SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-11-kota-dan-pemukiman-yang-berkelanjutan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 30 Jan 2025 08:05:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/ https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/#respond Thu, 30 Jan 2025 07:52:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75215 Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku […]

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku tokoh lokal Desa Terapung yang dikenal sebagai peneliti dan ahli botani. Kehadirannya sungguh diharapkan mahasiswa dan masyarakat karena akan memberikan dukungan secara langsung, sekaligus memberikan arahan teknis. “Tentu saja kehadiran beliau untuk memberikan panduan bagi kami dalam proses penanaman mangrove agar lebih efektif dan berkelanjutan”, ujar Fauzan Aldi, salah satu anggota tim KKN-PPM UGM dari klaster Agrokompleks.

Fauzan Aldi menjelaskan hasil observasi tim Agrokompleks KKN-PPM UGM menunjukkan kondisi mangrove di pesisir Desa Terapung menghadapi tantangan serius dan berpotensi mengalami degradasi lingkungan. Meski, sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove oleh berbagai pihak tetapi tidak bertahan hidup. “Banyak tanaman tidak bertahan karena metode yang kurang tepat, seperti polybag yang tertinggal di dalam tanaman. Hal ini tentu mengakibatkan banyak tanaman mangrove gagal tumbuh dan mengalami kerusakan”, terangnya.

Untuk kegiatan kali ini, tim mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan penggantian tanaman mangrove yang rusak dan penambahan bibit baru dengan pendekatan yang lebih terencana. Tidak hanya untuk memulihkan ekosistem pesisir, penanaman mangrove diharapkan dapat juga melindungi dari ancaman abrasi.

Kegiatan inipun diharapkan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga, khususnya generasi muda. Anak-anak Desa Terapung yang turut terlibat kegiatan penanaman mangrove  mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan.”Kami memastikan semua bibit ditanam tanpa polybag, dan area tanam disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir setempat,” ucap Fauzan Aldi.

Arman mengapresiasi langkah mahasiswa KKN-PPM UGM. Ia sekaligus berterima kasih kepada tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton yang turut bersama dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini akan menjadi prasasti. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi rumah bagi berbagai biota laut di Desa Terapung,” ujar Arman.

Dengan penuh optimisme, Arman berharap kegiatan penanaman mangrove menjadi langkah awal dalam membangun sistem ketahanan lingkungan berbasis komunitas di Desa Terapung. Diharapkan pula cara ini menjadi model untuk diterapkan di wilayah pesisir lainnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Tim KKN-PPM UGM Buton

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/feed/ 0
UGM dan WSU Gelar International Summer Course Soal Biodiversitas di Gunungkidul dan Tarakan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-wsu-gelar-international-summer-course-soal-biodiversitas-di-gunungkidul-dan-tarakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-wsu-gelar-international-summer-course-soal-biodiversitas-di-gunungkidul-dan-tarakan/#respond Thu, 30 Jan 2025 02:21:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75207 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Western Sydney University (WSU) resmi membuka International Summer Course (ISC) bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 21-23 Januari 2025 dan dilanjutkan di Tarakan, Kalimantan Utara pada 24 Januari – 8 Februari 2025. Acara […]

Artikel UGM dan WSU Gelar International Summer Course Soal Biodiversitas di Gunungkidul dan Tarakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Western Sydney University (WSU) resmi membuka International Summer Course (ISC) bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 21-23 Januari 2025 dan dilanjutkan di Tarakan, Kalimantan Utara pada 24 Januari – 8 Februari 2025.

Acara pembukaan ISC ini dihadiri oleh 16 mahasiswa WSU, 6 mahasiswa UGM, 3 dosen WSU, dan beberapa dosen Biologi UGM. Pembukaan diawali dengan laporan dari Dr. Eko Agus Suyono, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, yang juga bertindak sebagai Ketua Penyelenggara International Summer Course. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara UGM dan WSU yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir,” kata Eko, Kamis (30/1).

Prof. John Charles Hunt, selaku perwakilan dari WSU, berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut dan memperluas kolaborasi dalam bidang riset dan akademik di masa depan. Hal senada juga diungkapkan oleh Prof. Dr. Puji Astuti, selaku Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama ini, dan menyebutkan bahwa ISC ini adalah yang kedua di bulan Januari 2025 setelah kolaborasi dengan Monash University dengan Sekolah Vokasi UGM. “saya kira fokus dari summer course yang mengangkat isu biodiversitas dan keberlanjutan lingkungan serta peran UGM dalam mendukung konservasi di Kalimantan dan Papua,” katanya.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, menuturkan Yogyakarta merupakan tempat yang istimewa dengan kekayaan budaya dan alamnya, dan berharap para peserta ISC dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai aspek selama kegiatan di Yogyakarta.

