pengabdian kepada masyarakat Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pengabdian-kepada-masyarakat/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 20 Dec 2024 03:50:45 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/ https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/#respond Fri, 20 Dec 2024 03:50:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74116 Sebanyak 1.026 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata  Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Ribuan mahasiswa ini terbagi dalam 42 unit yang tersebar 17 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian hingga 50 hari ke depan. Ketujuh Belas provinsi tersebut diantaranya DIY, Bali, […]

Artikel 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Sebanyak 1.026 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata  Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Ribuan mahasiswa ini terbagi dalam 42 unit yang tersebar 17 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian hingga 50 hari ke depan. Ketujuh Belas provinsi tersebut diantaranya DIY, Bali, Jawa Barat Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kaltim, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan Bengkulu.

Penerjunan mahasiswa KKN dilaksanakan simbolis dengan penyematan topi dan atribut KKN yang dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria M.Sc. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., Kamis (19/12), di aula joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Arie Sujito dalam laporannya menyampaikan jumlah mahasiswa peserta KKN-PPM UGM Periode 4 ini sebanyak 1.026 mahasiswa, terdiri atas 42 unit yang tersebar 17 provinsi, 36 kabupaten, 42 kecamatan, dan 84 desa/kelurahan di Indonesia. “Termasuk menjangkau daerah 3T seperti di Papua Barat Daya dan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Arie memberikan wejangan ke mahasiswa agar selalu belajar dari masyarakat dan mengutamakan keselamatan diri dan tim. Tidak hanya keselamatan fisik, Arie juga berpesan untuk menjaga satu sama lain dari pelecehan seksual. “Lindungi teman-teman kalian, lindungi nama baik almamater UGM,” kata Arie.

Senada dengan Arie, Wamen Komdigi, Nezar Patria, berpesan bahwa mahasiswa harus bisa mengontrol diri sendiri dan tim. Program KKN ini merupakan kesempatan untuk membangun tim yang tidak egois dan selalu berempati dengan kawan dan masyarakat. “Anda akan membuktikan kepada masyarakat bahwa apa yang kalian pelajari bisa diterapkan di masyarakat,” pesannya.

Nezar mengenang kisahnya saat melakukan KKN di Purworejo pada tahun 1994. Ia berpesan agar mahasiswa dapat meneruskan perjuangan dan pengabdian yang telah dilakukan UGM sejak dahulu. Mahasiswa harus membuka hati dan telinga ketika mendengarkan masalah di masyarakat. “Dengan demikian kalian akan belajar bahwa untuk menemukan jalan keluar yang tepat bagi masyarakat,” ucap Nezar.

Salah satu mahasiswa KKN yang akan ditempatkan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyambut antusias program KKN tahun ini. Catharina dari Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, memilih Raja Ampat sebagai lokasi KKN karena lokasi tersebut memiliki potensi untuk dieksplorasi lebih dalam. Melanjutkan pengabdian di KKN-PPM Periode 2, Tim Sorai Waisai Raja Ampat akan berusaha mengembangkan ekowisata melalui kelestarian hutan dan konservasi laut. “Kami berharap pengabdian ini dapat bermanfaat dan meninggalkan impresi yang berkesan bagi masyarakat sekitar,” pungkas Catharina.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/feed/ 0
Saatnya Kampus Ikut Turun Membangun Desa https://ugm.ac.id/id/berita/saatnya-kampus-ikut-turun-membangun-desa/ https://ugm.ac.id/id/berita/saatnya-kampus-ikut-turun-membangun-desa/#respond Wed, 11 Dec 2024 01:08:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73660 Perguruan tinggi diharapkan mampu berkomitmen dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat melalui kolaborasi sosial membangun desa yang diarahkan pada wilayah-wilayah bencana, kemiskinan ekstrim, dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor. Hal itu mengemuka dalam International Conference of Community Engagement di ruang konferensi Gelanggang […]

Artikel Saatnya Kampus Ikut Turun Membangun Desa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perguruan tinggi diharapkan mampu berkomitmen dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat melalui kolaborasi sosial membangun desa yang diarahkan pada wilayah-wilayah bencana, kemiskinan ekstrim, dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor. Hal itu mengemuka dalam International Conference of Community Engagement di ruang konferensi Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Selasa (10/12).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito mengatakan sudah saatnya perguruan tinggi ikut berperan dalam mewujudkan kegiatan pengabdian yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui berbagai bidang. “Kita mungkin kalah dalam hal riset dari negara-negara lain, tetapi tidak dalam pengabdian masyarakat kita tidak kalah,” katanya.

Menurut Arie, kegiatan pengabdian dapat terus berlanjut dan relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan penerjunan mahasiswa KKN PPM maupun program pengabdian yang dilakukan oleh sivitas akademika di kampus.

Bagi Arie, konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah, yayasan, dan berbagai pihak lainnya menjadi fokus utama untuk menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan. “Inisiatif-inisiatif yang dihasilkan dari konferensi ini dapat menjadi solusi nyata bagi tantangan lokal dan global,” katanya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada sekaligus reviewer nasional untuk program pengabdian masyarakat, Prof. Dr. med. vet. drh. R. Wisnu Nurcahyo, mengatakan kolaborasi lintas sektor adalah kunci sukses pengabdian masyarakat, terutama yang memiliki target jangka panjang. Menurutnya, pengabdian masyarakat harus mengedepankan tiga tolok ukur utama, yaitu delivery atau hasil riset tersampaikan kepada masyarakat. Lalu, acceptance dimana program tersebut diterima dan digunakan masyarakat, serta impact, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Program-program unggulan seperti kedaulatan pangan, energi, dan kesehatan harus terus menjadi prioritas,” ujar Wisnu.

