PKM UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pkm-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 25 Oct 2024 23:16:42 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/#respond Fri, 25 Oct 2024 23:16:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72107 Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Mengusung judul “EcoPrime Feed: Inovasi Pemanfaatan Spesies Invasif sebagai Pakan Ikan Berkualitas, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”, Tim yang diketuai oleh Gerson Lewis (Akuakultur 2023) tersebut berhasil meraih medali perunggu untuk kategori poster […]

Artikel Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Mengusung judul “EcoPrime Feed: Inovasi Pemanfaatan Spesies Invasif sebagai Pakan Ikan Berkualitas, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”, Tim yang diketuai oleh Gerson Lewis (Akuakultur 2023) tersebut berhasil meraih medali perunggu untuk kategori poster dan presentasi.

Dalam karyanya, tim ini membuat produk pakan ikan berkualitas, ramah lingkungan, dan ekonomis dari tiga bahan baku, yaitu eceng gondok, ikan red devil, dan maggot black soldier fly (BSF). Lewis menjelaskan, EcoPrime Feed dilatarbelakangi dengan adanya isu di ekosistem perikanan Indonesia yang dihuni oleh spesies invasif yang mampu mengancam kesimbangan ekosistem apabila keberadaannya tergolong berlebihan. “Tak hanya itu, EcoPrime Feed juga dicanangkan menjadi solusi atas fenomena meningkatnya food waste yang menyebabkan kelangkaan sumber daya pangan,” ucap Gerson Lewis di Faperta UGM, Jum’at (25/10).

Selain Gerson Lewis, Tim PKM-K Fakultas Pertanian UGM beranggotakan Aimmatul Husna, Sevina Surya Wibianti (Akuakultur 2023), Muhammad Jibril Syahid (Manajemen Sumberdaya Akuatik 2023), dan Jihan Tsabitha (Pembangunan Ekonomi Wilayah 2022).

Lewis menambahkan, ia dan tim merasa bersyukur atas kesempatan mengikuti kompetisi pada ajang Pimnas ke-37. Selain mendapat pengalaman, ajang Pimnas ke-37 mampu menambah wawasan dan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia khususnya terkait ilmu-ilmu di bidang kewirausahaan yang tidak didapatkan di bangku kuliah.

“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur kepada Tuhan karena perjuangan yang kami upayakan bisa membuahkan hasil yang sangat baik dan dapat membanggakan nama Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Semoga ini menambah semangat kami untuk berinovasi,” ujarnya.

Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM selaku dosen pembimbing menyampaikan rasa syukurnya atas pengalaman pertamanya menjadi seorang pembimbing PKM yang mampu lolos hingga PIMNAS dan membawa pulang dua buah medali perunggu. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk membimbing anak-anak muda yang luar biasa, mengantarkan sampai apa yang dicita-citakan oleh mereka. Walaupun hasil ini mungkin belum yang terbaik, tetapi menurut saya, ini adalah awalan yang baik untuk menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya,” tutur Senny.

Reportase : Hanita Athasari Zain dan Desi Utami

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Dokumentasi tim EcoPrime Feed

Artikel Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/feed/ 0
UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peroleh-medali-terbanyak-di-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peroleh-medali-terbanyak-di-pimnas-ke-37/#respond Mon, 21 Oct 2024 02:49:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71853 Kontingen Universitas Gadjah Mada berhasil meraih medali terbanyak dalam penyelenggaraan Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke-37 di Universitas Airlangga, Surabaya. Dalam event yang berlangsung 15-18 Oktober 2024, kontingen Pimnas UGM berhasil mendapat 36 medali jauh mengungguli Universitas Hasanuddin (19 medali) dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (17 medali).  Dalam penutupan Pimnas ke-37 yang berlangsung di Airlangga […]

Artikel UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kontingen Universitas Gadjah Mada berhasil meraih medali terbanyak dalam penyelenggaraan Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke-37 di Universitas Airlangga, Surabaya. Dalam event yang berlangsung 15-18 Oktober 2024, kontingen Pimnas UGM berhasil mendapat 36 medali jauh mengungguli Universitas Hasanuddin (19 medali) dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (17 medali).  Dalam penutupan Pimnas ke-37 yang berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Universitas, Jum’at (18/10), tim Pimnas UGM dinyatakan kalah beda tipis dengan tim Unhas terkait perolehan medali emas untuk kategori presentasi sehingga dalam keseluruhan penilaian harus melepas Piala bergilir Adhikarta Kertawidya. Juara umum diraih oleh tim Pimnas Unhas, disusul UGM dan ITS Surabaya sebagai juara kedua dan ketiga.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D menilai raihan Tim Pimnas UGM tetap sebagai prestasi yang luar biasa. Kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, disebutnya bukan sekedar tempat berkompetisi tetapi sesungguhnya menggembleng mahasiswa untuk semakin percaya diri terkait inovasi dan kreativitas di masa depan. “Adik-adik para mahasiswa luar biasa. Saya yakin adik-adik sudah terbiasa digembleng dengan karakter UGM yang selalu ingin berkompetisi. Bukan sekedar berkompetisi, tetapi sekaligus berupaya mencari sahabat”, terangnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi menyampaikan apresiasi pada para dosen pendamping, dosen-dosen Pembina dan Tim Task Force PKM/ Pimnas UGM yang disela kesibukan tugas akademik tetap mengawal dan mengarahkan para mahasiswa Tim Pimnas UGM.

