Riset Mahasiswa Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/riset-mahasiswa/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 24 Sep 2024 06:26:30 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tim Mahasiswa UGM Mengungkap Tabir Child Sex Tourism di Bali https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-mengungkap-tabir-child-sex-tourism-di-bali/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-mengungkap-tabir-child-sex-tourism-di-bali/#respond Tue, 24 Sep 2024 06:26:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70823 Pariwisata telah menjadi sektor penting bagi masyarakat Indonesia, terutama di daerah Bali. Meski begitu, maraknya kasus yang terjadi akibat banyaknya turis yang datang ini tentu merubah gaya hidup masyarakat Bali. Termasuk adanya  pelibatan anak-anak dalam pariwisata. Pelibatan anak-anak yang sudah termasuk ilegal di mata hukum ini diperparah dengan adanya kasus Child Sex Tourism (CST) yang dalam hal […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Mengungkap Tabir Child Sex Tourism di Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pariwisata telah menjadi sektor penting bagi masyarakat Indonesia, terutama di daerah Bali. Meski begitu, maraknya kasus yang terjadi akibat banyaknya turis yang datang ini tentu merubah gaya hidup masyarakat Bali. Termasuk adanya  pelibatan anak-anak dalam pariwisata. Pelibatan anak-anak yang sudah termasuk ilegal di mata hukum ini diperparah dengan adanya kasus Child Sex Tourism (CST) yang dalam hal ini termasuk juga pedofilia hingga mengarah pada pelecehan anak di bawah umur.

Berdasarkan hal tersebut, empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada dari berbagai macam disiplin ilmu tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa  dengan bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian dan analisa secara langsung mengenai hal ini di Bali. Keempat mahasiswa tersebut adalah I Ketut Aditya Prayoga dari jurusan pariwisata yang menganalisis peran pariwisata dalam memicu kasus CST di Bali. Sementara itu, Adit Surya mahasiswa jurusan hukum meneliti tentang viktimisasi atau proses timbulnya penyintas CST. Selanjutnya, Putu Daryatti mahasiswa dari jurusan psikologi melakukan pengukuran terhadap trauma yang dialami penyintas baik secara psikis maupun fisik. Serta, Ni Luh Feby Riveranika mahasiswa dari jurusan sosiologi melakukan analisis proteksi yang dapat dilakukan Pentahelix pariwisata untuk meminimalisir, bahkan menghentikan kasus CST ini.

Pendampingan penelitian ini dilakukan oleh Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., M.A. yang memiliki ketertarikan dalam kebijakan pariwisata membantu tim PKM-RSH untuk menganalisis lebih dalam kasus CST mulai dari faktor timbulnya korban, trauma yang dialami penyintas, dan upaya-upaya proteksi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kasus ini kedepannya. Hasilnya terdapat tiga bentuk viktimisasi CST yang dialami subjek yakni viktimisasi pedofil, tindak perdagangan dan penjualan orang, serta keikutsertaan anak dalam aplikasi MiChat. Viktimisasi yang terjadi disebabkan karena pretisipasi, gaya hidup, tempat sesaat, dan kegiatan rutin.

Ketut menuturkan, dalam proses viktimisasi ditemukan bagaimana proses sehingga anak-anak tersebut menjadi korban melalui riset dan wawancara. Dari mulai perolehan informasi tidak senonoh yang membawa mereka berhubungan dengan para turis, hingga adanya tindak pidana perdagangan orang. Tim mengungkap bahwa alasan utama dari terjerumusnya anak-anak ini adalah kurangnya kepedulian dari orang tua. Adit mengatakan, anak-anak diberikan ponsel sedari kecil sehingga menjadi lebih bebas dalam mengakses informasi yang seharusnya tidak mereka dapatkan. “Kita menemukan bahwa memang anak-anak ini dibawa ke arah seperti itu oleh orang tuanya, atas dasar kemiskinan, masalah-masalah ekonomi, pendidikan, dan sebagainya,” ujar Adit.

Sebenarnya, sudah ada undang-undang yang mengatur perlindungan anak di Indonesia mengenai bagaimana anak seharusnya dilindungi dari adanya kekerasan seksual, eksploitasi seksual, dan sebagainya. Namun, tim PKM-RSH mengungkapkan bahwa mereka masih merasa penegakan atas peraturan ini masih cukup rendah. “Sejatinya karena eksploitasi seks ini mungkin dalam hukum dikenal dengan istilah aduan, jadi ketika tidak ada aduan, pemerintah itu tidak akan mengetahuinya,” tambah Adit.

Setelah melewati kurang lebih empat bulan proses penelitian, pada akhirnya didapatkan tiga penyintas CST sebagai subjek inti penelitian. Selain itu, terdapat Pentahelix pariwisata yakni pemerintah (dinas terkait), NGO, bisnis wisata, akademisi, dan media yang menjadi subjek. “Kami menghubungi yayasan Gerasa Bali dan Lentera Anak Bali, ada beberapa anak yang statusnya masih terlibat. Cuma kami mengakses penyintasnya untuk menceritakan pengalaman mereka kepada kami,” ungkap Feby.

Terkait dampak traumatis, penyintas mengalaminya secara fisik yakni cedera serius yakni sayatan pada kaki hingga penyakit seks menular. Sementara, efek traumatis lainnya menyerang psikologi penyintas yang mengalami mimpi distressing, kilas balik, pengindraan yang persisten terhadap stimulus, perubahan kognisi yang negatif, dan perubahan dalam reaktivitas. “Kami menganalisa menggunakan DSM-5 yang berfokus pada PTSD atau trauma yang mereka alami. Kami mendapatkan mereka itu memang mendapatkan trauma dalam beberapa bentuk,” imbuh Feby.

