SDG 5: Kesetaraan Gender Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-5-kesetaraan-gender/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Feb 2025 01:51:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kisah Ida Mujtahidah, Penyandang Disabilitas Berhasil Lulus S2 Cumlaude di UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-ida-mujtahidah-penyandang-disabilitas-berhasil-lulus-s2-cumlaude-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-ida-mujtahidah-penyandang-disabilitas-berhasil-lulus-s2-cumlaude-di-ugm/#respond Mon, 10 Feb 2025 01:47:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75715 Menggunakan kursi roda listrik, Ida Mujtahidah begitu sumringah saat Dekan Fisipol UGM Dr. Wawan Masudi datang menghampirinya seraya menyerahkan ijazah. Usai bersalaman dengan Dekan, matanya berkaca-kaca, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan senang dan bahagianya sebagai salah satu lulusan yang lulus magister dengan predikat cumlaude. Berhasil meraih gelar S2, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. […]

Artikel Kisah Ida Mujtahidah, Penyandang Disabilitas Berhasil Lulus S2 Cumlaude di UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menggunakan kursi roda listrik, Ida Mujtahidah begitu sumringah saat Dekan Fisipol UGM Dr. Wawan Masudi datang menghampirinya seraya menyerahkan ijazah. Usai bersalaman dengan Dekan, matanya berkaca-kaca, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan senang dan bahagianya sebagai salah satu lulusan yang lulus magister dengan predikat cumlaude. Berhasil meraih gelar S2, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya.

Ida, biasa ia dipanggil, menjadi salah satu dari 841 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor yang diwisuda pada Program Pascasarjana di Grha Sabha Pramana UGM pada akhir Januari silam. Ida berhasil menyelesaikan studi tepat waktu di Program Studi S2 Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dengan semangat dan dedikasi yang konsisten. Bahkan ia tercatat lulus dengan predikat cumlaude karena memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9. 

Ida bercerita, keluarga juga memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan kuliahnya. Baginya, keluarga selalu menjadi sumber dukungan moral, emosional, dan logistik yang dibutuhkan termasuk fasilitas kursi roda listrik.

Meski begitu, Ida mengaku sempat mengalami mental breakdown ketika menjalani masa kuliah. Beruntung, sesama Awardee LPDP turut membantunya mengatasi masa sulit tersebut dengan memastikan dirinya merasa aman, mendukung agar ia tetap percaya diri, serta mendampingi Ida selepas konsultasi rutin dengan psikolog. “Tentu saja masih ada ruang perbaikan untuk meningkatkan awareness serta membangun budaya yang lebih inklusif di UGM,” tuturnya.

Sebagai penyandang disabilitas, Ida menjelaskan tantangan terbesar yang harus dihadapi saat menjalankan perkuliahan adalah menjaga stamina fisik dan menghadapi keterbatasan mobilitas. Namun, dengan jadwal yang terorganisir, dukungan keluarga, serta semangat untuk segera lulus kuliah, ia berhasil melewati berbagai rintangan dan tetap fokus pada tujuan. 

Dukungan layanan aksesibilitas yang disediakan Fisipol dan UGM secara umum, seperti lift yang aktif untuk seluruh lantai, adanya ruangan khusus untuk pengunjung disabilitas di Perpustakaan dan Arsip, serta tambahan jalur landai di FISIPoint menurutnya sangat membantu. Bahkan sistem pembelajaran hybrid antara daring dan luring dengan pengumpulan tugas yang bisa dilakukan secara daring juga dirasa makin memudahkan dirinya mengerjakan tugas perkuliahan. “UGM telah menyediakan berbagai fasilitas ramah disabilitas, seperti rampa, handrail dan layanan pendukung. Namun, peningkatan masih dibutuhkan, misalnya dalam hal penyediaan transportasi kampus yang lebih inklusif dan aksesibilitas untuk gedung tua,” jelasnya.

Ida memulai studi sejak 2023. Selama kuliah, ia aktif melakukan advokasi bagi penyandang disabilitas. Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai konferensi. Ida sempat terpilih sebagai best paper presenter pada 6th International Conference on Interreligious Studies (ICONIST) yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dirinya juga terpilih menjadi partisipan dalam Sekolah Riset Advokasi Disabilitas 2024 yang merupakan kolaborasi antara SAPDA (Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak) dan KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia – Indonesia). 

Ida patut berbangga karena pada program tersebut hanya 21 orang yang dipilih dari ratusan periset disabilitas di seluruh Indonesia. Selain itu, Ida juga diundang sebagai peserta pada Konferensi Internasional Pengetahuan dari Perempuan yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan (Komnas) Perempuan di Universitas Brawijaya pertengahan September 2024 lalu.

Kini setelah lulus, Ida berharap bisa berkontribusi lebih luas dalam advokasi penyandang disabilitas, khususnya dalam membangun kebijakan inklusif. Ia pun berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas. “Kampus tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan jaringan profesional yang diperlukan untuk bersaing,” ujarnya.

Di sisi lain, imbuhnya, masyarakat juga perlu mendukung para penyandang disabilitas dengan membangun pemahaman tentang kebutuhan mereka, menghapus stigma, dan memberikan kesempatan yang sama di berbagai aspek, termasuk pendidikan dan pekerjaan.

