SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Feb 2025 09:10:08 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kelola Sampah dan Badan Usaha, Pramuka UGM Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat https://ugm.ac.id/id/berita/75766-2/ https://ugm.ac.id/id/berita/75766-2/#respond Mon, 10 Feb 2025 08:27:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75766 Organisasi Pramuka Universitas Gadjah Mada melangsungkan pelantikan resmi kepengurusan baru pada Senin (3/2) di Pendopo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Tim Pramuka UGM Masa Bakti 2025 terdiri dari tiga tim utama, yakni Tim Lokalogi, Humas dan Protokol, dan Badan Usaha Milik Racana (BUMR) yang dilantik bersama oleh Prof. Dr. Tina Afiatin, Psikolog., selaku pembina. Tina […]

Artikel Kelola Sampah dan Badan Usaha, Pramuka UGM Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Organisasi Pramuka Universitas Gadjah Mada melangsungkan pelantikan resmi kepengurusan baru pada Senin (3/2) di Pendopo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Tim Pramuka UGM Masa Bakti 2025 terdiri dari tiga tim utama, yakni Tim Lokalogi, Humas dan Protokol, dan Badan Usaha Milik Racana (BUMR) yang dilantik bersama oleh Prof. Dr. Tina Afiatin, Psikolog., selaku pembina.

Tina Afiatin dalam pengarahannya mengatakan setiap tim kepengurusan memiliki tugas utama masing-masing dan berfokus untuk memberikan kontribusi pada lingkungan dan masyarakat. “Apapun program kerjanya, senantiasa selaras dengan dua hal itu, antara lain prinsip dasar kepramukaan dan jati diri UGM,” tutur Tina dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Senin (10/2).

Tim Lokalogi misalnya, memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. Lokalogi diperkenalkan tidak hanya sebagai komunitas saja, melainkan juga gerakan mahasiswa yang mendorong dan memperkenalkan solusi pengelolaan sampah pada masyarakat luas.

Uniknya, Lokalogi yang baru diluncurkan Mei 2024 lalu telah berdampak besar bagi pengelolaan sampah di berbagai ajang di UGM, seperti Gelanggang Expo dan Porsenigama. Lokalogi menyadari bahwa waste management masih menjadi salah satu masalah mendasar penumpukan sampah di lingkungan kampus. Lokalogi membuka partnership bersama acara-acara maupun organisasi UGM untuk mendukung pengelolaan sampah selama acara berlangsung. “Langkah nyata inipun juga didukung dengan seminar dan diskusi untuk memperkuat kampanye isu sampah,” kata Tina.

Selain Lokalogi, terdapat Tim Humas dan Protokol juga dibentuk untuk mendukung publikasi dan keprotokolan selama program kerja berlangsung. Tim ini merupakan pengembangan dari Bidang Penerangan sebelumnya. Selanjutnya, Tim Badan Usaha Milik Racana (BUMR) juga dilantik guna mendukung program kerja kewirausahaan dan menggantikan Bidang Kerumahtanggaan dalam pengelolaan aset di Sanggar Bakti Pramuka UGM. “Seluruh tim merupakan bagian dari Badan Kelengkapan Dewan Racana untuk menunjang pelaksanaan program kerja selama satu periode ke depan,” ujarnya.

Selama proses pelantikan, pengurus baru mengucap Tri Satya dengan penuh khidmat. Prof. Tina selaku pembina menyampaikan pentingnya untuk terus berkreasi dan berinovasi. Program kerja yang akan diluncurkan dalam kepengurusan baru juga hendaknya disesuaikan dengan prinsip dasar kepramukaan dan nilai-nilai UGM.

Seperti diketahui, Organisasi Pramuka UGM pertama kali dibentuk pada 15 Agustus 1981 sebagai organisasi terdepan dalam pengabdian masyarakat. Sebagaimana prinsip pramuka nasional, Pramuka UGM juga berpedoman pada nilai-nilai kepramukaan dengan satya (Scout Promise), dharma (Scout Law), dan metode kepramukaan (the Scout Method). Prinsip dasar, sifat, asas, serta tujuan tersebut melengkapi jalannya Gerakan Pramuka.

Tak hanya sebagai wadah kreativitas dan gerakan mahasiswa, Pramuka UGM didedikasikan untuk membina karakter, kecakapan, dan kebangsaan. Hingga saat ini, Pramuka masih dilekatkan dengan anggapan kegiatan di alam seperti berkemah, tali temali, rekreasi, dan lain-lain. Lebih dari itu, Pramuka UGM hadir dan dirintis berdasarkan semangat untuk memperkuat aspek pengabdian dan kontribusi tersebut. Harapannya, penguatan pendidikan karakter dalam Pramuka UGM dapat menjadi bentuk sumbangsih gerakan anak muda bagi bangsa dan negara melalui spirit kepramukaan.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Kelola Sampah dan Badan Usaha, Pramuka UGM Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/75766-2/feed/ 0
Soal Swasembada Pangan, Pakar UGM Desak Pemerintah Bangun Irigasi dan Perluasan Lahan Pertanian https://ugm.ac.id/id/berita/soal-swasembada-pangan-pakar-ugm-desak-pemerintah-bangun-irigasi-dan-perluasan-lahan-pertanian/ https://ugm.ac.id/id/berita/soal-swasembada-pangan-pakar-ugm-desak-pemerintah-bangun-irigasi-dan-perluasan-lahan-pertanian/#respond Mon, 10 Feb 2025 07:49:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75755 Kementerian Pertanian memprediksi di tahun 2025 Indonesia bisa mencapai surplus produksi beras sebesar 1 juta ton. Dihitung dari jumlah kebutuhan beras 30,97 juta ton, sedangkan kemampuan produksi produksi beras dalam negeri sebesar 32,29 juta ton. Apabila terpenuhi maka program swasembada beras bisa tercapai. Terkait target dan prediksi swasembada beras ini, Guru besar Fakultas Pertanian, Prof. […]

Artikel Soal Swasembada Pangan, Pakar UGM Desak Pemerintah Bangun Irigasi dan Perluasan Lahan Pertanian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kementerian Pertanian memprediksi di tahun 2025 Indonesia bisa mencapai surplus produksi beras sebesar 1 juta ton. Dihitung dari jumlah kebutuhan beras 30,97 juta ton, sedangkan kemampuan produksi produksi beras dalam negeri sebesar 32,29 juta ton. Apabila terpenuhi maka program swasembada beras bisa tercapai.

