QS WUR Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/qs-wur/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 30 Dec 2024 09:08:11 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/#respond Mon, 30 Dec 2024 08:32:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74276 Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasinya dalam bidang sustainability (berkelanjutan), sebagaimana tercermin dari pencapaiannya dalam QS World University Ranking: Sustainability 2025. Di tahun ini, UGM berhasil menduduki peringkat ke-131 dunia, peringkat ke-1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam kategori Good Governance dengan skor yang mengesankan, yakni 91,5. Indikator Tata kelola (governance) merupakan komponen penting dalam pemeringkatan ini, mewakili 10% […]

Artikel UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasinya dalam bidang sustainability (berkelanjutan), sebagaimana tercermin dari pencapaiannya dalam QS World University Ranking: Sustainability 2025. Di tahun ini, UGM berhasil menduduki peringkat ke-131 dunia, peringkat ke-1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam kategori Good Governance dengan skor yang mengesankan, yakni 91,5. Indikator Tata kelola (governance) merupakan komponen penting dalam pemeringkatan ini, mewakili 10% dari total skor, yang turut mendorong kemajuan UGM dalam praktik keberlanjutan.

Secara keseluruhan, UGM berhasil meraih peringkat ke-383 dunia, yang menjadi sebuah lonjakan signifikan dari posisi sebelumnya di peringkat 476. Peningkatan UGM sangat terlihat di dua kategori lainnya: Environmental Impact (Dampak Lingkungan), di mana UGM menempati posisi ke-358 dunia dan ke-2 di Indonesia, dan Social Impact (Dampak Sosial), di posisi ke-581 dan ke-1 di Indonesia.

Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran civitas akademika UGM melalui Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) yang bertindak sebagai pelaksana Kantor Berkelanjutan UGM. Seperti diketahui, SPMRU memiliki tugas utama dalam memastikan pengumpulan data dan pelaporan yang komprehensif, memahami dengan mendetail setiap indikator keberlanjutan, serta berperan penting dalam menyusun strategi peningkatan kinerja UGM sesuai indikator peringkat dan bekerja sama dengan seluruh unit pelaksana yang ada di universitas.

Kepala SPMRU UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., menyampaikan bahwa salah satu langkah strategis yang diambil UGM adalah pendekatan komprehensif dalam memahami dan memenuhi setiap indikator pemeringkatan. “Melalui kajian mendalam dan kolaborasi erat dengan unit-unit kerja terkait, SPMRU dengan Kantor Berkelanjutannya berhasil mengarahkan UGM untuk memenuhi standar tata kelola keberlanjutan global,” tutur Indra ketika diwawancara di Kampus UGM, Senin (30/12).

Dalam metrik tata kelola (governance) QS WUR Sustainbility, kata Indra di ada sejumlah aspek yang dinilai dari tata kelola, riset dan keuangan, yang di antaranya Ethics Culture, Open-Access Publishing, Dedicated staff / team for Sustainable Development, Transparent financial reporting, Student’s Union, Student Representation in Governance, Published governance minutes, National Signatory to UN charter against torture, Staff perception on institutional ethics, serta Policy Citations (Governance).

Melalui aspek tata kelola tersebut, UGM telah menunjukkan performa yang sangat baik dalam beberapa indikatornya, seperti budaya etika dan publikasi terbuka (open-access publishing), serta perwakilan mahasiswa dalam tata kelola. Sebagai contoh, UGM menempatkan nilai penting pada transparansi dengan adanya sistem pelaporan yang dapat diakses publik, seperti melalui platform whistleblowing di UGM, serta laporan keuangan yang dipublikasikan secara rutin.

Berbagai program juga mendukung aspek-aspek tata kelola ini, di antaranya mengenai Budaya Etika (Ethics Culture) dimana UGM memiliki kebijakan yang jelas terkait nilai-nilai seperti keragaman, kejujuran, dan keadilan, yang didokumentasikan dalam rencana strategis universitas dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan organisasi. Pelatihan tentang nilai-nilai ini diberikan kepada staf dan mahasiswa. Selain itu, terdapat transparansi keuangan (Transparent Financial Reporting) dimana laporan keuangan UGM dipublikasikan setiap tahun, dan dapat diakses melalui laman resmi UGM.

