pendidikan berkualitas Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pendidikan-berkualitas/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 03 Feb 2025 03:47:41 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/ https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/#respond Mon, 03 Feb 2025 03:43:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75324 Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada mengikuti NUS Startup Ecosystem Program 2025 yang berlangsung pada 5-12 Januari 2025 lalu di Jakarta dan Bandung. Program yang menjadi platfrom bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Keempatbelas mahasiswa ini adalah Apriana Vika Vianbara (Manajemen 2021), Virdza Anditha Arya Putri (Manajemen 2023), ⁠Muhammad Faza […]

Artikel 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada mengikuti NUS Startup Ecosystem Program 2025 yang berlangsung pada 5-12 Januari 2025 lalu di Jakarta dan Bandung. Program yang menjadi platfrom bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Keempatbelas mahasiswa ini adalah Apriana Vika Vianbara (Manajemen 2021), Virdza Anditha Arya Putri (Manajemen 2023), ⁠Muhammad Faza Naufal (Manajemen, 2022), Ando Fanda Belvian (Akuntansi 2022), Fazmi Rizki Al Ghifari (Manajemen 2024), Ibnu Zidan Alfarij (Akuntansi 2024), dan Azzumaraa Akmalia (Manajemen 2024).

Berikutnya, ⁠Jonathan Cahaya Kristianto (Akuntansi 2024), Paulina Berliana Ananto (Manajemen 2022), Maria Erika Widierasti (Manajemen 2022), ⁠M. Zhorif Asyraf. MT (Manajemen 2022), Muhammad Alfie Ramdhan (Manajemen 2022), Shalom Emmanuel Levy Atie (Manajemen 2022), ⁠dan Desi Indah Lestari (Manajemen 2022). Keempat belas mahasiswa tersebut mendapat dukungan fasilitasi dari CSDU berupa layanan administrasi, pendampingan, dan pendanaan.

Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berdiskusi dengan para ahli, kunjungan lapangan ke berbagai startup dan inkubator, mengikuti workshop dan pelatihan kewirausahaan, melakukan eksplorasi budaya lokal, membangun jaringan dengan para pendiri startup, dan melakukan sesi pitching.

Zhorif Asyraf, prodi Manajemen angkatan 2022, salah satu peserta, menjelaskan selama acara berlangsung, ia dan rekan timnya ditempatkan dalam kelompok pitching yang terdiri dari 5 anggota mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas. Pembagian tim ini bertujuan untuk menciptakan suasana kolaboratif dan memperkaya pengalaman antar peserta dari latar belakang yang beragam.“Saya merasa beruntung bisa mengikuti NUS Startup Ecosystem Program  karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, sekaligus senang bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman baru”, terangnya di FEB UGM, Senin (3/2).

Kesempatan  mendapatkan pengalaman international exposure ini , menurutnya, tidak hanya akan memperluas wawasan tetapi sekaligus memperdalam pemahaman ekosistem bisnis dan startup di tingkat global. “Yang pasti ini memberikan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas dengan bermacam latar belakang,” ungkap Zhorif.

Reportase : Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/feed/ 0
Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/#respond Thu, 16 Jan 2025 03:16:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74759 Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track […]

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track sejak tahun 2023 lalu. Memasuki tahun terakhir berkuliah S1 di Departemen Akuntansi FEB UGM, ia mendapat informasi terkait program Fast Track di FEB UGM. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi keinginannya. “Awalnya tidak terlalu berharap karena waktu pendaftarannya cukup mepet dan mendadak, namun kesempatan seperti ini mungkin tidak datang dua kali. Lagipula kenapa tidak mencoba? nothing to lose, yang penting usaha dulu agar tidak ada penyesalan,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan, Winta berjuang mengikuti program fast track. Ia mengaku punya keinginan bisa meraih gelar sarjana dan magister secara bersamaan dalam waktu lebih cepat dibandingkan program regular. “Alasan lainnya tentunya di program fast track ini ada beasiswanya”, paparnya tersenyum.

Bagi Winta, tantangan dan strategi mengatur waktu menjadi kunci dalam menjalani studi di program fast track. Winta pun mengakui tantangan terbesar yang dihadapi dalam programini terkait pengelolaan waktu. “Tantangan terbesar selama menjalani program ini ya mengatur waktu. Rasanya tidak cukup melakukan semua kegiatan dalam 24 jam sehari. Pada akhirnya saya berprinsip selama masih ada hal yang bisa diusahakan, jangan pernah berhenti mencoba,” terangnya.

Menemukan ritme tepat dalam menjalani kuliah program fast track termasuk menjadi hal penting. Meskipun mengalami kesulitan di awal, Winta pun pada akhirnya berhasil beradaptasi dan mampu mengatur waktu dengan baik dengan menyusun perencanaan studi dengan berbagai skala prioritas. Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengulik informasi pendaftaran dan menyiapkan berkas sedini mungkin. “Upayakan berjuang secara maksimal di setiap tahapan seleksi. Pertama dan paling utama memantapkan diri, siapkan tekad dan komitmen, dan persiapkan segalanya dengan baik dan maksimalkan usaha di setiap tahap seleksi”, jelas Winta.