Terkait target dan prediksi swasembada beras ini, Guru besar Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Masyhuri, mengatakan capaian tersebut tidaklah mudah, sebab masih banyak faktor lain yang menentukan keberhasilan produksi padi, seperti kondisi iklim yang bersahabat, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur yang baik, dan manajemen pembangunan pertanian yang terus dikembangkan. “Keadaan alam yang baik jika tidak terjadi cuaca ekstrim seperti el nino, el nina, banjir dan kekeringan yang akan dapat mengganggu produksi dan distribusi padi,” kata Masyhuri, Senin (10/2).

Untuk mendukung produksi padi bisa terpenuhi maka infrastruktur seperti jalan dan irigasi sangatlah menentukan. Sementara kondisi sebagian irigasi masih banyak yang rusak bahkan tidak pernah diperbaiki sejak dibangun di era orde baru. “Seharusnya pemerintah juga memperbaiki infrastruktur ini supaya dapat menunjang kegiatan pertanian,” tegasnya.

Yang tidak kalah penting, menurut pengajar Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM ini, pemerintah perlu mengadakan berbagai program untuk mendukung petani dalam mencapai kemandirian pangan. Seperti kebijakan perluasan lahan, perbaikan dan perluasan irigasi, penyediaan pupuk dan sarana produksi yang tepat serta dukungan pendampingan penggunaan teknologi dalam meningkatkan produktivitas padi. “Termasuk mendorong penemuan dan penggunaan bibit unggul, cara budidaya yang tepat untuk mekanisasi,” terangnya.

Soal perluasan lahan pertanian bagi petani, Masyhuri mengacu pada Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960 dan UU No.1 1961, disebutkan agar petani sejahtera maka petani harus punya lahan minimal 2 hektar lahan. Pasalnya saat ini menurut data BPS, rata-rata petani hanya menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar.

Dari sisi SDM, mayoritas petani berusia tua bahkan masuk kategori lansia. Sudah seharusnya generasi muda diharapkan dapat terjun ke bidang pertanian dengan penggunaan teknologi dan inovasi, budidaya dengan skala usaha tani yang lebih luas, dan bisnis sarana produksi yang lebih memadai. “Melibatkan generasi muda, skala usaha tani yang lebih luas, penggunaan teknologi yang lebih modern, dan penggunaan mekanisasi akan menjadikan pertanian modern sehingga target swasembada pangan akan segera tercapai,” katanya.

Tidak cukup sampai di situ, imbuhnya, pemerintah juga perlu mengeluarkan kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan produksi padi, seperti penetapan harga pupuk. Disamping meneka biaya untuk pengadaan obat-obatan dan sarana produksi lain akan mempengaruhi insentif petani dalam meningkatkan produksi padi.  Bahkan kebijakan harga pokok pembelian (HPP) gabah juga turut andil dalam mempengaruhi swasembada beras. Adapun kebijakan HPP baru yang dikeluarkan pemerintah sekarang ini menurutnya sudah terlambat, HPP tersebut akan mempengaruhi kelancaran pengadaan beras. “Kebijakan HPP yang telat seperti saat ini, baru akan memberikan pengaruh pada musim tanam berikutnya, bukan untuk sekarang ini”, ungkapnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Antara

Artikel Soal Swasembada Pangan, Pakar UGM Desak Pemerintah Bangun Irigasi dan Perluasan Lahan Pertanian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/soal-swasembada-pangan-pakar-ugm-desak-pemerintah-bangun-irigasi-dan-perluasan-lahan-pertanian/feed/ 0
UGM Jalani Uji Petik Audit dari BoA Jepang atas Proyek JICA https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-jalani-uji-petik-audit-dari-boa-jepang-atas-proyek-jica/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-jalani-uji-petik-audit-dari-boa-jepang-atas-proyek-jica/#respond Mon, 10 Feb 2025 04:45:06 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75739 Universitas Gadjah Mada menjalani uji petik audit yang dilakukan oleh Board of Audit (BoA) Jepang sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Uji petik audit ini dilaksanakan pada lima proyek di Indonesia yang didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), salah satunya adalah Proyek Loan JICA IP-576 yang diterapkan di UGM […]

Artikel UGM Jalani Uji Petik Audit dari BoA Jepang atas Proyek JICA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menjalani uji petik audit yang dilakukan oleh Board of Audit (BoA) Jepang sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Uji petik audit ini dilaksanakan pada lima proyek di Indonesia yang didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), salah satunya adalah Proyek Loan JICA IP-576 yang diterapkan di UGM dengan tema ‘Development of World Class University with Socio Entrepreneurial Spirit’. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat UGM pada 3 Februari silam ini, dihadiri oleh sejumlah Representatif JICA Jakarta dan auditor BoA Jepang yang berfokus pada pemantauan dan evaluasi penggunaan dana publik yang dikelola oleh UGM. Tampak hadir pula Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Dekan, Wakil Dekan, serta beberapa pimpinan unit kerja di lingkungan Kantor Pusat UGM.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph,D mengungkapkan uji petik audit yang dilakukan oleh BOA diharapkan dapat memberi umpan balik yang konstruktif bagi UGM dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang sudah berjalan dengan baik. “Dengan audit ini, UGM berharap dapat menjadi institusi pendidikan yang lebih transparan, efisien, dan berintegritas, serta bisa menjadi contoh bagi universitas lain terutama dalam mengelola keuangan publik secara profesional,” ungkapnya dalam kerengan kepada wartawan, Senin (10/2).

