prestasi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/prestasi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 04 Dec 2024 06:48:09 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/#respond Wed, 04 Dec 2024 06:35:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73503 Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. […]

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. Sementara pada tanggal 5 Desember 2024 ini, ia diwisuda di European Law School, Maastricht University, Belanda.

Vinca begitu ia biasa dipanggil. Menyandang gelar ganda (double degree) dari Internasional Undergradute Program (IUP) Fakultas Hukum UGM dan European Law School, Maastricht University, Belanda, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Dengan kelulusan itu, Vinca pun berhak atas dua gelar. Gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Universitas Gadjah Mada dan Legum Baccalaureus (LL.B) dari Maastricht University. Belajar di Fakultas Hukum UGM, ia mengambil konsentrasi Hukum Internasional, sedangkan di Maastricht University, ia terdaftar di European Law School, dan berkonsentrasi mendalami berbagai sistem hukum di Belanda, Perancis, Jerman, Inggris dan untuk beberapa kasus di Amerika Serikat. “Saya bersyukur dan berterima kasih untuk dua kesempatan ini”, ucap Calvinca dalam wawancara Rabu (4/12) menjelang wisuda di Maastricht University.

Proses belajar di dua perguruan tinggi tentu bukan perkara mudah. Dalam mengikuti program gelar ganda, Vinca menempuh pendidikan di UGM pada tahun pertama, yaitu semester 1 dan semester 2. Dilanjutkan menempuh pendidikan di Maastricht University, Belanda semester 3 sampai semester 6. Pada pembelajaran semester 7 dan 8, iapun kembali mengikuti pendidikan di Fakultas hukum UGM. Iapun kemudian menyelesaikan skripsi dengan joint supervision dari UGM dan Maastricht University di tahun keempat. “Aku sungguh bersyukur bisa mengungkapkan perasaan terbaikku. Setelah mengalami tahun-tahun sulit namun aku yakini ini penuh manfaat”, ucapnya.

Vinca sungguh bersyukur bisa menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan keinginannya. Ia dinyatakan lulus dan mendapatkan nilai tugas akhir untuk kedua penelitian hukum dengan judul yang sama yaitu tentang hak penyandang disabilitas pada Agustus lalu. Mengkaji soal hak penyandang disabilitas, Vinca teringat akan perjalanan yang pernah ia lalui sebelumnya. Ia pernah menjadi sukarelawan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan berkesempatan bertemu dengan pemimpin perempuan pejuang hak disabilitas yang menulis undang-undang hukum disabilitas di Uni Eropa.“Sungguh senang saya berkesempatan bertemu dengannya yang pada akhirnya menjadi supervisor sekaligus memotivasi dan mengisipirasi saya dalam melakukan penelitian dan menulis skripsi dan tesis”, terangnya.

Pada tugas akhir, Vinca berhasil menulis skripsi berjudul Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Evaluasi Implementasi Pasal 24(5) Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas untuk menempuh pendidikan di Indonesia – Studi Kasus di Universitas Gadjah Mada. Tulisan ini baginya memantik segala rasa keingintahuan untuk melihat perbandingan fasilitas dan hak-hak yang diberikan Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Eropa. “Saya sadar, ada perbedaan taraf hidup antar masyarakat Indonesia dan Eropa”, ungkapnya.

Kompleksitas Uni Eropa menjadi alasan Vinca memilih studi di Maastricht University, Belanda. Ia mengaku sangat berminat mempelajari seluk-beluk serta cara kerja hukum di Eropa secara mendalam. Semua yang ia pelajari pada akhirnya mengubah persepsinya akan pemahaman bagaimana hukum Eropa dijalankan benar-benar untuk melindungi masyarakat. “Ini yang membuat seorang penggila hukum seperti saya sangat senang”, paparnya.

Vinca sangat merasa beruntung bisa menjalani Program Double Degree. Dengan program ini pula, ia turut mencecap berbagai kesempatan mengikuti kompetisi internasional mewakili sebuah LSM Belanda ke PBB. Selain itu iapun terlibat dalam kompetisi putaran regional pertama peradilan semu internasional. “Ini menambah pengalaman luar biasa bagi saya”, akunya.

Lulus dengan IPK 3,75 di dua universitas tentu bukan hal mudah. Saat belajar di University of Maastricht, ia mengaku menggunakan metode pengajaran ala Socrates. Metode di mana mahasiswa harus menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. “Kami menyebutnya metode PBL (Problem Based Learning),  Pembelajaran Berbasis Masalah”, terangnya.

Menurut Vinca metode ini sesungguhnya sulit. Meski begitu justru dengan metode ini melatihnya berpikir kritis dan mendorong kemandirian dalam belajar. Hampir 80-100 halaman harus ia baca sebelum kelas, dan ia harus menyiapkan jawaban untuk berbagai studi kasus untuk didiskusikan secara kolektif di kelas.