Reporter: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis  : Agung Nugroho

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/feed/ 0
Peringati World Logic Day, Fakultas Filsafat UGM Bahas Studi Logika https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-world-logic-day-fakultas-filsafat-ugm-bahas-studi-logika/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-world-logic-day-fakultas-filsafat-ugm-bahas-studi-logika/#respond Tue, 07 Jan 2025 08:41:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74451 The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan tanggal 14 Januari sebagai Hari Logika Sedunia atau World Logic Day. Untuk menyambut peringatan tersebut, Fakultas Filsafat UGM menyelenggarakan rangkaian kuliah umum dengan menghadirkan Dr. Sara L. Uckerman dari Durham University, United Kingdom, sebagai narasumber […]

Artikel Peringati World Logic Day, Fakultas Filsafat UGM Bahas Studi Logika pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan tanggal 14 Januari sebagai Hari Logika Sedunia atau World Logic Day. Untuk menyambut peringatan tersebut, Fakultas Filsafat UGM menyelenggarakan rangkaian kuliah umum dengan menghadirkan Dr. Sara L. Uckerman dari Durham University, United Kingdom, sebagai narasumber utama.

Lecture series telah dimulai Senin (6/1) dengan menyelenggarakan dua sesi kuliah yang membahas aspek mendasar dan metodologis dalam studi logika. Sesi pertama bertema History of Logic memaparkan perkembangan logika dari perspektif historis, mencakup definisi, periode penting, serta pandangan dari tokoh-tokoh utama dalam disiplin ini. Pada sesi kedua, yang bertema Fiction Writing as Philosophical Methodology mengeksplorasi bagaimana penulisan fiksi dapat menjadi alat metodologis yang efektif dalam mengeksplorasi dan menyampaikan argumen filosofis.

Berbicara dengan tema History of Logic, Sara L. Uckerman mengaku terbiasa menggunakan definisi logika sebagai studi tentang argumen yang baik. Bahwa setiap argumen memiliki premis sekaligus solusi, dan argumen sendiri dinyatakan sebagai daftar pernyataan. “Beberapa di antaranya berupa premis dan lainnya adalah kesimpulan. Artinya disini kita bisa memasukkan apa saja dalam daftar pernyataan ini”, ujarnya di Fakultas Filsafat UGM.

Dalam kesempatan ini, Sara menyoroti kontribusi Aristoteles dalam merumuskan logika sebagai disiplin ilmu yang spesifik. Menurutnya, sistem silogistik Aristoteles dibangun dalam konteks penalaran ilmiah untuk memastikan bahwa jika memulai dari kebenaran maka kesimpulan yang dihasilkan juga akan bernilai benar.

Ia menambahkan konteks pengembangan logika oleh Aristoteles sangat spesifik, yakni untuk penemuan ilmiah, bukan untuk penggunaan umum. Karenanya dalam sesi ini, peserta diajak menyelami periode penting dalam sejarah perkembangan logika, mulai dari masa Yunani Kuno dengan Aristoteles, tradisi logika abad pertengahan, hingga pergeseran besar yang terjadi pada era logika modern. “Tentunya setiap periode tersebut memberikan fondasi bagi pemahaman logika hari ini serta perbedaannya dalam metode pendekatan terhadap argumen dan kebenaran,” katanya.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pemaparan ini, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan di akhir sesi. Beberapa peserta bahkan meminta rekomendasi literatur untuk mendalami lebih lanjut sejarah logika dan bagaimana masing-masing periode dapat dibandingkan satu sama lain.

Kegiatan lecture series di hari pertama diikuti oleh puluhan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Fakultas Filsafat dan fakultas lainnya di UGM, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi lain seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan lainnya. Seluruh sesi acara juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Fakultas Filsafat UGM dengan harapan mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk kalangan akademisi dan masyarakat umum yang tertarik pada studi logika.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi Public Lecture bertema “Why Logic Matters” pada hari Selasa (7/1). Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang relevansi logika dalam berbagai aspek kehidupan modern, mulai dari pemikiran ilmiah, pengambilan keputusan, hingga etika.

Reportase      : Gloria/Humas Fakultas Filsafat

Penulis           : Agung Nugroho

Artikel Peringati World Logic Day, Fakultas Filsafat UGM Bahas Studi Logika pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-world-logic-day-fakultas-filsafat-ugm-bahas-studi-logika/feed/ 0
Dosen UGM Catur Sugiyanto Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Pemanfaatan Produk Alami untuk Kesejahteraan di China https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-catur-sugiyanto-berpartisipasi-dalam-konferensi-internasional-pemanfaatan-produk-alami-untuk-kesejahteraan-di-china/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-catur-sugiyanto-berpartisipasi-dalam-konferensi-internasional-pemanfaatan-produk-alami-untuk-kesejahteraan-di-china/#respond Fri, 03 Jan 2025 07:27:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74331 Konferensi UNESCO Regional Network of Natural Products Chemistry for Safety and Well-being in Pan-Asia and the Pacific (URSWAP) kembali digelar pada 12-14 Desember 2024 di Shanghai, China. Kegiatan konferensi ayang bertajuk pengembangan dan pemanfaatan produk alami untuk kesejahteraan manusia ini, dihadiri berbagai perwakilan dari banyak negara seperti dari negara Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Mongolia, Laos, Thailand, […]

