Pengelolaan sampah Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pengelolaan-sampah/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 04 Sep 2024 04:12:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Terima Bantuan 50 unit Tempat Sampah Anorganik https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terima-bantuan-50-unit-tempat-sampah-anorganik/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terima-bantuan-50-unit-tempat-sampah-anorganik/#respond Wed, 04 Sep 2024 04:11:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70265 Universitas Gadjah Mada menerima bantuan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebanyak 50 unit tempat sampah anorganik senilai Rp 242.016.075, yang akan didistribusikan di lingkungan kampus UGM. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Regional Funding and Retail Transaction Banking Head BRI Regional […]

Artikel UGM Terima Bantuan 50 unit Tempat Sampah Anorganik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menerima bantuan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebanyak 50 unit tempat sampah anorganik senilai Rp 242.016.075, yang akan didistribusikan di lingkungan kampus UGM. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Regional Funding and Retail Transaction Banking Head BRI Regional Office Yogyakarta, Fendi Maulana kepada Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Wiratni Budhijanto, Ph.D., disaksikan oleh Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr. Rustamadji dan Kepala Kantor Administrasi FEB UGM, Agus Ridwan, S.P., M.M, Jum’at (30/8/) lalu di selasar depan FEB UGM. Seperti diketahui, FEB UGM merupakan salah satu dari 18 fakultas dan dua sekolah serta beberapa asrama di UGM yang mendapatkan bantuan tempat sampah anorganik. BRI UGM memberikan sebanyak 

Regional Funding and Retail Transaction Banking Head BRI Regional Office Yogyakarta, Fendi Maulana mengatakan bahwa penyerahan bantuan sarana dan prasarana tempat sampah anorganik ini untuk memberikan kenyamanan yang lebih terhadap pengelolaan sampah di lingkungan kampus UGM. Melalui bantuan ini diharapkan dapat mendukung UGM dalam melaksanakan dan memfasilitasi pelayanan di bidang pengelolaan sampah demi terciptanya kebersihan tanpa merusak lingkungan sekitar.

“Tidak hanya untuk membantu upaya pengelolaan sampah di kampus,kami juga ingin mengedukasi ke masyarakat terkait pengelolaan sampah,” tuturnya.

Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Wiratni Budhijanto, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan BRI. Ia berharap kerja sama dalam pengelolaan sampah di UGM dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Bantuan ini tidak hanya persoalan fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi belajar memilah sampah,” tuturnya.

Kepala Kantor Administrasi FEB UGM, Agus Ridwan, S.P., M.M., menjelaskan bahwa FEB UGM memiliki komitmen kuat untuk mendukung upaya pengurangan sampah di kampus. Hal tersebut telah diwujudkan melalui gerakan memilah sampah menurut jenisnya, penggunaan tumbler dan berbagai program inovatif lainnya dalam pengelolaan sampah. “Di kegiatan pengenalan kampus di FEB kemarin, kami juga mendorong mahasiswa baru untuk menggunakan tumbler dan tempat makan pribadi sebagai upaya untuk mengurangi sampah di kampus,” ungkapnya.

Agus mengatakan bantuan tempat sampah anorganik dari BRI ini merupakan langkah yang baik untuk mendukung pengelolaan sampah di kampus. Dengan adanya tempat sampah anorganik yang ditempatkan di lokasi strategis fakultas dapat menjadi sarana edukasi bagi civitas akademika dan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya.

Reportase : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Terima Bantuan 50 unit Tempat Sampah Anorganik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terima-bantuan-50-unit-tempat-sampah-anorganik/feed/ 0
Mahasiswa Baru UGM Diajak Ikut Kurangi Sampah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-baru-ugm-diajak-untuk-ikut-kurangi-sampah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-baru-ugm-diajak-untuk-ikut-kurangi-sampah/#respond Thu, 01 Aug 2024 07:50:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68341 Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat pada membludaknya tumpukan sampah dimana-mana serta risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan. Semangat dalam upaya menekan jumlah timbulan sampah ini juga dibawa dalam kegiatan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) UGM yang berlangsung […]

Artikel Mahasiswa Baru UGM Diajak Ikut Kurangi Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat pada membludaknya tumpukan sampah dimana-mana serta risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan. Semangat dalam upaya menekan jumlah timbulan sampah ini juga dibawa dalam kegiatan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) UGM yang berlangsung dari 29 Juli hingga 3 Agustus 2024 mendatang. 