Manajer Pilar Perkembangan Lingkungan, Dr. Rachman Kurniawan, menuturkan pengabdian masyarakat berkontribusi dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ia menekankan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati harus menjadi perhatian utama perguruan tinggi.

Rachman menjelaskan bahwa Indonesia memiliki capaian SDGs yang relatif baik dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Ia mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan SDGs ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi serta menjadikan institusi pendidikan sebagai fasilitator pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Saatnya Kampus Ikut Turun Membangun Desa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/saatnya-kampus-ikut-turun-membangun-desa/feed/ 0
UGM Raih Tiga Penghargaan di Anugerah Abdidaya Ormawa 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-tiga-penghargaan-di-anugerah-abdidaya-ormawa-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-tiga-penghargaan-di-anugerah-abdidaya-ormawa-2024/#respond Wed, 13 Nov 2024 08:01:52 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72792 Tim Kontingen Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) UGM kembali meraih anugerah pada Abdidaya Ormawa 2024 yang berlangsung pada 7-10 November 2024 di Universitas Udayana, Bali. Diikuti oleh 160 ormawa dari 66 perguruan tinggi nasional, Tim UGM berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus dari kategori mahasiswa dan dosen. Abdidaya Ormawa merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) […]

Artikel UGM Raih Tiga Penghargaan di Anugerah Abdidaya Ormawa 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Kontingen Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) UGM kembali meraih anugerah pada Abdidaya Ormawa 2024 yang berlangsung pada 7-10 November 2024 di Universitas Udayana, Bali. Diikuti oleh 160 ormawa dari 66 perguruan tinggi nasional, Tim UGM berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus dari kategori mahasiswa dan dosen.

Abdidaya Ormawa merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sebagai apresiasi bagi organisasi kemahasiswaan, dosen, dan mitra desa dalam pemberdayaan masyarakat. Tahun ini, Abdidaya mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan dan Soft Skills Mahasiswa sebagai Agen Transformasi Pembangunan Bangsa Berlandaskan Inovasi Teknologi dan Kemitraan demi Mewujudkan Indonesia Maju”.

Kontingen yang dikirimkan UGM lolos dengan berbagai proposal menarik. Salah satunya yaitu Himpunan Mahasiswa Pariwisata (Himapa) FIB UGM dengan program “SEAN (Sembrani-Agrotourism and Education)”di Desa Watusigar, Gunungkidul. Program ini berfokus untuk mengembangkan desa wisata berbasis Community Based Tourism. Tim Himapa berhasil mendapatkan penghargaan Terbaik 1 Kategori Ormawa Tervisioner yang berhasil diraih oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata FIB UGM.

Ferdian Dwi Saputra, Ketua pelaksana Tim Himapa UGM menjelaskan program SEAN fokus membina kelompok Pokdarwis, tani, Karang Taruna, hingga UMKM. “Dengan kedatangan kita serta dukungan dari berbagai pihak, Perguruan Tinggi, para mitra, pemerintah desa dan masyarakat Watusigar diharapkan kita semua bisa saling bersinergi mengembangkan potensi wisata di Kelurahan Watusigar ini,” ujar Ferdi dalam keterangan tertulis yang dikirim ke wartawan, Rabu (13/11).

Selain itu, dosen pendamping Himapa UGM dalam program SEAN tersebut juga mendapatkan penghargaan. Mohamad Rachmadian Narotama, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM dianugerahi predikat Terbaik 2 Kategori Dosen Pendamping dengan Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Selanjutnya, tim kedua yang turut hadir adalah Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik (Gamapi) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Tim ini mendapatkan predikat Terbaik 1 Kategori Tim Terinovatif dalam Teknologi dan atau Sosial melalui judul proposal “Banjarasri Organic Waste Recycling Center: Pemanfaatan Teknologi Censoring dan Monitoring untuk Optimalisasi Limbah Peternakan Babi dengan Penggunaan Effective Microorganism 4”.

Ketua Tim PPK Ormawa GAMAPI, Alhaqi Insan Pratama mengatakan ajang ini menjadi kesempatan berharga untuk mempresentasikan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus membuktikan peran mahasiswa dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna di bidang pengelolaan limbah dan pertanian.  Dalam proposal tersebut, kata Alhaqi, Tim Gamapi UGM berinovasi dengan mengembangkan teknologi sensoring guna memantau pengelolaan limbah peternakan babi secara real-time.

Tim Nawasatya UGM yang turut hadir sebagai peserta Abdidaya Ormawa 2024 menyajikan program desa tangguh dan berdaya di Desa Sendangrejo, Yogyakarta. Ketua Komunitas Nawasatya UGM, Florentina Rachel Yolanda menyebutkan bahwa ketiga ormawa telah melakukan persiapan expo untuk Abdidaya sejak bulan Oktober 2024. “Persiapan untuk Abdidaya cukup menguras energi, tapi semua pihak yang berkepentingan juga merasakan hal yang sama, jadi tidak terasa berat sama sekali. Semua kontingen juga semangat untuk menyiapkan Abdidaya,” tambah Florentina.