Arief menjelaskan dari Proyek Loan JICA IP-576 di UGM telah terbangun 10 Gedung Learning Centre yang tersebar di 8 Fakultas/Sekolah dan Field Research Centre (FRC) yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Fasilitas yang dibangun melalui proyek ini bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. “Gedung-gedung tersebut juga telah dilengkapi dengan peralatan laboratorium yang mutakhir, yang pastinya dapat  mendukung peningkatan reputasi global UGM,” tutur Arief.

Senior Representatif JICA Jakarta, Okamura Kenji, memberikan apresiasi atas dukungan UGM dalam uji petik audit pada proyek-proyek yang ditangani JICA di Indonesia. Uji petik audit yang dilakukan di UGM mencakup berbagai aspek pengelolaan dana, mulai dari perencanaan anggaran, penggunaan dana penelitian, hingga akuntabilitas laporan keuangan. Proses audit ini melibatkan serangkaian pemeriksaan terhadap dokumen, wawancara dengan pihak pengelola keuangan UGM, serta tinjauan langsung terhadap implementasi penggunaan dana di berbagai unit fakultas dan pusat penelitian. “Pihak BoA juga memberikan rekomendasi tentang penerapan prosedur yang lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pemanfaatan dana yang ada,” jelasnya.

Setelah pelaksanaan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Law Learning Center (LLC), Dental Learning Center (DLC), Advanced Pharmaceutical Science Learning Center (APSLC), dan Smart Green Learning Center (SGLC). Sebelum mengakhiri kegiatan kunjungan lapangan, Okamura Kenji menyampaikan sangat terkesan dengan kerja keras UGM dalam pembangunan gedung dan pengadaan peralatan laboratorium yang telah dilaksanakan sejak 2017 hingga 2023. Ia juga memuji optimalisasi penggunaan fasilitas untuk meningkatkan luaran-luaran yang telah sesuai dengan tema proyek.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel UGM Jalani Uji Petik Audit dari BoA Jepang atas Proyek JICA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-jalani-uji-petik-audit-dari-boa-jepang-atas-proyek-jica/feed/ 0
Domba Awassi Potensial Dikembangkan di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/tim-fapet-ugm-domba-awassi-potensial-dikembangkan-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-fapet-ugm-domba-awassi-potensial-dikembangkan-di-indonesia/#respond Mon, 10 Feb 2025 04:23:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75719 Domba Awassi merupakan salah satu ternak yang potensial dibudidayakan. Domba ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dan bisa menjadi pilihan untuk dibudidayakan para peternak. Sejumlah keunggulan yang ada pada domba Awassi, baik dari pertumbuhan daging, produksi susu hingga daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan tropis. Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., […]

Artikel Domba Awassi Potensial Dikembangkan di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Domba Awassi merupakan salah satu ternak yang potensial dibudidayakan. Domba ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dan bisa menjadi pilihan untuk dibudidayakan para peternak. Sejumlah keunggulan yang ada pada domba Awassi, baik dari pertumbuhan daging, produksi susu hingga daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan tropis.

Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM, mengatakan domba Awassi memiliki pertumbuhan otot yang relatif cepat sehingga membuatnya menjadi pilihan ideal untuk peternak yang menginginkan hasil panen yang optimal dalam waktu relatif singkat. Dengan pertambahan bobot yang mencapai 5-6 kg per bulan untuk betina dan 7-8 kg per bulan untuk jantan, domba Awassi menunjukkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan pakan. Selain itu, produksi susunya juga melimpah. Dengan rata-rata produksi susu mencapai 1,8 liter per hari. “Domba ini menjadi pilihan unggul bagi peternak yang ingin mendapatkan manfaat ganda dari susu dan daging. Sangat cocok dikembangkan di Indonesia karena aslinya domba Awassi dari daerah tropik,”paparnya. Senin (10/2).

Hal senada disampaikan Ir. Rochijan, S.Pt., M.Sc., IPM., yang juga dosen Fakultas Peternakan UGM. Menurutnya, domba Awassi memiliki karkas yang berkualitas tinggi, dengan persentase karkas sekitar 51 persen. Seperti diketahui, karkas merupakan bagian tubuh setelah proses pemotongan yang mencakup daging tanpa kepala, darah, organ-organ internal, kaki, dan kulit. 

Keunggulan lainnya terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat di berbagai lingkungan. Sementara dalam varian seperti domba Awassi F1 dan domba Awassi fullblood, keunggulan genetik dari pejantan fullblood memberikan hasil yang unggul dalam pertumbuhan otot, produksi susu, dan daya adaptasi.

Melihat potensi yang bagus dari domba Awassi ini, Tim Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengadakan pelatihan dan penyuluhan bertajuk Potensi Pengembangan Awassi sebagai Domba Perah di Indonesia. Pelatihan dan penyuluhan dilakukan di Kandang Kambing Burja di Kecamatan Lawang, Malang, Jawa Timur  dan Kandang Kemitraan Klaster Closed Loop Joyo Setinggil di Kecamatan Karangploso, Malang pada selasa (4/2) lalu.

Dalam pelatihan tersebut, baik Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM. dan Ir. Rochijan, S.Pt., M.Sc., IPM bertindak selaku narasumber utama. Keduanya dalam kegiatan tersebut banyak memberikan wawasan ilmiah dan praktis mengenai aspek karakteristik domba perah dan manajemen pemerahan. Pelatihan dan penyuluhan didampingi Founder Usaha Bisnis Kambing Burja dan Domba Dorsip, Martinus Alexander, S.Si. Acara penyuluhan diakhiri dengan pelatihan pengukuran ukuran tubuh, ukuran ambing dan puting, perlemakan ekor, serta pengamatan karakteristik Awassi.