Sekretaris Universitas, Dr. Andi Sandi Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., mengungkapkan bahwa UGM sebagai bagian dari DIY berkewajiban untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan dengan cara mengurangi jumlah sampah yang dibuang. Oleh karena itu, mahasiswa baru UGM yang mencapai 10.678 orang diajak untuk ikut dalam gerakan peduli pengurangan sampah baik saat berada di lingkungan kampus maupun di sekitar tempat tinggalnya. “Orientasi mahasiswa baru tahun ini, UGM concern pada upaya pengurangan timbulan sampah akibat food waste dan juga sampah plastik. Bisa dilihat di semua fakultas sudah tidak ada lagi box untuk makan siang dan juga kudapan,” ungkap Andi Sandi, Kamis (1/8).

PIONIR UGM 2024 menurutnya menjadi ajang pembuktian UGM untuk memberikan kontribusi dalam pengurangan volume sampah harian di Yogyakarta. Terlihat dari 18 Fakultas dan 1 Sekolah Vokasi yang menerima mahasiswa baru di program sarjana, semuanya sudah mewajibkan untuk membawa alat makan sendiri yang digunakan untuk wadah kudapan dan juga makan siang. “Beberapa fakultas untuk makan siang meminta vendor untuk menyediakan piring saji. Sedangkan untuk minum, tiap fakultas memberikan fasilitas air minum Toyagama dalam bentuk galon dan juga water fountain, tetapi mahasiswa diwajibkan untuk membawa botol isi ulang ramah lingkungan (tumbler) masing-masing,” imbuh Andi.

Senada dengan kebijakan pengurangan timbulan sampah tersebut,  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) melakukan Gerakan membagi 1.000 tumbler gratis untuk mahasiswa baru pada hari Rabu (31/7) lalu. Kegiatan diawali dengan penyerahan tumbler, yang disponsori oleh Koperasi Sospol Sejahtera Bersama melalui Unit Bisnis Fisipoint, secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dari enam departemen di FISIPOL UGM dalam acara Pembukaan PIONIR Society 2024 di Selasar Barat Gedung BB FISIPOL UGM.

Dekan FISIPOL UGM Dr. Wawan Mas’udi, menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pendidikan dan lingkungan. “Sebagai pemimpin masa depan, penting untuk mahasiswa memahami dampak pilihan konsumsi mereka terhadap lingkungan. Maka, penting untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam budaya kampus,” ujarnya. Wawan berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai di kampus, sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengadopsi kebiasaan berkelanjutan sejak awal perjalanan akademis mereka.

Hal serupa juga dilakukan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) yang membagikan 700 tumbler ke mahasiswa barunya. Pembagian tumbler dilakukan secara simbolis oleh Dekan, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., C.A., kepada perwakilan mahasiswa baru dari tiga departemen di FEB saat kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (SIMFONI) di Plaza FEB UGM. “FEB UGM mengemban misi keberlanjutan dengan berusaha untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam menghindari timbulnya sampah plastik di kampus,” jelasnya.

Dengan tagline “Tumbler is Better”, Wakill Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., berharap mahasiswa sebagai pemimpin masa depan semakin peduli terhadap upaya pengurangan sampah dan mulai bertanggung jawab untuk berkontribusi pada kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Fakultas Teknik yang menjadi rujukan bagi berbagai institusi dalam pengelolaan sampah level universitas, juga memberikan tumbler gratis bagi setiap mahasiswa baru pada saat kegiatan pembukaan PIONIR Ksatria di halaman gedung SGLC. Pembagian tumbler ini  sebagai bentuk kepedulian fakultas untuk menekan timbulan sampah melalui pendidikan berintegritas.

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. Selo, M.T., M.Sc., Ph.D., menekankan agar mahasiswa melaksanakan program pengelolaan sampah dengan melakukan 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. “Kami membutuhkan dukungan para mahasiswa dan semua sivitas agar Fakultas Teknik selalu menjadi contoh pengelolaan sampah, sehingga kampus kita selalu green, ramah lingkungan, dan menjadi tempat nyaman bagi kita semua untuk belajar,” tutupnya.

Awal bulan Juni 2024 yang lalu, Universitas Gadjah Mada mengeluarkan Surat Edaran yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan terkait dengan kebijakan yang mendorong pengurangan limbah dalam penyajian makanan dan minuman di lingkungan kampus UGM. Kebijakan UGM untuk mengurangi sampah dalam penyajian makanan, menjadi langkah untuk mempromosikan kesehatan di lingkungan kampus, serta sebagai upaya pengelolaan sampah yang lebih baik menuju zero waste kampus dan kampus yang berkelanjutan.