Penulis : Triya Andriyani

Foto     : Dokumentasi Pribadi

Artikel Kisah Ida Mujtahidah, Penyandang Disabilitas Berhasil Lulus S2 Cumlaude di UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-ida-mujtahidah-penyandang-disabilitas-berhasil-lulus-s2-cumlaude-di-ugm/feed/ 0
Yuk, Ketahui Keunggulan 8 Prodi IUP UGM Klaster Sosial Humaniora https://ugm.ac.id/id/berita/yuk-ketahui-keunggulan-8-prodi-iup-ugm-klaster-sosial-humaniora/ https://ugm.ac.id/id/berita/yuk-ketahui-keunggulan-8-prodi-iup-ugm-klaster-sosial-humaniora/#respond Sat, 08 Feb 2025 12:13:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75705 Universitas Gadjah Mada memiliki 29 program International Undergraduate Program (IUP), 8 diantaranya IUP di bidang sosial humaniora. Kedelapan program studi IUP tersebut adalah prodi Akuntansi, prodi Manajemen dan prodi Ilmu Ekonomi. Selanjutnya IUP prodi Hubungan Internasional, Manajemen dan Kebijakan Publik, dan IUP prodi Ilmu Komunikasi. Selanjutnya ada IUP prodi Psikologi dan IUP prodi Hukum. Dalam […]

Artikel Yuk, Ketahui Keunggulan 8 Prodi IUP UGM Klaster Sosial Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada memiliki 29 program International Undergraduate Program (IUP), 8 diantaranya IUP di bidang sosial humaniora. Kedelapan program studi IUP tersebut adalah prodi Akuntansi, prodi Manajemen dan prodi Ilmu Ekonomi. Selanjutnya IUP prodi Hubungan Internasional, Manajemen dan Kebijakan Publik, dan IUP prodi Ilmu Komunikasi. Selanjutnya ada IUP prodi Psikologi dan IUP prodi Hukum. Dalam siaran langsung UGM Update belum lama ini, para pengelola program IUP dari fakultas rumpun sosial humaniora turut memperkenalkan keunggulan, prospek karir, serta peluang yang ditawarkan oleh IUP UGM.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menjelaskan bahwa program IUP di FEB telah berdiri sejak tahun 2007 dan menawarkan tiga program studi yaitu Akuntansi, Ilmu Ekonomi, dan Manajemen. Salah satu keunggulan program ini adalah akreditasi internasional yang telah diperoleh serta kemitraan dengan lebih dari 70 universitas di Eropa, Asia, dan Australia. “Kami memiliki skema double degree, pertukaran pelajar, serta academic exposure seperti kursus musim panas dan musim dingin,” ungkap Bayu, Sabtu (8/2).

Ia menambahkan bahwa seluruh pembelajaran dilakukan dalam bahasa Inggris dan mahasiswa IUP akan memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih double degree dengan universitas mitra seperti University of Melbourne, Erasmus University, dan University of Groningen.

Dr. Ardian Indro Yuwono, selaku ketua Program Studi IUP Ilmu Komunikasi, menyampaikan bahwa program IUP di FISIPOL, terutama Ilmu Komunikasi, relatif baru didirikan pada tahun 2019 sementara program studi IUP Hubungan Internasional didirikan di awal tahun 2010, dan IUP Manajemen Kebijakan Publik di tahun 2013. Meski demikian, program ini memiliki akreditasi internasional dan keunggulan berupa pengajar yang berasal dari akademisi dan praktisi media.

Salah satu ciri khas dari IUP Ilmu Komunikasi adalah kewajiban student exchange di tahun ketiga. Program ini juga memiliki peluang double degree dengan Flinders University dan Queen Mary University. “International exposure menjadi komponen penting dalam syarat kelulusan, di mana mahasiswa wajib mengikuti pertukaran pelajar atau program study abroad,” jelas Dr. Ardian.

Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D, pengelola IUP Psikologi, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2016, program IUP Psikologi hanya membuka satu kelas dengan jumlah 40 mahasiswa per angkatan. Keunggulan IUP Psikologi terletak pada program double degree dengan University of Leeds serta pertukaran pelajar dengan University of Groningen.

Setiap semester, IUP Psikologi menghadirkan dosen tamu internasional serta menerima mahasiswa asing dari negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Australia. “Kami juga menekankan field school yang memungkinkan mahasiswa terjun langsung untuk melihat aplikasi psikologi secara praktis,” ujar Elga.

Sementara itu, Dr. Wahyu Yun Santoso S.H., M.Hum., LL.M., pengelola IUP Fakultas Hukum, memaparkan bahwa sejak dibuka pada tahun 2013, IUP Hukum telah menawarkan program double degree dengan universitas mitra seperti Maastricht University dan University of Groningen. Tahun ini, Fakultas Hukum meluncurkan skema baru 3+1 yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan double degree sekaligus gelar LLM dalam waktu yang lebih singkat melalui kerja sama dengan Durham University “Mahasiswa kami juga diwajibkan mengikuti dua kali magang, dan banyak alumni kami yang sukses berkarir di firma hukum internasional,” tambah Wahyu.

Dengan berbagai keunggulan dan peluang internasional yang ditawarkan, program IUP UGM menjadi salah satu pilihan menarik bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman pendidikan global.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Yuk, Ketahui Keunggulan 8 Prodi IUP UGM Klaster Sosial Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/yuk-ketahui-keunggulan-8-prodi-iup-ugm-klaster-sosial-humaniora/feed/ 0
Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/#respond Thu, 06 Feb 2025 09:11:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75628 Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Ph.D., Sp.An-TI, Subsp.An.Ped (K)., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kamis (6/2) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Yunita menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Prediksi Risiko Kejadian Kritis Berat Perioperatif Sebagai Upaya […]

Artikel Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Ph.D., Sp.An-TI, Subsp.An.Ped (K)., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kamis (6/2) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Yunita menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Prediksi Risiko Kejadian Kritis Berat Perioperatif Sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien Terkait Prosedur Anestesi pada Anak”.

Dalam pidatonya, Prof. Yunita menjelaskan bahwa Kondisi Kritis Perioperatif merupakan komplikasi pernapasan, jantung, alergi, atau neurologi yang memerlukan intervensi segera yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Dalam ilmu anestesi prosedur yang digunakan dalam menangani pasien dewasa dan anak-anak tentu berbeda. Kondisi yang berbeda ini membuat prosedur anestesi anak-anak lebih beresiko komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Maka dari itu, perlu pendekatan khusus untuk prediksi risiko dan mitigasinya. Saat ini di Indonesia belum ada alat prediksi terjadinya kejadian kritis perioperatif pada anak di Indonesia, “hal ini mendorong saya untuk mengangkat topik ini agar nantinya dapat menjadi referensi prediksi kejadian kritis perioperatif pada anak dimasa mendatang,” ungkapnya.

