Pelaku UMKM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pelaku-umkm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 05 Feb 2025 02:29:57 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Serahkan 100 Sertifikat Halal ke Pelaku UMKM https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-serahkan-100-sertifikat-halal-ke-pelaku-umkm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-serahkan-100-sertifikat-halal-ke-pelaku-umkm/#respond Wed, 05 Feb 2025 02:22:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75474 Senyum sumringah hiasi wajah Iri Susanti saat berdiri di depan panggung Auditorium Gedung Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM pada Rabu (4/2) siang. Pasalnya, ia bersama para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru saja menerima sertifikat halal bagi produk usaha mereka.  “Saya senang usaha saya sekarang sudah tersertifikasi halal,” ucap Iri yang […]

Artikel UGM Serahkan 100 Sertifikat Halal ke Pelaku UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Senyum sumringah hiasi wajah Iri Susanti saat berdiri di depan panggung Auditorium Gedung Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM pada Rabu (4/2) siang. Pasalnya, ia bersama para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru saja menerima sertifikat halal bagi produk usaha mereka.  “Saya senang usaha saya sekarang sudah tersertifikasi halal,” ucap Iri yang merupakan pelaku usaha jajanan pasar dari DIY.

Menjadi salah satu dari seratus pelaku UMKM yang mendapat sertifikat halal, Iri mengaku bersyukur, karena program ini menurutnya sangat begitu membantu dan mempermudah penggiat UMKM dalam mengurus sertifikasi halal.“Apalagi sekarang keperluan halal ini sudah seperti brand sehingga penting sekali bagi kami.”

Kebahagiaan serupa turut terpancar dari raut wajah Ramiyanti. Awalnya ia dan  masyarakat yang tergabung dalam komunitas UMKM di Sendangadi ditawari oleh kecamatan untuk ikut sertifikasi. Setelah itu, ia didatangi langsung untuk proses pendampingan hingga akhirnya menerima sertifikat. Kini olahan keripik yang dijual Ramiyanti telah bersertifikasi halal dari BPJPH dan membuatnya merasa lebih percaya diri dalam menjual produknya.  “Semoga dengan ini konsumen bisa lebih percaya dengan produk UMKM sehingga produk yang terjual juga semakin meningkat,” harap Ramiyanti.

Kegiatan penyerahan sertifikat halal ini digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bekerja sama dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UGM, LPH UIN Sunan Kalijaga, dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LPPPH) Edukasi Wakaf Indonesia.

Prof. Dr. Abdul Rohman, Apt., M.Si selaku perwakilan LPPT UGM menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini adalah bentuk komitmen UGM dalam menyiarkan dan mewujudkan ekosistem produk halal di masyarakat. Peran yang diujungtombaki oleh LPH UGM ini diharapkan dapat membantu penggiat usaha dalam memberikan jaminan kehalalan bagi pelanggan baik di pasar lokal maupun internasional.  “Memastikan produk Anda halal adalah langkah pertama sebelum ke depannya bersaing dengan produk-produk lainnya,” pesan Abdul.

Semangat ini juga turut dibawa oleh Haikal Hassan, Kepala BPJPH. Menurutnya, semangat untuk mendukung produk-produk dalam negeri untuk mendapat sertifikasi halal perlu terus didorong. “Kita masih di angka delapan penghasil produk halal, masih di bawah sejumlah negara, padahal tingkat konsumsi produk halal kita yang tertinggi. Ini berarti kita banyak mengkonsumsi produk dari luar dan ini menjadi tantangan untuk kita perbaiki,” ujar sosok yang kerap dipanggil Babe Haikal ini.

