pkm Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pkm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 05 Sep 2024 12:12:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Jelang PIMNAS ke-37, UGM Kirim Tim PKM Terbanyak  https://ugm.ac.id/id/berita/jelang-pimnas-ke-37-ugm-kirim-tim-pkm-terbanyak/ https://ugm.ac.id/id/berita/jelang-pimnas-ke-37-ugm-kirim-tim-pkm-terbanyak/#respond Thu, 05 Sep 2024 12:12:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70318 Universitas Gadjah Mada kembali menjadi perguruan tinggi yang mengirimkan Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terbanyak menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 tahun 2024, yang akan dilaksanakan di Universitas Airlangga, Surabaya,  Jawa Timur, pada 16-22 Oktober mendatang. UGM sukses meloloskan 54 tim PKM dari berbagai kategori. Berdasar data Pusat Kreativitas UGM, pada tahun ini sejumlah […]

Artikel Jelang PIMNAS ke-37, UGM Kirim Tim PKM Terbanyak  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menjadi perguruan tinggi yang mengirimkan Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terbanyak menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 tahun 2024, yang akan dilaksanakan di Universitas Airlangga, Surabaya,  Jawa Timur, pada 16-22 Oktober mendatang. UGM sukses meloloskan 54 tim PKM dari berbagai kategori.

Berdasar data Pusat Kreativitas UGM, pada tahun ini sejumlah 260 mahasiswa yang terbagi dalam 54 tim berhasil mengikuti PIMNAS, dengan 3 fakultas yang paling banyak menyumbangkan mahasiswanya adalah Fakultas Teknik, Sekolah Vokasi, dan Fakultas Farmasi. “Ya, saya kira patut kita syukuri dan apresiasi. Ini menunjukkan bahwa potensi-potensi inovasi yg dimiliki mahasiswa dan UGM masih yang terbanyak lolos dibandingkan dengan perguruan tinggi lain. Hal adalah hasil kerja keras dari mahasiswa, dosen, pembimbing, dan dosen pembina,” ujar Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., selaku Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UGM, Kamis (5/9).

Hempry berharap bahwa pada tahun ini, UGM dapat mempertahankan juara umum PIMNAS seperti yg diraih pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, yang utama mahasiswa mampu menampilkan karya terbaik saat PIMNAS. Ia pun berpesan untuk menjadikan Pimnas sebagai wadah untuk terus belajar. “Jadikan PIMNAS sebagai wahana pembelajaran untuk pengembangan inovasi dan kreativitas mahasiswa,” pesannya.

Dalam proses untuk meraih kejuaraan di PIMNAS kelak, Ditmawa sendiri akan melakukan proses dan fasilitasi pendampingan kepada para mahasiswa untuk meraih prestasi terbaik di Pimnas ke-37, yang akan dimulai secara intens mulai minggu depan hingga pertengahan Oktober. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Kasubdit Pengembangan Kreativitas Mahasiswa UGM, Suprijani, S.IP., M.P.A. “Untuk persiapan PIMNAS tentunya banyak mengadakan workshop yang berkaitan dengan public speaking, presentasi, pembuatan poster, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, UGM juga memberikan pendampingan terhadap kesehatan mental dan fisik sebagai upaya menjaga kontingen tetap dalam kondisi prima,” jelas Yani, demikian ia akrab disapa.

Ia turut menambahkan bahwa terdapat perbedaan persiapan tahun ini dengan persiapan tahun-tahun sebelumnya. Dari segi waktu persiapan menurut Yani jauh lebih panjang karena ada waktu sekitar enam minggu dan antusias kontingen sangat luar biasa. “Untuk pencapaian UGM secara angka memang menurun tetapi UGM tetap menjadi peringkat pertama terbanyak lolos ke PIMNAS 37 tahun ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut penuturannya, berdasarkan data, mahasiswa tahun lalu banyak yang pernah ikut PIMNAS sehingga lebih tau mengenai gambaran pelaksanaan dan bisa mengarahkan tim masing-masing. Selain itu, adanya pembaruan sistem administrasi dari pusat sehingga perlu dilakukan penyesuaian. “Tetap saja harus dikawal persiapannya dengan optimal dan tidak boleh lengah dengan pencapaian yang kita raih tahun lalu,” tuturnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Jelang PIMNAS ke-37, UGM Kirim Tim PKM Terbanyak  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/jelang-pimnas-ke-37-ugm-kirim-tim-pkm-terbanyak/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Sediaan Nanofiber dari Limbah Kulit Bawang Bombai Sembuhkan Luka Bakar https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-sediaan-nanofiber-untuk-penyembuhan-luka-bakar/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-sediaan-nanofiber-untuk-penyembuhan-luka-bakar/#respond Mon, 05 Aug 2024 12:26:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68725 Luka bakar adalah jenis cedera yang melibatkan kerusakan jaringan akibat transfer energi berupa adanya kontak langsung dengan panas, radiasi, bahan kimia, ataupun listrik. Luka bakar termasuk cedera yang sulit disembuhkan dan penanganannya berkaitan dengan stabilisasi pasien, pencegahan infeksi, serta optimalisasi pemulihan fungsional. Penderita luka bakar berisiko mengalami komplikasi infeksi dan sistemik bergantung pada luas dan […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Sediaan Nanofiber dari Limbah Kulit Bawang Bombai Sembuhkan Luka Bakar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Luka bakar adalah jenis cedera yang melibatkan kerusakan jaringan akibat transfer energi berupa adanya kontak langsung dengan panas, radiasi, bahan kimia, ataupun listrik. Luka bakar termasuk cedera yang sulit disembuhkan dan penanganannya berkaitan dengan stabilisasi pasien, pencegahan infeksi, serta optimalisasi pemulihan fungsional. Penderita luka bakar berisiko mengalami komplikasi infeksi dan sistemik bergantung pada luas dan kedalaman luka bakar, usia dan kondisi umum penderita, serta adanya penyakit penyerta. Di Indonesia, angka kejadian luka bakar memiliki prevalensi cukup tinggi mencapai 1,3 persen dari seluruh populasi Indonesia. 

