riset Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/riset/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 07 Aug 2024 07:18:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Teliti Potensi Ekstrak Anggur Merah untuk Terapi Neuropati Diabetik https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-ekstrak-anggur-merah-untuk-terapi-neuropati-diabetik/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-ekstrak-anggur-merah-untuk-terapi-neuropati-diabetik/#respond Wed, 07 Aug 2024 07:17:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68921 Neuropati diabetik merupakan salah bentuk komplikasi dari penyakit diabetes melitus yang menyebabkan gangguan pada saraf tepi ditandai dengan gejala sering kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan penelitian inovatif untuk mengatasi komplikasi umum dari Diabetes Melitus (DM) ini menggunakan senyawa bioaktif dari buah anggur merah,  yang diharapkan dapat memberikan terapi yang […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Ekstrak Anggur Merah untuk Terapi Neuropati Diabetik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Neuropati diabetik merupakan salah bentuk komplikasi dari penyakit diabetes melitus yang menyebabkan gangguan pada saraf tepi ditandai dengan gejala sering kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan penelitian inovatif untuk mengatasi komplikasi umum dari Diabetes Melitus (DM) ini menggunakan senyawa bioaktif dari buah anggur merah,  yang diharapkan dapat memberikan terapi yang lebih efektif dalam mengelola neuropati diabetik.

Penelitian ini dilakukan oleh lima mahasiswa dari berbagai fakultas, yaitu Puji Kurnellawati dan Adha Fauzi Hendrawan dari FK-KMK, Fauziah Rahma Zora Rustiawan dan Araya Pangastuti dari Fakultas Farmasi serta M. Syuja Rizqullah dari Sekolah Vokasi. Tim ini dibimbing oleh Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz., MS. dari Gizi Kesehatan FK-KMK UGM. Kelimanya meneliti potensi resveratrol dalam NLC untuk mencegah perkembangan neuropati pada model hewan DM.

Puji Kurnellawati menerangkan dalam penelitian ini, tim mahasiswa menggunakan ekstraksi anggur merah untuk memperoleh resveratrol, yang kemudian dienkapsulasi dalam Nanostructured Lipid Carrier (NLC)NLC. Selanjutnya diuji pada tikus wistar digunakan sebagai subjek penelitian dalam rangka menguji tingkat efektivitas terapeutik ini. Beberapa hal yang diuji terkait kadar glukosa darah, respon nyeri, serta analisis ekspresi gen antioksidan dan histologi nervus sciaticus. “Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan NLC mampu menurunkan kadar glukosa darah dan inflamasi serta meningkatkan fungsi motorik pada tikus model DM,” ujar Puji dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (7/8).

Dari hasil penelitian, kata Puji, menunjukkan perbedaan signifikan dalam waktu jingkat kaki, kadar glukosa darah, dan kadar TNF-α antar kelompok perlakuan. Penemuan ini menunjukkan bahwa NLC tidak hanya meningkatkan bioavailabilitas resveratrol tetapi juga efektif dalam mengurangi gejala neuropati diabetik. “Pendekatan ini memiliki potensi besar sebagai terapi preventif yang lebih baik untuk penderita diabetes,” katanya.

Melalui metode enkapsulasi resveratrol dalam NLC, penelitian ini menurut Puji, tidak hanya memberikan solusi potensial bagi penderita neuropati diabetik, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan obat dan terapi. Ia berharap hasil penelitian ini dapat diakses oleh masyarakat luas dan mendorong diskusi serta kolaborasi lebih lanjut dalam bidang riset obat-obatan. “Adanya temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan lebih lanjut dalam terapi neuropati diabetik dan membantu meningkatkan kualitas hidup para penderita diabet,”katanya.

Penulis : Lazuardi

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Freepik

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Ekstrak Anggur Merah untuk Terapi Neuropati Diabetik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-ekstrak-anggur-merah-untuk-terapi-neuropati-diabetik/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Bawang Dayak Atasi Kanker Lidah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-khasiat-bawang-dayak-atasi-kanker-lidah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-khasiat-bawang-dayak-atasi-kanker-lidah/#respond Sun, 04 Aug 2024 03:46:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68677 Bawang Dayak merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari Pulau Kalimantan ternyata menyimpan potensi sebagai alternatif penyembuhan kanker. Penemuan ini merupakan hasil penelitian dari Tim Mahasiswa UGM dalam Program Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE). Tim mahasiswa UGM yang terdiri dari Ribka Wijayanti dan Dwina Aulia (Kedokteran Gigi 2022), Anisah Qurrotu Aini (Biologi 2022), […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Bawang Dayak Atasi Kanker Lidah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Bawang Dayak merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari Pulau Kalimantan ternyata menyimpan potensi sebagai alternatif penyembuhan kanker. Penemuan ini merupakan hasil penelitian dari Tim Mahasiswa UGM dalam Program Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE). Tim mahasiswa UGM yang terdiri dari Ribka Wijayanti dan Dwina Aulia (Kedokteran Gigi 2022), Anisah Qurrotu Aini (Biologi 2022), serta Naila Nurfadhilah dan Atikah Nur Hanifah (Farmasi 2022) bawah bimbingan Prof. drg. Supriatno, M.Kes., MD.Sc.,Ph.D, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi UGM ini berhasil mengembangkan senyawa antioksidan menjadi zat penghambat pertumbuhan sel kanker.

