SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-13-penanganan-perubahan-iklim/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 08 Feb 2025 11:43:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/#respond Sat, 08 Feb 2025 01:35:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75683 Universitas Gadjah Mada telah dikenal sebagai salah satu kampus yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan.  Salah satu bentuk perwujudan kampus berkelanjutan, UGM menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersebar di berbagai sudut kampus. RTH di UGM bukan hanya […]

Artikel UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada telah dikenal sebagai salah satu kampus yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan.  Salah satu bentuk perwujudan kampus berkelanjutan, UGM menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersebar di berbagai sudut kampus. RTH di UGM bukan hanya difungsikan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga berperan sebagai penunjang luasan RTH di Kabupaten Sleman. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, saat ini luasan RTH di kabupaten ini berkisar sekitar 8,7 persen, masih jauh dari luasan ideal sebesar 30 persen dari total luas wilayah keseluruhan.

Untuk menegaskan komitmen tersebut, salah satu langkah signifikan yang akan dilakukan UGM adalah dengan merencanakan penambahan RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore yang telah mengalami proses perataan sepanjang Januari 2025 lalu.

Direktur Direktorat Aset, Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM., mengungkapkan proses perubahan ini merupakan bagian dari visi UGM untuk menciptakan kampus yang lebih ramah lingkungan dan dapat mendukung aktivitas akademik serta sosial dengan lebih baik. Penambahan RTH ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi sivitas akademik untuk beristirahat, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan alam di tengah kesibukan akademik yang padat.

“Posisi RTH ini sangat strategis, fungsinya selain memastikan air hujan tidak masuk ke gedung GIK juga sebagai barrier antara Jalan Kaliurang dan GIK. Nah, GIK sebagai melting plot antara kampus dan dunia industri akhirnya punya RTH yang public friendly,” kata Sarwadi, Sabtu (8/2).

Sarwadi menjelaskan, desain RTH ini nantinya tidak hanya berfokus pada estetika dan kenyamanan, tetapi tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Untuk itu, perencanaan dan pembangunan RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore akan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu ekologis, hidrologis, dan sosial. Pada aspek ekologis, tanaman yang digunakan akan didominasi oleh tanaman lokal yang memiliki kesesuaian terhadap kondisi lingkungan lokal. Penambahan tanaman ini akan meningkatkan kualitas ekosistem, mendukung konservasi flora maupun fauna, serta sebagai penyerap karbon dioksida (CO2) yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. “RTH ini tentunya juga berfungsi untuk rehabilitasi lahan bekas gedung. Penanaman vegetasi yang tepat akan memperbaiki kondisi tanah dan kualitas air,” jelasnya

Selanjutnya, pada aspek hidrologis, pembangunan RTH akan mengintegrasikan infrastruktur hijau, seperti sistem penyerapan air hujan ke dalam tanah yang merupakan bagian dari penataan lanskapnya, hal ini tentunya dapat mengurangi potensi banjir.

Sarwadi berujar, perubahan iklim global menyebabkan pergeseran pola cuaca yang membuat banyak kota semakin rentan terhadap persoalan hidrologis. RTH dapat berfungsi sebagai salah satu solusi adaptasi untuk menghadapi tantangan ini. “Dengan meningkatnya jumlah dan kualitas RTH di kawasan UGM, kita ingin memperkuat kontribusi dalam mitigasi dampak perubahan iklim,” harapnya.

Pada aspek sosial, Sarwadi pun menjelaskan, desain RTH akan memperhatikan prinsip aksesibilitas. Semua fasilitas nantinya akan dirancang agar bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Ia berharap keberadaan ruang hijau yang asri dapat memberikan tempat bagi individu untuk beristirahat sejenak, berjalan-jalan, atau berolahraga yang dapat mengurangi stress dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. “Saya kira sudah saatnya kita berkomitmen untuk menciptakan ruang untuk semua,” tutur Sarwadi.

Sarwadi berharap RTH di lahan eks gedung Gama Bookstore ini akan meningkatkan kualitas hidup sivitas akademik, mendukung kelestarian alam, serta menjadi ruang publik yang inklusif dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat di sekitar UGM. “Melalui proses perencanaan yang matang dan kolaborasi antar berbagai pihak, pembangunan RTH bisa menjadi ruang publik bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto    : Dokumentasi Direktorat Aset

 

Artikel UGM Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lahan Eks Gama Bookstore pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bangun-ruang-terbuka-hijau-di-lahan-eks-gama-bookstore/feed/ 0
Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/#respond Fri, 31 Jan 2025 08:49:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75260 Perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi. Pasalnya, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktren, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas […]

Artikel Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi. Pasalnya, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktren, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan.

Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada mengatakan diperlukan strategi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim terhadap fasilitas infrastruktur tranportasi. Ia menyebutkan pengembangan inovasi  bahan dan konstruksi dalam mendukung daya tahan infrastruktur sangat diperlukan. “Beberapa tindakan juga dapat dilakukan diantaranya dengan penggunaan material yang tahan terhadap perubahan iklim, pemberian air untuk pendingin pada saat udara panas, mengurangi periode penggantian jalan, manajemen lalulintas terutama pengaturan kendaraan berat, dan pengaturan mengenai standar desain perkerasan dan kendaraan,” kata Ikaputra dalam pada webinar bertema Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan dan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim, Kamis (23/1).