Artikel Dosen UGM Catur Sugiyanto Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Pemanfaatan Produk Alami untuk Kesejahteraan di China pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Konferensi UNESCO Regional Network of Natural Products Chemistry for Safety and Well-being in Pan-Asia and the Pacific (URSWAP) kembali digelar pada 12-14 Desember 2024 di Shanghai, China. Kegiatan konferensi ayang bertajuk pengembangan dan pemanfaatan produk alami untuk kesejahteraan manusia ini, dihadiri berbagai perwakilan dari banyak negara seperti dari negara Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Mongolia, Laos, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, Indonesia, dan China.

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A, turut berpartisipasi dalam konferensi internasional tersebut. Dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (3/1), Catur mengatakan forum URSWAP menjadi wadah diskusi global mengenai inovasi berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam sesi seminar sebagai bagian kegiatan konferensi, ia mempresentasikan makalah berjudul “Applying Contract Farming to Mangrove Farmers: Supporting Natural Dye Sources from Mangrove”. Di makalah tersebut, ia menyampaikan potensi penerapan model kontrak tani bagi kalangan petani mangrove di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. “Penelitian ini mendukung program Shanghai Institute of Material Medica (SIMM) dengan memanfaatkan pewarna alami dari mangrove sebagai alternatif yang lebih sehat bagi manusia”, katanya.

Sebagai anggota Institute for Natural Dyes Innovation (INDI) UGM, ia menyebut jika pewarna alami juga bersifat ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis dalam mendukung industri tekstil yang berkelanjutan. Bahwa pelestarian mangrove tidak hanya sebagai sumber pewarna alami, ia juga memiliki fungsi penting dalam melindungi masyarakat pesisir dari abrasi dan kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim. “Mangrove menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan dan hewan laut sehingga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya perikanan. Namun mangrove juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” terangnya.

Dalam model kontrak tani yang ia tawarkan, Catur mengusulkan petani mangrove bekerja sama dengan industri tekstil, seperti Gama Indigo di bawah naungan INDI UGM untuk memproduksi dan memasarkan pewarna alami dari kulit kayu mangrove. Melalui pendekatan tersebut diharapkan ekosistem mangrove tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga dilestarikan untuk generasi mendatang​​.

Model ini, disebutnya mencakup dukungan teknis, akses pasar, dan pengelolaan berbasis komunitas untuk menjaga kualitas serta kepatuhan terhadap standar lingkungan. Diungkap pula bila penerapan kontrak tani dapat memberikan insentif ekonomi yang stabil bagi petani mangrove sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem mangrove. “Program ini secara langsung tentunya mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan kolaborasi antara SIMM, UNESCO, ANSO, dan URSWAP dengan berbagai pendekatan yang ditawarkan diharapkan dapat menginspirasi kerjasama lintas sektor dalam mendukung kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan secara global”, pungkasnya.

Reportase: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis     : Agung Nugroho

Artikel Dosen UGM Catur Sugiyanto Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Pemanfaatan Produk Alami untuk Kesejahteraan di China pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-catur-sugiyanto-berpartisipasi-dalam-konferensi-internasional-pemanfaatan-produk-alami-untuk-kesejahteraan-di-china/feed/ 0
Dosen UGM Bikin Aplikasi Permudah Belajar Akuntansi https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bikin-aplikasi-permudah-belajar-akuntansi/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bikin-aplikasi-permudah-belajar-akuntansi/#respond Thu, 19 Dec 2024 10:04:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74094 Berawal dari keresahannya melihat tantangan pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Ia menjumpai tidak sedikit mahasiswa yang sering kesulitan untuk melakukan praktik akuntansi secara daring. Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM),  Sony Warsono, MAFIS., Ak., CA., Ph.D,  bersama tim berhasil merancang inovasi pembelajaran digital bernama SIDEK-Edu yang merupakan kependekan […]

Artikel Dosen UGM Bikin Aplikasi Permudah Belajar Akuntansi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berawal dari keresahannya melihat tantangan pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Ia menjumpai tidak sedikit mahasiswa yang sering kesulitan untuk melakukan praktik akuntansi secara daring. Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM),  Sony Warsono, MAFIS., Ak., CA., Ph.D,  bersama tim berhasil merancang inovasi pembelajaran digital bernama SIDEK-Edu yang merupakan kependekan dari Sistem Informasi Debit Kredit untuk Edukasi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah belajar akuntansi dengan mengintegrasikan teori dan praktik akuntansi dalam satu platform digital dalam bentuk Learning Management System (LMS). “Hadirnya inovasi pembelajaran digital SIDEK-Edu diharapkan mempermudah belajar akuntansi, dan menjadikan akuntansi jangan menjadi momok bagi sebagian orang”, katanya di FEB UGM, Kamis (19/12).

