perikanan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/perikanan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 09 Oct 2024 11:56:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kondisi Air dan Kualitas Pakan jadi Penyebab Benih Ikan Mati Mendadak  https://ugm.ac.id/id/berita/kondisi-air-dan-kualitas-pakan-jadi-penyebab-benih-ikan-mati-mendadak/ https://ugm.ac.id/id/berita/kondisi-air-dan-kualitas-pakan-jadi-penyebab-benih-ikan-mati-mendadak/#respond Wed, 09 Oct 2024 11:54:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71463 Musim kemarau panjang yang terjadi di Indonesia tidak hanya mempengaruhi sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor perikanan. Suhu yang meningkat menyebabkan berbagai masalah dari munculnya beberapa penyakit, kematian bibit hingga benih ikan tidak dapat tumbuh dengan optimal. Kondisi ini menjadi perhatian penuh bagi Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan. Tim pengabdian FKH UGM dari Departemen […]

Artikel Kondisi Air dan Kualitas Pakan jadi Penyebab Benih Ikan Mati Mendadak  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Musim kemarau panjang yang terjadi di Indonesia tidak hanya mempengaruhi sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor perikanan. Suhu yang meningkat menyebabkan berbagai masalah dari munculnya beberapa penyakit, kematian bibit hingga benih ikan tidak dapat tumbuh dengan optimal.

Kondisi ini menjadi perhatian penuh bagi Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan. Tim pengabdian FKH UGM dari Departemen Patologi yang terdiri dari dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa koas melaksanakan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas budidaya ikan di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Mina Raya, Kaliwaru, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Selasa (8/10).

Tim dosen yang hadir dalam tim pengabdian kali ini adalah drh. Sugiyono, M.Sc., drh. Mia Nur Farida, M.Sc. selaku ketua tim pengabdian, dan drh. Afif Muhammad Akrom, M.Sc. Ketua Departemen Patologi, drh. Sitarani Widyarini, M.P., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Setibanya di lokasi, tim pengabdian FKH disambut baik oleh pengelola P2MKP, Anjar Purnomo. Ia mempersilahkan tim pengabdian FKH untuk memantau kondisi benih ikan mas dan ikan nila yang sedang diternakkan.

Selaku ketua tim pengabdian, Mia Nur Farida menyampaikan perhatiannya terhadap kesehatan ikan. Mia dan tim berdiskusi dengan pengelola dan pengurus P2MKP Mina Raya tentang kondisi bibit ikan yang tengah dibudidayakan. Menurut Anjar, terjadi kasus kematian bibit ikan dalam waktu 4 minggu ini yang terjadi secara terus menerus. Hal ini terjadi ketika bibit ikan berupa larva dipindahkan ke waduk. “Jumlahnya tidak banyak tetapi terjadi terus menerus, hingga kehidupan ikan tinggal 40%,” ujar Anjar.

Selain itu, Anjar mengaku banyak ikan yang mati di kolam dalam jangka 9 hari. Sampai sekarang, ia mengaku belum menemukan solusi dari masalah ini. Banyak gejala ikan sakit, di antaranya mata yang menggembung, ikan yang tidak aktif, dan tidak responsif terhadap pergerakan manusia, yang kemudian berujung pada kematian ikan. “Dahulu, tingkat kehidupan ikan bisa mencapai 80-90%, tetapi untuk saat ini, sulit untuk mencapai angka tersebut. Tingkat kehidupan ikan hanya mencapai 30-40% saja,” paparnya.

Menanggapi keluhan tersebut, drh. Sugiyono, M.Sc. menawarkan beberapa solusi, seperti mengecek sumber air dan perbaikan gizi ikan. Apabila tingkat kematian tinggi, pengelola harus mengevaluasi air, temperatur air, kadar oksigen, kadar amonia dalam air, dan lain sebagainya. Sugiyono menyarankan pemasangan termometer di dalam kolam agar pengelola dapat memantau temperatur air kolam setiap saat. Lebih lanjut, Sugiyono menyarankan penggunaan paranet untuk menjaga temperatur air. “Termometer cocok untuk dipasang di kolam-kolam seperti ini,” ujar Sugiyono.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto    : Freepik

Artikel Kondisi Air dan Kualitas Pakan jadi Penyebab Benih Ikan Mati Mendadak  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kondisi-air-dan-kualitas-pakan-jadi-penyebab-benih-ikan-mati-mendadak/feed/ 0
Tim PPK Ormawa Nawasatya UGM Bantu Hilirisasi Perikanan Air Tawar Desa Sendangrejo https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ppk-ormawa-nawasatya-ugm-bantu-hilirisasi-perikanan-air-tawar-desa-sendangrejo/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ppk-ormawa-nawasatya-ugm-bantu-hilirisasi-perikanan-air-tawar-desa-sendangrejo/#respond Fri, 12 Jul 2024 06:25:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66812 Kolaborasi 15 mahasiswa UGM dari berbagai program studi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa hilirisasi perikanan air tawar di Desa Sendangrejo, Sleman. Kegiatan pengabdian kepada masyrakat melalui PPK Ormawa 2024, ini terselenggara dengan dukungan pendanaan dari Kemendikbudristek. Tim yang bernama Nawasatya UGM, ini berhasil membuat matriks program bernama SensHation (Sendangrejo House of Economical Innovation). Salah satu […]

Artikel Tim PPK Ormawa Nawasatya UGM Bantu Hilirisasi Perikanan Air Tawar Desa Sendangrejo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kolaborasi 15 mahasiswa UGM dari berbagai program studi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa hilirisasi perikanan air tawar di Desa Sendangrejo, Sleman. Kegiatan pengabdian kepada masyrakat melalui PPK Ormawa 2024, ini terselenggara dengan dukungan pendanaan dari Kemendikbudristek.

