Pengukuhan Guru Besar Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pengukuhan-guru-besar/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 06 Feb 2025 09:54:47 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/#respond Thu, 06 Feb 2025 09:11:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75628 Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Ph.D., Sp.An-TI, Subsp.An.Ped (K)., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kamis (6/2) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Yunita menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Prediksi Risiko Kejadian Kritis Berat Perioperatif Sebagai Upaya […]

Artikel Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)UGM, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Ph.D., Sp.An-TI, Subsp.An.Ped (K)., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kamis (6/2) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Yunita menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Prediksi Risiko Kejadian Kritis Berat Perioperatif Sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien Terkait Prosedur Anestesi pada Anak”.

Dalam pidatonya, Prof. Yunita menjelaskan bahwa Kondisi Kritis Perioperatif merupakan komplikasi pernapasan, jantung, alergi, atau neurologi yang memerlukan intervensi segera yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Dalam ilmu anestesi prosedur yang digunakan dalam menangani pasien dewasa dan anak-anak tentu berbeda. Kondisi yang berbeda ini membuat prosedur anestesi anak-anak lebih beresiko komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Maka dari itu, perlu pendekatan khusus untuk prediksi risiko dan mitigasinya. Saat ini di Indonesia belum ada alat prediksi terjadinya kejadian kritis perioperatif pada anak di Indonesia, “hal ini mendorong saya untuk mengangkat topik ini agar nantinya dapat menjadi referensi prediksi kejadian kritis perioperatif pada anak dimasa mendatang,” ungkapnya.

Yunita menyebutkan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kritis berat perioperatif pada anak.  Pada anestesi umum, bayi baru lahir lebih berisiko mengalami kejadian kritis perioperatif dibandingkan kelompok usia lainnya karena anatomi neonatus masih dalam proses perkembangan. Mengacu pada penelitian berbasis data, menunjukkan bahwa anak perempuan memiliki 25% risiko lebih tinggi untuk kejadian kritis kardiovaskuler dibandingkan laki-laki. “Faktor lain yang mempengaruhi adalah anomali kongenital yang mencakup berbagai kelainan struktur atau fungsi tubuh yang sudah ada sejak lahir dan berasal dari masa prenatal, kondisi pasien, dan jenis anestesi yang digunakan,” terangnya.

Akurasi skor prediksi kejadian kritis berat perioperatif berdasar sebuah tinjauan sistematis terbaru tentang alat penilaian risiko perioperatif dari 10 studi mendapatkan bahwa tingkat mortalitas dalam studi-studi ini berkisar antara 0,3% hingga 3,6%. Prediktor utama yang digunakan dalam model meliputi usia saat operasi, kebutuhan ventilasi mekanis dalam 48 jam sebelum operasi, dukungan oksigen, dukungan inotropik, sepsis, status kegawatdaruratan kasus, keberadaan perintah “do-not-resuscitate”, transfusi darah preoperatif, kanker, gangguan hematologi, status fisik, serta resusitasi kardiopulmoner sebelum operasi.

Penggunaan alat prediksi risiko kejadian kritis berat perioperatif memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan hasil klinis pasca operasi pada pasien pediatrik. Saat ini perkembangan terbaru adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk identifikasi risiko kejadian kritis berat perioperatif. Beberapa studi menunjukkan manfaat pembelajaran mesin dalam memetakan faktor risiko komplikasi pascaoperasi.