Mirisnya, orang tua korban juga belum sepenuhnya memahami terkait kejadian ini. Putu Daryatti mengatakan bahwa sang turis yang menjadi pelaku dianggap baik oleh orang tuanya sehingga tidak timbul kecurigaan. “Jadi kayak dibiarin tuh anaknya waktu kecil, bawa aja nih main gitu. Terus orangtuanya dikasih uang, tapi kan orang tuanya nggak ngerti anaknya itu dibawa itu mau diapain,” katanya.

Selain berfokus pada kegiatan penelitian, Tim PKM-RSH CST Bali juga bersikeras untuk menyalurkan edukasi mengenai hal ini. Ketut menyebutkan bahwa salah satu luaran program mereka bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui medium yang lebih luas. “Kami juga diminta untuk membuat beberapa media sosial untuk persebaran informasi. Mungkin bisa lihat akun media sosial Instagram, ada juga TikTok dan juga Twitter,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, tim mahasiswa UGM menekankan bahwa diperlukan seluruh peran berbagai pihak terutama keluarga dan juga termasuk Pentahelix pariwisata dalam menciptakan lingkungan yang protektif terhadap anak. Lingkungan yang ramah akan anak-anak, demi mewujudkan pariwisata Bali yang berkelanjutan. “Bisa juga dengan cara memperkuat undang-undang perlindungan anak. Begitu juga dengan prakteknya. Dan kami rasa memang perlu banyak praktik langsung, turun langsung ke lapangan oleh pemerintah,” pungkas Adit.

Penulis : Lintang

Editor   : Gusti Grehenson

Foto.    : Freepik

Artikel Tim Mahasiswa UGM Mengungkap Tabir Child Sex Tourism di Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-mengungkap-tabir-child-sex-tourism-di-bali/feed/ 0
Limbah Biji Salak dan Kulit Jeruk Berpotensi sebagai Alternatif Terapi Kanker Serviks https://ugm.ac.id/id/berita/limbah-biji-salak-dan-kulit-jeruk-berpotensi-sebagai-alternatif-terapi-kanker-serviks/ https://ugm.ac.id/id/berita/limbah-biji-salak-dan-kulit-jeruk-berpotensi-sebagai-alternatif-terapi-kanker-serviks/#respond Thu, 12 Sep 2024 07:37:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70563 Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat mengkhawatirkan bagi  masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, kasus kanker serviks di Indonesia  mencapai 36.633 jiwa. Angka ini berhasil menempatkan kanker serviks menjadi  kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah kanker payudara, serta  peringkat ketiga dalam urutan kanker dengan angka kematian tertinggi. Namun begitu, sampai saat ini, penanganan […]

Artikel Limbah Biji Salak dan Kulit Jeruk Berpotensi sebagai Alternatif Terapi Kanker Serviks pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat mengkhawatirkan bagi  masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, kasus kanker serviks di Indonesia  mencapai 36.633 jiwa. Angka ini berhasil menempatkan kanker serviks menjadi  kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah kanker payudara, serta  peringkat ketiga dalam urutan kanker dengan angka kematian tertinggi.

Namun begitu, sampai saat ini, penanganan penyakit kanker hanya dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Adapun obat kemoterapi  yang umum digunakan dalam pengobatan kanker memiliki efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Oleh sebab itu, dibutuhkan  pengembangan alternatif pengobatan kanker serviks dengan efek samping yang  minimum.

Melihat urgensi dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Cisaheal, terdiri dari Aditya Latiful Azis (Biologi 2022), Asy Syifa Paras Ceria (Biologi 2022), Shabrina Farras Tsany (Kedokteran 2021), Rahmalia Diani Saffana (Kedokteran 2021), dan Faqih Fikri Nuryanto (Farmasi 2023) dengan dosen pembimbing Woro Anindito Sri Tunjung, M.Sc., Ph.D., melakukan penelitian yang dilakukan oleh bertujuan untuk melakukan eksplorasi potensi obat herbal anti kanker serviks menggunakan kombinasi ekstrak biji salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) dan kulit jeruk pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.). Penelitian yang ini didanai oleh Kemendikbudristek RI melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE).

Aditya menerangkan bahwa pemilihan biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo sebagai agen anti kanker serviks bukan tanpa alasan. Biji salak pondoh diketahui mengandung senyawa polifenol, alkaloid, dan terpenoid, yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Sementara itu, pada kulit jeruk pamelo ditemukan senyawa flavonoid dan likopen, yang berpotensi memiliki sifat sitotoksik pada sel kanker. “Pemanfaatan obat herbal sebagai alternatif terapi diyakini memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan obat modern,” kata Aditya dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (12/9).

Ia menambahkan, kombinasi biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo berpotensi menjadi pengobatan alternatif kanker serviks dengan efek samping yang minimum. Pada bagian biji salak dan kulit jeruk pamelo terkandung metabolit sekunder yang berpotensi dalam pengobatan anti kanker serviks. Selain itu, produksi dan konsumsi salak dan jeruk pamelo menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya di Indonesia.

“Sampah dari buah ini berpotensi meningkatkan jumlah limbah organik. Kami berharap dengan adanya penelitian ini dapat memperluas alternatif pengobatan pada kanker serviks menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan minim efek samping” ujar Adit selaku ketua tim.