Tim yang bernama Nawasatya UGM, ini berhasil membuat matriks program bernama SensHation (Sendangrejo House of Economical Innovation). Salah satu program SensHation adalah rumah inovasi ekonomi yang bertujuan untuk  meningkatkan nilai kewirausahaan Desa Sendangrejo, dan fokus utama dari program ini adalah meningkatkan nilai kewirausahaan bagi kelompok perikanan dan masyarakat Desa Sendangrejo.

“Program ini berangkat dari permasalahan beberapa tahun terakhir, yakni penurunan jumlah produksi ikan gurame sebesar 8 ton pada tahun 2021 akibat dari perubahan iklim yang ditandai dengan tercemarnya kualitas sumber pengairan yang berasal dari Sungai Putih melalui Selokan Van Derwijck,” ujar Muhammad Salman, ketua pelaksana PPK Ormawa Nawasatya, di Kampus UGM, jum’at (12/7).

Muh Salman menuturkan merebaknya pandemi COVID-19 di tahun 2020 mengakibatkan pergerakan pasar sektor perikanan sempat lesu. Adanya lonjakan biaya pakan mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan antara permintaan konsumen dan biaya produksi yang tinggi.

Melalui program SensHation, katanya kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan dengan fokus pada peningkatan nilai perekonomian masyarakat Desa Sendangrejo. “Kita berharap dengan program hilirisasi yang dirancang dapat mengembalikan iklim pasar dan nilai jual perikanan lebih optimal lagi,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Ormawa NAWASATYA melalui program SensHation membawa tiga program utama Pertama, House of Hatchery Innovation yang mencakup rangkaian kegiatan pendederan ikan nila menggunakan teknologi Water Chamber Incubator dan pembuatan Bio Active Filter untuk pendederan ikan gurame. Kedua, House of Product Innovation berupa diversifikasi produk olahan ikan, dan ketiga House of Merchant Innovation berupa pelatihan manajemen kewirausahaan dan pendampingan pemasaran produk melalui kerja sama jaringan kemitraan.

“Ketiga program utama ini ditetapkan setelah melalui survei, diskusi panjang, dan berkomitmen pada percepatan SDGs Desa,” paparnya.

Muh Salman memaparkan tonggak kesuksesan program hilirisasi ini dimulai dari sistem pendederan, melalui pembuatan teknologi water chamber incubator untuk meningkatkan daya tetas telur ikan nila serta pembuatan bio active filter carbon untuk meningkatkan kualitas pengairan dalam pendederan ikan gurame. Dilanjutkan dengan optimalisasi diversifikasi produk olahan ikan seperti pembuatan abon, fillet, dan bakso ikan.

“Sedangkan pada bulan terakhir program, diadakan pelatihan manajemen kewirausahaan bagi kelompok dan pelaku usaha perikanan untuk memperluas pasar produksi,” ungkapnya.

Nasih Widya Yuwono selaku dosen pembimbing mengarahkan program SensHation untuk terus meningkatkan kinerja tim dan jangkauan sasaran program lebih luas. Program hilirisasi perikanan ini, disebutnya mendukung peningkatan produksi dan pasar perikanan Desa Sendangrejo.

Dia menjelaskan konsep pendederan dan diversifikasi produk perlu RnD yang kuat dan dukungan stakeholder untuk hasil optimal. Oleh karena itu, Ormawa NAWASATYA akan menggandeng beberapa mitra strategis dalam setiap program untuk mendukung kesuksesan program SensHation.

Dia menyampaikan pula bila program hilirisasi akuakultur perikanan SensHation sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDG’s) desa melalui pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Hal ini bersinergi dengan tujuan SDG’s kedelapan, yaitu pertumbuhan ekonomi desa yang merata dengan adanya iklim usaha sektor perikanan yang sudah terbentuk.

“Kita berharap juga untuk program SensHation mendukung pencapaian tujuan SDG’s kedua belas, yaitu ketersediaan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan pemanfaatan sisa hasil panen ikan melalui diversifikasi produk olahan,” ucapnya.