Vinca pun bercerita dua tahun di Maastricht University, rutinitas yang ia jalani senantiasa mengawali dengan bangun pagi, menyiapkan makan siang dan pergi ke kampus bersepeda. Selepas kelas, ia banyak menghabiskan waktu di fakultas untuk belajar atau perpustakaan untuk membaca. Sesekali, ia pergi ke taman belakang kampus untuk berjalan-jalan sebelum berangkat menjadi sukarelawan atau bekerja. ”Seperti saat di UGM, saya pun senang pergi ke Taman Kearifan (Wisdom Park UGM) dan jalan-jalan, lalu bersama teman-teman jalan kaki menuju kelas, makan siang, lalu berlanjut kerja di kafe dan tetap menjadi sukarelawan di akhir pekan”, imbuh Vinca yang bercita-cita berkarir di PBB.

Reportase: B. Diah Listianingsih

Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/feed/ 0
Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/#respond Wed, 04 Dec 2024 00:35:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73469 Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih dua penghargaan di ajang SxC Grand Impact Business Case Competition 2024 berlangsung secara online pada 23 November 2024 lalu. Disamping berhasil meraih prestasi 2nd Runner-Up, tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Hyena Jogja juga mendapatkan penghargaan Best Paper. Tim Hyena Jogja […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih dua penghargaan di ajang SxC Grand Impact Business Case Competition 2024 berlangsung secara online pada 23 November 2024 lalu. Disamping berhasil meraih prestasi 2nd Runner-Up, tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Hyena Jogja juga mendapatkan penghargaan Best Paper.

Tim Hyena Jogja terdiri dari Ivan Hiumawan (Manajemen 2023) dan Anne Grace Pardosi (Akuntansi 2023). Ivan Hiumawan menjelaskan dua penghargaan yang berhasil diraih Tim Hyena Jogja setelah beradu dengan puluhan tim lain dari berbagai universitas di Indonesia. Sebelumnya Tim Hyena Jogja harus melalui babak preliminary dan final presentation. Pada tahap preliminary, seluruh peserta diminta menyusun paper yang mencakup analisis kondisi perusahaan, company profile, solusi yang diusulkan, serta kesimpulan. Analisis dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek internal, eksternal, dan mitigasi risiko. “Pada kompetisi ini, peserta diminta menyelesaikan kasus nyata terkait masalah cash flow pada sebuah perusahaan. Diibaratkan kasus perusahaan mengalami kesenjangan pembayaran antara pelanggan dan kewajiban kepada supplier”, ujar Ivan di FEB UGM, Rabu (4/12).

Adanya kesenjangan pembayaran ini, kata Ivan, mengakibatkan aliran kas tidak sehat, sehingga tim peserta harus mencari solusi strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Tim Hyena Jogja menyajikan solusi inovatif dengan pendekatan yang mempertimbangkan efisiensi pembayaran pelanggan serta pengelolaan utang secara lebih optimal.

Pada tahap final berupa presentasi online, Ivan mengaku menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Hyena Jogja. Meski begitu mereka sangat terkesan dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman pertama mereka. “Ini pengalaman pertama kami presentasi di ajang sebesar ini. Jujur sempat gugup dan bahkan nge-blank saat menjawab pertanyaan juri. Bayangkan presentasi hanya berdurasi 10 menit, tim dituntut menyampaikan ide secara singkat, padat, dan jelas”, terangnya.

Meski menghadapi tekanan, Anne Grace merasa bersyukur karena Tim Hyena Jogja berhasil tampil maksimal dan mendapat apresiasi tinggi dari para juri. Tidak hanya mengalami kendala dalam aspek teknis, Tim Hyena Jogja juga mengalami kondisi kesehatan yang sempat menurun selama proses kompetisi.“Kondisi ini menjadi tantangan besar saat menyusun paper. Meskipun sulit, kami tetap saling mendukung hingga akhirnya bisa mencapai hasil yang memuaskan,” tambah Anne.

Anne menjelaskan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) memiliki peran besar dalam keberhasilan mereka. Tim mendapatkan mentoring yang difasilitasi oleh Career and Student Development Unit (CSDU) dengan dosen pembimbing Prof. Dr., Mamduh M. Hanafi, M.B.A. “Bersyukur kami didampingi selama proses kompetisi. Pak Mamduh memberikan masukan berharga, khususnya dalam menyusun analisis dan solusi yang terintegrasi,” kata Anne.

Reportase   : Orie Priscylla & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.       : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/feed/ 0
Lucia Karina, Anggota FAB FEB UGM Raih Penghargaan SDG Pioneer dari UN Global Impact https://ugm.ac.id/id/berita/lucia-karina-anggota-fab-feb-ugm-raih-penghargaan-sdg-pioneer-dari-un-global-impact/ https://ugm.ac.id/id/berita/lucia-karina-anggota-fab-feb-ugm-raih-penghargaan-sdg-pioneer-dari-un-global-impact/#respond Mon, 18 Nov 2024 04:16:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72974 Lucia Karina, salah satu anggota Faculty Advisory Board (FAB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih penghargaan SDG Pioneer 2024 dari United Nations (UN) Global Impact. Ia menjadi satu-satunya penerima penghargaan dari Indonesia dan salah satu dari dua perwakilan Asia Pasifik. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi Karina dalam mendukung pencapaian […]

Artikel Lucia Karina, Anggota FAB FEB UGM Raih Penghargaan SDG Pioneer dari UN Global Impact pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lucia Karina, salah satu anggota Faculty Advisory Board (FAB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih penghargaan SDG Pioneer 2024 dari United Nations (UN) Global Impact. Ia menjadi satu-satunya penerima penghargaan dari Indonesia dan salah satu dari dua perwakilan Asia Pasifik. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi Karina dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG). Direktur Public Affairs, Communication, and Sustainability di Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia ini dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui inisiatif ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.