Dengan berbagai upaya tersebut, UGM berhasil meningkatkan tata kelolanya, yang tercermin dalam skor tinggi di QS Sustainability Ranking. Keterlibatan mahasiswa dalam tata kelola universitas juga merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi pada skor ini.  “UGM juga memiliki serikat mahasiswa yang mewakili mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, dengan kegiatan yang meliputi keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan di tingkat universitas, ini juga menjadi aspek yang dinilai oleh QS Ranking,” katanya.

Meskipun begitu, UGM masih tetap menyadari adanya tantangan yang harus dihadapi untuk terus meningkatkan indikator tata kelola, salah satunya adalah pemahaman yang merata tentang proses bisnis lintas unit. Tantangan ini seringkali menyebabkan kesulitan dalam menerjemahkan kebijakan menjadi sistem tata kelola yang efisien, seperti dalam hal pelaporan, pencatatan, dan layanan administrasi.

UGM berkomitmen untuk memperbarui kebijakan dan proses bisnis, mengembangkan sistem tata kelola yang lebih baik, dan melakukan benchmarking dengan universitas lain yang memiliki peringkat lebih tinggi serta memperkuat upaya untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya tata kelola yang baik dan dampaknya terhadap reputasi universitas.

Selain itu, UGM akan terus mendorong partisipasi seluruh sivitas akademika dalam mendukung tata kelola yang lebih baik, dengan menekankan dampak positif dari peningkatan reputasi universitas. Peningkatan reputasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerjasama global yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh komunitas UGM. Dengan strategi tersebut, UGM berkomitmen untuk terus mengakar kuat menjulang tinggi dengan mengedepankan kampus yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis      : Lintang

Editor        : Gusti Grehenson

Artikel UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Asia Tenggara dalam QS WUR Sustainability urusan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-asia-tenggara-dalam-qs-wur-sustainability-urusan-tata-kelola/feed/ 0
Peringkat Naik, UGM Ranking 239 Dunia Versi QS WUR 2025 https://ugm.ac.id/id/berita/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/#respond Wed, 05 Jun 2024 02:19:55 +0000 https://ugm.ac.id/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/ Lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) kembali merilis QS World University Ranking (QS WUR) 2025, Rabu (5/6). Dalam publikasi hasil pemeringkatan perguruan terbaik dunia tersebut, Universitas Gadjah menempati posisi 239 dunia, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 263 dunia. Artinya UGM naik 24 peringkat dari posisi sebelumnya. Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova […]

Artikel Peringkat Naik, UGM Ranking 239 Dunia Versi QS WUR 2025 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) kembali merilis QS World University Ranking (QS WUR) 2025, Rabu (5/6). Dalam publikasi hasil pemeringkatan perguruan terbaik dunia tersebut, Universitas Gadjah menempati posisi 239 dunia, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 263 dunia. Artinya UGM naik 24 peringkat dari posisi sebelumnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K)., Ph.D., bersyukur atas pencapaian kenaikan peringkat ini. Meski ranking bukan merupakan tujuan, imbuhnya, namun ranking merupakan cermin dari proses pembelajaran di UGM. “Tentunya kita sangat bersyukur atas kenaikan peringkat ini. Hasil pemeringkatan ini bisa menjadi penambah semangat sekaligus cermin untuk perbaikan,” katanya.

Rektor menegaskan UGM akan selalu meningkatkan proses perbaikan pembelajarannya dan mengarahkan agar UGM selalu berpedoman pada pencapaian misi untuk menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pelestarian dan pengembangan ilmu yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPRMU) UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., menuturkan kenaikan peringkat UGM ditopang dari sisi peningkatan reputasi akademik yang berada pada posisi 145 dunia, meningkat dari sebelumnya di posisi 152 dunia. “Di posisi ini UGM masih menjadi terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Indra menerangkan, keberhasilan peningkatan reputasi akademik tersebut mencerminkan pengakuan dunia akademik terhadap UGM. Sementara untuk indikator reputasi lulusan UGM mencapai ranking 91 dunia, juga meningkat 27 peringkat dari sebelumnya di posisi 118 dunia. Menurut Indra, kenaikan peringkat ini menegaskan keterserapan lulusan di dunia kerja dan alumni yang sudah diakui di level internasional. “Peningkatan reputasi lulusan ini menjadi cermin dari peningkatan kualitas alumni UGM,” tuturnya.