Seperti diketahui, kanker lidah terjadi akibat adanya aktivitas gen proto-onkogen yang menyebabkan proliferasi sel berlebihan dan inhibisi gen supresor tumor. Perubahan genetik tersebut menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali hingga membentuk tumor. Tumor dapat bersifat jinak atau ganas, dan sifat tumor ganas inilah yang kemudian disebut kanker. Saat ini, pengobatan terkait berbagai jenis kanker masih terus dikembangkan. Kendala dalam penyembuhan penyakit kanker umumnya dikarenakan pesatnya pertumbuhan sel kanker dari pusat hingga menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut Ribka Wijayanti, salah satu anggota tim yang mengenyam Program Studi Pendidikan Dokter Gigi UGM menjelaskan alasan mengapa bawang dayak perlu diolah dengan metode khusus agar mendapatkan hasil yang maksimal untuk penanganan kanker. Ia menerangkan bahwa Bawang Dayak merupakan tanaman dengan antioksidan yang tergolong sangat kuat, kaya akan senyawa isoliquiritigenin dan iso eleutherine, senyawa flavonoid, dan oxyresveratrol. “Beragam senyawa terapi yang terkandung dalam satu tanaman tidak akan mampu dimanfaatkan sekaligus sebagai agen terapi jika hanya menggunakan metode ekstraksi konvensional,” terangnya, Minggu (4/8).

Guna memaksimalkan kandungan bawang dayak dan menyalurkan langsung ke organ sasaran, tim mahasiswa UGM menggunakan metode Plant Derived-Exosome Like-Nanoparticle (PDENs). Metode ini melepaskan bagian kecil sel untuk berkomunikasi antar sel dan mengatur kekebalan terhadap serangan patogen. Penelitian dimulai dengan mengisolasi PDENs bawang dayak dengan teknik presipitasi berbasis polimer menggunakan PEG6000 sehingga didapatkan larutan PDENs bawang dayak. “Senyawa ini kemudian diuji pada sel kanker lidah manusia dengan berbagai konsentrasi,” katanya.

Hasilnya, jumlah sel kanker yang hidup mengalami penurunan karena terjadi apoptosis dan jumlah sel yang berproliferasi mengalami penurunan pada penggunaan PDENs bawang dayak yang lebih tinggi.

Dwina Aulia, anggota tim lain yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM menuturkan, hasil uji lab tersebut membuktikan bahwa kandungan dalam bawang dayak menggunakan metode PDENs mampu menghambat perkembangan dan mematikan sel kanker lidah manusia secara efektif.

Meski penelitian ini masih dalam tahap uji pre-klinik, namun apabila makin dikembangkan nantinya dapat menjadi landasan baru dalam pengobatan kanker mulut menggunakan herbal medicine. “Kolaborasi antar lintas jurusan, penelitian ini mengilhami kami semua untuk terus menggali potensi alam yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia,” jelas Dwina.

Tidak hanya dari Kalimantan, tanaman bawang dayak saat ini telah banyak dikembangkan di banyak tempat termasuk oleh kelompok petani di Danurejan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Budidayanya pun tidak sulit, karena bawang dayak secara alami tumbuh liar di hutan Kalimantan. Melalui metode penanaman intensif budidaya, bawang dayak sudah bisa dipanen dalam waktu enam bulan. “Mudahnya proses penanaman, perawatan, dan banyaknya khasiat yang dimiliki tentu memberikan nilai ekonomi yang dapat dikembangkan oleh UMKM masyarakat,” katanya.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Warta Kaltim

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Bawang Dayak Atasi Kanker Lidah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-khasiat-bawang-dayak-atasi-kanker-lidah/feed/ 0
Fakultas Biologi UGM Kenalkan Topik Riset ke Mahasiswa https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-kenalkan-topik-riset-ke-mahasiswa/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-kenalkan-topik-riset-ke-mahasiswa/#respond Thu, 25 Apr 2024 09:56:39 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-biologi-ugm-kenalkan-topik-riset-ke-mahasiswa/ Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada mengenalkan topik-topik riset yang diampu oleh para Fakultas Biologi kepada para mahasiswa. Harapannya, melalui pengenalan topik ini mahasiswa mendapatkan inspirasi untuk skripsi dan tesis mereka, dapat bertemu langsung dengan dosen pembimbing yang linear dengan topiknya, dan mendapatkan pemahaman tentang topik riset. “Kita ingin mengenalkan topik riset ke mahasiswa agar mereka […]

Artikel Fakultas Biologi UGM Kenalkan Topik Riset ke Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada mengenalkan topik-topik riset yang diampu oleh para Fakultas Biologi kepada para mahasiswa. Harapannya, melalui pengenalan topik ini mahasiswa mendapatkan inspirasi untuk skripsi dan tesis mereka, dapat bertemu langsung dengan dosen pembimbing yang linear dengan topiknya, dan mendapatkan pemahaman tentang topik riset.