Acara ini diikuti peternak mitra, akademisi, dan praktisi industri susu. Acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke fasilitas peternakan modern. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan industri peternakan domba perah di Indonesia dapat semakin berkembang secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi peternak dan sektor agribisnis secara luas.

Reportase : Satria

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Domba Awassi Potensial Dikembangkan di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-fapet-ugm-domba-awassi-potensial-dikembangkan-di-indonesia/feed/ 0
Ekonom UGM Sambut Baik Revitalisasi KUD Dukung Swasembada Pangan  https://ugm.ac.id/id/berita/ekonom-ugm-sambut-baik-revitalisasi-kud-dukung-swasembada-pangan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ekonom-ugm-sambut-baik-revitalisasi-kud-dukung-swasembada-pangan/#respond Sat, 08 Feb 2025 12:59:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75710 Koperasi sebagai soko perekonomian Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan erat bagi pemberdayaan ekonomi rakyat. Melalui kebijakan pemerintah terbaru, peran koperasi kembali dihadirkan melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Salah satu program yang diusung oleh Kemenkop RI ini saat ini adalah revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD), guna mencapai target swasembada pangan. Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan […]

Artikel Ekonom UGM Sambut Baik Revitalisasi KUD Dukung Swasembada Pangan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Koperasi sebagai soko perekonomian Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan erat bagi pemberdayaan ekonomi rakyat. Melalui kebijakan pemerintah terbaru, peran koperasi kembali dihadirkan melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Salah satu program yang diusung oleh Kemenkop RI ini saat ini adalah revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD), guna mencapai target swasembada pangan.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada, Dr. Dumairy, M.A., menyambut baik ide pemerintah untuk melakukan revitalisasi peran Koperasi Unit Desa. Sebab, peran KUD semakin terabaikan pasca reformasi 1998.“Saya kira tidak hanya revitalisasi KUD secara spesifik, tapi koperasi secara umum, itu ide bagus,” ujarnya, Sabtu (8/2).

Menurut Dumairy, di era sekitar awal tahun ‘80-an pemerintah memang ingin menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian. Hal ini pun selaras dengan apa yang tertulis di Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, dan badan usaha yang cocok untuk negara ini adalah koperasi.

Selanjutnya, pada saat itu,dikembangkanlah KUD yang berawal dari Badan Usaha Unit Desa (BUUD) . BUUD yang baik pun naik peringkat menjadi KUD, sehingga pada saat tiap-tiap kecamatan memiliki KUD. Selanjutnya, KUD yang terus berkembang akan naik tingkat menjadi KUD Mandiri yang merupakan gabungan dari beberapa KUD yang ada. “Koperasi saat itu pun dititipi berbagai macam program dari pemerintah, dan jika bisa memenuhi 13 syarat yang diberikan maka KUD akan tingkat menjadi KUD Mandiri, yang tiap 2 tahun sekali akan dievaluasi kinerjanya,” katanya.

Dumairy menjelaskan, perkembangan KUD cukup signifikan bahkan antar KUD saling berlomba menjadi lebih baik dan mempertahankan kinerjanya. “Sialnya rencana evaluasi tiap 2 tahun itu tidak berjalan, karena tidak lama kemudian kita mengalami reformasi,” jelasnya.

Dumairy mengakui, berkat peran KUD ini pula Indonesia saat itu dapat mencapai swasembada pangan. Soal target pemerintah melakukan revitalisasi Koperasi, ia yakin jika berjalan dengan baik maka Indonesia tanpa impor beras dapat terjadi. Pasalnya, menurut Dumairy, hal serupa pernah terjadi pada tahun 1994, yang mana pada saat itu, Indonesia pernah mencapai swasembada pangan. “Salah satu yang berperan itu justru KUD,” jelasnya.

Dumairy menambahkan bahwa melalui kerja sama KUD dan Badan Urusan Logistik (Bulog), tepatnya melalui Depot Logistik (Dolog) yang ada di daerah, lalu melalui KUD, para petani menjual hasil panennya kepada Dolog, dengan jaminan harga minimum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini lah yang membuat petani jadi gemar menjual hasil panennya kepada KUD. “Hal ini tentu sangat berbeda dengan tengkulak, yang akan membeli hasil olahan mereka dengan serendah-serendahnya,” terangnya.

Dengan hal tersebut, petani akan dapat menjual hasil olahan mereka dengan harga yang layak di musim apapun, karena harga jual terendahnya berasal dari pusat. Sehingga, mereka tidak akan takut karena bahkan pada musim panen raya pun untung yang mereka dapatkan nanti pun tidak akan anjlok ataupun merugi.

Meski demikian, Dumairy pun menggaris bawahi beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam upaya melakukan program revitalisasi ini, seperti halnya BUMDesa, diperlukan perbaikan manajemen KUD dan evaluasi per 2 tahun,  serta pengelolaan simpan pinjam. Selain KUD, pemerintah juga sudah mengembangkan lembaga lain, yang disebut dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk memikirkan bagaimana caranya agar kedua lembaga ini dapat berjalan secara bersamaan. Ia pun mengingatkan bahwa tidak boleh ada paksaan untuk menjadikan petani menjadi anggota dari KUD tersebut.  “Bisa jadi nanti ada semacam rivalitas antara BUMDesa dan KUD, padahal idenya sama, untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Dumairy juga mengingatkan pentingnya manajerial KUD yang sebaiknya diserahkan pada seseorang yang memang betul-betul mampu mengelola dengan baik, memiliki integritas, dan berkompeten. Jadi, bukan hanya diserahkan pada ASN atau perangkat desa yang memiliki kewajiban lain. Hal ini dimaksudkan agar pengelolaan KUD dapat lebih terfokus pada meningkatkan kesejahteraan anggota dan petani. Bahkan program dari Kementerian Pertanian,  yang ingin mencetak sejuta petani dapat disinkronkan dengan KUD.

