Pulau Enggano Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pulau-enggano/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 15 Aug 2024 00:45:42 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa KKN PPM UGM Rintis Pengembangan Kebun Buah di Pulau Enggano https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-rintis-pengembangan-kebun-buah-di-pulau-enggano/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-rintis-pengembangan-kebun-buah-di-pulau-enggano/#respond Thu, 15 Aug 2024 00:45:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69401 Pulau Enggano yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, memiliki potensi hasil pertanian dan Perkebunan yang melimpah selain komoditas perikanan. Kebun pisang yang luas di Enggano menjadikan Enggano terkenal sebagai penghasil pisang yang didistribusikan di Pulau Sumatera, bahkan hingga Pulau Jawa. Potensi tersebut berhasil di potret mahasiswa KKN PPM Kolaborasi UGM dan UNIB menjadi […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Rintis Pengembangan Kebun Buah di Pulau Enggano pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pulau Enggano yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, memiliki potensi hasil pertanian dan Perkebunan yang melimpah selain komoditas perikanan. Kebun pisang yang luas di Enggano menjadikan Enggano terkenal sebagai penghasil pisang yang didistribusikan di Pulau Sumatera, bahkan hingga Pulau Jawa. Potensi tersebut berhasil di potret mahasiswa KKN PPM Kolaborasi UGM dan UNIB menjadi salah satu program unggulan untuk mendukung tema besar pengembangan ekonomi kreatif, kedaulatan pangan, pariwisata dan kebudayaan lokal.

Selain buah pisang, Mahasiswa KKN Kolaborasi berhasil menggandeng mitra dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun di Provinsi Bengkulu untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebun buah di seluruh desa di Kecamatan Enggano.

Koordinator mahasiswa kluster Agro KKN PPM UGM, Farrah Eka Putri, mengatakan sebanyak 2.500 bibit buah durian, alpukat, mangga dan jambu citra berhasil didatangkan ke Pulau Enggano dan bersama kelompok tani dilakukan penanaman di areal kebun buah milik desa untuk mendukung pengembangan agrowisata alam di Pulau Enggano yang memiliki banyak spot wisata alam menarik.”Seluruh bibit tanaman buah tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi di masing-masing desa yang memiliki semangat mengembangkan kebun buahnya,” kata mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (15/8).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., yang mengikuti acara penanaman serempak di Desa Banjarsari menyatakan bahwa program mahasiswa KKN Kolaborasi ini sangat strategis untuk mendukung pengembangan produk pertanian dan Perkebunan yang sekaligus bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung obyek wisata alam yang banyak terdapat di Desa Banjarsari. “Programini akan selaras dengan misi seluruh desa di Pulau Enggano yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro menuturkan kegiatan penanaman bibit buah secara serentak ini telah berhasil menyemangati Masyarakat desa dalam pemanfaatan lahan optimal dan produktif. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan Masyarakat bersama mahasiswa KKN memberikan dampak positif dalam jangka pendek maupun jangka panjangnya,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi, Dr. Hatma Suryatmojo menjelaskan bahwa program ketahanan pangan di Pulau Enggano telah diterjemahkan dengan baik oleh mahasiswa melalui penjaringan aspirasi hingga pemetaan lahan desa yang disepakati untuk dikembangkan sebagai kebun buah desa.

Keberadaan bibit tanaman buah telah berhasil menjadi pengungkit semangat untuk peningkatan produktivitas lahan. Sebagai contoh di Desa Banjarsari, kepala desa telah menyetujui 25 hektar lahan desa untuk menjadi kebun buah dan akan digunakan untuk mendukung agrowisata alam menuju Gua Kelelawar. “Ketika kebun buah seluas 25 hektar di Desa Banjarsari sudah produktif, masyarakat akan memperoleh berbagai manfaat yang signifikan,” kata Hatma.

Dari sektor perkebunan, ujar Hatma, kebun buah ini akan menghasilkan berbagai jenis buah-buahan yang dapat dijual dan bernilai ekonomi tinggi, baik di pasar lokal maupun melalui jaringan distribusi yang lebih luas di Bengkulu dan sekitarnya. Hasil penjualan ini akan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan lokal. Sementara dari sektor wisata, kebun buah ini dapat dijadikan daya tarik tambahan untuk mendukung agrowisata Gua Kelelawar di desa tersebut. “Wisatawan yang berkunjung ke gua dapat menikmati keindahan kebun buah, berpartisipasi dalam kegiatan panen, atau membeli buah segar sebagai oleh-oleh, yang semuanya dapat menambah daya tarik wisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” katanya.

Terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat menurut Hotma sangatlah signifikan karena dari sisi pengembangan ekonomi kreatif, kebun buah ini dapat memicu munculnya usaha-usaha baru seperti produksi olahan buah berupa selai, jus, keripik, serta pembuatan produk kerajinan tangan dari bahan alami sekitar kebun, hingga pengembangan homestay atau restoran yang menyajikan makanan khas berbahan dasar buah.