Penyerahan sertifikat halal ini dinilai oleh Haikal sebagai sesuatu yang positif. Ia mencontohkan Australia dan Amerika Serikat yang telah lebih dahulu mengadaptasi sertifikasi halal bagi produk-produk mereka. Hal ini pun turut didukung oleh pola konsumsi masyarakat modern mencari panganan berbahan sayur dan produk hewani yang diolah secara manusiawi. Menurutnya, nilai-nilai yang dicari ini sangat sesuai dengan nilai-nilai kehalalan suatu produk. Untuk itu, ia berpesan kepada penggiat usaha untuk berlaku amanah.  “Sebab ini amanah, maka wajib dan ada tanggung jawab kepada pasar untuk menjaga produk dari paparan hal-hal haram agar konsumen dijamin mendapat produk yang sesuai, nyaman, dan aman,” pungkas Haikal.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Serahkan 100 Sertifikat Halal ke Pelaku UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-serahkan-100-sertifikat-halal-ke-pelaku-umkm/feed/ 0
Pelaku UMKM Sebaiknya Kantongi Sertifikasi Halal  https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-umkm-sebaiknya-kantongi-sertifikasi-halal/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-umkm-sebaiknya-kantongi-sertifikasi-halal/#respond Tue, 24 Dec 2024 00:56:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74184 Terdapat kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha seringkali membawa sejumlah tantangan. Namun, tantangan tersebut justru dapat menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, adanya sertifikasi halal, akan tercipta kesetaraan dalam persaingan usaha karena telah memenuhi standar yang sama. Selain itu, kewajiban sertifikasi halal dapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi. […]

Artikel Pelaku UMKM Sebaiknya Kantongi Sertifikasi Halal  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Terdapat kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha seringkali membawa sejumlah tantangan. Namun, tantangan tersebut justru dapat menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, adanya sertifikasi halal, akan tercipta kesetaraan dalam persaingan usaha karena telah memenuhi standar yang sama. Selain itu, kewajiban sertifikasi halal dapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikemukakan oleh Dosen Prodi S3 Dosen Perekonomian Islam dan Industri Halal Sekolah Pascasarjana UGM, Akhmad Akbar Susanto, Ph.D., dalam seminar nasional bertajuk ‘Melesatkan Rezeki Penjualan Produk Bersertifikat Halal’, Jumat (20/12), di Ballroom Hotel Grand Rohan.

Menurut Akbar, dalam proses pemeriksaan halal, ada beberapa standar yang harus dipenuhi, yaitu keamanan, kebersihan, dan sanitasi yang akan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan. Hal ini justru dapat menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap produk. “Standar ini dapat meningkatkan persepsi kualitas produk, bahkan di kalangan konsumen non-muslim,” ujar Akbar.

Ir. Nanung Danar Dono, MP, Ph.D., IPM, ASEAN Eng., selaku Wakil Ketua Halal Center UGM menuturkan kewajiban jaminan sertifikasi halal tidak hanya untuk produsen barang jadi, sebaliknya sertifikat halal juga dibutuhkan untuk para penyedia jasa. Sektor jasa yang dikenai kewajiban bersertifikat halal antara lain jasa penyembelihan, jasa pengolahan, jasa penyimpanan, jasa pengemasan, jasa pendistribusian, jasa penjualan, dan jasa penyajian. “Pengecekan atau audit halal penyedia jasa didasarkan pada kategori halal lidzatihi (halal berdasarkan dzat). Contohnya, bangku bus tidak boleh terbuat dari kulit hewan yang haram serta filter air minum tidak boleh menggunakan tulang babi,” ujarnya.

Untuk mendapatkan sertifikat halal, pelaku UMKM dapat memperolehnya lewat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Soal biaya pengurusan sertifikat halal yang dianggap dikenakan dengan nominal fantastis, menurut Nanung, hal itu dikarenakan pengurusannya menggunakan jasa dari calo. Nanung mengimbau kepada para pelaku UMKM untuk mendaftarkan sertifikat halal hanya melalui lembaga berwenang. “Silakan daftarkan sertifikat halal lewat website resmi atau seperti Lembaga Penyedia Halal UGM,” pungkasnya.