Karina, begitu biasa dia disapa, bersama komunitas yang melibatkan ribuan waste worker atau disebut sebagai Punaryoddha, menginisiasi program WASH+ dalam penyediaan air bersih dan kelestarian air hingga memberdayakan UMKM di sepanjang rantai pasok. Upaya tersebut dilakukan sembari memastikan kegiatan operasional yang bertanggung jawab untuk lingkungan dan masyarakat. “Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan semangat kolaborasi dari seluruh insan CCEP Indonesia dan para mitra kami dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam bisnis kami. Ini adalah validasi bahwa upaya konsisten kami untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya dalam wawancara secara daring, Senin (18/11).

Karina menyampaikan penghargaan yang ia terima memperkuat keyakinannya bahwa bisnis bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Dengan mengintegrasikan tujuan prosperity, people, dan planet secara seimbang, berlandaskan partnership dan peace, masyarakat bisa menciptakan nilai luar biasa bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kendati begitu, ia menyadari mimpi besar tersebut hanya bisa diwujudkan melalui sinergi multi pihak. “Mimpi besar ini hanya bisa diwujudkan dengan bersinergi dengan pemerintah yang visioner, akademisi yang inovatif, masyarakat sipil yang kritis, dan juga dengan komunitas yang kami layani. Inilah kunci dari keberlanjutan yang sesungguhnya, sebuah simbiosis yang saling memperkuat,” urainya.

Karina dalam kesempatan ini juga menawarkan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan FEB UGM guna memperkuat dampak dari inisiatif yang telah dijalankan. Mahasiswa, menurutnya dapat terlibat dan berkontribusi melalui riset perilaku konsumen, kajian model bisnis sirkular, kampanye perubahan perilaku, maupun pendampingan kewirausahaan bagi mitra UMKM kami. Sementara dosen dapat memberikan sudut pandang kritis dan masukan strategis untuk mempertajam desain dan implementasi program. “Kami sangat terbuka dan antusias untuk berkolaborasi dengan FEB UGM dalam memperkuat dampak dari inisiatif-inisiatif tersebut,” jelasnya.

Iapun menekankan betapa pentingnya peran FAB FEB UGM sebagai mitra strategis dalam mengembangkan ekonomi hijau di Indonesia. Menurutnya, FAB dapat menjadi think tank yang menyusun kurikulum berbasis keberlanjutan, serta mengembangkan program penelitian dan inkubasi bisnis sosial yang mendukung penerapan aspek ESG (Environment, Social, Governance) dalam praktik bisnis di Indonesia. “Kita juga dapat berkolaborasi dalam pengembangan kurikulum dan program pelatihan untuk melengkapi para mahasiswa dengan sustainability mindset dan skill set yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan”, ungkapnya.

Iapun menyampaikan jika ia berencana membawa tiga inisiatif utama ke dalam FAB FEB UGM. Program yang dimaksud adalah kepemimpinan keberlanjutan, platform inovasi berkelanjutan, dan pengintegrasian konsep sustainability dalam budaya kampus. Karenanya ia mengajak seluruh mahasiswa dan sivitas akademika FEB UGM untuk berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan. “Setiap individu memiliki potensi besar untuk memberi dampak positif. Jangan ragu, tetaplah yakin memulai dari langkah kecil karena setiap upaya, sekecil apa pun, dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih baik bagi planet kita. If not you, then who? If not now, then when?,” pungkasnya.

Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., mewakili FEB UGM menyampaikan rasa bangga atas capaian prestasi yang diraih oleh Lucia Karina yang juga merupakah salah satu anggota Faculty Advisory Board (FAB) FEB UGM sebagai SDG Pioneer 2024 dari UN Global Compact. Prestasi tersebut semakin meneguhkan peran FEB UGM, tidak hanya civitas akademika dan alumninya namun termasuk didalamnya FAB yang memberikan kontribusi positif khususnya dalam bidang sustainability sesuai dengan Misi FEB UGM. “FEB UGM turut berbangga dan bergembira atas capaian prestasi yang diraih. Hal ini kian meneguhkan peran FEB UGM dalam pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Reportase :Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.     : Agung Nugroho

Artikel Lucia Karina, Anggota FAB FEB UGM Raih Penghargaan SDG Pioneer dari UN Global Impact pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/lucia-karina-anggota-fab-feb-ugm-raih-penghargaan-sdg-pioneer-dari-un-global-impact/feed/ 0
Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/#respond Fri, 25 Oct 2024 23:16:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72107 Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Mengusung judul “EcoPrime Feed: Inovasi Pemanfaatan Spesies Invasif sebagai Pakan Ikan Berkualitas, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”, Tim yang diketuai oleh Gerson Lewis (Akuakultur 2023) tersebut berhasil meraih medali perunggu untuk kategori poster […]

Artikel Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Mengusung judul “EcoPrime Feed: Inovasi Pemanfaatan Spesies Invasif sebagai Pakan Ikan Berkualitas, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”, Tim yang diketuai oleh Gerson Lewis (Akuakultur 2023) tersebut berhasil meraih medali perunggu untuk kategori poster dan presentasi.