Para peserta kursus musim panas ini melakukan kunjungan ke Museum Biologi UGM, yang dipandu oleh Donan Satria, M.Sc., Dosen Sistematika Hewan Fakultas Biologi. Para peserta sangat antusias menyimak penjelasan mengenai sejarah, peran, dan berbagai koleksi yang ada di museum ini.

Selanjutnya, para peserta melakukan aktivitas lapangan di Marine Riset Station Fakultas Biologi di Pantai Porok, Gunung Kidul. Kegiatan ini meliputi sampling intertidal dan pengamatan keanekaragaman hayati di pantai tersebut. Eksplorasi tersebut dipandu oleh Dr. Rury Eprilurahman yang berfokus pada hewan dan Dr.Eng. Thoriq Teja Samudra terkait Makroalga. Martin Holland, Koordinator International Summer Course dari WSU, menyampaikan bahwa field trip ini menjadi pemanasan sebelum agenda utama summer course di Tarakan, Kalimantan.

Melalui ISC ini, kata Budi daryono, kolaborasi antara WSU dan Fakultas Biologi UGM dapat semakin erat, membuka peluang untuk kerjasama lebih lanjut dalam bidang akademik dan riset, serta berkontribusi dalam pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan. “Melalui semangat kolaborasi ini, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat berlanjut dan mempererat hubungan antara UGM dan WSU, serta mendukung upaya konservasi dan pelestarian alam di Indonesia dan global,” pungkasnya.

Reportase :  Ichsan Risalba/Fak.Biologi

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan WSU Gelar International Summer Course Soal Biodiversitas di Gunungkidul dan Tarakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-wsu-gelar-international-summer-course-soal-biodiversitas-di-gunungkidul-dan-tarakan/feed/ 0
Mahasiswa KKN PPM UGM Bikin Fermentasi Pakan Ternak dan Pengenalan Teknologi Pengolahan Air Bersih di Pacitan https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-bikin-fermentasi-pakan-ternak-dan-pengenalan-teknologi-pengolahan-air-bersih-di-pacitan/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-bikin-fermentasi-pakan-ternak-dan-pengenalan-teknologi-pengolahan-air-bersih-di-pacitan/#respond Wed, 22 Jan 2025 04:54:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75015 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM berhasil membantu mengatasi kesulitan masyarakat Desa Kendal dan Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dalam hal penyediaan pakan ternak dan pengenalan teknologi pengolahan air bersih. Dalam pengabdiannya, para mahasiswa KKN UGM juga membuat web profil desa dan pembaruan data desa serta pembinaan pelaku UMKM. Dalam kegiatan […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Bikin Fermentasi Pakan Ternak dan Pengenalan Teknologi Pengolahan Air Bersih di Pacitan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM berhasil membantu mengatasi kesulitan masyarakat Desa Kendal dan Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dalam hal penyediaan pakan ternak dan pengenalan teknologi pengolahan air bersih. Dalam pengabdiannya, para mahasiswa KKN UGM juga membuat web profil desa dan pembaruan data desa serta pembinaan pelaku UMKM.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) KKN yang dilakukan di Desa Kendal, Selasa (22/1), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si menyambut baik dan mengapresiasi kerja dan karya para mahasiswa UGM. Dia merasa senang karena baru tiga minggu mahasiswa melakukan kerja hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat. Baginya Kuliah Kerja Nyata sebagai sarana terbaik mahasiswa praktek berinteraksi dengan masyarakat desa. Dengan srawung di tengah masyarakat, katanya, mahasiswa berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus menyelami berbagai persoalan yang dihadapi. “Mahasiswa ini belajar srawung, belajar berinteraksi. Ini adalah cara UGM untuk mendidik mereka berinteraksi, supaya belajar di masyarakat,” katanya.

Pada saat monev berlangsung, rombongan dari UGM mendengarkan pemaparan kegiatan KKN dari Raden Razaq Farel Aryabima selaku Kormanit KKN PPM UGM Unit 2024-JI060 Punung Pacitan, Jawa Timur dan Ari Cahyono, S.Si., M.Sc selaku dosen pendamping lapangan. Disamping berdiskusi, para peserta monev berkesempatan meninjau pameran UMKM yang menampilkan produk makanan kemasan berupa Krupuk Bawang Andini, Criping Asih, Bakpia Pacitan, Criping Pisang dan Sale Pisang Ambar Arum.

Pudji Haryono selaku Camat Punung Pacitan menyampaikan apresiasi dan ucapa berterima kasih karena desa-desa di wilayahnya telah dipilih menjadi kegiatan KKN PPM UGM. Menurutnya dengan KKN mahasiswa UGM sungguh membantu pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Punung Pacitan, khususnya di dua desa yaitu Desa Sooka dan Desa Kendal. “Mahasiswa KKN UGM telah memberikan sesuatu nilai yang sangat bermanfaat bagi warga masyarakat. Khususnya masalah pemberdayaan, hanya saja kami berharap apa yang ditinggalkan nanti untuk bisa dilanjutkan. Apa-apa yang sudah diberikan oleh adik-adik, sebesar apapun kalau tidak ada keberlanjutannya saya rasa tentunya akan hilang begitu saja,” ungkapnya.