Perolehan prestasi mebanggkan tersebut tentunya mendapt sambutan baik dari Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si. Menurutnya, keberhasilan ormawa membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap isu-isu sosial di masyarakat. Harapannya, akan lebih banyak inovasi-inovasi dari kegiatan mahasiswa yang berdampak nyata pada masyarakat.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Raih Tiga Penghargaan di Anugerah Abdidaya Ormawa 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-tiga-penghargaan-di-anugerah-abdidaya-ormawa-2024/feed/ 0
Kondisi Air dan Kualitas Pakan jadi Penyebab Benih Ikan Mati Mendadak  https://ugm.ac.id/id/berita/kondisi-air-dan-kualitas-pakan-jadi-penyebab-benih-ikan-mati-mendadak/ https://ugm.ac.id/id/berita/kondisi-air-dan-kualitas-pakan-jadi-penyebab-benih-ikan-mati-mendadak/#respond Wed, 09 Oct 2024 11:54:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71463 Musim kemarau panjang yang terjadi di Indonesia tidak hanya mempengaruhi sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor perikanan. Suhu yang meningkat menyebabkan berbagai masalah dari munculnya beberapa penyakit, kematian bibit hingga benih ikan tidak dapat tumbuh dengan optimal. Kondisi ini menjadi perhatian penuh bagi Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan. Tim pengabdian FKH UGM dari Departemen […]

Artikel Kondisi Air dan Kualitas Pakan jadi Penyebab Benih Ikan Mati Mendadak  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Musim kemarau panjang yang terjadi di Indonesia tidak hanya mempengaruhi sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor perikanan. Suhu yang meningkat menyebabkan berbagai masalah dari munculnya beberapa penyakit, kematian bibit hingga benih ikan tidak dapat tumbuh dengan optimal.

Kondisi ini menjadi perhatian penuh bagi Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan. Tim pengabdian FKH UGM dari Departemen Patologi yang terdiri dari dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa koas melaksanakan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas budidaya ikan di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Mina Raya, Kaliwaru, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Selasa (8/10).

Tim dosen yang hadir dalam tim pengabdian kali ini adalah drh. Sugiyono, M.Sc., drh. Mia Nur Farida, M.Sc. selaku ketua tim pengabdian, dan drh. Afif Muhammad Akrom, M.Sc. Ketua Departemen Patologi, drh. Sitarani Widyarini, M.P., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Setibanya di lokasi, tim pengabdian FKH disambut baik oleh pengelola P2MKP, Anjar Purnomo. Ia mempersilahkan tim pengabdian FKH untuk memantau kondisi benih ikan mas dan ikan nila yang sedang diternakkan.

Selaku ketua tim pengabdian, Mia Nur Farida menyampaikan perhatiannya terhadap kesehatan ikan. Mia dan tim berdiskusi dengan pengelola dan pengurus P2MKP Mina Raya tentang kondisi bibit ikan yang tengah dibudidayakan. Menurut Anjar, terjadi kasus kematian bibit ikan dalam waktu 4 minggu ini yang terjadi secara terus menerus. Hal ini terjadi ketika bibit ikan berupa larva dipindahkan ke waduk. “Jumlahnya tidak banyak tetapi terjadi terus menerus, hingga kehidupan ikan tinggal 40%,” ujar Anjar.

Selain itu, Anjar mengaku banyak ikan yang mati di kolam dalam jangka 9 hari. Sampai sekarang, ia mengaku belum menemukan solusi dari masalah ini. Banyak gejala ikan sakit, di antaranya mata yang menggembung, ikan yang tidak aktif, dan tidak responsif terhadap pergerakan manusia, yang kemudian berujung pada kematian ikan. “Dahulu, tingkat kehidupan ikan bisa mencapai 80-90%, tetapi untuk saat ini, sulit untuk mencapai angka tersebut. Tingkat kehidupan ikan hanya mencapai 30-40% saja,” paparnya.

Menanggapi keluhan tersebut, drh. Sugiyono, M.Sc. menawarkan beberapa solusi, seperti mengecek sumber air dan perbaikan gizi ikan. Apabila tingkat kematian tinggi, pengelola harus mengevaluasi air, temperatur air, kadar oksigen, kadar amonia dalam air, dan lain sebagainya. Sugiyono menyarankan pemasangan termometer di dalam kolam agar pengelola dapat memantau temperatur air kolam setiap saat. Lebih lanjut, Sugiyono menyarankan penggunaan paranet untuk menjaga temperatur air. “Termometer cocok untuk dipasang di kolam-kolam seperti ini,” ujar Sugiyono.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto    : Freepik

Artikel Kondisi Air dan Kualitas Pakan jadi Penyebab Benih Ikan Mati Mendadak  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kondisi-air-dan-kualitas-pakan-jadi-penyebab-benih-ikan-mati-mendadak/feed/ 0
UGM Inisiasi Pengembangan Sanggar Seni dan Literasi Budaya di Sumatera Barat https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-inisiasi-pengembangan-sanggar-seni-dan-literasi-budaya-di-sumatera-barat/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-inisiasi-pengembangan-sanggar-seni-dan-literasi-budaya-di-sumatera-barat/#respond Tue, 27 Aug 2024 00:13:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69881 Suku Minang merupakan salah satu kelompok etnik di Indonesia yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya, yang tercermin dalam seni bangunan atau arsitektur, sastra, musik, tarian, hingga seni bela diri. Upaya menjaga warisan budaya, khususnya di tanah Maninjau, telah dilakukan salah satunya melalui penyelenggaraan festival atraksi seni budaya. Namun demikian, tidak kalah penting untuk menghidupkan kembali […]

Artikel UGM Inisiasi Pengembangan Sanggar Seni dan Literasi Budaya di Sumatera Barat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Suku Minang merupakan salah satu kelompok etnik di Indonesia yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya, yang tercermin dalam seni bangunan atau arsitektur, sastra, musik, tarian, hingga seni bela diri. Upaya menjaga warisan budaya, khususnya di tanah Maninjau, telah dilakukan salah satunya melalui penyelenggaraan festival atraksi seni budaya. Namun demikian, tidak kalah penting untuk menghidupkan kembali sanggar-sanggar seni dan literasi sebagai wadah bagi masyarakat Minangkabau untuk mengekspresikan kreativitas mereka, sehingga dapat melahirkan generasi muda yang melanjutkan kegiatan pelestarian budaya.