Dalam karyanya, tim ini membuat produk pakan ikan berkualitas, ramah lingkungan, dan ekonomis dari tiga bahan baku, yaitu eceng gondok, ikan red devil, dan maggot black soldier fly (BSF). Lewis menjelaskan, EcoPrime Feed dilatarbelakangi dengan adanya isu di ekosistem perikanan Indonesia yang dihuni oleh spesies invasif yang mampu mengancam kesimbangan ekosistem apabila keberadaannya tergolong berlebihan. “Tak hanya itu, EcoPrime Feed juga dicanangkan menjadi solusi atas fenomena meningkatnya food waste yang menyebabkan kelangkaan sumber daya pangan,” ucap Gerson Lewis di Faperta UGM, Jum’at (25/10).

Selain Gerson Lewis, Tim PKM-K Fakultas Pertanian UGM beranggotakan Aimmatul Husna, Sevina Surya Wibianti (Akuakultur 2023), Muhammad Jibril Syahid (Manajemen Sumberdaya Akuatik 2023), dan Jihan Tsabitha (Pembangunan Ekonomi Wilayah 2022).

Lewis menambahkan, ia dan tim merasa bersyukur atas kesempatan mengikuti kompetisi pada ajang Pimnas ke-37. Selain mendapat pengalaman, ajang Pimnas ke-37 mampu menambah wawasan dan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia khususnya terkait ilmu-ilmu di bidang kewirausahaan yang tidak didapatkan di bangku kuliah.

“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur kepada Tuhan karena perjuangan yang kami upayakan bisa membuahkan hasil yang sangat baik dan dapat membanggakan nama Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Semoga ini menambah semangat kami untuk berinovasi,” ujarnya.

Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM selaku dosen pembimbing menyampaikan rasa syukurnya atas pengalaman pertamanya menjadi seorang pembimbing PKM yang mampu lolos hingga PIMNAS dan membawa pulang dua buah medali perunggu. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk membimbing anak-anak muda yang luar biasa, mengantarkan sampai apa yang dicita-citakan oleh mereka. Walaupun hasil ini mungkin belum yang terbaik, tetapi menurut saya, ini adalah awalan yang baik untuk menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya,” tutur Senny.

Reportase : Hanita Athasari Zain dan Desi Utami

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Dokumentasi tim EcoPrime Feed

Artikel Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/feed/ 0
DGB UGM Jaring Kandidat Penerima Anugerah HB IX dan Anugerah UGM https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-jaring-kandidat-penerima-hb-ix-award-dan-anugerah-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-jaring-kandidat-penerima-hb-ix-award-dan-anugerah-ugm/#respond Thu, 24 Oct 2024 08:30:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72054 Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) berencana akan memberikan penghargaan kepada insan-insan dan tokoh-tokoh yang berjasa pada ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan lingkungan hidup. UGM membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan bakal calon penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada.  Prof. Dr. M. Baiquni, M.A selaku Ketua DGB UGM menyatakan penghargaan […]

Artikel DGB UGM Jaring Kandidat Penerima Anugerah HB IX dan Anugerah UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) berencana akan memberikan penghargaan kepada insan-insan dan tokoh-tokoh yang berjasa pada ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan lingkungan hidup. UGM membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan bakal calon penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada. 

Prof. Dr. M. Baiquni, M.A selaku Ketua DGB UGM menyatakan penghargaan Anugerah HB IX dan Anugerah UGM rutin setiap tahun digelar. Disayangkan, tahun lalu untuk penghargaan Anugerah  Hamengkubuwono IX tidak ada kandidat yang dinilai mumpuni untuk mendapatkannya. “Karenanya kali ini kami kembali membuka dan menjaring untuk disebarluaskan agar mendapatkan calon-calon terbaik dengan harapan dua penghargaan ini akan terisi”, ujarnya di Ruang Fortakgama, Rabu (23/10).

Baiquni menjelaskan untuk setiap Anugerah UGM bisa terpilih satu atau lebih insan-insan atau tokoh yang memenuhi persyaratan. Ia sangat berharap dengan penyebarluasan informasi soal penghargaan ini akan terjaring insan-insan atau tokoh yang telah berjasa namun luput dari perhatian banyak orang.