Menyadari signifikansi dari pengembangan pengobatan luka bakar, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Acenofer menciptakan pendekatan baru dalam menangani masalah tersebut dengan memanfaatkan limbah kulit bawang bombai kuning sebagai bentuk sediaan nanofiber berlapis dua atau biasa disebut bilayer nanofiber. 

Adapun kelima mahasiswa UGM yang melakukan penelitian ini adalah Naufal Ahmad Fauzy (Farmasi 2021) sebagai ketua, bersama empat orang rekan yaitu Zulfa Nailil Muna (Fisika 2022), Puspita Nur Rahmawati, Tika Nur Amini, dan Erwinda Dwi Chofifah (Biologi 2022). Mereka mendapat pendampingan dari drh. Retno Murwanti, MP, Ph.D dan tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta inipun telah berhasil memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan atau Belmawa. 

Naufal Ahmad Fauzy menjelaskan dalam penelitian yang dilakukan, Tim PKM-RE Acenofer UGM menggunakan kulit bawang bombai kuning karena dinilai memiliki kandungan kuersetin yang tinggi. Penggunaan limbah kulit yang tidak terpakai tentunya akan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Aktivitas penelitian yang kami lakukan sangat menarik karena meneliti kandungan ekstrak dan mengujinya kepada hewan uji tikus. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim ” tutur Tika Nur Amini, di Kampus UGM, Senin (5/8). 

Dalam penelitian ini, tim mahasiswa melakukan modifikasi sediaan berupa bilayer nanofiber atau nanofiber lapis dua untuk meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam luka dan mencegah terjadinya infeksi.

Zulfa Nailil Muna menambahkan proses penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan dan berlangsung selama 4 bulan. Penelitian Tim PKM-RE Acenofer UGM dimulai dari proses ekstraksi, pembuatan sediaan, karakterisasi, pengujian secara in vivo, dan analisis data. Proses karakterisasi dilakukan dengan beragam parameter mulai dari analisis SEM, FTIR, uji kuat tarik, dan uji sudut kontak. Juga pengujian secara in vivo yang dilanjutkan dengan analisis histopatologi untuk mengamati proses penyembuhan yang terjadi di dalam lapisan kulit. 

Zulfa menerangkan, penelitian yang mereka menunjukkan hasil yang cukup menarik. “Nanofiber berhasil dibuat dengan kualitas yang baik, tidak mudah rusak, memiliki struktur dengan ukuran yang sesuai, dan hasil pengujian in vivo yang menunjukkan penutupan luka oleh sediaan” ucap Zulfa.

Ia berharap inovasi sediaan berbahan nano dengan turut memanfaatkan limbah kulit bawang bombai diharapkan dapat menjadi pengobatan alternatif dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Harapan lainnya penelitian ini terus berlanjut menuju tahapan uji klinis dan dikomersialisasikan menjadi pengobatan yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. 

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Sediaan Nanofiber dari Limbah Kulit Bawang Bombai Sembuhkan Luka Bakar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-sediaan-nanofiber-untuk-penyembuhan-luka-bakar/feed/ 0
Mahasiswa UGM Bikin Buku yang Dapat Merangsang Ingatan lewat Aroma https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-buku-yang-dapat-merangsang-ingatan-lewat-aroma/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-buku-yang-dapat-merangsang-ingatan-lewat-aroma/#respond Fri, 02 Aug 2024 09:19:06 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68615 Sekarang ini sistem pendidikan di sekolah menuntut siswa untuk memahami materi dengan cara menghafal, sehingga seringkali menjadi hambatan karena banyaknya materi yang perlu dihafalkan dalam satu waktu. Padahal materi yang hanya tersimpan dalam ingatan jangka pendek di otak tidak cukup efektif, karena kurangnya repetisi dan intensitas perhatian yang memadai untuk menyimpannya dalam ingatan jangka panjang. […]

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Buku yang Dapat Merangsang Ingatan lewat Aroma pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekarang ini sistem pendidikan di sekolah menuntut siswa untuk memahami materi dengan cara menghafal, sehingga seringkali menjadi hambatan karena banyaknya materi yang perlu dihafalkan dalam satu waktu. Padahal materi yang hanya tersimpan dalam ingatan jangka pendek di otak tidak cukup efektif, karena kurangnya repetisi dan intensitas perhatian yang memadai untuk menyimpannya dalam ingatan jangka panjang. Sehingga perlu untuk menciptakan metode belajar baru yang dapat mempertahankan materi dengan lebih baik.

Tim mahasiswa UGM menemukan cara baru yang lebih menarik dan efektif untuk mempengaruhi proses belajar siswa. Mereka menciptakan Aromatic Book (Arobook) atau Buku Aroma. Pemilihan aroma sebagai bahan utama buku tersebut dikarenakan aroma sudah terbukti memiliki kemampuan untuk mempengaruhi suasana hati sehingga dapat digunakan untuk memperkuat daya ingat seseorang. “Kita mencoba untuk menggabungkan aroma terapi dengan ilmu kognitif untuk menciptakan buku yang dapat merangsang ingatan melalui aroma dan sketsa khusus yang telah disesuaikan pada setiap halamannya,” kata  Ulfa Zain Latifa  dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (2/8). Selain Ulfa, tim ini beranggotakan Chiara Aura Fajrin (Kimia 2022), , Afiandina Sukma (Kimia 2022), Riyani Ayu Lestari (Farmasi 2022) dan Elgita Kisti (Statistika 2022) ini dibimbing oleh Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si.,

Ulfa menuturkan bahwa Arobook ini dilengkapi dengan sketsa khusus yang dirancang untuk merangsang proses memorisasi dan memudahkan siswa dalam merangkum materi.”Lewat inovasi ini, kita ingin menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat dalam dunia pendidikan untuk menemukan pendekatan belajar yang lebih holistik, menarik, dan efektif,” katanya.

Ulfa menjelaskan pihaknya masih memilih buku sebagai media karena dinilai praktis dan penggunaan dalam proses belajar sehari-hari akan selalu dibutuhkan. Untuk saat ini, Arobook memiliki dua varian aroma, yaitu lavender dan lemon. “Lavender dipilih karena memiliki efek menenangkan pikiran dan meningkatkan fokus, sementara lemon digunakan untuk memicu proses memori dan mengurangi stress saat belajar,” jelasnya.