Menurut Yunita, penilaian risiko kejadian kritis harus dilakukan sebagai upaya meminimalisir resiko kejadian tersebut. Sasaran utama dari upaya ini diprioritaskan untuk anak-anak usia lebih muda. “Di Indonesia perlu dibuat suatu alat prediksi terstandarisasi untuk memprediksi risiko terjadinya kejadian kritis perioperatif pada anak serta pedoman praktis klinis yang praktis yang sederhana dan mudah digunakan,” tegasnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyebutkan bahwa Prof. Yunita Widyastuti merupakan salah satu dari 525 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 72 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar yang pernah dimiliki FKKMK UGM.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Dosen UGM Prof. Yunita Widyastuti Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-prof-yunita-widyastuti-dikukuhkan-guru-besar-ilmu-anestesiologi-dan-terapi-intensif/feed/ 0
Dua Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Dikukuhkan https://ugm.ac.id/id/berita/dua-guru-besar-fakultas-peternakan-ugm-dikukuhkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dua-guru-besar-fakultas-peternakan-ugm-dikukuhkan/#respond Thu, 30 Jan 2025 09:30:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75250 Dua orang dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah resmi dikukuhkan di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada Kamis (30/1). Kedua Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem Produksi Ternak. Sedangkan Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., […]

Artikel Dua Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Dikukuhkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua orang dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah resmi dikukuhkan di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada Kamis (30/1). Kedua Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem Produksi Ternak. Sedangkan Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Produksi Ternak Potong pada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Saling melengkapi, kedua pakar ilmu peternakan ini membahas pentingnya ilmu dalam peternakan untuk kebutuhan masyarakat luas. Prof. Panjono dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pengembangan Industri Ternak Potong Menuju Indonesia Emas 2045” menjelaskan, bahwa untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak dengan menyediakan makanan bergizi, pemenuhan kebutuhan daging sebagai bagian dari menu makanan tersebut sangat diperlukan. “Daging banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein, mineral besi, zinc, selenium, vitamin,” katanya.

Konsumsi daging di Indonesia sendiri masih didominasi oleh daging ayam, sapi dan kerbau. Namun, berbeda dengan daging ayam ras yang dapat memenuhi kebutuhan karena surplus, daging sapi dan kerbau justru masih mengalami defisit.  Defisit ini disebabkan oleh lebih rendahnya produksi daging sapi dan kerbau yakni sebesar 496,25 ribu ton dibandingkan dengan kebutuhan daging sapi dan kerbau sebesar 759,67 ribu  ton,.

Selama ini, defisit ini dipenuhi dengan cara impor baik dagingnya maupun ternak hidup. Menurutnya, hal ini bukan merupakan hal yang baik jika dilihat dari segi kemandirian pangan nasional. “Pemenuhan kebutuhan daging dengan peningkatan produksi dalam negeri akan meningkatkan kemandirian pangan dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha ternak potong,” ujarnya.

Ia pun kemudian menjelaskan bahwa untuk mengembangkan industri ternak potong yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan meningkatkan pendapatan peternak, diperlukan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan menurut Panjono adalah melakukan peningkatan kualitas gen, penerapan teknik pemeliharaan yang efisien, pengembangan sistem produksi, dan juga optimalisasi skala usaha. “Langkah-langkah tersebut harus dijabarkan ke dalam program, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang sehingga tujuan pemenuhan secara mandiri kebutuhan daging nasional dapat dicapai seiring dengan pencapaian Visi Indonesia Emas 2045,” tutup Panjono.

Setali dua uang, isu serupa pun ikut dibahas oleh Prof. Tri Satya Mastuti Widi dalam pidato pengukuhannya yang mengambil tajuk, “Desain Sistem Produksi Ternak Berkelanjutan dengan Pendekatan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”. Ia menjelaskan bahwa sistem produksi ternak yang berkelanjutan dapat mengatasi masalah ketahanan pangan di Indonesia.

Tri mengatakan ketersediaan pangan dan energi merupakan isu krusial dan klasik bagi banyak negara-negara di dunia. Indonesia pun tidak menjadi pengecualian. Ia menjelaskan bahwa daging merah yang merupakan salah satu sumber pangan hewani tradisional di Indonesia, khususnya sapi masih terdapat gap, atau defisit antara produksi dan konsumsinya. “Bercermin pada hasil proyeksi produksi dan konsumsi daging sapi di Indonesia tahun 2023—2027, masih terdapat gap antara produksi dan konsumsi daging sapi,” jelas Tri.