Ia menambahkan UGM HB IX dan Anugerah UGM bisa diberikan kepada mereka yang alumni maupun bukan alumni UGM. Karenanya bagi yang memiliki informasi terkait peran dari orang-orang yang telah mengabdi di masyarakat baik di perkotaan maupun di pedalaman, pemerhati konservasi lingkungan, orang-orang yang berjuang tanpa pamrih bisa diusulkan dengan dilengkapi biodata lengkap, karya dan video. “Kita berharap dari Kagama dan organisasi lainnya juga mengusulkan. Jika nanti data sudah masuk, beberapa nama, dan memenuhi kriteria untuk ANugerah HB IX, kita akan berkonsultasi dengan Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X),” terangnya.

Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P selaku sekretaris Dewan Guru Besar UGM mengatakan UGM secara konsisten ingin memberikan penghargaan kepada insan-insan yang betul-betul memiliki komitmen yang kuat terhadap karya dan berjasa dan berprestasi dari segi ilmu pengetahuan yang memenuhi persyaratan yang diketahui publik. “Untuk pemberian doktor honoris causa kita masih bisa terima, tetapi jika terkait Profesor kehormatan mudah-mudahan UGM konsisten tidak memberikan gelar tersebut, dan kita berikan penghargaan dalam wujud lain yaitu pemberian HB IX Award atau UGM award. Saya kira itu lebih obyektif berdasarkan kriteria-kriteria yang bisa diterima oleh publik”, terangnya.

Prof. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, selaku Ketua Panitia Seleksi menambahkan penjaringan calon penerima Anugerah HB IX dan UGM Award adalah tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Rektor No 15 tahun 2021 yang mengatur soal Gelar Kehormatan dan Anugerah. Selaku panitia seleksi, ia mengaku fokus tentang pemberian Anugerah HB IX dan UGM Award. “Secara teknis sebetulnya sudah mengumumkan juga dan menyebarkan luaskan termasuk kepada Kagama seluruh Indonesia. Harapannya terjaring beberapa nama kandidat hingga tanggal 9 November 2024, karena hasil seleksi akan diumumkan saat Dies UGM tanggal 19 Desember 2024,” katanya.

Ia kembali menandaskan untuk anugerah UGM memang tidak harus dari alumni. Meski begitu, mereka yang diusulkan harus selaras dengan nilai-nilai ke UGM-an. Sehingga ketika seseorang individu atau institusi mengusulkan tentu akan mengacu pada nilai-nilai ke UGM-an, diantaranya kesejahteraan masyarakat, melestarikan kearifan lokal, serta lebih fokus juga kepada adanya inovasi atau kepeloporan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. “Tentu saja bisa menunjukkan penguatan terhadap nilai-nilai keluhuran dan kesejahteraan”, paparnya.

Terkait tata cara pengusulan, bakal calon boleh mengusulkan diri sendiri atau diusulkan oleh orang lain atau suatu lembaga pengusul. Bakal calon yang diusulkan masih hidup, saat diusulkan melampirkan surat pengantar beserta riwayat hidup lengkap dengan foto dan tautan karya dikirim kepada Panitia Seleksi Penerimaan Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada Tahun 2024, dan paling lambat 9 November 2024. Berkas dikirim dalam bentuk softcopy ke email dgb@ugm.ac.id dan hardcopy ke Sekretariat Panitia Seleksi Penerimaan Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada Tahun 2024, Kantor Dewan Guru Besar, Gedung Pusat UGM, Lantai 2 Sayap Timur, Bulaksumur, Yogyakarta.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel DGB UGM Jaring Kandidat Penerima Anugerah HB IX dan Anugerah UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-jaring-kandidat-penerima-hb-ix-award-dan-anugerah-ugm/feed/ 0
Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/#respond Wed, 23 Oct 2024 04:16:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71895 Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 […]

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 dalam cabang lomba Esai. Selain mendapat juara 1, tim yang mendapat bimbingan Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng ini juga berhasil menyabet gelar sebagai Best Presentation dan Best Paper

Dalam lomba tersebut, tim UGM mengangkat esai yang berkaitan dengan tema lomba, yakni Innovating the Future: Pioneering Sustainable Agricultural Technology for a Resilient Future. Adapun sub tema yang dilombakan antara lain Inovasi Pangan Lokal, Ketahanan Pangan, Inovasi Bioteknologi Pangan, Sistem Pertanian Berkelanjutan, Peran loT dalam Pertanian Cerdas dan Inovasi Teknik Irigasi Pertanian.

Bangkit Setiyoko, mengatakan tema dipilih untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas serta inovasi mahasiswa seluruh Indonesia di bidang teknologi pertanian sebagai wadah mengeksplorasi dan mempresentasikan ide-ide inovatif. Dengan tema tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada perkembangan teknologi pertanian, serta untuk memajukan pengetahuan dan aplikasi teknologi pertanian di Indonesia.

Adapun tim UGM menawarkan ide tentang inovasi solusi revolusioner untuk menjaga kesegaran dan kualitas hasil produksi pascapanen secara optimal. Produk ini menggabungkan teknologi nano dalam bentuk edible coating (bagian yang dapat dimakan) dengan sistem Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk memberikan pemantauan langsung dan real-time terhadap kondisi buah dan sayuran,”jelasnya.

