SDG 15: Ekosistem Daratan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-15-ekosistem-daratan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 08 Feb 2025 11:43:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/#respond Sat, 08 Feb 2025 01:35:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75683 Universitas Gadjah Mada telah dikenal sebagai salah satu kampus yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan.  Salah satu bentuk perwujudan kampus berkelanjutan, UGM menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersebar di berbagai sudut kampus. RTH di UGM bukan hanya […]

Artikel UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada telah dikenal sebagai salah satu kampus yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan.  Salah satu bentuk perwujudan kampus berkelanjutan, UGM menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersebar di berbagai sudut kampus. RTH di UGM bukan hanya difungsikan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga berperan sebagai penunjang luasan RTH di Kabupaten Sleman. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, saat ini luasan RTH di kabupaten ini berkisar sekitar 8,7 persen, masih jauh dari luasan ideal sebesar 30 persen dari total luas wilayah keseluruhan.

Untuk menegaskan komitmen tersebut, salah satu langkah signifikan yang akan dilakukan UGM adalah dengan merencanakan penambahan RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore yang telah mengalami proses perataan sepanjang Januari 2025 lalu.

Direktur Direktorat Aset, Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM., mengungkapkan proses perubahan ini merupakan bagian dari visi UGM untuk menciptakan kampus yang lebih ramah lingkungan dan dapat mendukung aktivitas akademik serta sosial dengan lebih baik. Penambahan RTH ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi sivitas akademik untuk beristirahat, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan alam di tengah kesibukan akademik yang padat.

“Posisi RTH ini sangat strategis, fungsinya selain memastikan air hujan tidak masuk ke gedung GIK juga sebagai barrier antara Jalan Kaliurang dan GIK. Nah, GIK sebagai melting plot antara kampus dan dunia industri akhirnya punya RTH yang public friendly,” kata Sarwadi, Sabtu (8/2).

Sarwadi menjelaskan, desain RTH ini nantinya tidak hanya berfokus pada estetika dan kenyamanan, tetapi tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Untuk itu, perencanaan dan pembangunan RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore akan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu ekologis, hidrologis, dan sosial. Pada aspek ekologis, tanaman yang digunakan akan didominasi oleh tanaman lokal yang memiliki kesesuaian terhadap kondisi lingkungan lokal. Penambahan tanaman ini akan meningkatkan kualitas ekosistem, mendukung konservasi flora maupun fauna, serta sebagai penyerap karbon dioksida (CO2) yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. “RTH ini tentunya juga berfungsi untuk rehabilitasi lahan bekas gedung. Penanaman vegetasi yang tepat akan memperbaiki kondisi tanah dan kualitas air,” jelasnya

Selanjutnya, pada aspek hidrologis, pembangunan RTH akan mengintegrasikan infrastruktur hijau, seperti sistem penyerapan air hujan ke dalam tanah yang merupakan bagian dari penataan lanskapnya, hal ini tentunya dapat mengurangi potensi banjir.

Sarwadi berujar, perubahan iklim global menyebabkan pergeseran pola cuaca yang membuat banyak kota semakin rentan terhadap persoalan hidrologis. RTH dapat berfungsi sebagai salah satu solusi adaptasi untuk menghadapi tantangan ini. “Dengan meningkatnya jumlah dan kualitas RTH di kawasan UGM, kita ingin memperkuat kontribusi dalam mitigasi dampak perubahan iklim,” harapnya.

Pada aspek sosial, Sarwadi pun menjelaskan, desain RTH akan memperhatikan prinsip aksesibilitas. Semua fasilitas nantinya akan dirancang agar bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Ia berharap keberadaan ruang hijau yang asri dapat memberikan tempat bagi individu untuk beristirahat sejenak, berjalan-jalan, atau berolahraga yang dapat mengurangi stress dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. “Saya kira sudah saatnya kita berkomitmen untuk menciptakan ruang untuk semua,” tutur Sarwadi.

Sarwadi berharap RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore ini akan meningkatkan kualitas hidup sivitas akademik, mendukung kelestarian alam, serta menjadi ruang publik yang inklusif dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat di sekitar UGM. “Melalui proses perencanaan yang matang dan kolaborasi antar berbagai pihak, pembangunan RTH bisa menjadi ruang publik bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto    : Dokumentasi Direktorat Aset

 

Artikel UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/feed/ 0
Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/ https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/#respond Fri, 07 Feb 2025 05:13:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75676 Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika […]

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika hewan. Teknologi ini memadukan antara ilmu sains dan engineering, melalui kerja sama antar kedua universitas.

Penelitian ini digagas oleh Dosen Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono dengan Dosen Edinburgh University, Dr. Parvez Alam pada September tahun lalu. Ide tersebut bermula saat Parves Alam mengajak dua mahasiswanya yang tengah menempuh pendidikan master degree School of Engineering di University of Edinburgh yakni Leo Foulds dan Nadia Ditta untuk datang dan bekerja di Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM guna mempelajari kerangka reptil terutama biawak dan ular. “Saat itu dosen Biologi, Donan Satria Yudha,  memberikan informasi terkait cara bergerak reptil, taksonomi, dan anatomi reptil yang ada di Indonesia,” kata Eko dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (7/2).