 

Pudji menyampaikan sudah tiga tahun berturut-turut, Kecamatan Punung menerima penempatan mahasiswa KKN PPM UGM. Pengabdian para mahasiswa UGM selama tiga tahun berturut-turut, mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Selain melaksanakan program utama, para mahasiswa juga melakukan kegiatan-kegiatan pendukung seperti membantu pelayanan posyandu, khususnya posyandu untuk lansia. “Saya mendengar pada sore hari, mereka membantu kegiatan pengajian. Adik-adik mengajar mengaji, itu kan luar biasa, sementara di wilayah ini memang masih kekurangan tenaga untuk mengajar ngaji, dan masalah keagamaan ini sangat penting karena dalam rangka membangun manusia tidak hanya secara fisik, tetapi secara mental pun harus kita bangun”, terangnya.

Lurah Sooka, Eko Wahyudi, A.Md merasa bersyukur atas kehadiran para mahasiswa KKN UGM. Kehadiran para mahasiswa, disebutnya, sangat membantu warga Sooka terutama dalam mempersiapkan sediaan pakan ternak untuk musim kemarau. Disebutnya, Desa Sooka di saat musim kemarau merasakan kekurangan pakan ternak, namun di musim penghujan sangat berlimpah sehingga terbuang. “Karena kepada masyarakat diperkenalkan pembuatan silase dan fermentasi pakan ternak untuk persediaan. Selain itu, diperkenalkan teknologi untuk menarik sumber air di bawah dengan teknologi PLTS, tapi sayang biayanya tidak murah”, katanya.

Kuliah Kerja Nyata PPM UGM Unit 2024-JI060 Punung Pacitan, Jawa Timur mengambil tema besar pengabdian Pembaharuan data Kewilyahan desa di Desa Sooka dan Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kali ini  dihadiri sejumlah ketua dan sekretaris Senat Akademik Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum dan Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si., Ketua Komisi I, Prof. Dr. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc, Ketua dan Sekretaris komisi II, Prof. Ir.T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU, Dr. dra. Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E., Biomed., Prof. Dr. Ganis Lukmandaru, S.Hut., M.Agr, Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si, serta Sekretaris DPkM UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum, Lurah Sooka, Eko Wahyudi, A.Md, Lurah Kendal, Bambang Widodo serta beberapa pimpinan lainnya.

Penulis  : Agung Nugroho

Foto      : Donnie

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Bikin Fermentasi Pakan Ternak dan Pengenalan Teknologi Pengolahan Air Bersih di Pacitan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-bikin-fermentasi-pakan-ternak-dan-pengenalan-teknologi-pengolahan-air-bersih-di-pacitan/feed/ 0
Semar UGM Siap Ikut Kompetisi Shell Eco-Marathon 2025 di Qatar https://ugm.ac.id/id/berita/semar-ugm-siap-ikut-kompetisi-shell-eco-marathon-2025-di-qatar/ https://ugm.ac.id/id/berita/semar-ugm-siap-ikut-kompetisi-shell-eco-marathon-2025-di-qatar/#respond Wed, 15 Jan 2025 08:51:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74737 Semar UGM salah satu kendaraan inovatif kebanggan UGM tengah mempersiapkan debut mereka di Shell Eco-Marathon Asia Pasifik dan Timur Tengah 2025 yang akan digelar di Sirkuit Lusail, Qatar pada 8-12 Februari mendatang. Shell Eco-marathon merupakan kompetisi bergengsi yang mempertemukan kendaraan-kendaraan hemat energi yang mendobrak batasan-batasan yang ada. Tahun ini menandai babak baru setelah lima tahun […]

Artikel Semar UGM Siap Ikut Kompetisi Shell Eco-Marathon 2025 di Qatar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Semar UGM salah satu kendaraan inovatif kebanggan UGM tengah mempersiapkan debut mereka di Shell Eco-Marathon Asia Pasifik dan Timur Tengah 2025 yang akan digelar di Sirkuit Lusail, Qatar pada 8-12 Februari mendatang. Shell Eco-marathon merupakan kompetisi bergengsi yang mempertemukan kendaraan-kendaraan hemat energi yang mendobrak batasan-batasan yang ada. Tahun ini menandai babak baru setelah lima tahun berturut-turut kompetisi digelar di Indonesia, tepatnya di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam upaya memaksimalkan potensi untuk berkompetisi dengan hasil inovasi kendaraan hemat energi dari sejumlah tim mahasiswa internasional, Hans Tobias Sihombing yang juga berperan sebagai General Manager Semar UGM, tim Semar UGM menghadirkan dua kendaraan terbaiknya, yaitu Semar Urban Hydroz 1.2 yang mengandalkan bahan bakar hidrogen dan Semar Proto 4.0 yang menggunakan listrik sebagai sumber energi utamanya. “Kita ingin membawa visi besar untuk mendorong inovasi keberlanjutan dengan kompetisi internasional ini,” kata Hans dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (15/1).

