SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-3-kesehatan-yang-baik-dan-kesejahteraan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 06 Feb 2025 09:54:47 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/#respond Thu, 06 Feb 2025 09:11:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75628 Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Ph.D., Sp.An-TI, Subsp.An.Ped (K)., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kamis (6/2) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Yunita menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Prediksi Risiko Kejadian Kritis Berat Perioperatif Sebagai Upaya […]

Artikel Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Ph.D., Sp.An-TI, Subsp.An.Ped (K)., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kamis (6/2) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Yunita menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Prediksi Risiko Kejadian Kritis Berat Perioperatif Sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien Terkait Prosedur Anestesi pada Anak”.

Dalam pidatonya, Prof. Yunita menjelaskan bahwa Kondisi Kritis Perioperatif merupakan komplikasi pernapasan, jantung, alergi, atau neurologi yang memerlukan intervensi segera yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Dalam ilmu anestesi prosedur yang digunakan dalam menangani pasien dewasa dan anak-anak tentu berbeda. Kondisi yang berbeda ini membuat prosedur anestesi anak-anak lebih beresiko komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Maka dari itu, perlu pendekatan khusus untuk prediksi risiko dan mitigasinya. Saat ini di Indonesia belum ada alat prediksi terjadinya kejadian kritis perioperatif pada anak di Indonesia, “hal ini mendorong saya untuk mengangkat topik ini agar nantinya dapat menjadi referensi prediksi kejadian kritis perioperatif pada anak dimasa mendatang,” ungkapnya.

Yunita menyebutkan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kritis berat perioperatif pada anak.  Pada anestesi umum, bayi baru lahir lebih berisiko mengalami kejadian kritis perioperatif dibandingkan kelompok usia lainnya karena anatomi neonatus masih dalam proses perkembangan. Mengacu pada penelitian berbasis data, menunjukkan bahwa anak perempuan memiliki 25% risiko lebih tinggi untuk kejadian kritis kardiovaskuler dibandingkan laki-laki. “Faktor lain yang mempengaruhi adalah anomali kongenital yang mencakup berbagai kelainan struktur atau fungsi tubuh yang sudah ada sejak lahir dan berasal dari masa prenatal, kondisi pasien, dan jenis anestesi yang digunakan,” terangnya.

Akurasi skor prediksi kejadian kritis berat perioperatif berdasar sebuah tinjauan sistematis terbaru tentang alat penilaian risiko perioperatif dari 10 studi mendapatkan bahwa tingkat mortalitas dalam studi-studi ini berkisar antara 0,3% hingga 3,6%. Prediktor utama yang digunakan dalam model meliputi usia saat operasi, kebutuhan ventilasi mekanis dalam 48 jam sebelum operasi, dukungan oksigen, dukungan inotropik, sepsis, status kegawatdaruratan kasus, keberadaan perintah “do-not-resuscitate”, transfusi darah preoperatif, kanker, gangguan hematologi, status fisik, serta resusitasi kardiopulmoner sebelum operasi.

Penggunaan alat prediksi risiko kejadian kritis berat perioperatif memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan hasil klinis pasca operasi pada pasien pediatrik. Saat ini perkembangan terbaru adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk identifikasi risiko kejadian kritis berat perioperatif. Beberapa studi menunjukkan manfaat pembelajaran mesin dalam memetakan faktor risiko komplikasi pascaoperasi.

Menurut Yunita, penilaian risiko kejadian kritis harus dilakukan sebagai upaya meminimalisir resiko kejadian tersebut. Sasaran utama dari upaya ini diprioritaskan untuk anak-anak usia lebih muda. “Di Indonesia perlu dibuat suatu alat prediksi terstandarisasi untuk memprediksi risiko terjadinya kejadian kritis perioperatif pada anak serta pedoman praktis klinis yang praktis yang sederhana dan mudah digunakan,” tegasnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyebutkan bahwa Prof. Yunita Widyastuti merupakan salah satu dari 525 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 72 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar yang pernah dimiliki FKKMK UGM.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/feed/ 0
UGM dan UDST Qatar Kerja Sama Uji Produk Halal dan Teknologi Kesehatan  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-udst-qatar-kerja-sama-uji-produk-halal-dan-teknologi-kesehatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-udst-qatar-kerja-sama-uji-produk-halal-dan-teknologi-kesehatan/#respond Mon, 03 Feb 2025 09:38:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75371 Universitas Gadjah Mada dan University of Doha for Science and Technology (UDST), Qatar, sepakat melakukan kerja sama dalam bidang riset kesehatan, teknologi komputer, teknik dan sistem informasi. Hal itu mengemuka dalam penandatangan nota kesepahaman bersama yang dilakukan oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dan Rektor UDST Dr. Salem Bin Nasser Al-Naemi,  […]

Artikel UGM dan UDST Qatar Kerja Sama Uji Produk Halal dan Teknologi Kesehatan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan University of Doha for Science and Technology (UDST), Qatar, sepakat melakukan kerja sama dalam bidang riset kesehatan, teknologi komputer, teknik dan sistem informasi. Hal itu mengemuka dalam penandatangan nota kesepahaman bersama yang dilakukan oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dan Rektor UDST Dr. Salem Bin Nasser Al-Naemi,  Senin (3/2), secara daring.