Selama 2 minggu pertama, kata Eko, kedua tim berbagi tugas  dari mempelajari pergerakan biawak dengan merekam biawak dewasa hidup saat berjalan yang dilakukan oleh Dr. Pervez Alam. Selanjutnya, kedua tim mempelajari mekanika tulang biawak dan melakukan CT Scan rangka biawak untuk membuat cetakan rangkanya. “Selanjutnya rangka ini akan dipasang mesin robot saat kembali ke Edinburgh,” katanya

Pada pertengahan Januari 2025, Parvez menghubungi Eko Agus Suyono beserta Donan untuk menunjukkan video yang berisi rekaman cetakan rangka biawak yang dapat berjalan setelah dipasang mesin necrorobot. Pada akhir Januari 2025, Parvez kembali lagi ke Fakultas Biologi UGM untuk merangkai mesin robot tersebut di kerangka biawak asli. “Selama merangkai mesin robot pada rangka biawak asli, dibantu oleh Donan Satria Yudha, ia juga dibantu oleh Frans dari staf Museum Biologi serta beberapa mahasiswa,”katanya.

Saat merangkai mesin robot ke rangka biawak tersebut melibatkan Donan Satria Yudha, M.Sc. yang merupakan dosen Laboratorium Sistematika Hewan Beliau bersama FX Sugiyo Pranoto, S.Si. atau dari Museum Biologi UGM, dan beberapa mahasiswa seperti Rashif Naufal Andika, S.Si., Ananto Puradi Nainggolan, S.Si., Maula Haqul Dafa, S.Pd., Arkanniti Dibyawedha Adisajjana dan Afif Fatah Rizki.

Merangkai robot pada kerangka biawak asli menurut Eko tidaklah mudah. Parvez berhasil menyelesaikan dalam tiga hari hingga akhirnya berhasil menyusun necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana. Hasil ini sangat melegakan, mengingat perbedaan bahan, komposisi serta struktur antara cetakan dengan tulang aslinya. Necrorobot biawak tersebut selanjutnya dihibahkan oleh Parvez ke Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM, agar dapat menjadi pembelajaran baru bagi dosen dan para mahasiswa umumnya. “Bagi Fakultas Biologi kegiatan mempelajari dan merangkai necrorobot dari rangka biawak ini merupakan pengetahuan yang baru,” pungkasnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/feed/ 0
Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/#respond Wed, 05 Feb 2025 09:09:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75513 Belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua kejadian tragis yang menimpa para siswa yang tengah melakukan kegiatan rekreasi yang diadakan oleh pihak sekolah. Di akhir bulan Januri lalu, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 4 siswa dinyatakan meninggal dunia. Tak berselang lama, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi menimpa rombongan […]

Artikel Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua kejadian tragis yang menimpa para siswa yang tengah melakukan kegiatan rekreasi yang diadakan oleh pihak sekolah. Di akhir bulan Januri lalu, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 4 siswa dinyatakan meninggal dunia. Tak berselang lama, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi menimpa rombongan siswa SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo di Pintu Exit Tol Purwodadi, pada Sabtu (1/2) lalu. Dua orang dinyatakan tewas, dan 19 lainnya menjalani perawatan. Masih banyak catatan kejadian kecelakaan di lokasi wisata ataupun saat dalam perjalanan berwisata yang kemudian merenggut korban jiwa.

Dr. Destha Titi Raharjana, M.Si., peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM mengaku prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut. Menurutnya, kegiatan wisata yang diharapkan menyenangkan sekaligus mampu mengembalikan semangat dan energi baru justru berujung duka. Meski kejadian kecelakaan memang tidak dapat diprediksi, namun menurutnya hal itu bisa diantisipasi dengan tetap menjaga kewaspadaan semua pihak  dan menjadikan keselamatan sebagai prinsip utama untuk menekan resiko terjadinya kecelakaan. “Semestinya dapat dicegah apabila segenap pihak mampu melakukan menerapkan SOP dan selalu menjalankan pengendalian”, terangnya di Kampus UGM, Rabu (5/2).

Destha berpendapat pihak pengelola dinilai sebagai pihak yang paling paham lingkungan wisata yang dikelolanya. Mereka sebetulnya pihak yang paling paham terhadap lingkungannya, kondisi wahana permainan yang dimiliki beserta fasilitasnya. Semestinya semua dalam kondisi yang selalu siap dan mendapat pengawasan ketat. Selain itu, para pengelola wisata mestinya secara periodik melakukan pengecekan kelaikan. “Secara profesional, para penyedia jasa wisata dan wahana rekreasi seharusnya mampu menerapkan SOP secara konsisten guna menekan berbagai resiko yang mungkin terjadi,” tuturnya.

Tidak cukup sampai di situ, menurut Destha, wisatawan yang membeli tiket wisata, dan berniat bermain wahana permainan harus diyakinkan keamanan semua fasilitas. Meskipun dalam tiket tercantum adanya asuransi, imbuhnya, pihak pengelola diwajibkan menyampaikan soal kepastian jaminan keselamatan bagi pengunjung.“Jika perlu pasang papan informasi, himbauan untuk selalu waspada, dan hati-hati. Jangan segan-segan pula mengingatkan secara berulang untuk keselamatan pengunjung, mengingat di waktu-waktu tertentu karena lonjakan pengunjung seringkali membuat mereka mengabaikan keselamatan diri”, jelasnya.