Yunita menyebutkan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kritis berat perioperatif pada anak.  Pada anestesi umum, bayi baru lahir lebih berisiko mengalami kejadian kritis perioperatif dibandingkan kelompok usia lainnya karena anatomi neonatus masih dalam proses perkembangan. Mengacu pada penelitian berbasis data, menunjukkan bahwa anak perempuan memiliki 25% risiko lebih tinggi untuk kejadian kritis kardiovaskuler dibandingkan laki-laki. “Faktor lain yang mempengaruhi adalah anomali kongenital yang mencakup berbagai kelainan struktur atau fungsi tubuh yang sudah ada sejak lahir dan berasal dari masa prenatal, kondisi pasien, dan jenis anestesi yang digunakan,” terangnya.

Akurasi skor prediksi kejadian kritis berat perioperatif berdasar sebuah tinjauan sistematis terbaru tentang alat penilaian risiko perioperatif dari 10 studi mendapatkan bahwa tingkat mortalitas dalam studi-studi ini berkisar antara 0,3% hingga 3,6%. Prediktor utama yang digunakan dalam model meliputi usia saat operasi, kebutuhan ventilasi mekanis dalam 48 jam sebelum operasi, dukungan oksigen, dukungan inotropik, sepsis, status kegawatdaruratan kasus, keberadaan perintah “do-not-resuscitate”, transfusi darah preoperatif, kanker, gangguan hematologi, status fisik, serta resusitasi kardiopulmoner sebelum operasi.

Penggunaan alat prediksi risiko kejadian kritis berat perioperatif memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan hasil klinis pasca operasi pada pasien pediatrik. Saat ini perkembangan terbaru adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk identifikasi risiko kejadian kritis berat perioperatif. Beberapa studi menunjukkan manfaat pembelajaran mesin dalam memetakan faktor risiko komplikasi pascaoperasi.

Menurut Yunita, penilaian risiko kejadian kritis harus dilakukan sebagai upaya meminimalisir resiko kejadian tersebut. Sasaran utama dari upaya ini diprioritaskan untuk anak-anak usia lebih muda. “Di Indonesia perlu dibuat suatu alat prediksi terstandarisasi untuk memprediksi risiko terjadinya kejadian kritis perioperatif pada anak serta pedoman praktis klinis yang praktis yang sederhana dan mudah digunakan,” tegasnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyebutkan bahwa Prof. Yunita Widyastuti merupakan salah satu dari 525 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 72 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar yang pernah dimiliki FKKMK UGM.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/feed/ 0
Dosen UGM Teliti Potensi Ragi Merah untuk Sumber Energi Alternatif https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-teliti-potensi-ragi-merah-untuk-sumber-energi-alternatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-teliti-potensi-ragi-merah-untuk-sumber-energi-alternatif/#respond Thu, 06 Feb 2025 04:42:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75591 Produksi sumber energi di seluruh dunia dihadapkan pada kendala ketergantungan pada bahan bakar fosil yang suatu saat pasti akan habis. Sementara tantangan pengembangan energi alternatif lainnya dihadapkan pada biaya produksi yang tinggi dan efisiensi produksi yang rendah. Dosen Biologi UGM Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., tengah meneliti Jamur Rhodotorula glutinis atau biasa disebut ragi merah sebagai […]

Artikel Dosen UGM Teliti Potensi Ragi Merah untuk Sumber Energi Alternatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Produksi sumber energi di seluruh dunia dihadapkan pada kendala ketergantungan pada bahan bakar fosil yang suatu saat pasti akan habis. Sementara tantangan pengembangan energi alternatif lainnya dihadapkan pada biaya produksi yang tinggi dan efisiensi produksi yang rendah.

Dosen Biologi UGM Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., tengah meneliti Jamur Rhodotorula glutinis atau biasa disebut ragi merah sebagai sumber energi bahan bakar alternatif. Jamur ini dapat ditemukan di beberapa lingkungan dan dapat diisolasi dari udara, tanah, rumput, danau, lautan, makanan, buah-buahan, kulit manusia, maupun kotoran manusia. Riset ini diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan mikroorganisme untuk produksi bioenergi sebagai sumber energi terbarukan sebagai pengganti sumber energi fosil

Soal seberapa besar potensi ragi merah untuk sumber energi alternatif, Ganies menyebutkan ragi merah ini berpotensi besar sebagai sumber energi karena jamur ini mampu mengakumulasi dan memproduksi lipid dalam jumlah yang besar. “Dalam beberapa kasus akumulasi lipid pada R. glutinis dapat mencapai 72,4% yang membuatnya berpotensi sebagai penghasil lipid untuk sumber energi,” kata Ganies kepada wartawan, kamis (7/2).

Kemampuannya dalam menghasilkan lipid dalam jumlah besar berasal dari jalur biosintesis yang memungkinkan mikroorganisme ini mengonversi berbagai sumber karbon menjadi senyawa bernilai tinggi, termasuk lipid ataupun biopolimer lainnya. Bahkan pengembangan produk lipid tidak hanya berupa biofuel namun bisa ke arah pengembangan produk biopolimer dapat berupa polimer penyusun bioplastik, polyhydroxybutyrate. “Pengoptimalan sintesis senyawa esensial pada ragi merah ini dapat dilakukan dengan rekayasa proses, rekayasa genetik, ataupun rekayasa metabolisme,” ungkapnya.

Dipilihnya Ragi merah atau R. glutinis dipilih sebagai bahan riset, kata Ganies, dirinya melihat kemampuannya jamur ini dalam mengakumulasi lipid dalam jumlah tinggi, terutama dalam bentuk triasilgliserol (TAG) yang dapat dikonversi menjadi energi dalam bentuk biofuel. “R. glutinis juga dipilih sebagai bahan riset karena kemampuannya untuk tumbuh pada berbagai macam substrat,” katanya.

Tidak hanya sampai di situ, kemampuan ragi merah dalam memproduksi lipid lebih dari 15% dari berat kering selnya, ragi ini juga memiliki kemampuan untuk memetabolisme berbagai senyawa yang digunakan sebagai sumber karbon, seperti monosakarida, disakarida, atau polisakarida, asam organik, gliserol, bahan baku, produk sampingan industri, dan limbah cair.