Buku Arobook ini berupaya mengurangi penggunaan kertas dan diganti dengan bahan lain dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan. Menurut Riyani, anggota tim lainnya, banyak kertas yang digunakan saat ini berasal dari kayu, sehingga penggunaanya yang besar menyebabkan penurunan ketersediaan kayu. “Tim kami mengambil langkah proaktif dengan memanfaatkan limbah kertas bekas dan limbah kulit jagung sebagai bahan baku proyek ini,” tuturnya.

Rencananya, produk Arobook rencananya akan dipasarkan ke sekolah-sekolah dengan target utama mencakup siswa dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah, yaitu SD, SMP, dan SMA. Untuk saat ini, kata Riyani, pihaknya masih dalam pengembangan sehingga memerlukan proses panjang untuk formulasi, pembuatan dan uji kelayakan guna menghasilkan produk yang berkualitas. “Tim ini berencana untuk terus mengembangkan konsep ini dengan memperluas variasi aroma yang tersedia dan menerapkan teknologi canggih dalam desain buku,” katanya.

Penulis : Triya Andriyani

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Buku yang Dapat Merangsang Ingatan lewat Aroma pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-buku-yang-dapat-merangsang-ingatan-lewat-aroma/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Kontribusi Ekonomi Kerakyatan dalam Menurunkan Angka Ketimpangan Ekonomi  https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-kontribusi-ekonomi-kerakyatan-dalam-menurunkan-angka-ketimpangan-ekonomi/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-kontribusi-ekonomi-kerakyatan-dalam-menurunkan-angka-ketimpangan-ekonomi/#respond Thu, 25 Jul 2024 12:02:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67777 Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 melaporkan Kota Yogyakarta menjadi daerah di DIY yang memiliki ketimpangan paling besar dengan nilai Indeks Gini sebesar 0,519 pada tahun 2022 dan 0,454 pada tahun 2023. Tingginya Ketimpangan mengindikasikan bahwa sumber daya ekonomi dalam masyarakat memiliki potensi kecil untuk dinikmati oleh keluarga dengan tingkat pendapatan terendah. Kondisi ini mengakibatkan […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Kontribusi Ekonomi Kerakyatan dalam Menurunkan Angka Ketimpangan Ekonomi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 melaporkan Kota Yogyakarta menjadi daerah di DIY yang memiliki ketimpangan paling besar dengan nilai Indeks Gini sebesar 0,519 pada tahun 2022 dan 0,454 pada tahun 2023. Tingginya Ketimpangan mengindikasikan bahwa sumber daya ekonomi dalam masyarakat memiliki potensi kecil untuk dinikmati oleh keluarga dengan tingkat pendapatan terendah. Kondisi ini mengakibatkan dampak negatif secara jangka panjang bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Menyikapi masalah ini, tim mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), melakukan riset tentang implementasi ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta, hubungannya dengan ketimpangan pendapatan, dan strategi penguatan untuk mencapai pemerataan ekonomi yang lebih baik.

Tim PKM RSH ini terdiri atas Muhammad Nur Maulana (Akuntansi 2022), Muammar Ilham Hanafi Tarwaca (Akuntansi 2022), Aushaaf Rafif Keane Pribadi (Ilmu Ekonomi 2022), Ilham Prasetiyo (Pengembangan Sosial dan Kesejahteraan 2022), serta Laksita Balinda Anabela Darayanti (Ilmu Ekonomi 2022). Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fisipol Dr. Hempri Suyatna.

Pada penelitian ini, tim mahasiswa menggunakan indeks ekonomi kerakyatan atau seringkali disebut sebagai demokrasi ekonomi, diukur menggunakan Indeks Demokrasi Ekonomi Indonesia (IDEI) yang terdiri dari 3 dimensi dan 21 indikator. Secara umum, diperoleh rata-rata nilai IDEI Kota Yogyakarta dari tahun 2007 – 2022 senilai 0,5195 dari maksimum 1. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta berada pada kategori sedang.

Hasil penelitian menunjukkan setiap 1% peningkatan nilai IDEI menurunkan 6,03 poin persen ketimpangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi ekonomi kerakyatan dapat mengurangi ketimpangan pendapatan di Kota Yogyakarta, dengan mekanisme efek berada pada jangka menengah. Akan tetapi, hubungan keduanya dapat hilang atau berubah pada jangka panjang karena tidak diidentifikasi adanya kointegrasi. “Indeks pada kategori sedang mengatakan bahwa implementasi ekonomi kerakyatan tergolong cukup, namun belum efisien,” kata Nur Maulana, Kamis (25/7).

Dalam penelitian di lapangan, kata Nur, juga ditemukan bahwasannya ekonomi kerakyatan sebenarnya telah diterapkan sejak lama di Kota Yogyakarta tetapi belum terdapat suatu langkah konkrit serta monitoring khusus dari berbagai aktor yang terlibat.

Menggunakan pendekatan participatory rural appraisal (PRA) melalui community empowerment, Tim PKM-RSH UGM Ekonomi Kerakyatan (Ekora) menilai terdapat peluang peningkatan pemerataan ekonomi di Kota Yogyakarta melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Sebab pendekatan PRA merupakan pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan mengelola pembangunan secara mandiri.  “Pada prakteknya, PRA tidak hanya menjadikan masyarakat umum sebagai objek, tetapi bagian dari pengembangan. Hal ini memberikan dampak keberlanjutan dengan adanya daya kuat dari masyarakat meskipun program pengembangan telah selesai,” katanya.

Ilham Prasetiyo menuturkan ada empat langkah strategi yang ditawarkan untuk mendukung ekonomi kerakyatan melalui penilaian pedesaan partisipatif (PRA), yakni perumusan dan pengukuran indikator ekonomi kerakyatan pada program pemerintah daerah, yang penting untuk merancang, melaksanakan, mempertanggungjawabkan, dan mengevaluasi program. Tanpa indikator yang jelas, pelaksanaan ekonomi kerakyatan akan menjadi tidak terarah dan sulit dievaluasi keberhasilannya.