Ia pun menjelaskan bahwa defisit ini salah satunya disebabkan oleh perbedaan tujuan program pemerintah dan tujuan peternak dalam beternak. Kemudian, Tri pun menjelaskan beberapa upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan ini, yang kemudian menurutnya setiap upaya peningkatan produksi pangan tersebut sejatinya memiliki dampak pada lingkungan, biodiversitas, dan kesejahteraan ternak dan kesehatan manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya berkelanjutan dengan tetap mengapresiasi kearifan lokal agar pemenuhan kebutuhan pangan di masa depan tak perlu mengganggu kesehatan manusia, keragaman hayati, kesejahteraan ternak, dan juga lingkungan. “Penelitian dan pembangunan harus diarahkan pada kontribusi sistem produksi pertanian/peternakan untuk pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan secara holistik yang rekognisi tujuan ganda peternak dan trade-offs terkait,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prof. Tri menyampaikan beberapa konsep gagasan yang terkait dengan keberlanjutan sistem produksi ternak, khususnya pada pembangunan peternakan. Hal-hal tersebut ialah, pembangunan peternakan di Indonesia harus memperhatikan sistem produksi dan kearifan lokal, menganalisis trade-offs dan dampak yang akan terjadi dalam setiap progress sistem produksi, perbaikan sistem produksi lokal, land use sharing dan pemanfaatan tanah marginal, dan kebijakan pemerintah yang sinergis, menyeluruh, dan kondusif. Ia pun menambahkan bahwa, keberhasilan desain ini selain dari peran serta pemerintah juga membutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk mewujudkannya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Dua Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Dikukuhkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dua-guru-besar-fakultas-peternakan-ugm-dikukuhkan/feed/ 0
Teknologi Pemuliaan Tanaman Perlu Didorong untuk Mengatasi Rendahnya Produksi Pertanian https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-pemuliaan-tanaman-perlu-didorong-untuk-mengatasi-rendahnya-produksi-pertanian/ https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-pemuliaan-tanaman-perlu-didorong-untuk-mengatasi-rendahnya-produksi-pertanian/#respond Tue, 21 Jan 2025 07:18:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74975 Prof. Dr. Ir. Rudi Hari Murti, S.P., M.P., IPM., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pemuliaan Tanaman Hortikultura pada Fakultas Pertanian UGM. Di depan hadirin yang memenuhi Ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada Selasa (21/1), Rudi memaparkan pidato berjudul “Arti Penting, Tantangan, dan Pemecahan Masalah Hortikultura melalui Program Pemuliaan Tanaman yang Efektif”. Rudi […]

Artikel Teknologi Pemuliaan Tanaman Perlu Didorong untuk Mengatasi Rendahnya Produksi Pertanian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Dr. Ir. Rudi Hari Murti, S.P., M.P., IPM., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pemuliaan Tanaman Hortikultura pada Fakultas Pertanian UGM. Di depan hadirin yang memenuhi Ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada Selasa (21/1), Rudi memaparkan pidato berjudul “Arti Penting, Tantangan, dan Pemecahan Masalah Hortikultura melalui Program Pemuliaan Tanaman yang Efektif”.

Rudi menjelaskan tanaman hortikultura berperan besar untuk penyediaan pangan sehat, vitamin dan mineral, dan juga untuk kegiatan rekreasi bagi masyarakat. Bahkan juga berperan pada keamanan pangan, kelestarian lingkungan, keindahan, terapi dan obat, rekreasi, keragaman genetik, penyerapan tenaga kerja, dan aspek ekonomi.