Perlu diketahui, kampuan jamur ini mampu memproduksi dan mengakumulasi lipid dalam jumlah yang besar saat mengalami keterbatasan nitrogen namun memiliki ketersediaan karbon yang cukup. Dalam kondisi tersebut, yeast akan mengarahkan metabolisme untuk biosintesis lipid sebagai cadangan energi berupa Triasilgliserol (TAG). Selanjutnya, Lipid yang dihasilkan dapat diekstraksi dan dikonversi menjadi biodiesel yang digunakan sebagai sumber energi. “Lipid yang diperoleh dari sel ragi akan dikonversi menjadi biodiesel melalui transesterifikasi yang akan mereaksikan TAG dengan metanol untuk menghasilkan biodiesel dalam bentuk fatty acid methyl ester (FAME). Biodiesel yang diperoleh dapat digunakan sebagai energi,” katanya.

Penelitian mengenai rekayasa genetik pada mikroorganisme ini sudah berlangsung 8 tahun. Atas riset yang tengah dilakukannya ini bersama tim, ganies berhasil mendapatkan dana hibah penelitian untuk kategori Science and Technology Research Grant (STRG) dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF). Dengan karyanya yang berjudul “Yeast Bioengineering for Sustainable Lipid-Based Energy Production from Rhodotorula glutinis,” Ganies merupakan salah satu dari 18 penerima penghargaan STRG-ITSF tahun 2025 pada 30 januari lalu di Jakarta.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Teliti Potensi Ragi Merah untuk Sumber Energi Alternatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-teliti-potensi-ragi-merah-untuk-sumber-energi-alternatif/feed/ 0
Teliti Manfaat Mikroprotein pada Jamur Tempe, Rachma Wikandari Raih Penghargaan Hitachi Award https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-manfaat-mikroprotein-pada-jamur-tempe-rachma-wikandari-raih-penghargaan-hitachi-award/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-manfaat-mikroprotein-pada-jamur-tempe-rachma-wikandari-raih-penghargaan-hitachi-award/#respond Tue, 04 Feb 2025 08:45:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75446 Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., berhasil mendapatkan penghargaan The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi risetnya mengenai mikroprotein yang dikembangkan dari air rebusan kedelai. Penelitian mengenai mikroprotein telah dilakukan Rachma kurang lebih selama 4 tahun ini. Menurutnya, mikroprotein merupakan protein alternatif yang […]

Artikel Teliti Manfaat Mikroprotein pada Jamur Tempe, Rachma Wikandari Raih Penghargaan Hitachi Award pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., berhasil mendapatkan penghargaan The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi risetnya mengenai mikroprotein yang dikembangkan dari air rebusan kedelai.

Penelitian mengenai mikroprotein telah dilakukan Rachma kurang lebih selama 4 tahun ini. Menurutnya, mikroprotein merupakan protein alternatif yang memiliki kandungan nutrisi protein yang berada di antara daging dan kedelai. Kandungan asam amino yang dimiliki juga lebih lengkap dibanding kedelai. Mikroprotein sendiri terbuat dari Miselium jamur tempe yang ditumbuhkan pada media cair. Tekstur hasil panen seperti adonan kue (dough) sehingga mudah untuk dibentuk seperti bakso atau sosis. “Hanya saja masih perlu adanya pengembangan untuk tekstur hasil panen supaya mirip seperti daging ayam,” kata Rachma, Selasa (4/2) .

Terkait kepakarannya dalam pengolahan pangan, Rachma menyebutkan keunggulan dari mikroprotein ini tidak hanya dari segi nutrisinya saja. Namun, proses pembuatan Mikroprotein ini sendiri cukup singkat yaitu 2 hari dengan hasil panen mencapai satu kilogram. Bahkan ukuran reaktor yang dibutuhkan hanya 1×1 meter sehingga tidak memakan tempat. “Enzim yang terkandung di dalamnya bisa tumbuh dalam berbagai macam substrat contohnya seperti air rebusan kedelai,” jelasnya.

Tidak hanya pada kandungan nutrisi, imbuhnya, produksi mikroprotein bisa menanggulangi permasalahan limbah yang dihasilkan industri tempe serta menambah pendapatan bagi pedagang tempe. Untuk saat ini, Rachma tengah membuat model sterilisasi media dan saat ini pun sedang dikaji lebih mendalam untuk reaktor agar dapat lebih sederhana sehingga bisa untuk dikomersilkan.

Riset yang dilakukan Rachma ini tidak hanya membawanya memenangkan penghargaan Hitachi Awards, sebelumnya Ia juga sudah beberapa kali memenangkan penghargaan salah satunya L’Oreal – Unesco for Women in Science National Fellowship 2024 Award Academy.

Penghargaan yang didapatkan ini, Rachma Wikandari juga menyampaikan bahwa dirinya jadi semakin termotivasi untuk terus memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Apalagi selama pengembangan riset ini, katanya,  ia tantangan tersendiri dalam upaya pengenalan ke masyarakat. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian ini menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung tidak mudah menerima olahan pangan baru yang dianggap asing atau biasa disebut food neophobia. Padahal jamur yang ada dalam produk mikroprotein ini sebenarnya sama dengan jamur yang ada pada tempe sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi olahan mikroprotein.

Pada bulan Desember 2024 lalu, kata Rachma, mikroprotein telah diperkenalkan kepada masyarakat dengan bekerja sama dengan seorang chef untuk mengolah produk tersebut menjadi spaghetti. Tanggapan dari masyarakat pun positif dan banyak yang menyukai olahan mikroprotein. Mereka berpendapat bahwa olahan mikroprotein memiliki tekstur yang mirip dengan sosis.

