pendidikan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pendidikan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 04 Dec 2024 06:48:09 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/#respond Wed, 04 Dec 2024 06:35:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73503 Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. […]

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. Sementara pada tanggal 5 Desember 2024 ini, ia diwisuda di European Law School, Maastricht University, Belanda.

Vinca begitu ia biasa dipanggil. Menyandang gelar ganda (double degree) dari Internasional Undergradute Program (IUP) Fakultas Hukum UGM dan European Law School, Maastricht University, Belanda, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Dengan kelulusan itu, Vinca pun berhak atas dua gelar. Gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Universitas Gadjah Mada dan Legum Baccalaureus (LL.B) dari Maastricht University. Belajar di Fakultas Hukum UGM, ia mengambil konsentrasi Hukum Internasional, sedangkan di Maastricht University, ia terdaftar di European Law School, dan berkonsentrasi mendalami berbagai sistem hukum di Belanda, Perancis, Jerman, Inggris dan untuk beberapa kasus di Amerika Serikat. “Saya bersyukur dan berterima kasih untuk dua kesempatan ini”, ucap Calvinca dalam wawancara Rabu (4/12) menjelang wisuda di Maastricht University.

Proses belajar di dua perguruan tinggi tentu bukan perkara mudah. Dalam mengikuti program gelar ganda, Vinca menempuh pendidikan di UGM pada tahun pertama, yaitu semester 1 dan semester 2. Dilanjutkan menempuh pendidikan di Maastricht University, Belanda semester 3 sampai semester 6. Pada pembelajaran semester 7 dan 8, iapun kembali mengikuti pendidikan di Fakultas hukum UGM. Iapun kemudian menyelesaikan skripsi dengan joint supervision dari UGM dan Maastricht University di tahun keempat. “Aku sungguh bersyukur bisa mengungkapkan perasaan terbaikku. Setelah mengalami tahun-tahun sulit namun aku yakini ini penuh manfaat”, ucapnya.

Vinca sungguh bersyukur bisa menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan keinginannya. Ia dinyatakan lulus dan mendapatkan nilai tugas akhir untuk kedua penelitian hukum dengan judul yang sama yaitu tentang hak penyandang disabilitas pada Agustus lalu. Mengkaji soal hak penyandang disabilitas, Vinca teringat akan perjalanan yang pernah ia lalui sebelumnya. Ia pernah menjadi sukarelawan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan berkesempatan bertemu dengan pemimpin perempuan pejuang hak disabilitas yang menulis undang-undang hukum disabilitas di Uni Eropa.“Sungguh senang saya berkesempatan bertemu dengannya yang pada akhirnya menjadi supervisor sekaligus memotivasi dan mengisipirasi saya dalam melakukan penelitian dan menulis skripsi dan tesis”, terangnya.

Pada tugas akhir, Vinca berhasil menulis skripsi berjudul Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Evaluasi Implementasi Pasal 24(5) Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas untuk menempuh pendidikan di Indonesia – Studi Kasus di Universitas Gadjah Mada. Tulisan ini baginya memantik segala rasa keingintahuan untuk melihat perbandingan fasilitas dan hak-hak yang diberikan Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Eropa. “Saya sadar, ada perbedaan taraf hidup antar masyarakat Indonesia dan Eropa”, ungkapnya.

Kompleksitas Uni Eropa menjadi alasan Vinca memilih studi di Maastricht University, Belanda. Ia mengaku sangat berminat mempelajari seluk-beluk serta cara kerja hukum di Eropa secara mendalam. Semua yang ia pelajari pada akhirnya mengubah persepsinya akan pemahaman bagaimana hukum Eropa dijalankan benar-benar untuk melindungi masyarakat. “Ini yang membuat seorang penggila hukum seperti saya sangat senang”, paparnya.

Vinca sangat merasa beruntung bisa menjalani Program Double Degree. Dengan program ini pula, ia turut mencecap berbagai kesempatan mengikuti kompetisi internasional mewakili sebuah LSM Belanda ke PBB. Selain itu iapun terlibat dalam kompetisi putaran regional pertama peradilan semu internasional. “Ini menambah pengalaman luar biasa bagi saya”, akunya.

Lulus dengan IPK 3,75 di dua universitas tentu bukan hal mudah. Saat belajar di University of Maastricht, ia mengaku menggunakan metode pengajaran ala Socrates. Metode di mana mahasiswa harus menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. “Kami menyebutnya metode PBL (Problem Based Learning),  Pembelajaran Berbasis Masalah”, terangnya.

Menurut Vinca metode ini sesungguhnya sulit. Meski begitu justru dengan metode ini melatihnya berpikir kritis dan mendorong kemandirian dalam belajar. Hampir 80-100 halaman harus ia baca sebelum kelas, dan ia harus menyiapkan jawaban untuk berbagai studi kasus untuk didiskusikan secara kolektif di kelas.