Kedua, menyediakan ruang kolaborasi antara masyarakat, kelompok ahli, dan staf pemerintahan. Tim ini akan berperan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan ekonomi kerakyatan, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program. Ketiga, melakukan integrasi penguatan ekonomi kerakyatan melalui program desa mandiri budaya. Desa mandiri budaya merupakan program pemberdayaan masyarakat desa yang sedang digencarkan di DIY. “Hal ini membuka peluang adanya implementasi ekonomi kerakyatan baik dari sisi koperasi, pelaku usaha, maupun konsumen,” ujarnya.

Keempat, mendorong kontribusi pengusaha lokal terkait dengan ekonomi kerakyatan. Penguatan ekonomi kerakyatan dapat menjadi bagian dari corporate social responsibility (CSR). Sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan bagi masyarakat sekitar. “Dengan strategi ini, diharapkan pemerataan ekonomi di masyarakat akan meningkat,” paparnya.

Dosen pembimbing tim PKM Dr. Hempri Suyatna menuturkan pemaknaan ekonomi kerakyatan di masyarakat masih sebatas wujud kemanusiaan saja. Padahal konsep ekonomi kerakyatan menawarkan solusi berkelanjutan dengan menekankan nilai-nilai kekeluargaan, keadilan sosial, dan inklusi ekonomi. “Riset ini diharapkan dapat menjadi pembaharuan sebab dalam penelitian ekonomi kerakyatan belum terdapat penelitian empiris yang membahas mengenai ketahanan konsep ekonomi kerakyatan dalam masyarakat sebagai dasar dalam peningkatan kualitas hidup berupa pengurangan ketimpangan pendapatan,” pungkasya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Kontribusi Ekonomi Kerakyatan dalam Menurunkan Angka Ketimpangan Ekonomi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-kontribusi-ekonomi-kerakyatan-dalam-menurunkan-angka-ketimpangan-ekonomi/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Potensi Kombinasi Herbal Kunyit dan Graphene sebagai Obat Penderita Kanker Payudara https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-kombinasi-herbal-kunyit-dan-graphene-sebagai-obat-penderita-kanker-payudara/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-kombinasi-herbal-kunyit-dan-graphene-sebagai-obat-penderita-kanker-payudara/#respond Sat, 20 Jul 2024 04:44:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67316 Laporan Global Cancer Statistics (GLOBOCAN) menyatakan bahwa penderita kanker dunia berpotensi meningkat sebesar 47% pada tahun 2040. Sebanyak 28,4 juta kasus berbagai jenis kanker akan muncul, dan salah satu yang diprediksi paling tinggi adalah kanker payudara. Populasi penderita kanker payudara di Indonesia sendiri mencapai 19,2% dari seluruh populasi penderita kanker. Jumlah tersebut membuat kanker payudara […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Kombinasi Herbal Kunyit dan Graphene sebagai Obat Penderita Kanker Payudara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Laporan Global Cancer Statistics (GLOBOCAN) menyatakan bahwa penderita kanker dunia berpotensi meningkat sebesar 47% pada tahun 2040. Sebanyak 28,4 juta kasus berbagai jenis kanker akan muncul, dan salah satu yang diprediksi paling tinggi adalah kanker payudara. Populasi penderita kanker payudara di Indonesia sendiri mencapai 19,2% dari seluruh populasi penderita kanker. Jumlah tersebut membuat kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker paru-paru.

Sampai saat ini, teknologi penyembuhan dan penghambat pertumbuhan kanker berbasis bioaktif telah banyak dikembangkan. Penelitian tim mahasiswa UGM berhasil mengembangkan alternatif terapi kanker payudara dengan CurcumaPharphene. Pasalnya, senyawa yang terkandung dalam kunyit tersebut memiliki zat anti-kanker untuk membantu pemulihan pasien kanker payudara. “Hasil penelitian kita ternyata kunyit mengandung zat yang lebih tinggi dan efektif dibanding ekstrak kunyit biasa,” kata Ketua CurcumaPharphene Research Team, Afnan Syifa’ Muhammad, Sabtu (20/7).

Selain Afnan, CurcumaPharphene Research Team beranggotakan empat orang lainnya, yakni Muhammad Nino Irwana (Fakultas Farmasi), Gabriella Kanya Sapto Putri (Fakultas Farmasi), Jennifer (Fakultas Farmasi), dan Durroh Sofiana (Fakultas MIPA) di bawah bimbingan Prof. Dr. Ritmaleni, S.Si., Dosen Fakultas Farmasi UGM.

Melalui program Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE), tim ini menguji kandungan alami dalam kunyit sebenarnya selama ini dikenal memiliki kandungan efektif sebagai zat anti-kanker. Turunannya yang dikenal dengan nama Pentagamavunon-1 (PGV-1) merupakan senyawa hasil sintesis yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antikanker.

Menurut Afnan, meskipun pemanfaatan zat tersebut sudah cukup umum, kandungannya dalam kunyit belum maksimal untuk membunuh sel kanker di tubuh dengan tepat. Afnan dan tim menemukan potensi penggunaan graphene atau grafena yang mampu meningkatkan kinerja Pentagamavunon-1.

Nanomaterial graphene serta turunannya, seperti graphene oxide dan graphene quantum dots adalah material yang diketahui memiliki luas permukaan yang sangat besar sehingga memiliki drug loading capacity yang sangat baik. “Kelebihan ini memungkinkan kandungan yang dibawa dalam satuan nanopartikel lebih banyak dibanding material lainnya,” ujarnya.

Gabriella Kanya Sapto Putri, anggota tim lainnya menuturkan pada penelitian tersebut, ekstrak kunyit (curcumin) yang dikomplekskan dengan graphene oxide dan graphene quantum dots sebagai penghantar obat terhadap sel MCF-7 kanker payudara terbukti memiliki potensi yang lebih baik daripada curcumin biasa, hingga mencapai delapan kali lipat (800%). “Dengan kombinasi ini, berpotensi dapat membantu penderita kanker payudara di luar sana,” katanya.