Rektor UGM Ova Emilia menuturkan bahwa kerja sama ini meliputi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun dalam bidang pendidikan dan penelitian, kedua belah pihak sepakat menjembatani kolaborasi riset dan akademik di bidang Ilmu kesehatan, komputer, teknologi informasi, teknik dan manajemen kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menuturkan kolaborasi ini lebih menekankan pada program yang melibatkan dosen dan mahasiswa melalui proyek penelitian bersama, pertukaran pelajar dan dosen, hingga program pertukaran budaya. Ia pun mengajak UDST juga ikut berkolaborasi dalam pengembangan uji deteksi produk halal untuk mendukung sertifikasi halal untuk makanan dan riset mutakhir di bidang kesehatan. “UGM sendiri sedang gencar mengenai pengembgnan sertifikat halal pada makanan dan riset-riset obat dan teknologi kesehatan,” katanya.

Sementara Salem Bin Nasser Al-Naemi menyampaikan antusiasmenya dalam menyambut kerja sama ini. President UDST tersebut juga menekankan bahwa kedepannya program-program kerja sama harus aktif melibatkan mahasiswa dari kedua institusi. “Kami antusias dalam menjalin kolaborasi jangka panjang tidak hanya antar dua institusi namun juga dua negara yaitu Qatar dan Indonesia,” terangnya.

Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Geografi UGM menyebutkan beberapa peluang kerja sama yang bisa dilakukan diantaranya program pertukaran pelajar, kolaborasi riset dengan prioritas pada bidang kesehatan dan sertifikasi  serta pengembangan teknologi Artificial Intelligent dan cyber security. “Keduanya menjadi topik riset yang akan dikaji tidak hanya dari segi teknikal namun juga dampak sosialnya,” katanya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan UDST Qatar Kerja Sama Uji Produk Halal dan Teknologi Kesehatan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-udst-qatar-kerja-sama-uji-produk-halal-dan-teknologi-kesehatan/feed/ 0
UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/#respond Tue, 14 Jan 2025 08:44:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74702 Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 3 orang Guru Besar sekaligus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, Selasa (14/1) di ruang balai Senat Gedung Pusat UGM. Ketiga orang Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. drg. Sri Kuswandari, MS., Sp.KGA., Ph.D., Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., dan Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc. (FKG). Dewi […]

Artikel UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 3 orang Guru Besar sekaligus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, Selasa (14/1) di ruang balai Senat Gedung Pusat UGM. Ketiga orang Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. drg. Sri Kuswandari, MS., Sp.KGA., Ph.D., Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., dan Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc. (FKG).

Dewi Agustina yang dikukuhkan di bidang Penyakit Mulut Geriatri pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menyampaikan pidato yang berjudul Peningkatan Kesehatan Mulut sebagai upaya mendapatkan kualitas hidup yang optimal pada lanjut usia. Menurut Dewi Agustina, menyampaikan ada kecenderungan pertambahan populasi penduduk dunia meningkat pesat, termasuk di Indonesia. Hal itu menyebabkan jumlah lansia yang semakin meningkat sehingga menjadi tantangan tersendiri di bidang kesehatan, termasuk soal kesehatan mulut. “Selama ini kesehatan mulut masih belum menjadi prioritas. Akibatnya kesehatan dan fungsi mulut yang semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut dipengaruhi juga oleh konsep ageism (diskriminasi umur) yang banyak dianut lansia,” katanya.

Konsep ageism mencerminkan sikap lansia yang menerima kondisi mulutnya yang memburuk dan menganggapnya sebagai sesuatu yang alami dan wajar, serta merupakan bagian dari proses penuaan yang tidak perlu dianggap sebagai gangguan. Hal ini menyebabkan lansia menjadi kurang terdorong untuk memperbaiki kondisi mulutnya. “Memburuknya kondisi mulut pada lansia tidak semata-mata karena proses menua, tetapi sebagai efek dari akumulasi penyakit mulut yang selama ini diabaikan,” paparnya.

Dikatakan Agustina, mengatakan bahwasebenarnya banyak penyakit sistemik atau perawatan penyakit sistemik yang bermanifestasi atau berdampak di rongga mulut. Bahkan sebaliknya, keberadaan penyakit mulut juga dapat mempengaruhi pengelolaan penyakit sistemik, bahkan meningkatkan risiko terjadinya penyakit sistemik. “Hubungan ini semakin jelas dalam konteks perawatan lansia yang sebagian besar memiliki kondisi kompromis medik,” ujarnya.

Sementara Heni Susilowati yang dikukuhkan dalam bidang Mikrobiologi dan Imunologi Oral pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Peran Pseudomonas Aeruginosa dalam Infeksi Rongga Mulut. Dalam pemaparannya, Heni menegaskan pentingnya perawatan komprehensif kesehatan mulut bagi semua anak, dengan melakukan occlusal guidance, yaitu menuntun erupsi dan perkembangan gigi-geligi sejak periode gigi susu, bercampur dan permanen, sehingga dicapainya gigi-geligi permanen yang stabil, dapat berfungsi normal, dan secara estetik bisa diterima.

