Sarjana Terapan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sarjana-terapan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 20 Nov 2024 09:40:15 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Wisuda  2.049 Lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-2-049-lulusan-program-sarjana-dan-sarjana-terapan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-2-049-lulusan-program-sarjana-dan-sarjana-terapan/#respond Wed, 20 Nov 2024 09:39:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73088 Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meluluskan sebanyak 2.049 wisudawan program sarjana dan sarjana terapan periode 1 tahun akademik 2024/2025. Terdiri, 1.754 lulusan Program Sarjana dan 295 lulusan Program Sarjana Terapan. Pada wisuda periode ini, prosesi penyerahan ijazah dilakukan selama dua hari, yakni di hari pertama, Rabu (20/11), diperuntukkan bagi wisudawan Fakultas Biologi, Farmasi, FK-KMK, Kedokteran […]

Artikel UGM Wisuda  2.049 Lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meluluskan sebanyak 2.049 wisudawan program sarjana dan sarjana terapan periode 1 tahun akademik 2024/2025. Terdiri, 1.754 lulusan Program Sarjana dan 295 lulusan Program Sarjana Terapan. Pada wisuda periode ini, prosesi penyerahan ijazah dilakukan selama dua hari, yakni di hari pertama, Rabu (20/11), diperuntukkan bagi wisudawan Fakultas Biologi, Farmasi, FK-KMK, Kedokteran Gigi, Pertanian, Peternakan, Teknik, Teknologi Pertanian, dan Sekolah Vokasi. Selanjutnya di hari kedua, Kamis (21/11), dilanjutkan prosesi wisuda untuk lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Filsafat, Geografi, Hukum, Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Budaya, Kehutanan, MIPA, dan Psikologi.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademis jenjang Sarjana dan Sarjana Terapan di Universitas Gadjah Mada. “Gelar yang diterima hari ini bisa menjadi langkah awal bagi Wisudawan dan Wisudawati untuk turut berkontribusi memajukan pembangunan bangsa,” kata Rektor di Grha Sabha Pramana.

Dalam pidato sambutannya, Prof. Ova juga menyampaikan hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) ke-XIV di Jakarta pada 14-17 November lalu berhasil memilih dan menetapkan Basuki Hadimuljono sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama untuk masa bakti 2024-2029. Ova mengucapkan selamat dan harapan agar alumnus Teknik Geologi sekaligus Kepala Otorita IKN ini dapat mengemban tugas dengan baik.

Para wisudawan sebagai anggota baru Kagama juga mendapat wejangan dari Ova untuk membangun kolaborasi dengan PP Kagama dan aktif berkontribusi bagi pembangunan negara dengan memegang moralitas dan integritas. “Para lulusan S1 dan Sarjana Terapan yang diwisuda periode ini, sebentar lagi menjadi alumni yang juga menjadi bagian dari keluarga besar Kagama. Melalui Kagama, Saudara bisa membangun kolaborasi, jejaring dan berkontribusi dalam kegiatan pendidikan dan pengabdian di masyarakat bersama almamater tercinta,” katanya.

Adella Dayinta, selaku wakil wisudawan dari Fakultas Farmasi, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh wisudawan atas kerja kerasnya hingga saat ini. Di tengah pidatonya, Adella membagikan kisah KKN-nya di Liki, pulau terluar Papua. Ia menyadari bahwa pendidikan bagi sebagian orang masih dilingkupi keterbatasan. Anak-anak datang ke sekolah dengan pakaian seadanya, tidak bersepatu, dan kadang hanya menggunakan tas kresek dengan buku dan pensil yang tidak semuanya punya. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh wisudawan untuk memberi lebih banyak kebermanfaatan dengan tetap rendah hati dan yakin akan kemampuan diri sendiri. “Kita di sini tidak hanya untuk merayakan apa yang telah kita capai, tapi juga merenungkan apa yang bisa kita berikan untuk orang di sekitar kita,” katanya.

