reputasi alumni Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/reputasi-alumni/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 24 Oct 2024 04:07:02 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pernah Dilempar Skripsi, Inilah Kisah Sukses Alumnus UGM Jadi Direktur Ajinomoto  https://ugm.ac.id/id/berita/pernah-dilempar-skripsi-inilah-kisah-sukses-alumnus-ugm-jadi-direktur-ajinomoto/ https://ugm.ac.id/id/berita/pernah-dilempar-skripsi-inilah-kisah-sukses-alumnus-ugm-jadi-direktur-ajinomoto/#respond Wed, 23 Oct 2024 05:03:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71978 Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Jawa Timur resmi mengangkat Satria Gentur Pinandita sebagai Ketua Umum Periode 2024-2029 pada Sabtu (7/9). Penetapan tersebut dilaksanakan pada Musyawarah Daerah (Musda) di AMG Tower, Surabaya yang dihadiri oleh Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo, Ketua Bidang I PP KAGAMA, Anton Mart Irianto, dan sebanyak 15 perwakilan pengurus cabang anggota […]

Artikel Pernah Dilempar Skripsi, Inilah Kisah Sukses Alumnus UGM Jadi Direktur Ajinomoto  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Jawa Timur resmi mengangkat Satria Gentur Pinandita sebagai Ketua Umum Periode 2024-2029 pada Sabtu (7/9). Penetapan tersebut dilaksanakan pada Musyawarah Daerah (Musda) di AMG Tower, Surabaya yang dihadiri oleh Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo, Ketua Bidang I PP KAGAMA, Anton Mart Irianto, dan sebanyak 15 perwakilan pengurus cabang anggota KAGAMA Jatim.

Satria Gentur Pinandita saat ini menjabat sebagai Direktur & Deputi Factory Manager PT. Ajinomoto Indonesia. Lahir di Solo, 24 September 1968, ia berasal dari keluarga pedagang batik di Pasar Beringharjo. Ketika ditemui tim Kabar UGM, Kamis (17/10) lalu di acara temu alumni di Surabaya, Satria membagikan kisah perjalanannya sampai di puncak karir saat ini. “Sejak mulai sekolah, saya pindah ke Yogyakarta. Saya dulu di UGM mengambil Teknologi Pangan (Fakultas Teknologi Pertanian). Tepatnya angkatan ‘87, dan lulus tahun ‘93. Baru setelah itu bekerja di Ajinomoto,” ucap anak pertama dari dua bersaudara tersebut.

Semasa kuliah, Satria mengaku bukanlah mahasiswa yang unggul dalam akademik. Bahkan beberapa kali skripsinya mendapatkan teguran dosen hingga dilempar di depan mata. Kejadian itu membuatnya sedih namun juga memotivasi untuk terus belajar. Ketika sudah memasuki jenjang karir, Satria justru tertawa ketika membaca skripsinya dulu. “Yo ternyata uwelek. Kok ngene ya garapanku dewe? (Ya ternyata jelek, kok seperti ini ya kerjaanku sendiri?). Saya kira itu adalah pendidikan mental, bahwa kamu harus kuat,” ucapnya.

Bangku kuliah juga menjadi tempat pertama kali Satria mengenal perusahaan Ajinomoto. Kala itu ia mengikuti kunjungan ke perusahaan yang dilaksanakan oleh program studinya. Satria juga sempat beranggapan bahwa produk MSG (Monosodium Glutamat) produksi Ajinomoto bukanlah produk sehat. Setelah bekerja, barulah ia mengakui image yang dibangun di masyarakat selama ini ternyata salah.

“Saya dulu menganggap produk ini tidak sehat. Ternyata salah, produk Ajinomoto itu berasal dari tetes tebu yang difermentasi,” jelasnya. Fungsi utama MSG adalah untuk meningkatkan cita rasa makanan dan menambah unsur umami. MSG juga salah satu bahan makanan tambahan yang paling aman dikonsumsi dan berizin.

Awal karirnya tidak langsung berjalan mulus sebagai lulusan sarjana. Menurutnya, ada hal menarik ketika memulai karir di perusahaan Jepang seperti Ajinomoto. Kultur perusahaan Jepang menganut sistem Long Life Employment atau pekerja jangka panjang. Perusahaan sangat menghargai loyalitas karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun. Setiap karyawan juga dilatih untuk memahami langsung kondisi lapangan, bahkan hingga tingkat manajerial.“Saya dulu diajarkan untuk tidak malu-malu terjun ke bawah. Justru kalau kita tidak mengenal lapangan, ada laporan masuk kita tidak paham,” tutur Satria.