“Terima kasih dari kerja sama tim task force yang tak kenal lelah mengawal dan melayani semua kebutuhan tim. Meski dalam keterbatasan waktu dan tenaga tetap berusaha melayani Tim Pimnas UGM secara maksimal,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Ir. Suharti, M.A., Ph.D memberikan apresiasi kepada 525 tim peserta dari 118 perguruan tinggi yang mengikuti Pimnas tahun ini. Mereka adalah para unggulan yang terpilih dari 43.000 tim dari seleksi awal. “Artinya, hanya 1,2 persen saja yang lolos. Tentunya apresiasi untuk semua peserta dan pembimbing yang sudah berpartisipasi pada Pimnas,” ujarnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Firsto

Artikel UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-peroleh-medali-terbanyak-di-pimnas-ke-37/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Ciptakan Sandal Terapi untuk Membantu Pemulihan Pasien Patah Tulang https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-ciptakan-sandal-terapi-untuk-membantu-pemulihan-pasien-patah-tulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-ciptakan-sandal-terapi-untuk-membantu-pemulihan-pasien-patah-tulang/#respond Thu, 26 Sep 2024 08:32:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70906 Tim mahasiswa UGM berhasil menciptakan kreativitas dalam bidang kesehatan dengan produk inovasi berupa sandal berbasis Loadcell-Accelerometer untuk membantu pasien patah tulang ekstremitas bawah. Sandal ini dirancang untuk membantu pasien melakukan latihan weight bearing (penumpuan beban) dan range of motion (langkah) dengan lebih tepat selama proses pemulihan. Hasil inovasi ini dikembangkan oleh Maya Aida dari prodi […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Ciptakan Sandal Terapi untuk Membantu Pemulihan Pasien Patah Tulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa UGM berhasil menciptakan kreativitas dalam bidang kesehatan dengan produk inovasi berupa sandal berbasis Loadcell-Accelerometer untuk membantu pasien patah tulang ekstremitas bawah. Sandal ini dirancang untuk membantu pasien melakukan latihan weight bearing (penumpuan beban) dan range of motion (langkah) dengan lebih tepat selama proses pemulihan.

Hasil inovasi ini dikembangkan oleh Maya Aida dari prodi Manajemen Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi angkatan 2022, Aditya Kyran Santoso (Elektronika dan Instrumentasi FMIPA 2022), Nathasya Angelliya (Ilmu Keperawatan, FKKMK 2022), Ignatius Gerald Handono (Elektronika dan Instrumentasi FMIPA 2022), dan Bitta Nathaniela Purwoko (Manajemen Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi 2023) dengan mendapat bimbingan dari Dina Fitriana Rosyada, SKM., MKL  selaku dosen pendamping.

Maya Aida, selaku ketua tim menjelaskan inovasi bidang kesehatan yang mereka ciptakan untuk mengatasi kesulitan monitoring ketercapaian latihan beban atau weight bearing (WB) yang kerap dialami oleh dokter ortopedi dan pasien patah tulang. Bahkan terciptanya Sandal Berbasis Loadcell-Accelerometer berawal dari keluh kesah salah satu pasien patah tulang (fraktur) ekstremitas bawah di RSUP Sardjito Yogyakarta, yang sekaligus seorang praktisi HRD UMKM  yang pernah berbagi ilmu kewirausahaan di UGM. “Kami kemudian lantas mengangkat permasalahan ini dalam penelitian sebagai bagian dari program kreativitas,” ujar Maya di Kampus UGM, Kamis (26/9).

Maya Aida lebih lanjut menjelaskan sandal terapi yang diciptakan dilengkapi dengan sensor loadcell dan accelerometer yang dapat mengukur dan memberikan umpan balik real-time kepada pengguna mengenai distribusi beban dan langkah yang benar pada kaki yang fraktur. Sandal inipun terintegrasi dengan smartphone sebagai komunikasi software untuk pengaturan saran persentase beban dari dokter ortopedi dan pencatatan serta monitoring latihan beban yang dilakukan oleh pasien. “Sandal terapi ini dapat memudahkan dokter ortopedi dan pasien dalam memantau ketercapaian latihan beban yang telah dilakukan, yang secara umum dimulai minggu ke-4 pasca operasi patah tulang ekstremitas bawah sampai waktu-waktu berikutnya secara bertahap  pasien dapat berjalan tanpa menggunakan alat bantu,” terangnya.