Ir. Gatot Saptadi, Ketua Pengurus Daerah Kagama DIY, menyambut seluruh lulusan dengan mengucapkan selamat bergabung dalam Kagama. Ia menyampaikan bahwa Kagama adalah rumah untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan berbagi kegembiraan serta kebersamaan. Dalam kesempatan itu, ia mengajak lulusan untuk bersinergi, menguatkan komunikasi dan networking, serta bekerja keras, “Kita dididik untuk menjadi orang yang berkemampuan lebih, harus punya ide, responsi terhadap permasalahan, dan berinovasi untuk merespon perubahan yang ada,” tutupnya.

Luluskan 2.049 Sarjana dan Sarjana Terapan 

Seperti diketahui, sebanyak 2.049 lulusan program sarjana dan sarjana terapan yang diwisuda. Jumlah wisudawan perempuan mendominasi pada periode ini dengan jumlah 57%. Rerata masa studi program sarjana adalah 4 tahun 4 bulan dengan masa studi tercepat 3 tahun 1 bulan. Sedangkan rerata masa studi program sarjana terapan adalah 4 tahun 1 bulan dengan masa studi tercepat 3 tahun 10 bulan. Masa studi tercepat diraih oleh 2 lulusan dengan masa studi 3 tahun 1 bulan 14 hari, diraih Muhammad Daffa Adiibah Sinapoy dan Saudara Sanidheo Chandra Ramadhana, keduanya dari Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol.

Usia rata-rata lulusan Program Sarjana adalah 22 tahun 6 bulan 16 hari, dengan lulusan termuda diraih oleh Uphe Angelia Maitriani dari Program Studi Ilmu Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang menyelesaikan studi sarjananya pada usia 20 tahun 3 bulan 9 hari. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Sarjana Periode ini adalah 3,54. Wisudawan yang berpredikat Pujian sebanyak 1.098 lulusan (62,60%), yang berpredikat Sangat Memuaskan 604 lulusan (34,44%) dan yang berpredikat Memuaskan 29 lulusan (1,65%), serta yang lulus tanpa predikat 23 lulusan (1,31%).

Pada periode ini terdapat 5 lulusan Program Sarjana dengan IPK tertinggi sama yaitu 3,94 sekaligus berpredikat Pujian. Kelima lulusan tersebut adalah Muhammad Arga Fatthilla dari Program studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Uphe Angelia Maitriani dari Program Studi Ilmu Aktuaria, Fakultas  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Vania Clementine Lumbanbatu  dari Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selanjutnya, Rabbani Nur Kumoro dari Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Juve Anthony dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Sementara untuk lulusan Sarjana Terapan, rerata masa studi lulusan 4 tahun 1 bulan, dengan masa studi tersingkat diraih oleh Ayu Fatmawati dari Program Studi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan 5 hari, dan diwisuda pada hari ini. Usia rata-rata lulusan Program Sarjana Terapan adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari, dengan lulusan termuda program Sarjana Terapan periode ini diraih oleh Maryam Jundiah Rahmah dari Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi, yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 21 tahun 2 bulan 25 hari, dan akan diwisuda hari ini.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Sarjana Terapan Periode ini adalah 3,68. Lulusan yang berpredikat Pujian sebanyak 91 lulusan (30,85%), yang berpredikat Sangat Memuaskan sebanyak 203 lulusan (68,81%), sedangkan 1 lulusan (0,34%) dengan predikat Memuaskan. Pada periode ini lulusan dengan IPK tertinggi diraih oleh Nurul Pratiwi, dari Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi dengan IPK 3,98 sekaligus berpredikat Pujian.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel UGM Wisuda  2.049 Lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-2-049-lulusan-program-sarjana-dan-sarjana-terapan/feed/ 0
Sekolah Vokasi Diminta Kembangkan Pembelajaran Berbasis Industri https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-diminta-kembangkan-pembelajaran-berbasis-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-diminta-kembangkan-pembelajaran-berbasis-industri/#respond Mon, 21 Oct 2024 01:12:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71845 Pendidikan vokasi saat ini menjadi pilar utama dalam upaya penguatan kualitas sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Penguatan pendidikan vokasi dimulai dari jenjang sekolah menengah kejuruan hingga sampai ke tingkat sarjana terapan. Pasalnya, lulusan pendidikan vokasi telah mendukung kebutuhan tenaga kerja industri di tanah air. Meski begitu, masih banyak perusahaan yang menganggap lulusan […]