Terlebih untuk lokasi-lokasi wisata di alam terbuka. Sebagaimana kejadian di Pantai Drini, Gunungkidul belum lama ini. Pihak wisatawan, dalam pandangan Destha semestinya juga selalu waspada dan mampu menjaga diri terlebih di musim penghujan. Berwisata di lokasi wisata air, menurutnya sangat perlu untuk mengetahui karakter lokasi wisata yang dituju. “Ini artinya, kesiapan untuk bertanggung jawab atas diri sendiri juga menjadi hal utama.  Pihak sekolah pun perlu memberikan himbauan agar siswanya selalu berhati-hati. Pengetahuan tentang kemungkinan terjadinya gelombang saat berwisata di pantai pun harus dicari atau diberikan kepada wisatawan. Terlebih, karakter gelombang laut yang dikenal ganas serta keberadaan palung di pantai Selatan Jawa yang patut untuk diwaspadai’, ungkapnya.

Destha pun turut prihatin atas berbagai kejadian laka wisata yang merengut jiwa wisatawan di jalan raya. Seperti yang terjadi di Pasuruan beberapa hari lalu. Menurutnya banyak faktor berpengaruh terhadap peristiwa tersebut, akibat dari kondisi kendaraan yang mengalami gangguan ataupun dari sisi human error. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dia berharap pihak penyedia kendaraan wisata atau agen wisata seharusnya mampu menyediakan kendaraan yang siap dan menjamin keselamatan calon pengguna. “Caranya, secara periodik kendaraan mereka harus dilakukan uji kir, chek surat jalan, dan kelaikan semuanya”, paparnya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada pihak pemerintah, khususnya  Dinas Perhubungan yang seyogyanya secara rutin perlu melakukan sidak pada beberapa Perusahaan Otobus. Mereka bisa melakukan penilaian sekaligus mengevaluasi terhadap beberapa kendaraan yang dimiliki PO.Jika ditemui yang tidak layak, pihak konsumen dalam hal ini agen wisata berhak untuk melarang untuk tidak dipergunakan lagi. “Jika memang ditemui seperti itu maka bisa meminta perusahaan mengganti dengan kendaraan terbaru atau kendaraan layak jalan”, ucapnya.

Destha juga mengingatkan agar pihak agen wisata secara rutin melakukan tes kesehatan untuk para sopir yang hendak menjalankan kendaraan untuk mengantar wisatawan. Sekaligus memastikan kesehatan sopir dalam kondisi prima. “Jam terbang sopir juga penting untuk menekan kecelakaan. Driver yang hapal medan jalan cenderung lebih waspada dalam mengendalikan kendaraan. Karenanya masing-masing driver perlu mengenali dan mempelajari kondisi jalan,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Freepik

Artikel Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/feed/ 0
Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/#respond Fri, 31 Jan 2025 08:49:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75260 Perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi. Pasalnya, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktren, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas […]

Artikel Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi. Pasalnya, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktren, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan.

Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada mengatakan diperlukan strategi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim terhadap fasilitas infrastruktur tranportasi. Ia menyebutkan pengembangan inovasi  bahan dan konstruksi dalam mendukung daya tahan infrastruktur sangat diperlukan. “Beberapa tindakan juga dapat dilakukan diantaranya dengan penggunaan material yang tahan terhadap perubahan iklim, pemberian air untuk pendingin pada saat udara panas, mengurangi periode penggantian jalan, manajemen lalulintas terutama pengaturan kendaraan berat, dan pengaturan mengenai standar desain perkerasan dan kendaraan,” kata Ikaputra dalam pada webinar bertema Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan dan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim, Kamis (23/1).

Namun demikian, imbuhnya, strategi yang ia sebutkan tidak mudah untuk dilakukan karena diperlukan pendanaan yang tidak sedikit untuk kebutuhan riset dan pengembangan. “Setidaknya memerlukan waktu dan biaya. Belum lagi adanya hambatan politis dan institusional karena adanya konflik kepentingan dan keterbatasan institusi untuk menerapkan teknologi baru,” paparnya

Dia menyampaikan Pustral UGM berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan ini melalui kolaborasi lintas disiplin. Kolaborasi antar akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan guna berbagi pengetahuan tentang praktik terbaik dari berbagai negara seperti Slovakia yang telah berhasil mengimplementasikan teknologi inovatif seperti High Modulus Asphalt Concrete (HMAC) dan Porous Asphalt. “Kami berharap diskusi hari ini dapat menginspirasi penerapan teknologi serupa di Indonesia,” terangnya.

Menurutnya para peneliti, solusi inovatif untuk meningkatkan daya tahan jalan melalui penggunaan material ramah lingkungan seperti nanokomposit, teknologi Warm Mix Asphalt (WMA), serta metode desain berbasis data iklim. Dengan pendekatan ini, para pihak terkait tentunya tidak hanya memperkuat ketahanan infrastruktur tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sementara Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc., Ph.D., selaku anggota Tim Ahli Pustral UGM sekaligus Ketua Program Studi Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM menyampaikan bahwa infrastruktur ramah lingkungan didesain dan  dibangun dengan prinsip meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, misalnya sumber daya  alam, polusi baik udara, air, tanah dan lainnya. Termasuk didalamnya dampak sosial terhadap masyarakat.

Infrastruktur ramah lingkungan, disebutnya, bertujuan untuk meningkatkan umur pemakaian infrastruktur dan mengurangi kebutuhan perawatan. “Beberapa bentuk perkerasan jalan yang ramah lingkungan diantaranya adalah penggunaan recycled materials untuk meminimalkan bahan terbuang, Permeable Pavement berpotensi mengurangi limpasan dan meningkatkan kualitas air, Biogenic Asphalt Technology yang mengurangi emisi karbon dioksida selama produksi, serta Warm Mix Asphalt yang memerlukan energi yang suhu yang lebih rendah selama pemrosesan,” ungkapnya.  