Pada kompetisi sebelumnya, kata Hans, Semar UGM sukses mencetak berbagai pencapaian gemilang seperti Juara 1 Kategori Urban Hydrogen Fuel, Juara 1 Kategori Prototype Electric dengan rekor 938 km/kWh, Juara 1 Kategori Off-track Data dan Telemetri serta juara 3 Regional Championship. “Raihan Semar UGM di tahun-tahun sebelumnya membuktikan dominasi, dan kompetensi Semar UGM sebagai salah satu tim terbaik dalam bidang kendaraan hemat energi,” paparnya.

Jalan Semar UGM untuk menjadi juara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pengorbanan besar harus dilakukan seperti harus melewatkan ujian akhir semester dan diharuskan mengulang ujian tersebut setelah kompetisi selesai. Saat pelaksanaan kompetisi pun, tim sempat menghadapi tekanan besar akibat salah satu masalah krusial. Kendaraan Semar Proto 4.0 sempat tidak lolos uji teknis hingga hari kedua sehingga Semar Proto tidak memiliki kesempatan untuk latihan di lintasan tersebut. Dengan penuh ketegangan, diskusi panjang, dan kerja sama yang luar biasa, Semar Proto 4.0 akhirnya merebut juara pertama di kategorinya. “Pengalaman ini menjadi momen mendebarkan yang menunjukkan ketangguhan, dedikasi, dan tekad tim untuk mewujudkan yang terbaik dan menjadi juara,” kenangnya.

Semangat inovasi inilah yang akan terus ditekadkan Semar UGM untuk membawa desain kendaraan ramah lingkungan mereka lebih dekat ke implementasi di jalan raya. Perjalanan menuju prestasi ini tidak dilakukan sendirian. Semar UGM bangga mendapat dukungan dari berbagai mitra yang berkomitmen pada keberlanjutan  seperti PT Petrokimia Gresik, Pos Properti Indonesia, Jericho, PLN, Toyota Astra Motor, Citra Jelajah Informatika, Wefreight, Inalum, Pebsteel, Dharma Precision Parts, dan Air Liquide. Semar UGM juga terus membuka pintu kolaborasi dengan mitra-mitra baru yang berbagi visi yang sama, yaitu menciptakan inovasi dan kreasi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi dunia.

Penulis : Lazuardi

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Dok.Tim Semar UGM

Artikel Semar UGM Siap Ikut Kompetisi Shell Eco-Marathon 2025 di Qatar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/semar-ugm-siap-ikut-kompetisi-shell-eco-marathon-2025-di-qatar/feed/ 0
Dosen Farmasi UGM Prof Chairun Wiedyaningsih Dikukuhkan Guru Besar  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-farmasi-ugm-prof-chairun-wiedyaningsih-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-farmasi-ugm-prof-chairun-wiedyaningsih-dikukuhkan-guru-besar/#respond Thu, 09 Jan 2025 09:14:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74574 Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. apt, Chairun Wiedyaningsih, M. Kes., M.App.Sc., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kebijakan Farmasi, Kamis (9/1).  Dalam upacara pengukuhan, Chairun menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Peran Strategis Apoteker dalam Penguatan Kebijakan Keamanan Distribusi dan Penggunaan Obat di Masyarakat”. Dalam pidatonya, Prof. Chairun menjelaskan bagaimana distribusi obat yang […]

Artikel Dosen Farmasi UGM Prof Chairun Wiedyaningsih Dikukuhkan Guru Besar  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. apt, Chairun Wiedyaningsih, M. Kes., M.App.Sc., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kebijakan Farmasi, Kamis (9/1).  Dalam upacara pengukuhan, Chairun menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Peran Strategis Apoteker dalam Penguatan Kebijakan Keamanan Distribusi dan Penggunaan Obat di Masyarakat”.

Dalam pidatonya, Prof. Chairun menjelaskan bagaimana distribusi obat yang tidak diawasi akan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pengawasan harus dilakukan tidak hanya pada jenis obat-obatan, namun juga pemerataan jenis obat itu sendiri. “Kekosongan obat di beberapa daerah, atau di sisi lain justru jumlah obat tertentu berlebih hingga melewati masa kadaluarsa, risiko penyalahgunaan obat dan peredaran obat ilegal,” jelas Prof. Chairun di ruang Balai Senat.