Secara keseluruhan, kata Indra, dari 9 indikator yang digunakan untuk penilaian pemeringkatan QS WUR 2025, UGM meningkat pada 8 indikator. Pada indikator internasionalisasi ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah dosen dan mahasiswa internasional serta peningkatan dalam jumlah kerja sama riset internasional. Dalam hal produktivitas riset, UGM dalam 5 tahun terakhir terdapat 13,844 artikel di jurnal internasional bereputasi serta mendapatkan sitasi sebanyak 65,608 kali dari paper tersebut selama 5 tahun terakhir. “Jumlah sitasi ini meningkat 31% dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan kegiatan tridharma perguruan tinggi di UGM selain untuk menunjang reputasi dan rekognisi internasional, namun juga bisa memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan berkontribusi dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “Kita akan terus meningkatkan aktivitas terkait sustainability dan SDGs,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Peringkat Naik, UGM Ranking 239 Dunia Versi QS WUR 2025 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringkat-naik-ugm-ranking-239-dunia-versi-qs-wur-2025/feed/ 0
Prodi Studi Antar Agama SPs UGM Masuk Ranking 61 Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-studi-antar-agama-sps-ugm-masuk-ranking-61-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-studi-antar-agama-sps-ugm-masuk-ranking-61-dunia/#respond Sun, 21 Apr 2024 10:03:57 +0000 https://ugm.ac.id/prodi-studi-antar-agama-sps-ugm-masuk-ranking-61-dunia/ Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada berkontribusi dalam pencapaian UGM masuk dalam peringkat 61 dunia di bidang Theology, Divinity and Religious Studies dalam QS World University Ranking by Subject 2024. Dalam daftar ranking 141 dunia  tersebut, UGM menjadi  satu-satunya kampus di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut bersama dengan Universitas Harvard, Universitas Oxford, Universitas Cambridge […]

Artikel Prodi Studi Antar Agama SPs UGM Masuk Ranking 61 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada berkontribusi dalam pencapaian UGM masuk dalam peringkat 61 dunia di bidang Theology, Divinity and Religious Studies dalam QS World University Ranking by Subject 2024. Dalam daftar ranking 141 dunia  tersebut, UGM menjadi  satu-satunya kampus di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut bersama dengan Universitas Harvard, Universitas Oxford, Universitas Cambridge dan Universitas Notre Dame.  Adapun tiga prodi di SPs UGM yang berhubungan dengan bidang ilmu tersebut adalah Program Studi (Prodi) S2 Agama dan Lintas, Prodi S3 Inter-Religious Studies (IRS), dan Prodi S3 Perekonomian Islam dan Industri Halal.

Dekan SPs UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., mengatakan kembalinya bidang studi agama SPs ini masuk dalam peringkat 100 besar dunia menjadi kebanggaan tersendiri karena sebelumnya berhasil dalam peringkat 47 dunia. “Tentu ini adalah hal yang membanggakan dan kami syukuri, karena merupakan pengakuan akan pencapaian kami untuk Theology, Divinity and Religious Studies. Ini merupakan capaian berbagai fakultas dan Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM,” kata Dekan dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (21/4).

Menurut Siti, studi agama sebagai bidang studi akademik sudah sangat berkembang di banyak negara. Sedangkan di Indonesia studi agama lebih banyak dilakukan di universitas-universitas keagamaan. Sementara UGM adalah universitas umum pertama yang mendirikan prodi ini di Indonesia, dan hingga kini masih merupakan satu-satunya. Khusus Program Studi S3 IRS, yang didirikan pada tahun 2006, merupakan bagian dari konsorsium tiga universitas bersama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Kristen Duta Wacana. “Kekhasan kami adalah menggabungkan berbagai metodologi dalam berbagai ilmu lintas disiplin,” paparnya.