Seminar yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana UGM, hadir sebagai pembicara lainnya adalah Dosen S2 Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana UGM Dr. Duddy Roesmara Donna, SE, M.SL,  Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia DIY Prof. Dr. Ir. Budi Guntoro, S.PL. MP, IPU, ASEAN Eng., dan Executive Chairperson World Halal Industry Trade Alliance DIY Rika Fatimah P.L, ST., M.Sc., Ph.D.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Pelaku UMKM Sebaiknya Kantongi Sertifikasi Halal  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-umkm-sebaiknya-kantongi-sertifikasi-halal/feed/ 0
Dosen UGM Bagi Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bagi-tips-mengelola-keuangan-untuk-bisnis-umkm/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bagi-tips-mengelola-keuangan-untuk-bisnis-umkm/#respond Thu, 12 Dec 2024 00:39:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73747 Kemampuan mengelola keuangan sangat berpengaruh bagi bisnis UMKM agar bisa maju dan berkembang. Oleh karena itu, memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha sangat menentukan bagi kelangsungan usaha bisa berjalan secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan oleh Dosen Departemen Ekonomi dan Bisnis dari Sekolah Vokasi UGM, Siti Muslihah, S.E., M. Sc., CMA., kelas pelatihan yang diselenggarakan bertajuk […]

Artikel Dosen UGM Bagi Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Kemampuan mengelola keuangan sangat berpengaruh bagi bisnis UMKM agar bisa maju dan berkembang. Oleh karena itu, memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha sangat menentukan bagi kelangsungan usaha bisa berjalan secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Dosen Departemen Ekonomi dan Bisnis dari Sekolah Vokasi UGM, Siti Muslihah, S.E., M. Sc., CMA., kelas pelatihan yang diselenggarakan bertajuk “Mengelola Keuangan UMKM” di GIK UGM, Rabu (11/12).

Siti menjelaskan kiat-kiat manajemen keuangan yang patut dilakukan oleh pelaku UMKM yakni harus mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha, “Ini harus dilakukan. Kita perlu membuka rekening khusus usaha dan melacak transaksinya,” tegasnya.

Namun yang tak kalah penting adalah penyusunan anggaran. Siti menjelaskan alur penyusunan mulai dari analisis pendapatan, identifikasi biaya, penyisihan dana, pembuatan alokasi anggaran, dan monitoring serta evaluasi berkala. Siti turut mengimbau untuk rajin mencatat segala jenis transaksi agar arus kas dapat terpantau, “Kalau rajin mencatat semua transaksi, maka pantauan laba dan rugi akan lebih mudah kita lihat,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Siti menyarankan agar para pelaku UMKM memisahkan modal dan keuntungan. Menurutnya, keuntungan harus dialokasikan untuk investasi modal usaha, dana darurat, dan kepentingan pribadi. Hal ini patut dilakukan untuk menghindari potensi UMKM terlilit utang besar atau bahkan kebangkrutan. “Kita harus punya tabungan dari keuntungan yang bisa dipakai untuk operasional minimal 3 bulan. Kalau terpaksa harus utang boleh, tapi pilih yang bunga rendah seperti KUR agar tidak memberatkan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Siti mendorong para peserta untuk lebih dekat dengan teknologi sehingga mampu memanfaatkan aplikasi pembukuan digital yang dinilai lebih praktis. Selain itu, ia juga mendorong untuk mengoptimalkan penjualan digital melalui e-commerce, “Jika Bapak dan Ibu menemui kesulitan dalam usaha, konsultasi dengan ahli atau belajar digitalisasi dengan kaum muda adalah hal yang sangat baik dilakukan,” pungkasnya.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Bagi Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bagi-tips-mengelola-keuangan-untuk-bisnis-umkm/feed/ 0
Gandeng 1000 UMKM, UGM Dorong Bisnis Ekonomi Biru https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-1000-umkm-ugm-dorong-bisnis-ekonomi-biru/ https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-1000-umkm-ugm-dorong-bisnis-ekonomi-biru/#respond Wed, 11 Dec 2024 00:17:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73651 Pengembangan dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong oleh UGM. Sebagai salah satu upaya dalam misi tersebut, UGM melalui Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) menggelar Konferensi Nasional 1000 UMKM pada Selasa (10/12) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Mengusung tema “Ekonomi Biru dan Inovasi UMKM: Kunci Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekosistem Berkelanjutan”, […]