Ia menceritakan bagaimana dirinya ikut membersihkan pabrik ketika training dan berpindah-pindah cabang perusahaan. Perlahan tapi pasti, karirnya semakin menaik karena ketekunan dan sikap disiplin yang ia terapkan.

Selain tingkat lay-off rendah, perusahaan Jepang juga menerapkan kerja berkelompok. Dijelaskan Satria, sistem kerjanya berbasis kelompok. Setiap pekerjaan diserahkan pada kelompok kerja dan dinilai sebagai hasil kelompok. Ada beberapa orang yang cocok dengan sistem kerja seperti ini, namun ada juga yang lebih cocok di perusahaan Eropa dan Amerika yang cenderung mengacu pada kompetensi individu.  “Hampir seluruh perusahaan Jepang seperti itu. Penting juga untuk memperhatikan adaptabilitas perusahaan, karena zaman cepat berubah. Bukan perusahaan kuat yang bertahan, tapi perusahaan adaptif,” jelas Satria.

Ia menambahkan, kemampuan adaptabilitas juga harus dimiliki oleh individu. Seseorang harus mampu berubah setelah melihat peluang dan tantangan zaman.

Ketika ditanya soal harapannya untuk UGM, Satria menginginkan hal yang sama. UGM sebagai universitas harus bisa beradaptasi dengan perubahan. Pengembangan ilmu pengetahuan semakin pesat dengan adanya kemajuan teknologi. Karenanya, UGM bisa berfokus untuk membentuk lulusan tepat sesuai dengan nilai yang dimiliki. “Semoga UGM dan mahasiswanya itu bisa beradaptasi dengan kondisi dunia saat ini. Universitas harus memikirkan lulusannya seperti apa 10-15 tahun ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Tasya

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Firsto

Artikel Pernah Dilempar Skripsi, Inilah Kisah Sukses Alumnus UGM Jadi Direktur Ajinomoto  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pernah-dilempar-skripsi-inilah-kisah-sukses-alumnus-ugm-jadi-direktur-ajinomoto/feed/ 0
Membangun Reputasi Universitas lewat Peran Alumni di Masyarakat  https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-reputasi-universitas-lewat-peran-alumni-di-masyarakat/ https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-reputasi-universitas-lewat-peran-alumni-di-masyarakat/#respond Mon, 09 Sep 2024 03:37:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70362 Peran dan kontribusi alumni dalam kehidupan di masyarakat, di pemerintahan dan dunia industri mampu membangun  reputasi universitas. Pasalnya, apapun peran dan kontribusi alumni di lingkungan kerja dan kehidupannya di tengah masyarakat dengan sendirinya akan membangun reputasi dan rekognisi almamaternya semakin dikenal baik di tingkat nasional maupun global. Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., selaku Kepala […]

Artikel Membangun Reputasi Universitas lewat Peran Alumni di Masyarakat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Peran dan kontribusi alumni dalam kehidupan di masyarakat, di pemerintahan dan dunia industri mampu membangun  reputasi universitas. Pasalnya, apapun peran dan kontribusi alumni di lingkungan kerja dan kehidupannya di tengah masyarakat dengan sendirinya akan membangun reputasi dan rekognisi almamaternya semakin dikenal baik di tingkat nasional maupun global.

Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., selaku Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas SPMRU) UGM menjelaskan bahwa alumni berperan hingga 50% dalam kriteria reputasi universitas. Peran alumni ditunjukkan dalam keterlibatan tridharma, employment rate, survei akademik, dan kontribusi alumni di masyarakat. Peran alumni ini tidak lepas dari sifat kekeluargaan yang melekat pada KAGAMA sehingga kontribusi mereka sampai ke daerah-daerah. “Reputasi universitas sangat bergantung pada keterlibatan alumni. Kita harus terus meningkatkan dampak alumni di masyarakat,” tutur Prof. Indra dalam Workshop Sinergi UGM dan KAGAMA, Sabtu (7/9), di Ruang Multimedia 1, Lantai 3 Gedung Pusat UGM.

Seperti diketahui, selama tujuh tahun terakhir, UGM dan PP KAGAMA telah menyelenggarakan berbagai program kegiatan, termasuk pembekalan calon wisudawan, program beasiswa, dan podcast KAGAMA Berbicara. Oleh kareba itu, UGM dan KAGAMA berkomitmen untuk menjaga sinergi agar hubungan alumni dengan almamater tetap erat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara UGM dan KAGAMA di beberapa agenda besar yang dikerjakan oleh UGM. Arie Sujito menghargai inisiatif KAGAMA yang selalu memperkuat kerja sama dengan UGM untuk meningkatkan kualitas demi tercapainya capaian strategis. “Upaya membangun sinergi harus dikonkretkan dari program yang ada sehingga nyetrum dengan peran strategis yang dikerjakan. Workshop bisa menghasilkan inovasi kerja sama, terobosan, sehingga sebaran alumni punya manfaat untuk kita semua,” pesan Arie.