Lebih lanjut, ia menjelaskan SIDEK-Edu dirancang dengan tiga fitur utama. Pertama, ruang teori berisi fitur pembelajaran konsep dan teori akuntansi. Pada fitur ini pengguna dapat mengunggah berbagai format bahan ajar dan soal kuis seperti pilihan ganda, ilustrasi jurnal, esai, hingga pelaporan keuangan.

Kedua, fitur berupa ruang praktik untuk memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan praktik akuntansi secara digital. Dalam fitur pembelajaran praktikum akuntansi dilengkapi setup data dasar perusahaan, pencatatan dan laporan keuangan, hingga penyajian hasil evaluasi dari praktikum yang telah dilakukan. Ketiga, fitur penunjang pembelajaran yang terdiri atas manajemen kelas, otomatisasi penilaian tugas pada kuis dan praktikum siklus akuntansi.

Sony kembali menandaskan kehadiran SIDEK-Edu mempermudah proses pembelajaran akuntansi karena sistemnya yang praktis dan efisien. Untuk mahasiswa hanya perlu mengakses laman aplikasi untuk mengunduh bahan ajar, mengikuti kuis, dan mengerjakan praktik akuntansi langsung dalam platform tersebut. “SIDEK-Edu menjadi solusi untuk mengatasi tantangan pembelajaran akuntansi yang selama ini menggunakan berbagai platform berbeda”, jelasnya.

Menurut Sony, Ritur Ruang Praktik Digital pada SIDEK-Edu memungkinkan mahasiswa untuk menggantikan praktik berbasis kertas dengan sistem berbasis digital yang lebih efisien. Dengan ini, pembelajaran akuntansi menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. “SIDEK Edu seperti gabungan antara Google Classroom dengan software akuntansi. Tidak perlu lagi menggunakan kertas karena semuanya sudah digital,” lanjut Sony.

SIDEK-Edu saat ini sudah diimplementasikan oleh lebih dari 20 SMK dan 2 universitas di berbagai wilayah Sumatra dan Jawa. Beberapa diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Pasir Pengaraian, SMK Dr. Soetomo Surabaya, SMK Negeri 1 Pengasih, SMK 1 Tamtama Sidareja, SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, dan SMK Negeri 1 Metro.

Kehadiran SIDEK-Edu sangat bermanfaat karena telah digunakan untuk mendukung pendidikan akuntansi dan memberikan literasi keuangan untuk siswa SMK di daerah tertinggal. Diantaranya pelatihan intensif akuntansi, keuangan lembaga dan komputer akuntansi bagi siswa SMK N 1 Teluk Bintuni, Papua Barat pada bulan Juli 2024 lalu.

Koordinator Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) FEB UGM, Arika Artiningsih, Ph.D menambahkan aplikasi SIDEK-Edu juga telah digunakan untuk kegiatan olimpiade akuntansi online se-provinsi Lampung yang diikuti lebih dr 70 SMK. Aplikasi ini juga telah digunakan dalam olimpiade akuntansi di level universitas dan nasional National Accounting Olympiad yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (Imagama).

“Dengan berbagai fitur unggulannya, SIDEK-Edu diharapkan dapat terus berkembang dan digunakan oleh seluruh kalangan terutama di dunia pendidikan akuntansi di Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dapat memberikan dampak positif untuk memajukan pendidikan dan sumber daya manusia”, terangnya.

Reporter : Shofi Hawa Anjani&Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis    : Agung Nugroho

Artikel Dosen UGM Bikin Aplikasi Permudah Belajar Akuntansi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bikin-aplikasi-permudah-belajar-akuntansi/feed/ 0
8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/ https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/#respond Thu, 12 Dec 2024 02:37:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73726 Sebanyak 8 orang dosen Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka menyatakan kesediaan diri untuk berkontribusi dengan menjadi anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tingkat nasional untuk periode 2024-2029. Kedelapan dosen tersebut adalah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., dari FKKMK, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., dari FEB, dr. Antonia Morita […]

Artikel 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 8 orang dosen Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka menyatakan kesediaan diri untuk berkontribusi dengan menjadi anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tingkat nasional untuk periode 2024-2029. Kedelapan dosen tersebut adalah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., dari FKKMK, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., dari FEB, dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati, Ph.D., dari FK-KMK, Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, dari Fakultas Hukum. Selanjutnya,  dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D, dari FK-KMK) Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si, dari Fakultas Farmasi, dr. Yanri Wijayanti Subronto, PhD, SpPD-KPTI dari FKKMK dan Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A., dari Fisipol.

Menurut Gunadi dengan menyatakan kesediaan menjadi anggota ALMI akan memperkuat peran UGM dalam mendorong pengembangan sains dan kebijakan berbasis riset di Indonesia. Bahkan kian mempertegas peran UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air. “Bergabung para dosen UGM dalam ALMI ini tentunya menambah kontribusi dalam pengembangan keilmuan”, ujar Gunadi di Kampus UGM, Rabu (11/12).

