Promosi Kesehatan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/promosi-kesehatan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 18 Oct 2024 08:44:06 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mengaktifkan UKS sebagai Pusat Promosi Kesehatan bagi Remaja https://ugm.ac.id/id/berita/mengaktifkan-uks-sebagai-pusat-promosi-kesehatan-bagi-remaja/ https://ugm.ac.id/id/berita/mengaktifkan-uks-sebagai-pusat-promosi-kesehatan-bagi-remaja/#respond Fri, 18 Oct 2024 08:39:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71827 Remaja merupakan kelompok usia yang sangat penting dalam populasi Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sebanyak 16,04% dari total penduduk Indonesia adalah remaja berusia 10-19 tahun. Masa remaja, yang penuh dengan tantangan fisik dan psikologis, seperti perkembangan reproduksi dan pencarian identitas diri, membuat mereka rentan terhadap perilaku berisiko seperti merokok, seks pranikah, […]

Artikel Mengaktifkan UKS sebagai Pusat Promosi Kesehatan bagi Remaja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Remaja merupakan kelompok usia yang sangat penting dalam populasi Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sebanyak 16,04% dari total penduduk Indonesia adalah remaja berusia 10-19 tahun. Masa remaja, yang penuh dengan tantangan fisik dan psikologis, seperti perkembangan reproduksi dan pencarian identitas diri, membuat mereka rentan terhadap perilaku berisiko seperti merokok, seks pranikah, dan penyalahgunaan obat. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan dan dukungan dari lingkungan, terutama di sekolah, sangat penting untuk membantu mereka menghadapi tantangan ini.

Dalam rangka meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan reproduksi remaja di sekolah, tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep.,Ns.,M.Kes., melaksanakan program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Sekolah untuk Meningkatkan Kesehatan Fisik, Psikologis, dan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Mengoptimalkan Peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo.” Program ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali peran UKS yang selama ini belum berjalan maksimal di SMP dan MTs di Girimulyo.

Wenny menuturkan dari studi pendahuluan menunjukkan bahwa UKS di banyak sekolah di Kecamatan Girimulyo belum berfungsi secara optimal. Ruang UKS jarang digunakan, dan kegiatan kesehatan di sekolah tidak terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Salah satu poin penting dari program ini adalah mengaktifkan kembali fungsi UKS sebagai pusat promosi kesehatan di sekolah,” kata Wnny, Jumat (18/10).

Program pengabdian dalam rangka mendukung kampanye nasional “Sehat Sekolahku, Sehat Indonesiaku” melibatkan enam sekolah di Kecamatan Girimulyo, yaitu SMPN 1 Girimulyo, SMPN 2 Girimulyo, SMPN 3 Girimulyo, SMPN 4 Girimulyo, SMP Sanjaya, dan MTSN 4 Kulon Progo. Tim pengabmas FK-KMK UGM menyelenggarakan duasesi pelatihan yang berfokus pada kesehatan remaja. “Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah yang terlibat, serta Puskesmas Girimulyo 1 dan Puskesmas Girimulyo 2, yang turut mendampingi kegiatan kesehatan di sekolah-sekolah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, tim pengabdian juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Masa remaja dikenal sebagai fase yang paling rentan terhadap perilaku berisiko, dan pengetahuan yang memadai tentang kesehatan reproduksi dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dan lebih aman.

Dengan pelaksanaan program ini, kata Wenny, diharapkan peran UKS di sekolah-sekolah Kecamatan Girimulyo dapat dioptimalkan sehingga fasilitas UKS di sekolah-sekolah lebih terorganisir dan sering digunakan. Tidak hanya itu, para guru dan siswa diharapkan dapat lebih aktif berperan dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan reproduksi remaja melalui kegiatan UKS. “Kita harapkan lewat program ini mampu meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta membantu mereka menghindari perilaku berisiko,” katanya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Mengaktifkan UKS sebagai Pusat Promosi Kesehatan bagi Remaja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mengaktifkan-uks-sebagai-pusat-promosi-kesehatan-bagi-remaja/feed/ 0
Meningkatkan Kesadaran Anak Muda Soal Bahaya Merokok Perlu Digalakkan https://ugm.ac.id/id/berita/meningkatkan-kesadaran-anak-muda-soal-bahaya-merokok-perlu-digalakkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/meningkatkan-kesadaran-anak-muda-soal-bahaya-merokok-perlu-digalakkan/#respond Mon, 12 Aug 2024 03:58:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69266 Kampanye promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek bahaya merokok di kalangan anak muda perlu digalakkan, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya mempengaruhi resiko kesehatan perorangan namun juga potensi membebani sistem kesehatan masyarakat. Hal itu mengemuka dalam seminar yang bertajuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hidup di Kalangan Civitas dengan Mempromosikan Gaya Hidup Bebas Rokok dan […]

Artikel Meningkatkan Kesadaran Anak Muda Soal Bahaya Merokok Perlu Digalakkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kampanye promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek bahaya merokok di kalangan anak muda perlu digalakkan, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya mempengaruhi resiko kesehatan perorangan namun juga potensi membebani sistem kesehatan masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam seminar yang bertajuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hidup di Kalangan Civitas dengan Mempromosikan Gaya Hidup Bebas Rokok dan NAPZA di Auditorium drh. R. Soepardjo Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Jumat (9/8).

Seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan UGM menghadirkan dua orang Duta Anti Napza UGM tahun 2024, yakni Ahmad Fikri Zauoki dan M. Zaidan Zianurrahman Ghozali

Fikri menyebutkan dampak kesehatan dari kebiasaan menghisap rokok di kalangan generasi muda sangat mempengaruhi jumlah bonus demografi tahun 2030 mendatang. “Perokok anak hari ini berisiko mengidap penyakit kronis karena rokok saat mereka masuk usia produktif,”kata Fikri.

Fikri menjelaskan prevalensi perokok di Indonesia juga masih tinggi di angka 33,5 persen di tahun 2021. Jumlah perokok dari tahun ke tahun pun meningkat dari 59,8 juta perokok menjadi 68,9 juta orang. “Perokok di Indonesia ini mulai merokok di usia muda antara 15-19 tahun,”imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut maka Fikri berharap ada kesadaran dan pendidikan tentang efek bahaya dari tembakau selain berisiko bagi kesehatan dan membebani sistem kesehatan masyarakat.

Di tempat sama, M. Zaidan Zianurrahman Ghozali, mahasiswa IUP FKKMK yang juga Duta Anti Napza UGM, menyampaikan pentingnya terlibat dalam kegiatan positif yang menjauhkan individu dari penggunaan narkoba. Napza, imbuh Zaidan, akan menimbulkan kecanduan dan berbagai masalah sosial. 

Reportase : Satria/Humas Peternakan

Editor       : Gusti Grehenson

Foto         : Freepik

Artikel Meningkatkan Kesadaran Anak Muda Soal Bahaya Merokok Perlu Digalakkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/meningkatkan-kesadaran-anak-muda-soal-bahaya-merokok-perlu-digalakkan/feed/ 0