Untuk mencapai ke dalam daftar peringkat 100 dunia ini, kata Siti, pihaknya mengembangkan semua aspek Tridharma Perguruan Tinggi, dari sisi pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diintegrasikan dan saling mendukung. Bahkan untuk keluaran publikasi penelitian di jurnal internasional tentu menjadi salah satu pertimbangan. “Sebagian besar penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kami juga memiliki relevansi langsung dengan persoalan-persoalan sosial ekonomi keagamaan,” jelasnya.

Di bidang pengembangan kurikulum, kata Siti, pihaknya mendorong materi pembelajaran yang terkini dan komprehensif, mencakup berbagai aspek studi agama, seperti teologi, filsafat, sejarah, dan budaya. Untuk tenaga pengajar dilakukan oleh dosen-dosen yang berkualitas, kompeten dan berpengalaman, dengan berbagai spesialisasi di bidang agama dan ilmu terapannya. “Seluruh Dosen pengampu telah bergelar Doktor, bahkan sebagian sudah Profesor. Hampir semua Dosen pengampu telah bekerja minimal 15 tahun di bidangnya,” ujarnya.

Selain itu, SpS juga menerapkan pendekatan pedagogis yang inovatif dan interaktif dilakukan para Dosen untuk mendorong mahasiswa agar mampu berpikir kritis, inovatif, dan analitis.

Diakui Siti, budaya riset yang kuat di prodi ini menjadi atmosfer yang positif bagi para dosen dan mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian di berbagai topik, terkait studi agama dan ilmu terapannya. Hasil penelitian yang berkualitas tinggi, selanjutnya dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah ternama dan atau dipresentasikan dalam konferensi internasional, termasuk pada PhD Student Colloquium yang diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi Prodi S3 PIIH dengan Universitas Kebangsaan Malaysia bersamaan dengan International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES).

Soal kualitas lulusan, kata Siti, SPs selalu mendorong para lulusan memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang studi agama, baik secara teoritis maupun praktis. Umumnya para lulusan mampu bekerja di berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian, jurnalisme, dan organisasi non-pemerintah. Beberapa lulusan Prodi S3 PIIH, misalnya menjadi dosen antara lain di UGM, UNY, UMY, UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Raden Mas Said. Disamping itu, lulusan juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis dan toleran. Siti menyebutkan, S3 IRS dan S3 PIIH saat ini telah memiliki alumni bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari berbagai negara, di antaranya seperti Filipina, Thailand, Singapura, Korea, Kolombia, Amerika Serikat, Bulgaria, Mesir, Yaman dan sebagainya.

Kerja sama dengan berbagai institusi dari dalam maupun luar negeri adalah salah satu hal sangat penting yang berkontribusi dalam kualitas  prodi. Kolaborasi dalam dan luar negeri terus dikembangkan. Sejak 2022, Prodi S2 Agama dan Lintas Budaya (ALB) dan Prodi S3 IRS mengembangkan Cross-culture Religious Studies bersama 7 universitas dari 7 negara dari 3 benua: Eropa, Afrika dan Asia. Program ini memfasilitasi program summer school setiap tahun, dan peluang pertukaran mahasiswa. Tidak hanya itu, kedua prodi mengembangkan penelitian kolaborasi internasional dengan universitas di Inggris seperti Coventry University, University of Leeds, dan London School of Economics, dan sebagainya. Bahkan dengan Boston University pihaknya melakukan penelitian bersama dan memproduksi beberapa film dokumenter tentang keragaman Indonesia. Saat ini juga masih berlangsung penelitian bersama Radboud University (Belanda) tentang agama dan ekologi. Berbagai kerja sama ini terus dikembangkan, antara lain Prodi S3 PIIH dengan Halal Science Center Chulalongkorn University, Thailand, Durham University Business School, UK, Department of Syariah and Economics, Academy of Islamic Studies, University Malaya, Institut Penyelidikan Produk Halal, Universiti Putra Malaysia, dan Fakulti Ekonomi dan Pengurusan, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Dalam bidang pengajaran, Prodi S2 ALB saat ini bekerja sama dengan Department of Religious Studies, Florida International University (FIU) menawarkan satu matakuliah yang diambil mahasiswa dari kedua universitas itu bersama-sama. Bersama FIU, Prodi ALB juga memfasilitasi mahasiswa dan alumni untuk publikasi internasional. “Perlu pula kami sampaikan bahwa mulai tahun 2024 ini, kami akan menjadi tuan rumah untuk jurnal internasional Studies in Interreligious Dialogue, yang telah berusia 35 tahun, yang sebelumnya dikelola di Radboud University, Nijmegen. Ini adalah bentuk lain kolaborasi internasional yang terus dikembangkan dan semoga akan terus menaikkan peringkat prodi dan Fakultas,” terang Siti.