Hasil perawatan ortodonti pada anak tidak akan stabil, apabila oral bad habit tidak dihentikan. Oleh karena itu, kalangan dokter gigi sendiri perlu memperkenalkan konsep perawatan gigi komprehensif kepada anak. Kerjasama antara dokter gigi, penyedia pelayanan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit bersalin, bidan sangat diperlukan.

Untuk mencegah terjadinya maloklusi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak bayi dilahirkan. Stimulasi fisiologis sangat penting untuk mendukung pertumbuhan kompleks kraniofasial yang normal. “Mengenali oral bad habit anak dan menghentikannya sejak dini akan mencegah berkembangnya maloklusi pada anak,” jelasnya.

Sedangkan Sri Kuswandari, yang dikukuhkan di bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak menyampaikan pidato berjudul Peningkatan Kesehatan Mulut sebagai Upaya Mendapatkan Kualitas Hidup yang Optimal pada Lanjut Usia. Menurut Sri Kuswandari, penyakit kering mulut sebagai dampak dari dari jumlah air ludah yang sedikit, sering terjadi pada lansia dan merupakan efek samping dari penyakit sistemik yang tidak terkontrol seperti Diabetes mellitus dan efek dari pemakaian pengobatan rutin, semisal obat antihipertensi.  “Kering mulut menyebabkan lansia lebih rentan terhadap penyakit infeksi mulut seperti penyakit gusi, karies karena kebersihan rongga mulut yang kurang baik,” urainya.

Penyakit gusi dan karies, kata Sri Kuswandari, bisa menyebabkan lansia mengalami rasa nyeri pada gigi dan mulut, gangguan makan bahkan menjadi kurang percaya diri, yang akhirnya akan menurunkan kualitas hidup lansia. “Dalam konteks kesehatan, penilaian kualitas hidup lebih didasarkan pada kesehatan umum, sementara kesehatan mulut sering terabaikan,” katanya.

Ia memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Posyandu-posyandu lansia di Yogyakarta menunjukkan sekitar 70% lansia memiliki kualitas hidup terkait kesehatan mulut yang sangat rendah. Rendahnya kualitas kesehatan mulut merupakan dampak dari kondisi perawatan mulut yang kurang baik sehingga mulut tidak dapat memenuhi fungsinya.

Ia membagi tips bagi lansia untuk meningkatkan kesehatan mulutnya agar mendapatkan kualitas hidup yang optimal dengan cara meningkatkan kebersihan mulut, mengendalikan penyakit sistemik yang telah terdiagnosis, segera melakukan pemeriksaan lanjut apabila ada gejala dan tanda yang tidak normal menghentikan kebiasaan merokok, bernafas melalui mulut, dan mengendalikan gangguan psikologis seperti stres, cemas, dan depresi. “Yang tidak kalah penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh minimal 1,5 liter per hari, melakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin  6 bulan sekali dan jangan pernah mengabaikan kesehatan mulut,” pungkasnya.

Penulis : Kezia Dwina Nathania dan Tiefany Ruwaida Nasukha

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/feed/ 0
PMK Kembali Merebak, Fakultas Peternakan UGM Bentuk Satgas https://ugm.ac.id/id/berita/pmk-kembali-merebak-fakultas-peternakan-ugm-bentuk-satgas/ https://ugm.ac.id/id/berita/pmk-kembali-merebak-fakultas-peternakan-ugm-bentuk-satgas/#respond Mon, 06 Jan 2025 03:51:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74375 Laporan Dinas Ketahanan Pangan dan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan sebanyak 824 sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) per 1 Januari 2025. Dari jumlah tersebut, 21 ekor sapi dilaporkan mati. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan para peternak. Mengingat situasi dan kondisi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di DIY dan nasional yang terus […]

Artikel PMK Kembali Merebak, Fakultas Peternakan UGM Bentuk Satgas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Laporan Dinas Ketahanan Pangan dan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan sebanyak 824 sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) per 1 Januari 2025. Dari jumlah tersebut, 21 ekor sapi dilaporkan mati. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan para peternak. Mengingat situasi dan kondisi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di DIY dan nasional yang terus meningkat mendorong Fakultas Peternakan (Fapet) UGM segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Satuan Tugas ini dibentuk sebagai upaya antisipasi sekaligus penanganan PMK di DIY dan Nasional.

“Dengan angka kejadian penyakit PMK di DIY dan nasional yang terus meningkat mendorong Fapet UGM memutuskan untuk membentuk Satgas,” ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, Senin (6/1).

Menurut Budi, tugas Satgas Penanggulangan PMK ini antara lain memastikan pencegahan dan penanganan PMK bisa dilakukan lebih cepat dan sistematis. Perwakilan tim dosen Fapet UGM juga telah melakukan survei awal ke lokasi ternak yang terkena PMK di Gunung Kidul.“Sudah melakukan survei awal ke lokasi ternak yang terkena PMK,”imbuh Budi.

Langkah penting lainnya yang perlu dilakukan terkait PMK, imbuh Budi, adalah biosekuriti. Biosekuriti adalah tindakan untuk mencegah penularan penyakit atau kontaminasi ke dalam atau keluar dari suatu tempat. Dalam hal ini untuk melindungi ternak dari virus sejak dini. Keamanan ternak maupun manusia dan lingkungan menjadi prioritas. Untuk itu diperlukan beberapa tindakan nyata seperti pengawasan lalu-lintas keluar masuk kandang hingga isolasi ternak yang terkena PMK.