Hadir dalam acara ini, Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M dari Ketua IV PP KAGAMA menekankan pentingnya peran KAGAMA dalam setiap program yang dilakukan oleh universitas. Menurutnya, KAGAMA memiliki peran luar biasa dalam mendukung kegiatan UGM di seluruh Indonesia dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan. “Kultur kerukunan dan persatuan untuk mencapai tujuan tridharma UGM tentu adalah hal yang harus dipertahankan,” kata Paripurna.

Sulastama Raharja, Wakil Sekretaris Jenderal  VI dalam paparannya menyoroti pentingnya sinergi antara KAGAMA dan agenda besar di UGM. Pelaksanaan berbagai program, termasuk beasiswa rutin dan pengabdian masyarakat seperti KKN serta penanggulangan bencana. Selain itu, KAGAMA juga mendukung penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur Ujian Mandiri dengan memfasilitasi lokasi ujian di daerah masing-masing.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., kemudian menjelaskan bahwa KAGAMA memiliki respon luar biasa setiap kali UGM mengadakan program KKN. Bahkan KAGAMA bersedia menyisihkan dana untuk berkolaborasi melakukan penelitian bersama mahasiswa KKN. “Penyambutan mahasiswa dari KAGAMA luar biasa, dan KAGAMA mengantarkan mahasiswa dari daerah. Kita sama-sama melangkah, saling mengoreksi, dan memberikan penguatan,” ungkap Dr. Rustamaji.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Membangun Reputasi Universitas lewat Peran Alumni di Masyarakat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-reputasi-universitas-lewat-peran-alumni-di-masyarakat/feed/ 0
Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/ https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:56:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67773 Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM. Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur […]

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM.

Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur Utama PT. Pelni untuk berbagi pengalaman kepada 991 lulusan Program Pascasarjana UGM.

“Saya berharap semuanya senang dan tersenyum karena akan diwisuda. Senang karena mereka yang berdinas lega bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditugaskan untuk belajar. Demikian juga yang disekolahkan oleh orang tuanya bisa membuktikan bisa menyelesaikan lulus Program Pascasarjana,” katanya.

Tri Andyani pun mengaku sebagian keberhasilan perjalanan kariernya dikarenakan dirinya menjadi salah satu alumni Universitas Gadjah Mada. Suka tidak suka, sebagian perjalanannya karena peran alumni yang memberi perhatian khusus di lapangan.

UGM saat ini, disebutnya selalu menjadi tiga besar perguruan tinggi di Indonesia. Karenanya sudah selayaknya jika lulusan UGM diapresiasi di lingkungan pekerjaan.

“Di semua jurusan, kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Secara usia, UGM senior sebagai Perguruan Tinggi Negeri dibanding yang lain, dan membuat kita para alumni UGM diapresiasi,” ucapnya.

Tri Andayani mengawali karier di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selama 15 tahun (2000-2015). Ia mengaku tidak punya siapa-siapa, tidak punya ordal (orang dalam).

Meski begitu ia berkeyakinan bahwa dalam berkarir seseorang harus yakin mau kemana. Karenanya di awal, ia mendaftar di banyak perusahaan BUMN.

Kenapa BUMN? Baginya mengabdi kepada negara melalui BUMN selain mendatangkan kepuasan karena bisa melayani bagi banyak orang, sekaligus mendatangkan berkah. BUMN, menurutnya, cakupannya dari Sabang sampai Merauke.

“Pilihan sendiri-sendiri, dan saya memilih mendaftar perusahaan BUMN, bekerja disana tentunya juga dari yang terbawah asisten manajer saat itu,” akunya.

Ditunjuk sebagai Direktur Utama berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT PELNI (Persero) pada tanggal 25 Februari 2022. Karier profesionalnya boleh dibilang cemerlang.

Sebelum menjadi Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani pernah menjadi Direktur Marketing PT Phapros Tbk (2021-2022), Komisaris Independen PT SBN (2018-sekarang), Direktur Keuangan PT PELNI (Persero) (2017-2020), dan Direktur Keuangan PT Len Industri (Persero) (2015-2017).

Tri Andayani mengaku untuk berhasil di berbagai bidang harus mampu membangun etos kerja yang baik. Baginya pantang menunda pekerjaan, dan ia berprinsip tidak pernah pulang selama pending seluruh pekerjaan di meja belum bisa selesai.

