pascasarjana Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pascasarjana/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 24 Oct 2024 04:00:11 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Rektor: Lulusan UGM harus Menjadi Pribadi Yang Berkarakter  https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-lulusan-ugm-harus-menjadi-pribadi-yang-berkarakter/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-lulusan-ugm-harus-menjadi-pribadi-yang-berkarakter/#respond Wed, 23 Oct 2024 09:21:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72000 Universitas Gadjah Mada selalu berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan bermartabat, penelitian berdampak, dan pengabdian berkelanjutan. Ketiga hal tersebut  menjadi fokus universitas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan. Hal tersebut selaras dengan mandat UGM yang berkomitmen untuk mencetak SDM unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. “Lulusan UGM harus menjadi pribadi berkarakter unggul […]

Artikel Rektor: Lulusan UGM harus Menjadi Pribadi Yang Berkarakter  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada selalu berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan bermartabat, penelitian berdampak, dan pengabdian berkelanjutan. Ketiga hal tersebut  menjadi fokus universitas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan. Hal tersebut selaras dengan mandat UGM yang berkomitmen untuk mencetak SDM unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. “Lulusan UGM harus menjadi pribadi berkarakter unggul agar mampu menjadi subjek perubahan yang terlibat dalam pemecahan masalah transnasional dan global,” kata Rektor  Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dihadapan 1.816 lulusan Program Magister, Spesialis, Sub Spesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2024/2025, Rabu (23/10), di Grha Sabha Pramana.

Dalam pidatonya, Ova menyebut pentingnya peran institusi pendidikan tinggi bagi pengembangan kualitas SDM masa depan. Kontribusi UGM dalam mencetak lulusan yang unggul ini, mendapat rekognisi dari Lembaga pemeringkat Universitas terbaik dunia, Times Higher Education (THE) mengumumkan bahwa dari hasil pemeringkatan pada 2.092 universitas dari 115 negara, UGM berhasil menempati peringkat ke-2 di Indonesia dan peringkat ke-12 di Asia Tenggara serta di posisi 1201-1500 dunia.

Pada pemeringkatan ini, kata Rektor, UGM dinilai mengalami kenaikan indikator penilaian di Bidang Research Environment, Research Quality, dan Industry Income. “Pengakuan ini tentu membanggakan dan patut kita syukuri, yang tentunya merupakan hasil capaian dari berbagai kerja keras bersama, dan tidak terlepas dari kontribusi program Pascasarjana terutama di bidang penelitian,” ucap Ova.

Sekjen Pengurus Pusat KAGAMA, Dr. Ari Dwipayana mengaku bangga pada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Ia berharap. para lulusan UGM bisa mendarmabaktikan ilmunya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. “Universitas bukan pabrik gelar sarjana dan pascasarjana, tetapi tempat untuk melatih kebijaksanaan sehingga tidak terjebak dalam kesombongan diri sebagai lulusan pascasarjana,” ucapnya.

Dalam proses melatih diri ini, Ari menyebut ilmu pengetahuan yang diperoleh harus bisa bermanfaat bagi pendidikan. Selain itu, segala sesuatu di dunia ini berubah sangat cepat dan wisudawan harus bisa beradaptasi. Ia berpesan para wisudawan dapat menyongsong era disrupsi dengan pembenahan, semangat kolaborasi, dan merawat nilai-nilai ke-UGM-an.

Sementara Wakil wisudawan dari Program Studi Magister Arkeologi, M. Dziyaul F. Arrozain, S.Ark., M.A., mengaku bersyukur bisa menyandang gelar alumni UGM. “Adanya tradisi keilmuan yang terjaga melalui nilai-nilai ke-UGM-an mendidik kita untuk mengedepankan integritas, pengetahuan dilandasi moral, dan mengasah daya kritis secara adil dan bermanfaat,” ujarnya.

Ia berpesan kepada sesama wisudawan untuk tidak tidak terjebak dalam seremonial saja, tetapi juga perlu kesadaran untuk berkarya agar peka terhadap persoalan bangsa. Ketika kembali ke masyarakat dengan status baru sebagai alumni UGM, menurutnya, lulusan harus turut serta dalam perubahan bangsa yang lebih baik dengan mengimplementasikan pengetahuan secara kolaboratif.

Wisuda 1.816 Lulusan Pascasarjana

Seperti diketahui, jumlah lulusan pascasarjana yang diwisuda kali ini sebanyak 1.816 lulusan, terbagi menjadi 1.560 lulusan Program Magister (S2), termasuk 21 wisudawan dari Warga Negara Asing, 90 lulusan Program Spesialis, 32 lulusan Program Subspesialis, dan 134 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing.

Masa studi rata-rata adalah 2 tahun 4 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Henra dari Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 0 bulan 15 hari. Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Lulusan termuda adalah Saudari Elia Laila Rizqiyah dari Program Studi Magister Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, dengan usia 22 tahun 6 bulan 19 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,73. Sebanyak 677 lulusan (43,4%) lulus dengan predikat Pujian dengan Hatfan Aufar Kharis dari Program Studi Magister Teknik Geologi, Fakultas Teknik yang meraih IPK 4,00. Masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 3 tahun 10 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Tegar Arviga dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 11 bulan 14 hari.