Seperti diketahui, ratusan ternak terutama sapi di DIY telah terpapar PMK. Bahkan, tidak sedikit yang mati. Kasus ternak yang terkena PMK antara lain terjadi di Gunung Kidul, Bantul, Sleman, dan Kulon Progo.

Reportase  : Satria/Humas Fak.Peternakan

Penulis       : Agung Nugroho

Foto           : Dok. Fak Peternakan

Artikel PMK Kembali Merebak, Fakultas Peternakan UGM Bentuk Satgas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pmk-kembali-merebak-fakultas-peternakan-ugm-bentuk-satgas/feed/ 0
Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Pukat UGM Tidak Sepakat Ide Pengampunan Koruptor https://ugm.ac.id/id/berita/korupsi-kejahatan-luar-biasa-pukat-ugm-tidak-sepakat-ide-pengampunan-koruptor/ https://ugm.ac.id/id/berita/korupsi-kejahatan-luar-biasa-pukat-ugm-tidak-sepakat-ide-pengampunan-koruptor/#respond Fri, 27 Dec 2024 08:25:19 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74228 Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dihadapan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Mesir (18/12) terkait dengan keinginannya untuk mengampuni koruptor dengan syarat mengembalikan aset negara. Menanggapi hal ini, Yuris Rezha Darmawan, peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat), Fakultas Hukum UGM, menilai niat Prabowo tersebut terlihat baik, namun pelaksanaannya membutuhkan pendekatan yang tepat. Sebab, kejahatan korupsi […]

Artikel Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Pukat UGM Tidak Sepakat Ide Pengampunan Koruptor pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dihadapan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Mesir (18/12) terkait dengan keinginannya untuk mengampuni koruptor dengan syarat mengembalikan aset negara. Menanggapi hal ini, Yuris Rezha Darmawan, peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat), Fakultas Hukum UGM, menilai niat Prabowo tersebut terlihat baik, namun pelaksanaannya membutuhkan pendekatan yang tepat. Sebab, kejahatan korupsi memiliki pola dan karakteristik tertentu. Oleh karena itu, pemberantasannya harus disesuaikan dengan karakter kejahatan tersebut. “Alih-alih memberikan pengampunan, negara seharusnya fokus menciptakan efek jera agar pelaku tidak mengulanginya,” ujar Yuris, Jumat (27/12).

Menurutnya, sebagian besar pelaku korupsi bertindak berdasarkan motif ekonomi sehingga harus diberikan efek jera yang efektif dengan pemiskinan dan perampasan aset hasil korupsi. Ia menegaskan bahwa negara perlu memastikan bahwa aset-aset tersebut benar-benar dikembalikan menjadi milik negara.

Yuris mengusulkan beberapa strategi yang dapat dilakukan pemerintah sebagai alternatif pengampunan koruptor. Pertama, presiden perlu mendorong aparat penegak hukum untuk mengikuti aliran dana hasil korupsi, bukan hanya fokus pada pemidanaan pelaku. Dengan melacak aset-aset tersebut, negara dapat lebih mudah merampas hasil kejahatan untuk dikembalikan sebagai aset negara. Menurutnya, hasil korupsi sering kali tidak disimpan dalam bentuk uang tunai, tetapi diwujudkan dalam aset lain seperti investasi atau diatasnamakan orang lain. “Lebih dari itu, setiap perkara korupsi semestinya menyandingkan pasal-pasal dalam undang-undang tindak pidana korupsi dengan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sayangnya, pendekatan ini belum banyak diterapkan,” ungkapnya.

Yuris turut menggarisbawahi pentingnya mengoptimalkan penagihan uang pengganti yang telah diputuskan pengadilan. Banyak pelaku korupsi yang divonis membayar uang pengganti, tetapi hingga kini belum memenuhi kewajibannya. “Berdasarkan laporan tahunan terakhir kejaksaan yang saya baca, terdapat puluhan triliun rupiah piutang negara yang belum ditagih. Presiden harus mendorong KPK dan kejaksaan untuk memastikan pelaku korupsi membayar uang pengganti tersebut,” tegas Yuris.

Terakhir, Yuris mengusulkan langkah terkait kebijakan untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia melalui pengesahan RUU Perampasan Aset dengan melacak aset-aset tersebut, negara dapat lebih mudah merampas hasil kejahatan untuk dikembalikan sebagai aset negara. Yuris juga mendesak revisi UU Tipikor agar segera direvisi dengan memasukkan pasal mengenai illicit enrichment atau kekayaan tidak sah. “Pasal ini memungkinkan negara memeriksa pejabat publik yang memiliki kekayaan tidak sesuai dengan penghasilannya. Jika tidak bisa membuktikan asal usul kekayaan tersebut, negara dapat merampasnya,” tutur Yuris.