Latif mengakui perubahan iklim berdampak terhadap perkerasan, baik langsung maupun tidak langsung. Dampak secara langsung, perubahan iklim meningkatkan suhu yang dapat mengurangi kualitas perkerasan jalan. Demikian pula perubahan curah hujan yang berpengaruh terhadap kualitas permukaan dan stabilitas jalan khususnya pada tanah lempung atau air tanah tinggi yang meningkatkan risiko akan banjir. “Secara tidak langsung, perubahan iklim yang menurunkan kualitas permukaan dapat berpengaruh pada pengurangan keselamatan, peningkatan penggunaan kendaraan, namun mengurangi kecepatan. Hal ini tentunya dapat berpengaruh pula pada peningkatan kebisingan lalulintas,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Harian Terbit

Artikel Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/feed/ 0
Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/ https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/#respond Thu, 30 Jan 2025 07:52:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75215 Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku […]

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku tokoh lokal Desa Terapung yang dikenal sebagai peneliti dan ahli botani. Kehadirannya sungguh diharapkan mahasiswa dan masyarakat karena akan memberikan dukungan secara langsung, sekaligus memberikan arahan teknis. “Tentu saja kehadiran beliau untuk memberikan panduan bagi kami dalam proses penanaman mangrove agar lebih efektif dan berkelanjutan”, ujar Fauzan Aldi, salah satu anggota tim KKN-PPM UGM dari klaster Agrokompleks.

Fauzan Aldi menjelaskan hasil observasi tim Agrokompleks KKN-PPM UGM menunjukkan kondisi mangrove di pesisir Desa Terapung menghadapi tantangan serius dan berpotensi mengalami degradasi lingkungan. Meski, sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove oleh berbagai pihak tetapi tidak bertahan hidup. “Banyak tanaman tidak bertahan karena metode yang kurang tepat, seperti polybag yang tertinggal di dalam tanaman. Hal ini tentu mengakibatkan banyak tanaman mangrove gagal tumbuh dan mengalami kerusakan”, terangnya.

Untuk kegiatan kali ini, tim mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan penggantian tanaman mangrove yang rusak dan penambahan bibit baru dengan pendekatan yang lebih terencana. Tidak hanya untuk memulihkan ekosistem pesisir, penanaman mangrove diharapkan dapat juga melindungi dari ancaman abrasi.

Kegiatan inipun diharapkan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga, khususnya generasi muda. Anak-anak Desa Terapung yang turut terlibat kegiatan penanaman mangrove  mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan.”Kami memastikan semua bibit ditanam tanpa polybag, dan area tanam disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir setempat,” ucap Fauzan Aldi.

Arman mengapresiasi langkah mahasiswa KKN-PPM UGM. Ia sekaligus berterima kasih kepada tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton yang turut bersama dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini akan menjadi prasasti. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi rumah bagi berbagai biota laut di Desa Terapung,” ujar Arman.

Dengan penuh optimisme, Arman berharap kegiatan penanaman mangrove menjadi langkah awal dalam membangun sistem ketahanan lingkungan berbasis komunitas di Desa Terapung. Diharapkan pula cara ini menjadi model untuk diterapkan di wilayah pesisir lainnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Tim KKN-PPM UGM Buton

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/feed/ 0
UGM dan WSU Gelar International Summer Course Soal Biodiversitas di Gunungkidul dan Tarakan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-wsu-gelar-international-summer-course-soal-biodiversitas-di-gunungkidul-dan-tarakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-wsu-gelar-international-summer-course-soal-biodiversitas-di-gunungkidul-dan-tarakan/#respond Thu, 30 Jan 2025 02:21:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75207 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Western Sydney University (WSU) resmi membuka International Summer Course (ISC) bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 21-23 Januari 2025 dan dilanjutkan di Tarakan, Kalimantan Utara pada 24 Januari – 8 Februari 2025. Acara […]

Artikel UGM dan WSU Gelar International Summer Course Soal Biodiversitas di Gunungkidul dan Tarakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Western Sydney University (WSU) resmi membuka International Summer Course (ISC) bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 21-23 Januari 2025 dan dilanjutkan di Tarakan, Kalimantan Utara pada 24 Januari – 8 Februari 2025.

Acara pembukaan ISC ini dihadiri oleh 16 mahasiswa WSU, 6 mahasiswa UGM, 3 dosen WSU, dan beberapa dosen Biologi UGM. Pembukaan diawali dengan laporan dari Dr. Eko Agus Suyono, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, yang juga bertindak sebagai Ketua Penyelenggara International Summer Course. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara UGM dan WSU yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir,” kata Eko, Kamis (30/1).

Prof. John Charles Hunt, selaku perwakilan dari WSU, berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut dan memperluas kolaborasi dalam bidang riset dan akademik di masa depan. Hal senada juga diungkapkan oleh Prof. Dr. Puji Astuti, selaku Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama ini, dan menyebutkan bahwa ISC ini adalah yang kedua di bulan Januari 2025 setelah kolaborasi dengan Monash University dengan Sekolah Vokasi UGM. “saya kira fokus dari summer course yang mengangkat isu biodiversitas dan keberlanjutan lingkungan serta peran UGM dalam mendukung konservasi di Kalimantan dan Papua,” katanya.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, menuturkan Yogyakarta merupakan tempat yang istimewa dengan kekayaan budaya dan alamnya, dan berharap para peserta ISC dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai aspek selama kegiatan di Yogyakarta.