Nathasya Angelliya menambahkan prototipe saat ini tengah dalam proses pengajuan paten untuk melindungi karya dan mendorong penggunaan lebih luas di dunia medis/kesehatan. Kreativitas sandal untuk pasien fraktur kaki ini, menurutnya mendukung meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Penggunaan teknologi sensor load cell dan accelerometer dalam kreativitas ini membuka peluang untuk pemanfaatan lebih lanjut dalam pengembangan IPTEK di bidang kesehatan”, imbuhnya.

Menurut Ignatius Gerald Handono keberhasilan inovasi ini tidak terlepas dari kerjasama dan dedikasi tim PKM-KC UGM dalam mengembangkan solusi inovatif yang memadukan teknologi dan kesehatan. Mereka berharap sandal terapi ini dapat menjadi alat bantu yang andal bagi para pasien dalam menjalani terapi pasca fraktur ekstremitas bawah.

Dalam proses pengembangan, tim PKM-KC UGM merasa bersyukur karena mendapat bantuan dari dokter ortopedi yaitu dr. Dananjaya Putramega, Sp. OT (K) yang sangat berperan memastikan bahwa desain dan fungsi sandal ini sesuai dengan kebutuhan pasien. “Adanya inovasi ini, diharapkan dapat membantu pasien fraktur ekstremitas bawah dalam memonitoring ketercapaian latihan beban dan langkah selama proses pemulihan. Sehingga pemulihan berlangsung dengan baik sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal dengan lebih cepat dan aman,” papar Gerald Handono.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Ciptakan Sandal Terapi untuk Membantu Pemulihan Pasien Patah Tulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-ciptakan-sandal-terapi-untuk-membantu-pemulihan-pasien-patah-tulang/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/#respond Tue, 24 Sep 2024 09:24:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70843 Data WHO tahun 2019 menyebutkan sebanyak 18 juta orang hidup dengan rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga penderita RA harus melakukan pengobatan dan penanganan jangka panjang. Penyakit autoimun inflamasi sistemik kronis ini, dapat mempengaruhi kualitas hidup, kehidupan sehari-hari, dan kegiatan sosial karena menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur sendi […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data WHO tahun 2019 menyebutkan sebanyak 18 juta orang hidup dengan rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga penderita RA harus melakukan pengobatan dan penanganan jangka panjang. Penyakit autoimun inflamasi sistemik kronis ini, dapat mempengaruhi kualitas hidup, kehidupan sehari-hari, dan kegiatan sosial karena menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur sendi dan tulang.

Peradangan ini seringkali menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kerusakan sendi secara permanen. RA sering kali tidak diketahui gejala dan penyebabnya, sehingga langkah diagnosisnya juga terkadang terlambat, dan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang penyakit RA dan memiliki akses minimum dalam mendapat diagnosis dini RA di fasilitas kesehatan.

Penemuan alat deteksi dini yang akurat, memungkinkan intervensi lebih awal, sehingga dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA. Tim mahasiswa UGM mengembangkan inovasi alat deteksi dini RA untuk menekan jumlah pasien RA setiap tahunnya melalui teknologi termografi inframerah untuk melihat persebaran suhu pada telapak tangan yang didukung dengan teknologi machine learning untuk meningkatkan keakuratan diagnosis.

Tim mahasiswa ini terdiri atas Awaliya Shabrina, mahasiswa Fakultas Teknik UGM bersama empat orang rekannya, yakni Laila Nur Rizqi Tasnimiyah, Javana Avita Prameswari, Amir Fren Afrizal, dan Muhammad Irfan dengan mendapat bimbingan dari Dr. Eng. Ir. Prapto Nugroho, S.T., M.Eng., IPM. 

Awaliya Shabrina menjelaskan penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bila pemeriksaan RA masih menggunakan alat invasif dan besar. Karena itu, ia bersama tim berinisiatif merancang sebuah prototipe diagnosis RA yang bisa digunakan di mana saja dan kapan saja. “Terlambat mendiagnosis RA, katanya, dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup hingga kecacatan permanen.  Salah satu penyebabnya dikarenakan diagnosis yang terlambat dan kurangnya pengetahuan dan informasi terkait penyakit ini,” katanya.

Lebih lanjut, Awaliya memaparkan prototipe tersebut diberi nama ReuMate yaitu sebuah alat pendeteksi dini rheumatoid arthritis menggunakan machine learning terintegrasi mobile app. Pengembangan prototipe deteksi dini RA yang bersifat non-invasive dan portabel dengan integrasi metode termografi inframerah dan machine learning ini diperlukan untuk meningkatkan akurasi deteksi kondisi RA pada telapak tangan, serta menyediakan akses informasi edukatif mengenai penanganan dan pencegahan penyakit tersebut. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan informasi edukasi terkait penanganan dan pencegahan penyakit RA yang dapat diakses dengan mudah. 