Selain kebijakan, Yuris menyoroti pentingnya memperbaiki penegakan hukum. Ia mengkritik kondisi saat ini mengenai aparat penegak hukum, termasuk KPK yang belum optimal dalam menjalankan tugasnya. “KPK yang dulu diharapkan menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi kini kehilangan taring. Reformasi di tubuh KPK, kepolisian, dan kejaksaan menjadi mutlak. Presiden harus memastikan integritas aparat dan sistem penegakan hukum ditingkatkan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Yuris menegaskan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan komitmen serius jika Presiden Prabowo benar-benar ingin mewujudkannya. “Negara kita adalah negara hukum. Maka tindakan pemerintah harus dikonstruksikan dalam bentuk kebijakan publik, bukan sekadar pidato atau komitmen lisan belaka,” pungkasnya.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Freepik

Artikel Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Pukat UGM Tidak Sepakat Ide Pengampunan Koruptor pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/korupsi-kejahatan-luar-biasa-pukat-ugm-tidak-sepakat-ide-pengampunan-koruptor/feed/ 0
UGM Tegaskan Komitmen Kebangsaan dan Keberlanjutan dalam Dies Natalis ke-75 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tegaskan-komitmen-kebangsaan-dan-keberlanjutan-dalam-dies-natalis-ke-75/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tegaskan-komitmen-kebangsaan-dan-keberlanjutan-dalam-dies-natalis-ke-75/#respond Fri, 20 Dec 2024 03:13:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74108 Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi universitas yang unggul dan berwawasan global. Oleh karena itu, UGM berupaya menjadi kampus yang mendukung keberlanjutan dengan mendorong sivitas kampus ikut berkontribusi dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim sebagai salah satu tantangan yang juga dihadapi oleh masyarakat global. “Tentunya ini merupakan bekal yang luar biasa untuk anak-anak muda […]

Artikel UGM Tegaskan Komitmen Kebangsaan dan Keberlanjutan dalam Dies Natalis ke-75 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi universitas yang unggul dan berwawasan global. Oleh karena itu, UGM berupaya menjadi kampus yang mendukung keberlanjutan dengan mendorong sivitas kampus ikut berkontribusi dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim sebagai salah satu tantangan yang juga dihadapi oleh masyarakat global. “Tentunya ini merupakan bekal yang luar biasa untuk anak-anak muda generasi masa depan, sehingga planet ini tetap bisa diselamatkan untuk kehidupan yang lebih sehat,” kata  Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D, Emilia kepada wartawan, Kamis (19/12).

Dalam pidato Laporan Rektor, Ova mengatakan UGM juga terus berkomitmen untuk memperkuat kebangsaan dan membangun keadaban dengan dimulai dari langkah kecil dalam kolaborasi riset yang bertujuan untuk mencetak solusi nyata bagi tantangan bangsa. Bahkan UGM telah menghasilkan berbagai karya inovatif yang mendukung ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, ketahanan energi, dan transformasi digital.

Sementara Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof. Dr. Faruk, S.U., memberikan orasi ilmiahnya yang berjudul ‘Memperkuat Nasionalisme dan Keadaban Indonesia Modern untuk Mewujudkan Indonesia Adil, Makmur, dan Sejahtera,’. Ia menekankan peran penting pendidikan tinggi, termasuk UGM, dalam mencetak generasi yang memiliki wawasan nasionalisme yang tinggi serta kemampuan untuk mengembangkan keadaban bangsa di tengah dinamika global. 

Bagi Faruk, melalui pendidikan, kita dapat membangun kapasitas manusia yang unggul, yang mampu menghasilkan kebijakan yang adil, menciptakan inovasi yang dapat meratakan kesejahteraan. “Dan yang terpenting, melalui pendidikan, kita dapat memperkuat karakter bangsa yang peduli terhadap keadilan sosial,” jelasnya.

Ia pun berpesan, UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang telah berusia 75 tahun, tidak hanya sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter bangsa yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap mengemban tugas besar dalam menciptakan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. “Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kebangsaan, kita akan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih baik, untuk masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan Rapat Terbuka Dies Natalis ke-75, UGM memberikan beberapa penghargaan kepada beberapa figur atas dedikasi, kontribusi luar biasa, serta pengabdiannya yang telah memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia. Para penerima anugerah tersebut adalah Dr.apt Susanti, meraih Anugerah UGM dalam bidang Patologi dan Farmakologi Molekuler pada Kanker, Prof. Dr. dr Nyoman Kertia, Sp.PD-KR dalam bidang Obat-Obatan Herbal dan Kebudayaan, Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si dalam bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan, Alissa Wahid, M.Sc., Psikolog dalam bidang Moderasi Keberagaman dan Perdamaian. Di kesempatan yang sama, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si juga menjadi peraih Anugerah Hamengku Buwono IX atas jasanya dalam menjalankan setiap tugas pengabdiannya dalam bidang pendidikan, sosial, politik, dan kemanusiaan.

Selain itu, pemberian penghargaan rekognisi kontribusi juga diberikan kepada Dr.Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc atas usahanya yang besar dalam mewujudkan Wanagama Nusantara. Sebagai alumnus UGM, ia membawa komitmen untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya menciptakan ekosistem yang lebih baik di daerah inti Ibu Kota Nusantara. Dengan inovasi teknologi yang diterapkan, Basuki Hadimuljono berperan penting dalam memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Rapat Terbuka peringatan Dies Natalis ke-75 dan Lustrum ke-15, dilakukan di Grha Sabha Pramana ini dihadiri oleh sivitas akademika dan tamu undangan yang mengenakan pakaian adat nusantara. Dalam rapat terbuka ini, tampak beberapa tokoh nasional seperti Ketua MWA UGM Pratikno, Ganjar Pranowo, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Wamen Hukum Eddy Hiarej. 