Rachma berharap, riset potensi pangan alternatif yang ia kembangkan ini bisa berkontribusi menyelesaikan masalah di masyarakat dengan mencari dan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto dan Shutterstock

Artikel Teliti Manfaat Mikroprotein pada Jamur Tempe, Rachma Wikandari Raih Penghargaan Hitachi Award pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-manfaat-mikroprotein-pada-jamur-tempe-rachma-wikandari-raih-penghargaan-hitachi-award/feed/ 0
Dua Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Dikukuhkan https://ugm.ac.id/id/berita/dua-guru-besar-fakultas-peternakan-ugm-dikukuhkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dua-guru-besar-fakultas-peternakan-ugm-dikukuhkan/#respond Thu, 30 Jan 2025 09:30:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75250 Dua orang dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah resmi dikukuhkan di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada Kamis (30/1). Kedua Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem Produksi Ternak. Sedangkan Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., […]

Artikel Dua Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Dikukuhkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua orang dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah resmi dikukuhkan di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada Kamis (30/1). Kedua Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem Produksi Ternak. Sedangkan Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Produksi Ternak Potong pada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Saling melengkapi, kedua pakar ilmu peternakan ini membahas pentingnya ilmu dalam peternakan untuk kebutuhan masyarakat luas. Prof. Panjono dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pengembangan Industri Ternak Potong Menuju Indonesia Emas 2045” menjelaskan, bahwa untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak dengan menyediakan makanan bergizi, pemenuhan kebutuhan daging sebagai bagian dari menu makanan tersebut sangat diperlukan. “Daging banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein, mineral besi, zinc, selenium, vitamin,” katanya.

Konsumsi daging di Indonesia sendiri masih didominasi oleh daging ayam, sapi dan kerbau. Namun, berbeda dengan daging ayam ras yang dapat memenuhi kebutuhan karena surplus, daging sapi dan kerbau justru masih mengalami defisit.  Defisit ini disebabkan oleh lebih rendahnya produksi daging sapi dan kerbau yakni sebesar 496,25 ribu ton dibandingkan dengan kebutuhan daging sapi dan kerbau sebesar 759,67 ribu  ton,.

Selama ini, defisit ini dipenuhi dengan cara impor baik dagingnya maupun ternak hidup. Menurutnya, hal ini bukan merupakan hal yang baik jika dilihat dari segi kemandirian pangan nasional. “Pemenuhan kebutuhan daging dengan peningkatan produksi dalam negeri akan meningkatkan kemandirian pangan dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha ternak potong,” ujarnya.

Ia pun kemudian menjelaskan bahwa untuk mengembangkan industri ternak potong yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan meningkatkan pendapatan peternak, diperlukan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan menurut Panjono adalah melakukan peningkatan kualitas gen, penerapan teknik pemeliharaan yang efisien, pengembangan sistem produksi, dan juga optimalisasi skala usaha. “Langkah-langkah tersebut harus dijabarkan ke dalam program, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang sehingga tujuan pemenuhan secara mandiri kebutuhan daging nasional dapat dicapai seiring dengan pencapaian Visi Indonesia Emas 2045,” tutup Panjono.

Setali dua uang, isu serupa pun ikut dibahas oleh Prof. Tri Satya Mastuti Widi dalam pidato pengukuhannya yang mengambil tajuk, “Desain Sistem Produksi Ternak Berkelanjutan dengan Pendekatan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”. Ia menjelaskan bahwa sistem produksi ternak yang berkelanjutan dapat mengatasi masalah ketahanan pangan di Indonesia.

Tri mengatakan ketersediaan pangan dan energi merupakan isu krusial dan klasik bagi banyak negara-negara di dunia. Indonesia pun tidak menjadi pengecualian. Ia menjelaskan bahwa daging merah yang merupakan salah satu sumber pangan hewani tradisional di Indonesia, khususnya sapi masih terdapat gap, atau defisit antara produksi dan konsumsinya. “Bercermin pada hasil proyeksi produksi dan konsumsi daging sapi di Indonesia tahun 2023—2027, masih terdapat gap antara produksi dan konsumsi daging sapi,” jelas Tri.

Ia pun menjelaskan bahwa defisit ini salah satunya disebabkan oleh perbedaan tujuan program pemerintah dan tujuan peternak dalam beternak. Kemudian, Tri pun menjelaskan beberapa upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan ini, yang kemudian menurutnya setiap upaya peningkatan produksi pangan tersebut sejatinya memiliki dampak pada lingkungan, biodiversitas, dan kesejahteraan ternak dan kesehatan manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya berkelanjutan dengan tetap mengapresiasi kearifan lokal agar pemenuhan kebutuhan pangan di masa depan tak perlu mengganggu kesehatan manusia, keragaman hayati, kesejahteraan ternak, dan juga lingkungan. “Penelitian dan pembangunan harus diarahkan pada kontribusi sistem produksi pertanian/peternakan untuk pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan secara holistik yang rekognisi tujuan ganda peternak dan trade-offs terkait,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prof. Tri menyampaikan beberapa konsep gagasan yang terkait dengan keberlanjutan sistem produksi ternak, khususnya pada pembangunan peternakan. Hal-hal tersebut ialah, pembangunan peternakan di Indonesia harus memperhatikan sistem produksi dan kearifan lokal, menganalisis trade-offs dan dampak yang akan terjadi dalam setiap progress sistem produksi, perbaikan sistem produksi lokal, land use sharing dan pemanfaatan tanah marginal, dan kebijakan pemerintah yang sinergis, menyeluruh, dan kondusif. Ia pun menambahkan bahwa, keberhasilan desain ini selain dari peran serta pemerintah juga membutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk mewujudkannya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Dua Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Dikukuhkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dua-guru-besar-fakultas-peternakan-ugm-dikukuhkan/feed/ 0
UGM Wisuda 841 Lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-841-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-841-lulusan-program-pascasarjana/#respond Thu, 23 Jan 2025 06:44:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75086 Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 841 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode Tahun Akademik 2024/2025, Kamis (23/1), di Grha Sabha Pramana. Lulusan yang diwisuda terdiri atas 691 lulusan Program Magister termasuk 6 wisudawan dari Warga Negara Asing, 73 lulusan Program Spesialis, 18 lulusan Program Subspesialis, 59 lulusan Program […]

Artikel UGM Wisuda 841 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 841 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode Tahun Akademik 2024/2025, Kamis (23/1), di Grha Sabha Pramana. Lulusan yang diwisuda terdiri atas 691 lulusan Program Magister termasuk 6 wisudawan dari Warga Negara Asing, 73 lulusan Program Spesialis, 18 lulusan Program Subspesialis, 59 lulusan Program Doktor, dan 15 lulusan periode sebelumnya. Untuk program Magister, rerata masa studi adalah 2 tahun 2 bulan, dengan 7 lulusan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Sedangkan untuk Program Spesialis, rerata masa studi adalah 4 tahun 1 bulan, dengan 59,9% lulusan berpredikat Pujian. Pada Program Subspesialis, lulusan termuda berasal dari Ilmu Bedah yang menyelesaikan studinya pada usia 33 tahun 4 bulan. Untuk program Doktor, rerata masa studi adalah 4 tahun 8 bulan, dengan 6 wisudawan memiliki IPK 4,00.