Para peserta kursus musim panas ini melakukan kunjungan ke Museum Biologi UGM, yang dipandu oleh Donan Satria, M.Sc., Dosen Sistematika Hewan Fakultas Biologi. Para peserta sangat antusias menyimak penjelasan mengenai sejarah, peran, dan berbagai koleksi yang ada di museum ini.

Selanjutnya, para peserta melakukan aktivitas lapangan di Marine Riset Station Fakultas Biologi di Pantai Porok, Gunung Kidul. Kegiatan ini meliputi sampling intertidal dan pengamatan keanekaragaman hayati di pantai tersebut. Eksplorasi tersebut dipandu oleh Dr. Rury Eprilurahman yang berfokus pada hewan dan Dr.Eng. Thoriq Teja Samudra terkait Makroalga. Martin Holland, Koordinator International Summer Course dari WSU, menyampaikan bahwa field trip ini menjadi pemanasan sebelum agenda utama summer course di Tarakan, Kalimantan.

Melalui ISC ini, kata Budi daryono, kolaborasi antara WSU dan Fakultas Biologi UGM dapat semakin erat, membuka peluang untuk kerjasama lebih lanjut dalam bidang akademik dan riset, serta berkontribusi dalam pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan. “Melalui semangat kolaborasi ini, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat berlanjut dan mempererat hubungan antara UGM dan WSU, serta mendukung upaya konservasi dan pelestarian alam di Indonesia dan global,” pungkasnya.

Reportase :  Ichsan Risalba/Fak.Biologi

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan WSU Gelar International Summer Course Soal Biodiversitas di Gunungkidul dan Tarakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-wsu-gelar-international-summer-course-soal-biodiversitas-di-gunungkidul-dan-tarakan/feed/ 0
Kebakaran Hutan di California Meluas, Pakar UGM Sebut Akibat Deforestasi dan Perubahan Iklim https://ugm.ac.id/id/berita/kebakaran-hutan-di-california-meluas-pakar-ugm-sebut-akibat-deforestasi-dan-perubahan-iklim/ https://ugm.ac.id/id/berita/kebakaran-hutan-di-california-meluas-pakar-ugm-sebut-akibat-deforestasi-dan-perubahan-iklim/#respond Fri, 24 Jan 2025 08:42:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75146 Kebakaran lahan di Los Angeles, California Selatan, Amerika Serikat (AS) yang melanda sejak 7 Januari lalu masih belum juga selesai dipadam bahkan cenderung meluas akibat angin kencang. Pemerintah setempat telah melakukan evakuasi lebih dari 180 ribu orang dan menelan korban setidaknya 28 orang yang meninggal, ribuan rumah puluhan ribu hektar lahan hangus terbakar. Bahkan baru-baru […]

Artikel Kebakaran Hutan di California Meluas, Pakar UGM Sebut Akibat Deforestasi dan Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebakaran lahan di Los Angeles, California Selatan, Amerika Serikat (AS) yang melanda sejak 7 Januari lalu masih belum juga selesai dipadam bahkan cenderung meluas akibat angin kencang. Pemerintah setempat telah melakukan evakuasi lebih dari 180 ribu orang dan menelan korban setidaknya 28 orang yang meninggal, ribuan rumah puluhan ribu hektar lahan hangus terbakar. Bahkan baru-baru ini, kebakaran hutan juga terjadi di utara Los Angeles seluas 8000 hektar lahan sehingga dilakukan evakuasi lebih dari 19 ribu orang.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., menuturkan bencana kebakaran hutan di Los Angeles ini menjadi peringatan bagi masyarakat dunia bahwa dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global akibat deforestasi sangat nyata. “Kebakaran hutan di California, tidak bisa dibaca dengan menggunakan satu sudut pandang sehingga faktornya tidak tunggal, namun sudah akumulasi komplek kehidupan super modern,” kata Priyono, Jumat (24/1).

Di kehidupan modern, kata Priyono,  infrastruktur alam seperti keberadaan sungai, anak sungai, performa bukit, ruang khusus habitat, ruang tumbuh selalu diabaikan. Sebaliknya justru dibangun adalah infrastruktur modern dengan menegasikan infrastruktur alam. Padahal, tata kelola hutan dan kehutanan yang mengembalikan poros kehidupan. “Selagi laju deforestasi tidak bisa dikendalikan dan juga dikejar dengan aksi-aksi rehabilitasi maka sebenarnya dengan kesadaran penuh kita sedang menunggu ‘sabda-sabda alam’ dengan adanya bencana semacam ini,”katanya.

Adanya kebakaran hutan dan bencana lainnya seperti banjir, longsor menurutnya Priyono menjadi petunjuk bahwa kehidupan harmoni antara manusia dengan alam seimbang. “Banyaknya ragam bencana alam sudah cukup menjadi alarm bagi tata kehidupan untuk kita kembali harmoni dengan kesemestaan secara utuh,” tegasnya.