Sistem AI dan Machine Learning, kata Bangkit, mampu memantau perubahan kondisi buah-buahan secara langsung, mengenali pola perubahan seiring waktu, dan memberikan informasi real-time melalui aplikasi seluler terhubung. Produsen maupun konsumen dapat dengan mudah memantau umur simpan, kandungan nutrisi, tingkat kematangan, dan perubahan yang mengindikasikan kerusakan buah dan sayur. “Produk pertanian adalah produk yang mudah rusak . Jika tidak ditangani dengan baik, produk pertanian akan cepat mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Maka dari itu kami mengembangkan SmarSeal sebagai solusi atas permasalahan ini,” terangnya.

Ia menambahkan inovasi SmarSeal dilengkapi dengan teknologi AI dan Machine Learning  yang dapat diakses melalui Android maupun iOS. Melalui pengembangan teknologi yang berkembang saat ini, petani tidak perlu khawatir akan penurunan kuantitas dan kualitas dari produk pascapanen mereka. “SmartSeal menciptakan lapisan pelindung yang efektif dalam memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pertanian. SmartSeal tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs,” paparnya.

Reportase  : Satria/Humas Fapet

Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/feed/ 0
UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peroleh-medali-terbanyak-di-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peroleh-medali-terbanyak-di-pimnas-ke-37/#respond Mon, 21 Oct 2024 02:49:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71853 Kontingen Universitas Gadjah Mada berhasil meraih medali terbanyak dalam penyelenggaraan Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke-37 di Universitas Airlangga, Surabaya. Dalam event yang berlangsung 15-18 Oktober 2024, kontingen Pimnas UGM berhasil mendapat 36 medali jauh mengungguli Universitas Hasanuddin (19 medali) dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (17 medali).  Dalam penutupan Pimnas ke-37 yang berlangsung di Airlangga […]

Artikel UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kontingen Universitas Gadjah Mada berhasil meraih medali terbanyak dalam penyelenggaraan Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke-37 di Universitas Airlangga, Surabaya. Dalam event yang berlangsung 15-18 Oktober 2024, kontingen Pimnas UGM berhasil mendapat 36 medali jauh mengungguli Universitas Hasanuddin (19 medali) dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (17 medali).  Dalam penutupan Pimnas ke-37 yang berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Universitas, Jum’at (18/10), tim Pimnas UGM dinyatakan kalah beda tipis dengan tim Unhas terkait perolehan medali emas untuk kategori presentasi sehingga dalam keseluruhan penilaian harus melepas Piala bergilir Adhikarta Kertawidya. Juara umum diraih oleh tim Pimnas Unhas, disusul UGM dan ITS Surabaya sebagai juara kedua dan ketiga.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D menilai raihan Tim Pimnas UGM tetap sebagai prestasi yang luar biasa. Kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, disebutnya bukan sekedar tempat berkompetisi tetapi sesungguhnya menggembleng mahasiswa untuk semakin percaya diri terkait inovasi dan kreativitas di masa depan. “Adik-adik para mahasiswa luar biasa. Saya yakin adik-adik sudah terbiasa digembleng dengan karakter UGM yang selalu ingin berkompetisi. Bukan sekedar berkompetisi, tetapi sekaligus berupaya mencari sahabat”, terangnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi menyampaikan apresiasi pada para dosen pendamping, dosen-dosen Pembina dan Tim Task Force PKM/ Pimnas UGM yang disela kesibukan tugas akademik tetap mengawal dan mengarahkan para mahasiswa Tim Pimnas UGM.

“Terima kasih dari kerja sama tim task force yang tak kenal lelah mengawal dan melayani semua kebutuhan tim. Meski dalam keterbatasan waktu dan tenaga tetap berusaha melayani Tim Pimnas UGM secara maksimal,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Ir. Suharti, M.A., Ph.D memberikan apresiasi kepada 525 tim peserta dari 118 perguruan tinggi yang mengikuti Pimnas tahun ini. Mereka adalah para unggulan yang terpilih dari 43.000 tim dari seleksi awal. “Artinya, hanya 1,2 persen saja yang lolos. Tentunya apresiasi untuk semua peserta dan pembimbing yang sudah berpartisipasi pada Pimnas,” ujarnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Firsto

Artikel UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peroleh-medali-terbanyak-di-pimnas-ke-37/feed/ 0
Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/ https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/#respond Fri, 20 Sep 2024 06:40:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70744 Fakultas Kedokteran Hewan tengah melakukan beberapa perubahan kurikulum pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan dengan kompetensi yang disyaratkan dari World Organization Animal Health (WOAH) sehingga  bisa menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan memenuhi standar internasional. “Adanya perubahan kurikulum ini akan memastikan lulusan FKH UGM nantinya sesuai dengan standar internasional dan siap melaksanakan semua program internasional dalam […]

Artikel Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Hewan tengah melakukan beberapa perubahan kurikulum pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan dengan kompetensi yang disyaratkan dari World Organization Animal Health (WOAH) sehingga  bisa menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan memenuhi standar internasional. “Adanya perubahan kurikulum ini akan memastikan lulusan FKH UGM nantinya sesuai dengan standar internasional dan siap melaksanakan semua program internasional dalam hal kesehatan hewan dan khususnya transboundary diseases,” ujar Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D pada Rapat Terbuka Senat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Peringatan Dies Natalis Ke-78, Jum’at (20/9).