Penulis: Aprila Kusuma Dewi, Vera Kusuma Dewi

Editor: Agung Nugroho

Foto: Dok. Tim PPK Ormawa NAWASATYA UGM

Artikel Tim PPK Ormawa Nawasatya UGM Bantu Hilirisasi Perikanan Air Tawar Desa Sendangrejo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ppk-ormawa-nawasatya-ugm-bantu-hilirisasi-perikanan-air-tawar-desa-sendangrejo/feed/ 0
Menteri KKP Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Modern dan Penyediaan Data Karbon Biru https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/ https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/#respond Wed, 06 Mar 2024 12:24:49 +0000 https://ugm.ac.id/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/ Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan Kementerian KKP akan mengembangkan lima komoditas budi daya perikanan laut untuk mendorong kesejahteraan 140 juta penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. Lima komoditas perikanan yang dipilih untuk budi daya yakni udang, rumput laut, nila salin, kepiting, lobster. “Pangsa pasarnya cukup besar sekitar  400 miliar […]

Artikel Menteri KKP Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Modern dan Penyediaan Data Karbon Biru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan Kementerian KKP akan mengembangkan lima komoditas budi daya perikanan laut untuk mendorong kesejahteraan 140 juta penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. Lima komoditas perikanan yang dipilih untuk budi daya yakni udang, rumput laut, nila salin, kepiting, lobster. “Pangsa pasarnya cukup besar sekitar  400 miliar dollar Amerika Serikat untuk satu tahun,” kata Menteri dalam kuliah umum yang bertajuk “Kebijakan Ekonomi Baru dan Peran Informasi Geospasial Tematik Ekosistem Karbon Biru pada Kawasan konservasi, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”, Rabu (6/3), di Ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM.

Untuk mewujudkan usaha budi daya perikanan tersebut dimulai dengan pembangunan kampung nelayan modern  yang merupakan bagian dari transformasi ruang hidup dan ruang sosial nelayan agar menjadi lebih produktif dan mandiri dengan dibangunnya fasilitas pabrik es, bale pelatihan, gudang beku, bengkel nelayan, kios persediaan, jalan akses, dermaga, dan pedestrian. Untuk saat ini, kampung nelayan modern yang dibuat sebagai percontohan oleh pemerintah berada di Desa Samber, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Pembangunan kampung nelayan modern ini diakui Menteri dalam rangka meningkatkan potensi kemampuan kita agar bisa unggul dalam sektor budi daya perikanan. Ia menyebutkan, untuk budi daya salmon saja banyak negara belajar dari Norwegia. “Untuk budi daya salmon itu belajar dari Norwegia. Misalnya Australia bikin budi daya salmon mendatangkan orang Norwegia,” jelasnya.

Apabila tidak dilakukan usaha budi daya perikanan semacam ini menurut Menteri maka akan sulit untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Sebab indeks rata-rata nilai tukar nelayan RI saat ini hanya berkisar di angka 104  seharusnya untuk bisa sejahtera harus di angka 130. “Jika nilai tukar masih 104 maka para nelayan seumur hidupnya tidak akan pernah sejahtera,” imbuhnya.

Soal potensi ekonomi dari serapan karbon biru yang berasal dari wilayah kelautan, wilayah konservasi dan pulau terpencil menurut Menteri dapat memberikan kontribusi ekonomi. Oleh karena itu diperlukan sumber data yang komplit melalui pengembangan sistem infrastruktur ocean big data. “Kita sudah melakukan peluncuran satelit nano, mendatangkan kapal yang bisa memonitor, underwater drone, dan seluruh wilayah konservasi dipasang sensor untuk mengetahui kondisi perubahan wilayah konservasi dan pulau terpencil yang termonitor selama 24 jam,” katanya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SP.OG (K)., Ph.D., mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi dari daerah pesisir dan sektor kelautan  untuk menunjang kesejahteraan nelayan dan berkontribusi untuk menurunkan dampak pada perubahan iklim. “Laut kita banyak menyimpan karbon biru lebih besar dibanding karbon hijau namun tantangan kita terkait ketersediaan data akan sumber daya laut termasuk potensi karbon biru,” paparnya.

Rektor menegaskan pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan KKP dalam rangka mendorong penyediaan data ekosistem karbon biru secara terintegrasi. “Kami siap berkolaborasi dengan KKP. Kami sudah menjalin kerja sama sebelumnya lewat kegiatan pemetaan ekosistem karbon biru padang lamun di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Menteri KKP Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Modern dan Penyediaan Data Karbon Biru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/feed/ 0
UGM dan Pemkab Buton Tengah Jalin Kerja Sama Tridharma https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkab-buton-tengah-jalin-kerja-sama-tridharma/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkab-buton-tengah-jalin-kerja-sama-tridharma/#respond Fri, 23 Feb 2024 09:43:34 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-dan-pemkab-buton-tengah-jalin-kerja-sama-tridharma/ Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Naskah kerja sama dalam bidang Tridharma ditandatangani Pj. Bupati Buton Tengah, Dr. Drs. H. Andi Muhammad Yusuf, M.Si dan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. Andi Muhammad Yusuf menyampaikan wilayah […]

Artikel UGM dan Pemkab Buton Tengah Jalin Kerja Sama Tridharma pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Naskah kerja sama dalam bidang Tridharma ditandatangani Pj. Bupati Buton Tengah, Dr. Drs. H. Andi Muhammad Yusuf, M.Si dan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Andi Muhammad Yusuf menyampaikan wilayah Kabupaten Buton Tengah berada di daerah kepulauan. Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh laut, Kabupaten Buton Tengah memiliki potensi cukup strategis di bidang perikanan dan kelautan.