“Kita ingin mengenalkan topik riset ke mahasiswa agar mereka bisa memilih topik tugas akhir yang berkaitan dengan riset yang tengah dilakukan oleh para dosen,” kata Dekan Biologi  Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., di sela kegiatan Biologi Open House dan Pengenalan Topik Riset (Bioentri) 2024 yang berlangsung di Fakultas Biologi, kamis (25/4).

Pengenalan topik riset ini menurut Dekan selain untuk memperkenalkan beragam topik penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk peningkatan pendidikan berkualitas. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dapat memahami bagaimana penelitian yang dilakukan oleh para dosen fakultas ini memberikan dampak positif dalam mencapai berbagai target SDGs,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Dekan, mahasiswa juga diajak untuk tertarik melakukan riset yang berkaitan dengan perlindungan biodiversitas, pemulihan ekosistem  serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi di bidang bioteknologi dan pengelolaan sumber daya alam.

Seperti diketahui,  kegiatan Bioentri ini berlangsung pada 22-25 April di Lobby 1 Gedung B Sinarmas Fakultas Biologi UGM. Rangkaian acara Bioentri diisi dengan kegiatan presentasi masing-masing dosen pembimbing skripsi ataupun tesis. Para dosen dari berbagai peminatan biologi menjadi narasumber dalam talkshow yang dihadiri oleh para mahasiswa jenjang program sarjana dan pascasarjana.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Fakultas Biologi UGM Kenalkan Topik Riset ke Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-kenalkan-topik-riset-ke-mahasiswa/feed/ 0
UGM dan Kyushu University Kerja Sama Pertukaran Mahasiswa dan Publikasi Riset https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kyushu-university-kerja-sama-pertukaran-mahasiswa-dan-publikasi-riset/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kyushu-university-kerja-sama-pertukaran-mahasiswa-dan-publikasi-riset/#respond Mon, 18 Mar 2024 08:42:52 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-dan-kyushu-university-kerja-sama-pertukaran-mahasiswa-dan-publikasi-riset/ Universitas Gadjah Mada dan Kyushu University sepakat melakukan kerja sama publikasi riset dan pertukaran mahasiswa dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu mengemuka dalam kunjungan  perwakilan tim dari Kyushu University ke Kampus UGM, Senin (18/3). Dalam kunjungan kali ini, tim dari Kyushu University diwakili oleh Fumihiko Yokota Ph.D., M.P.H., dan Prof. Koji todaka, […]

Artikel UGM dan Kyushu University Kerja Sama Pertukaran Mahasiswa dan Publikasi Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Kyushu University sepakat melakukan kerja sama publikasi riset dan pertukaran mahasiswa dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu mengemuka dalam kunjungan  perwakilan tim dari Kyushu University ke Kampus UGM, Senin (18/3). Dalam kunjungan kali ini, tim dari Kyushu University diwakili oleh Fumihiko Yokota Ph.D., M.P.H., dan Prof. Koji todaka, selaku peneliti dari Kyushu University Institute for Asian and Oceanian Studies (Q-AOS).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan kerja sama dengan Kyushu University sudah lama dilakukan namun dalam kunjungan kali ini dibahas soal kerja sama riset pengembangan obat, publikasi riset hingga program pertukaran mahasiswa. “Dalam pertemuan kali ini, kita sepakart akan  meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan terkait penyakit infeksi termasuk usaha pengembangan vaksin  serta mereka akan mengirim mahasiswa untuk ikut KKN. Tidak hanya mahasiswa kita saja yang ke sana,” kata Wening.

Soal publikasi riset bersama, Wening mengatakan bahwa pihak Kyushu University menyampaikan jumlah publikasi riset yang dihasilkan  dibandingkan dengan kerja sama dengan kampus lain di Indonesia. “Ada 241 publikasi, terbanyak katanya untuk kampus yang di Indonesia,” paparnya.

Selain publikasi, kata Wening, keduanya sepakat agar hasil kerja sama riset di bidang kesehatan bisa memberikan dampak langsung ke masyarakat luar maupun ke industri. “Kita ingin ada kebermanfaatan bagi masyarakat dari kegiatan translation research. Kerja sama ini juga memperkuat target SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) bidang kesehatan, pendidikan berkulitas, dan kemitraan,” ungkapnya.

Fumihiko Yokota Ph.D., M.P.H., mengatakan kerja sama di bidang Pendidikan dan Riset dengan UGM sudah berlangsung lama. Ia menerangkan kampus Kyushu berada di kota Fukuoka dengan penduduk 1,5 juta jiwa. Sebagai universitas nasional, saat ini Kyushu Universitas berada di peringkat 7 di Jepang dan 135 di dunia versi QS World University Ranking. Memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 18.560 orang dan 2.097 diantaranya adalah mahasiswa internasional.