Proses mencapai ketahanan pangan melalui produksi hortikultura kerap menemui tantangan seperti serangan penyakit, produktivitas rendah, mutu hasil, cepat rusak, rantai pasok panjang, mudah terjadi perubahan selera konsumen serta penurunan luas lahan. Rudi berpendapat bahwa salah satu cara untuk meningkatkan produksi dan mutu adalah melalui penggunaan varietas unggul dengan produktivitas dan mutu tinggi serta tahan cekaman biotik maupun abiotik. “Kegiatan untuk menghasilkan varietas unggul dapat dilakukan melalui proses perakitan varietas dengan metode pemuliaan konvensional yang disinergikan dengan metode terkini seperti rekayasa genetika, seleksi berbantu penanda molekuler, genome editing,” tambahnya.

Tantangan juga hadir dari konsumen yang menginginkan rasa yang lebih manis dan warna yang lebih menarik seperti mangga dengan kulit merona dan berserat rendah, semangka tanpa biji, pepaya dengan ukuran sedang dan manis, buah dengan antioksidan tinggi. Warna, rasa, dan tekstur hasil yang baru dan khas akan terus menarik minat konsumen dan menciptakan peluang pasar internasional. “Untuk itu, pemulia tanaman harus cermat dalam memahami karakteristik hasil sesuai dengan segmen pasar yang dibidik,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan pemuliaan tanaman juga perlu memperhitungkan selera konsumen, peruntukan hasil dan pelaku rantai pasok sesuai segmen pasarnya. Pemulia harus jeli dalam menentukan karakteristik kunci dari hasil yang akan dihasilkan tanpa mengabaikan mutu standar lainnya. “Perbaikan mutu hasil sesuai keinginan pasar dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman dengan memanfaatkan sumber daya genetik yang sesuai,” katanya.

Rudi menganggap usaha tani hortikultura lebih intensif dibandingkan dengan tanaman pangan sehingga petani hortikultura termasuk risk taker. Misalnya, petani mengeluarkan segala upaya seperti penggunaan pestisida cukup banyak untuk mengendalikan penyakit agar tanamannya panen dengan hasil dan mutu tinggi. Namun begitu, peningkatan penggunaan pestisida menimbulkan ketahanan hama sehingga munculnya biotipe baru dan pencemaran lingkungan. Peningkatan perdagangan global bahan tanam serta hasil segar juga meningkatkan risiko masuk dan berkembangnya hama dan patogen asing ke lingkungan baru.

“Perlu sinergi antarbidang keilmuan untuk mempercepat perakitan tanaman sehingga menghasilkan varietas hibrida lebih banyak, biaya pemuliaan tanaman dan biaya produksi benih hibrida lebih murah, peningkatan pendapatan petani serta produksi hortikultura nasional akan meningkat dan mencukupi, dan pemecahan masalah pertanian terkait pemuliaan lebih cepat,” tutup Rudi.

Dengan dikukuhkannya Rudi sebagai profesor, Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyebutkan bahwa Rudi sebagai menjadi satu dari 524 guru besar aktif di UGM dan menjadi satu dari 30 guru besar aktif dari 62 guru besar yang pernah dimiliki Fakultas Pertanian UGM.

 

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Teknologi Pemuliaan Tanaman Perlu Didorong untuk Mengatasi Rendahnya Produksi Pertanian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-pemuliaan-tanaman-perlu-didorong-untuk-mengatasi-rendahnya-produksi-pertanian/feed/ 0
Dosen Farmasi UGM Prof Chairun Wiedyaningsih Dikukuhkan Guru Besar  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-farmasi-ugm-prof-chairun-wiedyaningsih-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-farmasi-ugm-prof-chairun-wiedyaningsih-dikukuhkan-guru-besar/#respond Thu, 09 Jan 2025 09:14:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74574 Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. apt, Chairun Wiedyaningsih, M. Kes., M.App.Sc., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kebijakan Farmasi, Kamis (9/1).  Dalam upacara pengukuhan, Chairun menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Peran Strategis Apoteker dalam Penguatan Kebijakan Keamanan Distribusi dan Penggunaan Obat di Masyarakat”. Dalam pidatonya, Prof. Chairun menjelaskan bagaimana distribusi obat yang […]

Artikel Dosen Farmasi UGM Prof Chairun Wiedyaningsih Dikukuhkan Guru Besar  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. apt, Chairun Wiedyaningsih, M. Kes., M.App.Sc., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kebijakan Farmasi, Kamis (9/1).  Dalam upacara pengukuhan, Chairun menyampaikan pidato Guru Besar yang bertajuk “Peran Strategis Apoteker dalam Penguatan Kebijakan Keamanan Distribusi dan Penggunaan Obat di Masyarakat”.