Terdiri dari 7 kecamatan, 76 desa dan kalurahan dan dihuni kurang lebih 119 ribu jiwa penduduk, Kabupaten Buton Tengah juga memiliki potensi lain yaitu di bidang pariwisata goa dan pertambangan. Sayangnya Buton Tengah yang masih muda (10 tahun) memiliki potensi untuk Pendapatan Asli Daerah tergolong masih sangat minim.

“Dengan komposisi APBD saat ini belum bisa maksimal mencapai 1 triliun. Paling hanya sekitar di angka 800 miliar, karenanya PAD yang kecil ini harus kita gali agar bisa memberi dampak positif bagi keberlanjutan pembangunan serta untuk kesejahteraan masyarakat Buton Tengah,” ujarnya di Ruang Rektor UGM, Jumat (23/2).

Melihat hal tersebut, katanya, pemerintah kabupaten dan masyarakat tidak bisa lagi terpaku atau terpana dengan apa yang ada sekarang ini. Mereka sangat membutuhkan percepatan untuk memenuhi harapan-harapan dan cita-cita anak-anak Kabupaten Buton Tengah di masa depan.

Untuk itu, Andi Muhammad berharap kedatangannya bersama rombongan secara spesifik persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Buton Tengah dapat diatur dalam PKS secara lebih detail dan rinci. Tentunya tidak hanya aspek perikanan, kelautan, pariwisata, namun juga pertambangan.

“Untuk pertambangan nikel dan batu gamping dari beberapa perusahaan saat ini paling bentuknya hanya CSR. Itupun tidak semua bisa menikmati. Karena penginnya bentuk aturan kita ulang lagi agar perusahaan-perusahaan yang masuk nanti dengan aturan-aturan CSR nya bisa memberi lebih terarah. Dalam konteks bagaimana bisa mampu meningkatkan sumber daya manusia anak-anak di Buton Tengah,” terangnya.

Andi mengakui untuk potensi pertanian sawah sangat terbatas mengingat kondisi alam di Buton Tengah. Namun, untuk potensi pariwisata goa-goa cukup menjanjikan karena Buton dikenal sebagai kota atau kabupaten 1.000 goa.

Meski belum mendapat kajian yang mendalam terkait wisata goa ini, namun tamu-tamu asing sudah sering berkunjung bahkan membuat konten (youtube) goa-goa di Kabupaten Buton Tengah. Potensinya sangat luar biasa karena di wilayah ini bisa ditemui goa dengan kedalaman hampir 500 meter ke perut bumi dan tentu keindahannya tidak kalah dengan yang di luar negeri.

“Produksi lobsternya sangat luar biasa, dan berbagai jenis udang. Sayang masyarakatnya tidak memiliki informasi lengkap sehingga terkadang menjual dengan harga murah sekitar 600 ribu padahal kalau di kota-kota besar harga tersebut bisa mencapai jutaan. Karenanya kita sangat butuh kajian-kajian yang akan memberikan manfaat ekonomi, dan berharap dengan MoU ini ruang-ruang itu bisa terbuka untuk masyarakat Buton Tengah bisa menempuh studi S1, S2, S3 di UGM,” harapnya.

Ova Emilia sebagai Rektor UGM menyatakan terima kasih untuk kepercayaan yang telah terajut sejak tahun 2018. Ia berharap kerja sama yang terjalin selama ini bagus dan memberi manfaat.

Terkait potensi yang dimiliki yang ada di Kabupaten Buton Tengah, menurutnya bisa dilakukan dalam kerja sama kali ini. Pada intinya dari UGM akan sangat mendukung dan memfasilitasi impian-impian dan harapan-harapan masyarakat Buton Tengah.

”Kami sangat mengapresiasi untuk jalinan kerja sama. UGM sangat fokus karena sebagai universitas itu juga memerlukan ruang atau ladang bermain yang dikaitkan dengan hal-hal praktis. Di situlah tempatnya kita mengembangkan ilmu-ilmu,” katanya.

Untuk potensi di bidang perikanan, kelautan, pariwisata dan pertambangan, menurut Rektor perlu dirinci kembali ke dalam detail PKS berikutnya. UGM sangat berharap kerja sama yang terjalin bisa menyeluruh dari hulu ke hilir.

Sehingga untuk budi daya lobster misalnya, harapannya tidak saja bagaimana membudidayakan lobster atau udang secara efisien, namun juga hingga ke pemasaran. Pemasaran dengan menjaga kualitas bahwa lobster atau udang merupakan kualitas ekspor.

”Itu yang perlu dikembangkan dan UGM memiliki tim untuk itu. Bahkan sampai perijinan ekspor. Lobster itu ada gradenya, dan kita juga ada laboratoriumnya dan kita juga menyediakan,” terangnya.

Terkait untuk peningkatan SDM, Rektor mengusulkan jika memang dari pemerintah Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menyediakan beasiswa untuk siswa-siswa yang akan ke sekolah di perguruan tinggi, termasuk UGM maka diharapkan untuk siswa-siswa tanda tangan kontrak sehingga setelah lulus kembali ke daerah untuk bersedia membangun Kabupaten Buton Tengah. Memiliki potensi di perikanan dan kelautan, menurutnya mestinya mereka juga diarahkan untuk memilih departemen perikanan baik untuk S1, S2 maupun S3.