Dalam wisuda kali ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital sekaligus Sekjen PP Kagama, Nezar Patria, memberikan pesan kepada para wisudawan agar bisa berada di garis terdepan dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang terjadi di pasar kerja global. Alumnus Fakultas Filsafat UGM ini mengutip laporan Future of Jobs Report dari World Economic Forum tahun 2025 tercatat bahwa perubahan teknologi, khususnya perluasan akses digital akan menjadi tren paling transformatif. Terlebih, 60 persen perusahaan global memandang bahwa hal ini akan menjadi penggerak utama transformasi bisnis mereka pada tahun 2030 yang akan datang. “Pekerjaan yang sudah ada saat ini diprediksi akan mengalami penurunan kebutuhan, bahkan 39% keterampilan yang Anda miliki hari ini akan menjadi usang atau setidaknya perlu diperbaiki dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Nezar menambahkan, kemajuan AI (Artificial Intelligent) dan robotika akan memengaruhi hampir semua sektor mulai dari pemerintahan, industri, hingga sektor akademik. AI Specialist, Big Data Analyst, dan Software Developer diprediksi akan menjadi pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat dan paling banyak diminati. Akan tetapi, dunia kerja masa depan juga membutuhkan keterampilan yang lebih humanis, seperti kreativitas, leadership, serta fleksibilitas, dan ketahanan. “Sebagai lulusan UGM, Anda memiliki kekuatan untuk menjembatani nilai-nilai tradisional dan teknologi modern untuk memimpin inovasi, sekaligus menjaga harmoni dengan alam dan masyarakat. Mari bersama membangun bangsa dan bahkan berkontribusi untuk kemajuan negara ini,” pesannya.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dalam pidato sambutannya mengatakan UGM memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat, termasuk menyiapkan talenta unggul masa depan. Hal ini disiapkan, salah satunya untuk menghadapi tiga tantangan utama di tahun 2025, yaitu peningkatan ketegangan dan perpecahan geopolitik global, misinformasi dan disinformasi yang mengancam stabilitas dan kemajuan, serta krisis lingkungan yang mengakibatkan cuaca ekstrem juga kerusakan ekosistem bumi. “Di sisi lain, di sektor teknologi kita telah dihadapkan pada era kecerdasan, sebuah era tempat bertumbuhnya inovasi kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan blockchain. Kemajuan tersebut bisa dikatakan membawa perubahan sekaligus tantangan yang terus berkembang,” tutur Ova.

Menurutnya, tugas mendidik bukan sekedar mencetak lulusan dengan pendalaman bekal keterampilan maupun pengetahuan, namun juga harus berkarakter, adaptif, dan berdaya saing agar mampu menjadi subjek perubahan yang terlibat dalam pemecahan masalah transnasional dan global. “Belum lama ini, salah satu alumni Fakultas Geografi dan alumni Teknik Geologi berhasil menyelesaikan ekspedisi ke Antartika dan menjadi bagian dari misi Russian Antarctica Expedition (RAE). Eksistensi ini menjadi salah satu contoh kiprah alumni di kancah internasional dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Wakil wisudawan, Dian Riana Ningsih, yang berasal dari Program Studi Doktor Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) turut menyampaikan sambutan pada kegiatan wisuda kali itu. Ia meyakini kelulusan para wisudawan UGM bukanlah dalam rangka menambah problematika sosial yang telah ada, sebaliknya kelulusan ini sebagai pertanda bahwa di Pundak para wisudawan telah tersemat tanggung jawab akan kebermanfaatan bagi masyarakat. “Sungguh kami semua merasa bangga menjadi bagian dari UGM, universitas yang terus-menerus tak letih memahat prestasi dan mengukuhkan diri sebagai Perguruan Tinggi di Indonesia,” jelas Dian.

Ia menuturkan, ingatan memori kolektif para lulusan tidak akan pernah lupa bahwa UGM adalah pengemban saktinya Pancasila, universitas yang didaulat sejarah turut andil dalam merawat simpul-simpul Bhineka Tunggal Ika. Universitas yang bagi masyarakat sudah ditempatkan sebagai kampus perjuangan dan kampus kerakyatan. Dian berharap UGM tetap menjadi milik rakyat, bukan milik pejabat, kerabat, apalagi konglomerat, kampus yang dijaga dengan penuh empati dan dedikasi. “Saya mengajak rekan wisudawan dan wisudawati untuk selalu membawa nama baik UGM, serta menerapkan ilmu dan pengetahuan yang kita peroleh untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat di dunia internasional,” pungkasnya.

Penulis : Triya Andriyani

Foto.     : Donnie

Artikel UGM Wisuda 841 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-841-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0
Pengungsi di Indonesia, Myanmar dan Palestina Belum Mendapat Perlindungan Layak https://ugm.ac.id/id/berita/pengungsi-di-indonesia-myanmar-dan-palestina-belum-mendapat-perlindungan-layak/ https://ugm.ac.id/id/berita/pengungsi-di-indonesia-myanmar-dan-palestina-belum-mendapat-perlindungan-layak/#respond Wed, 22 Jan 2025 07:52:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75037 Sebanyak 453 akademisi dan aktivis organisasi internasional dari 50 negara mengikuti konferensi internasional tentang migrasi paksa atau International Association for the Study of Forced Migration Conference (IASFM) ke-20 yang berlangsung di kampus UGM, 21-23 Januari. Konferensi yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali ini mengangkat tema Forced Displacement in an Urbanizing World. Konferensi digelar dalam rangka menanggapi permasalahan isu […]

Artikel Pengungsi di Indonesia, Myanmar dan Palestina Belum Mendapat Perlindungan Layak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 453 akademisi dan aktivis organisasi internasional dari 50 negara mengikuti konferensi internasional tentang migrasi paksa atau International Association for the Study of Forced Migration Conference (IASFM) ke-20 yang berlangsung di kampus UGM, 21-23 Januari. Konferensi yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali ini mengangkat tema Forced Displacement in an Urbanizing World. Konferensi digelar dalam rangka menanggapi permasalahan isu mengenai migrasi paksa yang banyak terjadi di negara seperti di Myanmar, Palestina, dan Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi ancaman bencana alam yang lumayan besar. Maka dari itu tidak dipungkiri bahwa migrasi paksa harus dilakukan untuk memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat,” kata Peneliti Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, M.A., saat menyampaikan pidato kuci dalam pembukaan IASFM di Grha Sabha Pramana, Selasa (21/1).