Vinca pun bercerita dua tahun di Maastricht University, rutinitas yang ia jalani senantiasa mengawali dengan bangun pagi, menyiapkan makan siang dan pergi ke kampus bersepeda. Selepas kelas, ia banyak menghabiskan waktu di fakultas untuk belajar atau perpustakaan untuk membaca. Sesekali, ia pergi ke taman belakang kampus untuk berjalan-jalan sebelum berangkat menjadi sukarelawan atau bekerja. ”Seperti saat di UGM, saya pun senang pergi ke Taman Kearifan (Wisdom Park UGM) dan jalan-jalan, lalu bersama teman-teman jalan kaki menuju kelas, makan siang, lalu berlanjut kerja di kafe dan tetap menjadi sukarelawan di akhir pekan”, imbuh Vinca yang bercita-cita berkarir di PBB.

Reportase: B. Diah Listianingsih

Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/feed/ 0
Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/#respond Thu, 14 Nov 2024 07:33:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72826 Universitas Gadjah Mada kembali memberikan Anugerah Insan Berprestasi tahun 2024. Sebanyak 86 penghargaan diberikan kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, maupun tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga memberi manfaat bagi Universitas dan berdampak bagi masyarakat luas. Dari 86 orang penerima penghargaan terdiri dari 5 pemenang kategori penghargaan Bidang Publikasi Terbaik, […]

Artikel Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali memberikan Anugerah Insan Berprestasi tahun 2024. Sebanyak 86 penghargaan diberikan kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, maupun tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga memberi manfaat bagi Universitas dan berdampak bagi masyarakat luas. Dari 86 orang penerima penghargaan terdiri dari 5 pemenang kategori penghargaan Bidang Publikasi Terbaik, 7 pemenang kategori Penghargaan Bidang Penelitian, 3 penghargaan untuk dosen Berprestasi Inspiratif Tingkat UGM, dan 7 penghargaan untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Penghargaan diberikan pula untuk 3 dosen Pengembang Inovasi Konten Pembelajaran Daring melalui Video Diseminasi Ilmu Pengetahuan (Direktorat KIA), 3 Dosen Pengembang Inovasi Pembelajaran Daring Melalui MOOC dalam platform UGM ONLINE (Direktorat KIA), 3 Program Studi Pascasarjana dengan Perencanaan dan Pengembangan Modular Course (Direktorat KIA), Kategori Kaprodi Penggerak MBKM (Direktorat Pendidikan dan Pengajaran), 10 Kategori Program Studi Calon Penerima PDDIKTI AWARD 2024 Tingkat Universitas (Direktorat Pendidikan dan Pengajaran), 18 Tenaga Kependidikan Berprestasi (Inspiratif) Tingkat UGM, 3 PPID Pelaksanan Terbaik dalam Evaluasi dan Monitoring Layanan Informasi Publik UGM Tahun 2024, dan 16 Mahasiswa Berprestasi.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG (K)., Ph.D mengatakan penhargaan insan berpretasi ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, tenaga kependidikan yang telah memberi kontribusi terbaiknya untuk Universitas Gajah Mada. Sebagai pimpinan UGM, ia merasa berbahagia karena semua yang hadir secara luring dan daring menjadi saksi penyerahan kurang lebih ada 89 penghargaan untuk insan UGM berprestasi. “Saya mengucapkan selamat sekaligus terima kasih kepada seluruh peserta baik dosen, peneliti, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa yang telah berpartisipasi ataupun kemudian menjadi kandidat yang diusulkan untuk mengikuti ajang insan UGM berprestasi,” ujarnya di Grha Sabha Pramana, Rabu malam (13/11).

Ova meyakini semua yang sudah menjadi peserta dan diusulkan adalah orang-orang terpilih di bidangnya. Bagi yang belum menerima penghargaan, Rektor berharap untuk tidak merasa kecewa karena masih ada kesempatan-kesempatan berikutnya bagi upaya mengembangkan kapasitas diri. “Tentunya pada malam hari ini mudah-mudahan apa yang diterima oleh Ibu dan Bapak sebagai pemenang akan menjadi atau mendorong untuk mewujudkan tanggung jawab baru sebagai Suri Tauladan yang perlu menginspirasi dan memotivasi rekan sejawat lainnya, ataupun kalau mahasiswa-mahasiswa lainnya agar senantiasa dapat bergerak bersama menjadi satu kekuatan Universitas Gajah Mada,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si turut memberikan apresiasi kepada para mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang telah berprestasi di berbagai bidang. Arie menyebut pemberian penghargaan merupakan cara Universitas Gadjah Mada merekognisi atas peran semua civitas akademika dalam mendedikasikan pengetahuan, tenaga, pikiran sehingga Unitas Gadjah Mada terus berperan, dan mampu membangun serta berkontribusi untuk bangsa. “Selamat kepada bapak ibu, adik-adik mahasiswa, anugerah ini diberikan kepada semua yang berprestasi, dan ini sebetulnya sudah dikerjakan sejak tahun 2006,” katanya.