Soal kerja sama dengan UGM, ia menegaskan kampus UGM merupakan salah satu dari 14 mitra perguruan tinggi di Indonesia yang sudah menjalin kerja sama dengan Kyushu University. Namun melalui kerja sama dengan UGM telah berhasil melahirkan 241 publikasi riset bersama selama kurun waktu 2017-2021. “Jumlah Publikasi ini paling banyak di banding dengan perguruan tinggi yang lain yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Prof. Koji Todaka, selaku peneliti di Kyushu University Institute for Asian and Oceanian Studies (Q-AOS), mengatakan bahwa Kyushu merupakan salah satu kampus terbaik di Jepang dalam riset pengembangan obat dan alat kesehatan. Menurutnya, untuk menghasilkan jenis obat baru dan alat kesehatan bagi perguruan tinggi memang tidaklah gampang, namun harus dimulai lewat unit pengembangan bisnis. Berangkat  dari riset pengembangan obat dan alat kesehatan yang dilakukan kalangan peneliti dan akademisi hingga ke pendirian startup. Selanjutnya dihilirkan ke industri farmasi. “Tahapannya tetap dimulai dari penelitian dasar, pengembangan formula, studi non klinis, uji klinis, pengujian dan pengajuan izin edar hingga ke tingkat pemasaran,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel UGM dan Kyushu University Kerja Sama Pertukaran Mahasiswa dan Publikasi Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kyushu-university-kerja-sama-pertukaran-mahasiswa-dan-publikasi-riset/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kaji Gaya Komunikasi Parpol di Medsos https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/#respond Wed, 07 Feb 2024 07:55:30 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/ Sejumlah hasil survei publik menunjukkan partai politik sebagai institusi negara yang paling tidak dipercaya oleh masyarakat. Merosotnya kepercayaan publik pada partai politik dapat memicu menguatnya sentimen antipartai. Kondisi tersebut bisa mendorong tumbuhnya sikap masyarakat yang menihilkan fungsi partai politik sebagai saluran dan mesin politik bagi masyarakat dalam memperjuangkan aspirasinya. Berawal dari kenyataan tersebut, lima mahasiswa […]

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Gaya Komunikasi Parpol di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah hasil survei publik menunjukkan partai politik sebagai institusi negara yang paling tidak dipercaya oleh masyarakat. Merosotnya kepercayaan publik pada partai politik dapat memicu menguatnya sentimen antipartai. Kondisi tersebut bisa mendorong tumbuhnya sikap masyarakat yang menihilkan fungsi partai politik sebagai saluran dan mesin politik bagi masyarakat dalam memperjuangkan aspirasinya.

Berawal dari kenyataan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan sebuah riset untuk menggali suatu bentuk alternatif strategi yang dapat digunakan oleh partai politik dalam melawan sentimen antipartai.  Irvan Fadhil (Fisipol, 2021), Arya Kamajaya (Fisipol, 2021), Agung Krisna (Fisipol, 2021), Firman Al-Khawarismi (Fisipol, 2021), dan Najzwa Hanifah (MIPA, 2021) mengangkat tema spesifik riset tentang strategi komunikasi Partai Gerindra di media sosial X.

“Pemilihan ini dilakukan karena Partai Gerindra memiliki gaya komunikasi di media sosial X yang cenderung lebih santai dan jenaka,” jelas Agung.

Agung memaparkan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode big data melalui crawling data di media sosial X dengan menggunakan kata kunci tertentu. Crawling tersebut dilakukan dalam rentang waktu sekitar delapan bulan, yakni 17 Agustus 2022 hingga 30 April 2023.

“Hasilnya, ditemukan bahwa gaya komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai Gerindra di media sosial X dapat diterima dengan respons yang baik oleh warganet,”ungkapnya.

Dari 2.633 cuitan yang didapatkan selama kurang lebih delapan bulan, terdapat 1.464 atau 54,98% cuitan bersentimen positif, 1.083 atau 40,67% cuitan bersentimen netral, serta 116 atau 4,36% cuitan bersentimen negatif. Temuan tersebut secara tegas membuktikan bahwa media sosial khususnya X terbukti efektif dalam mereduksi sentimen antipartai.

“Dari sini terlihat warganet menyukai gaya komunikasi politik Partai Gerindra di X,”terangnya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa strategi komunikasi santai dan bersahabat yang digunakan oleh Partai Gerindra di platform X cukup efektif dalam menarik minat para netizen di media sosial X. Selain itu, strategi tersebut juga terbukti mampu memanen sentimen positif dari mayoritas cuitan netizen di platform X terhadap Partai Gerindra.

Sementara Irvan Fadhil menambahkan hasil penelitian menunjukkan mulai hilangnya stigma masyarakat Indonesia terhadap partai politik. Warganet merasa semakin dekat dengan institusi politik.

“Partai politik lain bisa meniru atau mungkin menemukan cara lain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga mampu menghilangkan stigma masyarakat yang merasa jauh dari partai politik,”imbuhnya.

Penelitian ini merupakan hasil dari hibah riset program Afan Gaffar Awards 2023 yang diselenggarakan oleh Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM dengan tema Penguatan Demokrasi di Indonesia. Program tersebut merupakan hasil dari kerja sama Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM dengan alumni yang bertujuan untuk mendorong budaya riset bagi mahasiswa.