Artikel Gandeng 1000 UMKM, UGM Dorong Bisnis Ekonomi Biru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pengembangan dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong oleh UGM. Sebagai salah satu upaya dalam misi tersebut, UGM melalui Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) menggelar Konferensi Nasional 1000 UMKM pada Selasa (10/12) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM.

Mengusung tema “Ekonomi Biru dan Inovasi UMKM: Kunci Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekosistem Berkelanjutan”, konferensi berkolaborasi dengan Exporthub.id dan sejumlah pakar untuk memberikan pengarahan pada pelaku UMKM nasional. Konferensi ini merupakan rangkaian acara “International Conference of Community Engagement and Exhibition” yang menyajikan sejumlah program pengabdian masyarakat UGM, termasuk pendampingan UMKM, inkubasi UMKM mahasiswa, pameran KKN-PPM UGM, hingga workshop dan konferensi.

Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes. menuturkan, ekonomi biru membuka peluang yang besar bagi UMKM. “Kita memiliki tekad untuk menyongsong perkembangan UMKM, khususnya di ekonomi biru. Namun tentunya tidak melupakan ekonomi hijau dan merah,” ucapnya. Program ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan minat UMKM di bidang usaha pemanfaatan sumber daya laut, baik pangan maupun energi. Tak hanya itu, UMKM juga mendapatkan pendampingan agar segera memasuki pasar e-commerce dan ekspor.

Selama 75 tahun UGM berdiri, program-program pengabdian masyarakat untuk UMKM sudah banyak dilakukan. Disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng., riset yang dilakukan pakar UGM dari pulau Aceh hingga Papua menunjukkan bahwa peluang bisnis UMKM di ekonomi biru sangat besar. Sayangnya, belum banyak pelaku usaha dalam negeri yang berkecimpung di sumber daya energi dan pangan laut.  “Kita melihat bahwa struktur ekonomi Indonesia, 80% pekerja industri masih dikuasai UMKM. Sehingga sangat penting untuk mendorong industri UMKM agar naik kelas,” terang Deendarlianto.

Salah satu proyek pengabdian masyarakat dilakukan di Papua adalah peningkatan kualitas rantai dingin hasil perikanan tangkap. Dalam proyek tersebut, pakar UGM mengembangkan teknologi pendingin hasil ikan tangkap berbasis panel surya dan digunakan untuk menjaga kualitas ikan para nelayan pesisir Papua. Hasilnya, kualitas ikan tangkap berhasil terjaga dan permintaan meningkat. “Walaupun kita negara maritim yang sangat luas, kemiskinan masih sangat luas. Ini artinya ekonomi biru belum banyak dikembangkan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa bisnis penting dalam pengembangan ekonomi biru bagi UMKM itu adalah energi. Sayangnya, ketersediaan dan penggunaan energi Indonesia masih kalah dibanding Malaysia dan Singapura. Padahal dari segi geografis, Indonesia termasuk negara dengan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tinggi. Maka disinilah peran UMKM untuk menumbuhkan bisnis di sektor energi.

Sejalan dengan itu, Amalia Prabowo selaku Presiden Direktur Exporthub.id juga mendukung penguatan UMKM di sektor ekonomi biru melalui brand storytelling. “Saat ini, banyak brand yang mulai mengusung tema dan narasi ekonomi biru, Jumlahnya naik 10% di tahun ini,” kata Amalia.