Sebagai Ketua Panitia Dies Natalis ke-75 dan lustrum ke-15 Universitas Gadjah Mada, Arie berharap pemberian penghargaan Insan UGM Berprestasi mampu menginspirasi yang lain yang tersebar di Indonesia bahkan dunia. Berbagai prestasi ini juga diharapkan akan menginspirasi buat civitas akademika Universitas Gadjah Mada untuk terus berinovasi di dalam memperkuat nilai kebangsaan dan keadaban. “Tentu akan berpengaruh buat perkembangan pertumbuhan dan kekuatan bangsa ini. Sekali lagi selamat kepada para penerima penghargaan, semoga terus berkarya bagi bangsa dan negara, dan untuk UGM agar selalu unggul dan berdaya saing,” pintanya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Donnie

Artikel Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/feed/ 0
Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/#respond Fri, 25 Oct 2024 23:16:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72107 Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Mengusung judul “EcoPrime Feed: Inovasi Pemanfaatan Spesies Invasif sebagai Pakan Ikan Berkualitas, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”, Tim yang diketuai oleh Gerson Lewis (Akuakultur 2023) tersebut berhasil meraih medali perunggu untuk kategori poster […]

Artikel Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Mengusung judul “EcoPrime Feed: Inovasi Pemanfaatan Spesies Invasif sebagai Pakan Ikan Berkualitas, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”, Tim yang diketuai oleh Gerson Lewis (Akuakultur 2023) tersebut berhasil meraih medali perunggu untuk kategori poster dan presentasi.

Dalam karyanya, tim ini membuat produk pakan ikan berkualitas, ramah lingkungan, dan ekonomis dari tiga bahan baku, yaitu eceng gondok, ikan red devil, dan maggot black soldier fly (BSF). Lewis menjelaskan, EcoPrime Feed dilatarbelakangi dengan adanya isu di ekosistem perikanan Indonesia yang dihuni oleh spesies invasif yang mampu mengancam kesimbangan ekosistem apabila keberadaannya tergolong berlebihan. “Tak hanya itu, EcoPrime Feed juga dicanangkan menjadi solusi atas fenomena meningkatnya food waste yang menyebabkan kelangkaan sumber daya pangan,” ucap Gerson Lewis di Faperta UGM, Jum’at (25/10).

Selain Gerson Lewis, Tim PKM-K Fakultas Pertanian UGM beranggotakan Aimmatul Husna, Sevina Surya Wibianti (Akuakultur 2023), Muhammad Jibril Syahid (Manajemen Sumberdaya Akuatik 2023), dan Jihan Tsabitha (Pembangunan Ekonomi Wilayah 2022).

Lewis menambahkan, ia dan tim merasa bersyukur atas kesempatan mengikuti kompetisi pada ajang Pimnas ke-37. Selain mendapat pengalaman, ajang Pimnas ke-37 mampu menambah wawasan dan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia khususnya terkait ilmu-ilmu di bidang kewirausahaan yang tidak didapatkan di bangku kuliah.

“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur kepada Tuhan karena perjuangan yang kami upayakan bisa membuahkan hasil yang sangat baik dan dapat membanggakan nama Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Semoga ini menambah semangat kami untuk berinovasi,” ujarnya.

Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM selaku dosen pembimbing menyampaikan rasa syukurnya atas pengalaman pertamanya menjadi seorang pembimbing PKM yang mampu lolos hingga PIMNAS dan membawa pulang dua buah medali perunggu. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk membimbing anak-anak muda yang luar biasa, mengantarkan sampai apa yang dicita-citakan oleh mereka. Walaupun hasil ini mungkin belum yang terbaik, tetapi menurut saya, ini adalah awalan yang baik untuk menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya,” tutur Senny.

Reportase : Hanita Athasari Zain dan Desi Utami

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Dokumentasi tim EcoPrime Feed

Artikel Tim PKM Fakultas Pertanian UGM Raih Dua Medali di Pimnas ke-37 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-fakultas-pertanian-ugm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-37/feed/ 0
UGM dan ITB Perkuat Kerja Sama Hilirisasi Riset https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-itb-perkuat-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-itb-perkuat-kerja-sama/#respond Mon, 14 Oct 2024 10:20:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71654 Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Ir. N. R. Reini Djuhraeni Wirahadikusumah, M.S.C.E., Ph.D melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada. Kunjungan yang berlangsung di ruang Rektor UGM, dan diterima Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D. Banyak hal didiskusikan oleh keduanya sebagai bentuk koordinasi sebagai sesama perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH). “Ini kunjungan ke UGM, betul-betul untuk […]

Artikel UGM dan ITB Perkuat Kerja Sama Hilirisasi Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Ir. N. R. Reini Djuhraeni Wirahadikusumah, M.S.C.E., Ph.D melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada. Kunjungan yang berlangsung di ruang Rektor UGM, dan diterima Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D. Banyak hal didiskusikan oleh keduanya sebagai bentuk koordinasi sebagai sesama perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH). “Ini kunjungan ke UGM, betul-betul untuk silaturahmi. UGM banyak sekali membantu ITB dari kepemimpinan Rektor sebelumnya hingga Rektor UGM saat ini yang dipimpin Prof Ova”, ujar Reini Djuhraeni Wirahadikusumah, Senin (14/10).

Reini mengaku antar pimpinan perguruan tinggi seringkali berkomunikasi untuk membahas hal-hal yang perlu dikoordinasikan bersama. Terlebih antara ITB dan UGM sebagai sesama anggota PTN-BH perlu untuk mengkoordinasikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh keduanya.