Namun demikian, imbuhnya, strategi yang ia sebutkan tidak mudah untuk dilakukan karena diperlukan pendanaan yang tidak sedikit untuk kebutuhan riset dan pengembangan. “Setidaknya memerlukan waktu dan biaya. Belum lagi adanya hambatan politis dan institusional karena adanya konflik kepentingan dan keterbatasan institusi untuk menerapkan teknologi baru,” paparnya

Dia menyampaikan Pustral UGM berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan ini melalui kolaborasi lintas disiplin. Kolaborasi antar akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan guna berbagi pengetahuan tentang praktik terbaik dari berbagai negara seperti Slovakia yang telah berhasil mengimplementasikan teknologi inovatif seperti High Modulus Asphalt Concrete (HMAC) dan Porous Asphalt. “Kami berharap diskusi hari ini dapat menginspirasi penerapan teknologi serupa di Indonesia,” terangnya.

Menurutnya para peneliti, solusi inovatif untuk meningkatkan daya tahan jalan melalui penggunaan material ramah lingkungan seperti nanokomposit, teknologi Warm Mix Asphalt (WMA), serta metode desain berbasis data iklim. Dengan pendekatan ini, para pihak terkait tentunya tidak hanya memperkuat ketahanan infrastruktur tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sementara Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc., Ph.D., selaku anggota Tim Ahli Pustral UGM sekaligus Ketua Program Studi Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM menyampaikan bahwa infrastruktur ramah lingkungan didesain dan  dibangun dengan prinsip meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, misalnya sumber daya  alam, polusi baik udara, air, tanah dan lainnya. Termasuk didalamnya dampak sosial terhadap masyarakat.

Infrastruktur ramah lingkungan, disebutnya, bertujuan untuk meningkatkan umur pemakaian infrastruktur dan mengurangi kebutuhan perawatan. “Beberapa bentuk perkerasan jalan yang ramah lingkungan diantaranya adalah penggunaan recycled materials untuk meminimalkan bahan terbuang, Permeable Pavement berpotensi mengurangi limpasan dan meningkatkan kualitas air, Biogenic Asphalt Technology yang mengurangi emisi karbon dioksida selama produksi, serta Warm Mix Asphalt yang memerlukan energi yang suhu yang lebih rendah selama pemrosesan,” ungkapnya.  

Latif mengakui perubahan iklim berdampak terhadap perkerasan, baik langsung maupun tidak langsung. Dampak secara langsung, perubahan iklim meningkatkan suhu yang dapat mengurangi kualitas perkerasan jalan. Demikian pula perubahan curah hujan yang berpengaruh terhadap kualitas permukaan dan stabilitas jalan khususnya pada tanah lempung atau air tanah tinggi yang meningkatkan risiko akan banjir. “Secara tidak langsung, perubahan iklim yang menurunkan kualitas permukaan dapat berpengaruh pada pengurangan keselamatan, peningkatan penggunaan kendaraan, namun mengurangi kecepatan. Hal ini tentunya dapat berpengaruh pula pada peningkatan kebisingan lalulintas,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Harian Terbit

Artikel Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/feed/ 0
Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/ https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/#respond Thu, 30 Jan 2025 07:52:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75215 Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku […]

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku tokoh lokal Desa Terapung yang dikenal sebagai peneliti dan ahli botani. Kehadirannya sungguh diharapkan mahasiswa dan masyarakat karena akan memberikan dukungan secara langsung, sekaligus memberikan arahan teknis. “Tentu saja kehadiran beliau untuk memberikan panduan bagi kami dalam proses penanaman mangrove agar lebih efektif dan berkelanjutan”, ujar Fauzan Aldi, salah satu anggota tim KKN-PPM UGM dari klaster Agrokompleks.

Fauzan Aldi menjelaskan hasil observasi tim Agrokompleks KKN-PPM UGM menunjukkan kondisi mangrove di pesisir Desa Terapung menghadapi tantangan serius dan berpotensi mengalami degradasi lingkungan. Meski, sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove oleh berbagai pihak tetapi tidak bertahan hidup. “Banyak tanaman tidak bertahan karena metode yang kurang tepat, seperti polybag yang tertinggal di dalam tanaman. Hal ini tentu mengakibatkan banyak tanaman mangrove gagal tumbuh dan mengalami kerusakan”, terangnya.

Untuk kegiatan kali ini, tim mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan penggantian tanaman mangrove yang rusak dan penambahan bibit baru dengan pendekatan yang lebih terencana. Tidak hanya untuk memulihkan ekosistem pesisir, penanaman mangrove diharapkan dapat juga melindungi dari ancaman abrasi.

Kegiatan inipun diharapkan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga, khususnya generasi muda. Anak-anak Desa Terapung yang turut terlibat kegiatan penanaman mangrove  mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan.”Kami memastikan semua bibit ditanam tanpa polybag, dan area tanam disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir setempat,” ucap Fauzan Aldi.

Arman mengapresiasi langkah mahasiswa KKN-PPM UGM. Ia sekaligus berterima kasih kepada tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton yang turut bersama dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini akan menjadi prasasti. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi rumah bagi berbagai biota laut di Desa Terapung,” ujar Arman.