Dalam pidatonya, Prof. Chairun menjelaskan bagaimana distribusi obat yang tidak diawasi akan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pengawasan harus dilakukan tidak hanya pada jenis obat-obatan, namun juga pemerataan jenis obat itu sendiri. “Kekosongan obat di beberapa daerah, atau di sisi lain justru jumlah obat tertentu berlebih hingga melewati masa kadaluarsa, risiko penyalahgunaan obat dan peredaran obat ilegal,” jelas Prof. Chairun di ruang Balai Senat.

Ia mengutip hasil survei nasional Badan Narkotika Nasional RI yang menyebutkan kasus penyalahgunaan obat-obatan meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2023, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai angka 1,73% atau setara dengan 3,3 juta penduduk Indonesia yang berusia 15-64 tahun. Kasus tersebut tidak hanya terjadi pada obat golongan narkotika dan psikotropika, namun juga obat obat tertentu (OOT), seperti tramadol, triheksifenidil, klorpromazin, amitriptilin, haloperidol dan dextromethorphan. Jika kondisi ini tidak ditangani, dikhawatirkan peredaran obat ilegal akan semakin banyak terjadi.“Di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, konsumsi OOT oleh masyarakat khususnya generasi muda ditemukan masih marak. Hingga bulan Agustus 2021, menunjukkan 88 % adalah OOT,” terang Chairun.

Sejumlah data juga menunjukkan penggunaan obat-obatan berlebihan di negara berpendapatan rendah dan menengah. Meskipun Indonesia masih dikategorikan rendah, yakni kurang dari 10.000 kasus, hal ini disebabkan sistem pelaporan farmakovigilans yang perlu dibenahi.

Menurutnya pemerintah perlu meninjau dan memperhatikan jalur distribusi obat di masyarakat, aksesibilitas dan proses jual beli. Rantai distribusi obat di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan Distributor (PBF), yang mana Badan POM menetapkan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk menjamin mutu dan keamanan obat yang didistribusikan. “Salah satu tantangannya adalah distribusi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari supplier, manufaktur, retailer, hingga konsumen,” katanya.

Seiring ditemukan obat-obatan tersebut sudah tidak layak konsumsi bahkan palsu dan adanya proses jual beli daring/online, peredaran obat semakin jauh dari pengawasan. Menurutnya, apoteker memiliki peran penting untuk memastikan keamanan obat yang dikonsumsi masyarakat.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Dosen Farmasi UGM Prof Chairun Wiedyaningsih Dikukuhkan Guru Besar  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-farmasi-ugm-prof-chairun-wiedyaningsih-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Teliti Simulasi Kuantum Berbasis DFT, Prof. Sholihun Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-simulasi-kuantum-berbasis-dft-prof-sholihun-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-simulasi-kuantum-berbasis-dft-prof-sholihun-dikukuhkan-guru-besar/#respond Fri, 13 Dec 2024 03:38:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73827 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membantu memudahkan banyak aspek dalam kehidupan, termasuk di dalamnya bidang desain dan prediksi sifat material yang kini dapat dilakukan dengan presisi tinggi bahkan sebelum diproses di laboratorium.  Hal ini dapat dilakukan karena kemajuan dalam komputasi dan teori kuantum, yang kini memungkinkan para ilmuwan untuk memodelkan dan membuat simulasi perilaku […]