Terakhir, soal pengelolaan simpan pinjam, Dumairy mengingatkan siapa yang akan mengawasi hal ini, apakah dari Kemenkop atau dari OJK. Karena, bisa saja jika diawasi OJK, tuntutan administrasinya yang  mungkin akan memberatkan KUD karena dilakukan tiap dua minggu sekali. Selain itu, kemungkinan jika OJK merasa simpan pinjam suatu koperasi tidak layak sehingga perlu ditutup pun perlu diperhatikan, karena salah satu daya tarik dari koperasi adalah simpan pinjam tersebut. Oleh karena itu, Dumairy mengingatkan hal tersebut perlu dipikirkan betul-betul, agar tidak terjadi konflik atas dua lembaga tersebut ke depannya. “Nanti siapa yang mengawasi, kita tidak mau lagi ‘kan dengar uang nasabah atau anggota koperasi dilarikan pengurusnya?” ujarnya.

Ia pun berharap bahwa rencana untuk membangkitan koperasi ini, pemerintah dapat terus berbenah dan belajar agar tidak hanya mengulang-ulang sejarah yang sudah ada, koperasi yang timbul dan tenggelam, namun harus bisa tetap berjalan semestinya dan berkelanjutan.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Pojoksatu.id

Artikel Ekonom UGM Sambut Baik Revitalisasi KUD Dukung Swasembada Pangan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ekonom-ugm-sambut-baik-revitalisasi-kud-dukung-swasembada-pangan/feed/ 0
Yuk, Ketahui Keunggulan 8 Prodi IUP UGM Klaster Sosial Humaniora https://ugm.ac.id/id/berita/yuk-ketahui-keunggulan-8-prodi-iup-ugm-klaster-sosial-humaniora/ https://ugm.ac.id/id/berita/yuk-ketahui-keunggulan-8-prodi-iup-ugm-klaster-sosial-humaniora/#respond Sat, 08 Feb 2025 12:13:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75705 Universitas Gadjah Mada memiliki 29 program International Undergraduate Program (IUP), 8 diantaranya IUP di bidang sosial humaniora. Kedelapan program studi IUP tersebut adalah prodi Akuntansi, prodi Manajemen dan prodi Ilmu Ekonomi. Selanjutnya IUP prodi Hubungan Internasional, Manajemen dan Kebijakan Publik, dan IUP prodi Ilmu Komunikasi. Selanjutnya ada IUP prodi Psikologi dan IUP prodi Hukum. Dalam […]

Artikel Yuk, Ketahui Keunggulan 8 Prodi IUP UGM Klaster Sosial Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada memiliki 29 program International Undergraduate Program (IUP), 8 diantaranya IUP di bidang sosial humaniora. Kedelapan program studi IUP tersebut adalah prodi Akuntansi, prodi Manajemen dan prodi Ilmu Ekonomi. Selanjutnya IUP prodi Hubungan Internasional, Manajemen dan Kebijakan Publik, dan IUP prodi Ilmu Komunikasi. Selanjutnya ada IUP prodi Psikologi dan IUP prodi Hukum. Dalam siaran langsung UGM Update belum lama ini, para pengelola program IUP dari fakultas rumpun sosial humaniora turut memperkenalkan keunggulan, prospek karir, serta peluang yang ditawarkan oleh IUP UGM.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menjelaskan bahwa program IUP di FEB telah berdiri sejak tahun 2007 dan menawarkan tiga program studi yaitu Akuntansi, Ilmu Ekonomi, dan Manajemen. Salah satu keunggulan program ini adalah akreditasi internasional yang telah diperoleh serta kemitraan dengan lebih dari 70 universitas di Eropa, Asia, dan Australia. “Kami memiliki skema double degree, pertukaran pelajar, serta academic exposure seperti kursus musim panas dan musim dingin,” ungkap Bayu, Sabtu (8/2).

Ia menambahkan bahwa seluruh pembelajaran dilakukan dalam bahasa Inggris dan mahasiswa IUP akan memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih double degree dengan universitas mitra seperti University of Melbourne, Erasmus University, dan University of Groningen.

Dr. Ardian Indro Yuwono, selaku ketua Program Studi IUP Ilmu Komunikasi, menyampaikan bahwa program IUP di FISIPOL, terutama Ilmu Komunikasi, relatif baru didirikan pada tahun 2019 sementara program studi IUP Hubungan Internasional didirikan di awal tahun 2010, dan IUP Manajemen Kebijakan Publik di tahun 2013. Meski demikian, program ini memiliki akreditasi internasional dan keunggulan berupa pengajar yang berasal dari akademisi dan praktisi media.

Salah satu ciri khas dari IUP Ilmu Komunikasi adalah kewajiban student exchange di tahun ketiga. Program ini juga memiliki peluang double degree dengan Flinders University dan Queen Mary University. “International exposure menjadi komponen penting dalam syarat kelulusan, di mana mahasiswa wajib mengikuti pertukaran pelajar atau program study abroad,” jelas Dr. Ardian.

Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D, pengelola IUP Psikologi, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2016, program IUP Psikologi hanya membuka satu kelas dengan jumlah 40 mahasiswa per angkatan. Keunggulan IUP Psikologi terletak pada program double degree dengan University of Leeds serta pertukaran pelajar dengan University of Groningen.

Setiap semester, IUP Psikologi menghadirkan dosen tamu internasional serta menerima mahasiswa asing dari negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Australia. “Kami juga menekankan field school yang memungkinkan mahasiswa terjun langsung untuk melihat aplikasi psikologi secara praktis,” ujar Elga.