“Perancangan prototipe ini bermanfaat untuk membantu pendeteksian sedini mungkin penyakit RA secara non invasive, memungkinkan penanganan cepat agar kondisi tidak semakin memburuk, monitoring penanganan dan edukasi untuk pasien RA melalui mobile app,” katanya.

Dengan inovasi ReuMate. Kata Awaliya, tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan deteksi dini RA, ReuMate memungkinkan pengobatan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas hidup penderita. “Adanya prototipe ini bisa digunakan di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil karena alat ini mudah untuk dibawa,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Kit Pemeliharaan Anggrek Indoor Berbasis IoT https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kit-pemeliharaan-anggrek-indoor-berbasis-iot/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kit-pemeliharaan-anggrek-indoor-berbasis-iot/#respond Thu, 12 Sep 2024 11:17:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70567 Dilansir dari Portal Informasi Indonesia tahun 2019, sekitar 500 spesies atau 10% dari 5.000 spesies anggrek Indonesia adalah komoditas bernilai komersial untuk dikembangkan. Bahkan, di provinsi D. I. Yogyakarta permintaan anggrek yang tinggi mendukung produksi tanaman tertinggi dari seluruh kategori komoditas florikultura pot yang terdata senilai 66.684 pot pada tahun 2022. Terlepas dari minat yang […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Kit Pemeliharaan Anggrek Indoor Berbasis IoT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dilansir dari Portal Informasi Indonesia tahun 2019, sekitar 500 spesies atau 10% dari 5.000 spesies anggrek Indonesia adalah komoditas bernilai komersial untuk dikembangkan. Bahkan, di provinsi D. I. Yogyakarta permintaan anggrek yang tinggi mendukung produksi tanaman tertinggi dari seluruh kategori komoditas florikultura pot yang terdata senilai 66.684 pot pada tahun 2022. Terlepas dari minat yang tinggi terhadap tanaman anggrek, konsumen daerah perkotaan di Indonesia masih sering terkendala dalam perawatannya ketika memelihara anggrek di dalam ruangan.

Tim mahasiswa UGM yang terdiri atas Muhammad Ridwan Adyatama (Kedokteran Hewan), Faradila Azzahra Destriyanti (Kedokteran Hewan), Fayza Najma Athiya (Kedokteran Hewan), Arundina Wijaya (Teknologi Pertanian), dan Keffa Auna Rasyidina (Akuntansi), berhasil mengembangkan kit lengkap pemeliharaan anggrek indoor dengan media autorepair dan relief national heritage. ”Pencinta tanaman anggrek di daerah perkotaan masih sering kesulitan dengan perawatan anggrek, maka kami merintis dan mengembangkan Fitovare sebagai inovasi smart urban gardening di Indonesia,” tutur Muhammad Ridwan Adyatama selaku ketua tim dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (12/9).

Muhammad Ridwan menjelaskan kit pemeliharaan anggrek yang ia kembangkan dilengkapi dengan perangkat IoT untuk memudahkan konsumen dalam memantau tanaman anggreknya. Bahkan media tanam mudah disisipkan di dalam ruangan, secara otomatis deteksi perubahan warna dan waktu penyiraman. “Kit yang kami kembangkan dilengkapi dengan teknologi internet of things agar pengguna dapat secara langsung memantau suhu dan kelembaban sekitar tanaman anggrek melalui telefon pintar,” urainya.

Saat ini tim Muhammad Ridwan dan teman-temannya dibimbing oleh Ir. Muhammad Arrofiq, S.T., M.T., Ph.D., IPM selaku dosen dari Sekolah Vokasi tengah mengembangkan lagi produk mereka dalam rangka persiapan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 di Universitas Airlangga. Meskipun kit yang ada sudah dapat membantu penggunanya dalam merawat anggrek, namun tim masih terus mengembangkan optimasi produk dari segi desain dan kualitas media tanam. ”Kami sedang menguji keberhasilan kit ini secara jangka panjang untuk menjamin bahwa kit kami benar-benar memberikan kepuasan bagi pengguna,” tutur Fayza Najma selaku anggota tim.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Kit Pemeliharaan Anggrek Indoor Berbasis IoT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kit-pemeliharaan-anggrek-indoor-berbasis-iot/feed/ 0
Limbah Biji Salak dan Kulit Jeruk Berpotensi sebagai Alternatif Terapi Kanker Serviks https://ugm.ac.id/id/berita/limbah-biji-salak-dan-kulit-jeruk-berpotensi-sebagai-alternatif-terapi-kanker-serviks/ https://ugm.ac.id/id/berita/limbah-biji-salak-dan-kulit-jeruk-berpotensi-sebagai-alternatif-terapi-kanker-serviks/#respond Thu, 12 Sep 2024 07:37:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70563 Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat mengkhawatirkan bagi  masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, kasus kanker serviks di Indonesia  mencapai 36.633 jiwa. Angka ini berhasil menempatkan kanker serviks menjadi  kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah kanker payudara, serta  peringkat ketiga dalam urutan kanker dengan angka kematian tertinggi. Namun begitu, sampai saat ini, penanganan […]

Artikel Limbah Biji Salak dan Kulit Jeruk Berpotensi sebagai Alternatif Terapi Kanker Serviks pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat mengkhawatirkan bagi  masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, kasus kanker serviks di Indonesia  mencapai 36.633 jiwa. Angka ini berhasil menempatkan kanker serviks menjadi  kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah kanker payudara, serta  peringkat ketiga dalam urutan kanker dengan angka kematian tertinggi.