Dosen Fakultas Kehutanan ini mengharapkan agar masyarakat, pemerintah, swasta untuk mendukung aksi-aksi mitigasi perubahan iklim untuk menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan hutan.  “Perlu adanya kesadaran global baru yang mendorong aksi kemanusian global yaitu Sedekah Ekologi. Sedekah ekologi selama ini dipinggirkan ekstrimnya selalu diabaikan, seandainya ada itu hanya sebagian kecil saja,” katanya Ketua Umum Masyarakat Agroforestri Indonesia (MAFI).

Sedekah Ekologi yang dimaksud oleh Priyono tidak sebatas program rehabilitasi lahan atau aksi reboisasi namun diperluas dimana desain arsitektur pembangunan yang dihasilkan memberikan jaminan tumbuh dan berkembangnya instrumen-instrumen alam seperti hutan, sungai dan ruang habitat alam lainnya.

Penulis    : Tiefany

Editor      : Gusti Grehenson

Foto        : Bloomberg dan Times of India

Artikel Kebakaran Hutan di California Meluas, Pakar UGM Sebut Akibat Deforestasi dan Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kebakaran-hutan-di-california-meluas-pakar-ugm-sebut-akibat-deforestasi-dan-perubahan-iklim/feed/ 0
Konsisten Riset Planet Berkelanjutan, Fakultas Geografi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/konsisten-riset-planet-berkelanjutan-fakultas-geografi-raih-peringkat-1-di-indonesia-versi-edurank/ https://ugm.ac.id/id/berita/konsisten-riset-planet-berkelanjutan-fakultas-geografi-raih-peringkat-1-di-indonesia-versi-edurank/#respond Thu, 23 Jan 2025 03:11:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75064 Dedikasi Fakultas Geografi UGM dalam melaksanakan riset yang yang berkaitan dengan isu-isu terkini soal planet berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat global ternyata berhasil mengantarkan Fakultas ini meraih peringkat 1 di Indonesia versi EduRank tahun 2024. Dari hasil pemeringkatan tersebut, untuk bidang geografi dan Kartografi, Fakultas Geografi UGM berada di peringkat 1, disusul IPB […]

Artikel Konsisten Riset Planet Berkelanjutan, Fakultas Geografi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dedikasi Fakultas Geografi UGM dalam melaksanakan riset yang yang berkaitan dengan isu-isu terkini soal planet berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat global ternyata berhasil mengantarkan Fakultas ini meraih peringkat 1 di Indonesia versi EduRank tahun 2024.

Dari hasil pemeringkatan tersebut, untuk bidang geografi dan Kartografi, Fakultas Geografi UGM berada di peringkat 1, disusul IPB dan UI di peringkat 2 dan 3. Selanjutnya untuk peringkat 4 hingga 10, yakni ITB, Undip, Universitas Brawijaya, ITS, Universitas Syiah Kuala, Universitas Padjajaran dan Universitas Sebelas Maret.

Menanggapi hasil capaian tersebut, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc selaku Dekan  Fakultas Geografi UGM mengungkapkan rasa syukur, senang dan bangganya. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa Fakultas Geografi telah melakukan perbaikan secara berkelanjutan  di banyak aspek. Namun pencapaian tersebut merupakan usaha kolektif dari seluruh kolega dari dosen, tendik, mahasiswa, alumni, dan juga mitra. “Kami sangat bersyukur menjadi institusi yang sudah menjadi referensi di tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (23/1).

Selain itu, kata Danang, Fakultas Geografi pun terus mendorong para dosennya untuk melakukan research collaboration untuk meningkatkan produktivitas dan juga kualitas research. Danang menekankan bahwa penting untuk membangun research environment yang baik untuk mencapai hal tersebut.

Ia pun menambahkan bawa capaian ini, tak dianggapnya sebagai tujuan hasil akhir, melainkan bonus buah hasil dari proses panjang tridarma yang sudah dilakukan oleh Fakultas Geografi kepada masyarakat dengan memberikan manfaat kepada mereka, baik pemerintah pusat, daerah, industri, maupun mitra-mitra internasional.

Ada pun fokus penelitian yang Fakultas Geografi yang telah dilakukan saat ini berfokus pada isu-isu global yang berdampak besar bagi banyak orang, dan berfokus pada sustainable planet, dengan isu-isu seperti iklim, kebencanaan, degradasi lahan, migrasi, bonus demografi, aging population, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, smart and sustainable city, village and regional, regional development, dan yang tengah marak saat ini adalah tentang artificial intelligence (AI). Danang menjelaskan, bahwa AI digunakan untuk penggunaan membantu penelitian Fakultas Geografi dengan teknologi remote sensing advance GIS (Geographic Information Systems).

Riset-riset kemudian dibagi beberapa kelompok penelitian yang disesuaikan dengan interest para dosen, serta Fakultas Geografi gunakan juga digunakan untuk memperkaya bahan ajar yang ada di perkuliahan dengan memasukkan banyak use case terkait isu-isu terakhir tersebut. Danang menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk peningkatan keterkaitan bahan ajar dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, kurikulum itu harus dinamis dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Bahan ajar akan selalu valid, selalu up to date yang relevan ketika kita banyak memasukkan banyak use case dengan isu-isu terkini. Jadi konsep yang dikembangkan kelas divalidasi dengan data research yang dilakukan oleh dosen,” jelasnya