Sementara itu, Dr. Wahyu Yun Santoso S.H., M.Hum., LL.M., pengelola IUP Fakultas Hukum, memaparkan bahwa sejak dibuka pada tahun 2013, IUP Hukum telah menawarkan program double degree dengan universitas mitra seperti Maastricht University dan University of Groningen. Tahun ini, Fakultas Hukum meluncurkan skema baru 3+1 yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan double degree sekaligus gelar LLM dalam waktu yang lebih singkat melalui kerja sama dengan Durham University “Mahasiswa kami juga diwajibkan mengikuti dua kali magang, dan banyak alumni kami yang sukses berkarir di firma hukum internasional,” tambah Wahyu.

Dengan berbagai keunggulan dan peluang internasional yang ditawarkan, program IUP UGM menjadi salah satu pilihan menarik bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman pendidikan global.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Yuk, Ketahui Keunggulan 8 Prodi IUP UGM Klaster Sosial Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/yuk-ketahui-keunggulan-8-prodi-iup-ugm-klaster-sosial-humaniora/feed/ 0
UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/#respond Sat, 08 Feb 2025 01:35:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75683 Universitas Gadjah Mada telah dikenal sebagai salah satu kampus yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan.  Salah satu bentuk perwujudan kampus berkelanjutan, UGM menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersebar di berbagai sudut kampus. RTH di UGM bukan hanya […]

Artikel UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada telah dikenal sebagai salah satu kampus yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan.  Salah satu bentuk perwujudan kampus berkelanjutan, UGM menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersebar di berbagai sudut kampus. RTH di UGM bukan hanya difungsikan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga berperan sebagai penunjang luasan RTH di Kabupaten Sleman. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, saat ini luasan RTH di kabupaten ini berkisar sekitar 8,7 persen, masih jauh dari luasan ideal sebesar 30 persen dari total luas wilayah keseluruhan.

Untuk menegaskan komitmen tersebut, salah satu langkah signifikan yang akan dilakukan UGM adalah dengan merencanakan penambahan RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore yang telah mengalami proses perataan sepanjang Januari 2025 lalu.

Direktur Direktorat Aset, Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM., mengungkapkan proses perubahan ini merupakan bagian dari visi UGM untuk menciptakan kampus yang lebih ramah lingkungan dan dapat mendukung aktivitas akademik serta sosial dengan lebih baik. Penambahan RTH ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi sivitas akademik untuk beristirahat, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan alam di tengah kesibukan akademik yang padat.

“Posisi RTH ini sangat strategis, fungsinya selain memastikan air hujan tidak masuk ke gedung GIK juga sebagai barrier antara Jalan Kaliurang dan GIK. Nah, GIK sebagai melting plot antara kampus dan dunia industri akhirnya punya RTH yang public friendly,” kata Sarwadi, Sabtu (8/2).

Sarwadi menjelaskan, desain RTH ini nantinya tidak hanya berfokus pada estetika dan kenyamanan, tetapi tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Untuk itu, perencanaan dan pembangunan RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore akan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu ekologis, hidrologis, dan sosial. Pada aspek ekologis, tanaman yang digunakan akan didominasi oleh tanaman lokal yang memiliki kesesuaian terhadap kondisi lingkungan lokal. Penambahan tanaman ini akan meningkatkan kualitas ekosistem, mendukung konservasi flora maupun fauna, serta sebagai penyerap karbon dioksida (CO2) yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. “RTH ini tentunya juga berfungsi untuk rehabilitasi lahan bekas gedung. Penanaman vegetasi yang tepat akan memperbaiki kondisi tanah dan kualitas air,” jelasnya

Selanjutnya, pada aspek hidrologis, pembangunan RTH akan mengintegrasikan infrastruktur hijau, seperti sistem penyerapan air hujan ke dalam tanah yang merupakan bagian dari penataan lanskapnya, hal ini tentunya dapat mengurangi potensi banjir.

Sarwadi berujar, perubahan iklim global menyebabkan pergeseran pola cuaca yang membuat banyak kota semakin rentan terhadap persoalan hidrologis. RTH dapat berfungsi sebagai salah satu solusi adaptasi untuk menghadapi tantangan ini. “Dengan meningkatnya jumlah dan kualitas RTH di kawasan UGM, kita ingin memperkuat kontribusi dalam mitigasi dampak perubahan iklim,” harapnya.

Pada aspek sosial, Sarwadi pun menjelaskan, desain RTH akan memperhatikan prinsip aksesibilitas. Semua fasilitas nantinya akan dirancang agar bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Ia berharap keberadaan ruang hijau yang asri dapat memberikan tempat bagi individu untuk beristirahat sejenak, berjalan-jalan, atau berolahraga yang dapat mengurangi stress dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. “Saya kira sudah saatnya kita berkomitmen untuk menciptakan ruang untuk semua,” tutur Sarwadi.

Sarwadi berharap RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore ini akan meningkatkan kualitas hidup sivitas akademik, mendukung kelestarian alam, serta menjadi ruang publik yang inklusif dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat di sekitar UGM. “Melalui proses perencanaan yang matang dan kolaborasi antar berbagai pihak, pembangunan RTH bisa menjadi ruang publik bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto    : Dokumentasi Direktorat Aset

 

Artikel UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/feed/ 0
UGM Dorong Riset Soal Implementasi Aturan Hukum Ekonomi Biru dan Tata Kelola Kelautan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dorong-riset-soal-implementasi-aturan-hukum-ekonomi-biru-dan-tata-kelola-kelautan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dorong-riset-soal-implementasi-aturan-hukum-ekonomi-biru-dan-tata-kelola-kelautan/#respond Sat, 08 Feb 2025 01:24:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75687 Memasuki usia ke-79, Fakultas Hukum UGM berkeinginan menajamkan visi-misi terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul. Penajaman ini akan dilakukan dengan menekankan pada beberapa aspek penting diantaranya program-program yang berorientasi pada pelaksanaan Blue Economy. “Pelaksanaan Blue Economy, ini yang menjadi visi besar Fakultas Hukum untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals. Dalam bidang akademik, […]

Artikel UGM Dorong Riset Soal Implementasi Aturan Hukum Ekonomi Biru dan Tata Kelola Kelautan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Memasuki usia ke-79, Fakultas Hukum UGM berkeinginan menajamkan visi-misi terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul. Penajaman ini akan dilakukan dengan menekankan pada beberapa aspek penting diantaranya program-program yang berorientasi pada pelaksanaan Blue Economy. “Pelaksanaan Blue Economy, ini yang menjadi visi besar Fakultas Hukum untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals. Dalam bidang akademik, kita juga berkeinginan melakukan serangkaian FGD, workshop untuk meng-upgrade kurikulum Fakultas Hukum yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan SDGs,” ujar Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A saat membuka Dies ke-79 Fakultas Hukum, Jum’at (7/2).