Ia menyampaikan telah banyak catatan capaian dalam kegiatan ALMI pada kepengurusan sebelumnya yang ia jalani bersama Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, sebagai Sekjen ALMI periode 2022-2023 dan Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., sebagai Sekjen ALMI periode 2023-2024. Disisi lain, UGM juga mencatatkan pencapaian dalam ALMI melalui kiprah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua ALMI periode 2022-2024 bersama dengan Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, sebagai Seekjen ALMI periode 2022-2023 dan Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., sebagai Sekjen ALMI periode 2023-2024. “Saya sebagai ketua ALMI 2022-2024 bersama mereka telah mencoba memainkan peran strategis ALMI dalam membangun sinergi para ilmuwan muda di Indonesia”, terangnya.

ALMI adalah organisasi yang mewadahi ilmuwan muda di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). ALMI berdiri pada tahun 2016 menjadi platform kolaborasi bagi ilmuwan muda.

Dalam sidang paripurna ALMI yang berlangsung pada 6 Desember 2024 di Universitas Negeri Malang. Ketua ALMI 2022-2024, Prof. Gunadi (UGM) dan Sekjen ALMI 2023-2024, Dr. Gumilang Sahadewo, melaporkan capaian kinerja ALMI dari ke-empat kelompok kerja ALMI, yaitu Sains Garda Depan, Sains dan Kebijakan, Sains dan Masyarakat, serta Sains dan Pendidikan.

Pada sidang paripurna tersebut turut dilakukan serah terima jabatan dari Ketua dan Sekjen sebelumnya kepada Ketua dan Sekjen ALMI periode 2024-2026. Adapun ketua dan sekjen ALMI yang baru adalah Dr. Lilis Mulyani (BRIN) dan Dr. Grandprix T. M. Kadja (ITB). “Dalam sidang paripurna ini juga dilakukan mengesahan pembentukan kelompok kerja baru, yaitu Sains, Kesetaraan dan Inklusi”, imbuh Gunadi.

Reportase : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis : Agung Nugroho

Artikel 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/feed/ 0
Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/#respond Wed, 04 Dec 2024 06:35:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73503 Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. […]

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. Sementara pada tanggal 5 Desember 2024 ini, ia diwisuda di European Law School, Maastricht University, Belanda.

Vinca begitu ia biasa dipanggil. Menyandang gelar ganda (double degree) dari Internasional Undergradute Program (IUP) Fakultas Hukum UGM dan European Law School, Maastricht University, Belanda, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Dengan kelulusan itu, Vinca pun berhak atas dua gelar. Gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Universitas Gadjah Mada dan Legum Baccalaureus (LL.B) dari Maastricht University. Belajar di Fakultas Hukum UGM, ia mengambil konsentrasi Hukum Internasional, sedangkan di Maastricht University, ia terdaftar di European Law School, dan berkonsentrasi mendalami berbagai sistem hukum di Belanda, Perancis, Jerman, Inggris dan untuk beberapa kasus di Amerika Serikat. “Saya bersyukur dan berterima kasih untuk dua kesempatan ini”, ucap Calvinca dalam wawancara Rabu (4/12) menjelang wisuda di Maastricht University.

Proses belajar di dua perguruan tinggi tentu bukan perkara mudah. Dalam mengikuti program gelar ganda, Vinca menempuh pendidikan di UGM pada tahun pertama, yaitu semester 1 dan semester 2. Dilanjutkan menempuh pendidikan di Maastricht University, Belanda semester 3 sampai semester 6. Pada pembelajaran semester 7 dan 8, iapun kembali mengikuti pendidikan di Fakultas hukum UGM. Iapun kemudian menyelesaikan skripsi dengan joint supervision dari UGM dan Maastricht University di tahun keempat. “Aku sungguh bersyukur bisa mengungkapkan perasaan terbaikku. Setelah mengalami tahun-tahun sulit namun aku yakini ini penuh manfaat”, ucapnya.

Vinca sungguh bersyukur bisa menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan keinginannya. Ia dinyatakan lulus dan mendapatkan nilai tugas akhir untuk kedua penelitian hukum dengan judul yang sama yaitu tentang hak penyandang disabilitas pada Agustus lalu. Mengkaji soal hak penyandang disabilitas, Vinca teringat akan perjalanan yang pernah ia lalui sebelumnya. Ia pernah menjadi sukarelawan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan berkesempatan bertemu dengan pemimpin perempuan pejuang hak disabilitas yang menulis undang-undang hukum disabilitas di Uni Eropa.“Sungguh senang saya berkesempatan bertemu dengannya yang pada akhirnya menjadi supervisor sekaligus memotivasi dan mengisipirasi saya dalam melakukan penelitian dan menulis skripsi dan tesis”, terangnya.

Pada tugas akhir, Vinca berhasil menulis skripsi berjudul Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Evaluasi Implementasi Pasal 24(5) Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas untuk menempuh pendidikan di Indonesia – Studi Kasus di Universitas Gadjah Mada. Tulisan ini baginya memantik segala rasa keingintahuan untuk melihat perbandingan fasilitas dan hak-hak yang diberikan Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Eropa. “Saya sadar, ada perbedaan taraf hidup antar masyarakat Indonesia dan Eropa”, ungkapnya.