Dengan penuh optimisme, Arman berharap kegiatan penanaman mangrove menjadi langkah awal dalam membangun sistem ketahanan lingkungan berbasis komunitas di Desa Terapung. Diharapkan pula cara ini menjadi model untuk diterapkan di wilayah pesisir lainnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Tim KKN-PPM UGM Buton

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/feed/ 0
Kebakaran Hutan di California Meluas, Pakar UGM Sebut Akibat Deforestasi dan Perubahan Iklim https://ugm.ac.id/id/berita/kebakaran-hutan-di-california-meluas-pakar-ugm-sebut-akibat-deforestasi-dan-perubahan-iklim/ https://ugm.ac.id/id/berita/kebakaran-hutan-di-california-meluas-pakar-ugm-sebut-akibat-deforestasi-dan-perubahan-iklim/#respond Fri, 24 Jan 2025 08:42:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75146 Kebakaran lahan di Los Angeles, California Selatan, Amerika Serikat (AS) yang melanda sejak 7 Januari lalu masih belum juga selesai dipadam bahkan cenderung meluas akibat angin kencang. Pemerintah setempat telah melakukan evakuasi lebih dari 180 ribu orang dan menelan korban setidaknya 28 orang yang meninggal, ribuan rumah puluhan ribu hektar lahan hangus terbakar. Bahkan baru-baru […]

Artikel Kebakaran Hutan di California Meluas, Pakar UGM Sebut Akibat Deforestasi dan Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebakaran lahan di Los Angeles, California Selatan, Amerika Serikat (AS) yang melanda sejak 7 Januari lalu masih belum juga selesai dipadam bahkan cenderung meluas akibat angin kencang. Pemerintah setempat telah melakukan evakuasi lebih dari 180 ribu orang dan menelan korban setidaknya 28 orang yang meninggal, ribuan rumah puluhan ribu hektar lahan hangus terbakar. Bahkan baru-baru ini, kebakaran hutan juga terjadi di utara Los Angeles seluas 8000 hektar lahan sehingga dilakukan evakuasi lebih dari 19 ribu orang.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., menuturkan bencana kebakaran hutan di Los Angeles ini menjadi peringatan bagi masyarakat dunia bahwa dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global akibat deforestasi sangat nyata. “Kebakaran hutan di California, tidak bisa dibaca dengan menggunakan satu sudut pandang sehingga faktornya tidak tunggal, namun sudah akumulasi komplek kehidupan super modern,” kata Priyono, Jumat (24/1).

Di kehidupan modern, kata Priyono,  infrastruktur alam seperti keberadaan sungai, anak sungai, performa bukit, ruang khusus habitat, ruang tumbuh selalu diabaikan. Sebaliknya justru dibangun adalah infrastruktur modern dengan menegasikan infrastruktur alam. Padahal, tata kelola hutan dan kehutanan yang mengembalikan poros kehidupan. “Selagi laju deforestasi tidak bisa dikendalikan dan juga dikejar dengan aksi-aksi rehabilitasi maka sebenarnya dengan kesadaran penuh kita sedang menunggu ‘sabda-sabda alam’ dengan adanya bencana semacam ini,”katanya.

Adanya kebakaran hutan dan bencana lainnya seperti banjir, longsor menurutnya Priyono menjadi petunjuk bahwa kehidupan harmoni antara manusia dengan alam seimbang. “Banyaknya ragam bencana alam sudah cukup menjadi alarm bagi tata kehidupan untuk kita kembali harmoni dengan kesemestaan secara utuh,” tegasnya.

Dosen Fakultas Kehutanan ini mengharapkan agar masyarakat, pemerintah, swasta untuk mendukung aksi-aksi mitigasi perubahan iklim untuk menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan hutan.  “Perlu adanya kesadaran global baru yang mendorong aksi kemanusian global yaitu Sedekah Ekologi. Sedekah ekologi selama ini dipinggirkan ekstrimnya selalu diabaikan, seandainya ada itu hanya sebagian kecil saja,” katanya Ketua Umum Masyarakat Agroforestri Indonesia (MAFI).

Sedekah Ekologi yang dimaksud oleh Priyono tidak sebatas program rehabilitasi lahan atau aksi reboisasi namun diperluas dimana desain arsitektur pembangunan yang dihasilkan memberikan jaminan tumbuh dan berkembangnya instrumen-instrumen alam seperti hutan, sungai dan ruang habitat alam lainnya.

Penulis    : Tiefany

Editor      : Gusti Grehenson

Foto        : Bloomberg dan Times of India

Artikel Kebakaran Hutan di California Meluas, Pakar UGM Sebut Akibat Deforestasi dan Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kebakaran-hutan-di-california-meluas-pakar-ugm-sebut-akibat-deforestasi-dan-perubahan-iklim/feed/ 0
Konsisten Riset Planet Berkelanjutan, Fakultas Geografi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/konsisten-riset-planet-berkelanjutan-fakultas-geografi-raih-peringkat-1-di-indonesia-versi-edurank/ https://ugm.ac.id/id/berita/konsisten-riset-planet-berkelanjutan-fakultas-geografi-raih-peringkat-1-di-indonesia-versi-edurank/#respond Thu, 23 Jan 2025 03:11:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75064 Dedikasi Fakultas Geografi UGM dalam melaksanakan riset yang yang berkaitan dengan isu-isu terkini soal planet berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat global ternyata berhasil mengantarkan Fakultas ini meraih peringkat 1 di Indonesia versi EduRank tahun 2024. Dari hasil pemeringkatan tersebut, untuk bidang geografi dan Kartografi, Fakultas Geografi UGM berada di peringkat 1, disusul IPB […]

Artikel Konsisten Riset Planet Berkelanjutan, Fakultas Geografi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dedikasi Fakultas Geografi UGM dalam melaksanakan riset yang yang berkaitan dengan isu-isu terkini soal planet berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat global ternyata berhasil mengantarkan Fakultas ini meraih peringkat 1 di Indonesia versi EduRank tahun 2024.