Adanya capian ini, Danang terus berupaya agar Fakultas Geografi dapat terus meningkatkan kualitasnya dari apa yang sudah tercapai saat ini dengan melaksanakan international research network (IRN) untuk memperdalam relasi dengan mitra-mitra terkait baik secara nasional maupun internasional. Selain itu, ia pun menekankan pentingnya memperbaiki riset yang sudah dilakukan serta publikasi-publikasi yang sudah ada. Menurutnya, reputasi sebuah lembaga tinggi ditentukan oleh bagaimana besar dampak dari penelitian yang dilakukan. “Kami terus memperbaiki kualitas riset, sehingga impact-nya besar ke masyarakat dan industri,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia pun menyinggung bahwa capaian ini juga merupakan hasil dari peran para alumni yang terus terikat dengan Fakultas Geografi, bahkan menurutnya hal ini merupakan kekuatan besar yang mereka miliki. Melalui alumni, Fakultas Geografi bekerja sama dengan tempat mereka bernaung, serta hal ini pun membuka kesempatan lebar untuk mendukung para mahasiswa yang ingin melaksanakan magang di sana.

Fakultas Geografi pun terus mendukung dan mendorong para alumni mereka untuk melanjutkan studi baik di dalam negeri maupun luar negeri, melalui pemberian rekomendasi untuk pengajuan beasiswa-beasiswa dari berbagai pihak.

Selanjutnya, ia pun berharap bahwa publik dapat memberikan masukkan kepada Fakultas Geografi agar dapat terus berkembang jadi lebih baik dari sebelumnya. Serta Fakultas Geografi dapat lebih berperan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat sesuai dengan kompetensi fakultas. “Kami ingin membangun kerja sama seluas-luasnya dengan mitra-mitra kita yang berada di luar institusi,” ujarnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Konsisten Riset Planet Berkelanjutan, Fakultas Geografi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/konsisten-riset-planet-berkelanjutan-fakultas-geografi-raih-peringkat-1-di-indonesia-versi-edurank/feed/ 0
Pakar UGM Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-desak-pemerintah-tinjau-ulang-rencana-pembukaan-lahan-20-juta-hektar/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-desak-pemerintah-tinjau-ulang-rencana-pembukaan-lahan-20-juta-hektar/#respond Sat, 18 Jan 2025 06:29:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74844 Pemerintah berencana membuka lahan pangan seluas kurang lebih 20 juta hektar. Hal ini dilontarkan oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Wacana tersebut menimbulkan berbagai beragam reaksi dari masyarakat. Para pakar di UGM sepakat menyampaikan rekomendasi bahwa hingga saat ini belum ada urgensi bagi pemerintah untuk membuka lahan baru secara […]

Artikel Pakar UGM Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah berencana membuka lahan pangan seluas kurang lebih 20 juta hektar. Hal ini dilontarkan oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Wacana tersebut menimbulkan berbagai beragam reaksi dari masyarakat. Para pakar di UGM sepakat menyampaikan rekomendasi bahwa hingga saat ini belum ada urgensi bagi pemerintah untuk membuka lahan baru secara besar-besaran. Meski kebijakan tersebut bertujuan untuk membuka ketersediaan sumber pangan. Sebaliknya, meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem pertanian yang ada saat ini yang dinilai belum belum optimal.

Hal itu mengemuka dalam seminar Pemikiran Bulaksumur yang yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar UGM yang bertajuk “Debat, Dilemma, dan Solusi Kebijakan 20 Juta Hektar Hutan untuk Pangan,” Kamis (16/01).

Pemerhati kebijakan sosial ekonomi pertanian, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyebutkan banyak faktor yang mempengaruhi stabilitas produksi pangan yang terganggu karena tidak efisiennya penggunaan pupuk, peralatan pertanian masih terbatas, hingga masih minimnya irigasi pertanian.

Selain itu, kondisi sektor pertanian dihadapkan pada persoalan rata-rata petani yang semakin menua dan tidak banyak anak muda yang tertarik dan berminat menjadi petani. “Tugas yang harus dilakukan pemerintah adalah mendorong masyarakat Indonesia usia muda untuk masuk ke dunia pertanian untuk regenerasi,” paparnya

Tidak hanya itu, kata Subejo, tingkat kompetensi SDM petani masih rendah dikarenakan sebagian besar pendidikan petani rata-rata hanya lulusan sekolah dasar. “Semua faktor tersebut perlu diperbaiki dan dikelola dengan baik akan sangat berpengaruh pada ketahanan pangan Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Soal kebijakan untuk melakukan alih fungsi lahan sebanyak 20 juta hektar yang direncanakan untuk sumber energi juga dinilai belum perlu untuk diimplementasikan. Pasalnya kebutuhan akan energi berbahan dasar kelapa sawit atau bioetanol masih bisa dicukupi dengan jumlah hutan sawit yang ada saat ini.

Disamping itu, pembukaan lahan hutan juga memiliki banyak efek samping yang akan dirasakan yang mana sesuai dalam rencana pembangunan berkelanjutan perlu mempertimbangkan keseimbangan keragaman hayati dan ketersediaan pangan.

Guru Besar Kehutanan UGM Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM, mengatakan pemerintah tidak perlu membuka lahan baru dengan merusak hutan namun dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan di hutan yang sudah tidak produktif atau terdegradasi. Apalagi pemerintah sudah berkomitmen menurunkan karbon emisi hingga kurang dari 198,27 juta ton pada tahun 2025. “Pembukaan lahan akan lebih tepat apabila memanfaatkan hutan degradasi menjadi produktif dan bisa bermanfaat untuk segi pangan dan lingkungan,” tegasnya.