Tren ini didukung dengan semakin besarnya pasar UMKM digital di e-commerce. Amalia menegaskan bahwa UMKM harus berani memasuki pasar e-commerce jika ingin naik kelas. Guna mendukung hal tersebut, Exporthub.id menyediakan pendampingan khusus untuk UMKM agar bisa memasuki e-commerce dengan bantuan mahasiswa UGM binaan Exporthub.id. “Kendala utamanya pengusaha UMKM biasa karena kurangnya waktu. Maka kami kolaborasikan dengan mahasiswa binaan kami. Sebelum itu kami perlu tahu apakah produk UMKM bisa dimakan oleh pasar e-commerce,” terang Amalia.

Konferensi 1000 UMKM ini sekaligus menjadi rangkaian Dies Natalis UGM ke-75 dan Lustrum ke-15. Dalam perjalanan UGM sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, diharapkan mampu berkontribusi memajukan ekonomi nasional melalui penguatan dan pengembangan UMKM.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Gandeng 1000 UMKM, UGM Dorong Bisnis Ekonomi Biru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-1000-umkm-ugm-dorong-bisnis-ekonomi-biru/feed/ 0
Pelaku Usaha Didominasi Kaum Perempuan, Perlu Peningkatan Kapasitas  https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-usaha-didominasi-kaum-perempuan-perlu-peningkatan-kapasitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-usaha-didominasi-kaum-perempuan-perlu-peningkatan-kapasitas/#respond Fri, 29 Nov 2024 04:38:06 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73337 Sebanyak lebih dari 1.000 perempuan pelaku usaha mengikuti  Kongres Perempuan Nasional yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (28/11). Melalui tema “Kemajuan Ekonomi Perempuan” ini, Rembug Perempuan Nasional ini merupakan hasil kolaborasi UGM dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Pemprov DIY dan Exporthub.id bertujuan untuk mendorong produk UMKM perempuan menjadi […]

Artikel Pelaku Usaha Didominasi Kaum Perempuan, Perlu Peningkatan Kapasitas  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak lebih dari 1.000 perempuan pelaku usaha mengikuti  Kongres Perempuan Nasional yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (28/11). Melalui tema “Kemajuan Ekonomi Perempuan” ini, Rembug Perempuan Nasional ini merupakan hasil kolaborasi UGM dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Pemprov DIY dan Exporthub.id bertujuan untuk mendorong produk UMKM perempuan menjadi Go Global.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., mengatakan kerja sama ini menghasilkan 51 UMKM Global on boarding e-commerce, 102 UMKM lokal in boarding e-commerce, dan 3 produk menjadi mitra exporthub.id dan masuk ke pasar lokal dan global. Tak hanya itu, sebanyak 422 mahasiswa telah menjadi afiliator exporthub.id untuk memasarkan produk UMKM Perempuan DIY.

Wening menyampaikan, perguruan tinggi memiliki mandat untuk mencerdaskan masyarakat terutama untuk kelompok kaum perempuan. Pasalnya kelompok perempuan di industri kreatif masih memiliki tantangan dan hambatan dalam pengembangan kapasitas dan keterampilan dalam bidang penguasaan teknologi informasi dalam hal pemasaran lewat media digital.“Beberapa sektor masih menunjukkan eksistensi perempuan yang rendah,” kata Wening.

Ia menambahkan, belum banyak perempuan yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berkecimpung dalam bidang industri kreatif. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan kompetensi perempuan di bidang pengembangan produk kreatif UMKM. “Dalam mencapai tujuan tersebut, UGM tidak bisa sendirian. Maka penting untuk melakukan kolaborasi birokrat, akademisi, korporat, komunitas, pendamping,” kata Wening.

Amalia Prabowo selaku Presdir Exporthub menyebutkan sekitar 24 persen perempuan yang masuk di bisnis e-commerce, padahal sebagian besar pelaku UMKM didominasi kaum perempuan. Kesenjangan keterampilan ini mengharuskan adanya pengembangan kapasitas melalui keterlibatan para mahasiswa. “Kita melibatkan mahasiswa agar pelaku UMKM bisa menjangkau pasar dan efisien dalam operasional,” katanya.