Penulis dan Foto: Agung Krinsa

Editor:Ika

MBKM

IKU 2 Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

 

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Gaya Komunikasi Parpol di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/feed/ 0
Penggunaan Big Data Percepat Pengembangan Obat Baru https://ugm.ac.id/id/berita/penggunaan-big-data-percepat-pengembangan-obat-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/penggunaan-big-data-percepat-pengembangan-obat-baru/#respond Tue, 06 Feb 2024 14:11:40 +0000 https://ugm.ac.id/penggunaan-big-data-percepat-pengembangan-obat-baru/ Ketersediaan produk farmasi, termasuk obat-obatan baru dan inovatif di Indonesia masih terbatas. Bahkan, obat baru di tanah air saat ini masih didominasi produk impor. Salah satunya dikarenakan masih terbatasnya industri farmasi yang mengasilkan obat berbasis riset meski pemerintah telah melakukan intervensi regulasi. “Industri farmasi di Indonesia lebih banyak melakukan formulasi dan atau pengemasan obat dibandingkan […]

Artikel Penggunaan Big Data Percepat Pengembangan Obat Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ketersediaan produk farmasi, termasuk obat-obatan baru dan inovatif di Indonesia masih terbatas. Bahkan, obat baru di tanah air saat ini masih didominasi produk impor. Salah satunya dikarenakan masih terbatasnya industri farmasi yang mengasilkan obat berbasis riset meski pemerintah telah melakukan intervensi regulasi.

“Industri farmasi di Indonesia lebih banyak melakukan formulasi dan atau pengemasan obat dibandingkan memproduksi obat berbasis riset,” jelas Guru Besar Ilmu Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc., Selasa (6/2) di Balai Senat UGM.

Memaparkan pidato pengukuhan berjudul Peran Farmakologi dan Toksikologi dalam Pengembangan Obat Baru: Perspektif Baru Penggunaan Big Data dan Jejaring Farmakologi, ia mengatakan produksi obat berbasis riset dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan ketersediaan obat. Sementara pengembangan obat baru memerlukan proses panjang dan waktu yang lama.

“Pengembangan obat baru mulai dari ide awal hingga peluncuran produk jadi merupakan proses yang kompleks, memakan waktu 12–15 tahun dan menghabiskan biaya lebih dari 1 miliar USD,”paparnya.

Pada awalnya, target obat terapeutik harus diidentifikasi dengan metode eksperimental secara tradisional. Kemudian, ahli biologi struktural muncul untuk menguraikan struktur tiga dimensi (3D) serta karakteristik pengikatan ligand untuk mengungkapkan apakah hal ini memungkinkan sebagai target obat baru. Selanjutnya, ahli kimia obat dan farmakologi menggunakan high-throughput screening untuk menemukan beberapa senyawa timbal yang sangat efektif untuk penilaian keamanan lebih lanjut serta uji klinis.

Secara umum, lanjutnya, prosedur tersebut mahal dan membosankan. Pada tahun 2018, hasil studi Moore et.al 2008 menemukan bahwa biaya rata-rata uji kemanjuran untuk 59 obat baru yang disetujui oleh FDA selama 2015-2016 adalah 19 juta USD. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengatasi keterbatasan prosedur penemuan obat konvensional dengan memperkenalkan metode yang lebih efisien, berbiaya rendah dan berbasis komputasi.

“Dibandingkan dengan metode penemuan obat secara tradisional, desain obat yang rasional, penggunaan metode desain obat yang dibantu komputer, terbukti lebih efisien dan ekonomis,”ucapnya.

Desain obat rasional mengintegrasikan molecular docking ke kantong ikatan ligan dari target terapeutik yang menjanjikan, menghitung energi ikatan dari setiap senyawa molekul kecil. Selain itu, secara selektif memilih yang terbaik sebagai kandidat untuk masuk ke tahap prosedur eksperimental berikutnya. Penelitian Ferreira et al., 2015 mencatat saat ini ada lebih dari 100.000 struktur 3D protein yang telah disimpan dalam Protein Data Bank (PDB) untuk molecular docking. Berbeda dengan metode tradisional, desain obat rasional telah meningkatkan tingkat hit skrining obat lebih dari 100 kali.

Oleh sebab itu, Arief menegaskan pentingnya melakukan pemanfaatan setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang farmakologi dan toksikologi sebagai upaya penemuan dan pengembangan obat baru. Semakin baik kandidat obat dirancang selama tahap percobaan, akan meminimalkan kemungkinan obat tersebut gagal pada tahap akhir terutama dalam uji klinis dengan pengujiannya sangat mahal.

Pandemi COVID-19, lanjutnya, telah memaksa semua pihak memikirkan kembali cara mempercepat waktu penemuan dan pengembangan obat dan vaksin. Metode penemuan obat yang baru, efektif, dan lebih murah menjadi penting.  Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bersama dengan big data mempunyai potensi untuk menyediakan sumber dan metodenya yang mampu menganalisis data dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat.

“Penggunaan big data dan AI berkembang begitu cepat sehingga meningkatkan penemuan target obat dalam kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,”ucapnya.