Namun begitu, sampai saat ini, penanganan penyakit kanker hanya dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Adapun obat kemoterapi  yang umum digunakan dalam pengobatan kanker memiliki efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Oleh sebab itu, dibutuhkan  pengembangan alternatif pengobatan kanker serviks dengan efek samping yang  minimum.

Melihat urgensi dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Cisaheal, terdiri dari Aditya Latiful Azis (Biologi 2022), Asy Syifa Paras Ceria (Biologi 2022), Shabrina Farras Tsany (Kedokteran 2021), Rahmalia Diani Saffana (Kedokteran 2021), dan Faqih Fikri Nuryanto (Farmasi 2023) dengan dosen pembimbing Woro Anindito Sri Tunjung, M.Sc., Ph.D., melakukan penelitian yang dilakukan oleh bertujuan untuk melakukan eksplorasi potensi obat herbal anti kanker serviks menggunakan kombinasi ekstrak biji salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) dan kulit jeruk pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.). Penelitian yang ini didanai oleh Kemendikbudristek RI melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE).

Aditya menerangkan bahwa pemilihan biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo sebagai agen anti kanker serviks bukan tanpa alasan. Biji salak pondoh diketahui mengandung senyawa polifenol, alkaloid, dan terpenoid, yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Sementara itu, pada kulit jeruk pamelo ditemukan senyawa flavonoid dan likopen, yang berpotensi memiliki sifat sitotoksik pada sel kanker. “Pemanfaatan obat herbal sebagai alternatif terapi diyakini memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan obat modern,” kata Aditya dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (12/9).

Ia menambahkan, kombinasi biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo berpotensi menjadi pengobatan alternatif kanker serviks dengan efek samping yang minimum. Pada bagian biji salak dan kulit jeruk pamelo terkandung metabolit sekunder yang berpotensi dalam pengobatan anti kanker serviks. Selain itu, produksi dan konsumsi salak dan jeruk pamelo menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya di Indonesia.

“Sampah dari buah ini berpotensi meningkatkan jumlah limbah organik. Kami berharap dengan adanya penelitian ini dapat memperluas alternatif pengobatan pada kanker serviks menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan minim efek samping” ujar Adit selaku ketua tim.

Sebagai upaya membuktikan efikasi kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo, Adit dan rekan tim mahasiswa lainnya melakukan beberapa tahapan uji, yaitu skrining profil fitokimia, uji in silico, uji aktivitas antiinflamasi, uji sitotoksisitas dan uji antiproliferasi dengan MTT assay, uji penghambatan migrasi sel HeLa, serta uji apoptosis. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan, terbukti kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo memiliki aktivitas anti inflamasi, menghambat migrasi sel HeLa, dan mampu memicu apoptosis pada sel kanker serviks.

“Kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo dapat menjadi alternatif terapi pada kanker serviks dengan memanfaatkan potensi alam,” ungkap Shabrina, selaku anggota tim.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Limbah Biji Salak dan Kulit Jeruk Berpotensi sebagai Alternatif Terapi Kanker Serviks pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/limbah-biji-salak-dan-kulit-jeruk-berpotensi-sebagai-alternatif-terapi-kanker-serviks/feed/ 0
Mahasiswa UGM Manfaatkan Limbah Gigi dan Tulang Hewan untuk Filtrasi Air Limbah dan Irigasi Sawah  https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-manfaatkan-limbah-gigi-dan-tulang-hewan-untuk-filtrasi-air-limbah-dan-irigasi-sawah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-manfaatkan-limbah-gigi-dan-tulang-hewan-untuk-filtrasi-air-limbah-dan-irigasi-sawah/#respond Wed, 04 Sep 2024 09:11:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70298 Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim PKM Video Gagasan Konstruktif (VGK) yang terdiri dari Aulia Pradnya Maharani, Orchidthania Putri, Gugun Hutagalung, Danial Bagus Setiawan, dan Anna Hamidah mengusung ide pemanfaatan limbah gigi dan tulang yang berasal dari manusia dan hewan.  Tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu ini merancang bagaimana pemanfaatan limbah gigi dan tulang […]