Menurut Jaka Triyana tema Blue Economy sebagai tema besar Dies ke-79 Fakultas Hukum UGM sebagai hal yang menarik. Bagaimana Fakultas Hukum UGM dihadapkan sejumlah tantangan terkait pembentukkan dan pelaksanaan berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan dan  program yang berorientasi pada faktor produksi dan distribusi laut sebagai sumber utama di dalam menyangga perekonomian Indonesia.

Tidak hanya itu, pada dies kali ini, Fakultas Hukum juga ingin menyoroti sejumlah persoalan hukum nasional. Beberapa permasalahan tersebut diantaranya terkait Ocean Governance, bagaimana pemerintah melaksanakan visi-visi besar pembangunan berbasis pada pemberdayaan laut, dan kelautan di Indonesia.“Indonesia yang berbentuk negara kepulauan, ini kita coba kaji secara kesinambungan. Kita ingin mengkaji secara mendalam mengenai pelaksanaan program pemerintah dalam pemberdayaan laut, kelautan sebagai sarana peningkatan ekonomi. Kita ingin mengkaji dan melihat dalam pembentukan dan pelaksanaan hukumnya, dan berbagai agenda tersebut akan kita bahas dalam berbagai kegiatan seminar dan FGD”, imbuhnya.

Jaka menambahkan setelah pembukaan Dies ke-79 Fakultas Hukum akan dilaksanakan Forum Grup Discussion bekerjasama University of Windsor Kanada,  membahas interaksi antara hukum private dan hukum publik dalam konteks perbandingan, khususnya di Indonesia dan Kanada. Dengan mengkaji sistem hukum yang konvergen, FGD secara khusus menyoroti intervensi hukum kontemporer dan menggarisbawahi hubungan yang terus berkembang antara hukum privat dan hukum publik dari perspektif perbandingan global. “Windsor University adalah mitra kita, dan mereka sudah leading di sektor Ocean Governance dan Blue Economy di Kanada. Kita semua berharap dengan Dies kali ini akan semakin menjalin erat persahabatan dan kita punya satu visi misi besar yaitu melaksanakan penelitian dan pengabian masyarakat yang unggul nantinya”, papar Ketua Panitia Dies ke-79 FH UGM.

Rangkaian Dies ke-79 FH UGM, dimeriahkan dengan diwarnai serangkaian kegiatan akademis dan non-akademis. Diantaranya akan digelar malam apresiasi dengan menghadirkan  MALIQ & D’Essentials dan Putri Aryani pada tanggal 21 Februari 2025 di Grha Sabha Pramana, dan puncak Dies pada tanggal 23 Februari 2025.

Pada pembukaan dies berjalan cukup meriah, diawali dengan senam bersama. Juga dilakukan pelepasan burung merpati oleh para pimpinan fakultas dan panitia dies. Paminta selaku perwakilan Korpagama, mengapresiasi pembukaan Dies ke-79 Fakultas Hukum UGM. Pembukaan dies, sebutnya, menjadi ajang interaksi antar fakultas. “Dengan senam kita bisa sehat bersama-sama, dan kita bersykur di UGM ini bermunculan banyak komunitas, ada komunitas lari, ada Yoga, dan sebagainya. Kita semua berharap tendik, dosen dan mahasiswa semakin bugar sehingga semakin produktif dan memberi kontribusi bagi UGM”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel UGM Dorong Riset Soal Implementasi Aturan Hukum Ekonomi Biru dan Tata Kelola Kelautan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dorong-riset-soal-implementasi-aturan-hukum-ekonomi-biru-dan-tata-kelola-kelautan/feed/ 0
Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/ https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/#respond Fri, 07 Feb 2025 05:13:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75676 Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika […]

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika hewan. Teknologi ini memadukan antara ilmu sains dan engineering, melalui kerja sama antar kedua universitas.

Penelitian ini digagas oleh Dosen Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono dengan Dosen Edinburgh University, Dr. Parvez Alam pada September tahun lalu. Ide tersebut bermula saat Parves Alam mengajak dua mahasiswanya yang tengah menempuh pendidikan master degree School of Engineering di University of Edinburgh yakni Leo Foulds dan Nadia Ditta untuk datang dan bekerja di Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM guna mempelajari kerangka reptil terutama biawak dan ular. “Saat itu dosen Biologi, Donan Satria Yudha,  memberikan informasi terkait cara bergerak reptil, taksonomi, dan anatomi reptil yang ada di Indonesia,” kata Eko dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (7/2).

Selama 2 minggu pertama, kata Eko, kedua tim berbagi tugas  dari mempelajari pergerakan biawak dengan merekam biawak dewasa hidup saat berjalan yang dilakukan oleh Dr. Pervez Alam. Selanjutnya, kedua tim mempelajari mekanika tulang biawak dan melakukan CT Scan rangka biawak untuk membuat cetakan rangkanya. “Selanjutnya rangka ini akan dipasang mesin robot saat kembali ke Edinburgh,” katanya

Pada pertengahan Januari 2025, Parvez menghubungi Eko Agus Suyono beserta Donan untuk menunjukkan video yang berisi rekaman cetakan rangka biawak yang dapat berjalan setelah dipasang mesin necrorobot. Pada akhir Januari 2025, Parvez kembali lagi ke Fakultas Biologi UGM untuk merangkai mesin robot tersebut di kerangka biawak asli. “Selama merangkai mesin robot pada rangka biawak asli, dibantu oleh Donan Satria Yudha, ia juga dibantu oleh Frans dari staf Museum Biologi serta beberapa mahasiswa,”katanya.