Penulis : Triya Andriyani

Foro     : Donnie

 

Artikel UGM Tegaskan Komitmen Kebangsaan dan Keberlanjutan dalam Dies Natalis ke-75 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tegaskan-komitmen-kebangsaan-dan-keberlanjutan-dalam-dies-natalis-ke-75/feed/ 0
Teliti Integrated Biorefineries, Dosen UGM Raih eAsia Grant  https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-integrated-biorefineries-dosen-ugm-raih-easia-grant/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-integrated-biorefineries-dosen-ugm-raih-easia-grant/#respond Thu, 19 Dec 2024 05:40:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74065 Dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Univerisitas Gadjah Mada, Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., M.S., Ph.D. berhasil meraih eAsia Grant untuk tahun 2025-2027 yang diselenggarakan oleh e-ASIA JRP melalui proyek penelitiannya yang mengimplementasikan integrated biorefiness. e-ASIA JRP merupakan inisiatif gabungan internasional multilateral antara sejumlah organisasi pendanaan publik negara-negara anggota KTT Asia Timur (EAS). Anggota EAS meliputi: 10 […]

Artikel Teliti Integrated Biorefineries, Dosen UGM Raih eAsia Grant  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Univerisitas Gadjah Mada, Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., M.S., Ph.D. berhasil meraih eAsia Grant untuk tahun 2025-2027 yang diselenggarakan oleh e-ASIA JRP melalui proyek penelitiannya yang mengimplementasikan integrated biorefiness.

e-ASIA JRP merupakan inisiatif gabungan internasional multilateral antara sejumlah organisasi pendanaan publik negara-negara anggota KTT Asia Timur (EAS). Anggota EAS meliputi: 10 negara anggota ASEAN dan 8 negara tambahan (Australia, Jepang, Selandia Baru, Tiongkok, India, Korea Selatan, Rusia, AS). Tahun ini, e-ASIA Joint Research Program 13th difokuskan pada area alternative energy.

Dr. Hanif bersama tim mengajukan judul projek “Improving the Sustainability of Resource Recovery from Wet Biomass Waste: Experimentally-validated GIS-based Integrated Biorefineries for Cleaner Mobility”.  Ia menjelaskan bahwa riset ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan ekonomi dan teknis biorefinery limbah hayati basah di Asia Tenggara. Pada projek penelitian ini, dilakukan integrasi pemodelan geospasial, eksperimen konversi biokimia dan termokimia, simulasi proses, dan ekonometrika untuk mengevaluasi dan meningkatkan kelayakan sosio-tekno-ekonomi dari integrated biroefineries yang dikembangkan. “Proyek ini pun sejalan dengan visi Indonesia dalam melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan, realisasi bioekonomi sirkular, dan transisi energi untuk mewujudkan mobilitas yang lebih berkelanjutan,” kata Hanif dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke wartawan, Kamis (19/12).

Proyek ini sendiri merupakan kolaborasi peneliti 4 negara, yaitu Hiroshi Onoda (Professor, Dean of Graduate School of Environment and Energy Engineering, Waseda University Japan),  Rovick Tarife (Instructor, Mindanao State University – Iligan Institute of Technology Philippines), dan Apanee Luengnaruemitchai (Professor, Chulalongkorn University Thailand). Dari total 29 proposal yang mencerminkan berbagai minat dan kolaborasi pada bidang energi alternatif yang masuk. Proyek ini berhasil meraih pendanaan setelah proses penjurian oleh 5 lembaga pendanaan dari 5 negara peserta.

Melalui projek ini pula, Hanif mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan kontribusi keilmuannya dalam area yang lebih luas lagi. Sebab, pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup pengembangan decision-making tools berbasis data geospasial (GIS) yang divalidasi secara eksperimental untuk mengoptimalkan efisiensi biorefinery dalam mengubah limbah padat dan residu perkotaan dari sektor pertanian pangan dan pariwisata menjadi produk bernilai jual dan bermanfaat bagi lingkungan seperti biofuel, bahan pembenah tanah, dan pupuk cair.

Reportase    : Purwoko/FT UGM

Penulis         : Leony

Editor           : Gusti Grehenson

Artikel Teliti Integrated Biorefineries, Dosen UGM Raih eAsia Grant  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-integrated-biorefineries-dosen-ugm-raih-easia-grant/feed/ 0
Program Wirausaha Merdeka UGM Hasilkan 39 Produk Inovasi Usaha Kreatif https://ugm.ac.id/id/berita/program-wirausaha-merdeka-ugm-hasilkan-39-produk-inovasi-usaha-kreatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/program-wirausaha-merdeka-ugm-hasilkan-39-produk-inovasi-usaha-kreatif/#respond Fri, 13 Dec 2024 04:42:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73841 Rangkaian Program Wirausaha Merdeka (WMK) UGM 2024 resmi tutup pada Rabu (11/12) di GIK UGM. Program ini berhasil menjaring lebih dari 200 peserta dan menghadirkan 39 inovasi usaha kreatif.  Program WMK UGM 2024 mengusung tema “Techno Sociopreneurship dalam Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan”. Sejumlah inovasi dari berbagai bidang usaha dihadirkan oleh peserta WMK UGM, diantranya produk […]

Artikel Program Wirausaha Merdeka UGM Hasilkan 39 Produk Inovasi Usaha Kreatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rangkaian Program Wirausaha Merdeka (WMK) UGM 2024 resmi tutup pada Rabu (11/12) di GIK UGM. Program ini berhasil menjaring lebih dari 200 peserta dan menghadirkan 39 inovasi usaha kreatif.  Program WMK UGM 2024 mengusung tema “Techno Sociopreneurship dalam Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan”.