“Jangan menunda pekerjaan karena esoknya pasti akan datang pekerjaan lagi, dan itu tupoksi saya untuk saya selesaikan,” ucapnya.

Sekali lagi, katanya, sebagai tupoksi harus diselesaikan, dan jangan pernah menyisakan pekerjaan apa menjadi tanggungjawab pekerjaan. Jika bisa diselesaikan hari itu, imbaunya, segera saja untuk diselesaikan hari itu.

“Fokus, karena saya senang melayani banyak orang maka jurusan pekerjaan saya adalah BUMN. Lainnya bekerja itu harus ikhlas dan tuntas. Jika memang ingin lebih baik dari teman-teman lainnya maka kita harus ada effort yang lebih. Kita tidak bisa bekerja yang biasa-biasa saja seperti yang lain,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/feed/ 0
OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/ https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/#respond Tue, 11 Jun 2024 04:31:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65081 Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Friderica Widyasari Dewi mengingatkan generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok yang rentan terjerat pinjaman online (pinjol) illegal. Mereka pun rentan terhadap investasi bodong. Menurut Friderica Widyasari generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok rentan secara finansial dengan […]

Artikel OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Friderica Widyasari Dewi mengingatkan generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok yang rentan terjerat pinjaman online (pinjol) illegal. Mereka pun rentan terhadap investasi bodong.

Menurut Friderica Widyasari generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok rentan secara finansial dengan gaya hidup yang lebih banyak menghabiskan uang untuk kesenangan dibanding menabung maupun berinvestasi.

“Banyak generasi muda yang terjebak pada pinjol karena mengambil hutang untuk kebutuhan konsumtif dan keperluan yang tidak bijaksana,” tutur alumnus FEB UGM ini, Kamis (6/6) melalui video tapping dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2024 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Kiki, sapaan akrab Friderica Widyasari Dewi menyatakan generasi milenial dan gen Z menghadapi persoalan keuangan termasuk investasi bodong akibat prinsip You Only Live Once (YOLO) juga Fear Of Missing Out (FOMO). Gaya hidup FOMO ini menyebabkan seseorang merasa tertinggal apabila tidak mengikuti tren.

Sementara gaya hidup YOLO sering dikaitkan dengan cara menikmati hidup yang maksimal dan bebas. Kedua prinsip tersebut telah membawa generasi muda pada keputusan yang buruk, salah satunya tidak menyiapkan dana darurat.

Kerentanan generasi muda tersebut, kata Kiki juga dipicu kebiasaan mereka yang sering membagikan informasi pribadi melalui media sosial. Perilaku tersebut sangat berbahaya namun mereka tidak menyadarinya. Misalnya, mengunggah KTP, alamat rumah, dan informasi pribadi lainnya yang dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya itu, Kiki menyampaikan sikap FOMO juga membawa generasi muda terjebak pada investasi bodong. Sementara tanpa pemahaman keuangan dan investasi yang memadai, kelompok ini justru banyak menjadi korban terhadap iming-iming yang menggiurkan.

“Mereka kerap meniru apa yang dilakukan oleh influencer maupun tokoh idolanya, termasuk saran terkait keuangan,” terang Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) ini.

Iapun mengimbau mahasiswa agar mau memahami secara benar aspek perencanaan keuangan (financial planning). Bagaimanapun mahasiswa adalah bagian generasi penerus yang akan membangun bangsa. Dengan jumlah Generasi Z dan milenial yang mencapai lebih dari setengah penduduk Indonesia, tentu saja kelompok ini merupakan critical economy players yang harus dibekali tentang pemahaman keuangan yang memadai.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2022 mencatat bahwa generasi muda di Indonesia memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang rendah. Tingkat literasi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun berada di angka 43 persen sementara tingkat inklusi keuangannya di 69 persen. Angka tersebut jauh di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional yang mencapai 49,7 persen dan 85 persen.

Karena itu, Kiki menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan bagi generasi muda. Langkah tersebut diharapkan dapat menjauhkan mereka dari jeratan investasi bodong dan pinjol illegal.

Kolaborasi Multipihak

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi DI Yogyakarta, Parjiman menegaskan perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang lebih baik di DI Yogyakarta. Kolaborasi perlu dilakukan antara pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, media, serta perguruan tinggi.

Upaya tersebut dibutuhkan untuk mempersempit kesenjangan antara literasi keuangan dan inklusi keuangan. Sebab, inklusi keuangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan literasi berarti ada lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan produk jasa dan keuangan tanpa mengetahui dengan benar risikonya.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia ada di angka 49,68 persen. Artinya, baru separuh masyarakat yang telah mendapatkan edukasi dengan baik terhadap produk dan jasa keuangan.