Saat merangkai mesin robot ke rangka biawak tersebut melibatkan Donan Satria Yudha, M.Sc. yang merupakan dosen Laboratorium Sistematika Hewan Beliau bersama FX Sugiyo Pranoto, S.Si. atau dari Museum Biologi UGM, dan beberapa mahasiswa seperti Rashif Naufal Andika, S.Si., Ananto Puradi Nainggolan, S.Si., Maula Haqul Dafa, S.Pd., Arkanniti Dibyawedha Adisajjana dan Afif Fatah Rizki.

Merangkai robot pada kerangka biawak asli menurut Eko tidaklah mudah. Parvez berhasil menyelesaikan dalam tiga hari hingga akhirnya berhasil menyusun necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana. Hasil ini sangat melegakan, mengingat perbedaan bahan, komposisi serta struktur antara cetakan dengan tulang aslinya. Necrorobot biawak tersebut selanjutnya dihibahkan oleh Parvez ke Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM, agar dapat menjadi pembelajaran baru bagi dosen dan para mahasiswa umumnya. “Bagi Fakultas Biologi kegiatan mempelajari dan merangkai necrorobot dari rangka biawak ini merupakan pengetahuan yang baru,” pungkasnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/feed/ 0
Tingkatkan Populasi Ternak Kambing, Dosen UGM Dorong Kolaborasi 59 Fakultas Peternakan https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-populasi-ternak-kambing-dosen-ugm-dorong-kolaborasi-59-fakultas-peternakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-populasi-ternak-kambing-dosen-ugm-dorong-kolaborasi-59-fakultas-peternakan/#respond Fri, 07 Feb 2025 04:05:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75573 Hewan ruminansia kecil seperti kambing dianggap sebagai ternak paling ideal dalam menghadapi berbagai cekaman lingkungan. Kambing juga tahan terhadap temperature dan kekeringan yang tinggi. Berbagai kelebihan kambing tersebut, diperkirakan  di masa mendatang akan menjadikan hewan ternak ini sebagai sumber ketahanan pangan yang ekonomis dan adaptif terhadap setiap perubahan iklim. Menurut laporan badan pangan dunia FAO […]

Artikel Tingkatkan Populasi Ternak Kambing, Dosen UGM Dorong Kolaborasi 59 Fakultas Peternakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hewan ruminansia kecil seperti kambing dianggap sebagai ternak paling ideal dalam menghadapi berbagai cekaman lingkungan. Kambing juga tahan terhadap temperature dan kekeringan yang tinggi. Berbagai kelebihan kambing tersebut, diperkirakan  di masa mendatang akan menjadikan hewan ternak ini sebagai sumber ketahanan pangan yang ekonomis dan adaptif terhadap setiap perubahan iklim.

Menurut laporan badan pangan dunia FAO tahun 2018, diperkirakan ketika populasi ternak lain mengalami penurunan, maka populasi kambing justru meningkat melebihi domba. Bahkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data statistik 2023, populasi terbesar ternak produktif di Indonesia adalah kambing yakni 19, 398 juta ekor dibanding sapi dengan jumlah 18,6 juta ekor.

Guru Besar Fakultas Peternakan UGM , Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU., mengatakan kondisi sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia, ia yakini akan mampu menaikan populasi kambing dari 3,2 persen per tahun, dan akan terus dapat ditingkatkan. “Pemerataan pengembangan ternak di seluruh Indonesia ini dapat dilakukan pada lingkungan yang sesuai dengan memberdayakan perguruan tinggi yang ada”, katanya, Jumat (7/2).

Ketua Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan ini menyebut di Indonesia saat ini ada sekitar 59 fakultas peternakan. Jika ada sinergi bersama maka pengembangan ternak yang diharapkan tentu akan lebih mudah terlaksana.

Untuk peningkatan produksi daging, maka kambing tipe pedaging harus dikembangkan seperti kambing Bligon, kambing Kacang dan kambing Marica. ”Kebutuhan terhadap kambing tipe pedaging ini tentu cukup tinggi, terutama pada saat hari raya kurban (Idul Adha), bahkan untuk tujuan ekspor, peluangnya masih sangat terbuka”, terangnya.

Ia pun menggas adanya Rencana Pembangunan Peternakan melibatkan Perguruan Tinggi setiap Lima Tahun atau disingkat REPELITA. Gagasan ini, ia sampaikan dengan tujuan meningkatkan populasi kambing di Indonesia.

Di Fakultas Peternakan UGM sendiri, kata Kustantinah, pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan pengembangan ternak kambing  yang telah dilakukan staf dosen di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak bersama Staf Dosen Laboratorium di lingkungan Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet UGM. Salah satunya program pengabdian kepada masyarakat dengan tema pengembangan Desa Binaan, di Dusun Nyemani, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sami Galuh, Kab. Kulon Progo. “Pengembangan peternakan kambing tersebut sebagian besar dikelola oleh kelompok wanita tani (KWT), seperti di Gunungkidul, Kulon Progo dan Sleman,” pungkasnya.

Reportase : Satria

Penulis      : Agung Nugroho

Foto          : Freepik.com

 

Artikel Tingkatkan Populasi Ternak Kambing, Dosen UGM Dorong Kolaborasi 59 Fakultas Peternakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-populasi-ternak-kambing-dosen-ugm-dorong-kolaborasi-59-fakultas-peternakan/feed/ 0