Dari hasil pemeringkatan tersebut, untuk bidang geografi dan Kartografi, Fakultas Geografi UGM berada di peringkat 1, disusul IPB dan UI di peringkat 2 dan 3. Selanjutnya untuk peringkat 4 hingga 10, yakni ITB, Undip, Universitas Brawijaya, ITS, Universitas Syiah Kuala, Universitas Padjajaran dan Universitas Sebelas Maret.

Menanggapi hasil capaian tersebut, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc selaku Dekan  Fakultas Geografi UGM mengungkapkan rasa syukur, senang dan bangganya. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa Fakultas Geografi telah melakukan perbaikan secara berkelanjutan  di banyak aspek. Namun pencapaian tersebut merupakan usaha kolektif dari seluruh kolega dari dosen, tendik, mahasiswa, alumni, dan juga mitra. “Kami sangat bersyukur menjadi institusi yang sudah menjadi referensi di tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (23/1).

Selain itu, kata Danang, Fakultas Geografi pun terus mendorong para dosennya untuk melakukan research collaboration untuk meningkatkan produktivitas dan juga kualitas research. Danang menekankan bahwa penting untuk membangun research environment yang baik untuk mencapai hal tersebut.

Ia pun menambahkan bawa capaian ini, tak dianggapnya sebagai tujuan hasil akhir, melainkan bonus buah hasil dari proses panjang tridarma yang sudah dilakukan oleh Fakultas Geografi kepada masyarakat dengan memberikan manfaat kepada mereka, baik pemerintah pusat, daerah, industri, maupun mitra-mitra internasional.

Ada pun fokus penelitian yang Fakultas Geografi yang telah dilakukan saat ini berfokus pada isu-isu global yang berdampak besar bagi banyak orang, dan berfokus pada sustainable planet, dengan isu-isu seperti iklim, kebencanaan, degradasi lahan, migrasi, bonus demografi, aging population, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, smart and sustainable city, village and regional, regional development, dan yang tengah marak saat ini adalah tentang artificial intelligence (AI). Danang menjelaskan, bahwa AI digunakan untuk penggunaan membantu penelitian Fakultas Geografi dengan teknologi remote sensing advance GIS (Geographic Information Systems).

Riset-riset kemudian dibagi beberapa kelompok penelitian yang disesuaikan dengan interest para dosen, serta Fakultas Geografi gunakan juga digunakan untuk memperkaya bahan ajar yang ada di perkuliahan dengan memasukkan banyak use case terkait isu-isu terakhir tersebut. Danang menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk peningkatan keterkaitan bahan ajar dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, kurikulum itu harus dinamis dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Bahan ajar akan selalu valid, selalu up to date yang relevan ketika kita banyak memasukkan banyak use case dengan isu-isu terkini. Jadi konsep yang dikembangkan kelas divalidasi dengan data research yang dilakukan oleh dosen,” jelasnya

Adanya capian ini, Danang terus berupaya agar Fakultas Geografi dapat terus meningkatkan kualitasnya dari apa yang sudah tercapai saat ini dengan melaksanakan international research network (IRN) untuk memperdalam relasi dengan mitra-mitra terkait baik secara nasional maupun internasional. Selain itu, ia pun menekankan pentingnya memperbaiki riset yang sudah dilakukan serta publikasi-publikasi yang sudah ada. Menurutnya, reputasi sebuah lembaga tinggi ditentukan oleh bagaimana besar dampak dari penelitian yang dilakukan. “Kami terus memperbaiki kualitas riset, sehingga impact-nya besar ke masyarakat dan industri,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia pun menyinggung bahwa capaian ini juga merupakan hasil dari peran para alumni yang terus terikat dengan Fakultas Geografi, bahkan menurutnya hal ini merupakan kekuatan besar yang mereka miliki. Melalui alumni, Fakultas Geografi bekerja sama dengan tempat mereka bernaung, serta hal ini pun membuka kesempatan lebar untuk mendukung para mahasiswa yang ingin melaksanakan magang di sana.

Fakultas Geografi pun terus mendukung dan mendorong para alumni mereka untuk melanjutkan studi baik di dalam negeri maupun luar negeri, melalui pemberian rekomendasi untuk pengajuan beasiswa-beasiswa dari berbagai pihak.