Sedangkan dari sisi lingkungan, kebun buah ini juga akan memberikan manfaat ekologis dengan meningkatkan tutupan lahan hijau, mengurangi resiko erosi tanah, dan memperbaiki kualitas udara lokal. Hotma mengharapkan pengembangan kebun buah ini akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan, dan diversifikasi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Rintis Pengembangan Kebun Buah di Pulau Enggano pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-rintis-pengembangan-kebun-buah-di-pulau-enggano/feed/ 0
Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/#respond Wed, 14 Aug 2024 00:55:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69337 Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau lebih, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh pulau tersebut memiliki kemandirian, termasuk kedaulatan pangan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Provinsi Bengkulu yang ditetapkan Gubernur Bengkulu sebagai lokasi laboratorium lapangan tridharma perguruan tinggi. Dalam rangka […]

Artikel Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau lebih, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh pulau tersebut memiliki kemandirian, termasuk kedaulatan pangan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Provinsi Bengkulu yang ditetapkan Gubernur Bengkulu sebagai lokasi laboratorium lapangan tridharma perguruan tinggi.

Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan, untuk pertama kalinya, benih padi varietas unggul karya peneliti UGM, Gamagora ditanam di Pulau Enggano sebagai pulau terluar di Indonesia. Penanaman padi Gamagora ini menjadi salah satu dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada bersama Universitas Bengkulu yang bertajuk Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kedaulatan Pangan, Pariwisata dan Kebudayaan Lokal di Pulau Enggano.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penelitian UGM, Prof. Dr.  Wening Udasmoro mengungkapkan bahwa penyerahan benih dan penanaman padi Gamagora ini dalam rangka mendukung kedaulatan pangan di pulau terluar di Indonesia. Sebab, varietas padi yang dikembangkan peneliti UGM ini mampu tumbuh baik pada lahan sawah irigasi maupun lahan sawah tadah hujan yang airnya terbatas. “Gamagora menjadi jenis padi baru yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk berkontribusi pada penanganan perubahan Iklim,” kata Wening dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (14/8).

Wening juga menjelaskan bahwa padi Gamagora juga telah teruji tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit, keunggulan ini menjadi harapan untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia dan mendukung untuk upaya tujuan untuk menghapus kemiskinan dan mengakhiri kelaparan.

Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan infrastruktur di pulau Enggano sudah cukup berkembang pesat dan maju sehingga bisa menjadi modal yang baik untuk peningkatan produktivitas masyarakat dan melancarkan mobilitas warga dan logistik dalam rangka mendukung kemandirian pangan. Meski begitu, imbuhnya, masih diperlukan kebutuhan infrastruktur pendukung lainnya seperti sarana transportasi untuk akses keluar masuk ke pulau Enggano. “Secara umum saya melihat komitmen pemerintah daerah telah ditunjukkan nyata melalui pembangunan jalan, pelabuhan, bandara hingga jaringan komunikasi,” ungkapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi, Dr. Hatma Suryatmojo menekankan bahwa melalui KKN Kolaborasi ini mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan mencari solusi permasalahan lapangan melalui berbagai hasil penelitian di perguruan tinggi yang diterapkan di masyarakat.

Ia menyebutkan UGM menyerahkan 20 kilogram benih Gamagora untuk ditanam di persawahan Pulau Enggano yang memiliki keterbatasan sumberdaya air dan kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Produktivitas tinggi dari padi Gamagora yang dapat mencapai 8-10 ton per hektar menjadi harapan baru bagi pertanian di Pulau Enggano.

Menurutnya, pemberian benih padi varietas unggul Gamagora oleh UGM kepada masyarakat Pulau Enggano memiliki nilai strategis yang sangat signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan dari luar pulau. “Dengan kondisi geografis Pulau Enggano yang terisolasi dan sering terhambat oleh cuaca ekstrem, adanya varietas padi unggul yang adaptif terhadap kondisi lokal akan meningkatkan produktivitas pertanian setempat,” katanya.

Mayong, demikian ia akrab disapa menambahkan  penyerahan padi Gamagora ini diharapkan bisa mengurangi resiko kekurangan pangan saat distribusi logistik terganggu, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan di pulau Enggano. “Pada gilirannya akan meningkatkan stabilitas sosial, ekonomi lokal dan terwujudnya kedaulatan pangan di Pulau Enggano,” paparnya.

Dampak positif yang diharapkan bagi masyarakat Pulau Enggano adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan melalui hasil panen yang lebih tinggi dan lebih stabil. Dengan hasil panen yang lebih baik, masyarakat dapat memenuhi  kebutuhan pangan mereka sendiri dan bahkan mungkin menciptakan surplus yang dapat dijual untuk pendapatan tambahan.

Selain itu, keberadaan varietas padi unggul yang diadaptasi dengan baik juga akan mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian dan sumber daya alam lokal, karena produktivitas yang lebih tinggi memungkinkan lahan yang sama menghasilkan lebih banyak pangan tanpa harus memperluas area pertanian secara signifikan. “Kita ingin upaya yang kita sudah lakukan ini juga dapat berdampak positif terhadap konservasi lingkungan di Pulau Enggano,” pungkasnya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/feed/ 0