Sejumlah inovasi dari berbagai bidang usaha dihadirkan oleh peserta WMK UGM, diantranya produk usaha bidang agribisnis, agroteknologi, budidaya, digital, ekonomi sirkular, busana, industri kreatif, jasa, kuliner, kreatif, dan teknologi. Salah satunya adalah produk kecantikan yang dihadirkan tim yang diketuai oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB UGM, Nafizza Laurent yang bernama Biolea. Produknya ini memenangkan kategori Poster Terbaik dan Pitching Terbaik. “Biolea ini adalah sebuah produk sabun yang memakai 100% bahan alami dan ekstrak yang unik seperti daun kelor, arang, dan kulit pisang,” jelas Nafizza.

Produknya ini hadir dari ide yang dikembangkan oleh tim yang kemudian dipertemukan dengan DPL dan mitra sampai hingga akhirnya menjadi sebuah produk yang dijual ke pasaran. Menurut Nafizza, program WMK ini adalah sebuah sarana melatih tim building. Ia menyebut dalam mengatur tim diperlukan empati dan diskusi sehingga muncul kompetensi antara anggota tim dan dapat meminimalkan konflik. Selain itu, menurutnya WMK menjadi wadah yang melatih komunikasi dan jejaring dengan mitra dan pasar.“Membuat usaha tidak hanya dari produknya saja, tetapi banyak aspek lain yang diperlukan seperti relasi dan komunikasi dengan mitra dan pasar,” tutupnya.

Ketua Pelaksana Program WMK UGM 2024, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., mengatakan program WMK UGM dilaksanakan dalam rangka untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap isu sosial sehingga dapat menciptakan solusi berkelanjutan dengan memanfaatkan

kemajuan teknologi. Inovasi yang muncul melalui WMK juga diharapkan agar tidak berhenti begitu kegiatan selesai. “Keberlanjutan usaha yang dibentuk oleh peserta WMK UGM ini tidak berhenti ketika program selesai, tetapi dapat terus berlanjut. Hal ini sebab kewirausahaan bukan semata-mata sekedar mencari keuntungan, tetapi kewirausahaan adalah sebuah aktivitas yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Hempri.

Penutupan WMK UGM 2024 ini turut dirangkaikan dalam kegiatan Expo dan Demo Day yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada tanggal 10—11 Desember 2024. Peserta WMK UGM merupakan 39 tim yang telah menyelesaikan tiga fase pembelajaran yaitu pre-immersion, immersion, dan post-immersion untuk menghasilkan luaran produk wirausaha yang tervalidasi pasar.

Pembelajaran dan pendampingan dilakukan dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan mitra dalam berbagai bidang usaha sehingga peserta mendapat dukungan dalam pembuatan  produk, prototipe, hingga feasibility study selama masa pre-immersion dan immersion. Fase post-immersion sebagai tahapan akhir WMK UGM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan Expo & Demo Day melalui capacity building. Harapannya, prototipe yang sudah diciptakan dapat terus diinkubasi oleh perguruan-perguruan tinggi  agar terus berkelanjutan.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Program Wirausaha Merdeka UGM Hasilkan 39 Produk Inovasi Usaha Kreatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/program-wirausaha-merdeka-ugm-hasilkan-39-produk-inovasi-usaha-kreatif/feed/ 0
Dosen UGM Bagi Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bagi-tips-mengelola-keuangan-untuk-bisnis-umkm/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bagi-tips-mengelola-keuangan-untuk-bisnis-umkm/#respond Thu, 12 Dec 2024 00:39:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73747 Kemampuan mengelola keuangan sangat berpengaruh bagi bisnis UMKM agar bisa maju dan berkembang. Oleh karena itu, memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha sangat menentukan bagi kelangsungan usaha bisa berjalan secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan oleh Dosen Departemen Ekonomi dan Bisnis dari Sekolah Vokasi UGM, Siti Muslihah, S.E., M. Sc., CMA., kelas pelatihan yang diselenggarakan bertajuk […]

Artikel Dosen UGM Bagi Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Kemampuan mengelola keuangan sangat berpengaruh bagi bisnis UMKM agar bisa maju dan berkembang. Oleh karena itu, memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha sangat menentukan bagi kelangsungan usaha bisa berjalan secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Dosen Departemen Ekonomi dan Bisnis dari Sekolah Vokasi UGM, Siti Muslihah, S.E., M. Sc., CMA., kelas pelatihan yang diselenggarakan bertajuk “Mengelola Keuangan UMKM” di GIK UGM, Rabu (11/12).