Ia menjelaskan Graphene adalah nanobased material dua dimensi yang memiliki kekuatan hingga 200x lebih kuat daripada baja. Graphene juga memiliki konduktivitas listrik 70% lebih baik dibanding tembaga,” terang Jennifer, salah satu anggota tim. Fleksibilitas yang dimiliki graphene  terlampau tinggi, yakni daya renggang lebih dari 40%. Graphene juga sangat tipis, ringan, dan bahkan nyaris transparan, sehingga mudah untuk diaplikasikan di berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang farmasi.

Selama ini potensi graphene di bidang farmasi dapat dimanfaatkan sebagai nanocosmetic, nanobiosensor, dan nano drug delivery system. Kemoterapi oral sebagai salah satu metode pengobatan kanker memerlukan drug delivery system yang kuat untuk meningkatkan efektivitas dan menurunkan efek samping. “Drug delivery saat ini dinilai masih belum cukup efektif untuk digunakan sebagai kemoterapi secara oral. Oleh karena itu, graphene digadang-gadang sebagai drug delivery system baru untuk merevolusi kemoterapi secara oral,” tutur anggota tim lainnya, Nino.

Nino optimis bahwa hasil penelitian ini mampu merevolusi perkembangan dunia farmasi di Indonesia. Inovasi ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-3, yakni kehidupan sehat dan sejahtera.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Kombinasi Herbal Kunyit dan Graphene sebagai Obat Penderita Kanker Payudara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-kombinasi-herbal-kunyit-dan-graphene-sebagai-obat-penderita-kanker-payudara/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kalurahan di DIY  https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-pelaksanaan-reformasi-birokrasi-kalurahan-di-diy/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-pelaksanaan-reformasi-birokrasi-kalurahan-di-diy/#respond Sat, 20 Jul 2024 04:40:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67313 Birokrasi yang rumit dalam regulasinya dapat menyebabkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan. Bahkan penggunaan sumber daya menjadi tidak efisien, dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu penting untuk melakukan reformasi birokrasi guna meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.  Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kalurahan di DIY  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Birokrasi yang rumit dalam regulasinya dapat menyebabkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan. Bahkan penggunaan sumber daya menjadi tidak efisien, dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu penting untuk melakukan reformasi birokrasi guna meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2023 tentang Reformasi Kalurahan adalah sebuah langkah maju yang visioner dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pemerintahan desa. Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas implementasi peraturan Gubernur DIY ini di tingkat Kalurahan, tim mahasiswa UGM melakukan penelitian reformasi birokrasi telah diimplementasikan di Kalurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menjadikannya contoh dalam penerapan reformasi birokrasi di tingkat kalurahan di DIY.

Penelitian dilakukan oleh Muh Faiq, bersama Muhammad Imam Maulana, Fawwaza Masedha, Pramesthi Aura Nawang S, dan Mahira Putu Ariandhini yang tergabung dalam TIM PKM fisipol dengan dosen Pendamping Kafa Abdallah Kafaa, S.Sos., M.A.

Dengan mengangkat judul “Menuju Desa Maju: Menakar Efektivitas Reformasi Birokrasi di Kalurahan Panggungharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Muh Faiq dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (20/7) mengatakan penelitian ini bertujuan untuk dijadikan dasar pertimbangan dan evaluasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kalurahan oleh pemerintah DIY serta menjadi acuan untuk perbaikan sistem pelayanan publik di daerah lain. 

Faiq menjelaskan penelitian ini menggunakan pendekatan analisis Kualitatif Deskriptif dengan informan Pamong Kalurahan yang terdiri dari lurah beserta perangkat desa dan Masyarakat Panggungharjo. Menurutnya, sitra negatif terhadap tata Kelola pemerintah membuat Masyarakat enggan terlibat dalam Pembangunan, reformasi birokrasi penting sekali dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan Masyarakat terhadap pemerintah. “Pemerintah kalurahan sebagai perpanjangan tangan negara mempunyai peran sentral dalam membangun demokrasi politik lokal,” sebut Faiq. 

Dari hasil penelitian, tim berhasil melihat permasalahan birokrasi kalurahan di Panggungharjo sebelum adanya reformasi birokrasi, seperti mindset masyarakat, relasi kuasa antara pemerintah dan warga, belum optimalnya pelayanan publik dikarenakan terbatas pada hal administratif hingga permasalahan lingkungan.

Diakui Faiq, sebagai bagian dari reformasi birokrasi di Kalurahan Panggungharjo, pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan diantaranya pada tahun 2013, didirikan Bumdes yang berperan penting dalam pengelolaan sampah. Pada tahun 2017, pemerintah mendirikan unit desa Kampung Matraman untuk menampilkan keragaman budaya yang telah berkembang sejak awal abad XIX, melalui layanan wisata berbasis budaya yang mencakup aspek sandang, pangan, dan papan. Pada tahun 2019, pemerintah mengintegrasikan layanan Bank Sampah dengan Tabungan Emas dan memperkenalkan tabungan emas bagi pekerja di Kampung Matraman.

Selain itu, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo telah memperluas layanan publik, mencakup layanan administratif serta penyediaan barang dan jasa, sebagai bagian dari usaha reformasi birokrasi. “Reformasi yang dilakukan ini akan membawa perubahan signifikan bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta,” ucap Faiq. 

Hasil rekomendasi dari penelitian ini, Faiq menuturkan diperlukan komitmen bagi pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan Publik dengan melakukan transformasi dalam sejumlah aspek kehidupan Masyarakat. “Dari penelitian ini menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya terutama terkait soal jumlah dan lokasi partisipan, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, sebagai subjek yang akan diteliti,” tutupnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kalurahan di DIY  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-pelaksanaan-reformasi-birokrasi-kalurahan-di-diy/feed/ 0
Mahasiswa UGM Berdayakan Komunitas Difabel Lewat Budidaya Lebah Madu   https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-berdayakan-komunitas-difabel-lewat-budidaya-lebah-madu/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-berdayakan-komunitas-difabel-lewat-budidaya-lebah-madu/#respond Wed, 17 Jul 2024 09:04:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67022 Untuk membantu mengatasi permasalahan pengangguran terkait minimnya akses pekerjaan bagi kelompok disabilitas, sekelompok mahasiswa UGM melakukan pendampingan budidaya lebah madu tanpa sengat pada Kelompok Pemberdayaan Disabilitas (KPD) Mitra Karya Sejahtera Kabupaten Gunungkidul. Para mahasiswa ini mengenalkan budidaya lebah klanceng (Trigona sp.).karena program ini dapat dijalankan dengan modal terjangkau, tidak memerlukan kegiatan fisik yang berat, dan […]