Teguh menuturkan program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) pada tahun ini menerapkan berbagai langkah untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar. Diantaranya dengan membuat jadwal yang lebih cepat dan proses sosialisasi calon mahasiswa baru menjadi lebih awal sehingga mahasiswa memiliki kesempatan cukup waktu dalam persiapannya. “Ujian masuk entry exam PPDH (Pendidikan Profesi Dokter Hewan) dilakukan sebelum registrasi mahasiswa ke prodi PPDH. Diharapkan mahasiswa yang teregistrasi adalah mahasiswa yang sudah memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan,” terangnya.

Lebih jauh Dekan menjelaskan bahwa kurikulum PPDH saat ini juga dalam proses revisi untuk disesuaikan dengan kompetensi WOAH. Dia menyampaikan saat ini ada sekitar 52 wahana luar kampus yang dimiliki oleh PPDH sebagai wahana kegiatan luar kampus mahasiswa untuk menambah kompetensi dokter hewan. “Seiring dengan itu, proses standarisasi dosen wahana juga terus dilakukan oleh masing-masing stase untuk mengharmonisasi kompetensi dosen wahana sesuai yang disyaratkan oleh PPDH FKH UGM,” tuturnya.

Dalam puncak Dies ke-78, Teguh Budipitojo selaku Dekan FKH UGM berkesempatan menyampaikan gambaran kinerja yang telah dilakukan selama periode bulan Agustus 2023 s.d. Juli 2024. Disamping bidang akademik dan kemahasiswaan, ia menyampaikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam bidang keuangan, aset, dan sumber daya manusia, dan bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerjasama, dan alumni. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap tema besar Dies Natalis ke-78 Fakultas Kedokteran Hewan yaitu Transformasi Profesi Dokter Hewan dalam menghadapi Era Digital dan Perkembangan Artificial Intelligent. Tema ini, menurutnya sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini dimana  digitalisasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang kesehatan hewan. “Seorang dokter hewan tentunya tidak hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan hewan, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan standar kualitas pelayanan dan perawatan”, katanya.

Wening menyebut era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek praktik dokter hewan. Mulai dari kemudahan akses informasi, alat-alat diagnostic canggih hingga manajemen kesehatan berbasis data. Semua itu, katanya, bertujuan untuk mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan tentunya memperluas jangkauan layanan sebagai dokter hewan. “Tidak hanya itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin membuka pintu inovasi dalam dunia kedokteran hewan. Dengan AI, dokter hewan dapat mengolah data medis dengan lebih cepat dan akurat, menganalisis hasil pemeriksaan radiologi, bahkan hingga pengembangan obat-obatan dan terapi yang lebih tepat sasaran,” ucapnya.

Dalam puncak Dies ke-78 FKH UGM, ini juga disampaikan berbagai prestasi yang diraih FKH UGM, dan orasi ilmiah oleh Dr. drh. Dhirgo Adji, M.P yang mengangkat judul “Osteoartritis Pada Anjing: Problem Terapi dan Dampak Ekonomi Pada Masyarakat Pemilik Anjing di Indonesia”.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/feed/ 0
Mahasiswa UGM Raih Juara Lomba Esai di Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-lomba-esai-di-temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-lomba-esai-di-temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan-indonesia/#respond Wed, 18 Sep 2024 08:05:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70671 Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Bangkit Setiyoko, berhasil meraih penghargaan gold medal dalam kategori lomba esai judul paling kreatif. Penghargaan ini diterimanya saat berlangsung kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia 2024 yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ISMAPETI ke-41 di Universitas Islam Malang, Jawa Timur, 1-5 September lalu. Bangkit berhasil meraih penghargaan itu melalui […]

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara Lomba Esai di Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Bangkit Setiyoko, berhasil meraih penghargaan gold medal dalam kategori lomba esai judul paling kreatif. Penghargaan ini diterimanya saat berlangsung kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia 2024 yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ISMAPETI ke-41 di Universitas Islam Malang, Jawa Timur, 1-5 September lalu.

Bangkit berhasil meraih penghargaan itu melalui esainya yang berjudul “NutrisionCheck: Inovasi Pemantauan Kualitas Pakan Ternak Secara Instan Berbasis Near-Infrared, Artificial Intelligence, dan IoT untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”. Melalui karyanya, ia memanfaatkan teknologi untuk membawa perubahan positif dalam sektor peternakan, serta menciptakan dampak sosial yang signifikan dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional. “Di esai tersebut, saya menuangkan ide mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan diri guna mencapai visi dan kemajuan industri peternakan yang diharapkan di era Society 5.0,”kata Bangkit, Rabu (18/9).