” Harus ada tanda tangan kontrak kembali ke daerah. Jangan sampai masuk ke UGM, namun tidak kembali ke daerah asal, bagi kami juga turut kecewa. Kita berharap semoga yang telah diinisiasi bersama ini nantinya dapat mengembangkan SDM dan pembangunan daerah di Kabupaten Buton Tengah,” harapnya.

Penulis : Agung Nugroho

Fotografer : Firsto

Artikel UGM dan Pemkab Buton Tengah Jalin Kerja Sama Tridharma pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkab-buton-tengah-jalin-kerja-sama-tridharma/feed/ 0
Guru Besar UGM Raih Penghargaan Academic Leader Dikti Bidang Kemaritiman https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-raih-penghargaan-academic-leader-dikti-bidang-kemaritiman/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-raih-penghargaan-academic-leader-dikti-bidang-kemaritiman/#respond Fri, 17 Nov 2023 04:30:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=61875 Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Academic Leader yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaa, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pakar Bioteknologi Perikanan dan Kelautan pada Fakultas Pertanian  ini dinyatakan sebagai terbaik pertama kategori dosen penerima academic leader bidang kemaritiman. Penganugerahan dihelat dalam ajang World Scientific Forum of […]

Artikel Guru Besar UGM Raih Penghargaan Academic Leader Dikti Bidang Kemaritiman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Academic Leader yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaa, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pakar Bioteknologi Perikanan dan Kelautan pada Fakultas Pertanian  ini dinyatakan sebagai terbaik pertama kategori dosen penerima academic leader bidang kemaritiman. Penganugerahan dihelat dalam ajang World Scientific Forum of Indonesia (WSFI) Diktiristek di Nusa Dua, Bali, Senin 13 November 2023.

Pemberian anugerah Academic Leader untuk mendorong dosen agar terpacu  mengembangkan ide kreatif dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBK). Selain itu menghasilkan karya inovatif bidang pembelajaran, bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berkontribusi nyata terhadap pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi tempat bekerja, menginspirasi, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Semoga penganugerahan ini bisa bermanfaat untuk UGM. Semua capaian ini saya dedikasikan untuk UGM agar nama besar UGM semakin berkibar,” kata Alim, Jumat (17/11).

Alim terpilih menerima penganugerahan Academic Leader bidang Kemaritiman karena dinilai mampu menginspirasi, menghasilkan karya-karya inovatif serta berkontribusi mendorong pembangunan masyarakat serta bangsa khususnya dibidang perikanan. Sejumlah inovasi berhasil dikembangkan oleh Dosen Departemen Perikanan UGM ini dan sudah diaplikasikan di masyarakat maupun industri.

Salah satu inovasi unggulan Alim adalah pengembangan vaksin vibrio untuk ikan laut yang dibudiayakan (marine aquaculture) seperti ikan kakap, kerapu, dan lainnya. Vaksin yang dikembangkan terbukti mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan memproteksi ikan saat terjadi wabah.

Alim fokus melakukan kajian dan riset terkait pengembangan vaksin untuk ikan sejak awal ia diterima menjadi dosen di UGM, tepatnya tahun 1994. Ketertarikannya untuk mengembangkan vaksin ikan tidak hanya sebagai bentuk upaya untuk membantu pembudidaya ikan dalam memproteksi ikan budidayanya dari serangan wabah, tetapi juga untuk mengurangi efek samping penggunaan obat-obatan pada ikan yang bisa berimbas pada konsumen.

“Pengembangan vaksin ini sebagai pencegahan yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan konsumen. Kalau memakai obat-obatan atau antibiotik akan ada residu dalam daging ikan yang bisa termakan konsumen yang tentunya ini bisa membahayakan keehatan,”paparnya.

Alim menjelaskan tidak hanya penggunaan obat atau antibiotik pada ikan akan meningalkan residu dalam produk perikanan. Hal ini sangat memengaruhi ekspor komoditas perikanan tanah air. Pasalnya, produk-produk perikanan yang akan diekspor disyaratkan harus bebas dari residu antibiotik maupun obat-obatan. Apabila diketahui dalam produk perikanan terdapat residu antibiotik atau obat-obatan maka tidak bisa lolos untuk diperjualbelikan ke pasar internasional.

Ia pun berhasil mengembangkan vaksin ikan pada tahun 2010 silam dengan menggunakan tiga jenis bakteri. Vaksin tersebut telah mendapatkan paten dan diproduksi secara massal serta telah diaplikasikan secara luas oleh pembudidaya ikan air laut di tanah air.

Tak berhenti distu, ia terus melakukan kajian pengembangan terhadap vaksin ikan. Pada tahun 2022 ia berhasil membuat formulasi baru vaksin ikan dengan menggunakan tiga jenis bakteri baru. Untuk saat ini vaksin tengah diajukan paten dan menunggu ijin edar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Formula yang dikembangkan dari vaksin kali ini juga baru dengan campuran baru yang lebih efektif. Vaksin tidak hanya terbukti meningkatkan kekebalan spesifik pada ikan. Namun vaksin juga terbukti bisa meningkatkan kekebalan non spesifik pad aikan.