Artikel Mahasiswa UGM Berdayakan Komunitas Difabel Lewat Budidaya Lebah Madu   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Untuk membantu mengatasi permasalahan pengangguran terkait minimnya akses pekerjaan bagi kelompok disabilitas, sekelompok mahasiswa UGM melakukan pendampingan budidaya lebah madu tanpa sengat pada Kelompok Pemberdayaan Disabilitas (KPD) Mitra Karya Sejahtera Kabupaten Gunungkidul. Para mahasiswa ini mengenalkan budidaya lebah klanceng (Trigona sp.).karena program ini dapat dijalankan dengan modal terjangkau, tidak memerlukan kegiatan fisik yang berat, dan aman bagi penyandang disabilitas.

Kelima mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa ini terdiri atas tiga orang mahasiswa Fakultas Peternakan, yaitu Aliya Rahmawati Nurkhasanah, Desta Lovefiyana Nurpita, dan Satriya Putra Pratama, serta dua mahasiswa lainnya yakni Muhammad Fahmi Rafsanjani dari Fakultas Ilmu budaya dan Paras Ardina Aya Shopya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tim tersebut dibimbing oleh Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc. sebagai dosen pendamping.

Aliya Rahmawati mengatakan alasan tim mahasiswa memilih kelompok disabilitas karena menyadari pentingnya pemberdayaan bagi mereka dalam rangka meningkatkan keterampilan dan menambah sumber penghasilan. “Tim mahasiswa tidak hanya melakukan pendampingan, namun juga memberikan pelatihan budidaya lebah madu tanpa sengat,” kata Aliya dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (17/7).

 Aliya menyebutkan KPD Mitra Sejahtera memiliki lahan seluas 250 m² yang belum dimanfaatkan. Di tangan mahasiswa, lahan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif sebagai lokasi  budidaya klanceng. “Kita harapkan lebah akan mencari pakan sendiri melalui tanaman yang ada di sekitar tempat budidaya,” kata Aliya selaku ketua tim.

Desta Lovefiyana Nurpita, anggota tim lainnya menerangkan bahwa program pendampingan dan pelatihan ini berlangsung selama empat bulan, yaitu sejak bulan Mei hingga Agustus 2024. Program dimulai dengan penanaman tanaman pakan lebah, pelatihan budidaya lebah, pemilihan dan pemindahan koloni, pemeliharaan lebah klanceng, hingga pemanenan madu.  Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah ketua KPD Mitra Sejahtera. “Ada sebanyak 24 anggota difabel yang mengikuti program ini di antaranya penyandang tuna daksa, tuna rungu, tuna wicara, tuna netra, autism mental retardasi, dan lain-lain,” terangnya.

Sebelumnya, beberapa program pelatihan telah diberikan, seperti beternak ayam, kambing, dan budidaya lele, namun mengalami kegagalan karena membutuhkan modal yang besar dan kondisi fisik yang kuat. Namun demikian, setelah pelatihan budidaya lebah klanceng, menurut Desta, kelompok difabel sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan baru mengenai budidaya lebah klanceng tanpa sengat dengan manajemen yang baik. “Kita juga memberikan materi tentang tata cara pemasaran yang baik hingga pengembangan produk turunan madu seperti bee pollen, propolis, dan royal jelly,” paparnya.

Selain pemberdayaan terhadap anggota difabel, kata Desta, tim mahasiswa juga memberikan training of trainer kepada pengurus KPD Mitra Sejahtera yang telah mengikuti program pelatihan agar dapat menjadi fasilitator bagi kelompok pemberdayaan difabel lainnya.

Ketua Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera Gunungkidul, Hardiyo, mengatakan pendampingan yang diberikan oleh tim mahasiswa UGM diharapkan mampu memberikan keterampilan baru bagi anggota Kelompok Mitra Karya Sejahtera. “Kita berharap pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan pada kelompok pemberdayaan disabilitas lainnya,” ujarnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Berdayakan Komunitas Difabel Lewat Budidaya Lebah Madu   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-berdayakan-komunitas-difabel-lewat-budidaya-lebah-madu/feed/ 0
Kurangi Dampak Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Bikin Batako EnviroBlock https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-dampak-sampah-plastik-mahasiswa-ugm-bikin-batako-enviroblock/ https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-dampak-sampah-plastik-mahasiswa-ugm-bikin-batako-enviroblock/#respond Tue, 09 Jul 2024 07:30:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65940 Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengalami persoalan sampah seiring ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Piyungan. Berangkat dari persoalan ini, tim mahasiswa UGM membuat sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik, oli bekas, sampah sekam padi dengan membuat batako dengan ketiga bahan tersebut. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) ini terdiri dari Mohammad Ridwan, […]

Artikel Kurangi Dampak Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Bikin Batako EnviroBlock pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengalami persoalan sampah seiring ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Piyungan. Berangkat dari persoalan ini, tim mahasiswa UGM membuat sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik, oli bekas, sampah sekam padi dengan membuat batako dengan ketiga bahan tersebut.

Tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) ini terdiri dari Mohammad Ridwan, prodi Teknik Sipil dan Lingkungan, Yohanes Mario Putra Bagus dari prodi Teknik Fisika, Shafa Zahra Aulia dari prodi Kimia FMIPA, Ratri Dwiyanti dari prodi Akuntansi FEB dan Rakha Faiq Muyassar dari prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik.

Dalam pemaparannya kepada wartawan, Senin (8/7), Yohanes Mario Putra Bagus atau akrab disapa Mario, mengatakan bahwa inovasi batako yang dikembangkan oleh timnya berangkat dari permasalah sampah plastik yang sulit diatasi oleh masyarakat, apalagi sampah tersebut sulit terurai di alam. “Negara kita merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, sampah ini sulit terurai sehingga perlu penanganan,” kata Mario di ruang Fortakgama.