Sebagai upaya membuktikan efikasi kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo, Adit dan rekan tim mahasiswa lainnya melakukan beberapa tahapan uji, yaitu skrining profil fitokimia, uji in silico, uji aktivitas antiinflamasi, uji sitotoksisitas dan uji antiproliferasi dengan MTT assay, uji penghambatan migrasi sel HeLa, serta uji apoptosis. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan, terbukti kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo memiliki aktivitas anti inflamasi, menghambat migrasi sel HeLa, dan mampu memicu apoptosis pada sel kanker serviks.

“Kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo dapat menjadi alternatif terapi pada kanker serviks dengan memanfaatkan potensi alam,” ungkap Shabrina, selaku anggota tim.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Limbah Biji Salak dan Kulit Jeruk Berpotensi sebagai Alternatif Terapi Kanker Serviks pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/limbah-biji-salak-dan-kulit-jeruk-berpotensi-sebagai-alternatif-terapi-kanker-serviks/feed/ 0
Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/#respond Fri, 23 Aug 2024 06:39:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69778 Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%, sementara target yang ingin […]

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.

Untuk membantu program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting, Lima orang mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) mengkreasikan sebuah inovasi snack bar berbahan dasar daun kelor dengan tambahan berupa kacang-kacangan, seperti edamame dan kacang tanah yang digunakan sebagai bahan dasar. Kelima orang mahasiswa tersebut adalah Andika Jatra Pratama (FK-KMK), Aurel Novalino, Zahra Faizah (Fakultas Teknik), Ghina Salwa (Fakultas Peternakan), dan Daniel Phangkay (Fakultas Teknologi Pertanian).

Ide pembuatan snack bar berbahan dasar daun kelor ini berangkat dari kegiatan pengabdian mahasiswa di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.Di kelurahan ini, daun kelor menjadi salah satu komoditas yang jumlahnya banyak, tetapi kurang dapat diolah masyarakat setempat. “Tim kami kemudian menghadirkan inovasi pembuatan snack bar dari bahan dasar kelor sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal potensi sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan stunting,” kata Andika dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (23/8).

Khususnya bagi ibu hamil, kata Andika, daun kelor bisa mencegah stunting pada bayi karena kaya akan nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, protein, dan zat besi. “Daun kelor memberikan asupan gizi yang diperlukan untuk mendukung perkembangan optimal janin serta mencegah anemia pada ibu hamil,” katanya.

Tim mahasiswa membuat olahan makanan yang dibuat berupa brownies dan snack bar kering. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain adalah tepung terigu, madu sebagai pemanis, daun kelor, kacang tanah, dan edamame sebagai sumber tambahan gizi dan memberikan tekstur renyah pada makanan. Kacang tanah dan edamame mengandung asam folat dan zat besi yang mendukung penguatan janin sehingga dapat mencegah stunting pada bayi yang lahir.  

Pembuatan snack bar ini menargetkan pelatihan pengolahan daun kelor pada ibu-ibu PKK. Ibu-ibu PKK kelurahan wonodri diberikan pelatihan cara membuat snack bar berbahan dasar daun kelor dengan harapan mereka bisa membagikan kemampuan tersebut. “Menggandeng ibu-ibu PKK sebagai mitra utama, diharapkan program PKM-PM Elsibarkelor ini dapat menjadi salah satu langkah nyata masyarakat dalam upaya menekan angka stunting di wilayah mereka,” kata Jatra, anggota tim PKM lainnya

Selain mengolah makanan cegah stunting dari daun kelor, warga juga diberikan pelatihan penggunaan aplikasi Elsimil sehingga mereka dapat mengoperasikannya secara mandiri. Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan keberadaan aplikasi Elsimil yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Aplikasi ini memiliki tiga fitur utama, yaitu skrining yang mencakup calon pengantin, calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki bayi usia 0-59 bulan. Lalu, beragam edukasi terkait kesehatan reproduksi dan cara menjaga kehamilan, serta konsultasi dengan ahli dari BKKBN. 

“Dari awal ada pendampingan karena sebelum menikah itu ada kriteria yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Bahkan, sekarang sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama sehingga siapa pun yang mau menikah itu harus mengisi skrining dari aplikasi Elsimil. Jadi, mereka harus dapat sertifikat dulu baru bisa mengajukan pernikahan ke KUA,” jelas Novalino.

Dengan adanya program ini, diharapkan mampu menekan angka stunting di kelurahan wonodri dan mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor, serta dapat membantu mensukseskan program zero stunting yang digalakkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan aplikasi elsimil secara optimal. 

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Konservasi Pohon Langka di DIY https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-konservasi-pohon-langka-di-diy/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-konservasi-pohon-langka-di-diy/#respond Thu, 22 Aug 2024 02:57:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69723 Kebudayaan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tidak hanya ada pada unsur kesenian dan tradisi budaya namun juga termasuk dengan banyaknya pohon bermakna filosofi sejarah dan kepercayaan adat Jogja. Namun, banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya pohon kebudayaan tersebut. Minimnya media informasi mengenai pohon-pohon ini menjadi salah satu faktor keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pohon […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Konservasi Pohon Langka di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebudayaan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tidak hanya ada pada unsur kesenian dan tradisi budaya namun juga termasuk dengan banyaknya pohon bermakna filosofi sejarah dan kepercayaan adat Jogja. Namun, banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya pohon kebudayaan tersebut. Minimnya media informasi mengenai pohon-pohon ini menjadi salah satu faktor keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pohon kebudayaan. Selain pohon budaya, di DIY juga ditemui sejumlah pohon langka yang menjadi prioritas konservasi di tingkat provinsi. Berangkat dari kondisi ini, tim PKM Kaya Inovatif UGM merancang alat yang mereka namakan Integrated System of Tree information (ISTI) untuk bisa deteksi gangguan pada pohon lewat sensor suara dan sensor getaran.