Artikel Mahasiswa UGM Manfaatkan Limbah Gigi dan Tulang Hewan untuk Filtrasi Air Limbah dan Irigasi Sawah  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim PKM Video Gagasan Konstruktif (VGK) yang terdiri dari Aulia Pradnya Maharani, Orchidthania Putri, Gugun Hutagalung, Danial Bagus Setiawan, dan Anna Hamidah mengusung ide pemanfaatan limbah gigi dan tulang yang berasal dari manusia dan hewan.  Tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu ini merancang bagaimana pemanfaatan limbah gigi dan tulang tersebut agar dapat digunakan lebih optimal pada proses filtrasi air limbah menjadi air yang siap pakai untuk sistem irigasi sawah. “Kami melihat bahwa limbah gigi dan tulang yang ada di Indonesia masih belum banyak digunakan. Sebagian besar masyarakat membuang limbah tersebut. Padahal, dalam limbah tersebut terdapat kandungan hidroksiapatit yang dapat digunakan menjernihkan air,” ujar Aulia sebagai ketua tim, Rabu (4/90 di Kampus UGM.

Menurut Aulia ide inovasi yang diusung berasal dari permasalahan yang terletak di daerah Sleman. Pada kawasan tersebut, terdapat kawasan pemukiman yang padat penduduk dan terdapat sawah yang berada di dekat kawasan tersebut. Pada sisi lain, pemanfaatan limbah gigi dan tulang yang masih  minim dapat diintegrasikan untuk dijadikan sebagai filtrat untuk mengolah air limbah tinja yang berasal dari kawasan penduduk sekitar.

Danial, anggota PKM lainnya mengatakan bahwa ide yang bernama “Hydrosan” dapat memberikan dampak jangka panjang yang lebih baik pada sistem sanitasi air. “Tentunya kami berharap bahwa inovasi yang diusung dapat menciptakan ketahanan pangan yang ada di Indonesia di tengah ketidakpastian iklim dan memberikan manfaat kepada para petani,” tuturnya.

Riset yang dilakukan dimulai dari mengidentifikasi masalah dan menelusuri terkait campuran filtrat yang digunakan untuk proses filtrasi air. Awalnya, limbah akan ditampung dalam satu tempat untuk selanjutnya diproses di tempat penjernihan air. Selama proses pengolahan, air akan mengalami berbagai proses, mulai dari pembersihan, penjernihan, hingga penyaringan. Setelah itu, air akan disalurkan ke reservoir terlebih dahulu sebelum menuju saluran irigasi sawah. “Integrasi antara reservoir dengan sistem irigasi sawah dilakukan menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air,” katanya.

Orchidthania Putri menambahkan bahwa sistem yang dirancang sebenarnya sudah diterapkan di berbagai instalasi pengolahan air bersih, tetapi penggunaan hidroksiapatit sebagai filtrat merupakan salah satu bagian istimewa dalam rancangan sistem ini.  Harapannya, dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat dimanfaatkan guna mengurangi limbah gigi dan tulang yang dihasilkan oleh masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas air dan sebagai hasilnya meningkatkan kualitas hasil tani yang dihasilkan oleh sektor pertanian.

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Freepik

Artikel Mahasiswa UGM Manfaatkan Limbah Gigi dan Tulang Hewan untuk Filtrasi Air Limbah dan Irigasi Sawah  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-manfaatkan-limbah-gigi-dan-tulang-hewan-untuk-filtrasi-air-limbah-dan-irigasi-sawah/feed/ 0
Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/#respond Fri, 23 Aug 2024 06:39:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69778 Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%, sementara target yang ingin […]

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.

Untuk membantu program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting, Lima orang mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) mengkreasikan sebuah inovasi snack bar berbahan dasar daun kelor dengan tambahan berupa kacang-kacangan, seperti edamame dan kacang tanah yang digunakan sebagai bahan dasar. Kelima orang mahasiswa tersebut adalah Andika Jatra Pratama (FK-KMK), Aurel Novalino, Zahra Faizah (Fakultas Teknik), Ghina Salwa (Fakultas Peternakan), dan Daniel Phangkay (Fakultas Teknologi Pertanian).

Ide pembuatan snack bar berbahan dasar daun kelor ini berangkat dari kegiatan pengabdian mahasiswa di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.Di kelurahan ini, daun kelor menjadi salah satu komoditas yang jumlahnya banyak, tetapi kurang dapat diolah masyarakat setempat. “Tim kami kemudian menghadirkan inovasi pembuatan snack bar dari bahan dasar kelor sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal potensi sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan stunting,” kata Andika dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (23/8).

Khususnya bagi ibu hamil, kata Andika, daun kelor bisa mencegah stunting pada bayi karena kaya akan nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, protein, dan zat besi. “Daun kelor memberikan asupan gizi yang diperlukan untuk mendukung perkembangan optimal janin serta mencegah anemia pada ibu hamil,” katanya.