Artikel Sekolah Vokasi Diminta Kembangkan Pembelajaran Berbasis Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pendidikan vokasi saat ini menjadi pilar utama dalam upaya penguatan kualitas sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Penguatan pendidikan vokasi dimulai dari jenjang sekolah menengah kejuruan hingga sampai ke tingkat sarjana terapan. Pasalnya, lulusan pendidikan vokasi telah mendukung kebutuhan tenaga kerja industri di tanah air. Meski begitu, masih banyak perusahaan yang menganggap lulusan vokasi belum cukup layak untuk terjun ke ranah industri. Sehingga perlu adanya perbaikan pembelajaran berbasis industri, agar pendidikan vokasi memiliki relevansi yang kuat terhadap kebutuhan industri, usaha, dan kerja.

Hal itu mengemuka Seminar Nasional yang bertajuk “Penguatan Pendidikan Vokasi yang Paripurna Sebagai Pilar Visi Indonesia Emas 2045”, Sabtu (19/10), di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM. Seminar yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi UGM ini menghadirkan tiga pembicara yaitu,  Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI, Saryadi, S.T., M.B.A; Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Muhammad Aditya Warman, S.Psi., M.B.A.; dan Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Aliridho Barakbah, S.Kom., Ph.D.

Dekan Fakultas Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM, ASEAN Eng., mengatakan pendidikan vokasi sudah seharusnya berlandaskan ilmu terapan. Agus mengungkapkan alasan riset di Indonesia belum semaju di negara lain, yaitu salah satunya ketidakseimbangan antara riset keilmuan murni dan terapan.

Agus juga menyinggung perihal kapabilitas mahasiswa vokasi di mata perusahaan. Oleh karena itu, pendidikan vokasi seharusnya bisa meyakinkan perusahaan bahwa mahasiswa mereka sudah cukup layak untuk terjun ke ranah industri.

Dalam kesempatan itu, Agus Maryono melaporkan bahwa SV UGM merupakan fakultas penyumbang mahasiswa lolos Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) dan Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terbanyak di UGM. Belum lagi, ratusan mahasiswa lain yang mengikuti program magang independen melalui program studi masing-masing. “Saya kira ini menunjukkan capaian dan relevansi pendidikan vokasi di masa depan,” katanya.

Sementara Saryadi mengungkapkan signifikansi pendidikan vokasi dalam peta jalan pendidikan Indonesia. Berdasarkan UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN, pendidikan vokasi menjadi pilar utama sumber daya manusia dan produktivitas Indonesia di masa depan. Dengan mewujudkan pembelajaran berbasis industri, pendidikan vokasi memiliki relevansi yang kuat terhadap kebutuhan industri, usaha, dan kerja.

Selain itu, Saryadi juga membahas tentang tantangan yang dihadapi oleh pendidikan vokasi Indonesia ke depannya. Di antara tantangan tersebut adalah belum optimalnya peran perguruan tinggi sebagai pengembang ilmiah dan pemroduksi ilmu pengetahuan. Ia mengajak para akademisi untuk melanjutkan riset yang telah dikembangkan dan tidak berhenti di publikasi saja. “Hasil riset itu dapat bermanfaat dan membawa dampak dan bisa menjadi solusi di masyarakat,” ujar Saryadi.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Sekolah Vokasi Diminta Kembangkan Pembelajaran Berbasis Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-diminta-kembangkan-pembelajaran-berbasis-industri/feed/ 0