Kompleksitas Uni Eropa menjadi alasan Vinca memilih studi di Maastricht University, Belanda. Ia mengaku sangat berminat mempelajari seluk-beluk serta cara kerja hukum di Eropa secara mendalam. Semua yang ia pelajari pada akhirnya mengubah persepsinya akan pemahaman bagaimana hukum Eropa dijalankan benar-benar untuk melindungi masyarakat. “Ini yang membuat seorang penggila hukum seperti saya sangat senang”, paparnya.

Vinca sangat merasa beruntung bisa menjalani Program Double Degree. Dengan program ini pula, ia turut mencecap berbagai kesempatan mengikuti kompetisi internasional mewakili sebuah LSM Belanda ke PBB. Selain itu iapun terlibat dalam kompetisi putaran regional pertama peradilan semu internasional. “Ini menambah pengalaman luar biasa bagi saya”, akunya.

Lulus dengan IPK 3,75 di dua universitas tentu bukan hal mudah. Saat belajar di University of Maastricht, ia mengaku menggunakan metode pengajaran ala Socrates. Metode di mana mahasiswa harus menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. “Kami menyebutnya metode PBL (Problem Based Learning),  Pembelajaran Berbasis Masalah”, terangnya.

Menurut Vinca metode ini sesungguhnya sulit. Meski begitu justru dengan metode ini melatihnya berpikir kritis dan mendorong kemandirian dalam belajar. Hampir 80-100 halaman harus ia baca sebelum kelas, dan ia harus menyiapkan jawaban untuk berbagai studi kasus untuk didiskusikan secara kolektif di kelas.

Vinca pun bercerita dua tahun di Maastricht University, rutinitas yang ia jalani senantiasa mengawali dengan bangun pagi, menyiapkan makan siang dan pergi ke kampus bersepeda. Selepas kelas, ia banyak menghabiskan waktu di fakultas untuk belajar atau perpustakaan untuk membaca. Sesekali, ia pergi ke taman belakang kampus untuk berjalan-jalan sebelum berangkat menjadi sukarelawan atau bekerja. ”Seperti saat di UGM, saya pun senang pergi ke Taman Kearifan (Wisdom Park UGM) dan jalan-jalan, lalu bersama teman-teman jalan kaki menuju kelas, makan siang, lalu berlanjut kerja di kafe dan tetap menjadi sukarelawan di akhir pekan”, imbuh Vinca yang bercita-cita berkarir di PBB.

Reportase: B. Diah Listianingsih

Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/feed/ 0
Keterampilan yang Diperlukan untuk Berkarir di Kantor Akuntan Publik https://ugm.ac.id/id/berita/diperlukan-ketrampilan-bekerja-pricewaterhousecoopers-pwc/ https://ugm.ac.id/id/berita/diperlukan-ketrampilan-bekerja-pricewaterhousecoopers-pwc/#respond Thu, 07 Nov 2024 03:20:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72562 Hampir sebagian besar mahasiswa bermimpi bisa berkarir di kantor akuntan publik (KAP) yang masuk jajaran big four company. Tentu bukan perkara mudah untuk masuk bekerja di salah satu perusahaan big four termasuk PricewaterhouseCoopers (PwC). Ada langkah dan keterampilan yang perlu untuk dipersiapkan dan kuasai. Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM telah sejak lama membaca keinginan mahasiswanya. Agar […]

Artikel Keterampilan yang Diperlukan untuk Berkarir di Kantor Akuntan Publik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hampir sebagian besar mahasiswa bermimpi bisa berkarir di kantor akuntan publik (KAP) yang masuk jajaran big four company. Tentu bukan perkara mudah untuk masuk bekerja di salah satu perusahaan big four termasuk PricewaterhouseCoopers (PwC). Ada langkah dan keterampilan yang perlu untuk dipersiapkan dan kuasai.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM telah sejak lama membaca keinginan mahasiswanya. Agar lebih mendekatkan mahasiswa mengenal PricewaterhouseCoopers (PwC), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan sesi Campus Hiring PwC bertajuk “PwC Indonesia Roadshow 2024, Build Your Tomorrow with PwC”, Jum’at (25/10).

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Pembelajaran lantai 8 FEB UGM, ini tidak hanya untuk memperkenalkan PwC namun juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional. Manager Deals Advisory PwC, Alisya Sakti pun berbagi secara detail PricewaterhouseCoopers (PwC).

Dalam kesempatan ini, iapun berbagi kiat sukses berkarir di PwC. Ia menyampaikan pentingnya mahasiswa memperkuat kualitas dan sejumlah softskill agar sukses berkarir di PwC. Beberapa diantaranya adalah memiliki rasa tanggung jawab, terbuka pada kritik, kemauan belajar yang kuat, berpikir kritis dan analitis dan komitmen kuat terhadap kualitas pekerjaan.

“Apa yang dipelajari di kampus sangat aplikatif dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan menguasai basic skill dan keterampilan teknis di bidang akuntansi dan manajemen akan membantu dalam memahami proyek yang ada di PwC,” ujarnya saat menjadi nara sumber Career Talk Session.