Sejalan dengan komitmen untuk mendukung pelestarian budaya serta kearifan lokal, tim pengabdian Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menginisiasi pengembangan Sanggar Salareh Nan Jombang di Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai sanggar seni dan literasi budaya berbasis teknologi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen yang beranggotakan Prof. Armaidy Armawi, Dr. Iva Ariani, dan Shoim Mardiyah, S.Fil., M.Sc., yang telah dimulai pada tahun 2023 lalu. Kegiatan pengabdian difokuskan pada aktivitas pembinaan, pendampingan, serta pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, dan peresmian sanggar ini digelar pada Kamis (22/8) lalu.

Prof. Armaidy Armawi, selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Filsafat UGM, menyampaikan optimismenya bahwa kegiatan-kegiatan di sanggar ini menjadi bukti nyata upaya mempertahankan warisan budaya di tengah arus modernisasi. “Kami berharap Sanggar Salareh Nan Jombang dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menggali, mengembangkan, dan mempromosikan seni dan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Atmaidy dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (27/8).

Menurut Armaidy, diperlukan keberadaan generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna untuk menunjang pelestarian seni dan literasi, serta membuka peluang untuk menciptakan karya-karya seni dan literasi yang lebih inovatif dan kreatif. Sebagai contoh, pemanfaatan teknologi dalam pembuatan film dokumenter atau video tutorial tentang seni tradisional Minangkabau dapat membantu memperkenalkan budaya dan seni tersebut kepada masyarakat luas, bahkan hingga mancanegara.

Generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi juga dapat menciptakan karya seni dan literasi yang lebih modern dan kreatif dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi Minangkabau. Sehingga, diharapkan dapat tercipta karya-karya seni dan literasi yang memadukan nilai-nilai budaya dan modernitas, serta dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya dan seni tradisional Minangkabau ke khalayak muda yang lebih luas. Dengan demikian, pelestarian seni dan literasi Minangkabau dapat terus berlanjut dan tumbuh berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.

“Perlu ada inisiatif dari para generasi muda untuk terlibat dalam upaya-upaya pelestarian budaya, peningkatan  literasi masyarakat, khususnya dalam memproduksi dan mendistribusikan konten budaya yang relevan dan menarik. Jika teman-teman sanggar dapat memanfaatkan media sosial dengan baik, maka kalian akan dapat menguasai dunia,”  imbuh Dr. Iva Ariani.

Wali Nagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal, mendukung sepenuhnya kegiatan sanggar dalam memproduksi konten-konten edukatif demi melestarikan warisan budaya setempat. Saat menghadiri acara peresmian, ia turut mengusulkan pembuatan konten edukatif mengenai konservasi rumah gadang yang saat ini sedang berlangsung di salah satu rumah gadang di Koto Gadang Anam Koto.

Fakultas Filsafat sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada, senantiasa aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian budaya dan peningkatan literasi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan dikukuhkannya Sanggar Salareh Nan Jombang sebagai sanggar seni dan literasi budaya berbasis teknologi digital, diharapkan terjadi sinergi antara seni, budaya, dan teknologi digital, yang pada akhirnya akan memperkaya khasanah budaya Indonesia dan memperkokoh identitas lokal di tengah derasnya pengaruh global.

Penulis : Gloria

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Inisiasi Pengembangan Sanggar Seni dan Literasi Budaya di Sumatera Barat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-inisiasi-pengembangan-sanggar-seni-dan-literasi-budaya-di-sumatera-barat/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Bikin Sekolah Pantai hingga Kampanye Tumpas Stunting di Sambelia Lombok Timur https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-bikin-sekolah-pantai-hingga-kampanye-tumpas-stunting-di-sambelia-lombok-timur/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-bikin-sekolah-pantai-hingga-kampanye-tumpas-stunting-di-sambelia-lombok-timur/#respond Thu, 22 Aug 2024 09:17:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69748 Kecamatan Sambelia terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, meliputi pesisir pantai yang indah, pegunungan, dan hutan yang masih asri. Sambelia juga merupakan pintu gerbang menuju Gili Kondo, salah satu destinasi wisata favorit di Lombok Timur yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ditengah potensi keindahan wisatanya, mayoritas warga […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Bikin Sekolah Pantai hingga Kampanye Tumpas Stunting di Sambelia Lombok Timur pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kecamatan Sambelia terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, meliputi pesisir pantai yang indah, pegunungan, dan hutan yang masih asri. Sambelia juga merupakan pintu gerbang menuju Gili Kondo, salah satu destinasi wisata favorit di Lombok Timur yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ditengah potensi keindahan wisatanya, mayoritas warga yang bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, dan pengrajin ini masih  keterbatasan infrastruktur dan pelayanan kesehatan.

Mengetahui hal ini, Tim KKN-PPM UGM berinisiatif untuk membantu masyarakat sekitar untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat dengan menghadirkan program kerja yang efektif, efisien serta solutif. Program kerja yang mereka lakukan adalah membuka Sekolah Pantai. Program ini dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa-siswi daerah pesisir, terutama usia di banga Sekolah Dasar, SMP hingga jenjang SMA di Desa Labuhan Pandan. “Kita melibatkan lima belas mahasiswa dari berbagai program studi yang bertujuan untuk mengajarkan dan meningkatkan pemahaman siswa-siswi berbagai ilmu multidisipliner dari pertengahan Juli hingga awal pekan Agustus,” kata Virnanda Kartika Putri dalam keterangan kepada wartawan, kamis (22/8)

Kepala Sekolah MTS Riadussolihin NDW Veteran, Dhuha, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa yang menginisiasi kegiatan sekolah pantai. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa makin motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Kami harap kegiatan program kerja yang diajarkan dapat diterapkan kembali ke siswa-siswi kedepannya “Senang sekali bisa menerima mahasiswa KKN UGM pada tahun ini, pengajaran yang diberikan kepada anak-anak sangat membantu sekali,” katanya.