Selanjutnya, timnya sengaja memilih oli bekas menjadi salah satu limbah yang perlu diperhatikan yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk bahan pembasmi rayap. Sementara bahan abu sekam diketahui mengandung silika yang ditengarai bisa meningkatkan kualitas kualitas batako. “Mengolah ketiga bahan tadi untuk meningkatkan kualitas batako yang kita bikin,” kata Mario.

Shafa Zahra Aulia menambahkan abu sekam padi mengandung lebih dari 90 persen silika selain mampu meningkatkan ketahanan batako agar tidak mudah retak namun juga abu sekam ini mampu menyerap logam berat dari oli bekas. “Senyawa silika ini mampu menyerap logam berat dari oli agar tetap aman,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Rakha Faiq Muyassar menyebutkan batako yang mereka buat ini mampu meminimalisir dampak dari gempa bumi. “Desainnya dibentuk dengan gaya lateral untuk meminimalisir gempa dan menahan retakan dan patahan,” katanya.

Ratri Dwiyanti menerangkan hasil inovasi sebagai bentuk dari PKM Kewirausahaan maka produk ini juga dijual ke masyarakat. Namun untuk dijual, pihaknya sudah melakukan penelitian lebih mendalam terkait standar ketahanan dan kekuatan batako pada umumnya. Untuk satu batako dijual dengan harga 5.300 rupiah. Setiap harinya mereka memproduksi sekitar 120 batako. “Satu bijinya kita jual 5.300 rupiah yang sekarang kita promosi dan jual ke agen properti perumahan dan toko bangunan,” katanya.

Menjawab soal komposisi ketiga bahan tersebut untuk produksi satu batako, Mario menyebutkan mereka menggunakan rasio penggunaan semen dan pasir 1 berbanding 6, selanjutnya untuk bahan sampah plastik yang sudah dipotong kecil dengan persentase 25 persen, abu sekam padi 10 persen dan campuran oli bekas 1-3 persen.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Kurangi Dampak Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Bikin Batako EnviroBlock pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-dampak-sampah-plastik-mahasiswa-ugm-bikin-batako-enviroblock/feed/ 0
Tingkatkan Minat Gen Z Kunjungi Wisata Sejarah, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Histara https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-minat-gen-z-kunjungi-wisata-sejarah-mahasiswa-ugm-ciptakan-aplikasi-histara/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-minat-gen-z-kunjungi-wisata-sejarah-mahasiswa-ugm-ciptakan-aplikasi-histara/#respond Thu, 04 Jul 2024 00:43:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66918 Indonesia memiliki ratusan potensi pariwisata yang tersebar di seluruh nusantara. Yogyakarta, salah satu kota wisata telah dilalui jutaan wisatawan domestik dan mancanegara. Namun begitu, perilaku generasi Z diketahui kurang begitu tertarik dengan wisata sejarah. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa UGM membuat aplikasi untuk menarik minat gen z untuk tidak hanya sekedar berkunjung, namun juga memahami […]

Artikel Tingkatkan Minat Gen Z Kunjungi Wisata Sejarah, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Histara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia memiliki ratusan potensi pariwisata yang tersebar di seluruh nusantara. Yogyakarta, salah satu kota wisata telah dilalui jutaan wisatawan domestik dan mancanegara. Namun begitu, perilaku generasi Z diketahui kurang begitu tertarik dengan wisata sejarah. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa UGM membuat aplikasi untuk menarik minat gen z untuk tidak hanya sekedar berkunjung, namun juga memahami sejarah dibalik tempat-tempat wisata. Aplikasi tersebut mereka namakan Histara yang merupakan kependekan dari Histori Nusantara.

Tim pencetus Histara tersebut beranggotakan lima orang di bawah bimbingan Dr. Hayatul Cholsy., M.Hum, antara lain Aditya Firdaus (Pariwisata, FIB) selaku Ketua Tim. Franzseka Aurellia Oenang (Pariwisata, FIB), Elyzabeth C. F. Roring (Pariwisata, FIB), Irkam Asroni (Arkeologi, FIB), dan Fanny Elizabeth Panjaitan (Teknik Informasi, Teknik).

Menurut Aditya Firdaus, aplikasi ini dibuat menggunakan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) ini dalam rangka memperkenalkan wisata sejarah melalui aplikasi digital. “Keunggulan produk yang kami tawarkan terletak pada salah satu fitur di Aplikasi kami yaitu fitur Rewards, yang menawarkan fitur rewards sebagai bentuk apresiasi kepada penggunanya,” ucap Aditya dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (4/7).

Lebih jauh Aditya menerangkan, fitur pada aplikasi Histara ini akan memberikan pengguna sebuah reward sebagai penghargaan dan apresiasi setiap kali berhasil menyelesaikan tur wisata sejarah. Reward tersebut dikemas dalam bentuk akumulasi poin. “Setelah terkumpul dalam jumlah tertentu, poin dapat ditukarkan dengan buah tangan atau cinderamata dari daerah wisata dan hanya dapat dibeli di toko-toko yang berafiliasi langsung dengan UMKM,” ujarnya.

Untuk sementara ini, kata Aditya, layanan Histara dapat diakses langsung di website www.histaratour.com dengan desain menarik dan modern. Rencananya, bahkan Histara juga akan tersedia dalam bentuk aplikasi di PlayStore.

Selain itu, terdapat setidaknya 9 paket tour dan 66 situs yang menaungi daerah wisata di Yogyakarta, Magelang, Ambarawa, dan Semarang. Seluruh paket disesuaikan dengan kantong mahasiswa, yaitu mulai harga Rp30.000 pengguna sudah dapat mengakses layanan tour wisata. Histara juga telah berbasis smart tour guide dengan memanfaatkan teknologi masa kini untuk bisnis paket tour menggunakan audio yang memuat informasi-informasi tentang daerah wisata.

Selain paket tur, Franzeska Aurellia Oenang, anggota tim yang lain menuturkan bahwa Histara juga memuat berbagai fitur menarik, seperti menu explorer yang berisi rekomendasi wisata dan informasi menarik tentang sejarah destinasi wisata. Pengguna dapat memanfaatkan fitur ini untuk mencari informasi terkait akomodasi di sekitar tempat wisata, seperti hotel, restoran, cafe, travel, dan lain-lain. Selanjutnya, terdapat juga menu point untuk menghitung jumlah poin yang sudah dikumpulkan pengguna. “Fitur rewards memberikan dorongan kepada pengguna untuk berbelanja produk lokal dari mitra UMKM, sehingga turut membantu peningkatan penjualan bagi mitra tersebut,” ucapnya.

