pertanian Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pertanian/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 14 Nov 2024 07:40:31 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/#respond Thu, 14 Nov 2024 07:33:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72826 Universitas Gadjah Mada kembali memberikan Anugerah Insan Berprestasi tahun 2024. Sebanyak 86 penghargaan diberikan kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, maupun tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga memberi manfaat bagi Universitas dan berdampak bagi masyarakat luas. Dari 86 orang penerima penghargaan terdiri dari 5 pemenang kategori penghargaan Bidang Publikasi Terbaik, […]

Artikel Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali memberikan Anugerah Insan Berprestasi tahun 2024. Sebanyak 86 penghargaan diberikan kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, maupun tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga memberi manfaat bagi Universitas dan berdampak bagi masyarakat luas. Dari 86 orang penerima penghargaan terdiri dari 5 pemenang kategori penghargaan Bidang Publikasi Terbaik, 7 pemenang kategori Penghargaan Bidang Penelitian, 3 penghargaan untuk dosen Berprestasi Inspiratif Tingkat UGM, dan 7 penghargaan untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Penghargaan diberikan pula untuk 3 dosen Pengembang Inovasi Konten Pembelajaran Daring melalui Video Diseminasi Ilmu Pengetahuan (Direktorat KIA), 3 Dosen Pengembang Inovasi Pembelajaran Daring Melalui MOOC dalam platform UGM ONLINE (Direktorat KIA), 3 Program Studi Pascasarjana dengan Perencanaan dan Pengembangan Modular Course (Direktorat KIA), Kategori Kaprodi Penggerak MBKM (Direktorat Pendidikan dan Pengajaran), 10 Kategori Program Studi Calon Penerima PDDIKTI AWARD 2024 Tingkat Universitas (Direktorat Pendidikan dan Pengajaran), 18 Tenaga Kependidikan Berprestasi (Inspiratif) Tingkat UGM, 3 PPID Pelaksanan Terbaik dalam Evaluasi dan Monitoring Layanan Informasi Publik UGM Tahun 2024, dan 16 Mahasiswa Berprestasi.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG (K)., Ph.D mengatakan penhargaan insan berpretasi ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, tenaga kependidikan yang telah memberi kontribusi terbaiknya untuk Universitas Gajah Mada. Sebagai pimpinan UGM, ia merasa berbahagia karena semua yang hadir secara luring dan daring menjadi saksi penyerahan kurang lebih ada 89 penghargaan untuk insan UGM berprestasi. “Saya mengucapkan selamat sekaligus terima kasih kepada seluruh peserta baik dosen, peneliti, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa yang telah berpartisipasi ataupun kemudian menjadi kandidat yang diusulkan untuk mengikuti ajang insan UGM berprestasi,” ujarnya di Grha Sabha Pramana, Rabu malam (13/11).

Ova meyakini semua yang sudah menjadi peserta dan diusulkan adalah orang-orang terpilih di bidangnya. Bagi yang belum menerima penghargaan, Rektor berharap untuk tidak merasa kecewa karena masih ada kesempatan-kesempatan berikutnya bagi upaya mengembangkan kapasitas diri. “Tentunya pada malam hari ini mudah-mudahan apa yang diterima oleh Ibu dan Bapak sebagai pemenang akan menjadi atau mendorong untuk mewujudkan tanggung jawab baru sebagai Suri Tauladan yang perlu menginspirasi dan memotivasi rekan sejawat lainnya, ataupun kalau mahasiswa-mahasiswa lainnya agar senantiasa dapat bergerak bersama menjadi satu kekuatan Universitas Gajah Mada,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si turut memberikan apresiasi kepada para mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang telah berprestasi di berbagai bidang. Arie menyebut pemberian penghargaan merupakan cara Universitas Gadjah Mada merekognisi atas peran semua civitas akademika dalam mendedikasikan pengetahuan, tenaga, pikiran sehingga Unitas Gadjah Mada terus berperan, dan mampu membangun serta berkontribusi untuk bangsa. “Selamat kepada bapak ibu, adik-adik mahasiswa, anugerah ini diberikan kepada semua yang berprestasi, dan ini sebetulnya sudah dikerjakan sejak tahun 2006,” katanya.

Sebagai Ketua Panitia Dies Natalis ke-75 dan lustrum ke-15 Universitas Gadjah Mada, Arie berharap pemberian penghargaan Insan UGM Berprestasi mampu menginspirasi yang lain yang tersebar di Indonesia bahkan dunia. Berbagai prestasi ini juga diharapkan akan menginspirasi buat civitas akademika Universitas Gadjah Mada untuk terus berinovasi di dalam memperkuat nilai kebangsaan dan keadaban. “Tentu akan berpengaruh buat perkembangan pertumbuhan dan kekuatan bangsa ini. Sekali lagi selamat kepada para penerima penghargaan, semoga terus berkarya bagi bangsa dan negara, dan untuk UGM agar selalu unggul dan berdaya saing,” pintanya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Donnie

Artikel Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/feed/ 0
Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/#respond Wed, 23 Oct 2024 04:16:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71895 Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 […]

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 dalam cabang lomba Esai. Selain mendapat juara 1, tim yang mendapat bimbingan Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng ini juga berhasil menyabet gelar sebagai Best Presentation dan Best Paper

Dalam lomba tersebut, tim UGM mengangkat esai yang berkaitan dengan tema lomba, yakni Innovating the Future: Pioneering Sustainable Agricultural Technology for a Resilient Future. Adapun sub tema yang dilombakan antara lain Inovasi Pangan Lokal, Ketahanan Pangan, Inovasi Bioteknologi Pangan, Sistem Pertanian Berkelanjutan, Peran loT dalam Pertanian Cerdas dan Inovasi Teknik Irigasi Pertanian.