Pengembangan ISTI dilakukan dengan bantuan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karya Inovatif. Komposisi kelompok tim PKM ini terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan dan dua mahasiswa Fakultas Teknik dengan diketuai oleh Safiera Anindya Syaafiyana dari Prodi Kehutanan, anggota terdiri Muhammad Hisyam (Teknik Elektro), Perwira Akhdan Zumarsyah (Teknologi Informasi), Septia Maharani Sinaga (Kehutanan), dan Zaini Silvia Aryani (Kehutanan).

Safiera mengatakan alat ini terdiri dari rangkaian software dan hardware sebagai media informasi pohon budaya dan pohon langka di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim mahasiswa juga mengembangkan website yang dapat diakses melalui tautan app.isti.online yang berisi artikel, persebaran, dan identitas pohon budaya serta pohon langka, seperti mentaok atau sawo kecik. “Persebaran spesies pohon yang juga telah dilengkapi dengan titik-titik lokasi di peta digital,” kata Safiera dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (22/8).

Selain itu, alat ini mampu memantau pohon budaya dan pohon langka secara jarak jauh. Pemantau tersebut berfungsi sebagai alat detektor penebangan dan mendeteksi adanya gangguan pada pohon dengan sensor suara dan sensor getaran. Bahkan alat detektor ini juga memiliki penerima sinyal bagi masyarakat yang tinggal paling dekat dengan pohon. Apabila pohon tersebut ditebang atau mati, sinyal dapat langsung mengirimkan informasi ke website secara real-time. “Tim kami berdinamika secara kompak dan seluruh anggota tim berkontribusi dengan bekal keilmuan berdasarkan latar belakang studi masing-masing,” ujar Safiera,

Muhammad Hisyam, selaku anggota tim berharap inovasi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pelestarian lingkungan dan budaya di DI. “Lewat alat deteksi dini bisa mencegah penebangan liar sehingga upaya pelestarian pohon-pohon berharga dapat dilakukan dengan lebih efektif,” tandasnya.

Hisyam menambahkan, melalui pengembagnan media informasi ISTI di laman website diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat dan peneliti yang tertarik dengan kekayaan hayati dan budaya di DIY.

 

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Konservasi Pohon Langka di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-konservasi-pohon-langka-di-diy/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukasi Seks untuk Anak Usia Dini https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/#respond Thu, 22 Aug 2024 02:01:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69714 Pembelajaran seks untuk usia dini masih menjadi pembahasan yang tabu di kalangan orang tua. Padahal, edukasi seks diperlukan sebagai salah satu upaya preventif dalam merawat organ reproduksi dan menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak sebelum memasuki masa pubertas. Kali ini, Tim Mahasiswa UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berinovasi membantu orang tua memberikan […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukasi Seks untuk Anak Usia Dini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pembelajaran seks untuk usia dini masih menjadi pembahasan yang tabu di kalangan orang tua. Padahal, edukasi seks diperlukan sebagai salah satu upaya preventif dalam merawat organ reproduksi dan menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak sebelum memasuki masa pubertas. Kali ini, Tim Mahasiswa UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berinovasi membantu orang tua memberikan edukasi seks pada anak-anak.

Tim ini beranggotakan lima orang mahasiswa dari program studi yang berbeda-beda, yakni Vicky Rian Saputra (Departemen Politik dan Pemerintahan), Shahrin Nuri Ramadhani (Psikologi), ‘Aisyah Khayyiratunnisa (Psikologi), Muhammad Burhanudin Bachtiar (Teknik Industri),dan Devrangga Hazza Mahiswara (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak). Karya inovasi dari tim ini dinamakan “Magic Box: Petualangan Ajaib” yang merupakan permainan papan berisi edukasi seks. Permainan ini sengaja dibuat dan dikemas dengan nuansa menyenangkan untuk menghilangkan stigma tabu edukasi seks di usia dini.

Menurut Vicky selaku ketua tim, latar belakang produk inovasi ini dimulai dari keresahan akan kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya edukasi seks dini. “Kami membuat board game dan aplikasi ini karena keresahan kami akan kurangnya perhatian masyarakat tentang pendidikan seks, bahkan ada segelintir yang menganggap ini tabu.” tutur Vicky kepada wartawan, Kamis (22/8).

Riset yang dilakukan Vicky dan kawan-kawan menunjukkan urgensi kuat dalam menghilangkan stigma tabu pada edukasi seks. Survei menyebutkan, sebesar 85% anak kelas 5 SD di suatu sekolah terpapar konten pornografi, dan 57% dari mereka pernah sengaja membuka konten pornografi di YouTube. Bahkan, beberapa kasus kekerasan dan pelecehan seksual pernah terjadi dan dilakukan oleh anak berusia lima tahun pada teman sebayanya. “Bentuk nyata munculnya kasus tersebut mengindikasikan rendahnya pemahaman edukasi seks pada anak-anak Indonesia,” paparnya.

Edukasi seks sebenarnya membantu anak memahami adanya batas-batas dan larangan terkait paparan pornografi di media digital. Namun orang tua seringkali mengkhawatirkan anak-anak justru akan merasa “penasaran” untuk mengakses konten tersebut dibanding bertindak sebagai upaya preventif. “Board game ini kami susun dengan dibimbing oleh ahlinya yakni pembina kami yang berasal dari Fakultas Psikologi UGM dengan menggunakan metode Family Strength Framework,” ujar Shahrin, anggota tim.