Bagi Reini, baik UGM maupun ITB perlu melakukan koordinasikan lintas PTN-BH. UGM, disebutnya sebagai salah satu tempat bertanya. “Universitas-universitas di Indonesia memang seharusnya saling bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai masalah nasional”, katanya.

Dengan saling bersilaturahmi, kata Reini, masing-masing perguruan tinggi saling mengetahui permasalahan yang dihadapi, dan berusaha mencari solusi untuk penyelesaiannya. Oleh karena itu, baik ITB maupun UGM yang telah terbiasa dengan urusan rutin menyangkut pendidikan, penelitian dan pengabdian, menurutnya tetap membutuhkan adanya pola kerjasama yang mensinergikan kekuatan masing-masing untuk menyusun program baru yang menguntungkan, khususnya untuk mahasiswa di kedua kampus.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D. Menurut Ova, kunjungan dari Rektor ITB pada intinya berkeinginan memperkuat kerjasama dengan UGM. Meskipun tidak menutup kenyataan bila selama ini telah banyak kerja sama dilakukan antar peneliti. “Sayang, di tingkat universitas sendiri belum ada semacam MoU khusus. Karena itu keduanya ingin memperbanyak kerja sama yang sifatnya saling membutuhkan dan saling melengkapi”, ungkapnya.

Ova mencontohkan untuk pengayaan prodi-prodi yang ada di ITB, sebagian besar memiliki kekhususan dalam bidang teknik. Berbeda kondisinya di UGM karena  selain memiliki bidang ilmu teknik, ada bidang ilmu Sosial Humaniora, Kesehatan, dan Saian dan Agro. Untuk keperluan hilirisasi, diharapkan kerja sama yang erat dari kedua kampus. Ova berharap melalui kerja sama ini nantinya diharapkan saling memperkuat sinergi kedua kampus. “Sebagai langkah nyata maka keduanya berbicara secara riil program apa diawal yang akan didampingi kedua kampus yang tentunya nanti akan berlanjut dengan membuat perjanjian untuk kerja sama,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel UGM dan ITB Perkuat Kerja Sama Hilirisasi Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-itb-perkuat-kerja-sama/feed/ 0
Fapet UGM Bagikan Telur Rebus Gratis Untuk Mahasiswa Selama UTS https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-bagikan-telur-rebus-gratis-untuk-mahasiswa-selama-uts/ https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-bagikan-telur-rebus-gratis-untuk-mahasiswa-selama-uts/#respond Tue, 08 Oct 2024 09:02:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71374 Fakultas Peternakan (Fapet) UGM membagikan telur rebus gratis kepada para mahasiswa yang tengah mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Pembagian telur rebus ini bertujuan untuk membantu pemenuhan gizi para mahasiswa selama mengikuti ujian yang berlangsung selama 10 hari, 30 September-9 Oktober 2024 mendatang. Menurut Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Ir. Andriyani Astuti, […]

Artikel Fapet UGM Bagikan Telur Rebus Gratis Untuk Mahasiswa Selama UTS pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM membagikan telur rebus gratis kepada para mahasiswa yang tengah mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Pembagian telur rebus ini bertujuan untuk membantu pemenuhan gizi para mahasiswa selama mengikuti ujian yang berlangsung selama 10 hari, 30 September-9 Oktober 2024 mendatang.

Menurut Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN., pembagian telur untuk para mahasiswa ini tentunya bermanfaat dalam menjaga berat badan. Kandungan nutrisi dan protein dalam telur, disebutnya juga bermanfaat mempercepat penyembuhan dan menjaga kesehatan jantung. “Dengan pembagian telur rebus diharapkan para mahasiswa akan lebih tenang saat mengerjakan soal ujian. Selain nutrisi, telur juga mengandung protein hewani yang bagus untuk kesehatan,”katanya di Fakultas Peternakan UGM, Selasa (8/10).

Pembagian dilakukan tim panitia Fakultas Peternakan UGM setiap pagi hari sebagai ganti sarapan. Dengan pemberian ini para mahasiswa akan lebih tenang dan siap saat mengerjakan ujian. Sebanyak 336 telur rebus telah dibagikan kepada mahasiswa pada hari Jum’at (4/10), dilanjutkan hari Senin (7/10) sebanyak 323 telur rebus, Selasa (8/10) sebayak 299 butir telur rebus, dan sebanyak 300 butir di hari Rabu (9/10).

Priyo Adi salah satu mahasiswa yang mendapatkan telur rebus gratis mengaku senang. Ia merasa fakultas memberikan perhatian kepada para mahasiswa yang tengah menjalani UTS. “Kebetulan sekali dapat telur rebus. Tadi juga belum sarapan,”kata Priyo.

Hal senada diungkapkan Bima dan Miftah. Menurut pengakuan keduanya, mereka sempat terkejut karena saat akan UTS sesi pagi mendapatkan pembagian telur rebus.