Ia mengutip hasil survei nasional Badan Narkotika Nasional RI yang menyebutkan kasus penyalahgunaan obat-obatan meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2023, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai angka 1,73% atau setara dengan 3,3 juta penduduk Indonesia yang berusia 15-64 tahun. Kasus tersebut tidak hanya terjadi pada obat golongan narkotika dan psikotropika, namun juga obat obat tertentu (OOT), seperti tramadol, triheksifenidil, klorpromazin, amitriptilin, haloperidol dan dextromethorphan. Jika kondisi ini tidak ditangani, dikhawatirkan peredaran obat ilegal akan semakin banyak terjadi.“Di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, konsumsi OOT oleh masyarakat khususnya generasi muda ditemukan masih marak. Hingga bulan Agustus 2021, menunjukkan 88 % adalah OOT,” terang Chairun.

Sejumlah data juga menunjukkan penggunaan obat-obatan berlebihan di negara berpendapatan rendah dan menengah. Meskipun Indonesia masih dikategorikan rendah, yakni kurang dari 10.000 kasus, hal ini disebabkan sistem pelaporan farmakovigilans yang perlu dibenahi.

Menurutnya pemerintah perlu meninjau dan memperhatikan jalur distribusi obat di masyarakat, aksesibilitas dan proses jual beli. Rantai distribusi obat di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan Distributor (PBF), yang mana Badan POM menetapkan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk menjamin mutu dan keamanan obat yang didistribusikan. “Salah satu tantangannya adalah distribusi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari supplier, manufaktur, retailer, hingga konsumen,” katanya.

Seiring ditemukan obat-obatan tersebut sudah tidak layak konsumsi bahkan palsu dan adanya proses jual beli daring/online, peredaran obat semakin jauh dari pengawasan. Menurutnya, apoteker memiliki peran penting untuk memastikan keamanan obat yang dikonsumsi masyarakat.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Dosen Farmasi UGM Prof Chairun Wiedyaningsih Dikukuhkan Guru Besar  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-farmasi-ugm-prof-chairun-wiedyaningsih-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/#respond Wed, 18 Dec 2024 08:02:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74028 Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai di Pantai Baru, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/12). Dalam kegiatan bersih-bersih pantai, ini diisi pula dengan kegiatan lomba fotografi dan pemberian apresiasi kepada […]

Artikel Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai di Pantai Baru, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/12).

Dalam kegiatan bersih-bersih pantai, ini diisi pula dengan kegiatan lomba fotografi dan pemberian apresiasi kepada kelompok yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dan menampilkan kreativitas terbaik. Karena itu sebelum pelaksanaan bersih-bersih, sebanyak 50 peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan sejumlah peralatan seperti trashbag, sapu, serok sampah, dan keranjang untuk memudahkan pengumpulan sampah.

Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengatakan kegiatan pengabdian oleh mahasiswa Magister Ilmu Perikanan, dosen dan para tenaga kependidikan menjadi peran nyata dalam pelestarian ekosistem sekaligus penyegaran setelah menjalani ujian akhir semester. “Setelah melewati ujian yang melelahkan, kegiatan bersih pantai ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengalihkan pikiran dan berkontribusi positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan inipun mendapat dukungan keterlibatan dari kelompok wisata Pantai Baru dan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam bersih-bersih pantai. Dengan melibatkan masyarakat dan komunitas setempat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran dan pengaplikasian ilmu yang erat kaitannya dengan ekosistem laut dan pesisir. Sebagai generasi yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan maka menjaga kelestarian ekosistem laut menjadi tanggung jawab bersama. ”Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata,” terangnya.

Secara keseluruhan aktivitas bersih-bersih pantai berjalan lancar dan tertib. Secara detail, mereka memastikan seluruh kawasan pantai terjangkau oleh aksi bersih-bersih ini. Kegiatan inipun dimeriahkan dengan sesi ramah tamah, dan setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menampilkan hiburan seperti lagu, pantun, puisi, dan tebak gaya.

Suwandi selaku aktivis dan Ketua Kelompok Wisata Pantai Baru menyatakan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Dia mengakui pantai di Kawasan Bantul sering menerima tumpukan sampah, terutama dari muara sungai yang meningkat drastis pada bulan Desember hingga Februari. “Bersih pantai ini tentu sangat membantu kami sebagai pengelola pantai, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir,” ungkapnya.