Board game ini terdiri dari papan permainan berukuran 40×40 cm, lima bidak, satu set kartu BEE, satu set kartu JOY, dan dua dadu permainan. Magic Box ini dilengkapi dengan puzzle, pop-up story book, dan kartu untuk memudahkan orang tua dalam mengedukasi anak secara interaktif. Permainan terintegrasi dengan aplikasi yang berisi konten edukasi dan fitur konsultasi. Rencananya, aplikasi tersebut dapat menghubungkan pengguna dengan para ahli psikolog anak dalam layanan konsultasi. “Harapannya, karya tim ini dapat merubah stigmatisasi negatif dan memudahkan orang tua mengajarkan edukasi seks pada anak sedini mungkin,” kata Sahrin.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukasi Seks untuk Anak Usia Dini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Carbon Capture dari Limbah Tongkol Jagung https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-teknologi-carbon-capture-dari-limbah-tongkol-jagung/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-teknologi-carbon-capture-dari-limbah-tongkol-jagung/#respond Thu, 22 Aug 2024 01:37:19 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69703 Perubahan iklim menjadi masalah utama yang dihadapi berbagai negara di tingkat global. Kenaikan suhu bumi semakin signifikan setiap tahunnya, bahkan saat ini mencapai 1,2 derajat celcius. Guna mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan komitmen kuat dan strategi tepat sasaran untuk mengatasi produksi karbon. Sebagai salah satu bentuk kontribusi generasi muda terhadap penanganan perubahan iklim, tim mahasiswa UGM […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Carbon Capture dari Limbah Tongkol Jagung pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perubahan iklim menjadi masalah utama yang dihadapi berbagai negara di tingkat global. Kenaikan suhu bumi semakin signifikan setiap tahunnya, bahkan saat ini mencapai 1,2 derajat celcius. Guna mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan komitmen kuat dan strategi tepat sasaran untuk mengatasi produksi karbon. Sebagai salah satu bentuk kontribusi generasi muda terhadap penanganan perubahan iklim, tim mahasiswa UGM menciptakan inovasi Carbon Capture dari limbah jagung.

Tim Zifacture yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) ini berhasil memanfaatkan material komposit Zeolitic Imidazolate Framework-8 terdoping karbon aktif dari limbah tongkol jagung untuk mengadsorpsi CO2. Penelitian dilakukan melalui kajian eksperimental dan density functional theory (DFT).

Tim Zifacture yang dibimbing langsung oleh Dosen Departemen Kimia UGM, Fajar Inggit Pambudi, S.Si., M.Sc., Ph.D. ini beranggotakan lima mahasiswa dari berbagai macam program studi. Diketuai oleh Agatha Novi Febriyanti (Kimia 22), dengan anggota Ahmad Mahat Madani (Kimia 22), Risma Khoirunnisa Supriadi (Kimia 22), Reza Pramban Danu (Teknik Kimia 22), dan Dave Alexander Natanael (Teknik Kimia 23).

Agatha Novi Febriyanti menerangkan teknologi Carbon Capture merupakan teknologi yang dikembangkan untuk membantu memerangkap gas karbon yang dihasilkan, sehingga tidak sampai ke atmosfer.  “Kami melihat potensi limbah tongkol jagung yang terkadang hanya dipandang sebelah mata. Kami memadukannya dengan ZIF-8 karena penelitian tentang metal organic framework sedang menjadi tren di bidang sintesis material,” ujar Novi dihubungi Kamis (22/8) di Kampus UGM.

Novi menambahkan tim Zifacture menemukan adanya potensi limbah tongkol jagung dengan kemampuannya menjadi karbon aktif yang berfungsi sebagai adsorben. Menggabungkan limbah tongkol jagung dengan ZIF-8 untuk menghasilkan carbon capture belum pernah diketahui sebelumnya. Padahal menurut Tim Zifacture, inovasi ini memiliki potensi tinggi dengan ketersediaan limbah jagung yang melimpah. “ZIF-8 memiliki topologi mirip zeolit dengan luas permukaan spesifik yang tinggi, struktur mikropori, serta stabilitas kimia dan termal yang baik,” ujarnya.

Ahmad Mahat Madani, anggota tim lainnya, mengatakan sebenarnya inovasi adsorben telah banyak dikembangkan dalam berbagai produk, seperti zeolit, arang aktif, limbah teh, dan kacang. Namun dalam penggunaan ZIF-8 dan limbah jagung dinilai lebih ramah lingkungan karena membutuhkan energi yang lebih rendah dibanding adsorben lainnya.”Kemampuannya dalam menyerap panas dan kandungannya juga cenderung stabil,” paparnya.

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, penelitian tidak hanya dilakukan di laboratorium. Tim Zifacture juga membawa temuan untuk dilakukan input komputasi dengan metode Density Functional Theory (DFT). Tahap ini dilakukan untuk mengkaji penelitian hingga di tingkat molekuler. “Riset ini telah diselesaikan secara eksperimental dan pengkajian secara komputasi masih dalam proses finalisasi. Riset ini diharapkan dapat berkontribusi bagi pengembangan carbon capture selanjutnya,” tambah Reza.