Reportase : Satria/Humas Fapet

Penulis      : Agung Nugroho

Foto.         : Margiyono

Artikel Fapet UGM Bagikan Telur Rebus Gratis Untuk Mahasiswa Selama UTS pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-bagikan-telur-rebus-gratis-untuk-mahasiswa-selama-uts/feed/ 0
Cegah Congenital Rubella Syndrome, FKKMK UGM lakukan Pengabdian di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-congenital-rubella-syndrome-fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-di-kabupaten-kulon-progo-dan-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-congenital-rubella-syndrome-fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-di-kabupaten-kulon-progo-dan-gunungkidul/#respond Thu, 26 Sep 2024 06:14:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70892 Campak dan rubela nampaknya masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ia bisa mengakibatkan komplikasi berat seperti malformasi kongenital hingga kematian. Mengingat mortalitas dan morbiditas dari campak-rubela tersebut, Divisi Neurologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada secara konsisten melakukan kegiatan pengabdian […]

Artikel Cegah Congenital Rubella Syndrome, FKKMK UGM lakukan Pengabdian di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Campak dan rubela nampaknya masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ia bisa mengakibatkan komplikasi berat seperti malformasi kongenital hingga kematian.

Mengingat mortalitas dan morbiditas dari campak-rubela tersebut, Divisi Neurologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada secara konsisten melakukan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024 ini, tim pengabdian Masyarakat pun kembali melakukan pengabdian dengan mengusung tema Upaya Eliminasi Campak-Rubela untuk Mencegah Kejadian Congenital Rubella Syndrome (CRS) di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul.

Kegiatan pengabdian digelar sebagai kelanjutan roadmap penanganan Congenital Rubella Syrndrome yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga tahun akhir 2025 dengan mentarget terjadinya eliminasi Campak-Rubela di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sehingga kasus Congenital Rubella Syndrome (CRS) dapat ditekan.

Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A(K) mengatakan tim pengabdian masyarakat kali ini memilih kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul sebagai lokasi awal eliminasi campak-rubela. Lokasi ini dipilih karena cakupan vaksinasi measles-rubella (MR) tertinggi ada di Kabupaten Kulon Progo (98,59%), diikuti Kabupaten Gunung Kidul (97,63%) dan kedua kabupaten tersebut memiliki kasus positif campak terendah di DIY yaitu 22 kasus di Kabupaten Kulon Progo dan 15 kasus di Kabupaten Gunungkidul. “Harapannya, dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan kasus positif yang rendah, eliminasi dapat dimulai dari kedua kabupaten tersebut sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Provinsi DIY”, ujar Siti Herini ketua tim pengabdian di FKKMK UGM, Kamis (26/9).

Kegiatan pengabdian pada masyarakat diawali dengan advokasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang telah dilaksanakan secara daring, Kamis (20/6). Kegiatan advokasi bersama ini dalam rangka membentuk koordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan upaya eliminasi campak-rubela dalam rangka pencegahan CRS di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul.

Dilanjutkan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Kabupaten Kulon Progo & Kabupaten Gunungkidul, dan perwakilan puskesmas di masing-masing kabupaten pada Senin (1/7) dan di Gunungkidul Rabu (3/7). Pada pertemuan tersebut disampaikan pemaparan berupa overview kegiatan pengabdian masyarakat, penyakit campak-rubela, imunisasi MR, dan strategi Dinas Kesehatan Provinsi DIY dalam percepatan eliminasi campak-rubella/CRS. “Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum melalui tenaga kesehatan mengenai penyakit campak-rubela, termasuk penularan, perjalanan penyakit, komplikasi, dan pencegahan” terang Siti Herini.

Secara keseluruhan kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan tiga departemen di lingkungan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.  Pengabdian dalam rangka upaya eliminasi Campak-Rubela guna mencegah kejadian Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2024 ini dilakukan Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen Penyakit Mata, Departemen Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

Selain Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A.(K), mereka yang terlibat pengabdian diantaranya dr. Agung Triono, Sp.A(K), dan dr. Kristy Iskandar, M.Sc., Ph.D., Sp.A.(K). Juga Dr. dr. RR. Ratni Indrawanti, Sp.A.(K), Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D., Sp.A.(K), dr. Albaaza Nuady, Sp. M, dr. Ashadi Prasetyo, M.Sc, Sp. THT-KL, Avianti Paramastuti, ST, dan dr. Andika Priamas Nugrahanto.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Cegah Congenital Rubella Syndrome, FKKMK UGM lakukan Pengabdian di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-congenital-rubella-syndrome-fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-di-kabupaten-kulon-progo-dan-gunungkidul/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/#respond Tue, 24 Sep 2024 09:24:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70843 Data WHO tahun 2019 menyebutkan sebanyak 18 juta orang hidup dengan rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga penderita RA harus melakukan pengobatan dan penanganan jangka panjang. Penyakit autoimun inflamasi sistemik kronis ini, dapat mempengaruhi kualitas hidup, kehidupan sehari-hari, dan kegiatan sosial karena menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur sendi […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data WHO tahun 2019 menyebutkan sebanyak 18 juta orang hidup dengan rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga penderita RA harus melakukan pengobatan dan penanganan jangka panjang. Penyakit autoimun inflamasi sistemik kronis ini, dapat mempengaruhi kualitas hidup, kehidupan sehari-hari, dan kegiatan sosial karena menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur sendi dan tulang.