Franzeska berharap, inovasi dari Histara in dapat meningkatkan minat anak muda terhadap wisata sejarah Indonesia dan memajukan UMKM nasional.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Tingkatkan Minat Gen Z Kunjungi Wisata Sejarah, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Histara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-minat-gen-z-kunjungi-wisata-sejarah-mahasiswa-ugm-ciptakan-aplikasi-histara/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Penggunaan Nuansa Kpop di Pemilu 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-penggunaan-nuansa-kpop-di-pemilu-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-penggunaan-nuansa-kpop-di-pemilu-2024/#respond Tue, 25 Jun 2024 21:44:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65433 Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan penelitian terhadap fenomena budaya Korean Pop (Kpop) pada Pemilu 2024 lalu. Melalui judul penelitian “Politisasi Fandom: Crowdfunding dan Fan-Project dalam Kampanye Politik oleh Relawan Anies Baswedan”, tim ini berhasil menguak fakta-fakta unik dan menarik yang muncul pada penggemar Anies Baswedan sebagai […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Penggunaan Nuansa Kpop di Pemilu 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan penelitian terhadap fenomena budaya Korean Pop (Kpop) pada Pemilu 2024 lalu. Melalui judul penelitian “Politisasi Fandom: Crowdfunding dan Fan-Project dalam Kampanye Politik oleh Relawan Anies Baswedan”, tim ini berhasil menguak fakta-fakta unik dan menarik yang muncul pada penggemar Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden.

Anggota tim PKM bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) ini terdiri dari Jasmine Rizky El Yasinta, Cristopher Isac Wibowo, Elvira Chandra Dewi Ari Nanda, Kezia Aurora, serta Muhammad Ahsan Alhuda, dengan bimbingan Dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mashita Phitaloka Fandia P., S.IP., M.A.

Jasmine Rizky El Yasinta selaku Ketua Tim membagikan hasil penelitian yang menyimpulkan terdapat indikasi adanya perubahan sentimen publik terhadap politik di Indonesia. Menurut Yasinta, akun @aniesbubble di kanal media sosial X muncul di tengah masyarakat sebagai pendukung dari Anies Baswedan. “Akun tersebut banyak mengelaborasi program-program yang diusung tim Anies-Muhaimin untuk mengenalkannya pada masyarakat dengan cara yang unik,” kata Yasinta dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/6).

Menurut Yasinta dan tim, akun @aniesbubble mengadopsi budaya-budaya fandom Kpop dalam agenda politiknya. Gaya komunikasi tersebut diperlihatkan dalam bentuk penggunaan huruf-huruf korea atau hangeul, istilah korea, hingga memposisikan pasangan calon Anies-Muhaimin selayaknya idol korea. “Fenomena ini ternyata menuai banyak dukungan dan simpati pada pasangan kandidat 01 tersebut,” jelasnya.

Selain itu, kemunculan akun @aniesbubble ternyata memicu munculnya akun serupa, yakni @oldproject di platform yang sama. Akun ini berhasil melakukan penggalangan dana untuk mendukung kampanye Anies. Bahkan melalui akun resminya, Anies turut mengungkapkan rasa terima kasih pada komunitas tersebut karena telah mengirimnya sebuah coffee truck di salah satu momen acara Desak Anies. “Sebagaimana diketahui bahwa mengirim food truck atau coffee truck merupakan kebiasaan fandom Kpop terhadap idolnya. Baik @aniesbubble dan @oldproject mereka bukan bagian dari tim sukses Anies-Muhaimin, melainkan komunitas pendukung 01 yang tumbuh secara organik di masyarakat,” kata Elvira Chandra Dewi Ari Nanda, anggota tim lainnya .

Keunikan fenomena tersebut ditangkap oleh Elvira dan kawan-kawan sebagai peluang penelitian yang menarik. Mereka melakukan studi etnografi virtual media sosial X dalam membedah fakta dibalik kemunculan budaya Kpop dalam politik. “Dari hasil survei yang kami lakukan, cara kampanye semacam ini terbukti efektif dilakukan dengan indeks sebesar 4,16 dari 5,” ungkapnya.

Efektivitas muncul karena adanya kemiripan gaya kampanye dengan ketertarikan atau interest yang berasal dari generasi muda. Hal ini memunculkan atensi lebih dari sebagian masyarakat, mengingat Kpop memiliki komunitas yang cukup besar di Indonesia.

Elvira menyebutkan ada beberapa hal menonjol dalam pengaplikasian budaya fandom Kpop ini. Beberapa di antaranya adalah penggunaan istilah-istilah korea dan terminologi Kpop, seperti oppa (kakak laki-laki atau sebutan untuk idol laki-laki), ahjussi (pria paruh baya), maknae (seseorang yang paling muda), atau olpbbong (lightstick untuk fans Kpop). Penggunaan istilah tersebut sangat kontras dengan sentimen politik yang selama ini dibangun dengan kaku, eksklusif, dan seringkali kurang melibatkan generasi muda. Penelitian ini membuktikan bahwa strategi tersebut secara efektif dapat meningkatkan atensi dan sentimen publik dalam kampanye politik. “Survei kami juga telah membuktikan bahwa politisasi fandom berpengaruh signifikan terhadap pandangan Gen-Z terhadap seorang tokoh politik,” terangnya.

Melalui wawancara yang dilakukan oleh tim PKM, inisiator akun @aniesbubble menjelaskan bahwa pesan yang disampaikan melalui unggahan di media sosial X dipercaya telah menjadi cara baru dalam mengkampanyekan figur politik yang dapat meningkatkan simpati publik. Masyarakat merasa lebih tertarik dengan hadirnya nuansa baru politik yang lebih luwes, ringan, unik, dan lucu.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Freepik

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Penggunaan Nuansa Kpop di Pemilu 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-penggunaan-nuansa-kpop-di-pemilu-2024/feed/ 0