Menurut Nuke, migrasi paksa memang memiliki sejarah panjang di Asia Tenggara. Ia menyebutkan terdapat tiga periode sejarah mengenai migrasi paksa di Asia Tenggara. Namun migrasi paksa semakin parah sejak adanya krisis laut Andaman. Hingga saat ini setiap kontinen pun cenderung menerapkan peraturan yang defensif dan tidak kooperatif demi menjaga kepentingan masing-masing. “Migrasi paksa terjadi karena tidak adanya perlindungan yang legal dan layak dalam pemenuhan atas dasar kemanusiaan,” ungkapnya.

 

Dr. Kwaku Arhin-Sam, akademisi dan peneliti dari Friedrich Schiller University Jena, Jerman, mengatakan dirinya saat ini tengah melakukan riset soal migrasi internasional menemukan banyak negara dengan kebijakan politik yang berorientasi menjadi negara anti imigran. “Orang-orang yang dipaksa pergi dan pindah dari asal mereka,” ujarnya.

Dosen dari Departemen Antropologi, Dr. Realisa Darathea Masardi, menegaskan konferensi internasional ini diharapkan mampu memperkuat kekuatan akademik dalam menanggapi isu migrasi paksa. “Universitas Gadjah Mada sebagai universitas yang leading dalam bidang research, sudah saatnya para akademisi untuk berkolaborasi dengan aktivis dan organisasi yang berhubungan dengan isu migrasi paksa ini,” katanya.

Menurutnya, hasil dari konferensi ini tidak hanya berdampak untuk keperluan akademik, namun juga harus mampu memberikan awareness kepada masyarakat Indonesia. Pasalnya, tujuan akhir dari kegiatan ini yaitu mampu memberikan pemahaman yang lebih luas sehingga mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah yang masih belum inklusif dengan adanya pengungsi yang ada di Indonesia. “Saya kira konferensi ini untuk mendukung suara-suara yang tidak didengarkan agar sampai kepada pemerintah,” harapnya.

 

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dalam pidato sambutannya menyampaikan apresiasi para akademisi dan peneliti serta aktivis organisasi internasional yang datang  sebagai pembicara dan partisipan yang turut hadir dalam konferensi ini. “Suatu kehormatan bagi Universitas Gadjah Mada dapat menjadi tuan rumah IASFM ke-20. Tidak lupa juga ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberlangsungan konferensi ini,” katanya.

Universitas Gadjah Mada, kata Rektor, berkomitmen untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian kontemporer yang mana nantinya akan berdampak positif dalam pengembangan kebijakan dan mampu menyediakan wadah untuk menyalurkan suara para migran.

Penulis : Jelita Agustine

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Lazuardi

Artikel Pengungsi di Indonesia, Myanmar dan Palestina Belum Mendapat Perlindungan Layak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pengungsi-di-indonesia-myanmar-dan-palestina-belum-mendapat-perlindungan-layak/feed/ 0
Kagama Singapura Buka Kursus dan Pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-singapura-buka-kursus-dan-pelatihan-bagi-pekerja-migran-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-singapura-buka-kursus-dan-pelatihan-bagi-pekerja-migran-indonesia/#respond Wed, 22 Jan 2025 01:49:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74999 Paguyuban Tenis Universitas Gadjah Mada mengadakan pertemuan dengan anggota pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) cabang Singapura di Ruang Adinata, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Jumat (17/1). Dalam pertemuan tersebut disampaikan soal berbagai kegiatan dari Kagama Singapura yang telah berhasil menghimpun anggota Kagama sebanyak 200 orang yang sudah terhubung dalam komunikasi secara […]

Artikel Kagama Singapura Buka Kursus dan Pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Paguyuban Tenis Universitas Gadjah Mada mengadakan pertemuan dengan anggota pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) cabang Singapura di Ruang Adinata, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Jumat (17/1). Dalam pertemuan tersebut disampaikan soal berbagai kegiatan dari Kagama Singapura yang telah berhasil menghimpun anggota Kagama sebanyak 200 orang yang sudah terhubung dalam komunikasi secara online.

Ketua Kagama Singapura, Reynilda Hendryati yang akrab disapa Rere menuturkan sejarah terbentuknya Kagama Singapura, berawal dari keinginan untuk menyatukan alumni UGM yang ada di Singapura, hingga saat ini sudah ada lebih dari 200 anggota yang tergabung di WAG. “Kita sudah menghimpun sekitar 200 orang alumni UGM yang ada di sini,” katanya.

⁠Rere menyebutkan kepengurusan Kagama Singapura terbentuk sejak 2021 lalu dan menjalankan berbagai program menjadi fasilitator di kelas Inspirasi untuk murid-murid Sekolah Indonesia Singapura, dengan menghadirkan para alumnus UGM dari beberapa fakultas. “KIta harapkan bisa menginspirasi untuk murid dari anak-anak Indonesia yang bersekolah di Singapura,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga bekerjasama dengan LSM di Singapura dalam project sukarela, Kagama Singapura  dengan membuka kursus dan pelatihan bagi pekerja migran Indonesia di hari libur. Menurutnya, program yang dijalankan ini sejalan dengan visi dan misi Kagama yaitu guyub, rukun, migunani untuk mempersatukan para alumni yang tersebar di negara Singapura. “Kita ingin mempersatukan ‘balung-balung’ yang berserakan di seantero Singapura agar menjadi satu keluarga yang tentunya bisa berguna bagi almamater tercinta dan masyarakat Indonesia,” katanya.