“Setiap 100 orang baru 50 persen atau separuhnya yang telah teredukasi dengan baik terkait produk dan jasa keuangan. Sementara lima puluhnya masih gelap,” jelasnya.

Menurut Parjiman, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia perlu untuk ditingkatkan, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Indeks literasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 54,55 persen, angka tersebut lebih tinggi dibanding nasional.

“Inklusinya ini perlu kita tingkatkan karena sedikit ada di bawah nasional yakni di angka 82,68 persen,” ungkapnya.

Karenanya Parjiman mengapresiasi kegiatan BGTC 2024 yang dilaksanakan di FEB UGM ini. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik dalam upaya meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat khususnya tentang produk dan jasa keuangan.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D., menyambut baik pelaksanaan BGTC 2024. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan softskill mahasiswa khususnya terkait keuangan dan investasi.

“Literasi keuangan dan literasi investasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki SDM Indonesia. Harapannya melalui kegiatan ini para mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan softskill terkait literasi keuangan dan literasi investasi,” paparnya.

Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Foto: freepik.com

Artikel OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/feed/ 0
Peringkat Naik, UGM Ranking 239 Dunia Versi QS WUR 2025 https://ugm.ac.id/id/berita/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/#respond Wed, 05 Jun 2024 02:19:55 +0000 https://ugm.ac.id/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/ Lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) kembali merilis QS World University Ranking (QS WUR) 2025, Rabu (5/6). Dalam publikasi hasil pemeringkatan perguruan terbaik dunia tersebut, Universitas Gadjah menempati posisi 239 dunia, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 263 dunia. Artinya UGM naik 24 peringkat dari posisi sebelumnya. Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova […]

Artikel Peringkat Naik, UGM Ranking 239 Dunia Versi QS WUR 2025 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) kembali merilis QS World University Ranking (QS WUR) 2025, Rabu (5/6). Dalam publikasi hasil pemeringkatan perguruan terbaik dunia tersebut, Universitas Gadjah menempati posisi 239 dunia, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 263 dunia. Artinya UGM naik 24 peringkat dari posisi sebelumnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K)., Ph.D., bersyukur atas pencapaian kenaikan peringkat ini. Meski ranking bukan merupakan tujuan, imbuhnya, namun ranking merupakan cermin dari proses pembelajaran di UGM. “Tentunya kita sangat bersyukur atas kenaikan peringkat ini. Hasil pemeringkatan ini bisa menjadi penambah semangat sekaligus cermin untuk perbaikan,” katanya.

Rektor menegaskan UGM akan selalu meningkatkan proses perbaikan pembelajarannya dan mengarahkan agar UGM selalu berpedoman pada pencapaian misi untuk menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pelestarian dan pengembangan ilmu yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPRMU) UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., menuturkan kenaikan peringkat UGM ditopang dari sisi peningkatan reputasi akademik yang berada pada posisi 145 dunia, meningkat dari sebelumnya di posisi 152 dunia. “Di posisi ini UGM masih menjadi terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Indra menerangkan, keberhasilan peningkatan reputasi akademik tersebut mencerminkan pengakuan dunia akademik terhadap UGM. Sementara untuk indikator reputasi lulusan UGM mencapai ranking 91 dunia, juga meningkat 27 peringkat dari sebelumnya di posisi 118 dunia. Menurut Indra, kenaikan peringkat ini menegaskan keterserapan lulusan di dunia kerja dan alumni yang sudah diakui di level internasional. “Peningkatan reputasi lulusan ini menjadi cermin dari peningkatan kualitas alumni UGM,” tuturnya.

Secara keseluruhan, kata Indra, dari 9 indikator yang digunakan untuk penilaian pemeringkatan QS WUR 2025, UGM meningkat pada 8 indikator. Pada indikator internasionalisasi ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah dosen dan mahasiswa internasional serta peningkatan dalam jumlah kerja sama riset internasional. Dalam hal produktivitas riset, UGM dalam 5 tahun terakhir terdapat 13,844 artikel di jurnal internasional bereputasi serta mendapatkan sitasi sebanyak 65,608 kali dari paper tersebut selama 5 tahun terakhir. “Jumlah sitasi ini meningkat 31% dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan kegiatan tridharma perguruan tinggi di UGM selain untuk menunjang reputasi dan rekognisi internasional, namun juga bisa memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan berkontribusi dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “Kita akan terus meningkatkan aktivitas terkait sustainability dan SDGs,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Peringkat Naik, UGM Ranking 239 Dunia Versi QS WUR 2025 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/feed/ 0