Soal program proyek pangan yang dicanangkan pemerintah sekarang ini diakui Widiyatno sudah terjadi sejak zaman penjajahan sehingga sangat berpeluang menciptakan kerentanan traumatik. Pembukaan lahan tidak hanya berdampak pada keseimbangan alam tetapi juga keadaan sosial pada masyarakat yang terdampak. Pasalnya, para penduduk asli yang hidup di sekitar hutan diberi janji-janji dan harapan palsu oleh pemerintah. Berbagai macam cara digunakan untuk mendapatkan tanah-tanah yang ada di sana. “Pada akhirnya hanya menyebabkan konflik internal dalam masyarakat dikarenakan politik penguasaan tanah. Tanah mereka diambil namun kesejahteraan tidak mereka dapatkan,” katanya.

Untuk menghindari potensi konflik dengan masyarakat adat atau masyarakat yang tinggal disekitar hutan,  Antropolog UGM, Dr. Laksmi Adriani Savitri pemerintah diharapkan untuk meninjau ulang rencana pembukaan hutan seluas 20 juta hektar. “Masyarakat kita ingin diajak duduk dan bicara secara setara,” ungkapnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Freepik

Artikel Pakar UGM Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-desak-pemerintah-tinjau-ulang-rencana-pembukaan-lahan-20-juta-hektar/feed/ 0
UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-191-dokter-hewan-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-191-dokter-hewan-baru/#respond Fri, 17 Jan 2025 14:26:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74822 Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melantik 191 dokter baru, Kamis (16/1), di Grha Sabha Pramana. Pelantikan ini menjadi salah satu momen penting yang menandai kelulusan para dokter hewan baru yang siap untuk berkontribusi pada sektor kesehatan hewan dan masyarakat secara luas. Sejumlah dokter hewan yang dilantik terdiri dari 148 orang wanita dan 43 orang laki-laki. […]

Artikel UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melantik 191 dokter baru, Kamis (16/1), di Grha Sabha Pramana. Pelantikan ini menjadi salah satu momen penting yang menandai kelulusan para dokter hewan baru yang siap untuk berkontribusi pada sektor kesehatan hewan dan masyarakat secara luas. Sejumlah dokter hewan yang dilantik terdiri dari 148 orang wanita dan 43 orang laki-laki. Jumlah ini menambah dokter hewan yang telah diluluskan FKH UGM sebanyak 6.406 orang. Masa studi rata-rata dokter hewan baru adalah 5 tahun 8 bulan 11 hari dengan lulusan tercepat 5 tahun 5 bulan. Usia dokter hewan termuda periode ini adalah 21 tahun 11 bulan 14 hari. Sedangkan lulusan terbaik dokter hewan diraih oleh drh. Annisa Amalia Zahra dengan Indeks Predikat Kumulatif 4,00.

Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D mengungkapkan dari sejumlah dokter hewan baru yang dilantik pada hari itu sebanyak 55,2% sudah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum dinyatakan lulus dari profesi dokter hewan. Sebagian besar bekerja di Rumah Sakit Hewan atau klinik hewan, sedangkan sisanya bekerja di perusahaan, berwiraswasta, dan berkeinginan untuk melanjutkan studi. Dekan menegaskan pelantikan ini merupakan simbol dimulainya tanggung jawab baru bagi para dokter hewan karena mereka memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan hewan, yang pada gilirannya juga berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. “Kita tahu setelah 30 tahun Indonesia bebas PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), tiba-tiba sejak akhir 2024 melonjak lagi hingga hari ini. Kewajiban kita sebagai dokter hewan untuk membantu setiap upaya pemerintah,” ungkap Teguh.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit PMK, kata Teguh, Fakultas Kedokteran Hewan dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), serta Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PBPDHI)  menyelenggarakan seminar bersama untuk menetapkan rekomendasi dalam menanggulangi kasus PMK yang mulai merebak lagi. “Kegiatan ini menjadi komitmen kita bersama dan tentunya menjadi kewajiban kita untuk berkontribusi pada setiap upaya pengendalian penyakit pada hewan,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan bahwa profesi dokter hewan yang diemban oleh para lulusan nantinya berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama dalam pencapaian target kesehatan, perlindungan likungan, dan pengentasan kemiskinan. “Sumpah profesi yang sudah kalian ucapkan bukan sekedar formalitas, tapi sebagai komitmen moral dan profesional yang akan menjadi panduan dalam setiap langkah ke depan,” ujarnya.

Teguh berharap para dokter hewan baru akan selalu memegang teguh prinsip integritas, dedikasi, dan semangat untuk terus belajar karena dunia medis termasuk kedokteran hewan terus berkembang sehingga kompetensi diri harus selalu ditingkatkan. Dengan semangat baru dan pengetahuan yang telah diperoleh selama masa pendidikan, para lulusan siap untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi kesehatan hewan dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, ketua PBPDHI, Dr. drh. Muhammad Munawaroh, M.M., menyampaikan ucapan selamat pada ratusan dokter hewan FKH UGM yang baru dilantik. Ia berpesan agar tetap memegang nilai moral dan menjaga sikap profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Pahami dan amalkan kode etik profesi dokter hewan. Kode etik ini penting karena menjadi rambu-rambu bagi dokter hewan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat melakukan pemeriksaan hewan, kalian wajib mempertimbangkan martabat dokter hewan,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lantik-191-dokter-hewan-baru/feed/ 0