Selanjutnya, ia pun berharap bahwa publik dapat memberikan masukkan kepada Fakultas Geografi agar dapat terus berkembang jadi lebih baik dari sebelumnya. Serta Fakultas Geografi dapat lebih berperan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat sesuai dengan kompetensi fakultas. “Kami ingin membangun kerja sama seluas-luasnya dengan mitra-mitra kita yang berada di luar institusi,” ujarnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Konsisten Riset Planet Berkelanjutan, Fakultas Geografi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/konsisten-riset-planet-berkelanjutan-fakultas-geografi-raih-peringkat-1-di-indonesia-versi-edurank/feed/ 0
Pakar UGM Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-desak-pemerintah-tinjau-ulang-rencana-pembukaan-lahan-20-juta-hektar/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-desak-pemerintah-tinjau-ulang-rencana-pembukaan-lahan-20-juta-hektar/#respond Sat, 18 Jan 2025 06:29:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74844 Pemerintah berencana membuka lahan pangan seluas kurang lebih 20 juta hektar. Hal ini dilontarkan oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Wacana tersebut menimbulkan berbagai beragam reaksi dari masyarakat. Para pakar di UGM sepakat menyampaikan rekomendasi bahwa hingga saat ini belum ada urgensi bagi pemerintah untuk membuka lahan baru secara […]

Artikel Pakar UGM Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah berencana membuka lahan pangan seluas kurang lebih 20 juta hektar. Hal ini dilontarkan oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Wacana tersebut menimbulkan berbagai beragam reaksi dari masyarakat. Para pakar di UGM sepakat menyampaikan rekomendasi bahwa hingga saat ini belum ada urgensi bagi pemerintah untuk membuka lahan baru secara besar-besaran. Meski kebijakan tersebut bertujuan untuk membuka ketersediaan sumber pangan. Sebaliknya, meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem pertanian yang ada saat ini yang dinilai belum belum optimal.

Hal itu mengemuka dalam seminar Pemikiran Bulaksumur yang yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar UGM yang bertajuk “Debat, Dilemma, dan Solusi Kebijakan 20 Juta Hektar Hutan untuk Pangan,” Kamis (16/01).

Pemerhati kebijakan sosial ekonomi pertanian, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyebutkan banyak faktor yang mempengaruhi stabilitas produksi pangan yang terganggu karena tidak efisiennya penggunaan pupuk, peralatan pertanian masih terbatas, hingga masih minimnya irigasi pertanian.

Selain itu, kondisi sektor pertanian dihadapkan pada persoalan rata-rata petani yang semakin menua dan tidak banyak anak muda yang tertarik dan berminat menjadi petani. “Tugas yang harus dilakukan pemerintah adalah mendorong masyarakat Indonesia usia muda untuk masuk ke dunia pertanian untuk regenerasi,” paparnya

Tidak hanya itu, kata Subejo, tingkat kompetensi SDM petani masih rendah dikarenakan sebagian besar pendidikan petani rata-rata hanya lulusan sekolah dasar. “Semua faktor tersebut perlu diperbaiki dan dikelola dengan baik akan sangat berpengaruh pada ketahanan pangan Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Soal kebijakan untuk melakukan alih fungsi lahan sebanyak 20 juta hektar yang direncanakan untuk sumber energi juga dinilai belum perlu untuk diimplementasikan. Pasalnya kebutuhan akan energi berbahan dasar kelapa sawit atau bioetanol masih bisa dicukupi dengan jumlah hutan sawit yang ada saat ini.

Disamping itu, pembukaan lahan hutan juga memiliki banyak efek samping yang akan dirasakan yang mana sesuai dalam rencana pembangunan berkelanjutan perlu mempertimbangkan keseimbangan keragaman hayati dan ketersediaan pangan.

Guru Besar Kehutanan UGM Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM, mengatakan pemerintah tidak perlu membuka lahan baru dengan merusak hutan namun dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan di hutan yang sudah tidak produktif atau terdegradasi. Apalagi pemerintah sudah berkomitmen menurunkan karbon emisi hingga kurang dari 198,27 juta ton pada tahun 2025. “Pembukaan lahan akan lebih tepat apabila memanfaatkan hutan degradasi menjadi produktif dan bisa bermanfaat untuk segi pangan dan lingkungan,” tegasnya.

Soal program proyek pangan yang dicanangkan pemerintah sekarang ini diakui Widiyatno sudah terjadi sejak zaman penjajahan sehingga sangat berpeluang menciptakan kerentanan traumatik. Pembukaan lahan tidak hanya berdampak pada keseimbangan alam tetapi juga keadaan sosial pada masyarakat yang terdampak. Pasalnya, para penduduk asli yang hidup di sekitar hutan diberi janji-janji dan harapan palsu oleh pemerintah. Berbagai macam cara digunakan untuk mendapatkan tanah-tanah yang ada di sana. “Pada akhirnya hanya menyebabkan konflik internal dalam masyarakat dikarenakan politik penguasaan tanah. Tanah mereka diambil namun kesejahteraan tidak mereka dapatkan,” katanya.

