sampah plastik Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sampah-plastik/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 09 Jul 2024 08:10:51 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kurangi Dampak Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Bikin Batako EnviroBlock https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-dampak-sampah-plastik-mahasiswa-ugm-bikin-batako-enviroblock/ https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-dampak-sampah-plastik-mahasiswa-ugm-bikin-batako-enviroblock/#respond Tue, 09 Jul 2024 07:30:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65940 Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengalami persoalan sampah seiring ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Piyungan. Berangkat dari persoalan ini, tim mahasiswa UGM membuat sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik, oli bekas, sampah sekam padi dengan membuat batako dengan ketiga bahan tersebut. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) ini terdiri dari Mohammad Ridwan, […]

Artikel Kurangi Dampak Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Bikin Batako EnviroBlock pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengalami persoalan sampah seiring ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Piyungan. Berangkat dari persoalan ini, tim mahasiswa UGM membuat sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik, oli bekas, sampah sekam padi dengan membuat batako dengan ketiga bahan tersebut.

Tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) ini terdiri dari Mohammad Ridwan, prodi Teknik Sipil dan Lingkungan, Yohanes Mario Putra Bagus dari prodi Teknik Fisika, Shafa Zahra Aulia dari prodi Kimia FMIPA, Ratri Dwiyanti dari prodi Akuntansi FEB dan Rakha Faiq Muyassar dari prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik.

Dalam pemaparannya kepada wartawan, Senin (8/7), Yohanes Mario Putra Bagus atau akrab disapa Mario, mengatakan bahwa inovasi batako yang dikembangkan oleh timnya berangkat dari permasalah sampah plastik yang sulit diatasi oleh masyarakat, apalagi sampah tersebut sulit terurai di alam. “Negara kita merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, sampah ini sulit terurai sehingga perlu penanganan,” kata Mario di ruang Fortakgama.

Selanjutnya, timnya sengaja memilih oli bekas menjadi salah satu limbah yang perlu diperhatikan yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk bahan pembasmi rayap. Sementara bahan abu sekam diketahui mengandung silika yang ditengarai bisa meningkatkan kualitas kualitas batako. “Mengolah ketiga bahan tadi untuk meningkatkan kualitas batako yang kita bikin,” kata Mario.

Shafa Zahra Aulia menambahkan abu sekam padi mengandung lebih dari 90 persen silika selain mampu meningkatkan ketahanan batako agar tidak mudah retak namun juga abu sekam ini mampu menyerap logam berat dari oli bekas. “Senyawa silika ini mampu menyerap logam berat dari oli agar tetap aman,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Rakha Faiq Muyassar menyebutkan batako yang mereka buat ini mampu meminimalisir dampak dari gempa bumi. “Desainnya dibentuk dengan gaya lateral untuk meminimalisir gempa dan menahan retakan dan patahan,” katanya.

Ratri Dwiyanti menerangkan hasil inovasi sebagai bentuk dari PKM Kewirausahaan maka produk ini juga dijual ke masyarakat. Namun untuk dijual, pihaknya sudah melakukan penelitian lebih mendalam terkait standar ketahanan dan kekuatan batako pada umumnya. Untuk satu batako dijual dengan harga 5.300 rupiah. Setiap harinya mereka memproduksi sekitar 120 batako. “Satu bijinya kita jual 5.300 rupiah yang sekarang kita promosi dan jual ke agen properti perumahan dan toko bangunan,” katanya.

Menjawab soal komposisi ketiga bahan tersebut untuk produksi satu batako, Mario menyebutkan mereka menggunakan rasio penggunaan semen dan pasir 1 berbanding 6, selanjutnya untuk bahan sampah plastik yang sudah dipotong kecil dengan persentase 25 persen, abu sekam padi 10 persen dan campuran oli bekas 1-3 persen.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Kurangi Dampak Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Bikin Batako EnviroBlock pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-dampak-sampah-plastik-mahasiswa-ugm-bikin-batako-enviroblock/feed/ 0
Penggunaan Produk Plastik Hasil Daur Ulang Bisa Berisiko Bagi Kesehatan https://ugm.ac.id/id/berita/penggunaan-produk-plastik-hasil-daur-ulang-bisa-berisiko-bagi-kesehatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/penggunaan-produk-plastik-hasil-daur-ulang-bisa-berisiko-bagi-kesehatan/#respond Fri, 26 Apr 2024 09:58:03 +0000 https://ugm.ac.id/penggunaan-produk-plastik-hasil-daur-ulang-bisa-berisiko-bagi-kesehatan/ Sampah plastik masih menjadi persoalan dalam pengelolaan sampah di Indonesia yang sampai saat ini sulit terselesaikan.  Pasalnya komponen plastik menjadi jenis sampah yang sulit dihancurkan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat total timbunan sampah di Indonesia yang mencapai 17,4 juta ton hingga tahun 2023, adapun sampah plastik  yang menyumbang sekitar 17,29% dari total sampah […]