Menurut Amalia, potensi pasar e-commerce bisa digarap oleh pelaku UMKM apalagi penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai sekitar 79 persen sehingga harus dikelola dengan baik dan benar. Namun begitu, diperlukan ada tim yang mengerjakan sosial media. “Kita tidak hanya memberikan pelatihan namun pendampingan secara melekat,” ujarnya.

 

Sementara Suci Hendrina selaku Head CSR and Corporate Communication Paragon Group, menuturkan perempuan memiliki kesempatan kerja yang sama dengan laki-laki. Ia menyebutkan sekitar 80 persen karyawan Paragon adalah perempuan. “Sebagian besar karyawan Paragon didominasi oleh perempuan. Dulunya tahun 1985 dari home industri dengan 2 orang karyawan sekarang ini sudah 14 ribu orang,” jelasnya.

Kepala Dinas DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi, mengatakan  perempuan yang menjadi pelaku usaha berangkat dari persoalan akibat tidak mendapat kesempatan kerja. Melalui Rembug Perempuan Jogja ini berperan sebagai fasilitator untuk menyelesaikan hambatan dan tantangan perempuan di sektor ekonomi. “Forum ini ditujukan untuk mendiskusikan langkah dan implementasi konkret sebagai bentuk aksi untuk memperkuat komitmen antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi, serta lintas sektor,” ucap Erlina.

Tak hanya itu, kongres ini juga menyediakan layanan konsultasi terpadu bagi perempuan yang ingin merintis usaha. Tersedia booth konsultasi UKM dari Dinas Koperasi DIY, konsultasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, konsultasi Izin Edar Makanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta pembuatan Surat Keterangan Asal (SKA) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Penulis  : Tasya

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Donnie

Artikel Pelaku Usaha Didominasi Kaum Perempuan, Perlu Peningkatan Kapasitas  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-usaha-didominasi-kaum-perempuan-perlu-peningkatan-kapasitas/feed/ 0
Pelaku UMKM Perlu Pendampingan Pengembangan Kapasitas Digital https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-umkm-perlu-pendampingan-pengembangan-kapasitas-digital/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-umkm-perlu-pendampingan-pengembangan-kapasitas-digital/#respond Mon, 04 Nov 2024 09:40:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72479 Eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah terbukti  ketangguhannya bahkan saat pandemi Covid-19 melanda dan mampu menjadi pilar penyokong ekonomi nasional. Akan tetapi, para pelaku UMKM masih perlu pendampingan dalam melakukan transformasi digital agar dapat semakin berkembang. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A mengatakan ada 4 tantangan pengembangan adopsi digital […]

Artikel Pelaku UMKM Perlu Pendampingan Pengembangan Kapasitas Digital pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah terbukti  ketangguhannya bahkan saat pandemi Covid-19 melanda dan mampu menjadi pilar penyokong ekonomi nasional. Akan tetapi, para pelaku UMKM masih perlu pendampingan dalam melakukan transformasi digital agar dapat semakin berkembang. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A mengatakan ada 4 tantangan pengembangan adopsi digital UMKM saat ini, yakni kapasitas keuangan, koneksi internet, keterampilan digital, dan keterbatasan perangkat komputer.

Untuk mendorong peningkatan kapasitas penguasaan digital di kalangan pelaku UMKM, kata Wamen Nezar, pihaknya membuat program pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pelatihan talenta digital UMKM, pendampingan UMKM level up, dan akselerasi bisnis UMKM. “Tentunya ini semua perlu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat bisnis, perguruan tinggi, fasilitator, aktivis UMKM, dan wirausahawan,” kata Nezar dalam seminar bertajuk “Strategi dan Praktik Baik dalam Meningkatkan Kapasitas UMKM untuk Naik Kelas” yang diselenggarakan oleh UGM dan Kagama, Minggu (3/11), di ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM.