Untuk menghindari potensi konflik dengan masyarakat adat atau masyarakat yang tinggal disekitar hutan,  Antropolog UGM, Dr. Laksmi Adriani Savitri pemerintah diharapkan untuk meninjau ulang rencana pembukaan hutan seluas 20 juta hektar. “Masyarakat kita ingin diajak duduk dan bicara secara setara,” ungkapnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Freepik

Artikel Pakar UGM Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-desak-pemerintah-tinjau-ulang-rencana-pembukaan-lahan-20-juta-hektar/feed/ 0
UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/#respond Mon, 30 Dec 2024 08:32:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74276 Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasinya dalam bidang sustainability (berkelanjutan), sebagaimana tercermin dari pencapaiannya dalam QS World University Ranking: Sustainability 2025. Di tahun ini, UGM berhasil menduduki peringkat ke-131 dunia, peringkat ke-1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam kategori Good Governance dengan skor yang mengesankan, yakni 91,5. Indikator Tata kelola (governance) merupakan komponen penting dalam pemeringkatan ini, mewakili 10% […]

Artikel UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasinya dalam bidang sustainability (berkelanjutan), sebagaimana tercermin dari pencapaiannya dalam QS World University Ranking: Sustainability 2025. Di tahun ini, UGM berhasil menduduki peringkat ke-131 dunia, peringkat ke-1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam kategori Good Governance dengan skor yang mengesankan, yakni 91,5. Indikator Tata kelola (governance) merupakan komponen penting dalam pemeringkatan ini, mewakili 10% dari total skor, yang turut mendorong kemajuan UGM dalam praktik keberlanjutan.

Secara keseluruhan, UGM berhasil meraih peringkat ke-383 dunia, yang menjadi sebuah lonjakan signifikan dari posisi sebelumnya di peringkat 476. Peningkatan UGM sangat terlihat di dua kategori lainnya: Environmental Impact (Dampak Lingkungan), di mana UGM menempati posisi ke-358 dunia dan ke-2 di Indonesia, dan Social Impact (Dampak Sosial), di posisi ke-581 dan ke-1 di Indonesia.

Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran civitas akademika UGM melalui Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) yang bertindak sebagai pelaksana Kantor Berkelanjutan UGM. Seperti diketahui, SPMRU memiliki tugas utama dalam memastikan pengumpulan data dan pelaporan yang komprehensif, memahami dengan mendetail setiap indikator keberlanjutan, serta berperan penting dalam menyusun strategi peningkatan kinerja UGM sesuai indikator peringkat dan bekerja sama dengan seluruh unit pelaksana yang ada di universitas.

Kepala SPMRU UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., menyampaikan bahwa salah satu langkah strategis yang diambil UGM adalah pendekatan komprehensif dalam memahami dan memenuhi setiap indikator pemeringkatan. “Melalui kajian mendalam dan kolaborasi erat dengan unit-unit kerja terkait, SPMRU dengan Kantor Berkelanjutannya berhasil mengarahkan UGM untuk memenuhi standar tata kelola keberlanjutan global,” tutur Indra ketika diwawancara di Kampus UGM, Senin (30/12).

Dalam metrik tata kelola (governance) QS WUR Sustainbility, kata Indra di ada sejumlah aspek yang dinilai dari tata kelola, riset dan keuangan, yang di antaranya Ethics Culture, Open-Access Publishing, Dedicated staff / team for Sustainable Development, Transparent financial reporting, Student’s Union, Student Representation in Governance, Published governance minutes, National Signatory to UN charter against torture, Staff perception on institutional ethics, serta Policy Citations (Governance).

Melalui aspek tata kelola tersebut, UGM telah menunjukkan performa yang sangat baik dalam beberapa indikatornya, seperti budaya etika dan publikasi terbuka (open-access publishing), serta perwakilan mahasiswa dalam tata kelola. Sebagai contoh, UGM menempatkan nilai penting pada transparansi dengan adanya sistem pelaporan yang dapat diakses publik, seperti melalui platform whistleblowing di UGM, serta laporan keuangan yang dipublikasikan secara rutin.

Berbagai program juga mendukung aspek-aspek tata kelola ini, di antaranya mengenai Budaya Etika (Ethics Culture) dimana UGM memiliki kebijakan yang jelas terkait nilai-nilai seperti keragaman, kejujuran, dan keadilan, yang didokumentasikan dalam rencana strategis universitas dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan organisasi. Pelatihan tentang nilai-nilai ini diberikan kepada staf dan mahasiswa. Selain itu, terdapat transparansi keuangan (Transparent Financial Reporting) dimana laporan keuangan UGM dipublikasikan setiap tahun, dan dapat diakses melalui laman resmi UGM.

Dengan berbagai upaya tersebut, UGM berhasil meningkatkan tata kelolanya, yang tercermin dalam skor tinggi di QS Sustainability Ranking. Keterlibatan mahasiswa dalam tata kelola universitas juga merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi pada skor ini.  “UGM juga memiliki serikat mahasiswa yang mewakili mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, dengan kegiatan yang meliputi keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan di tingkat universitas, ini juga menjadi aspek yang dinilai oleh QS Ranking,” katanya.

Meskipun begitu, UGM masih tetap menyadari adanya tantangan yang harus dihadapi untuk terus meningkatkan indikator tata kelola, salah satunya adalah pemahaman yang merata tentang proses bisnis lintas unit. Tantangan ini seringkali menyebabkan kesulitan dalam menerjemahkan kebijakan menjadi sistem tata kelola yang efisien, seperti dalam hal pelaporan, pencatatan, dan layanan administrasi.

UGM berkomitmen untuk memperbarui kebijakan dan proses bisnis, mengembangkan sistem tata kelola yang lebih baik, dan melakukan benchmarking dengan universitas lain yang memiliki peringkat lebih tinggi serta memperkuat upaya untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya tata kelola yang baik dan dampaknya terhadap reputasi universitas.

