permen antikaries Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/permen-antikaries/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 05 Aug 2024 13:31:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Bikin Permen Karet Pengangkat Plak Gigi dari Ekstrak Kulit  Buah Naga https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-permen-karet-pengangkat-plak-gigi-dari-ekstrak-kulit-buah-naga/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-permen-karet-pengangkat-plak-gigi-dari-ekstrak-kulit-buah-naga/#respond Mon, 05 Aug 2024 13:26:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68773 Tingginya kasus karies pada masyarakat terutama usia anak-anak di Indonesia menjadi  perhatian lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Para mahasiswa ini melakukan  penelitian mengembangkan produk permen karet yang mengandung ekstrak kulit buah naga untuk mendeteksi dan mengangkat plak gigi sebagai inovasi pencegahan karies. Penelitian  permen karet yang dinamakan “Draco-chew” dilakukan oleh Fatimah Islamia, Tyasadwi Bumi, Lutfia  Nur […]

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Permen Karet Pengangkat Plak Gigi dari Ekstrak Kulit  Buah Naga pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tingginya kasus karies pada masyarakat terutama usia anak-anak di Indonesia menjadi  perhatian lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Para mahasiswa ini melakukan  penelitian mengembangkan produk permen karet yang mengandung ekstrak kulit buah naga untuk mendeteksi dan mengangkat plak gigi sebagai inovasi pencegahan karies.

Penelitian  permen karet yang dinamakan “Draco-chew” dilakukan oleh Fatimah Islamia, Tyasadwi Bumi, Lutfia  Nur Shabrina, Desika Yuspina Nurhidayah, dan Dyza Fathmasari Danisworo, kelimanya adalah mahasiswa  FKG UGM angkatan 2023, di bawah bimbingan Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes dari  Departemen Biologi Oral FKG UGM. Penelitian ini mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek RI di bawah skema Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset  Eksakta (PKM-RE) tahun 2024.

Soal pemilihan nama permen “Draco-chew”, Fatimah mengatakan nama tersebut diambil dari nama bahan yang dari ekstrak kulit  buah naga yang berasal dari kata Dragon fruit (buah naga) dan chewing (mengunyah). Menurut Fatimah, pembuatan produk ini dilatarbelakangi dari masalah karies atau gigi berlubang yang diderita lebih dari setengah penduduk di dunia. Terlebih, Di Indonesia penyakit gigi  dan mulut terbanyak adalah gigi berlubang.  “Permen ini digunakan sebagai sarana edukasi khususnya anak-anak SD di bawah pengawasan orang tua, digunakan sebelum menggosok gigi dan sebelum tidur, sehingga tau ada plak di gigi dan langsung menggosok gigi,” ucap Fatimah dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (5/8).

Lebih jauh Fatimah menjelaskan bahwa Kulit dan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung zat warna merah betasianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan dan menjadi alternatif  pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan serta bersifat antibakteri. “Kemampuan betasianin mewarnai dan sifat antibakteri menjadikan kulit dan  daging buah naga berpotensi untuk dimanfaatkan di dunia kedokteran gigi,” paparnya.

Permen karet Draco-chew ini sudah diujikan pada biakan plak gigi secara in vitro berupa pengamatan kemampuan penempelan warna pada plak serta  kemampuan perlekatan plak pada permen karet. Selanjutnya, intensitas warna ekstrak buah naga dibandingkan  dengan disclosing solution, suatu larutan pewarna plak gigi standar di bidang kedokteran gigi. “Betasianin dalam ekstrak kulit buah naga dapat mewarnai plak gigi, sehingga memudahkan  masyarakat mendeteksi keberadaan plak di permukaan gigi yang belum terjangkau oleh sikat gigi,” ungkap Shabrina, anggota tim PKM lainnya.

Dengan mengunyah permen karet, kata Shabrina, dapat meningkatkan produksi air ludah yang membantu dalam  pembersihan rongga mulut serta mengangkat plak gigi yang masih belum matang. Dengan demikian permen karet ekstrak kulit buah naga ini mempunyai beragam kegunaan dalam  pencegahan karies, yaitu mendeteksi atau mewarnai keberadaan plak, membantu mengangkat  plak gigi serta meningkatkan produksi air ludah.