Bangkit Setiyoko, mengatakan tema dipilih untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas serta inovasi mahasiswa seluruh Indonesia di bidang teknologi pertanian sebagai wadah mengeksplorasi dan mempresentasikan ide-ide inovatif. Dengan tema tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada perkembangan teknologi pertanian, serta untuk memajukan pengetahuan dan aplikasi teknologi pertanian di Indonesia.

Adapun tim UGM menawarkan ide tentang inovasi solusi revolusioner untuk menjaga kesegaran dan kualitas hasil produksi pascapanen secara optimal. Produk ini menggabungkan teknologi nano dalam bentuk edible coating (bagian yang dapat dimakan) dengan sistem Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk memberikan pemantauan langsung dan real-time terhadap kondisi buah dan sayuran,”jelasnya.

Sistem AI dan Machine Learning, kata Bangkit, mampu memantau perubahan kondisi buah-buahan secara langsung, mengenali pola perubahan seiring waktu, dan memberikan informasi real-time melalui aplikasi seluler terhubung. Produsen maupun konsumen dapat dengan mudah memantau umur simpan, kandungan nutrisi, tingkat kematangan, dan perubahan yang mengindikasikan kerusakan buah dan sayur. “Produk pertanian adalah produk yang mudah rusak . Jika tidak ditangani dengan baik, produk pertanian akan cepat mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Maka dari itu kami mengembangkan SmarSeal sebagai solusi atas permasalahan ini,” terangnya.

Ia menambahkan inovasi SmarSeal dilengkapi dengan teknologi AI dan Machine Learning  yang dapat diakses melalui Android maupun iOS. Melalui pengembangan teknologi yang berkembang saat ini, petani tidak perlu khawatir akan penurunan kuantitas dan kualitas dari produk pascapanen mereka. “SmartSeal menciptakan lapisan pelindung yang efektif dalam memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pertanian. SmartSeal tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs,” paparnya.

Reportase  : Satria/Humas Fapet

Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/feed/ 0
Fakultas Pertanian UGM Terima Penghargaan sebagai Mitra Strategis dari Kabupaten Sleman https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-ugm-terima-penghargaan-sebagai-mitra-strategis-dari-kabupaten-sleman/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-ugm-terima-penghargaan-sebagai-mitra-strategis-dari-kabupaten-sleman/#respond Fri, 16 Aug 2024 03:22:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69467 Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada memperoleh penghargaan sebagai Mitra Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia Petani Milenial dari Kabupaten Sleman. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Dra. Kustini Sri Purnomo kepada Dody Kastono, S.P., M.P., selaku ketua Tim Pemberdayaan Fakultas Pertanian UGM, di Gedung Serbaguna Sleman belum lama ini dalam acara Akselerasi 1000 Petani Milenial […]

Artikel Fakultas Pertanian UGM Terima Penghargaan sebagai Mitra Strategis dari Kabupaten Sleman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada memperoleh penghargaan sebagai Mitra Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia Petani Milenial dari Kabupaten Sleman. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Dra. Kustini Sri Purnomo kepada Dody Kastono, S.P., M.P., selaku ketua Tim Pemberdayaan Fakultas Pertanian UGM, di Gedung Serbaguna Sleman belum lama ini dalam acara Akselerasi 1000 Petani Milenial Sleman Menuju Hilirisasi Produk Pertanian.

Dengan penghargaan ini, Bupati Sleman berharap agar kelompok petani milenial Kabupaten Sleman dapat berperan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Ketua Petani Milenial Komda Sleman, Taufiq Mawadani, berharap agar produk petani milenial menjadi produk utama yang dicari di DIY maupun Indonesia, sehingga hilirisasi produk menjadi fokus utama.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian UGM, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P menyatakan petani milenial perlu memahami dan memiliki kemampuan yang cukup dalam pencatatan keuangan usaha pertanian. Hal tersebut tentunya akan dapat dicapai melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI) yang akan dilakukan di Kabupaten Sleman mulai tahun 2025.

“Petani milenial perlu menyadari dan memahami betapa pentingnya pengaturan keuangan usaha pertanian dalam rangka mengatur pencicilan kredit usaha rakyat (KUR). Nantinya, petani milenial yang tergabung dalam program YESS-SI akan mendapatkan fasilitas pelatihan,” ujarnya di Faperta UGM, jumat (15/8).

Menurutnya keterlibatan Fakultas Pertanian UGM dalam pemberdayaan ekonomi petani milenial di Kabupaten Sleman menjadi wujud tingginya komitmen untuk mencapai kehidupan berkelanjutan tanpa Kemiskinan dan menuju pada kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Reportase : Hanita Athasari Zain

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Fakultas Pertanian UGM Terima Penghargaan sebagai Mitra Strategis dari Kabupaten Sleman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-ugm-terima-penghargaan-sebagai-mitra-strategis-dari-kabupaten-sleman/feed/ 0
Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/#respond Sat, 10 Aug 2024 11:36:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69202 Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera. Guru Besar […]

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera.

Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., menyatakan penyuluhan di Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai efektivitas yang optimal. Tantangan utama yaitu keterbatasan akses dan infrastruktur, mengingat di beberapa daerah, terutama yang terpencil atau terisolasi, akses terhadap penyuluhan sering kali terbatas karena infrastruktur yang kurang memadai. “Terbatasnya infrastruktur membuat sulitnya mencapai masyarakat yang membutuhkan penyuluhan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa yang besar, ini bisa menjadi tantangan dalam menyampaikan pesan penyuluhan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan pemahaman yang berbeda”, katanya pada Seminar Nasional Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan yang bertajuk Transformasi Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komunikasi Pembangunan dalam Penyiapan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas, di UC UGM, Kamis (8/8).