“Formulasi baru yang bisa meningkatkan semua kekebalan. Vaksin sudah diujicobakan di pembudidaya ikan seperti di Batam dan Tanjung Pinang. Hasilnya, efikasinya bisa sampai 90 persen,”ungkapnya.

Selain formula baru, vaksin kal ini juga memiliki kemasan yang berbeda dari vaksin yang sebelumnya dikembangkan. Vaksin terdahulu yang dikembangkanya dalam bentuk cair, tetapi kali ini dikemas dalam bentuk serbuk dalam ampul kecil. Kemasan serbuk ini menjadikan penyimpanan lebih efisien dan menekan biaya transportasi.

Selain mengembangkan vaksin ikan, Alim juga berinovasi membuat produk immunostimulan  berbasis alginat dari Sargassum Sp. untuk menanggulangi penyakit virus pada budi daya udang vaname. Ia juga mengembangkan produk immunostimulan untuk meningkatkan kekebalan pada ikan kakap putih dengan pengaplikasian pada pakan ikan.

Inovasi lain  yang dihasilkan Alim adalah prebiotik ikan untuk meningkatkan kualitas air dan meningkatkan efisiensi pakan. Dengan bantuan previotik tersebut, ikan budi daya diharapkan tidak hanya lebih sehat, namun juga berkontribusi pada kualitas air yang lebih baik dan pemanfaatan pakan yang optimal.

Tak hanya soal ikan, Alim juga berinovasi dalam upaya mendukung peningkatan produksi garam nasional. Ia mengembangkan turbin ventilator untuk peningkatan produksi garam menggunakan sistem tunnel. Karenanya ia pun didapuk sebagai Ketua Gugus Tugas Kemandirian Garam Nasional UGM dengan anggota pakar trandisipliner dari Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas Geografi, FIB, FEB, FISIPOL, FKKM, Fakultas Pertanian, FTP, serta Pusat Studi Sumber Daya dan Teknologi Kelautan.

Tak hanya aktif meneliti dan menelurkan beragam inovasi, Alim pun tergolong aktif dalam memublikasikan penelitiannya. Hingga saat ini ada 78 jurnal yang berhasil diterbitkan di Scopus. Lalu, Alim juga berhasil masuk dalam jajaran Word Top 100 Agriculture & Forsetry/Fisheries Scientist in Indonesia 2024 dalam AD Scientific Index, tepatnya berada di posisi ke-15 nasional.

Ia pun berkontribusi dalam pencapaian indikator kinerja utama (IKU) UGM dengan terlibat secara aktif dalam menyosialisasikan program MBKM dalam sejumlah forum, mendorong pelaksanaan MBKM di departemen perikanan UGM sejak 2021, menyusun buku best practice MBKM, serta membimbing penelitian dan magang.

Penulsi: Ika

Foto: Alim Isnansetyo

Artikel Guru Besar UGM Raih Penghargaan Academic Leader Dikti Bidang Kemaritiman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-raih-penghargaan-academic-leader-dikti-bidang-kemaritiman/feed/ 0
Pimpinan 60 Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan di Indonesia Berkumpul di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/pimpinan-60-perguruan-tinggi-perikanan-dan-kelautan-di-indonesia-berkumpul-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/pimpinan-60-perguruan-tinggi-perikanan-dan-kelautan-di-indonesia-berkumpul-di-ugm/#respond Thu, 27 Jul 2023 01:24:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=57821 Ratusan pimpinan dari 60 perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia berkumpul di Fakultas Pertanian UGM mengikuti pertemuan  Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (PF2TKI). Dalam kegiatan PF2TKI ke-2 yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22-23 Juli 2023 ini dihadiri  kurang lebih 180 peserta. Mereka terdiri dari dekan, direktur, ketua departemen, […]

Artikel Pimpinan 60 Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan di Indonesia Berkumpul di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ratusan pimpinan dari 60 perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia berkumpul di Fakultas Pertanian UGM mengikuti pertemuan  Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (PF2TKI).

Dalam kegiatan PF2TKI ke-2 yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22-23 Juli 2023 ini dihadiri  kurang lebih 180 peserta. Mereka terdiri dari dekan, direktur, ketua departemen, ketua jurusan, dan ketua program studi dari berbagai perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia.

Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof.Dr.Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menjelaskan PF2TKI diselenggarakan dua kali setiap tahunnya sebagai wahana komunikasi dan diskusi antar perguruan tinggi penyelenggara pendidikan perikanan dan kelautan. Diskusi yang dilakukan mencakup kurikulum, kerja sama, dan tridarma perguruan tinggi dalam rangka memajukan sistem pendidikan dan menghasilkan sumber daya unggul pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia.

Pertemuan FP2TPKI dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Ia menyampaikan pentingnya forum komunikasi pimpinan perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pendidikan tinggi Indonesia. Sementara dalam sambutannya, Ketua FP2TPKI, Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., menyampaikan data jumlah anggota yang terus meningkat dan semangat pengembangan organisasi yang perlu untuk terus dipertahankan.