Selain di bidang pengajaran, mahasiswa juga melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk biofertilizer untuk masyarakat sekitar di Sambelia. Danya pupuk organik diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah sehingga penyerapan oleh tanaman menjadi lebih efisien.

Salah satu petani cabai, Pak Madhan, di Dusun Sugian, mengatakan tanaman cabainya sering terserang penyakit yang dapat menyebabkan gagalnya panen. “Sejak menggunakan biofertilizer, tanaman saya menjadi lebih sehat dan hasil panennya pun meningkat,” katanya.

Selain program kerja di bidang soshum dan saintek, Tim KKN-PPM UGM Sambelia juga melaksanakan program kerja di bidang Medika untuk pengurangan angka stunting. Program ini dilaksanakan akibat masih tingginya angka stunting di daerah tersebut. “Tidak hanya disebabkan oleh malnutrisi, tetapi juga oleh kondisi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu yang kurang optimal,” jelas Aloysia Diandra Narasari.

Menurut Aloysia, kegiatan yang dikemas tumpas stunting ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para ibu mengenai pentingnya mencegah stunting. Tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan dengan bahan-bahan lokal sehingga dapat diterapkan di rumah masing-masing.

Sekretaris Desa Labuhan Pandan, Pak Mustiadi menilai berbagai inovasi yang ditawarkan mahasiswa untuk diterapkan di Sambelia karena meskipun sudah banyak program yang dilakukan untuk mengurangi angka stunting, namun hasilnya belum maksimal.  “Adanya program yang dibawakan oleh tim KKN UGM selama 50 hari ini, diharapkan angka stunting di wilayah Labuhan Pandan bisa menurun,” tegasnya.

Siti Nur Annisa, anggota mahasiswa KKN PPM menuturkan berbagai program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM diharapkan bisa memberikan sumbangsih yang berarti bagi masyarakat. “Harapan kita semoga program-program ini nantinya dapat terus  berjalan dan memberikan bermanfaat pada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Bikin Sekolah Pantai hingga Kampanye Tumpas Stunting di Sambelia Lombok Timur pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-bikin-sekolah-pantai-hingga-kampanye-tumpas-stunting-di-sambelia-lombok-timur/feed/ 0
Pelatihan Pengukuran Antropometri oleh Tim KKN-PPM UGM di Nusa Penida Bali https://ugm.ac.id/id/berita/pelatihan-pengukuran-antropometri-oleh-tim-kkn-ppm-ugm-di-nusa-penida-bali/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelatihan-pengukuran-antropometri-oleh-tim-kkn-ppm-ugm-di-nusa-penida-bali/#respond Tue, 13 Aug 2024 03:09:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70427 Untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri (dimensi tubuh) bagi balita, Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida dan Puskesmas Nusa Penida III baru saja melaksanakan pelatihan kader posyandu. Kegiatan ini bertempat di Kantor Kepala Desa Toyapakeh, Nusa Penida, Klungkung, Bali, dengan dihadiri oleh sejumlah 10 kader Posyandu Dauh Jalan dan Dangin Jalan, Toyapakeh, pada […]

Artikel Pelatihan Pengukuran Antropometri oleh Tim KKN-PPM UGM di Nusa Penida Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri (dimensi tubuh) bagi balita, Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida dan Puskesmas Nusa Penida III baru saja melaksanakan pelatihan kader posyandu. Kegiatan ini bertempat di Kantor Kepala Desa Toyapakeh, Nusa Penida, Klungkung, Bali, dengan dihadiri oleh sejumlah 10 kader Posyandu Dauh Jalan dan Dangin Jalan, Toyapakeh, pada Rabu (10/7).

Acara dibuka dengan sambutan oleh Diah, selaku perwakilan dari Puskesmas Nusa Penida III. Ia menekankan mengenai pentingnya pengukuran antropometri sebagai alat untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. Hal ini tentu berkesinambungan dengan maraknya kejadian stunting dan kekurangan gizi yang terdampak oleh balita. 

Ia juga menjelaskan perbedaan dari berbagai penyakit yang banyak dibahas pada acara pelatihan kader tersebut, yaitu stunting, berat badan yang kurang, serta kekurangan gizi. “Agar tidak salah paham, stunting merupakan tinggi badan kurang akibat gizi buruk atau infeksi berulang, berat badan kurang dilihat dari grafik berat badan menurut usia, sedangkan gizi dapat dilihat dari grafik berat badan menurut tinggi badan,” jelas Diah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dua perwakilan mahasiswa dari KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida yaitu Firsta Tiara (Gizi Kesehatan, 2021) dan Catherine Natasya (Profesi Dokter, 2021). Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar antropometri, teknik pengukuran panjang dan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas.

Para kader diajarkan mengenai bagaimana cara menggunakan alat ukur dengan benar agar dapat memastikan hasil yang akurat. Firsta dan Catherine juga memberikan informasi mengenai cara menginterpretasikan data yang diperoleh, yaitu dengan melakukan pencatatan dan plotting, membaca, dan menganalisis data hasil pengukuran pada grafik Kartu Menuju Sehat (KMS) Buku Kesehatan Ibu dan Anak. 