Dalam kesempatan itu, Nezar memberikan percontohan praktik baik digitalisasi UMKM di tanah air yang telah berhasil tembus hingga pasar dunia dan bisa naik kelas, yakni startup Efishery. “Seperti contohnya Efishery ini, bisnis sederhana apabila diintervensi oleh teknologi digital yang tepat dapat memperkuat produksi, mengoptimalisasi hasil, dan yang paling penting membangun ekosistem,” jelasnya.

Praktisi Digital Marketing Specialist, Iwan J. Prasetyo, menuturkan fakta yang ditemukan di lapangan adalah mendorong pelaku usaha untuk membuat konten dan branding untuk meningkatkan penjualan. “Banyak pelaku UMKM sudah merasa pintar digital karena telah memiliki akun media sosial, padahal dalam unggahannya hanya ada satu postingan,” kata alumnus UGM ini.

Iwan menilai keterampilan yang dibutuhkan UMKM setidaknya adalah foto atau video, membuat copywriting, analisis data unggahan, dan menguasai aplikasi penunjang yang terdiri dari media sosial, marketplace, Google Ads, aplikasi editing, dan AI. Dalam hal ini, kesadaran digital asset menurutnya perlu ditekankan, “Memiliki kesadaran bahwa akun media sosial adalah aset usaha, maka akan muncul pula tanggung jawab pengelolaan akun dan digitalisasi dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Agus Mashud S. Asngari selaku Presiden Direktur Pertamina Foundation memaparkan kiprah Pertamina untuk mendukung pengembangan kapasitas pelaku Usaha Kecil Mikro (UMK) dengan meluncurkan UMK Academy sebagai program pembinaan dengan kurikulum intermediate hingga advance. “Benefit yang ditawarkan dalam program ini berupa bantuan alat produksi, pelatihan inkubasi, pendampingan, jejaring, akses permodalan, dan pameran,” katanya.

Terkait dengan masalah pendanaan, Dr. Kaspar Situmorang selaku Kepala Divisi Inovasi Digital BRI memaparkan kesiapsiagaannya untuk berkolaborasi dengan sebanyak-banyaknya UMKM yang ingin bergabung agar dapat memanfaatkan LinkUMKM. Produk BRI ini mampu membantu asesmen, meningkatkan cakupan pelaku usaha ke pasar dagang sesuai dengan produk keuangan yang cocok, melakukan evaluasi, hingga menjembatani ekspor ke seluruh dunia.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Pelaku UMKM Perlu Pendampingan Pengembangan Kapasitas Digital pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelaku-umkm-perlu-pendampingan-pengembangan-kapasitas-digital/feed/ 0
Ekonom UGM Sampaikan Penyebab UMKM Sulit Berkembang https://ugm.ac.id/id/berita/lebih-banyak-bertahan-pakar-ugm-sampaikan-penyebab-umkm-sulit-berkembang/ https://ugm.ac.id/id/berita/lebih-banyak-bertahan-pakar-ugm-sampaikan-penyebab-umkm-sulit-berkembang/#respond Mon, 14 Oct 2024 05:17:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71640 Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya sebesar 5% setiap tahun. Target perekonomian nasional pada tahun 2045 adalah meraih pendapatan per kapita hingga 30.000 US Dollar. Angka tersebut tentunya bukanlah capaian yang mudah mengingat pertumbuhan ekonomi juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Saat ini pendapatan kita masih mencapai 5.000 US Dollar. Ini adalah […]