Meski baru sebatas penelitian awal, imbuhnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai komposisi permen karet Draco-chew yang lebih baik serta uji lainnya agar aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. Namun begitu, produk inovasi permen karet Draco-chew yang dapat mengangkat dan mendeteksi keberadaan plak gigi ini dapat  diproduksi massal serta dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki cara menggosok gigi dan  membantu mencegah terjadinya karies. “Permen karet ini diuji toksisitas dan lainnya sehingga kelak dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Kami berharap semoga permen ini dapat mengurangi kasus gigi berlubang terutama yang terjadi pada anak-anak,” pungkasnya.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Permen Karet Pengangkat Plak Gigi dari Ekstrak Kulit  Buah Naga pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-permen-karet-pengangkat-plak-gigi-dari-ekstrak-kulit-buah-naga/feed/ 0
Mahasiswa UGM Bikin Permen Antikaries dari Bahan Nanokitosan dan Buah Tempayang https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-permen-antikaries-dari-bahan-nanokitosan-dan-buah-tempayang/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-permen-antikaries-dari-bahan-nanokitosan-dan-buah-tempayang/#respond Wed, 31 Jul 2024 00:33:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68155 Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Nasional yang dilakukan tahun 2018 menunjukkan data bahwa 92,6% anak usia 5-9 tahun mengalami masalah karies gigi yang diakibatkan tingginya konsumsi makanan manis di kalangan anak-anak. Dalam upaya mendukung target pemerintah yakni Indonesia bebas karies pada tahun 2030, Tim mahasiswa UGM mengembangkan formulasi baru untuk permen antikaries gigi berbasis teknologi […]

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Permen Antikaries dari Bahan Nanokitosan dan Buah Tempayang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Nasional yang dilakukan tahun 2018 menunjukkan data bahwa 92,6% anak usia 5-9 tahun mengalami masalah karies gigi yang diakibatkan tingginya konsumsi makanan manis di kalangan anak-anak. Dalam upaya mendukung target pemerintah yakni Indonesia bebas karies pada tahun 2030, Tim mahasiswa UGM mengembangkan formulasi baru untuk permen antikaries gigi berbasis teknologi nano yang menggunakan ekstrak buah tempayang (Sterculia lychnophora) dan nano kitosan. 

Tim UGM terdiri dari Salsabila Desti Winarno (Farmasi 2022), Nabila Fahrida Rahma (Farmasi 2022), Meilafaisa Wilis Alfidia (Kimia 2022), Almadhitya Salsabila (Kedokteran Gigi 2022), dan Ade Zulfa Imania (Farmasi 2022), Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, pada bulan Mei hingga Juli 2024 dengan bimbingan Dosen Farmasi UGM, Marlyn Dian Laksitorini, M.Sc., Ph.D.

Almadhitya Salsabila mengatakan ide penggunaan buah tempayang dalam riset ini berdasarkan pengamatan keseharian masyarakat Pemalang yang memanfaatkannya sebagai obat tradisional. Bahkan dalam literatur juga diketahui, ekstrak buah tempayang memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans dan pembentukan biofilm pada gigi.

Selain buah tempayang, tim peneliti juga memanfaatkan nano kitosan sebagai bahan tambahan dalam formulasi permen anti karies. Nanopartikel kitosan telah terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap S. mutans. “Keunggulan lain dari nanopartikel kitosan adalah biodegradable, biocompatible, dan tidak mempengaruhi estetika gigi,” tutur Almadhitya.

Seperti diketahui, bakteri Streptococcus mutans mengubah sukrosa menjadi glukan menggunakan enzim glukosiltransferase, membentuk biofilm, dan menghasilkan asam. Proses ini menurunkan pH di sekitar gigi, menyebabkan demineralisasi enamel dan dentin. “Oleh karena itu, kami menggunakan bahan xylitol dan sorbitol sebagai pengganti sukrosa,” ujar Nabila, anggota tim lainnya.

Nabila menjelaskan penggunaan xylitol dan sorbitol juga dapat membantu mempertahankan tekstur kenyal pada permen gummy karena memiliki sifat hidrasi yang tinggi. Hal ini membuat permen kami mudah dikunyah dan memiliki konsistensi yang baik. “Selain itu, xylitol dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, mengurangi produksi asam yang merusak enamel gigi, serta meningkatkan produksi air liur untuk menetralkan keasaman plak,” jelasnya.

Nabila berharap, penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang kesehatan gigi pada anak di Indonesia. Selain itu, hasil riset ini juga dapat diterapkan dalam pengabdian masyarakat melalui pembuatan modul atau video untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan produk dapat menjadi peluang kewirausahaan.”Kami berharap bahwa produk ini tidak hanya membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan,” tutupnya.

Penulis : Triya Andriyani

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Permen Antikaries dari Bahan Nanokitosan dan Buah Tempayang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-permen-antikaries-dari-bahan-nanokitosan-dan-buah-tempayang/feed/ 0