Tim mahasiswa membuat olahan makanan yang dibuat berupa brownies dan snack bar kering. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain adalah tepung terigu, madu sebagai pemanis, daun kelor, kacang tanah, dan edamame sebagai sumber tambahan gizi dan memberikan tekstur renyah pada makanan. Kacang tanah dan edamame mengandung asam folat dan zat besi yang mendukung penguatan janin sehingga dapat mencegah stunting pada bayi yang lahir.  

Pembuatan snack bar ini menargetkan pelatihan pengolahan daun kelor pada ibu-ibu PKK. Ibu-ibu PKK kelurahan wonodri diberikan pelatihan cara membuat snack bar berbahan dasar daun kelor dengan harapan mereka bisa membagikan kemampuan tersebut. “Menggandeng ibu-ibu PKK sebagai mitra utama, diharapkan program PKM-PM Elsibarkelor ini dapat menjadi salah satu langkah nyata masyarakat dalam upaya menekan angka stunting di wilayah mereka,” kata Jatra, anggota tim PKM lainnya

Selain mengolah makanan cegah stunting dari daun kelor, warga juga diberikan pelatihan penggunaan aplikasi Elsimil sehingga mereka dapat mengoperasikannya secara mandiri. Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan keberadaan aplikasi Elsimil yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Aplikasi ini memiliki tiga fitur utama, yaitu skrining yang mencakup calon pengantin, calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki bayi usia 0-59 bulan. Lalu, beragam edukasi terkait kesehatan reproduksi dan cara menjaga kehamilan, serta konsultasi dengan ahli dari BKKBN. 

“Dari awal ada pendampingan karena sebelum menikah itu ada kriteria yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Bahkan, sekarang sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama sehingga siapa pun yang mau menikah itu harus mengisi skrining dari aplikasi Elsimil. Jadi, mereka harus dapat sertifikat dulu baru bisa mengajukan pernikahan ke KUA,” jelas Novalino.

Dengan adanya program ini, diharapkan mampu menekan angka stunting di kelurahan wonodri dan mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor, serta dapat membantu mensukseskan program zero stunting yang digalakkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan aplikasi elsimil secara optimal. 

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Konservasi Pohon Langka di DIY https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-konservasi-pohon-langka-di-diy/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-konservasi-pohon-langka-di-diy/#respond Thu, 22 Aug 2024 02:57:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69723 Kebudayaan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tidak hanya ada pada unsur kesenian dan tradisi budaya namun juga termasuk dengan banyaknya pohon bermakna filosofi sejarah dan kepercayaan adat Jogja. Namun, banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya pohon kebudayaan tersebut. Minimnya media informasi mengenai pohon-pohon ini menjadi salah satu faktor keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pohon […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Konservasi Pohon Langka di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebudayaan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tidak hanya ada pada unsur kesenian dan tradisi budaya namun juga termasuk dengan banyaknya pohon bermakna filosofi sejarah dan kepercayaan adat Jogja. Namun, banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya pohon kebudayaan tersebut. Minimnya media informasi mengenai pohon-pohon ini menjadi salah satu faktor keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pohon kebudayaan. Selain pohon budaya, di DIY juga ditemui sejumlah pohon langka yang menjadi prioritas konservasi di tingkat provinsi. Berangkat dari kondisi ini, tim PKM Kaya Inovatif UGM merancang alat yang mereka namakan Integrated System of Tree information (ISTI) untuk bisa deteksi gangguan pada pohon lewat sensor suara dan sensor getaran.

Pengembangan ISTI dilakukan dengan bantuan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karya Inovatif. Komposisi kelompok tim PKM ini terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan dan dua mahasiswa Fakultas Teknik dengan diketuai oleh Safiera Anindya Syaafiyana dari Prodi Kehutanan, anggota terdiri Muhammad Hisyam (Teknik Elektro), Perwira Akhdan Zumarsyah (Teknologi Informasi), Septia Maharani Sinaga (Kehutanan), dan Zaini Silvia Aryani (Kehutanan).

Safiera mengatakan alat ini terdiri dari rangkaian software dan hardware sebagai media informasi pohon budaya dan pohon langka di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim mahasiswa juga mengembangkan website yang dapat diakses melalui tautan app.isti.online yang berisi artikel, persebaran, dan identitas pohon budaya serta pohon langka, seperti mentaok atau sawo kecik. “Persebaran spesies pohon yang juga telah dilengkapi dengan titik-titik lokasi di peta digital,” kata Safiera dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (22/8).