Firsta, salah satu pemateri mendengar keluhan dari para kader bahwa mereka masih merasa kesulitan untuk membaca hasil pengukuran pada timbangan.  Ia kemudian memberikan strategi dalam menghadapi angka berat badan anak yang terus berubah saat pemeriksaan. “Apabila anak tidak mau diam saat diperiksa, salah satu caranya adalah dengan menekan tombol hold pada timbangan sehingga angka yang muncul tidak berubah,” ujarnya. 

Tak hanya diberikan sebuah teori, kader posyandu juga berkesempatan untuk dapat berlatih menggunakan alat-alat antropometri yang diberikan oleh Kemenkes secara langsung. Mereka berlatih menggunakan infantometer (pengukur panjang badan) dan stadiometer (pengukur tinggi badan), timbangan bayi dan timbangan berdiri, serta mengukur lingkar kepala, dan lingkar lengan atas menggunakan pita ukur.

Sebelum mengakhiri pelatihan, Diah kembali mengingatkan kader untuk selalu berkomunikasi dengan orang tua dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi bagi anak. “Kader adalah garda terdepan dalam kesehatan masyarakat, mari kita tingkatkan peran kita,” ujarnya.

Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida berharap kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri, yang pada gilirannya akan mendukung upaya peningkatan kesehatan balita di wilayah tersebut sehingga dapat memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat. 

Puskesmas Nusa Penida III juga berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan pengawasan rutin untuk memastika kader tetap terampil dan dapat menerapkan ilmu yang didapat dengan baik. Para kader juga didorong untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi di lapangan melalui forum diskusi di tingkat desa. Dengan adanya dukungan berkelanjutan, diharapkan kualitas layanan posyandu semakin meningkat, sehingga kesehatan dan gizi balita di Desa Toyapakeh dapat lebih terjamin.

Penulis  : Lintang

Editor    : Gusti Grehenson

Artikel Pelatihan Pengukuran Antropometri oleh Tim KKN-PPM UGM di Nusa Penida Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelatihan-pengukuran-antropometri-oleh-tim-kkn-ppm-ugm-di-nusa-penida-bali/feed/ 0
Tingkatkan Kapasitas UMKM di Era Digital, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Magetan https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-kapasitas-umkm-di-era-digital-ugm-kirim-mahasiswa-kkn-ke-kabupaten-magetan/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-kapasitas-umkm-di-era-digital-ugm-kirim-mahasiswa-kkn-ke-kabupaten-magetan/#respond Mon, 12 Aug 2024 09:04:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69280 Kabupaten Magetan memiliki beragam UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner asal pangan lokal, kerajinan, hingga produk fashion. Sayangnya, transformasi serta digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi jangkauan pasar dan kemampuan bersaing, belum banyak dilakukan. Universitas Gadjah Mada menerjunkan 78 mahasiswa KKN asal lintas disiplin ilmu, yang tersebar di Kecamatan Takeran dan dua lokasi yang berbeda di […]

Artikel Tingkatkan Kapasitas UMKM di Era Digital, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Magetan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kabupaten Magetan memiliki beragam UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner asal pangan lokal, kerajinan, hingga produk fashion. Sayangnya, transformasi serta digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi jangkauan pasar dan kemampuan bersaing, belum banyak dilakukan. Universitas Gadjah Mada menerjunkan 78 mahasiswa KKN asal lintas disiplin ilmu, yang tersebar di Kecamatan Takeran dan dua lokasi yang berbeda di Kecamatan Plaosan untuk membantu memetakan potensi dan penguatan kelembagaan UMKM melalui pemanfaatan media digital agar memiliki kemampuan daya saing yang tinggi. Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D., mengaku haru dan bangga atas pengabdian yang dilakukan mahasiswa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Magetan. “Sangat haru dan senang melihat kiprah mahasiswa dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan warga. Beruntungnya, di tiap daerah kami memiliki alumni, dan link dengan KAGAMA memudahkan mahasiswa KKN untuk menjalin dan berkolaborasi dalam membuat program kerja,” ujar Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D saat memberikan sambutan di kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) KKN, Jumat (9/8), di Kantor Kecamatan Takeran, Magetan, Jawa Timur. 

Ova menambahkan KKN yang sudah berjalan selama 70 tahun ini dimulai sejak 1951 yang menunjukkan antara teori dan praktek harus saling melengkapi, terutama bagi mahasiswa. Sebab, teori yang didapat di kampus tidak akan memiliki makna jika tidak dipraktikkan di masyarakat. “Jadi ayo kita berikan usulan-usulan terbaik karena saya yakin akan dibantu oleh KAGAMA dan pemerintah setempat untuk diwujudkan, dan program kerja ini akan menjadi calon masterpiece bagi semua mahasiswa KKN,” pesannya.

Sejalan dengan itu, Wisnu Bambang Dwi Hartono selaku Camat Takeran yang juga merupakan alumni UGM, mengungkapkan bahwa merasakan perubahan yang signifikan di desanya setelah kedatangan mahasiswa KKN. “Adik-adik dari UGM ini berbeda, mereka bisa menempatkan diri dengan sangat baik di masyarakat sebagai intelektual muda. Salah satu program yang menarik adalah mereka mengajari kami tentang penjualan melalui platform digital sehingga distribusi sambel pecel kami sudah bisa sampai ke luar Magetan,” ungkapnya.

Wisnu mengucapkan banyak terima kasih kepada UGM dan berharap agar tahun depan desanya masih bisa menerima mahasiswa KKN. Menurutnya, sentuhan mahasiswa terhadap bidang pertanian juga sangat berbeda dengan menginisiasi untuk pertemuan rutin ke semua Kelompok Tani dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk kolaborasi membahas pertanian pangan dan hortikultura. “Ada juga program pembuatan produk-produk inovasi berbasis pangan lokal. Semoga setelah ini desa kami bisa lebih maju dari sebelumnya,” harapnya.