Sebagai hasilnya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil membersihkan area pesisir, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif kepada para peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan di masa mendatang. ”Tentunya program ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi  menjadi wujud nyata kontribusi kalangan kampus bagi keberlanjutan lingkungan pesisir”, imbuh Suwandi.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/feed/ 0
Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Mancing Bersama https://ugm.ac.id/id/berita/mancing-bersama-meriahkan-lustrum-15-dan-dies-ke-75-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/mancing-bersama-meriahkan-lustrum-15-dan-dies-ke-75-ugm/#respond Mon, 09 Dec 2024 04:27:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73611 Sebanyak 300 peserta mengikuti lomba mancing bersama warga sekitar kampus, Minggu (8/12) di Embung Taman Kearifan UGM. Kegiata lomba dalam rangka memeriahkan Dies ke-75 UGM ini, panitia menebar 8 kuintal ikan lele dan nila untuk kegiatan lomba mancing yang diselenggrakan selama 3 jam tersebut. Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., […]

Artikel Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Mancing Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 300 peserta mengikuti lomba mancing bersama warga sekitar kampus, Minggu (8/12) di Embung Taman Kearifan UGM. Kegiata lomba dalam rangka memeriahkan Dies ke-75 UGM ini, panitia menebar 8 kuintal ikan lele dan nila untuk kegiatan lomba mancing yang diselenggrakan selama 3 jam tersebut.

Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., mengatakan penyelenggaraan mancing bersama ini  bertujuan untuk mendekatkan hubungan warga kampus dengan warga sekitar. Meski mancing bersama hanya digelar setahun sekali bisa menjadi ajang saling mengenal dan menjaga lingkungan kampus.“Kita sangat ingin menjalin silaturahmi antara sivitas akademika UGM dan masyarakat sekitar. Dengan tema guyub rukun, kita berharap semakin dekat dengan warga sekitar kampus dalam menjaga lingkungan secara bersama”, ujarnya.

Bahari Suharto, S.Sos, ketua panitia mancing bersama iin menerangkan lomba ini diikuti sebanyak 300 peserta yang berasal dari sivitas akademika UGM dengan warga sekitar. Lomba mancing perorangan ini setiap peserta hanya boleh menggunakan 1 joran. “Setiap joran maksimal dipasangi 1 mata kail, dan jenis ikan yang di lombakan Nila dan Lele,” terangnya.

Sehari sebelum lomba, kata Bahari, embung Taman Kearifan UGM ditebar ikan nila sebanyak 2 kuintal dan 6 kuintal ikan lele. Di akhir lomba, terpilih 3 peserta dengan berat timbangan ikan hasil pancing terbanyak. Juara pertama diraih oleh Sukirman warga Pogung dengan bobot ikan perolehan 12.2 kilogram, lalu juara kedua diraih oleh Deny Rianto, tenaga kependidikan Fakultas Farmasi UGM dengan bobot perolehan 8.6 kilogram. Selanjuntya juara 3 dengan perolehan ikan sebanyak 8.5 kilogram diraih oleh Wahyudi warga Godean.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Mancing Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mancing-bersama-meriahkan-lustrum-15-dan-dies-ke-75-ugm/feed/ 0
Mahasiswa dan Dosen UGM Gelar Aksi Bersih Sungai Boyong https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-dan-dosen-ugm-gelar-aksi-bersih-sungai-boyong/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-dan-dosen-ugm-gelar-aksi-bersih-sungai-boyong/#respond Mon, 25 Nov 2024 06:16:11 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73194 Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan pengabdian Padukuhan Jaban, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman dengan aksi bersih-bersih sungai, penebaran benih ikan dan udang, serta pemasangan papan anjuran/larangan di sepanjang pinggir Sungai Boyong, Minggu (24/11). Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si selaku Koordinator Pelaksana Pengabdian mengatakan kegiatan […]

Artikel Mahasiswa dan Dosen UGM Gelar Aksi Bersih Sungai Boyong pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan pengabdian Padukuhan Jaban, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman dengan aksi bersih-bersih sungai, penebaran benih ikan dan udang, serta pemasangan papan anjuran/larangan di sepanjang pinggir Sungai Boyong, Minggu (24/11).

Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si selaku Koordinator Pelaksana Pengabdian mengatakan kegiatan pengabdian dimaksudkan untuk menjaga ekosistem perairan. Dengan upaya menjaga dan melestarikan sungai diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat, sekaligus berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan, khususnya sungai. “Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat rutin yang dilakukan Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan sungai untuk kehidupan”, ujarnya.

Untuk kegiatan kali ini melibatkan lebih dari 75 peserta yang terdiri dari dosen Prodi MSA, mahasiswa baik S-1 dan S-2, dan perwakilan masyarakat dan bersinergi dengan Kelompok Penggiat Lingkungan Sungai (KPLS) Sungai Boyong dan Buntung, Desa Sinduharjo. Secara kebetulan kegiatan pengabdian bersamaan dengan acara Merti Kali. “Kebetulan pas, jadi Merti Kali ini sebagai ungkapan rasa terima kasih masyarakat kepada sungai yang menjadi bagian penting bagi kehidupan mereka”, terang Eko Setyobudi.

Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc selaku Ketua Program Studi MSA menyambut baik kegiatan pengabdian kali ini. Menurutnya ditengah perubahan lingkungan saat ini penting melakukan upaya memelihara dan melestarikan ekosistem perairan, termasuk sungai.