Selain itu, UGM akan terus mendorong partisipasi seluruh sivitas akademika dalam mendukung tata kelola yang lebih baik, dengan menekankan dampak positif dari peningkatan reputasi universitas. Peningkatan reputasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerjasama global yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh komunitas UGM. Dengan strategi tersebut, UGM berkomitmen untuk terus mengakar kuat menjulang tinggi dengan mengedepankan kampus yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis      : Lintang

Editor        : Gusti Grehenson

Artikel UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/feed/ 0
1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/ https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/#respond Fri, 20 Dec 2024 03:50:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74116 Sebanyak 1.026 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata  Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Ribuan mahasiswa ini terbagi dalam 42 unit yang tersebar 17 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian hingga 50 hari ke depan. Ketujuh Belas provinsi tersebut diantaranya DIY, Bali, […]

Artikel 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Sebanyak 1.026 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata  Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Ribuan mahasiswa ini terbagi dalam 42 unit yang tersebar 17 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian hingga 50 hari ke depan. Ketujuh Belas provinsi tersebut diantaranya DIY, Bali, Jawa Barat Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kaltim, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan Bengkulu.

Penerjunan mahasiswa KKN dilaksanakan simbolis dengan penyematan topi dan atribut KKN yang dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria M.Sc. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., Kamis (19/12), di aula joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Arie Sujito dalam laporannya menyampaikan jumlah mahasiswa peserta KKN-PPM UGM Periode 4 ini sebanyak 1.026 mahasiswa, terdiri atas 42 unit yang tersebar 17 provinsi, 36 kabupaten, 42 kecamatan, dan 84 desa/kelurahan di Indonesia. “Termasuk menjangkau daerah 3T seperti di Papua Barat Daya dan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Arie memberikan wejangan ke mahasiswa agar selalu belajar dari masyarakat dan mengutamakan keselamatan diri dan tim. Tidak hanya keselamatan fisik, Arie juga berpesan untuk menjaga satu sama lain dari pelecehan seksual. “Lindungi teman-teman kalian, lindungi nama baik almamater UGM,” kata Arie.

Senada dengan Arie, Wamen Komdigi, Nezar Patria, berpesan bahwa mahasiswa harus bisa mengontrol diri sendiri dan tim. Program KKN ini merupakan kesempatan untuk membangun tim yang tidak egois dan selalu berempati dengan kawan dan masyarakat. “Anda akan membuktikan kepada masyarakat bahwa apa yang kalian pelajari bisa diterapkan di masyarakat,” pesannya.

Nezar mengenang kisahnya saat melakukan KKN di Purworejo pada tahun 1994. Ia berpesan agar mahasiswa dapat meneruskan perjuangan dan pengabdian yang telah dilakukan UGM sejak dahulu. Mahasiswa harus membuka hati dan telinga ketika mendengarkan masalah di masyarakat. “Dengan demikian kalian akan belajar bahwa untuk menemukan jalan keluar yang tepat bagi masyarakat,” ucap Nezar.

Salah satu mahasiswa KKN yang akan ditempatkan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyambut antusias program KKN tahun ini. Catharina dari Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, memilih Raja Ampat sebagai lokasi KKN karena lokasi tersebut memiliki potensi untuk dieksplorasi lebih dalam. Melanjutkan pengabdian di KKN-PPM Periode 2, Tim Sorai Waisai Raja Ampat akan berusaha mengembangkan ekowisata melalui kelestarian hutan dan konservasi laut. “Kami berharap pengabdian ini dapat bermanfaat dan meninggalkan impresi yang berkesan bagi masyarakat sekitar,” pungkas Catharina.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/feed/ 0
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/#respond Wed, 18 Dec 2024 08:02:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74028 Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai di Pantai Baru, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/12). Dalam kegiatan bersih-bersih pantai, ini diisi pula dengan kegiatan lomba fotografi dan pemberian apresiasi kepada […]

Artikel Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai di Pantai Baru, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/12).

Dalam kegiatan bersih-bersih pantai, ini diisi pula dengan kegiatan lomba fotografi dan pemberian apresiasi kepada kelompok yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dan menampilkan kreativitas terbaik. Karena itu sebelum pelaksanaan bersih-bersih, sebanyak 50 peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan sejumlah peralatan seperti trashbag, sapu, serok sampah, dan keranjang untuk memudahkan pengumpulan sampah.

Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengatakan kegiatan pengabdian oleh mahasiswa Magister Ilmu Perikanan, dosen dan para tenaga kependidikan menjadi peran nyata dalam pelestarian ekosistem sekaligus penyegaran setelah menjalani ujian akhir semester. “Setelah melewati ujian yang melelahkan, kegiatan bersih pantai ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengalihkan pikiran dan berkontribusi positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan inipun mendapat dukungan keterlibatan dari kelompok wisata Pantai Baru dan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam bersih-bersih pantai. Dengan melibatkan masyarakat dan komunitas setempat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran dan pengaplikasian ilmu yang erat kaitannya dengan ekosistem laut dan pesisir. Sebagai generasi yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan maka menjaga kelestarian ekosistem laut menjadi tanggung jawab bersama. ”Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata,” terangnya.