Sunaru mengungkapkan penyuluh terkadang harus mencakup wilayah yang luas dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Sementara mengubah perilaku masyarakat seringkali merupakan tantangan yang besar dalam penyuluhan. Beberapa masyarakat bahkan mungkin memiliki praktik atau kebiasaan tertentu yang begitu sulit untuk diubah meski telah diberikan informasi yang memadai. “Tingkat literasi yang rendah dan kurangnya akses terhadap pendidikan formal juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi yang efektif. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah mungkin kesulitan dalam memahami pesan-pesan penyuluhan yang disampaikan dalam bentuk tulisan maupun media cetak lainnya”, ungkapnya.

Seminar Nasional yang diselenggarakan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Magister dan Doktoral Sekolah Pascasarjana UGM dalam rangka purna tugas Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S, ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Staf Khusus Menko PMK RI selaku Keynote speech, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek (daring) dan Dr. Ramadani Saputra, S.ST., M.EP., selaku Ketua Kelompok Penyelenggara Penyuluhan.

Ravik Karsidi menyampaikan komunikasi pembangunan berbasis data menjadi hal sangat penting saat ini. Sudah seharusnya pihak terkait memanfaatkan data dan informasi yang akurat dan terpercaya untuk mendukung komunikasi pembangunan yang efektif. Pengumpulan, analisis, dan penyajian data yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan dan membangun kesadaran masyarakat tentang isu-isu pembangunan sangat perlu untuk dilakukan.

Penyuluhan atau pemberdayaan  Masyarakat, menurutnya, sudah seharusnya beradaptasi  dengan dengan kemajuan teknologi digital. Percepatan Pembangunan infrastruktur teknologi informasi menjadi prasyarat utama untuk peningkatan kualitas pembelajaran  dan akses. “Penyuluhan harus mengubah pendekatan pembelajaran kearah student Student Centered Learning. Konten pembelajaran menjadi public domain dan teknologi informasi memungkinkan percepatan untuk penguasaan materi pembelajaran,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/feed/ 0
Fapet UGM-NLU HCMC Vietnam Kerja Sama Adakan The 5th International Joint Graduate Seminar on Animal and Agricultural Sciences https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-nlu-hcmc-vietnam-kerja-sama-adakan-the-5th-international-joint-graduate-seminar-on-animal-and-agricultural-sciences/ https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-nlu-hcmc-vietnam-kerja-sama-adakan-the-5th-international-joint-graduate-seminar-on-animal-and-agricultural-sciences/#respond Fri, 05 Jul 2024 09:23:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65870 Sebanyak 21 mahasiswa program doktoral, magister, dan insinyur dari Fakultas Peternakan bersama 10 mahasiswa dari Nong Lam University-Ho Chi Minh City (NLU-HCMC) mengikuti The 5th International Joint Graduate Seminar on  Animal and Agricultural Sciences, 1-4 Juli 2024. Forum yang menggandeng Japfa Comfeed Vietnam itu menyoroti komitmen kedua institusi untuk memajukan ilmu pertanian melalui kerja sama […]

Artikel Fapet UGM-NLU HCMC Vietnam Kerja Sama Adakan The 5th International Joint Graduate Seminar on Animal and Agricultural Sciences pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 21 mahasiswa program doktoral, magister, dan insinyur dari Fakultas Peternakan bersama 10 mahasiswa dari Nong Lam University-Ho Chi Minh City (NLU-HCMC) mengikuti The 5th International Joint Graduate Seminar on  Animal and Agricultural Sciences, 1-4 Juli 2024.

Forum yang menggandeng Japfa Comfeed Vietnam itu menyoroti komitmen kedua institusi untuk memajukan ilmu pertanian melalui kerja sama internasional serta menjanjikan masa depan yang lebih cerah untuk penelitian dan inovasi di bidang tersebut.

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang ikut mendampingi para mahasiswa menuturkan kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi riset dan persahabatan antar akademisi di Indonesia maupun Vietnam.

“Seminar ini menampilkan presentasi yang mencakup berbagai topik terkait praktik pertanian berkelanjutan dan kesejahteraan hewan,” papar Budi Guntoro, didampingi Ketua Panitia IJGS 2024, Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Jumat (5/7).

Dekan sangat berharap dengan kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi riset dan persahabatan antar akademisi di Indonesia maupun Vietnam. Mengangkat tema tentang peternakan serta dampaknya terhadap lingkungan, para peserta dari Fapet UGM dan Nong Lam University (NLU) pun terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengetahuan.

“Seminar ini menampilkan presentasi yang mencakup berbagai topik terkait praktik peternakan berkelanjutan serta kesejahteraan hewan,”papar Budi Guntoro

Sejumlah dosen dari Fakultas Peternakan UGM yang ikut mendampingi para mahasiswa diantaranya Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra,  S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU., Prof. Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agr., Ph.D., IPM., dan Dr. Ir. Suci Paramitasari Syahlani, M.M., IPM.