Perubahan iklim utamanya disebabkan oleh pelepasan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer  yang berlebihan. Senyawa karbon ini banyak dihasilkan oleh aktivitas antropogenik manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan emisi perindustrian. Gas CO2 memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi pada panjang gelombang inframerah. Hal ini menyebabkan semakin banyak karbon di atmosfer, dan semakin tinggi pula panas yang terperangkap di bumi. Akibatnya, suhu bumi semakin naik setiap tahunnya. Hasil temuan Tim Zifacture tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya upaya target penanganan perubahan iklim.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Carbon Capture dari Limbah Tongkol Jagung pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-teknologi-carbon-capture-dari-limbah-tongkol-jagung/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Media Pembelajaran Interaktif untuk Anak Gangguan Mental  https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-media-pembelajaran-interaktif-untuk-anak-gangguan-mental/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-media-pembelajaran-interaktif-untuk-anak-gangguan-mental/#respond Thu, 22 Aug 2024 01:12:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69699 Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) 2024 menawarkan inovasi baru untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan mental sulit memusatkan perhatian. Prototipe yang dikembangkan berupa media belajar berbasis game yang memanfaatkan computer vision. Game yang dinamakan Pinkan ini dirancang khusus untuk memenuhi […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Media Pembelajaran Interaktif untuk Anak Gangguan Mental  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) 2024 menawarkan inovasi baru untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan mental sulit memusatkan perhatian.

Prototipe yang dikembangkan berupa media belajar berbasis game yang memanfaatkan computer vision. Game yang dinamakan Pinkan ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan belajar anak ADHD usia 6-9 tahun atau yang sedang berada pada kelas 1-2 Sekolah Dasar (SD).

Game Pinkan merupakan hasil kolaborasi dari lima mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di bawah bimbingan Dr.Eng. Ganjar Alfian, S.T., M.Eng., yaitu Annisa Urohmah, Daffa Askar Fathin, dan Ikhwan Hanif Firdaus yang berasal dari program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, serta Nasywa Qurrota A’yun yang berasal dari program studi Kedokteran dan Adhyaksa Waruna Putro yang berasal dari program studi Elektronika dan Instrumentasi.

Annisa Urohmah, selaku Ketua Tim Pinkan, ditemui pada Kamis (22/8), mengatakan bahwa game ini hadir sebagai salah satu jalan keluar dari fenomena anak yang cepat bosan ketika belajar menggunakan metode konvensional dan keterbatasan media belajar yang menarik sekaligus interaktif untuk anak ADHD selama ini.

Secara garis besar, Pinkan terdiri dari dua media, yaitu website dan aplikasi game. Website Pinkan terdiri dari tampilan menu instalasi game Pinkan dan dashboard capaian progres pengguna yang dapat membantu orang tua dan guru untuk memantau perkembangan anak ADHD. Sedangkan, aplikasi game Pinkan adalah game yang berhasil diunduh dan dimainkan di desktop.

Game terdiri dari beberapa pilihan materi, seperti mengenal huruf dan angka, dengan sistem pelevelan di setiap topik materinya. Teknik yang dipakai dalam bermain game adalah drag and drop menggunakan deteksi gestur tangan. Kemudian, terdapat juga teknik bermain game dengan misi berjalan pada labirin untuk menemukan huruf atau angka yang tepat dengan deteksi pergerakan seluruh tubuh.

“Kami mengembangkan deteksi gestur tubuh menggunakan computer vision yang memanfaatkan Hand and Pose Landmark Detection pada game ini, sehingga Pinkan akan dapat mendeteksi gerakan seperti berjalan di tempat, melompat, mengarahkan tangan, dan mengepalkan tangan, yang mana tidak hanya akan membuat anak duduk dan berdiam diri saja ketika bermain game,” lanjut Annisa.

Annisa kembali menambahkan, “Nantinya game ini dapat dimainkan di komputer, laptop, atau bisa juga memanfaatkan ekstensi monitor televisi selama terhubung dengan kamera, sehingga fleksibel untuk dimainkan di sekolah maupun di rumah.”

Manfaat dan tujuan dari game Pinkan bagi anak ADHD di antaranya adalah meningkatkan minat belajar, fokus, kemampuan kognitif, sekaligus juga sensorik dan motorik dari anak ADHD. “Kami berharap, adanya inovasi ini dapat membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi untuk anak ADHD kedepan” tambahnya.

Penulis : Dita

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Media Pembelajaran Interaktif untuk Anak Gangguan Mental  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-media-pembelajaran-interaktif-untuk-anak-gangguan-mental/feed/ 0
UGM Raih 4 Penghargaan pada Ajang PKM Award https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-4-penghargaan-pada-ajang-pkm-award/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-4-penghargaan-pada-ajang-pkm-award/#respond Tue, 20 Aug 2024 09:21:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69627 Universitas Gadjah Mada diganjar empat penghargaan pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Award yang diadakan pada Senin (19/8). PKM Award ini merupakan sebuah penghargaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mengapresiasi tim-tim yang sudah mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2). Dalam pagelaran […]

Artikel UGM Raih 4 Penghargaan pada Ajang PKM Award pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada diganjar empat penghargaan pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Award yang diadakan pada Senin (19/8). PKM Award ini merupakan sebuah penghargaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mengapresiasi tim-tim yang sudah mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2).

Dalam pagelaran PKM Award 2024 yang digelar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, UGM meraih empat kategori penghargaan, yaitu Perguruan Tinggi Penerima Pendanaan Terbanyak PKM 2024 Klaster Pertama dengan 181 tim didanai, penghargaan Perguruan Tinggi Penerima Insentif Terbanyak pada  PKM 2024 dan penghargaan perguruan Tinggi Terproduktif pada PKM 2024. Dengan jumlah tim didanai dan penerima insentif tersebut, otomatis UGM meraih penghargaan Perguruan Tinggi Terproduktif PKM 2024 dengan total 212 kelompok.