Siti menjelaskan kiat-kiat manajemen keuangan yang patut dilakukan oleh pelaku UMKM yakni harus mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha, “Ini harus dilakukan. Kita perlu membuka rekening khusus usaha dan melacak transaksinya,” tegasnya.

Namun yang tak kalah penting adalah penyusunan anggaran. Siti menjelaskan alur penyusunan mulai dari analisis pendapatan, identifikasi biaya, penyisihan dana, pembuatan alokasi anggaran, dan monitoring serta evaluasi berkala. Siti turut mengimbau untuk rajin mencatat segala jenis transaksi agar arus kas dapat terpantau, “Kalau rajin mencatat semua transaksi, maka pantauan laba dan rugi akan lebih mudah kita lihat,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Siti menyarankan agar para pelaku UMKM memisahkan modal dan keuntungan. Menurutnya, keuntungan harus dialokasikan untuk investasi modal usaha, dana darurat, dan kepentingan pribadi. Hal ini patut dilakukan untuk menghindari potensi UMKM terlilit utang besar atau bahkan kebangkrutan. “Kita harus punya tabungan dari keuntungan yang bisa dipakai untuk operasional minimal 3 bulan. Kalau terpaksa harus utang boleh, tapi pilih yang bunga rendah seperti KUR agar tidak memberatkan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Siti mendorong para peserta untuk lebih dekat dengan teknologi sehingga mampu memanfaatkan aplikasi pembukuan digital yang dinilai lebih praktis. Selain itu, ia juga mendorong untuk mengoptimalkan penjualan digital melalui e-commerce, “Jika Bapak dan Ibu menemui kesulitan dalam usaha, konsultasi dengan ahli atau belajar digitalisasi dengan kaum muda adalah hal yang sangat baik dilakukan,” pungkasnya.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Bagi Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bagi-tips-mengelola-keuangan-untuk-bisnis-umkm/feed/ 0
RSA UGM Luncurkan Layanan Robotik Ortopedi  https://ugm.ac.id/id/berita/rsa-ugm-luncurkan-layanan-robotik-ortopedi/ https://ugm.ac.id/id/berita/rsa-ugm-luncurkan-layanan-robotik-ortopedi/#respond Wed, 11 Dec 2024 00:34:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73656 Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor layanan kesehatan terdepan di Indonesia. RSA UGM secara resmi meluncurkan layanan robotik ortopedi, sebuah teknologi mutakhir yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Bersamaan dengan itu, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra strategis Tawada Healthcare (THC), sebagai langkah konkrit dalam pengembangan […]

Artikel RSA UGM Luncurkan Layanan Robotik Ortopedi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor layanan kesehatan terdepan di Indonesia. RSA UGM secara resmi meluncurkan layanan robotik ortopedi, sebuah teknologi mutakhir yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Bersamaan dengan itu, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra strategis Tawada Healthcare (THC), sebagai langkah konkrit dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi.

Direktur RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B.Subsp.Onk(K)., mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata upaya RSA UGM untuk memberikan layanan kesehatan terbaik dan menjadi rumah sakit tipe A pada 2025. “RSA UGM telah mengalami perjalanan panjang, mulai dari berdirinya klinik darurat saat letusan Merapi hingga menjadi rumah sakit pendidikan yang diakui nasional. Dengan hadirnya layanan robotik ortopedi ini, kami optimis dapat mencapai 1.000 operasi per bulan dengan dukungan 202 tenaga medis terbaik kami,” jelasnya, Senin (9/12) di Grha Sabha Pramana UGM.

Darwito menegaskan pentingnya kolaborasi lintas fakultas di UGM untuk mendukung optimalisasi pelayanan di RSA UGM. “RSA UGM adalah bagian dari UGM yang akan terus bersinergi dengan fakultas-fakultas untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat. Mari kita kawal bersama langkah besar ini,” ungkapnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG(K), menekankan pentingnya peran RSA UGM sebagai rumah sakit pendidikan yang menjawab tantangan di bidang riset dan inovasi. Sebab, sebagaimana rumah sakit terkemuka di luar negeri dekat dengan universitasnya, RSA UGM harus menjadi model rumah sakit pendidikan sesungguhnya di Indonesia. “Kita tidak hanya berbicara tentang pelayanan hari ini, tetapi juga pengembangan untuk masa depan melalui riset dan inovasi yang mendalam,” ujar Ova.

Peluncuran layanan ini merupakan langkah strategis RSA UGM untuk menjadi pusat unggulan di bidang kesehatan, terutama dalam penanganan kanker, jantung, stroke, ibu dan anak, serta wisata kesehatan (health tourism). Layanan ini juga didukung oleh berbagai fasilitas unggulan, seperti pusat hemodialisis, neurosurgery, dan ortopedi. Layanan robotik ortopedi ini akan memberikan presisi tinggi dalam penanganan bedah tulang, mengurangi risiko kesalahan, dan mempercepat proses pemulihan pasien. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi utama untuk menangani kasus-kasus kompleks, seperti trauma tulang, penggantian sendi, hingga kelainan struktural lainnya.

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel RSA UGM Luncurkan Layanan Robotik Ortopedi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rsa-ugm-luncurkan-layanan-robotik-ortopedi/feed/ 0