Artikel Penggunaan Produk Plastik Hasil Daur Ulang Bisa Berisiko Bagi Kesehatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sampah plastik masih menjadi persoalan dalam pengelolaan sampah di Indonesia yang sampai saat ini sulit terselesaikan.  Pasalnya komponen plastik menjadi jenis sampah yang sulit dihancurkan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat total timbunan sampah di Indonesia yang mencapai 17,4 juta ton hingga tahun 2023, adapun sampah plastik  yang menyumbang sekitar 17,29% dari total sampah seluruhnya. padahal meningkatnya polusi mikroplastik tidak hanya mengancam keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia dan hewan. Hal itu mengemuka dalam seminar yang bertajuk “Plastic Pollution from scientific to Community Perspective: a One Health Approach” di ruang auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Rabu (24/4).

Seminar internasional hasil kerja sama antara Gugus Tugas One Health Collaborating Center (GT-OHCC) Universitas Gadjah Mada dan Institut français Yogyakarta ini menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Direktur Direktorat Penelitian UGM Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life Sc., General Manager Nexus3 Foundation, Krishna Zaki, Direktur Penelitian Institut Nasional Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Prancis (INSERM), Prof. Isabella Annesi-Maesano, dan Ketua Gugus Tugas One Health Collaborating Center FKKMK UGM Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K)

Mirwan mengatakan isu soal pengolahan sampah dan limbah kini menjadi persoalan serius di banyak daerah termasuk yang kini menjadi sorotan soal TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun begitu,  menurutnya, salah satu isu yang perlu menjadi perhatian adalah meningkatnya polusi mikroplastik yang cukup berbahaya bagi kesehatan. “Salah satu isu yang sangat mengkhawatirkan adalah meningkatnya polusi mikroplastik yang tidak hanya mengancam keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia dan hewan,” ucap Mirwan.

Krishna Zaki menerangkan untuk memahami bahaya plastik bagi kesehatan dilihat dari unsur kimia yang terbentuk di dalamnya.  Sedikitnya terdapat 13.000 monomer atau molekul kecil yang berikatan membentuk molekul polimer yang panjang di dalam plastik, 7.000 diantaranya bersifat berbahaya, dan 3.200 berpotensi menimbulkan kekhawatiran. “Salah satu contohnya yaitu adanya kelompok senyawa buatan yang selama puluhan tahun banyak digunakan untuk membuat wajan anti lengket karena ketahanannya terhadap panas atau air,” ujarnya.

Selain itu, bahan kimia dalam plastik yang digunakan dalam produk sehari-hari, seperti mainan anak, pakaian, dan perabotan, dapat berdampak pada kesehatan manusia. Sebab, paparan terhadap bahan kimia ini dapat terjadi melalui udara terkontaminasi, makanan, air, dan debu yang tercemar, serta kontak langsung dengan kulit. “Dampaknya termasuk gangguan fungsi hormon, penurunan kesuburan, kerusakan pada sistem saraf, hipertensi dan penyakit kardiovaskular, dan risiko kanker paru-paru dan hati,” jelasnya.

Menurutnya penting bagi masyarakat untuk mengurangi dan mengeliminasi produk plastik yang bermasalah, seperti polistirena, sedotan dan tas plastik, serta kebijakan bersama antar negara untuk mengadopsi kontrol global terhadap plastik.

Sementara Prof. Isabella Annesi-Maesano menjelaskan dampak kesehatan buruk dari paparan mikroplastik yang dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu efek fisik dan efek kimia. Efek fisik terkait dengan ukuran partikel, bentuk, dan konsentrasi mikroplastik, sedangkan efek kimia terkait dengan adanya bahan kimia berbahaya dalam mikroplastik, seperti logam berat, serta adanya kandungan bio kontaminan dari bakteri, virus, hingga jamur.

Sedangkan Prof. Tri Wibawa, menekankan pendekatan One Health untuk memahami lebih dalam tentang dampak polusi mikroplastik dan bagaimana mengatasi secara global. Untuk mengatasi bahaya sampah plastik ini menurutnya perlu kerja sama dan pendekatan holistik yang dipandu oleh prinsip satu Kesehatan.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Penggunaan Produk Plastik Hasil Daur Ulang Bisa Berisiko Bagi Kesehatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/penggunaan-produk-plastik-hasil-daur-ulang-bisa-berisiko-bagi-kesehatan/feed/ 0