Dengan ekosistem yang sehat, disebutnya, akan memberikan layanan ekologi yang lebih baik, dan dapat menunjang kehidupan masyarakat sekitar. Ia menilai kualitas air di Sungai Boyong tetap bersih meskipun di musim kemarau. Dengan kondisi ini tentunya menjadi berita baik untuk keberlanjutan biota perairan dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya perikanan. ”Kita semua berharap kegiatan penebaran benih ikan dan bersih-bersih sungai dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan adanya program-program seperti ini, kita berharap akan meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kebersihan sungai dan keberlanjutan sumber daya perikanan”, jelasnya.

Selain bersih-bersih sungai, pengabdian masyarakat yang dilakukan secara rutin oleh Program Studi MSA juga dilakukan tebar benih ikan untuk beberapa lokasi. Penebaran benih ikan diutamakan spesies endemik dan tidak invasive berupa 8000 benih ikan nilem dan 1250 benih udang galah. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keragaman hayati sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan ekosistem perairan.

Ketua KPLS, Sumadi menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia berharap kegiatan pengabdian semacam ini akan terus dilakukan untuk program-program berikutnya. Iapun berharap informasi kegiatan pengabdian bersih-bersih sungai dan tebar ikan dapat tersebar luas. “Sungai Boyong merupakan salah satu sungai penting di wilayah Kabupaten Sleman, dan memiliki air yang cukup melimpah meskipun pada saat musim kemarau. Kita juga bersyukur karena saat ini bersamaan dengan penyelenggaraan Boyong Edufest, yang salah satunya adalah pameran poster dari kegiatan mahasiswa Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM”, ucap Sumadi.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Dok.Prodi MSA

Artikel Mahasiswa dan Dosen UGM Gelar Aksi Bersih Sungai Boyong pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-dan-dosen-ugm-gelar-aksi-bersih-sungai-boyong/feed/ 0
UGM Kenalkan Teknologi Terkini Bidang Biologi Molekuler https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-terkini-bidang-biologi-molekuler/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-terkini-bidang-biologi-molekuler/#respond Mon, 18 Nov 2024 09:46:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73008 Penguasaan teknologi molekuler seperti sekarang ini sangat krusial untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, dan pertanian, karena memungkinkan identifikasi cepat mikroorganisme patogen, pemahaman mendalam tentang genetik spesies tertentu, hingga pemetaan ekosistem secara akurat. Penerapan ini mendukung upaya peneliti dalam menyelesaikan masalah pada berbagai skala, mulai dari seluler hingga ekosistem. Fakultas Biologi Universitas Gadjah […]

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Terkini Bidang Biologi Molekuler pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Penguasaan teknologi molekuler seperti sekarang ini sangat krusial untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, dan pertanian, karena memungkinkan identifikasi cepat mikroorganisme patogen, pemahaman mendalam tentang genetik spesies tertentu, hingga pemetaan ekosistem secara akurat. Penerapan ini mendukung upaya peneliti dalam menyelesaikan masalah pada berbagai skala, mulai dari seluler hingga ekosistem.

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada 15-16 November lalu menggelar mini workshop  menyoroti perkembangan penting dalam pemahaman dan penerapan biologi molekuler dan penggunaan teknologi terbaru dalam analisis data sekuensing dan metabarcoding untuk memahami komposisi mikrobioma serta mengidentifikasi organisme pada tingkat molekuler. “Para peserta pun berkesempatan belajar langsung dari para praktisi dan ahli, yang merupakan mitra Fakultas Biologi UGM,” kata Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, dalam keterangan tertulis yang dikirim Senin (18/11).

Mini Workshop yang dikemas dalam Research Day Fakultas Biologi UGM ini, kata Budi,  melibatkan beberapa laboratorium unggulan Fakultas Biologi, seperti Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, untuk menghadirkan pengalaman praktis bagi peserta.

Dalam sesi pertama, kata Budi, peserta belajar tentang Promega Maxwell Automated DNA/RNA Extraction dan QC DNA menggunakan Agilent Tapestation, yang penting dalam memastikan hasil penelitian yang akurat pada tingkat molekuler. Selanjutnya, pada sesi kedua kemudian mengangkat topik ONT Sequencing & Metabarcoding Data Analysis, yang menjelaskan penggunaan teknologi terbaru dalam analisis data sekuensing dan metabarcoding untuk memahami komposisi mikrobioma serta mengidentifikasi organisme pada tingkat molekuler.

Mengusung tema Biologi Molekuler, kegiatan research daya ini menurut Budi ajang untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkenalkan teknologi terkini di bidang biologi kepada masyarakat luas. “Kita ingin ingin mengangkat tema tentang betapa pentingnya ilmu biologi dalam kehidupan manusia, dari penelitian pada tingkat molekuler hingga dinamika ekosistem,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fakultas Biologi, Dr. Eko Agus Suyono,menuturkan kegiatan pemeran riset ini mampu mempererat kerja sama antara universitas, industri, dan masyarakat serta menjadi katalisator bagi penelitian dan inovasi di bidang biologi.