Kagama Singapura juga membuka ruang seluas-luasnya untuk siapapun yang membutuhkan informasi tentang Singapura ini, baik dari segi pendidikan, profesional, peluang kerja hingga life hacks untuk bisa survive di negara ini.

Sementara Ketua Paguyuban tenis Universitas GAdjah MAda sekaligus Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Kuncoro Harto Widodo menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang hangat, penuh persahabatan dari Ketua dan Segenap Pengurus Kagama Singapura.”Kami mengapresiasi dari KBRI yang sudah memfasilitasi yang sangat baik dan sangat ramah dari KBRI Singapura yang dimediasi oleh Ibu Irawati Djati, istri Wadubes selaku pembina Kagama Singapura,” katanya.

Kuncoro memperkenalkan segenap rombongan tim paguyuban tenis UGM, diantaranya Prof Wahyudi Kumorotomo, selaku Sekretaris Dewan Guru Besar UGM yang sekaligus menginisiasi program ALTITUDE dengan mitra NUS. “Ada total rombongan 21 orang,” katanya.

Pertemuan dengan Kagama Singpura ini, kata Kuncoro diharapkan bisa memperkuat jejaring antar alumni UGM dan membuka peluang kerjasama kemitraan antara UGM, Kagama Singapura dan KBRI Singapura.

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini menambahkan kunjungan kali ini memang dalam rangka melaksanakan pertandingan tenis persahabatan dengan para diaspora Indonesia dalam rangka mendukung program Health Promoting University UGM sekaligus memotivasi anggota lebih giat berolahraga khususnya tenis lapangan. “Harapan lain, kunjungan ini juga bisa membuka kolaborasi yang lebih luas mengingat latar belakang anggota kedua belah pihak sangat beraneka ragam,” katanya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Kagama Singapura Buka Kursus dan Pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-singapura-buka-kursus-dan-pelatihan-bagi-pekerja-migran-indonesia/feed/ 0
UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-191-dokter-hewan-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-191-dokter-hewan-baru/#respond Fri, 17 Jan 2025 14:26:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74822 Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melantik 191 dokter baru, Kamis (16/1), di Grha Sabha Pramana. Pelantikan ini menjadi salah satu momen penting yang menandai kelulusan para dokter hewan baru yang siap untuk berkontribusi pada sektor kesehatan hewan dan masyarakat secara luas. Sejumlah dokter hewan yang dilantik terdiri dari 148 orang wanita dan 43 orang laki-laki. […]

Artikel UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melantik 191 dokter baru, Kamis (16/1), di Grha Sabha Pramana. Pelantikan ini menjadi salah satu momen penting yang menandai kelulusan para dokter hewan baru yang siap untuk berkontribusi pada sektor kesehatan hewan dan masyarakat secara luas. Sejumlah dokter hewan yang dilantik terdiri dari 148 orang wanita dan 43 orang laki-laki. Jumlah ini menambah dokter hewan yang telah diluluskan FKH UGM sebanyak 6.406 orang. Masa studi rata-rata dokter hewan baru adalah 5 tahun 8 bulan 11 hari dengan lulusan tercepat 5 tahun 5 bulan. Usia dokter hewan termuda periode ini adalah 21 tahun 11 bulan 14 hari. Sedangkan lulusan terbaik dokter hewan diraih oleh drh. Annisa Amalia Zahra dengan Indeks Predikat Kumulatif 4,00.

Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D mengungkapkan dari sejumlah dokter hewan baru yang dilantik pada hari itu sebanyak 55,2% sudah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum dinyatakan lulus dari profesi dokter hewan. Sebagian besar bekerja di Rumah Sakit Hewan atau klinik hewan, sedangkan sisanya bekerja di perusahaan, berwiraswasta, dan berkeinginan untuk melanjutkan studi. Dekan menegaskan pelantikan ini merupakan simbol dimulainya tanggung jawab baru bagi para dokter hewan karena mereka memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan hewan, yang pada gilirannya juga berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. “Kita tahu setelah 30 tahun Indonesia bebas PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), tiba-tiba sejak akhir 2024 melonjak lagi hingga hari ini. Kewajiban kita sebagai dokter hewan untuk membantu setiap upaya pemerintah,” ungkap Teguh.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit PMK, kata Teguh, Fakultas Kedokteran Hewan dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), serta Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PBPDHI)  menyelenggarakan seminar bersama untuk menetapkan rekomendasi dalam menanggulangi kasus PMK yang mulai merebak lagi. “Kegiatan ini menjadi komitmen kita bersama dan tentunya menjadi kewajiban kita untuk berkontribusi pada setiap upaya pengendalian penyakit pada hewan,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan bahwa profesi dokter hewan yang diemban oleh para lulusan nantinya berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama dalam pencapaian target kesehatan, perlindungan likungan, dan pengentasan kemiskinan. “Sumpah profesi yang sudah kalian ucapkan bukan sekedar formalitas, tapi sebagai komitmen moral dan profesional yang akan menjadi panduan dalam setiap langkah ke depan,” ujarnya.

Teguh berharap para dokter hewan baru akan selalu memegang teguh prinsip integritas, dedikasi, dan semangat untuk terus belajar karena dunia medis termasuk kedokteran hewan terus berkembang sehingga kompetensi diri harus selalu ditingkatkan. Dengan semangat baru dan pengetahuan yang telah diperoleh selama masa pendidikan, para lulusan siap untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi kesehatan hewan dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, ketua PBPDHI, Dr. drh. Muhammad Munawaroh, M.M., menyampaikan ucapan selamat pada ratusan dokter hewan FKH UGM yang baru dilantik. Ia berpesan agar tetap memegang nilai moral dan menjaga sikap profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Pahami dan amalkan kode etik profesi dokter hewan. Kode etik ini penting karena menjadi rambu-rambu bagi dokter hewan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat melakukan pemeriksaan hewan, kalian wajib mempertimbangkan martabat dokter hewan,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-191-dokter-hewan-baru/feed/ 0