Artikel Ekonom UGM Sampaikan Penyebab UMKM Sulit Berkembang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya sebesar 5% setiap tahun. Target perekonomian nasional pada tahun 2045 adalah meraih pendapatan per kapita hingga 30.000 US Dollar. Angka tersebut tentunya bukanlah capaian yang mudah mengingat pertumbuhan ekonomi juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Saat ini pendapatan kita masih mencapai 5.000 US Dollar. Ini adalah fakta yang harus kita ubah, kita butuh entrepreneur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja lebih produktif,” ucap Teten Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki, dalam kuliah umum bertema “Masa Depan Perekonomian Bangsa”, Jumat (11/10), yang disampaikan secara daring di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Menurut Teten, target capaian ekonomi perlu dikejar dengan memaksimalkan pertumbuhan UMKM. Pasalnya, sekitar 97% lapangan pekerjaan berasal dari usaha kecil informal yang produktivitasnya masih rendah. “Tantangan ini perlu diatasi dengan memperkuat UMKM masyarakat sehingga mampu berdaya saing dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” katanya.

Menurutnya, pemerintah melalui kemenkop UKM tengah menginisiasi pemberdayaan dan pendampingan UMKM oleh perguruan tinggi nasional. Ia menyebutkan, tercatat sebanyak 500 startup yang tumbuh melalui program Kemenkop UKM, yakni Entrepreneur Hub. Teten menambahkan, inisiasi seperti entrepreneur hub dinilai penting sebagai wadah penghubung antara pengusaha dan investor. “Tentunya, diperlukan upaya-upaya berkelanjutan untuk memperkuat UMKM masyarakat. Guna meningkatkan daya saing UMKM, mereka harus mendapatkan akses inovasi, teknologi, dan digitalisasi,” tambahnya.

Pakar manajemen bisnis dari  FEB UGM, Rocky Adiguna, MBA., Ph.D. menjelaskan bahwa saat ini sulit menaikkan daya saing UMKM karena kurangnya minat untuk mengembangkan usaha. Sejauh ini, UMKM menghadapi berbagai tantangan untuk berkembang akibat minimnya akses terhadap teknologi, minimnya literasi digital, sampai profit yang tidak berkelanjutan. Menurutnya diperlukan bantuan ekosistem agar UMKM dapat terintegrasi atau setidaknya menumbuhkan keinginan untuk berkembang. “Kita melihat UMKM ini lebih sering survival daripada berkembang. Banyak tantangannya. Maka kita perlu membuat ekosistem, dan ketika UMKM bisa tergabung dalam ekosistem maka dia bisa punya sumber daya yang di luar dirinya sendiri,” terang Rocky.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah, Kemenkop UKM mengatakan pihaknya telah menginisiasi program-program untuk menggenjot pertumbuhan UMKM nasional, yakni konsultasi dan pendampingan pelaku usaha, program inkubasi wirausaha, akses modal, sampai pengembangan UMKM sampai pasar ekspor.

Menurut Azizah, para pelaku usaha sebenarnya tidak perlu khawatir akan kurangnya modal dalam memulai bisnis. Pemerintah memiliki instrumen khusus agar pelaku usaha mendapatkan modal cukup, termasuk kerja sama dengan pemodal non-bank, angel investor, dan crowdfunding. “Setiap bulan kami ada program untuk mempertemukan UMKM dengan investor. Jumlah startup saat ini mencapai kurang lebih 2.400, dan yang sudah ada di kami sekitar 550. Kami masih mengejar sekitar 200 start-up lagi dan saat ini masih dibina,” paparnya.

Siti Azizah menyebutkan Indonesia masih memerlukan sekitar 4% proporsi UMKM dalam perekonomian nasional, sedangkan saat ini masih berjalan di angka 3,7%. Siti berharap, usaha-usaha yang muncul di masyarakat dapat berbasis teknologi dan dapat berkelanjutan dapat mendorong tumbuhnya pelaku UMKM yang baru.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Inilah.com

Artikel Ekonom UGM Sampaikan Penyebab UMKM Sulit Berkembang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/lebih-banyak-bertahan-pakar-ugm-sampaikan-penyebab-umkm-sulit-berkembang/feed/ 0