Penulis: Ika

Foto: Donnie

Artikel Penggunaan Big Data Percepat Pengembangan Obat Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/penggunaan-big-data-percepat-pengembangan-obat-baru/feed/ 0
Mahasiswa UGM Gali Potensi Kulit Udang untuk Terapi Gagal Ginjal Kronik https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-gali-potensi-kulit-udang-untuk-terapi-gagal-ginjal-kronik/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-gali-potensi-kulit-udang-untuk-terapi-gagal-ginjal-kronik/#respond Thu, 26 Oct 2023 08:15:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=60980 Prevalensi Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase penderita GGK mengalami peningkatan dari 0,2 persen penduduk pada tahun 2013 menjadi 0,38 persen pada tahun 2018. Gagal ginjal kronik juga dapat menjurus pada berbagai masalah metabolisme lain, seperti hiperfosfatemia (peningkatan konsentrasi fosfat dalam darah) dan hipertensi (peningkatan tekanan darah). Tim […]

Artikel Mahasiswa UGM Gali Potensi Kulit Udang untuk Terapi Gagal Ginjal Kronik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prevalensi Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase penderita GGK mengalami peningkatan dari 0,2 persen penduduk pada tahun 2013 menjadi 0,38 persen pada tahun 2018. Gagal ginjal kronik juga dapat menjurus pada berbagai masalah metabolisme lain, seperti hiperfosfatemia (peningkatan konsentrasi fosfat dalam darah) dan hipertensi (peningkatan tekanan darah).

Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan riset untuk menemukan alternatif pengobatan hiperfosfatemia dan hipertensi pada kasus gagal ginjal kronik yang lebih efisien, ekonomis, dan minim efek samping. Mereka mengolah kulit udang yang mengandung senyawa kalsium karbonat menjadi ekstrak dalam bentuk bubuk, yang dapat digunakan untuk terapi pada penderita penyakit tersebut.

“Telah banyak riset yang menggali potensi kitosan pada kulit udang, sedangkan kandungan kalsium karbonat masih jarang dimanfaatkan. Hasil uji menunjukkan kulit udang mengandung kalsium karbonat sebanyak 45-50 persen. Senyawa kalsium karbonat itu yang selanjutnya kita gali untuk dimanfaatkan,” terang Titis Putri Dika Amalia, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut.

Riset ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) tahun 2023 yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim riset ini, selain Titis, adalah Farhan Dio Sahari dan Syifa Aulia Pramudani dari Fakultas Kedokteran Hewan, Chasna Salsabila Rosydiana dari Fakultas Farmasi, dan Marcellino Maatita dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Tim yang bernama Calcicarbo ini berada di bawah bimbingan Dr. drh. Vista Budiariati, M.Si.

Gagal ginjal kronik sendiri adalah kerusakan struktural dan fungsional ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus yang progresif dan irreversible. GGK dicirikan dengan kerusakan jaringan ginjal, termasuk glomerulus yang berfungsi sebagai penyaring darah. Jumlah total individu yang terkena GGK stadium 1-5 di seluruh dunia diperkirakan mencapai 843,6 juta. Mirisnya, tata laksana GGK yang tersedia saat ini memiliki banyak efek samping dan tidak semua kalangan masyarakat mampu menjangkaunya. 

Obat antifosfat dan agen diltiazem yang ditawarkan pada pasien gagal ginjal kronik tidak sepenuhnya mengurangi progresivitas GGK karena efek samping dan sifat kontraindikasi obat. Prosedur lain seperti hemodialisis memerlukan biaya besar dan menurunkan kualitas hidup penderita GGK. Hal tersebut tentu menjadi beban besar bagi penduduk berpendapatan rendah dan menengah.

“Saat ini, tata laksana untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi progresivitas GGK menggunakan golongan loop diuretic, angiotensin converting enzyme inhibitor, dan amlodipin, tetapi obat tersebut dapat menyebabkan hipoglikemia, hiperurisemia, hiperlipidemia, respons batuk, dan edema. Sedangkan hemodialisis atau cuci darah jelas sekali memerlukan biaya besar dan berpotensi menurunkan kualitas hidup,” jelas Marcellino.

Untuk meneliti potensi kalsium karbonat sebagai terapi hiperfosfatemia dan hipertensi pada kasus GGK, tim ini mengumpulkan kulit udang windu (Penaeus monodon) dari distributor makanan laut di wilayah Bantul dan Semarang. Kulit udang tersebut dikalsinasi menjadi bentuk serbuk, dan selanjutnya serbuk ekstrak kalsium karbonat kulit udang (ECKU) tersebut diuji efektivitasnya dengan diujicobakan pada hewan coba tikus yang diinduksi gagal ginjal kronik.

Hasil uji di Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi Antar-Universitas menunjukkan bahwa ECKU mampu menurunkan kadar urea darah, kreatinin darah, fosfat darah, dan hormon paratiroid, serta mampu meningkatkan kadar kalsium darah. Selain itu, ECKU juga tidak memunculkan sifat toksik pada tubuh sehingga aman digunakan sebagai pengobatan hiperfosfatemia dan hipertensi pada gagal ginjal kronik. 