Penulis : Triya Andriyani

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Mahasiswa Baru UGM Diajak Ikut Kurangi Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-baru-ugm-diajak-untuk-ikut-kurangi-sampah/feed/ 0
FEB UGM Kelola Sampah Secara Mandiri https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/#respond Tue, 16 Apr 2024 09:36:43 +0000 https://ugm.ac.id/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/ Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM meluncurkan program-program pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada upaya pengurangan sampah, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya ekonomi yang bernilai. “FEB UGM mengembangkan program-program inovatif dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata dalam mendukung aspek keberlanjutan. Langkah-langkah yang diambil adalah bagian dari komitmen kami […]

Artikel FEB UGM Kelola Sampah Secara Mandiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM meluncurkan program-program pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada upaya pengurangan sampah, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya ekonomi yang bernilai. “FEB UGM mengembangkan program-program inovatif dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata dalam mendukung aspek keberlanjutan. Langkah-langkah yang diambil adalah bagian dari komitmen kami untuk menerapkan budaya berkelanjutan dan menciptakan perubahan positif yang dimulai dari lingkungan kampus dan memiliki societal impact bagi masyarakat,” kata Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., AK., CA., Selasa (16/4).

Didi Achjari menyebutkan pengelolaan sampah di FEB UGM dilakukan dengan cara mengolah sampah organik menjadi pupuk yang dimanfaatkan untuk pembuatan biopori di lingkungan kampus. Selain itu, FEB UGM juga mendorong pengurangan penggunaan sampah plastik dengan menggalakkan penggunaan termos air minum pribadi (tumbler) bagi warganya dan menyediakan air minum isi ulang gratis melalui water fountain. “Kita mendorong kesadaran dan partisipasi mahasiswa, dosen, serta staf profesionalnya untuk mewujudkan ekonomi hijau di kampus. Salah satu inisiatif yang diambil untuk mendukung pembangunan ekonomi hijau dengan menerapkan pengurangan sampah plastik,”  katanya.

Kebijakan ini menurut Didi sejalan dengan semangat untuk menekan limbah plastik dari konsumsi botol minuman dalam kemasan yang sulit terurai dan merusak lingkungan. Meski diakui saat ini FEB UGM memang belum sepenuhnya lepas dari penggunaan plastik dalam aktivitas kampusnya. Namun begitu, sejumlah langkah konkret telah diterapkan untuk mengelola sampah plastik yang dihasilkan, salah satunya melalui gerakan memilah sampah menurut jenisnya.

Selain itu,  langkah inovatif lain yang dilakukan oleh FEB UGM adalah mengelola limbah makanan dari kantin kampus untuk digunakan sebagai pakan ternak unggas dan ikan. Upaya tersebut merupakan langkah yang mampu menciptakan nilai tambah dari produk yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang berdaya dan bernilai guna.

Langkah-langkah yang dilakukan FEB UGM ini mendapatkan dukungan positif dari mahasiswa dan staf kampus. Salah satunya dari Dosen Departemen Manajemen, R. Muhammad Fajri, S.E., M.B.A. Menurutnya, FEB UGM telah melakukan strategi cukup memadai untuk mengurangi timbulan sampah anorganik dan mengolah sampah organik. “Saya kira, pengelolaan sampah organik yang dilakukan sudah memadai dengan mengolah sampah taman dan limbah makanan menjadi pupuk,” ujarnya.

Terkait sampah anorganik, Fajri menilai positif adanya gerakan penggunaan tumbler yang dikenalkan di FEB UGM dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan tumbler dinilainya cukup efektif mengurangi limbah air minum dalam kemasan. Namun penggunaan kemasan makanan dan minuman di kantin dan kafe belum menggunakan bahan ramah lingkungan.“ Penyediaan konsumsi di FEB UGM juga sudah mulai mengurangi kemasan kotak. Tapi masih diperlukan upaya untuk menekan penggunaan kemasan sekali pakai di kantin maupun kafe di FEB dengan menggunakan kemasan ramah lingkungan,” usulnya.

Sementara, Akbar Rahul Muafan, mahasiswa Prodi Manajemen merasakan dampak positif dari gerakan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pihak kampus menjadikan kampus terlihat lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan. Ia pun berharap ke depan kesadaran mahasiswa untuk turut berpartisipasi secara aktif mendukung kebijakan fakultas dalam pengelolaan sampah dapat meningkat.

Rizqi Akhyar Prasetya, mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi angkatan 2021, mengaku anjuran penggunaan tumbler berkontribusi nyata dalam mengurangi konsumsi atau penggunaan botol plastik sehingga dapat menurunkan jumlah sampah plastik di sekitar kampus. “Meski tidak dirasakan secara langsung, tetapi saya yakin hal tersebut secara bertahap dapat membuat lingkungan menjadi lebih bersih,” tambah Rizqi.

Selain untuk mewujudkan kampus yang bersih dan hijau, program pemilahan dan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh FEB UGM ini bertujuan untuk mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Program ini sejalan dengan poin 12 SDGs yakni bentuk tanggung jawab atas konsumsi dan produksi yang telah dilakukan.