Sementara itu, Manager Tax & Legal Services PwC, Dessy Trisnawati menambahkan pentingnya willingness to learn dan komitmen pada kualitas. Mengapa keduanya penting, menurutnya karena dunia berkembang cukup pesat sehingga karyawan yang mau belajar dapat segera beradaptasi menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang ada. “Setiap tahun, tantangan semakin besar, tapi itulah yang membuat kita semakin kuat,” paparnya.

Membagikan pengalamannya bekerja di PwC, Manager Risk Assurance PwC, Muhammad Sani menyampaikan sejak awal bergabung di PwC ia merasakan lingkungan kerjanya sangat suportif. “Saya bisa belajar banyak, berkolaborasi dengan tim yang menyenangkan dan ada kesempatan untuk berpindah unit jika tertarik dengan proses bisnis lain,” terangnya.

Pernyataan senada disampaikan Hidayah selaku Manager Consulting. Semenjak bergabung di PwC, ia merasakan mekanisme umpan balik yang sangat baik dengan jenjang karir yang jelas. “Penerapan pola kerja agile memungkinkan fleksibilitas dalam bekerja”, ungkapnya.

Pada sesi A Glimpse into PwC Indonesia, Intan selaku Human Capital Manager PwC berkesempatan mengenalkan profil perusahaan. Dia menjelaskan terkait nilai-nilai perusahaan seperti CareRemaining InquisitiveMake a DifferenceAct with Integrity, dan Work Together. “Nilai-nilai tersebut tentunya menjadi dasar bagi karyawan untuk berkontribusi secara efektif dalam lingkungan kerja”, ucapnya.

Ia menambahkan bahwa PwC mendukung kesejahteraan karyawan melalui Wellness Society. Wellnes Society ini sebagai wadah untuk kegiatan olahraga dan hobi dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan karyawan.

Campus Hiring ini dibuka oleh Wakil Dekan FEB UGM Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D. Ia mengapresiasi kehadiran PwC dan keterlibatan mahasiswa dari berbagai universitas dalam kegiatan ini.

Ia berharap agar mahasiswa tak berhenti belajar setelah lulus dari FEB UGM. Ia pun mendorong mahasiswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat dan terus mengasah keterampilan teknis dan softskill yang menjadi krusial dalam dunia kerja.

Acara ini diikuti oleh 300 mahasiswa dari berbagai universitas seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Atma Jaya, dan Universitas Sebelas Maret. Salah satu peserta dari Universitas Islam Indonesia, Dina Parisya mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti sesi dan rektrutmen ini.

“Saya tertarik untuk ikut rekrutmen ini karena adanya sesi caeer talk yang memberikan banyak wawasan terutama mengenai cara untuk meningkatkan career path. Berbekal pengalaman saya di bidang audit, saya berharap dapat memulai karier saya di salah satu perusahaan Big Four,” jelasnya.

Reportase: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB
Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Keterampilan yang Diperlukan untuk Berkarir di Kantor Akuntan Publik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/diperlukan-ketrampilan-bekerja-pricewaterhousecoopers-pwc/feed/ 0
Perancis ingin Pelajari Toleransi Beragama di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/perancis-ingin-pelajari-toleransi-beragama-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/perancis-ingin-pelajari-toleransi-beragama-di-indonesia/#respond Mon, 28 Oct 2024 08:18:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72191 Konselor Urusan Agama Kementerian Eropa dan Luar Negeri, Republik Perancis, Jean-Christophe Peaucelle melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada. Kunjungan yang berlangsung di ruang sidang pimpinan Gedung Pusat, Jum’at (25/10), diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Wening Udasmoro menyatakan dalam kunjungan Jean-Christophe Peaucelle ke UGM dibicarakan […]

Artikel Perancis ingin Pelajari Toleransi Beragama di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Konselor Urusan Agama Kementerian Eropa dan Luar Negeri, Republik Perancis, Jean-Christophe Peaucelle melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada. Kunjungan yang berlangsung di ruang sidang pimpinan Gedung Pusat, Jum’at (25/10), diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.

Wening Udasmoro menyatakan dalam kunjungan Jean-Christophe Peaucelle ke UGM dibicarakan soal dibukanya peluang kerja sama yang baik untuk membahas kehidupan beragama antar kedua negara dalam sebuah konferensi internasional. Menurutnya negara Perancis ingin belajar soal toleransi beragama di Indonesia. “Dalam conference tersebut diharapkan pemaparan gambaran kehidupan beragama di Prancis dan dan di Indonesia. Dari kegiatan ini diharapkan muncul sharing  bersama bagaimana membangun perdamaian,” kata Wening.

Menurut Wening, Jean sepakat bahwa agama itu sangat penting untuk kehidupan masyarakat, sehingga perlu dibahas lebih lanjut soal kehidupan toleransi antarumat beragama dengan lingkungannya. “Masyarakat diajak berfikir dengan agama tapi dengan cara yang positif,” paparnya.