Mengingat ketersediaan kulit udang yang cukup tinggi dan belum termanfaatkan secara maksimal, hasil riset ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan terapi efektif dan ekonomis yang dapat dimanfaatkan secara luas. 

 

Penulis: Tim PKM

Editor: Gloria

Artikel Mahasiswa UGM Gali Potensi Kulit Udang untuk Terapi Gagal Ginjal Kronik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-gali-potensi-kulit-udang-untuk-terapi-gagal-ginjal-kronik/feed/ 0
Tiga Dosen UGM Teliti Metode Pemrosesan Limbah Pengolahan Biogas dari Kotoran Sapi Menjadi Bio-Oil https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-dosen-ugm-teliti-metode-pemrosesan-limbah-pengolahan-biogas-dari-kotoran-sapi-menjadi-bio-oil/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-dosen-ugm-teliti-metode-pemrosesan-limbah-pengolahan-biogas-dari-kotoran-sapi-menjadi-bio-oil/#respond Thu, 26 Oct 2023 08:14:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=60974 Pengolahan kotoran sapi dengan teknologi penguraian anaerobik atau anaerobic digestion dapat menghasilkan biogas yang kaya akan gas metan, serta dapat digunakan sebagai bahan bakar, sumber panas, sumber energi pembangkit listrik, atau disuntikkan ke jaringan gas alam setelah dimurnikan. Terlepas dari kelebihan yang dimiliki, metode tersebut masih menghasilkan residu basah berupa digestate yang kerap dimanfaatkan sebagai […]

Artikel Tiga Dosen UGM Teliti Metode Pemrosesan Limbah Pengolahan Biogas dari Kotoran Sapi Menjadi Bio-Oil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pengolahan kotoran sapi dengan teknologi penguraian anaerobik atau anaerobic digestion dapat menghasilkan biogas yang kaya akan gas metan, serta dapat digunakan sebagai bahan bakar, sumber panas, sumber energi pembangkit listrik, atau disuntikkan ke jaringan gas alam setelah dimurnikan. Terlepas dari kelebihan yang dimiliki, metode tersebut masih menghasilkan residu basah berupa digestate yang kerap dimanfaatkan sebagai pupuk, namun berpotensi melepaskan gas rumah kaca dan mencemari udara. 

Untuk memitigasi potensi ancaman lingkungan tersebut, sekelompok dosen UGM meneliti metode pengelolaan digestate yang lebih berkelanjutan dan sejalan dengan konsep bioekonomi sirkular, serta dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan. Produk yang dihasilkan meliputi bio-oil yang kaya akan karbon, senyawa-senyawa bernilai tinggi, dan hydrochar, serta produk samping fase cair yang mengandung nutrien dalam konsentrasi tinggi yang bisa di daur ulang untuk menjadi pupuk atau soil amendment.

“Selain itu, proses yang dikembangkan di penelitian ini dapat langsung mengolah digestate yang kadar airnya tinggi tanpa harus melalui proses pengeringan yang memerlukan energi panas dalam jumlah besar,” terang Dosen Departemen Teknik Kimia UGM, Hanifrahmawan Sudibyo, Ph.D.

Penelitian ini ia lakukan bersama dua dosen Fakultas Teknik lainnya, yaitu Budhijanto, Ph.D (Departemen Teknik Kimia), dan Dr. Eng. Adhika Widyaparaga (Departemen Teknik Mesin dan Industri). Selain kolaborasi internal, tim peneliti UGM juga bekerja sama dengan mitra peneliti dari Pontificia Universidad Católica de Chile (Chile) dan Pontificia Universidad Javeriana (Kolombia). Hasil penelitian ini pun telah diakui secara internasional melalui publikasi di Industrial & Engineering Chemistry Research, jurnal Q1 terbitan American Chemical Society (ACS) pada tahun 2023.

Metode pengolahan digestate yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencairan hidrotermal atau hydrothermal liquefaction (HTL) dengan menggunakan sejumlah mineral lempung sebagai katalis. Hanif menerangkan, fokus dari penelitian ini adalah melakukan eksplorasi katalisator padat heterogen yang paling optimal untuk menggantikan katalisator asam atau basa homogen yang biasa digunakan pada proses pencairan hidrotermal.

Tim ini melakukan evaluasi yang komprehensif terhadap berbagai mineral lempung yang tersedia secara alami dan komersial, dan menemukan bahwa montmorillonite adalah mineral lempung yang paling layak untuk digunakan. Montmorillonite sendiri merupakan mineral yang dapat diperoleh secara alami di berbagai daerah di pulau Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, dan lain-lain. Sintesis montmorillonite secara komersial untuk memperoleh kemurnian yang tinggi juga sudah dilakukan oleh pabrikan-pabrikan dunia.

“Hasil penelitian ini akan dapat berkontribusi pada pengembangan biorefinery pengolahan limbah biomassa basah yang bersifat resource efficient atau dengan kata lain menghasilkan pemulihan sumber daya alam yang maksimal,” ungkap Hanif.