Peradangan ini seringkali menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kerusakan sendi secara permanen. RA sering kali tidak diketahui gejala dan penyebabnya, sehingga langkah diagnosisnya juga terkadang terlambat, dan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang penyakit RA dan memiliki akses minimum dalam mendapat diagnosis dini RA di fasilitas kesehatan.

Penemuan alat deteksi dini yang akurat, memungkinkan intervensi lebih awal, sehingga dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA. Tim mahasiswa UGM mengembangkan inovasi alat deteksi dini RA untuk menekan jumlah pasien RA setiap tahunnya melalui teknologi termografi inframerah untuk melihat persebaran suhu pada telapak tangan yang didukung dengan teknologi machine learning untuk meningkatkan keakuratan diagnosis.

Tim mahasiswa ini terdiri atas Awaliya Shabrina, mahasiswa Fakultas Teknik UGM bersama empat orang rekannya, yakni Laila Nur Rizqi Tasnimiyah, Javana Avita Prameswari, Amir Fren Afrizal, dan Muhammad Irfan dengan mendapat bimbingan dari Dr. Eng. Ir. Prapto Nugroho, S.T., M.Eng., IPM. 

Awaliya Shabrina menjelaskan penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bila pemeriksaan RA masih menggunakan alat invasif dan besar. Karena itu, ia bersama tim berinisiatif merancang sebuah prototipe diagnosis RA yang bisa digunakan di mana saja dan kapan saja. “Terlambat mendiagnosis RA, katanya, dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup hingga kecacatan permanen.  Salah satu penyebabnya dikarenakan diagnosis yang terlambat dan kurangnya pengetahuan dan informasi terkait penyakit ini,” katanya.

Lebih lanjut, Awaliya memaparkan prototipe tersebut diberi nama ReuMate yaitu sebuah alat pendeteksi dini rheumatoid arthritis menggunakan machine learning terintegrasi mobile app. Pengembangan prototipe deteksi dini RA yang bersifat non-invasive dan portabel dengan integrasi metode termografi inframerah dan machine learning ini diperlukan untuk meningkatkan akurasi deteksi kondisi RA pada telapak tangan, serta menyediakan akses informasi edukatif mengenai penanganan dan pencegahan penyakit tersebut. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan informasi edukasi terkait penanganan dan pencegahan penyakit RA yang dapat diakses dengan mudah. 

“Perancangan prototipe ini bermanfaat untuk membantu pendeteksian sedini mungkin penyakit RA secara non invasive, memungkinkan penanganan cepat agar kondisi tidak semakin memburuk, monitoring penanganan dan edukasi untuk pasien RA melalui mobile app,” katanya.

Dengan inovasi ReuMate. Kata Awaliya, tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan deteksi dini RA, ReuMate memungkinkan pengobatan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas hidup penderita. “Adanya prototipe ini bisa digunakan di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil karena alat ini mudah untuk dibawa,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/feed/ 0
Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/ https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/#respond Fri, 20 Sep 2024 06:40:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70744 Fakultas Kedokteran Hewan tengah melakukan beberapa perubahan kurikulum pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan dengan kompetensi yang disyaratkan dari World Organization Animal Health (WOAH) sehingga  bisa menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan memenuhi standar internasional. “Adanya perubahan kurikulum ini akan memastikan lulusan FKH UGM nantinya sesuai dengan standar internasional dan siap melaksanakan semua program internasional dalam […]

Artikel Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Hewan tengah melakukan beberapa perubahan kurikulum pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan dengan kompetensi yang disyaratkan dari World Organization Animal Health (WOAH) sehingga  bisa menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan memenuhi standar internasional. “Adanya perubahan kurikulum ini akan memastikan lulusan FKH UGM nantinya sesuai dengan standar internasional dan siap melaksanakan semua program internasional dalam hal kesehatan hewan dan khususnya transboundary diseases,” ujar Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D pada Rapat Terbuka Senat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Peringatan Dies Natalis Ke-78, Jum’at (20/9).

Teguh menuturkan program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) pada tahun ini menerapkan berbagai langkah untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar. Diantaranya dengan membuat jadwal yang lebih cepat dan proses sosialisasi calon mahasiswa baru menjadi lebih awal sehingga mahasiswa memiliki kesempatan cukup waktu dalam persiapannya. “Ujian masuk entry exam PPDH (Pendidikan Profesi Dokter Hewan) dilakukan sebelum registrasi mahasiswa ke prodi PPDH. Diharapkan mahasiswa yang teregistrasi adalah mahasiswa yang sudah memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan,” terangnya.

Lebih jauh Dekan menjelaskan bahwa kurikulum PPDH saat ini juga dalam proses revisi untuk disesuaikan dengan kompetensi WOAH. Dia menyampaikan saat ini ada sekitar 52 wahana luar kampus yang dimiliki oleh PPDH sebagai wahana kegiatan luar kampus mahasiswa untuk menambah kompetensi dokter hewan. “Seiring dengan itu, proses standarisasi dosen wahana juga terus dilakukan oleh masing-masing stase untuk mengharmonisasi kompetensi dosen wahana sesuai yang disyaratkan oleh PPDH FKH UGM,” tuturnya.