Penulis: Satria

Foto: Panitia

Artikel Fapet UGM-NLU HCMC Vietnam Kerja Sama Adakan The 5th International Joint Graduate Seminar on Animal and Agricultural Sciences pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-nlu-hcmc-vietnam-kerja-sama-adakan-the-5th-international-joint-graduate-seminar-on-animal-and-agricultural-sciences/feed/ 0
Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/#respond Thu, 04 Jul 2024 06:56:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65762 Kebutuhan pangan saat ini menjadi poin sangat krusial. Hal ini disebabkan karena persediaan kebutuhan pangan di dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional menyatakan hingga saat ini semua kebutuhan pangan strategis di Indonesia belum dapat dipenuhi dengan produksi domestik. Sejumlah pangan utama masih harus impor. […]

Artikel Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebutuhan pangan saat ini menjadi poin sangat krusial. Hal ini disebabkan karena persediaan kebutuhan pangan di dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional menyatakan hingga saat ini semua kebutuhan pangan strategis di Indonesia belum dapat dipenuhi dengan produksi domestik. Sejumlah pangan utama masih harus impor.

Ngawis, Gunungkidul merupakan salah satu daerah pemasok kebutuhan pangan seperti padi, kacang-kacangan, jagung, dan cabai cukup banyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan ketua Karang Taruna Harapan Jaya di Dusun Ngawis 2 didapati sejumlah permasalahan pertanian yang menjadi keluhan para mitra.

Permasalahan tersebut mulai dari masalah hama, menurunnya produktivitas lahan, kekeringan, metode pemupukan dan manajemen pemeliharaan tanaman yang masih sederhana, hingga sistem pertanian yang belum modern.

Berbagai permasalahan tersebut tentunya memerlukan solusi karena Dusun Ngawis 2 memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Karenanya dusun ini sangat mengharapkan solusi dan penyuluhan dari pihak luar yang bisa membantu mengurai permasalahan pertanian di Dusun Ngawis 2.

“Saat ini permasalahan pertanian yang sedang dihadapi mulai dari hama, manajemen pertanian, kekeringan, hingga sistem pertanian yang masih tradisional. Kami sangat berharap adanya penyuluhan dari pihak luar agar bisa mengubah ini semua dan bisa mendatangkan sumber bisnis tambahan bagi kami,” ujar Sutar selaku anggota Karang Taruna Harapan Jaya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada bersama mitra Karang Taruna Harapan Jaya mengembangkan transformasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang berjudul “Drylands Farming“: Penguatan Potensi Karang Taruna Berbasis Agroedutainment and Smart Innovation Menuju Transformasi Pertanian Presisi 3E di Dusun Ngawis, Gunungkidul.

Tim ini beranggotakan Faris Ariwibowo, Awaliyatul Mukaromah, Sofi, Adry Aqwam Thoriq (Mahasiswa Fakultas Peternakan), Ana Nur Fauziah  (Mahasiswa Teknologi Pertanian), dan Vania Zerlin Azaria (Mahasiswa Fakultas Pertanian). Dengan dosen pendamping Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng, dosen Fakultas Peternakan, Departemen Sosial Ekonomi Peternakan.

Faris Ariwibowo selaku ketua Tim PKM-PM mengatakan para mahasiswa UGM dalam program ini berusaha mengembangkan sistem pertanian di Dusun Ngawis 2 melalui pemberdayaan Karang Taruna berbasis agroedutainment dan smart innovation sebagai agen of change. Dengan pemberdayaan yang dilakukan diharapkan mampu membawa perubahan kedepannya sekaligus seiring dengan tujuan pembangunan  berkelanjutan (SDGs). Saat melakukan survei lokasi, dia menyampaikan hadirnya smart innovation melalui penciptaan inovasi smart bag fertinnovation and sprinkler application diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di Dusun Ngawis 2 dengan efektif, efisien, dan ekonomis.

“Dengan keberlanjutan program ini tentunya akan membuka kemungkinan adanya pembuatan usaha konveksi smart bag fertinnovation dan juga penjualan pupuk kompos mandiri, sehingga akan mampu menjadi usaha tambahan bagi masyarakat dan mitra,” ujar Faris, di Kampus UGM, Kamis (4/7).

Menurut Faris skala prioritas yang perlu dilakukan adalah menghadirkan penguatan potensi karang taruna berbasis agroedutainment dan smart innovation. Kegiatan agroedutainment terdiri dari program pelatihan pengolahan lahan, penanaman, pengecekan kondisi tanah, metode pemupukan, irigasi, pembuatan pupuk kompos mandiri, praktik pembuatan inovasi, dan pemanenan.

Data BPS tahun 2021 menyebut Kecamatan Karangmojo memiliki luas lahan produktif sekitar 2.021 hektare. Luas lahan ini mencakup lahan yang ada di Dusun Ngawis 2. Dengan program drylands farming yang terdiri dari kegiatan agroedutainment sebagai penguatan potensi karang taruna diharapkan dapat membentuk jiwa entrepreneur sebagai modal peningkatan taraf hidup masyarakat dan mitra.

“Keterlibatan anggota karang taruna dalam hal ini Karang Taruna Harapan Jaya yang memiliki usia produktif akan menciptakan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan segi ekonomi, dan mengenalkan inovasi yang tepat guna sebagai upaya peralihan menuju pertanian yang modern. Tercapainya sistem pertanian presisi 3E (efisien, efektif, dan ekonomis) dimungkinkan mempermudah bagi masyarakat mitra dalam mengembangkan potensi pertanian yang lebih baik,” paparnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/feed/ 0
Fakultas Pertanian Kembangkan Rooftop Urban Agriculture Untuk Pangan dan Kota Sehat https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/#respond Thu, 16 May 2024 03:21:57 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/ Inovasi strategis terus diusahakan Fakultas Pertanian UGM. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, salah satu terobosan yang kemudian dilakukan adalah penerapan rooftop urban agriculture dengan pemanfaatan atap gedung untuk budidaya tanaman buah. Inovasi terbaru ini dilakukan di atap Gedung Rachmiwati Fakultas Pertanian UGM. Penerapan urban agriculture ini dilakukan dengan membuat green house dengan komoditas buah melon. Rektor UGM, Wakil Rektor […]

Artikel Fakultas Pertanian Kembangkan Rooftop Urban Agriculture Untuk Pangan dan Kota Sehat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Inovasi strategis terus diusahakan Fakultas Pertanian UGM. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, salah satu terobosan yang kemudian dilakukan adalah penerapan rooftop urban agriculture dengan pemanfaatan atap gedung untuk budidaya tanaman buah.