Tim peneliti UGM ini selanjutnya berencana untuk meneliti lebih dalam pengembangan katalis berbasis mineral lempung ini untuk valorisasi berbagai limbah biomassa basah yang jumlahnya signifikan di Indonesia. 

Yang terkini, Hanif juga baru saja memperoleh hibah penelitian dari Kurita Water and Environment Foundation Jepang untuk mengembangkan katalis berbasis mineral hydrotalcite yang diimpregnasi dengan unsur-unsur logam transisi untuk mengubah campuran senyawa fenolik pada air limbah industri pulp dan paper dan penyamakan kulit menjadi syngas, yaitu CO dan H2

“Semoga hasil penelitian yang didanai oleh Kurita ini berhasil membuat terobosan yang bermanfaat bagi industri-industri terkait,” tuturnya.

 

Penulis: Gloria

Artikel Tiga Dosen UGM Teliti Metode Pemrosesan Limbah Pengolahan Biogas dari Kotoran Sapi Menjadi Bio-Oil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-dosen-ugm-teliti-metode-pemrosesan-limbah-pengolahan-biogas-dari-kotoran-sapi-menjadi-bio-oil/feed/ 0
Dekan Fakultas Geografi UGM Terima Penghargaan dari Institusi Perancis https://ugm.ac.id/id/berita/dekan-fakultas-geografi-ugm-terima-penghargaan-dari-institusi-perancis/ https://ugm.ac.id/id/berita/dekan-fakultas-geografi-ugm-terima-penghargaan-dari-institusi-perancis/#respond Wed, 18 Oct 2023 08:36:19 +0000 https://ugm.ac.id/?p=60618 Dosen dan peneliti UGM yang juga merupakan Dekan Fakultas Geografi, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menjadi salah satu penerima penghargaan bergengsi dari Les Academies Des Sciences Institut de France, Grand Prix Tremplin-ASEAN, atas kolaborasi yang ia lakukan dengan mitra peneliti dari Universite Paris 1 Pantheon Sorbonne, Prof. Dr. Franck Lavigne. Penghargaan ini diberikan kepada […]

Artikel Dekan Fakultas Geografi UGM Terima Penghargaan dari Institusi Perancis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen dan peneliti UGM yang juga merupakan Dekan Fakultas Geografi, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menjadi salah satu penerima penghargaan bergengsi dari Les Academies Des Sciences Institut de France, Grand Prix Tremplin-ASEAN, atas kolaborasi yang ia lakukan dengan mitra peneliti dari Universite Paris 1 Pantheon Sorbonne, Prof. Dr. Franck Lavigne.

Penghargaan ini diberikan kepada keduanya, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi penelitian selama lebih dari 15 tahun terakhir yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang kebencanaan dan kegunungapian. Seremoni pemberian penghargaan dilakukan di Paris, Perancis, pada Selasa (17/10) pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. 

“Acara pemberian penghargaan dihadiri oleh ilmuwan Perancis terkemuka yang merupakan anggota dewan akademi ilmu pengetahuan Perancis, dan para penerima penghargaan yang sebagian besar adalah orang Perancis. Hanya beberapa orang di luar Perancis yang mendapatkan penghargaan ini,” ucap Danang, Rabu (18/10). 

Institut de France sendiri merupakan sebuah lembaga di bawah Presiden Perancis, yang berperan untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait berbagai macam kebijakan. Lembaga ini didirikan pada tahun 1795 untuk menjaga tradisi ilmiah dan memajukan pilar akademik dan inovasi dalam bidang sastra, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Penghargaan Tremplin diberikan oleh Institut de France kepada para peneliti yang memiliki inovasi dan rekam jejak penelitian yang panjang dan berimpak besar dalam berbagai bidang. Grand Prix Tremplin-ASEAN, penghargaan yang diterima Danang, merupakan penghargaan yang diberikan untuk kerja sama bilateral antara pemerintah Perancis dengan negara-negara ASEAN. 

Acara seremoni pemberian penghargaan dihadiri oleh Wakil Duta Besar Indonesia untuk Perancis; Ketua Senat UGM, Prof. Dr. Sulistiowati, SH., M.Hum.; serta Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si.

Danang menerangkan, kontribusi ilmiah dari kolaborasi yang ia jalankan berupa penelitian terkait dampak erupsi gunung api di Indonesia, baik pada skala lokal maupun global, serta gangguan iklim yang ditimbulkannya. Melalui penelitian yang dilakukan, Danang berusaha untuk menggali data-data serta catatan sejarah, dan mencocokkannya dengan temuan terkait endapan letusan gunung api di berbagai benua. 

“Erupsi tidak hanya berdampak pada skala lokal tetapi juga global. Beberapa catatan menunjukkan bahwa dampak erupsi dari gunung api di Indonesia dirasakan hingga ke benua Eropa, bahkan sampai ke Arktika dan Antartika,” paparnya. 

 

Penulis: Gloria

Artikel Dekan Fakultas Geografi UGM Terima Penghargaan dari Institusi Perancis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dekan-fakultas-geografi-ugm-terima-penghargaan-dari-institusi-perancis/feed/ 0