Pertemuan FP2TPKI ke-2 di UGM ini diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama berupa talkshow lalu di hari kedua dilakukan diskusi panel terkait pembentukan dan evaluasi lembaga akreditasi mandiri, penetapan forum komunikasi program studi, dan internal dan pengembangan organisasi.

Kegiatan talkshow yang membahas sejarah pendirian dan perkembangan awal FP2TPK menghadirkan narasumber Prof.Dr. Indra Jaya, M.Sc (FPIK Intitut Pertanian Bogor), Prof. Dr. Yohannes Hutabarat, M.Sc (FPIK Universitas Diponegoro) dan Dr. Ir. Triyanto, M.Si (Departemen Perikanan UGM),  selaku para penggagas dan pengurus FP2TPKI periode sebelumnya yang memaparkan sejarah dan tujuan pendirian forum, serta gagasan serta masukan untuk pengembangan organisasi ke depan.

Pertemuan hari ke-2 dimulai dengan diskusi panel yang menghadirkan Ir. Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D. (FIKP Universitas Hassanudin), Dr. Ir. Joko Samiaji, M.Sc (STPK Matauli Tapanuli Tengah), dan Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D (Departemen Perikanan UGM) yang membahas evaluasi perumusan dan operasional LAM sesuai dengan regulasi terbaru. Panel sesi berikutnya membahas tentang launching kepengurusan forum program studi dan pembahasan isu-isu program studi yang dipimpin oleh Dr. Umbu P.L. Dawa, S.Pi., M.Sc (FPIK UKAW Kupang).

Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tentang UU No 11 tahun 2014 tentang keinsinyuran, program studi profesi insinyur (PS PPI), pembukaan Badan Kejuruan Baru dan Badan Kejuruan Teknik Kelautan (BKTK-PII), serta sertifikat profesional keinsinyuran. Dalam diskusi ini menghadirkan Sekjen PII Pusat Ir. Bambang Goeritno, M.Sc, MPA, IPU, Ketua BKTK-PII Dr. Ady Candra, dengan moderator Dr. T. Ersti Yulika Sari (FIKP Umrah). Pertemuan diakhiri dengan pengesahan AD/ART organisasi, sosialisasi agenda FP2TPKI, MOU FP2TPKI dengan NGO, presentasi dari Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), Korea, sharing motivasi dan komunikasi oleh motivator Dr. Aqua Dwipayana.

 

Penulis: Ika

Foto: Dok. Departemen Perikanan UGM

Artikel Pimpinan 60 Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan di Indonesia Berkumpul di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pimpinan-60-perguruan-tinggi-perikanan-dan-kelautan-di-indonesia-berkumpul-di-ugm/feed/ 0
118 Peneliti dari Lima Negara Diskusikan Perikanan Berkelanjutan di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/118-peneliti-dari-lima-negara-diskusikan-perikanan-berkelanjutan-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/118-peneliti-dari-lima-negara-diskusikan-perikanan-berkelanjutan-di-ugm/#respond Tue, 25 Jul 2023 03:22:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=57721 Ratusan peneliti dan akademisi dari lima negara dunia berkumpul di UGM mengikuti International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR), pada 24 Juli 2023. “Ada sebanyak 118 peserta dari lima negara yang ikut dalam kegiatan ini,” jelas Ketua panitia ISMFR, Mgs. Muhammad Prima Putra, Ph.D. Prima mengatakan ISMFR yang diselenggarakan  Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM […]

Artikel 118 Peneliti dari Lima Negara Diskusikan Perikanan Berkelanjutan di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ratusan peneliti dan akademisi dari lima negara dunia berkumpul di UGM mengikuti International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR), pada 24 Juli 2023.

“Ada sebanyak 118 peserta dari lima negara yang ikut dalam kegiatan ini,” jelas Ketua panitia ISMFR, Mgs. Muhammad Prima Putra, Ph.D.

Prima mengatakan ISMFR yang diselenggarakan  Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM ini diikuti para ilmuwan, akademisi, peneliti, lembaga pemerintah, pihak swasta, dan pemangku kepentingan yang saling berbagi dan bertukar informasi tentang kemajuan, pengalaman, dan hasil-hasil penelitian di semua aspek ilmu kelautan dan perikanan. ISMFR tahun ini mengangkat tema “Sustainable Fisheries and Aquaculture for Global Food Resilience”.

Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, Ph.D., sekaligus dibuka dengan pemukulan gong yang didampingi oleh Ketua Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Alim Isnansetyo, dan Ketua Panitia ISMFR, Mgs. Muhammad Prima Putra, Ph.D.

Simposium terdiri dari sesi pleno, pararel oral, dan poster. ISMFR menghadirkan pembicara kunci yaitu Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Chairman of the Indonesian Aquaculture Society) dengan tema “Blue Transformation for Sustainably and Inclusively Fulfilling an Increasing Human Demand for Food, Pharmaceutical Products, Bioenergy, and Other Aquatic Living Resource-Based Products”. Kegiatan ini turut menghadirkan pembicara lain yakni Dr. Krishna R Salin (President, World Aquaculture Society Asian Pasific Chapter) dengan tema “A Six Sigma (6σ) Approach for Quality Management in Aquaculture Production”, Prof. Dr. Amir Husni, M.P. (Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM) dengan tema “The Potential of Brown Seaweed as Food and Health Material, dan Noranizan Mohd. Adzahan, Ph.D (Universiti Putra Malaysia) dengan tema “Nonthermal Food Processing Applications For Seafood Products”.