Selain itu, alat ini mampu memantau pohon budaya dan pohon langka secara jarak jauh. Pemantau tersebut berfungsi sebagai alat detektor penebangan dan mendeteksi adanya gangguan pada pohon dengan sensor suara dan sensor getaran. Bahkan alat detektor ini juga memiliki penerima sinyal bagi masyarakat yang tinggal paling dekat dengan pohon. Apabila pohon tersebut ditebang atau mati, sinyal dapat langsung mengirimkan informasi ke website secara real-time. “Tim kami berdinamika secara kompak dan seluruh anggota tim berkontribusi dengan bekal keilmuan berdasarkan latar belakang studi masing-masing,” ujar Safiera,

Muhammad Hisyam, selaku anggota tim berharap inovasi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pelestarian lingkungan dan budaya di DI. “Lewat alat deteksi dini bisa mencegah penebangan liar sehingga upaya pelestarian pohon-pohon berharga dapat dilakukan dengan lebih efektif,” tandasnya.

Hisyam menambahkan, melalui pengembagnan media informasi ISTI di laman website diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat dan peneliti yang tertarik dengan kekayaan hayati dan budaya di DIY.

 

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Konservasi Pohon Langka di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-konservasi-pohon-langka-di-diy/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukasi Seks untuk Anak Usia Dini https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/#respond Thu, 22 Aug 2024 02:01:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69714 Pembelajaran seks untuk usia dini masih menjadi pembahasan yang tabu di kalangan orang tua. Padahal, edukasi seks diperlukan sebagai salah satu upaya preventif dalam merawat organ reproduksi dan menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak sebelum memasuki masa pubertas. Kali ini, Tim Mahasiswa UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berinovasi membantu orang tua memberikan […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukasi Seks untuk Anak Usia Dini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pembelajaran seks untuk usia dini masih menjadi pembahasan yang tabu di kalangan orang tua. Padahal, edukasi seks diperlukan sebagai salah satu upaya preventif dalam merawat organ reproduksi dan menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak sebelum memasuki masa pubertas. Kali ini, Tim Mahasiswa UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berinovasi membantu orang tua memberikan edukasi seks pada anak-anak.

Tim ini beranggotakan lima orang mahasiswa dari program studi yang berbeda-beda, yakni Vicky Rian Saputra (Departemen Politik dan Pemerintahan), Shahrin Nuri Ramadhani (Psikologi), ‘Aisyah Khayyiratunnisa (Psikologi), Muhammad Burhanudin Bachtiar (Teknik Industri),dan Devrangga Hazza Mahiswara (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak). Karya inovasi dari tim ini dinamakan “Magic Box: Petualangan Ajaib” yang merupakan permainan papan berisi edukasi seks. Permainan ini sengaja dibuat dan dikemas dengan nuansa menyenangkan untuk menghilangkan stigma tabu edukasi seks di usia dini.

Menurut Vicky selaku ketua tim, latar belakang produk inovasi ini dimulai dari keresahan akan kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya edukasi seks dini. “Kami membuat board game dan aplikasi ini karena keresahan kami akan kurangnya perhatian masyarakat tentang pendidikan seks, bahkan ada segelintir yang menganggap ini tabu.” tutur Vicky kepada wartawan, Kamis (22/8).

Riset yang dilakukan Vicky dan kawan-kawan menunjukkan urgensi kuat dalam menghilangkan stigma tabu pada edukasi seks. Survei menyebutkan, sebesar 85% anak kelas 5 SD di suatu sekolah terpapar konten pornografi, dan 57% dari mereka pernah sengaja membuka konten pornografi di YouTube. Bahkan, beberapa kasus kekerasan dan pelecehan seksual pernah terjadi dan dilakukan oleh anak berusia lima tahun pada teman sebayanya. “Bentuk nyata munculnya kasus tersebut mengindikasikan rendahnya pemahaman edukasi seks pada anak-anak Indonesia,” paparnya.

Edukasi seks sebenarnya membantu anak memahami adanya batas-batas dan larangan terkait paparan pornografi di media digital. Namun orang tua seringkali mengkhawatirkan anak-anak justru akan merasa “penasaran” untuk mengakses konten tersebut dibanding bertindak sebagai upaya preventif. “Board game ini kami susun dengan dibimbing oleh ahlinya yakni pembina kami yang berasal dari Fakultas Psikologi UGM dengan menggunakan metode Family Strength Framework,” ujar Shahrin, anggota tim.

Board game ini terdiri dari papan permainan berukuran 40×40 cm, lima bidak, satu set kartu BEE, satu set kartu JOY, dan dua dadu permainan. Magic Box ini dilengkapi dengan puzzle, pop-up story book, dan kartu untuk memudahkan orang tua dalam mengedukasi anak secara interaktif. Permainan terintegrasi dengan aplikasi yang berisi konten edukasi dan fitur konsultasi. Rencananya, aplikasi tersebut dapat menghubungkan pengguna dengan para ahli psikolog anak dalam layanan konsultasi. “Harapannya, karya tim ini dapat merubah stigmatisasi negatif dan memudahkan orang tua mengajarkan edukasi seks pada anak sedini mungkin,” kata Sahrin.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukasi Seks untuk Anak Usia Dini pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/feed/ 0