Dalam puncak Dies ke-78, Teguh Budipitojo selaku Dekan FKH UGM berkesempatan menyampaikan gambaran kinerja yang telah dilakukan selama periode bulan Agustus 2023 s.d. Juli 2024. Disamping bidang akademik dan kemahasiswaan, ia menyampaikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam bidang keuangan, aset, dan sumber daya manusia, dan bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerjasama, dan alumni. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap tema besar Dies Natalis ke-78 Fakultas Kedokteran Hewan yaitu Transformasi Profesi Dokter Hewan dalam menghadapi Era Digital dan Perkembangan Artificial Intelligent. Tema ini, menurutnya sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini dimana  digitalisasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang kesehatan hewan. “Seorang dokter hewan tentunya tidak hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan hewan, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan standar kualitas pelayanan dan perawatan”, katanya.

Wening menyebut era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek praktik dokter hewan. Mulai dari kemudahan akses informasi, alat-alat diagnostic canggih hingga manajemen kesehatan berbasis data. Semua itu, katanya, bertujuan untuk mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan tentunya memperluas jangkauan layanan sebagai dokter hewan. “Tidak hanya itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin membuka pintu inovasi dalam dunia kedokteran hewan. Dengan AI, dokter hewan dapat mengolah data medis dengan lebih cepat dan akurat, menganalisis hasil pemeriksaan radiologi, bahkan hingga pengembangan obat-obatan dan terapi yang lebih tepat sasaran,” ucapnya.

Dalam puncak Dies ke-78 FKH UGM, ini juga disampaikan berbagai prestasi yang diraih FKH UGM, dan orasi ilmiah oleh Dr. drh. Dhirgo Adji, M.P yang mengangkat judul “Osteoartritis Pada Anjing: Problem Terapi dan Dampak Ekonomi Pada Masyarakat Pemilik Anjing di Indonesia”.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/feed/ 0
Kemampuan Terbang 6 Jam Tanpa Henti, UGM Meluncurkan Pesawat Tanpa Awak https://ugm.ac.id/id/berita/kemampuan-terbang-6-jam-tanpa-henti-ugm-meluncurkan-pesawat-tanpa-awak/ https://ugm.ac.id/id/berita/kemampuan-terbang-6-jam-tanpa-henti-ugm-meluncurkan-pesawat-tanpa-awak/#respond Tue, 03 Sep 2024 09:12:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70241 Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Selo, Ph.D.,  meluncurkan  pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Palapa S-1 buatan Prof. Dr. Ir. Gesang Nugroho, ST., MT, staf pengajar Fakultas Teknik (FT) UGM. Pesawat tanpa awak ini bisa diperuntukan untuk kepentingan surveilans dan pemetaan, hingga untuk kepentingan patroli kebakaran hutan hingga darurat bencana. Selo […]

Artikel Kemampuan Terbang 6 Jam Tanpa Henti, UGM Meluncurkan Pesawat Tanpa Awak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Selo, Ph.D.,  meluncurkan  pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Palapa S-1 buatan Prof. Dr. Ir. Gesang Nugroho, ST., MT, staf pengajar Fakultas Teknik (FT) UGM. Pesawat tanpa awak ini bisa diperuntukan untuk kepentingan surveilans dan pemetaan, hingga untuk kepentingan patroli kebakaran hutan hingga darurat bencana.

Selo mengatakan pesawat nirawak Palapa-S1 merupakan pesawat yang didesain untuk dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aplikasi, dan saat diluncurkan custom dibuat untuk aplikasi pemantauan kebakaran hutan. “Tentunya pesawat nirawak ini bisa diaplikasikan ke banyak hal. BPBD salah satunya yang akan memanfaatkan karena pesawat nirawak ini bisa memantau bila telah terjadi bencana, gempa bumi misalnya,” papar Selo di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM, Selasa (3/9).

Gesang Nugroho selaku ketua tim peneliti menuturkan pesawat nirawak yang mendapat pendanaan dari LPDP ini memiliki tingkat efisiensi sangat tinggi. Untuk sekali terbang mampu bertahan di udara selama 6 jam dengan jangkauan telemetri sejauh 500 kilometer. “6 jam terbang mampu melakukan mapping 3500 hektar”, ujarnya.

Gesang kembali menandaskan pesawat ini bisa untuk bermacam keperluan tergantung sensor yang dibawa. Pesawat nirawak ini pun bisa digunakan untuk recognition militer yaitu mengintai kondisi musuh yang jaraknya masih jauh. Bisa pula untuk patroli laut, pemantauan perkebunan, pemantauan pertambangan, dan lain-lain. Bahkan pesawat ini sudah tes dan melalui uji kehandalan sehingga selain ke Kemenhankam RI, pesawat ini menurut rencana akan dipromosikan ke instansi-instansi yang lain.

Untuk kepentingan research and development, Gesang menjelaskan Pesawat Palapa-S1 memerlukan waktu selama 3 tahun. Dimulai sejak tahun 2021, pesawat ini terus dikembangkan agar strukturnya semakin ringan, semakin kuat sehingga payloadnya bisa semakin tinggi. “Ini sudah tahun ketiga, dan rangkaian pengujian-pengujian sudah kita laksanakan. Pesawat ini pada awalnya akan dimanfaatkan untuk deteksi dini kebakaran hutan. Jadi informasi titik panas yang diperoleh maka pesawat akan melakukan pemadaman setelah mendapat data yang valid”, jelasnya. 