Tiara, salah satu anggota tim mahasiswa KKN di Takeran menjelaskan tentang beberapa program unggulan untuk UMKM baik di tingkat desa maupun dusun. “Untuk tingkat desa karena kami fokus ke UMKM batik, kita membantu promosi, menciptakan inovasi motif baru, kemudian juga ada mesin pengolah limbah batik,” jelasnya.

Sedangkan untuk di Dusun Babadan, pihaknya melakukan pendampingan dan pelatihan inovasi produk seperti kerupuk lele, sabun cuci, sabun mandi. “Karena produk unggulan pertaniannya kacang, kami juga mengajari ibu-ibu untuk cara pembuatan selai, mochi, dan permen kacang untuk memberikan nilai tambah dari kacang sebagai bahan baku,” tambah Tiara.

Selain itu, mahasiswa juga membuat peta sebaran UMKM yang tersebar di tiga kecamatan yang menjadi lokasi KKN UGM dengan harapan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah setempat. Penguatan kelembagaan UMKM juga menjadi program prioritas dengan menjalankan beberapa strategi seperti pendataan dan geotagging UMKM, pendampingan pembuatan konten sosial media untuk pemasaran, sosialisasi pemanfaatan QRIS dan penyuluhan pembukuan, pendampingan penggunaan website, serta penyuluhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan Bank Ekadharma. Pada penutupan monev KKN di Kabupaten Magetan kali ini ditutup dengan penyerahan mesin pengolah limbah batik yang dibuat oleh mahasiswa KKN, yang diserahkan oleh Rektor UGM ke Kecamatan Takeran.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Devi

Artikel Tingkatkan Kapasitas UMKM di Era Digital, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Magetan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-kapasitas-umkm-di-era-digital-ugm-kirim-mahasiswa-kkn-ke-kabupaten-magetan/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Teliti Tradisi Meruncingkan Gigi Kalangan Perempuan Suku Mentawai https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-teliti-tradisi-meruncingkan-gigi-kalangan-perempuan-suku-mentawai/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-teliti-tradisi-meruncingkan-gigi-kalangan-perempuan-suku-mentawai/#respond Wed, 07 Aug 2024 03:21:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68878 Tradisi pasipiatsot atau meruncingkan gigi di mentawai sendiri sudah banyak ditinggalkan, namun keberadaannya masih ada di Dusun Buttui, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan observasi budaya tradisi khas suku Mentawai yang masih dilestarikan […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Teliti Tradisi Meruncingkan Gigi Kalangan Perempuan Suku Mentawai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tradisi pasipiatsot atau meruncingkan gigi di mentawai sendiri sudah banyak ditinggalkan, namun keberadaannya masih ada di Dusun Buttui, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan observasi budaya tradisi khas suku Mentawai yang masih dilestarikan hingga saat ini di Dusun Buttui salah satunya tradisi meruncingkan gigi. 

Dibawah bimbingan Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T., tim mahasiswa terdiri atas Wahid Innayah Tullah, Indarwati, Aanisah Fauziyyah Nurul Hadi, Erlangga Mahendra Yudha, Muhammad Lutfi Zunnur, dan Gertrude Beata Utomo Putri, melakukan kegiatan pengabdian yang bertajuk “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Unggulan menuju Desa Ekowisata Berkelanjutan dan Community Based Tourism untuk Meningkatkan Taraf Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat”.

Wahid mengatakan kehadiran mahasiswa Tim KKN-PPM Kabupaten Kepulauan Mentawai disambut baik dalam mempelajari tradisi budaya suku asli Mentawai serta menunjukkan minat generasi muda dalam mengenali tradisi budaya yang tersebar di Indonesia serta antusiasme dalam mengenali pemanfaatan tanaman herbal tradisional di sekitar kita. “Salah satu tradisi yang dipelajari merupakan tradisi meruncingkan gigi suku Mentawai yang umumnya dilakukan oleh kalangan para wanita,” kata Wahid. 

Aanisah Fauziyyah Nurul Hadi sebagai salah satu anggota Tim KKN-PPM menyebutkan  Abai Ipai, yang merupakan istri dari Sikerei aman Ipai, menjadi salah satu narasumber Tim KKN dalam observasi ini. Ia menjelaskan cara membuat gigi mereka runcing adalah dengan menggunakan panokok (palu) dan papaek (pahat) serta Kajut Simakainaok (Batang dari kayu simakainaok yang digunakan sebagai penahan bibir) tanpa dilakukan pembiusan. “Pada zaman dahulu tradisi meruncingkan gigi Suku Mentawai dilakukan oleh wanita suku mentawai untuk menunjukkan kecantikan. Gigi yang diruncingkan itu empat gigi depan, rahang atas dan rahang bawah,” kata Aanisah menirukan. 

Selain itu, suku mentawai juga memanfaatkan tanaman dalam merawat dan mengobati gigi mereka. Seperti mereka menggunakan tanaman yang mereka sebut Kromimit atau Leersia virginica yang diremas-remas dan dibentuk sedemikian rupa untuk menggosok gigi mereka. “Mereka juga memanfaatkan tanaman sipuraro  atau Acmella caulirhiza yang bunganya diambil kemudian dihaluskan untuk kemudian diletakkan di gigi yang berlubang,” katanya.