Artikel Teliti Simulasi Kuantum Berbasis DFT, Prof. Sholihun Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membantu memudahkan banyak aspek dalam kehidupan, termasuk di dalamnya bidang desain dan prediksi sifat material yang kini dapat dilakukan dengan presisi tinggi bahkan sebelum diproses di laboratorium.  Hal ini dapat dilakukan karena kemajuan dalam komputasi dan teori kuantum, yang kini memungkinkan para ilmuwan untuk memodelkan dan membuat simulasi perilaku dan atom dalam skala nano (terkecil). Salah satu pendekatan yang akurat dan telah teruji dalam memodelkan sifat-sifat material pada tingkat atomik yaitu density functional theory (DFT).

Hal itu disampaikan oleh Guru Besar bidang ilmu Desain Komputasi Kristal dan Molekuler di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) Prof. Sholihun, S.Si, M.Sc., Ph.D., dalam upacara pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar, Kamis, (12/12), di ruang Balai Senat UGM.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Desain Komputasi Kristal-Molekuler dan Aplikasinya: Simulasi Kuantum Berbasis Density Functional Theory (DFT)”, Solihun menuturkan peran desain komputasi saat ini menjadi krusial, karena seiring dengan berkembangnya kebutuhan material baru dengan sifat yang unik dan disesuaikan dengan pengaplikasian tertentu dibutuhkan proses yang panjang dan biaya yang besar. Maka dari itu, dengan adanya desain komputasi ini, kita dapat dapat memprediksi dan merancang sifat material secara virtual sebelum material tersebut dibuat secara fisik. “Melalui desain komputasi material yang memanfaatkan prinsip-prinsip fisika, kimia, dan matematika dibangunlah model yang dapat menggambarkan perilaku atom-atom dalam material yang berinteraksi satu sama lain, bagaimana mereka tersusun, dan bagaimana perilaku mereka di bawah kondisi tertentu seperti tekanan, suhu, dan medan magnet,” ujarnya.

Selanjutnya, ia pun menjelaskan bahwa kristal dan molekul merupakan dua bentuk dasar materi dengan sifat yang sangat berbeda, namun saling melengkapi dalam banyak aplikasi teknologi. Dengan memanfaatkan simulasi kuantum, maka dapat memprediksi bagaimana kristal dan molekul akan berperilaku dalam kondisi yang berbeda. “Simulasi kuantum ini  sangat penting dalam pengembangan material baru,” jelasnya.

Tak hanya itu, dengan simulasi kuantum juga dapat mempelajari dan memprediksi sifat material dengan memperhitungkan efek kuantum yang sering kali tidak teramati dalam pendekatan klasik. Kemudian dengan metode DFT, memungkinkan untuk menghitung energi total sebuah sistem berdasarkan kerapatan elektron, bukan fungsi gelombang. “Dengan DFT, kita juga memanfaatkan prinsip bahwa semua sifat kuantum dari sebuah sistem dapat diturunkan dari densitas elektron, yang merupakan fungsi dari posisi dalam ruang,” katanya.

Ada pun keunggulan utama DFT terletak pada kemampuannya untuk menyimulasikan sistem dengan banyak elektron secara efisien, sehingga dapat memodelkan material kompleks seperti logam, semikonduktor, dan sistem molekuler. DFT pun dapat digunakan menyimulasikan nanopartikel, memahami  kluster atom, dan juga mempelajari sistem molekuler. Tak hanya itu, DFT pun juga dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, seperti teknologi kuantum, penghantaran obat, dan penemuan material baru.

Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. selaku Sekretaris Dewan Guru Besar Universitas menyampaikan bahwa Prof. Sholihun merupakan salah satu dari 502 Guru Besar Aktif UGM, dan salah satu dari 49 Guru Besar aktif dari 72 Guru Besar yang dimiliki Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Teliti Simulasi Kuantum Berbasis DFT, Prof. Sholihun Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-simulasi-kuantum-berbasis-dft-prof-sholihun-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0