Sementara Ririn Tri Nurhayati, S.IP., M.Si., M.A., selaku Kepala Subdirektorat Program Penelitian dari Direktorat Penelitian UGM, pun turut hadir memberikan apresiasi terhadap berjalannya Research Day sebagai wadah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kemajuan pengetahuan dan teknologi. “Research Day merupakan sebuah platform untuk mentransfer pengetahuan terkait teknologi bagi masyarakat melalui mini workshop yang didukung dengan peralatan canggih,” ungkap Ririn.

Penulis : Leony

Editor : GustiGrehenson

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Terkini Bidang Biologi Molekuler pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-terkini-bidang-biologi-molekuler/feed/ 0
1000 Peserta Mengikuti Olimpiade Pariwisata di Kampus UGM https://ugm.ac.id/id/berita/1000-peserta-mengikuti-olimpiade-pariwisata-di-kampus-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/1000-peserta-mengikuti-olimpiade-pariwisata-di-kampus-ugm/#respond Mon, 18 Nov 2024 08:27:00 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72985 Sebanyak 1.008 siswa yang berasal dari 110 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dari seluruh Indonesia mengikuti Olimpiade Pariwisata ke-13 pada 3 November lalu yang diselenggarakan oleh Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM. Para peserta perwakilan SMA ini mengikuti 9 kategori perlombaan meliputi cerdas cermat, film pendek, infografis wisata, storytelling, pemanduan, karawitan, gagasan tertulis, tari […]

Artikel 1000 Peserta Mengikuti Olimpiade Pariwisata di Kampus UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1.008 siswa yang berasal dari 110 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dari seluruh Indonesia mengikuti Olimpiade Pariwisata ke-13 pada 3 November lalu yang diselenggarakan oleh Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM. Para peserta perwakilan SMA ini mengikuti 9 kategori perlombaan meliputi cerdas cermat, film pendek, infografis wisata, storytelling, pemanduan, karawitan, gagasan tertulis, tari kreasi, dan debat pariwisata sukses. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi ini mengusung tema ‘The Magical Chapter: Cultivating Everlasting Beauty Through Tourism’.

Fathiya Maulidatussyifa selaku ketua panitia Olimpiade Pariwisata ke-13 menjelaskan kegiatan ini untuk mendorong generasi muda agar memiliki keinginan untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada di berbagai daerah, sekaligus membantu dan mewadahi siswa-siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di seluruh Indonesia untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya. “Kita ingin para siswa bisa mengembangkan ide dan kreativitasnya dalam pengembangan pariwisata,” katanya.

Dia menambahkan, para pemenang olimpiade ini memperebutkan Piala Bergilir Sultan Hamengkubuwono X, dan sertifikat yang diterima pemenang bisa digunakan untuk menambah poin saat pendaftaran SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) untuk Universitas yang dituju.

Gusti Kanjeng Ratu Bendara selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Yogyakarta yang didapuk untuk membuka kegiatan secara resmi, mengatakan bahwa ilmu pariwisata harus dipahami bukan sekedar teori, namun juga praktik. Oleh karena itu, pelaku wisata butuh rasa percaya diri dalam menjalankan tugasnya. “Khususnya harus memiliki sikap ramah, kreatif adaptif, disiplin, dan paling penting selain integritas juga harus memiliki empati terhadap sesama,” jelasnya.

Di olimpiade pariwisata kali ini, Tim SMA Negeri 1 Wonogiri, Jawa Tengah meraih dua medali emas dari cabang karawitan dan tari kreasi. Sedangkan pada kategori Debat Pariwisata, juara satu diraih oleh SMAN 1 Kuta Utara, juara dua diraih oleh MAN 2 Kota Kediri, dan SMKN 1 Bandung berhasil meraih juara tiga.

Pada kategori infografis, panitia mengambil tema ‘Marine Tourism: The Revival of Sustainable Tourism in Indonesia. Peserta diminta untuk dapat mengenalkan keindahan alam laut seperti terumbu karang, pantai berpasir, kehidupan bawah laut yang eksotis, konservasi dan pelestarian wisata bahari yang ada di Indonesia. Pada kategori tersebut, SMA Progresif Bumi Shalawat keluar sebagai jura pertama. Sedangkan SMAN 1 Purwokerto meraih juara dua, dan juara ketiga diraih oleh SMAN 10 Samarinda. Selain mendapatkan piala dan medali, para pemenang Olimpiade Pariwisata ke -13 juga akan mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Penulis: Triya Andriyani

Foto:Dokumentasi Prodi Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM

Artikel 1000 Peserta Mengikuti Olimpiade Pariwisata di Kampus UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/1000-peserta-mengikuti-olimpiade-pariwisata-di-kampus-ugm/feed/ 0