Inovasi terbaru ini dilakukan di atap Gedung Rachmiwati Fakultas Pertanian UGM. Penerapan urban agriculture ini dilakukan dengan membuat green house dengan komoditas buah melon.

Rektor UGM, Wakil Rektor Bidang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dekan Fakultas Kehutanan, Dekan Fakultas Filsafat, Dekan Fakultas Fisipol, dan Dekan Fakultas Geografi didampingi Dekan Fakultas Pertanian berkesempatan mengunjungi sekaligus melakukan panen buah Melon pada hari Rabu (15/5).

Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D selaku Dekan Fakultas Pertanian mengatakan penanaman buah di atap gedung fakultas sebagai wujud pengembangan urban agriculture yang sehat dan menguntungkan.

“Dengan memanfaatkan atap gedung ini diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi petani dan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Dia menyampaikan hasil panen buah melon yang ditanam di green house atap dapat mencapai 3-4 kg per buah dengan umur 65 hari semenjak tanam. Hasil ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan ruang yang ada untuk budidaya tanaman dengan perawatan yang tepat tetap bisa menghasilkan tanaman yang subur dan sehat.

Apresiasi disampaikan Rektor, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D. Dia menyampaikan kesannya adanya green house yang dimanfaatkan untuk menanam melon jenis Sweet Hami.

“Ini adalah suatu inisiasi yang bagus sekali untuk memanfaatkan ruang yang dapat digunakan untuk urban farming,” ucapnya.

Rektor berharap inovasi Fakultas Pertanian UGM dapat ditularkan di fakultas-fakultas atau unit-unit di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dengan model semacam ini diharapkan pemanfaatan ruang di fakultas atau unit-unit lebih maksimal dan menjadi lingkungan yang hijau.

Penulis: Talita Salma

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

 

 

Artikel Fakultas Pertanian Kembangkan Rooftop Urban Agriculture Untuk Pangan dan Kota Sehat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/feed/ 0
Pakar UGM Berpendapat Soal Keinginan Pemerintah Indonesia dan Cina Tanam Padi di Kalimantan https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-berpendapat-soal-keinginan-pemerintah-indonesia-dan-china-tanam-padi-di-kalimantan/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-berpendapat-soal-keinginan-pemerintah-indonesia-dan-china-tanam-padi-di-kalimantan/#respond Mon, 06 May 2024 09:07:34 +0000 https://ugm.ac.id/pakar-ugm-berpendapat-soal-keinginan-pemerintah-indonesia-dan-china-tanam-padi-di-kalimantan/ Pemerintah belum lama berniat akan berkolaborasi dengan Cina dalam pengembangan lahan pertanian di Kalimantan Tengah. Kesepakatan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dan merupakan hasil pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, dalam forum High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRC di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, […]

Artikel Pakar UGM Berpendapat Soal Keinginan Pemerintah Indonesia dan Cina Tanam Padi di Kalimantan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah belum lama berniat akan berkolaborasi dengan Cina dalam pengembangan lahan pertanian di Kalimantan Tengah. Kesepakatan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dan merupakan hasil pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, dalam forum High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRC di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jum’at (19/4).

Bahkan sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, sudah direncanakan untuk pelaksanaan kerja sama bidang pertanian dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau. Di Kabupaten Pulang Pisau telah dipersiapkan satu juta hektar lahan sebagai lokasi yang bisa digunakan untuk proyek tersebut.

Terkait program ini, pemerintah berjanji akan ada pelibatan mitra lokal. Dalam hal ini adalah Bulog yang berfungsi sebagai offtaker  dan bertugas menyerap hasil panen dari proyek penanaman padi tersebut.

Bagi Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D., secara teori hal ini tentu akan menjadi sesuatu yang menggembirakan karena teknologi pertanian dari Cina sudah terbukti menghasilkan produktivitas yang tinggi.  Apabila terlaksana tentunya swasembada beras bukan lagi isapan jempol semata.

Meski begitu, menurutnya terdapat kompleksitas sangat besar membahas pertanian di Indonesia. Menurutnya tidak ada pihak yang bisa menggeneralisasi atau menggaransi keberhasilan penanaman padi di Cina juga akan mencapai keberhasilan yang sama di Indonesia.

“Sukses disana belum tentu akan mendapatkan hasil yang sama di Indonesia, dalam hal ini di Kalimantan Tengah. Ada banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan komoditas pertanian, termasuk kondisi lingkungan seperti iklim, tanah, hama, penyakit, dan aspek sosial masyarakat,” ungkapnya di Kampus UGM, Senin (6/5).

Sebagai ahli sekaligus pengamat di bidang pertanian, agrometeorologi, ilmu lingkungan dan perubahan iklim, ia menyampaikan ada kearifan lokal dalam sektor pertanian yang harus mendapat perhatian. Kearifan lokal ini sangat kental, dan sebagai contoh di sekitar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal adanya istilah pranata mangsa atau penanggalan Jawa sebagai panduan bagi petani dalam menjalankan aktivitas bercocok tanam.