Selain itu, ISMFR juga menghadirkan pembicara tamu (invited speaker) yaitu Dr. Siriyupa Netramai (Mahidol Univ, Thailand), Hajime Takahashi, Ph.D (TUMST, Japan), Nakamura Takashi, Ph.D (Univ of the Ryukyus, Japan), Wee Hin Boo, Ph.D (Universiti Kebangsaan Malaysia), Prof. Dr. Ina Salwany Md. Yasin (Universiti Putra Malaysia), dan R. Dwi Susanto, Ph.D (University of Maryland, USA) yang merupakan ilmuwan-ilmuwan ternama di bidang perikanan dan kelautan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam penelitian, karya publikasi pada jurnal ternama, serta tergabung menjadi reviewer pada jurnal internasional berkualitas.

 

Penulis: Ika

Foro: Dok. Departemen Perikanan UGM

Artikel 118 Peneliti dari Lima Negara Diskusikan Perikanan Berkelanjutan di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/118-peneliti-dari-lima-negara-diskusikan-perikanan-berkelanjutan-di-ugm/feed/ 0
Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan Strategi Tingkatkan Daya Saing Hasil Kelautan   https://ugm.ac.id/id/berita/dirjen-kementerian-kelautan-dan-perikanan-paparkan-strategi-tingkatkan-daya-saing-hasil-kelautan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dirjen-kementerian-kelautan-dan-perikanan-paparkan-strategi-tingkatkan-daya-saing-hasil-kelautan/#respond Tue, 25 Jul 2023 03:19:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=57724 Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. rer. nat. Budi Sulistyo, M.Sc., menyampaikan strategi untuk meningkatkan daya saing hasil kelautan di UGM. Dalam Seminar Nasional Perikanan (SEMNASKAN) XX yang diselenggarakan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22 Juli 2023, Budi Sulistyo memaparkan ada beragam upaya yang […]

Artikel Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan Strategi Tingkatkan Daya Saing Hasil Kelautan   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. rer. nat. Budi Sulistyo, M.Sc., menyampaikan strategi untuk meningkatkan daya saing hasil kelautan di UGM.

Dalam Seminar Nasional Perikanan (SEMNASKAN) XX yang diselenggarakan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22 Juli 2023, Budi Sulistyo memaparkan ada beragam upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan daya saing hasil kelautan. Salah satunya adalah mengembangkan produk berkualitas tinggi berstandar internasional.

“Penggunaan teknologi pengolahan yang efisien, ramah lingkungan serta menerapkan prinsisp ekonomi biru juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya siang hasil kelautan di tanah air,”ungkapnya.

Langkah lainnya dikatakan Budi Sulistyo dengan mengembangkan sistem logistik yang efektif, efisien, koneksitas, kompetitif, serta menjamin mutu dan keamanan pangan. Lalu, berorientasi pada  biaya rendah untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, pemenuhan bahan baku, dan strategi promosi yang didukung diplomasi perikanan.

Strategi berikutnya yaitu menerapkan teknologi informasi analisis pasar, inovasi produk, kemudahan dan kecepatan, serta adanya komitmen pelaku usaha.

“Hal tersebut merupakan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya saing hasil kelautan dan perikanan yang didukung dengan penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan untuk peningkatan konsumsi domestik dan ekspor,”urainya.

Dalam seminar kali ini turut menghadirkan pembicara dari Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Indun Dewi Puspita, Ph.D. Ia menyampaikan presentasi dengan tema “Strategi Pengendalian Histamin untuk Keamanan dan Ketahanan Pangan”.

Indun menyebutkan bahwa sektor perikanan dan kelautan Indonesia berperan penting dalam pembangunan nasional dan menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs). Tuna merupakan primadona Indonesia, baik sebagai komoditas ekspor maupun konsumsi rumah tangga dalam negeri.  Untuk itu penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan harus terus dilakukan sepanjang rantai pasok, mulai dari penanganan yang tepat di atas kapal, saat pembongkaran, proses pengolahan, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen.

“Tentu saja, hal tersebut akan berhasil jika ada sinergisitas dan kolaborasi antara nelayan, pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan pemerintah,”tuturnya.

Semnaskan diselenggarakan sebagai wadah untuk mendiseminasikan hasil penelitian perikanan dan kelautan. Kegiatan ini diikuti oleh 295 peserta yang mendiseminasikan hasil penelitian meliputi bidang akuakultur, kelautan, biologi perikanan, manajemen sumber daya akuatik, sosial ekonomi perikanan, dan pasca panen. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi, komunikasi maupun sinergi dan kolaborasi antar para peneliti dalam rangka memperkuat basis pengembangan keilmuan dan teknologi perikanan dan kelautan.

Penulis: Ika

Foto: Dok. Departemen Perikanan UGM

Artikel Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan Strategi Tingkatkan Daya Saing Hasil Kelautan   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dirjen-kementerian-kelautan-dan-perikanan-paparkan-strategi-tingkatkan-daya-saing-hasil-kelautan/feed/ 0