Melalui kegiatan observasi budaya, tim mahasiswa KKN berharap agar masyarakat dan kalangan akademisi mengetahui bahwa masih ada tradisi unik khas di Suku Mentawai yang dahulunya dilakukan sebagai salah satu standar kecantikan bagi para wanita. “Observasi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya dalam mencapai adanya kota dan komunitas yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia,” kata Aanisah. 

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Teliti Tradisi Meruncingkan Gigi Kalangan Perempuan Suku Mentawai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-teliti-tradisi-meruncingkan-gigi-kalangan-perempuan-suku-mentawai/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Angkat Potensi Kuliner dan Wisata Pulau Hiri https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-angkat-potensi-kuliner-dan-wisata-pulau-hiri/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-angkat-potensi-kuliner-dan-wisata-pulau-hiri/#respond Tue, 06 Aug 2024 13:27:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68820 Pulau Hiri memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Terletak di utara Dermaga Pelabuhan Togolobe, pulau ini menawarkan beragam pengalaman wisata yang memikat. Dari pemandangan alam yang mempesona hingga kekayaan budaya yang khas, Pulau Hiri merupakan surga bagi para pecinta wisata yang ingin menjelajahi keindahan dan keunikannya. Sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Angkat Potensi Kuliner dan Wisata Pulau Hiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pulau Hiri memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Terletak di utara Dermaga Pelabuhan Togolobe, pulau ini menawarkan beragam pengalaman wisata yang memikat. Dari pemandangan alam yang mempesona hingga kekayaan budaya yang khas, Pulau Hiri merupakan surga bagi para pecinta wisata yang ingin menjelajahi keindahan dan keunikannya.

Sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang kaya dan beragam, tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada yang bertempat di Utara Dermaga Pelabuhan Togolobe, akan menggelar acara spektakuler bertajuk Expo Kuliner dan Wisata Pulau Hiri 2024 pada 10 Agustus 2024 mendatang di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara.

Mengambil tema “Hiri Lestari, Hiri Berseri” yang mencerminkan harapan besar bagi masyarakat Pulau Hiri. “Hiri Lestari” menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya serta lingkungan Pulau Hiri agar tidak tergerus oleh modernisasi. Sementara “Hiri Berseri” menggambarkan cita-cita menciptakan suasana kebahagiaan dan keceriaan bagi seluruh komunitas yang terlibat dalam acara ini.

Gilang Satrio Hindarto selaku Koordinator Tim KKN PPM UGM Pulau Hiri menyatakan kegiatan expo ini diharapkan Pulau Hiri dapat merasakan dampak positif dari sektor pariwisata dan memahami pentingnya melestarikan budaya lokal. “Kami berkomitmen menjadikan Pulau Hiri sebagai destinasi wisata yang tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena nilai-nilai budayanya,” kata Gilang dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (6/8).

Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan Expo ini juga akan menekankan pada praktik pariwisata yang ramah lingkungan. Pengunjung akan diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan pantai dan workshop tentang konservasi alam, sehingga mereka dapat berkontribusi langsung dalam menjaga keindahan Pulau Hiri untuk generasi mendatang.

“Kami berharap Expo Kuliner dan Wisata Pulau Hiri ini tidak hanya menghidupkan kembali kebanggaan akan kekayaan alam dan budaya Pulau Hiri, tetapi juga menjadi momentum untuk menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian warisan nenek moyang kita,” ujar Gilang.

Keberagaman budaya Pulau Hiri tercermin dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Dengan adat istiadat yang kaya dan tradisi yang kuat, Pulau Hiri menawarkan pengalaman budaya yang mendalam bagi pengunjung. Salah satu aspek menarik dari budaya Pulau Hiri adalah seni tradisionalnya yang kaya warna, seperti tarian adat dan musik tradisional yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Selain itu, kuliner khasnya pun sangat memanjakan lidah dengan sajian yang unik dan otentik.

Gilang juga menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran akan nilai-nilai budaya lokal.  Ia berharap acara ini akan menjadi wadah yang efektif untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia secara global. “Melalui kombinasi antara keindahan alam yang mempesona, kekayaan budaya yang autentik, dan komitmen untuk menjaga lingkungan, Pulau Hiri memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi tujuan wisata yang berkelanjutan dan bermakna,” katanya.

Nuri Kalbu Anugrah, anggota tim mahasiswa KKN lainnya menuturkan kegiatan expo kuliner dan wisata pulau Hiri ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat dan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya kegiatan ini mampu memperkuat identitas lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Acara ini terbuka untuk umum, dan diharapkan menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara,” jelasnya.

Expo Kuliner dan Wisata Pulau Hiri 2024 ini nantinya akan menawarkan berbagai kegiatan menarik, termasuk Seminar Wisata Berkelanjutan, Seminar Jejak Sejarah Pulau Hiri, serta akan ada Expo UMKM yang memberikan platform bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mempromosikan produk lokal mereka, sekaligus mendukung perekonomian setempat.

Selain itu, di acara ini juga dipamerkan Potensi Destinasi, di mana pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai destinasi wisata menarik di Pulau Hiri. Dari keindahan alam hingga warisan budaya. “Untuk menambah kemeriahan, Panggung Seni Budaya akan menampilkan pertunjukan seni tradisional yang mengedukasi sekaligus menghibur,” imbuhnya.

Dikatakan Nuri, partisipasi aktif masyarakat lokal dalam acara ini sangat diapresiasi dan menjadi kunci keberhasilan. Melalui Expo UMKM, pelaku usaha lokal akan memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar mereka dan meningkatkan pendapatan, sehingga turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Angkat Potensi Kuliner dan Wisata Pulau Hiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-angkat-potensi-kuliner-dan-wisata-pulau-hiri/feed/ 0