Kalender Pranata Mangsa disusun berdasarkan pada peredaran Matahari dan diwariskan secara lisan serta bersifat lokal dan temporal sehingga suatu perincian yang dibuat untuk suatu tempat tidak sepenuhnya berlaku untuk tempat atau lokasi lain. Biasanya pranata mangsa ini digunakan petani sebagai pedoman untuk menentukan awal masa tanam.

“Dari sisi cara budi daya juga berbeda, hal ini juga tidak terlepas dari kondisi lingkungan setempat. Sebagai contoh, untuk daerah dengan kondisi tanah yang memiliki pH tinggi atau basa, sehingga untuk menjadikan lahan tersebut bisa ditanami dengan kondisi ideal, harus dilakukan treatment untuk menurunkan pH tersebut menjadi lahan ideal atau standar,” katanya.

Belum lagi menyangkut dengan skala yang lebih sempit dalam satu hamparan, antara petak satu dengan petak lain terkadang berbeda. Ada petak sawah yang lebih subur, dan ada petak sawah lainnya yang kurang subur.

Hal ini semacam ini, menurutnya juga dipengaruhi cara budi daya petani di masing-masing petak tersebut. Pertanyaannya, lantas bagaimana kita menyikapinya mengenai rencana proyek tersebut?

Bayu menuturkan dalam situasi global saat ini menolak atau membatasi kerja sama dengan negara sangat tidak mungkin dilakukan. Meskipun menerapkan pertanian secara langsung di lahan yang luas tanpa uji coba pada skala demplot dinilai juga sebagai langkah tidak tepat.

Menurutnya yang sangat ditakutkan adalah kegagalan karena bibit tidak bisa tumbuh dengan baik atau tidak menghasilkan produktivitas seperti yang diharapkan. “Bagaimanapun kondisi lingkungan Cina dan Indonesia dalam hal ini Kalimantan Tengah memang berbeda,” ucapnya.

Karena itu, pendapatnya sebaiknya proyek penanaman tersebut tidak langsung dilakukan di area yang luas, dan bisa dilakukan semacam piloting dengan demplot untuk pengujian terlebih dahulu. Apakah bibit yang berasal dari Cina tersebut cocok dengan kondisi lingkungan dan bisa diterapkan di Kalimantan Tengah.

Di sinilah peran akademisi atau lembaga riset dituntut untuk bisa memikirkan dan solusi. Banyak pihak diharapkan turut mengamati sekaligus menguji apakah bibit dari Cina tersebut bisa ditanam di Indonesia secara langsung atau justru diperlukan suatu modifikasi supaya bisa ditanam dengan kondisi riil di lahan.

“Jika bibit dari Cina telah diuji dan terbukti dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta menghasilkan produktivitas tinggi seperti di Cina, maka tentunya diperlukan peningkatan skala,” tandasnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: freepik.com

Artikel Pakar UGM Berpendapat Soal Keinginan Pemerintah Indonesia dan Cina Tanam Padi di Kalimantan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-berpendapat-soal-keinginan-pemerintah-indonesia-dan-china-tanam-padi-di-kalimantan/feed/ 0
Pengamat UGM: Hari Buruh, Jangan Lupakan Nasib para Buruh Tani https://ugm.ac.id/id/berita/pengamat-ugm-hari-buruh-jangan-lupakan-nasib-para-buruh-tani/ https://ugm.ac.id/id/berita/pengamat-ugm-hari-buruh-jangan-lupakan-nasib-para-buruh-tani/#respond Wed, 01 May 2024 10:06:38 +0000 https://ugm.ac.id/pengamat-ugm-hari-buruh-jangan-lupakan-nasib-para-buruh-tani/ Tanggal 1 Mei diperingati sebagai sebagai Hari Buruh Sedunia. Berbagai seremoni dan kegiatan dilakukan di sebagian besar kota-kota dunia. Beberapa kelompok buruh memperingatinya dengan melakukan upacara kebersamaan, kegiatan sosial, dan tidak sedikit dari mereka melakukan aksi gelar demo terkait keprihatinan nasib buruh, termasuk orasi aspirasi buruh di Istana Negara hari ini. Dari berbagai kegiatan dan […]

Artikel Pengamat UGM: Hari Buruh, Jangan Lupakan Nasib para Buruh Tani pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tanggal 1 Mei diperingati sebagai sebagai Hari Buruh Sedunia. Berbagai seremoni dan kegiatan dilakukan di sebagian besar kota-kota dunia. Beberapa kelompok buruh memperingatinya dengan melakukan upacara kebersamaan, kegiatan sosial, dan tidak sedikit dari mereka melakukan aksi gelar demo terkait keprihatinan nasib buruh, termasuk orasi aspirasi buruh di Istana Negara hari ini.

Dari berbagai kegiatan dan seremoni berharap peringatan Hari Buruh sebagai momentum untuk merubah nasib para buruh. Karena nasib baik buruh di dunia belum berpihak padanya, termasuk buruh-buruh di Indonesia.

“Mereka belum sepenuhnya hidup layak sesuai dengan harapan. Penghasilan pas pasan membuat mereka terpaksa hidup apa adanya. Kerja keras yang mereka lakukan tidak seimbang dengan suasana hidup layak sebagai anak bangsa,” ujar Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D. di Kampus UGM, Rabu (1/5) dalam sebuah wawancara.