Secara keseluruhan aktivitas bersih-bersih pantai berjalan lancar dan tertib. Secara detail, mereka memastikan seluruh kawasan pantai terjangkau oleh aksi bersih-bersih ini. Kegiatan inipun dimeriahkan dengan sesi ramah tamah, dan setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menampilkan hiburan seperti lagu, pantun, puisi, dan tebak gaya.

Suwandi selaku aktivis dan Ketua Kelompok Wisata Pantai Baru menyatakan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Dia mengakui pantai di Kawasan Bantul sering menerima tumpukan sampah, terutama dari muara sungai yang meningkat drastis pada bulan Desember hingga Februari. “Bersih pantai ini tentu sangat membantu kami sebagai pengelola pantai, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir,” ungkapnya.

Sebagai hasilnya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil membersihkan area pesisir, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif kepada para peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan di masa mendatang. ”Tentunya program ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi  menjadi wujud nyata kontribusi kalangan kampus bagi keberlanjutan lingkungan pesisir”, imbuh Suwandi.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/feed/ 0
Rintis Pembangunan Wanagama Nusantara, Tiga Alumnus UGM Raih Penghargaan   https://ugm.ac.id/id/berita/rintis-pembangunan-wanagama-nusantara-tiga-alumnus-ugm-raih-penghargaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/rintis-pembangunan-wanagama-nusantara-tiga-alumnus-ugm-raih-penghargaan/#respond Sun, 15 Dec 2024 15:07:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73884 Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan temu alumni bertajuk “Sinergi UGM dan Kagama” di Grha Sabha Pramana, Sabtu (14/12) malam. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Ke-75 dan Lustrum Ke-15 UGM yang mengusung semangat harmoni dan sinergi antara UGM dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).   Di acara temu alumni ini juga menjadi momentum […]

Artikel Rintis Pembangunan Wanagama Nusantara, Tiga Alumnus UGM Raih Penghargaan   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan temu alumni bertajuk “Sinergi UGM dan Kagama” di Grha Sabha Pramana, Sabtu (14/12) malam. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Ke-75 dan Lustrum Ke-15 UGM yang mengusung semangat harmoni dan sinergi antara UGM dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).  

Di acara temu alumni ini juga menjadi momentum pemberian penghargaan bagi tiga alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang dinilai ikut berkontribusi besar dalam pembangunan Wanagama Nusantara, sebuah kawasan pendidikan dan konservasi seluas 621 hektare di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketiga alumnus tersebut adalah Muchamad Sumedi mendapatkan penghargaan atas dedikasinya dalam rehabilitasi hutan dan lahan, Pungky Widiaryanto fokus pada pengembangan sumber daya air dan kehutanan, dan Dyah Murtiningsih berperan dalam pengelolaan gas serta rehabilitasi hutan. Adanya kehadiran Wanagama Nusantara diharapkan menjadi pusat pendidikan berbasis lingkungan yang dapat diakses oleh masyarakat luas sekaligus mencerminkan komitmen UGM dalam melestarikan hutan Indonesia. Pemberian penghargaan Kagama Award ini diserahkan langsung oleh Rektor UGM Prof.dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp. OG(K)., Ph.D., dan Ketua Umum PP Kagama Basuki Hadimulyono.

Selain pemberian penghargaan, juga diadakan lelang batik dan wastra yang hasilnya digunakan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu. Selaras dengan hal tersebut, ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Pelestarian Hidup PP Kagama, Sulastama Raharja, S.T., M.T., melaporkan bahwa Kagama telah menyalurkan Rp1,434 miliar kepada 453 mahasiswa melalui Program Beasiswa Kagama. 

 

Dikatakan Sulastama, program Orang Tua Asuh Gadjah Mada Peduli telah memberikan bantuan Rp605 juta kepada 25 mahasiswa, sementara Program Gadjah Mada Peduli membantu 108 mahasiswa dengan total Rp298 juta. Laporan ini kemudian disusul dengan penyerahan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa yang hadir.

Ketua Dies Natalis Ke-75 dan Lustrum Ke-15 UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada alumni atas dukungan mereka yang terus-menerus untuk almamater, terutama melalui program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Hal ini menegaskan komitmen UGM sebagai kampus kerakyatan yang menjunjung inklusivitas tanpa diskriminasi untuk memberikan akses pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat. “UGM selalu punya prinsip, tidak boleh ada yang tidak kuliah hanya karena tidak punya uang,” ujarnya. 

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., juga menyoroti sinergi antara UGM dan Kagama melalui berbagai program kolaboratif seperti Gadjah Mada Peduli, Orang Tua Asuh, hilirisasi riset dosen, hingga alumni yang berkontribusi bagi pengembangan kampus. Menurutnya alumni juga diharapkan ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sebagai praktisi mengajar serta mendukung riset dan pengembangan untuk menjadikan UGM pusat inovasi di Indonesia. “Kami berharap momentum ini semakin merekatkan sinergi kita antara Kagama dan UGM,” ungkapnya.

Penulis   : Rahma Khoirunnisa

Editor     : Gusti Grehenson

Foto       : Donnie

Artikel Rintis Pembangunan Wanagama Nusantara, Tiga Alumnus UGM Raih Penghargaan   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rintis-pembangunan-wanagama-nusantara-tiga-alumnus-ugm-raih-penghargaan/feed/ 0