Untuk kerja sama dalam negeri, di antara yang telah dikerjakan dalam pengembangan studi agama adalah fellowship Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB). Fellowship yang melibatkan 20-25 dosen dari berbagai kampus di Indonesia dilaksanakan setiap tahun sejak 2019 hingga sekarang.  Kerja sama bahkan dilakukan dengan lembaga-lembaga masyarakat sivil dalam kegiatan diseminasi pengetahuan dan community engagement.

Namun yang tidak kalah penting, diakui Siti, Rasio dosen dan mahasiswa, serta pertukaran mahasiswa dan dosen asing, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pendidikan. SPs dan Universitas terus berusaha untuk meningkatkan rasio dosen dan mahasiswa, serta mendorong dan mendukung program pertukaran mahasiswa dan dosen asing. “Dengan upaya ini, SPs berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan Studi Antar Agama dan menjadikan program ini sebagai program studi terdepan di Indonesia dan diakui secara internasional,” ungkapnya.

Di Sekolah Pascasarjana UGM terdapat 14 Prodi S2 dan 11 Prodi S3 yang bersifat lintas disiplin. Beberapa prodi sudah mendapatkan sertifikasi dan akreditasi internasional. Berbagai usaha terus dilakukan pipinan SPs untuk meningkatkan reputasi akademik,  meningkatkan kualitas atau reputasi lulusan, dan memperkuat integrasi dan kualitas Tri Dharma PT pada masing-masing prodi sehingga bisa memberikan impacts yang signifikan pada masyarakat serta mampu bertaraf internasional. “Program studi dan SPs juga terus berusaha untuk meningkatkan kualitas akademik, meningkatkan sitasi publikasi dan impact, dan mempromosikan program studi kepada publik. Dengan upaya ini, program studi dan SPs berharap dapat meningkatkan peringkat program Studi di QS WUR by Subject dan menjadikannya sebagai program studi terdepan di Indonesia dan diakui secara internasional,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Dok. Sekolah Pascasarjana UGM

Artikel Prodi Studi Antar Agama SPs UGM Masuk Ranking 61 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-studi-antar-agama-sps-ugm-masuk-ranking-61-dunia/feed/ 0
Tiga Prodi Fisipol UGM Masuk Ranking 100-200 Dunia  https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/#respond Fri, 19 Apr 2024 10:14:11 +0000 https://ugm.ac.id/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/ Universitas Gadjah Mada senantiasa berkomitmen untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik, serta meningkatkan kredibilitas sebagai world class university. Tahun ini, sebanyak 25 bidang ilmu UGM tercatat dalam peringkat QS World University Rankings (WUR) by subject 2024, tiga diantaranya ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Adapun tiga program studi yang masuk dalam daftar ranking […]