Sebagai ahli sekaligus pengamat di bidang pertanian, agrometeorologi, ilmu lingkungan dan perubahan iklim, ia menyatakan dari sekian banyak buruh yang ada di Indonesia terkadang ada yang terlupa yaitu soal status dan nasib buruh tani. Mereka terlupakan bahkan menyangkut soal status hingga saat ini belum tercatat sebagai buruh dalam nomenklatur dalam peraturan ketenagakerjaan.

Sebagai contoh mereka para buruh tani hingga kini tidak memiliki Upah Minimal Regional (UMR) yang jelas. Padahal mereka bekerja keras di sawah dan hanya mendapatkan upah sesuai kesepakatan dengan pemilik sawah. Mereka pun tidak memiliki jaminan keberlanjutan bekerja sampai kapan.

“Bisa saja saat musim tanam mereka bekerja tetapi setelah itu mereka tidak lagi bekerja karena semua tergantung dari pemilik lahan,” katanya.

Status buruh tani merupakan status paling rendah dalam istilah dunia pertanian. Para buruh tani adalah bukan pemilik lahan (petani kaya). Mereka bukan juga sebagai petani karena hanya bekerja atau melakukan pekerjaan buruh di lahan yang bukan miliknya.

“Profesinya juga bukan seorang petani. Fenomena buruh tani ini bukan hal yang baru dan tiba-tiba, ini merupakan potret atau gambaran yang ada di masyarakat terutama di daerah-daerah pedesaan,” ucapnya.

Bayu menjelaskan mereka para buruh tani ini dicirikan dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak mengenyam dunia pendidikan. Ciri lainnya adalah kondisi perekonomian memprihatinkan.

Dilihat dari sisi perekonomian buruh, kehidupan ekonomi para buruh tani umumnya dalam kondisi parah dibanding dengan mereka para buruh yang bekerja di sektor non agraris (industri, pabrik, atau pertokoan).

“Sekali lagi, buruh tani ini merupakan pekerjaan yang temporer, tidak menentu, tidak ada kontrak kerja, dan tidak menjamin keberlangsungan jangka panjang. Buruh tani ini juga merupakan jenis pekerjaan panggilan atau kondisional yang secara waktu serta kepastian pekerjaannya sangat bergantung pada kebutuhan atau kehendak para petani atau pemilik lahan yang mau menggunakan jasanya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bayu menuturkan petani sendiri merupakan salah satu mata pencaharian yang ciri utamanya diukur dari kepemilikan lahan pertanian yang digarapnya. Tipologi petani sendiri dari berbagai referensi juga dapat dikategorikan ke dalam 4 kelompok besar, yaitu petani kaya (>2 ha), petani kecil (1-2 ha), petani gurem (<1 ha) dan petani buruh (tidak memiliki lahan).

Sedangkan buruh tani hidup dari berburuh dan sebagian besar penghasilannya pun diperoleh dari berburuh juga, sehingga cukup beralasan jika pendapatan mereka sangat rendah dan jauh dari kelayakan.

Dengan kondisi seperti itu tentunya menjadikan buruh tani sebagai salah satu penyumbang terbesar angka kemiskinan di pedesaan. Sehingga persoalan buruh tani ini penting untuk diperhatikan dan dibela agar ada perubahan dan peningkatan  tingkat kesejahteraan untuk mereka.

“Perlu dipikirkan bagaimana buruh tani ini diakomodir dalam aturan ketenagakerjaan. Syukur ada standart upah yang jelas seperti UMR karena bagaimanapun buruh tani juga merupakan bagian dari bangsa Indonesia sehingga pembelaan terhadap buruh tani harusnya juga sama dengan buruh-buruh lain yang ada di sektor non agraris. Semoga momentum Hari Buruh Sedunia juga menjadi mometum perubahan nasib buruh di dunia termasuk di Indonesia,” tandasnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Koran Jakarta.com

Artikel Pengamat UGM: Hari Buruh, Jangan Lupakan Nasib para Buruh Tani pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pengamat-ugm-hari-buruh-jangan-lupakan-nasib-para-buruh-tani/feed/ 0
Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Agronomi Cerdas Berbasis Kearifan Lokal Berkelas Global https://ugm.ac.id/id/berita/mewujudkan-ketahanan-pangan-melalui-implementasi-agronomi-cerdas-berbasis-kearifan-lokal-berkelas-global/ https://ugm.ac.id/id/berita/mewujudkan-ketahanan-pangan-melalui-implementasi-agronomi-cerdas-berbasis-kearifan-lokal-berkelas-global/#respond Fri, 26 Apr 2024 09:30:48 +0000 https://ugm.ac.id/mewujudkan-ketahanan-pangan-melalui-implementasi-agronomi-cerdas-berbasis-kearifan-lokal-berkelas-global/ Ketahanan pangan nasional merupakan isu seksi dalam beberapa tahun terakhir. Data tahun 2022 memberi pesan situasi ketahanan pangan nasional sedang tidak baik-baik saja. Tercatat, Indonesia berada di urutan ke 69 dari 113 negara dan di bawah rata-rata global sebesar 62,2. Rata-rata ketahanan pangan negara-negara Asia Pasifik-pun lebih tinggi dari rerata global yaitu 63,4, namun justru […]

Artikel Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Agronomi Cerdas Berbasis Kearifan Lokal Berkelas Global pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ketahanan pangan nasional merupakan isu seksi dalam beberapa tahun terakhir. Data tahun 2022 memberi pesan situasi ketahanan pangan nasional sedang tidak baik-baik saja. Tercatat, Indonesia berada di urutan ke 69 dari 113 negara dan di bawah rata-rata global sebesar 62,2.