Penghargaan bagi UGM tidak hanya bagi universitas saja, tetapi kelompok mahasiswa peserta PKM turut mendapat penghargaan pada kegiatan tersebut. Kelompok mahasiswa dari skema PKM Riset Sosial Humaniora (RSH) dengan ketua Muhammad Nur Maulana meraih gelar Kelompok Mahasiswa Terkreatif Skema Riset Sosial Humaniora. Kelompok ini melakukan riset dengan judul “Indeks Demokrasi Ekonomi Indonesia: Tinjauan Eksistensi Ekonomi Kerakyatan Sebagai Upaya Peningkatan Pemerataan Ekonomi di Kota Yogyakarta.”

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Dr. Arie Sujito mengaku senang dan bangga atas penghargaan yang dicapai oleh UGM yang telah berhasil meloloskan 181 tim untuk mengikuti tahap pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa. “Dengan adanya penghargaan yang diraih tersebut semakin menegaskan kiprah UGM di ajang PKM. Harapannya, tim-tim yang sudah berlaga di PKM ini dapat melanjutkan sampai ke PIMNAS dan meraih medali hingga mampu mempertahankan Piala Bergilir Adhikarta Kertawidya,” kata Arie dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (20/8).

Pada sambutan Penganugerahan PKM Award, Direktur Belmawa, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T, M.T. menyebutkan pelaksanaan PKM sebagai upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide-ide kreatif dan inovatif mahasiswa dan hal ini disambut positif oleh perguruan tinggi dan mahasiswa dengan tingginya angka pengajuan proposal.

Seperti diketahui, kelompok mahasiswa PKM yang sudah lolos seleksi diberikan dana untuk melaksanakan riset yang sudah diajukan pada tahap proposal. Tahap yang dilaksanakan pada rentang bulan Mei hingga Agustus ini kemudian dilanjutkan dengan PKM Award sebagai apresiasi kepada mahasiswa. Selanjutnya a tim-tim dengan penilaian terbaik akan diikutsertakan pada ajang paling prestius dari pelaksanaan PKM, yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang pada 2024 ini akan diadakan Universitas Airlangga.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Raih 4 Penghargaan pada Ajang PKM Award pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-4-penghargaan-pada-ajang-pkm-award/feed/ 0
Mahasiswa UGM Sulap Limbah Kotoran Sapi Menjadi Batako https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-sulap-limbah-kotoran-sapi-menjadi-batako/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-sulap-limbah-kotoran-sapi-menjadi-batako/#respond Mon, 19 Aug 2024 06:55:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69566 Kotoran sapi tidak hanya potensial dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk organik atau pupuk kompos, namun di tangan mahasiswa kotoran sapi juga disulap menjadi batako yang mereka namakan Batako Bawono. Program pembuatan “Batako Bawono” diinisiasi oleh kolaborasi tiga program studi UGM, yakni Teknologi Veteriner, Ilmu dan Industri Peternakan, dan Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil. […]

Artikel Mahasiswa UGM Sulap Limbah Kotoran Sapi Menjadi Batako pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kotoran sapi tidak hanya potensial dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk organik atau pupuk kompos, namun di tangan mahasiswa kotoran sapi juga disulap menjadi batako yang mereka namakan Batako Bawono.

Program pembuatan “Batako Bawono” diinisiasi oleh kolaborasi tiga program studi UGM, yakni Teknologi Veteriner, Ilmu dan Industri Peternakan, dan Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil. Tim beranggotakan Dinda Ramadhan, Zaenal Arif, Nauziyah Azuardini, Yossi Dyah Listiana, dan Muhammad Rakan Arrandhi ini berada di bawah bimbingan Dosen Fakultas Peternakan, Ir. Annisa’ Qurrotun A’yun, S.Pt., M.Sc., IPP. 

Tim mahasiswa UGM melakukan inovasi pemanfaatan limbah peternakan ini dengan menggandeng Karang taruna Padukuhan Kulwaru,  Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dengan sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran sapi untuk diolah menjadi batako. “Program ini berhasil menarik atensi masyarakat dan menerima respon positif sebagai salah satu inovasi,” kata Dinda dalam keterangan kepada wartawan, Senin (19/8).

Dinda menjelaskan, masyarakat Padukuhan Kulwaru banyak mengalami kendala dalam mengolah limbah kotoran sapi. Padahal daerah ini merupakan salah satu desa dengan pemanfaatan ekonomi pertanian dan peternakan yang tinggi. “Limbah kotoran sapi yang dihasilkan setiap hari belum diproses dengan baik, sehingga menyulitkan warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri,” ujarnya. 

Dikutip dari profil Padukuhan Kulwaru, kata Dinda, mayoritas masyarakat sebanyak 80% penduduk berprofesi sebagai petani dan peternak. Terdapat berbagai jenis ternak yang dikembangkan di desa ini, seperti sapi, kambing, ayam, lele, nila, gurame, dan lain-lain. Masyarakat juga sudah mengenal tentang pengolahan limbah kotoran sapi berupa pupuk organik. “Sayangnya, solusi tersebut belum cukup untuk mengolah seluruh limbah kotoran sapi yang dihasilkan,” jelasnya. 

Menurut perhitungan dari tim mahasiswa, seekor sapi rata-rata bisa menghasilkan 8-10 kilogram kotoran per ahri, atau setara dengan 2,6-3,6 ton per tahun. Artinya, kawasan peternakan bisa menghasilkan lebih dari 100 kilogram limbah per hari. Inovasi batako dari kotoran sapi hadir sebagai alternatif baru pengolahan limbah tersebut. Sedangkan untuk produksi batako bawono dapat menyerap sebanyak 61,8% kotoran dari total limbah yang dihasilkan setiap hari. 