“Dulu pesawat ini pada awal pengembangannya sempat disaksikan oleh pak Prabowo, Cuma saat itu belum diuji kemudian pak Prabowo saat itu mengatakan kalau sudah diuji akan dimanfaatkan. Ini pesawat sudah selesai, sudah tes, sudah diuji kehandalannya maka UGM akan melakukan pembicaraan kelanjutan,” sambungnya

Meski Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih 30-40 persen, Gesang menuturkan akan terus ditingkatkan dan sangat siap diproduksi karena pesawat dibuat dengan cara dicetak. Sedangkan kapasitas pembuatan selama 3 bulan mampu menghasilkan 7 unit pesawat. Semua telah melalui serangkaian pengujian panjang ada uji aerodinamik, uji stabilitas, uji telematri, uji endurance dan uji misi di lingkungan yang sebenarnya. “Pada prinsipnya bisa untuk apa saja. Kalau militer ya membawa bom atau apa sehingga bisa dipergunakan untuk itu,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Kemampuan Terbang 6 Jam Tanpa Henti, UGM Meluncurkan Pesawat Tanpa Awak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kemampuan-terbang-6-jam-tanpa-henti-ugm-meluncurkan-pesawat-tanpa-awak/feed/ 0
Departemen Perikanan Faperta UGM Gelar Puncak HUT ke-61 https://ugm.ac.id/id/berita/puncak-hut-ke-61-departemen-perikanan-faperta-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/puncak-hut-ke-61-departemen-perikanan-faperta-ugm/#respond Mon, 02 Sep 2024 07:33:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70168 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61, Jum’at, 30 Agustus 2024 yang digelar di Auditorium Harjono Danoesastro mengusung tema Membangun Jiwa Bahari, Kontribusi untuk Pertiwi. Disela perayaan HUT kali ini, disampaikan laporan tahunan terkait capaian kinerja dan prestasi oleh Ketua Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM,Prof. Dr. […]

Artikel Departemen Perikanan Faperta UGM Gelar Puncak HUT ke-61 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61, Jum’at, 30 Agustus 2024 yang digelar di Auditorium Harjono Danoesastro mengusung tema Membangun Jiwa Bahari, Kontribusi untuk Pertiwi.

Disela perayaan HUT kali ini, disampaikan laporan tahunan terkait capaian kinerja dan prestasi oleh Ketua Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM,Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., dan orasi ilmiah oleh Miftakhul Munir, S.Pi, alumni Jurusan Perikanan tahun 1995, dengan judul Inovasi Budidaya Udang Kunci Menuju Keberhasilan Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan

Tidak hanya itu, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Fakultas Pertanian UGM dengan PT Riung Agro Lestari dan Shrimp Club Indonesia.

Penandatangan dengan PT Riung Agro Lestari diwakili Miftakhul Munir, S.Pi selaku Direktur dan Shrimp Club Indonesia diwakili Ir. Haris Muhtadi. Sedangkan Fakultas Pertanian UGM diwakili Prof. Subejo, S.P., M.Sc., PhD selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama.

Subejo dalam sambutan menyampaikan Departemen Perikanan sesungguhnya berdiri pada tanggal 1 September 1963, dan ia berdiri sebagai bagian dari Fakultas Pertanian UGM. Dalam perjalanannya Departemen Perikanan telah mengalami perkembangan dan kemajuan di bidang Tridharma Perguruan Tinggi. “Tentu saja potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang tinggi merupakan tantangan bagi Departemen Perikanan untuk berkembang lebih maju lagi”, tuturnya.

Alim Isnansetyo dalam laporan menyampaikan berbagai  perkembangan yang telah dicapai Departemen Perikanan. Diantaranya memiliki fasilitas yang semakin lengkap, salah satunya Laboratorium Terpadu, yang siap mendukung penelitian terkait Aquatic Nanotechnology dan Biotechnology. “Ini tentunya juga didukung oleh sumberdaya manusia yang mumpuni dan fasilitas yang memadai, diharapkan Departemen Perikanan dapat semakin meningkatkan kualitas kegiatan Tri Dharma serta berkiprah lebih luas lagi di kancah nasional maupun internasional”, terangnya.

Berbagai rangkaian kegiatan juga telah dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-61 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Dalam pembukaan telah dilakukan senam bersama, dan dilanjutkan Seminar Nasional Tahunan XXI Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, The 2nd Summer Course on Tropical Aquaculture and Fisheries Management. Dilaksanakan pula kegiatan ziarah ke makam para pendiri dan pendahulu, anjangsana ke purna tugas, pemeriksaan kesehatan, dan family gathering, serta sebagai acara penutup digelar Puncak Peringatan HUT ke-61 Departemen Perikanan.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Departemen Perikanan Faperta UGM Gelar Puncak HUT ke-61 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/puncak-hut-ke-61-departemen-perikanan-faperta-ugm/feed/ 0