Artikel Tiga Prodi Fisipol UGM Masuk Ranking 100-200 Dunia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada senantiasa berkomitmen untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik, serta meningkatkan kredibilitas sebagai world class university. Tahun ini, sebanyak 25 bidang ilmu UGM tercatat dalam peringkat QS World University Rankings (WUR) by subject 2024, tiga diantaranya ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Adapun tiga program studi yang masuk dalam daftar ranking dunia adalah Manajemen Kebijakan Publik (MKP) atau Social Policies and Administration di peringkat 108, Hubungan Internasional atau Politics and International Studies pada peringkat 156, dan peringkat 206 ditempati oleh program studi Sosiologi.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM, Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.IP., M.PP.,  menyatakan bangga atas pencapaian tersebut, namun tetap menjadi pengingat agar pengelola Fakultas untuk terus berbenah melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Sebab melalui rekognisi dari lembaga pemeringkatan internasional ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih aspek mana yang perlu ditingkatkan. “Prestasi ini bisa menjadi aspek yang membanggakan, tapi juga sekaligus semacam refleksi diri bagaimana kami di Fisipol perlu meningkatkan kualitas dan reputasi dengan lebih baik,” ujar Poppy dalam  keterangannya kepada wartawan, Jumat  (18/4).

Fisipol UGM selama ini menurut Poppy telah memberlakukan kebijakan berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai fokus utama. Untuk di bidang akademik, Fisipol UGM telah berupaya membangun reputasi internasional dengan membuka program-program berstandar internasional, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana. “Untuk program sarjana, Fisipol UGM membuka program International Undergraduate Programs (IUP), sedangkan untuk pascasarjana terdapat program double degree dengan berbagai mitra,” jelasnya.

Seperti diketahui, ukuran penilaian ranking bidang studi yang diberlakukan lembaga QS WUR meliputi lima indikator penilaian yakni dari sisi akademik, tenaga kerja pendidikan, sitasi, H-Indeks, dan jaringan riset internasional. Guna mendorong publikasi riset-riset internasional, kata Poppy, Fisipol UGM sudah secara rutin memberikan dana hibah penelitian untuk dosen dan peneliti sejak sepuluh tahun lalu. “Kita terus mengupayakan mendorong reputasi internasional kita lewat kerja sama riset dan publikasi dengan mitra internasional. Salah satunya dengan research grant melalui skema kerja sama mitra. Kita juga mendorong peneliti dan dosen untuk bidding dana hibah di tingkat internasional, itu yang terus kita kembangkan,” terangnya.

Selain itu, Sustainability atau keberlanjutan adalah salah satu poin yang ditambahkan dalam kriteria penilaian QS WUR tahun ini. Untuk soal yang satu ini, kata Poppy, Fisipol UGM dalam menjalankan program kerjanya selalu mendorong peningkatan aspek keberlanjutan mulai dari akademik hingga inisiatif kegiatan sosial dan lingkungan. Beberapa yang sudah dilakukan diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana ramah difabel, inisiasi kerja sama pembangunan desa, dana hibah untuk pengembangan keterampilan masyarakat, serta publikasi riset seputar indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Tidak hanya sampai di situ, isu soal Green Society, transformasi digital, dan sosial inklusi merupakan tiga pilar utama yang terus didorong oleh Fisipol UGM dan direalisasikan dalam berbagai program. “Dalam dua tahun terakhir, kita punya flagship yang kita sebut sebagai Green Society. Tidak hanya mencoba mengutamakan isu-isu green (lingkungan) dalam program akademik, penelitian, dan pengabdian, tapi juga memperkenalkan berbagai macam program yang berkaitan isu tersebut,” paparnya.

Poppy menegaskan internasionalisasi program di Fisipol UGM akan terus didorong. Selain dari peningkatan standar akademik bertaraf internasional, memperkuat kerja sama dan penerimaan jumlah mahasiswa asing di Fisipol UGM juga menjadi aspek penting. “Kami dari fakultas juga akan sangat mendukung adanya program atau kebijakan untuk mendorong mahasiswa internasional berkuliah di UGM, dan dengan itu harapannya Fisipol UGM bisa mendapatkan publikasi dan atensi internasional dengan lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Tiga Prodi Fisipol UGM Masuk Ranking 100-200 Dunia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/feed/ 0