Jean-Christophe Peaucelle dalam audiensi ini menerangkan Prancis saat ini menghadapi masalah agama terbesar terkait dengan kelompok radikal. Ia ingin belajar banyak dari pengalaman Indonesia dalam menangani tindak kekerasan dan intoleransi yang mengatasnamakan agama. “Kita ingin menimba pengalaman, karena Prancis saat ini tengah menghadapi hal itu, dan salah satunya bisa dari CRCS (prodi S2 Agama dan Lintas Budaya) UGM sebagai bagian yang sering memerangi isu-isu tersebut”, terangnya.

Menurutnya, Perancis merupakan negara yang menganut paham sekuler sehingga bisa melakukan pemisahan agama dengan politik meskipun bukan berarti tidak ada hubungan. Disebutnya agama dapat menjadi faktor perang dan juru damai karenanya ini membutuhkan tindakan diplomatik yang bersifat praktis. “Beberapa negara dan Prancis sendiri yang memiliki nilai yang sama tetapi dalam bertindak masing-masing negara berbeda,” katanya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Donnie

Artikel Perancis ingin Pelajari Toleransi Beragama di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/perancis-ingin-pelajari-toleransi-beragama-di-indonesia/feed/ 0
UGM dan La Rochelle University Perpanjang Kerjasama Pertukaran Dosen dan Mahasiswa https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-la-rochelle-perpanjang-kerjasama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-la-rochelle-perpanjang-kerjasama/#respond Wed, 23 Oct 2024 06:35:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71974 Universitas Gadjah Mada dan La Rochelle University (Prancis) kembali sepakat memperpanjang kerjasama. Keduanya telah resmi menandatangani nota kesepahaman program Pertukaran Dosen dan Mahasiswa dan kerja sama riset yang ditandatangani Prof. Jean-Marc Ogier selaku Presiden Universitas La Rochelle dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM,  Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA di ruang sidang […]

Artikel UGM dan La Rochelle University Perpanjang Kerjasama Pertukaran Dosen dan Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan La Rochelle University (Prancis) kembali sepakat memperpanjang kerjasama. Keduanya telah resmi menandatangani nota kesepahaman program Pertukaran Dosen dan Mahasiswa dan kerja sama riset yang ditandatangani Prof. Jean-Marc Ogier selaku Presiden Universitas La Rochelle dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM,  Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA di ruang sidang pimpinan, Selasa (23/10).

Jean-Marc Ogier menyambut baik perpanjangan kerjasama ini. Disebutnya kerjasama yang telah dijalin sejak tahun 2009 telah memberi manfaat bagi kedua perguruan tinggi. “Pertukaran dosen-peneliti dan mahasiswa sangat bermanfaat, dan perjanjian ini saya kira tepat untuk memenuhi tujuan masing-masing, dan kita bisa saling berkesempatan menawarkan pengajaran bahasa Indonesia dan Prancis di bidang Sastra dan Bahasa serta berbagai kerjasama bidang humaniora dan sains,” katanya.

Lebih jauh ia menerangkan bahwa La Rochelle University saat ini tengah berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dengan pemberian mata kuliah khusus. “Ada program pelatihan Mayor dan minor yang kita tawarkan sebagai wujud pengembangan keterampilan lain untuk mahasiswa sehingga melengkapi kompetensi mereka sehingga bagi mahasiswa hukum bisa  mengambil keterampilan minor berupa teknologi digital,” jelasnya.

Jean-Marc Ogier menambahkan La Rochelle senantiasa ingin mendukung mahasiswa yang tertarik dalam dunia bisnis. Bagi mereka yang telah membuka bisnis, dia menyampaikan La Rochelle memiliki program pelatihan dan telah mengembangkan hubungan dengan perusahaan swasta untuk menambah pengalaman para mahasiswa yang berbisnis dengan industri.

Dalam perjanjian kali ini, Universitas Gadjah Mada maupun La Rochelle University (Prancis) juga sepakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersama dalam bidang penelitian, penyelenggaraan seminar, konferensi, symposium dan lain-lain. Secara khusus untuk pertukaran dosen dan peneliti, keduanya sepakat pada bidang pendidikan dan penelitian. Sedangkan dalam pertukaran mahasiswa dilakukan dalam rangka studi, penelitian, atau pelatihan di laboratorium. Selain itu akan dilakukan pula pertukaran informasi, dokumen, publikasi, dan materi pedagogik lainnya.

Wening Udasmoro menyatakan UGM saat ini tengah mengembangkan kurikulum baru terkait jurusan. UGM, disebutnya tengah mengembangkan tidak hanya ada satu cara perkuliahan tetapi mencoba desain yang berbeda. Dalam pengembangan pembelajaran UGM melibatkan dunia industri. “Kita bersyukur memiliki Gelanggang Inovasi Kreativitas (GIK) sebagai pusat fasilitas yang menghubungkan mahasiswa dengan komunitas di luar. Kita berharap para mahasiswa akan banyak belajar dari hasil interaksi mereka dengan perusahaan, pengenalan teknologi, pengembangan kewirausahaan, serta budaya,” katanya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Firsto

Artikel UGM dan La Rochelle University Perpanjang Kerjasama Pertukaran Dosen dan Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-la-rochelle-perpanjang-kerjasama/feed/ 0