Penulis: Humas FEB UGM/Kurnia Ekaptiningrum

Editor: Gusti Grehenson

Artikel FEB UGM Kelola Sampah Secara Mandiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/feed/ 0
Fakultas Teknik Operasikan TPS Berbasis 3R, Dorong Pemilahan dan Pengurangan Sampah di Seluruh Unit Kerja https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-teknik-operasikan-tps-berbasis-3r-dorong-pemilahan-dan-pengurangan-sampah-di-seluruh-unit-kerja/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-teknik-operasikan-tps-berbasis-3r-dorong-pemilahan-dan-pengurangan-sampah-di-seluruh-unit-kerja/#respond Mon, 04 Dec 2023 08:26:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=62573 Fakultas Teknik UGM mengoperasikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). TPS yang diberi nama Grahakara Grafika ini diresmikan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Selo, MT., Ph.D., Jumat (1/12), dan telah mulai beroperasi untuk mengolah sampah terpilah dari seluruh unit kerja di fakultas tersebut. “Sampah yang dihasilkan Fakultas Teknik cukup besar, […]

Artikel Fakultas Teknik Operasikan TPS Berbasis 3R, Dorong Pemilahan dan Pengurangan Sampah di Seluruh Unit Kerja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknik UGM mengoperasikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). TPS yang diberi nama Grahakara Grafika ini diresmikan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Selo, MT., Ph.D., Jumat (1/12), dan telah mulai beroperasi untuk mengolah sampah terpilah dari seluruh unit kerja di fakultas tersebut.

“Sampah yang dihasilkan Fakultas Teknik cukup besar, bisa mencapai beberapa ton setiap bulannya. Tahun 2023 kami menargetkan tidak ada sampah yang keluar dari Fakultas Teknik. Dengan konsep zero waste, sampah yang keluar dari unit kerja akan dikelola sehingga tidak perlu sampai ke tempat pembuangan akhir,” tutur Selo.

Komitmen untuk mengelola sampah, menurutnya, perlu ditumbuhkan di kalangan sivitas Fakultas Teknik. Seluruh unit kerja di telah diarahkan untuk melakukan langkah-langkah pengurangan sampah, misalnya menghindari penggunaan kemasan kardus untuk kudapan saat rapat. Mahasiswa juga didorong untuk membawa botol minum pribadi, karena dispenser air minum telah tersedia di berbagai titik di area fakultas. 

“Kalau tidak bisa mengelola dengan baik akan jadi persoalan. Di hulu kita membuat aturan untuk unit kerja, dan di hilir kita mengelola sampah,” imbuhnya.

Di TPS3R Grahakara Grafika, terdapat beberapa area khusus untuk menyimpan sampah anorganik yang dapat dijual kembali misalnya berupa sampah kertas dan plastik. Terdapat pula mesin pencacah sampah daun yang dapat menghasilkan kompos, bak komposter dengan mikroorganisme, serta mesin penghancur sisa makanan yang dilengkapi teknologi micro bubble untuk mempercepat proses pembusukan. 

Hasil pengolahan sampah organik ini mendatangkan banyak manfaat karena dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman hingga memberi makan ikan lele yang dipelihara di bawah lokasi TPS3R. “Ini menjadi contoh bahwa sampah juga bisa mendukung ketahanan pangan,” tutur Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Teknik Lingkungan UGM yang ikut mengawal pengembangan TPS3R.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE., menambahkan bahwa fasilitas ini juga bisa menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Teknik maupun bagi masyarakat umum. 

“Dulu di sini hanya tempat untuk menumpuk sampah yang masih campur aduk sebelum dibawa ke TPA. Tapi rasanya tidak pas jika seperti ini di kampus. Kita ingin mahasiswa kita yang merupakan calon pemimpin bangsa merasakan dididik memilah sampah,” ucapnya.

Pengembangan fasilitas dilakukan dengan dukungan berbagai mitra fakultas. Pengembangan berbagai teknologi dan fasilitas pengolahan sampah tidak terlepas juga dari komitmen UGM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

Ali berharap, TPS3R bisa menjadi percontohan bagi fakultas dan instansi lainnya untuk belajar teori dan praktik pengolahan sampah. “Paling berat untuk mengubah orang yang dulu tidak peduli menjadi peduli. Ini tugas berat, tetapi di kampus harus dicontohkan. Mudah-mudahan ini berjalan untuk seterusnya,” imbuhnya.

 

Penulis: Gloria

Fotografer: Firsto

Artikel Fakultas Teknik Operasikan TPS Berbasis 3R, Dorong Pemilahan dan Pengurangan Sampah di Seluruh Unit Kerja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-teknik-operasikan-tps-berbasis-3r-dorong-pemilahan-dan-pengurangan-sampah-di-seluruh-unit-kerja/feed/ 0