Rata-rata ketahanan pangan negara-negara Asia Pasifik-pun lebih tinggi dari rerata global yaitu 63,4, namun justru Indonesia berada di bawah rerata global. Karenanya, diperlukan langkah agronomi yang strategis untuk memperbaiki situasi ini demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Webinar Nasional & Silaturahmi Agronomi yang dikemas dalam BUPER TALK #10 Spesial bertema Menuju Agronomi Cerdas Berbasis Kearifan Lokal Berkualitas Global menjadi arena tepat untuk memikirkan permasalahan tersebut. Para Agronom Indonesia, termasuk di dalamnya para Agronom Universitas Gadjah Mada memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki situasi di atas.

Prof. Didik Indradewa, Dip.Agr.St, Guru Besar Purnakarya Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM menjadi salah satu pembicara yang memberikan sumbang saran. Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan nasional dapat diwujudkan melalui operasionalisasi Agronomi Cerdas.

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menurutnya telah melahirkan banyak teknologi Agronomi Cerdas, khususnya yang berbasis kearifan lokal, dan dapat dioperasionalkan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui implementasinya secara disiplin.

“Beberapa diantaranya seperti Surjan, Ubikayu Mukibat, Subak, Pemupukan Cerdas Sistem Padi Apung dan Wanatani,” ujarnya di Auditorium Hardjono Danusastro, Faperta UGM, Jum’at (26/4).

Didik Indradewa menyebut kearifan lokal tersebut berpotensi bisa ditingkatkan kembali produktivitasnya melalui kombinasinya dengan Artificial Intelligent (AI) berbasis Internet of Think (IoT). Kearifan lokal di atas merupakan perwujudan dari Agronomi Cerdas yang lahir melalui proses panjang dengan mempertimbangkan karakteristik agroklimat setempat sehingga berpotensi lebih presisi untuk menjamin terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Beberapa kearifan lokal dari Agronomi Cerdas Indonesia bahkan sudah mendapatkan pengakuan global, diantaranya yaitu Surjan, Subak, dan Ubikayu Mukibat,” papar Agronom UGM ini.

Pendapat senada disampaikan oleh Dr. Ir. Syamsudin, M.Sc., Kepala Balai Besar Penerapan Standar Instrument Pertanian, Kementerian Pertanian. Ia menyampaikan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dapat dilakukan melalui operasionalisasi Teknologi Agronomi Cerdas Indonesia yang berbasis kearifan lokal dikombinasikan dengan pemanfaatan AI dan IoT. Sebagai contoh dalam rangka meningkatkan produksi beras di Kalimantan Barat pada saat ini bahwa dalam operasionalisasinya menggunakan teknologi berbasis kearifal lokal Kalimantan Barat dalam berbudi daya padi.

“Untuk lebih menjamin perbaikan produktivitas, teknologi kearifan lokal tersebut dikombinasikan dengan implementasi teknologi Drone untuk keperluan mapping kesehatan tanaman, aplikasi pupuk, dan pestisida,” paparnya.

Mahmudi, S.P., M.Si, selaku Direktur Produksi dan Pengambangan PTPN Holding dalam kesempatan ini menyoroti permasalahan dari sisi komoditas perkebunan. Dirinya berpendapat ketahanan produksi tanaman perkebunan sangat ditentukan oleh kemampuan pemangku kepentingan pertanian dan perkebunan dalam mengoperasionalkan pendekatan Agronomi Cerdas.

Misalnya untuk menjamin tingginya produktivitas kelapa sawit, tebu, karet, teh, kopi, dan kakao. Pada proses produksi tanaman perkebunan tentu saja selalu menjumpai turbulensi terutama dari beberapa anasir cuaca dan gangguan hama-penyakit.

“Karenanya supaya produktivitas terjaga pada level tinggi diperlukan pendekatan Agronomi Cerdas untuk menghadapi turbulensi anasir cuaca maupun tekanan hama-penyakit,” terangnya.

Adhitya Herwin D, S.P., M.I.Kom., Manager Pemasaran PT. Pupuk Indonesia Holding mengungkapkan untuk menjamin produktivitas tinggi dari setiap komoditas tanaman banyak faktor yang menentukan, salah satunya yang utama soal ketercukupan unsur hara esensial. Kebutuhan hara esensial tanaman dapat tercukupi oleh pemupukan, dan karena itu teknologi pupuk juga merupakan bagian penting dalam konsep Agronomi Cerdas.

“PT. Pupuk Indonesia Holding hingga saat ini berkomitmen untuk mewujudkan teknologi pupuk cerdas untuk mendukung operasionalisasi Agronomi Cerdas. Beberapa diantaranya yaitu control release fertilizer (CRF) dan teknologi pupuk nano (nano fertilizer technology). Kedua tipe pupuk modern ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari pupuk konvensional untuk lebih menjamin efektivitas dan efisiensi pemupukan,” ungkapnya.

Sedangkan Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D., peneliti Fakultas Pertanian UGM menyatakan Agronomi Cerdas per definisi merupakan sebuah pendekatan terintegrasi dalam mengelola lansekap, baik komponen tanaman dan komponen lainnya, yang ditujukan untuk mengatasi tantangan yang saling terkait antara ketahanan produksi tanaman dan perubahan daya dukung lahan. Oleh karena itu, implementasi Agronomi Cerdas merupakan upaya untuk mewujudkan triple win dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, yaitu peningkatan produktivitas, peningkatan resiliensi, dan pengurangan emisi.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Agronomi Cerdas Berbasis Kearifan Lokal Berkelas Global pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mewujudkan-ketahanan-pangan-melalui-implementasi-agronomi-cerdas-berbasis-kearifan-lokal-berkelas-global/feed/ 0