Inovasi ini tentunya menjadi alternatif baru yang disambut baik oleh masyarakat Padukuhan Kulwaru. Melihat respon positif dari masyarakat, Dinda dan tim berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat lanjutan dalam Program Batako Bawono ini. Nantinya, Karang Taruna Karya Muda Wetan yang mengikuti program secara aktif akan dibina untuk membangun usaha dan bisnis batako bawono. Selain itu, rencananya Karang Taruna juga menjadi pusat pembelajaran pembuatan batako berbahan dasar limbah kotoran sapi yang ada di Yogyakarta.

Inovasi dan pemberdayaan masyarakat dalam Program Batako Bawono ini telah mendapat rekognisi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian pada Masyarakat. 

Penulis : Tasya 

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Sulap Limbah Kotoran Sapi Menjadi Batako pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-sulap-limbah-kotoran-sapi-menjadi-batako/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Kaji Efektivitas Tanggul Long Storage untuk Mitigasi Banjir Rob  https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kaji-efektivitas-tanggul-long-storage-untuk-mitigasi-banjir-rob/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kaji-efektivitas-tanggul-long-storage-untuk-mitigasi-banjir-rob/#respond Mon, 19 Aug 2024 03:31:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69550 Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam PKM Riset Sosial Humaniora melakukan riset tentang efektivitas tanggul long storage atau bangunan penahan air dalam menangani banjir rob yang bertempat di Wonokerto Kulon, Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mereka lakukan sebagai bentuk kontribusi dalam penanganan perubahan iklim yang saat ini memerlukan respon yang tanggap dari berbagai pihak. Diketuai […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kaji Efektivitas Tanggul Long Storage untuk Mitigasi Banjir Rob  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam PKM Riset Sosial Humaniora melakukan riset tentang efektivitas tanggul long storage atau bangunan penahan air dalam menangani banjir rob yang bertempat di Wonokerto Kulon, Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mereka lakukan sebagai bentuk kontribusi dalam penanganan perubahan iklim yang saat ini memerlukan respon yang tanggap dari berbagai pihak.

Diketuai oleh Ilham Andriyanto (S1 Antropologi Budaya), Tim PKM-RSH Cerita Tanggul UGM 2024 ini beranggotakan Aqilur Rachman Abdul Charitz (S1 Antropologi Budaya), Yuni Setya Ningrum (S1 Sejarah), Ratna Diah Maharani (S1 Pembangunan Wilayah), dan Agung Ahmad Haidar Fasya (S1 Teknik Infrastruktur Lingkungan).

Riset yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan geografis melalui survei kuesioner kepada 98 responden di Desa Wonokerto Kulon serta metode kualitatif dengan pendekatan etnografis dan historis.

Ilham Andiyanto menyebutkan, riset tersebut menggunakan sepuluh narasumber yang terdiri dari teknisi, tokoh masyarakat di pemerintahan, dan beberapa petani tambak  yang terdampak pembangunan tanggul long storage. ia menyebutkan, beberapa penelitian sebelumnya banyak menyoroti kemampuan dan implikasi teknis dari pembangunan tanggul. “Masih belum ada yang menaruh perhatian terhadap implikasi dan konsekuensi sosio-ekologis yang ditimbulkan dari pembangunan tanggul tersebut,” kata Ilham, Senin (19/8).

Menurutnya, di samping keberhasilannya untuk mengatasi banjir rob melalui konsep pembangunan infrastruktur air, pembangunan tanggul long storage justru  dapat menghasilkan dampak yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dari hasil penelitian tim, kata Ilham, pihaknya menemukan bahwa tanggul long storage berhasil mengurangi banjir rob, dibuktikan dengan hasil kuesioner dengan masyarakat di Wonokerto Kulon, banjir rob sudah tidak pernah hadir kembali setelah tahun 2021 hingga saat ini. “Namun, kehadiran tanggul long storage tidak efektif dalam melindungi lahan pertanian tambak di sisi selatan tanggul,” paparnya.

Efektivitas tanggul long storage di Kabupaten Pekalongan dalam mengatasi banjir rob memang diakui oleh masyarakat, namun kekhawatiran akan ketinggian air di tanggul long storage yang terus meningkat memicu berbagai respon. Masyarakat mengambil langkah-langkah teknis dengan meningkatkan rumah mereka, langkah-langkah ekonomis dengan menambah faktor produksi dan diversifikasi pendapatan, serta langkah-langkah politis dengan menuntut perhatian dari pemerintah. “Riset ini diharapkan mampu menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan bagi pemerintah dalam upaya mitigasi bencana,” paparnya.

Dr. Agung Wicaksono, selaku dosen pembimbing dalam riset ini mengatakan pembangunan tanggul long storage di Kecamatan Wonokerto merupakan itikad pemerintah untuk memitigasi bencana banjir rob, namun kehendak baik belum tentu berjalan dengan baik karena perlu penguatan kapasitas komunitas melalui pendidikan, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan pemberdayaan ekonomi sangat diperlukan. “Untuk memastikan bahwa strategi mitigasi yang dilakukan tidak hanya efektif dalam mengatasi banjir rob saat ini, tetapi juga berkelanjutan dan dapat diterima oleh masyarakat lokal dalam jangka panjang,” katanya.

Penulis : Lintang

Foto. : Kementerian PUPR

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kaji Efektivitas Tanggul Long Storage untuk Mitigasi Banjir Rob  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kaji-efektivitas-tanggul-long-storage-untuk-mitigasi-banjir-rob/feed/ 0