Ia menjelaskan bagaimana teknologi yang berkembang dapat menjadi tonggak penting dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Esai yang ditulisnya dengan gaya bahasa ringan dan lugas menguraikan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk menjadi agen perubahan efektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim khususnya di bidang peternakan. “Keberhasilan saya ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi diri saya sendiri, tetapi juga keluarga dan universitas,” tuturnya.

Bangkit menambahkan Universitas Islam Malang sebagai penyelenggara turut merasa bangga memiliki peserta yang menunjukkan komitmen dan pemikiran mendalam dalam merespons tantangan industri peternakan saat ini. Dengan prestasi ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya untuk berpartisipasi dalam kompetisi serupa dan terus mengembangkan diri.

Dengan pencapaian ini, Bangkit Setiyoko tidak hanya membawa nama baik Fapet UGM, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berinovasi dalam bidang peternakan dan ketahanan pangan di Indonesia.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara Lomba Esai di Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-lomba-esai-di-temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan-indonesia/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Statistika Ria dan Festival Sains Data  https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-raih-juara-di-kompetisi-statistika-ria-dan-festival-sains-data/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-raih-juara-di-kompetisi-statistika-ria-dan-festival-sains-data/#respond Tue, 06 Aug 2024 04:02:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68776 Mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil menorehkan prestasi di kompetisi Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2024 pada 29 juli hingga 2 Agustus lalu di Universitas Telkom, Bandung. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini, Tim UGM menyabet Juara 2 Statistic Infographic Competition. Salah satu tim […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Statistika Ria dan Festival Sains Data  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil menorehkan prestasi di kompetisi Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2024 pada 29 juli hingga 2 Agustus lalu di Universitas Telkom, Bandung. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini, Tim UGM menyabet Juara 2 Statistic Infographic Competition. Salah satu tim yang bergabung dalam kompetisi ini adalah Mahardi Nalendra Syafa, Fabima Fadhlin Minallah Zidta, dan Hanna Marie. Ketiganya merupakan mahasiswa program studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM angkatan 2022.

Mahardi mengatakan desain infografis yang ikutkan dalam perlombaan memuat statistik tentang akses dan kualitas air bersih di Indonesia. Topik ini dipilih dengan alasan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya air terbaik, tetapi sebaliknya, namun Indonesia menjadi negara dengan krisis air terburuk ketiga di Asia Tenggara. “Kami menawarkan solusi berupa Smart Water Management System berbasis Big Data,” katanya, Selasa (6/8).

Sistem statistik infografik ini meliputi water separator, water cleaning, asset management, reservoir, pumping station, dan risk management.

Menurut Fabima, tidak mudah bagi mereka untuk bisa lolos ke tahap final katena melalui proses seleksi internal universitas untuk kemudian melaju ke tingkat nasional. Di babak penyisihan, tim berhasil menjadi salah satu dari 12 tim yang melenggang ke babak final di Bandung. Selanjutnya, tahap final diselenggarakan selama 5 hari, yaitu tanggal 29 Juli—2 Agustus. “Selain berkompetisi di final, kita diikutkan dalam seminar tentang Big Data, workshop, serta presentasi mengenai infografis yang telah kita buat,” ujarnya.

Di Kompetisi yang sama, tim UGM yang terdiri atas Saprina Saputri, Gian Luky Saputra, dan Rahma Nur Annisa berhasil meraih Juara 3 Statistic Essay Competition. Ketiganya merupakan mahasiswa program studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2021 dan 2022.

Dalam kompetisi ini, Saprina saputri menulis sebuah esai tentang prototipe aplikasi bernama SkinCheck. Prototipe aplikasi ini memanfaatkan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang digabungkan dengan metode transfer learning.  Dalam esainya, aplikasi SkinCheck digunakan untuk mendeteksi gejala kanker kulit dan membedakannya dengan penyakit kulit pada umumnya.

Menurutnya topik esai ini kita pilih dengan alasan tingginya persentase kanker kulit yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Kanker kulit merupakan salah satu kanker yang paling berbahaya dan mematikan, tetapi kesadaran masyarakat Indonesia tentang kanker kulit masih terbilang rendah. “Melalui aplikasi SkinCheck, masyarakat diharapkan dapat melakukan deteksi dini terhadap kanker kulit dan segera memeriksanya ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Untuk dapat dapat lolos ke babak final di Telkom University, tim ini melalui harus bersaing dengan 486 tim yang lolos babak penyisihan. Selanjutnya ada 12 tim terbaik yang dapat melenggang ke final nasional.

Rahma mengaku senang dan bangga bisa meraih juara tiga nasional sehingga memotivasinya untuk mengikuti kompetisi yang sama di masa mendatang. “Aku masih ingin mengikuti lomba-lomba lainnya,” pungkas Rahma.

Penulis : Tiefani

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Tim Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Statistika Ria dan Festival Sains Data  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-raih-juara-di-kompetisi-statistika-ria-dan-festival-sains-data/feed/ 0