0
Guru Besar UGM: Ada Potensi Moral Hazard jika  Kampus Kelola Tambang  https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-ada-potensi-moral-hazard-jika-kampus-kelola-tambang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-ada-potensi-moral-hazard-jika-kampus-kelola-tambang/#respond Sat, 01 Feb 2025 13:15:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75299 Perguruan tinggi saat ini mempunyai peluang untuk ikut mengelola tambang, menyusul ormas keagamaan yang sebelumnya di beri izin untuk mengelola tambang. Usulan ini muncul dalam revisi Undang-Undang (UU) Minerba yang sedang dibahas di DPR. Baleg DPR RI memasukkan usulan agar perguruan tinggi dan UMKM diberi izin kelola tambang. Revisi UU Minerba ini disahkan sebagai usulan […]

Artikel Guru Besar UGM: Ada Potensi Moral Hazard jika  Kampus Kelola Tambang  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perguruan tinggi saat ini mempunyai peluang untuk ikut mengelola tambang, menyusul ormas keagamaan yang sebelumnya di beri izin untuk mengelola tambang. Usulan ini muncul dalam revisi Undang-Undang (UU) Minerba yang sedang dibahas di DPR. Baleg DPR RI memasukkan usulan agar perguruan tinggi dan UMKM diberi izin kelola tambang. Revisi UU Minerba ini disahkan sebagai usulan inisiatif DPR.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM Prof. Dr. Gabriel Lele, mengatakan sebaiknya kampus tidak membuka ruang untuk mendapat izin usaha pertambangan. Meski kampus tersebut sudah memiliki jurusan pertambangan dan berpotensi besar mendapat ladang sebagai lokasi laboratorium lapangan untuk mempraktekan keilmuan dan teknologi terkini. Menurutnya upaya pemberian izin tambang ini sebagai bentuk korporatisme baru pemerintah kepada pihak kampus. “Pemberian izin tambang ini sebagai bentuk korporatisasi atau lebih tepatnya bentuk korporatisme baru di lingkungan kampus,” ujarnya, Sabtu (1/2).

Lebih jauh Gabriel menjelaskan korporatisme  ini sebagai strategi negara untuk menutupkan kelompok-kelompok di luar negara termasuk masyarakat sipil seperti kampus memberikan privilege, akan tetapi dengan syarat kemudian suara-suara kritis itu tidak boleh disampaikan. “Saya justru melihat bahwa hal ini juga merupakan bentuk pembungkaman suara kritis kampus secara halus,” katanya.

Bagi Gabriel, selama ini kampus selalu diminta masukan terkait perumusan kebijakan atau revisi undang-undang. Namun dengan adanya pemberian izin tambang ini menurutnya justru memberikan dampak negatif lebih besar. Ia melihat bahwa adanya potensi korupsi atau paling tidak moral hazard jika kampus diberikan hak mengelola tambang. Sebab, ketika kampus nantinya terjun ke dalam pengelolaan tambang maka logika yang digunakan tidak hanya semata-mata logika akademik, tetapi sebaliknya kampus harus menggunakan logika bisnis untuk hitung-hitungan untung dan rugi. “Lagi-lagi logika bisnis yang dipakai,” terangnya.

Terlepas dari pro-kontranya kampus mengelola tambang, menurutnya kampus perlu berembuk untuk satu suara menyampaikan masukan kepada pemerintah dan DPR. “Kalau ikut misalnya, ya menerima tawaran itu, apa saja yang harus diperhatikan. Kalau tidak ikut, kemudian apa plus minusnya. Jadi yang disebut dengan identifikasi dan manajemen risiko itu harus dilakukan karena itu prinsip dasar dalam setiap kebijakan. Sebab tidak ada satupun kebijakan yang bebas risiko,” pungkasnya.

Penulis   : Kezia Dwina Nathania
Editor     : Gusti Grehenson

Foto       : Freepik

Artikel Guru Besar UGM: Ada Potensi Moral Hazard jika  Kampus Kelola Tambang  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-ada-potensi-moral-hazard-jika-kampus-kelola-tambang/feed/ 0