Rerata usia lulusan Program Spesialis periode ini adalah 33 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda adalah Jessica Regina dari Program Studi Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi dengan usia 26 tahun 10 bulan 7 hari. IPK rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,82. Lulusan Program Spesialis periode ini yang berpredikat Pujian sejumlah 66 lulusan (73,34%), salah satunya adalah Tegar Arviga dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi yang lulus dengan IPK 3,99. Ia menjadi lulusan Spesialis dengan IPK tertinggi.

Masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 2 tahun 4 bulan dan waktu studi tersingkat diraih oleh Umi Rakhmawati dari Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun. Rerata usia lulusan Program Subspesialis periode ini adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda adalah Meita Ucche dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya pada usia 33 tahun 4 bulan 20 hari.

IPK rata-rata untuk lulusan Program Subspesialis adalah 3,78. IPK tertinggi lulusan Program Subspesialis diraih oleh Qodri Santosa dari Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan yang lulus dengan IPK 3,95. Sebanyak 14 orang (43,75%) lulus dengan predikat Pujian.

Program Doktor rata-rata ditempuh selama 5 tahun dengan waktu studi tercepat diraih oleh Arbania Fitriani dari Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 6 bulan 23 hari dan akan diwisuda pada 24 Oktober 2024. Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 42 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda adalah Saudari Nadya Sofia Siti Sa’adah dari Program Studi Doktor Biologi, Fakultas Biologi yang menyelesaikan studi Program Doktoralnya pada usia 26 tahun 2 bulan 18 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,87 dengan predikat Pujian diraih oleh 45 lulusan (33,58%), predikat Sangat Memuaskan sebanyak 85 orang lulusan (63,43%) dan yang berpredikat Memuaskan sebanyak 3 orang lulusan (2,24%), sedangkan 1 lulusan (0,75%) tanpa predikat. Pada lulusan program Doktor periode ini terdapat 17 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian, satu di antaranya adalah Kadek Ida Krisnadewi dari Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi.

Penulis : Bolivia

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Rektor: Lulusan UGM harus Menjadi Pribadi Yang Berkarakter  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-lulusan-ugm-harus-menjadi-pribadi-yang-berkarakter/feed/ 0
UGM Wisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/#respond Wed, 24 Apr 2024 10:24:36 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/ Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana terdiri 1.187 lulusan Program Magister, termasuk 2 wisudawan Warga Negara Asing, 89 lulusan Program Spesialis, 8 lulusan Program Subspesialis, 107 lulusan Program Doktor. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademik jenjang S2, S3, Spesialis, Subspesialis, maupun Doktor […]

Artikel UGM Wisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana terdiri 1.187 lulusan Program Magister, termasuk 2 wisudawan Warga Negara Asing, 89 lulusan Program Spesialis, 8 lulusan Program Subspesialis, 107 lulusan Program Doktor. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademik jenjang S2, S3, Spesialis, Subspesialis, maupun Doktor di Universitas Gadjah Mada.

”Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wisudawan dan Wisudawati program Pascasarjana atas kerja keras selama menyelesaikan program pendidikan,” kata Rektor, Rabu (24/4) di upacara wisuda yang berlangsung di Grha Sabha Pramana.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan penghargaan pada keluarga dan semua pihak yang telah mendukung dan mendampingi pendidikan para Wisudawan dan Wisudawati sampai ke jenjang kelulusan ini. ”Saya percaya dengan bekal ilmu pengetahuan dan kompetensi yang Saudara sekalian miliki akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menopang pembangunan bangsa di masa depan,” katanya.

Dalam pidato sambutannya, Rektor mengatakan lembaga pemeringkat universitas dunia, QS World University Ranking by Subject tahun 2024, menempatkan UGM masuk ranking 61 dunia di bidang Theology, Divinity and Religious Studies. Bahkan UGM menjadi  satu-satunya kampus di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Selain itu, bidang ilmu antropologi yang juga masuk dalam daftar ranking 51-100 dunia. Menurutnya, Program Pascasarjana berkontribusi besar dalam pencapaian UGM untuk masuk dalam peringkat dunia. ”Tahun ini, ada 25 bidang studi di UGM yang masuk dalam ranking dunia di QS WUR by Subject. Pengakuan ini tentunya sangat membanggakan dan patut kita syukuri, karena merupakan hasil capaian dan kerja keras terutama dari pimpinan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana UGM,” ujarnya.

Mengutip pidato Presiden Joko Widodo, Rektor menegaskan bahwa Pendidikan Pascasarjana sebagai tulang punggung yang diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia profesional baik dari sisi capaian gelar akademik maupun kompetensi profesi yang memiliki kapasitas penguasaan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika profesi. ”Semuanya memerlukan mahasiswa untuk memiliki kesejahteraan fisik dan mental prima agar mampu belajar dengan optimal. Oleh karena itu, kesejahteraan ataupun kesehatan fisik maupun mental mahasiswa memegang peran penting dalam kehidupan akademik di kampus agar bisa berprestasi secara akademik dan non akademik,” katanya.

Rektor juga sempat menyinggung terkait hasil skrining dari Kemenkes RI terhadap mahasiswa pendidikan dokter spesialis di seluruh Indonesia yang sebagian besar mengalami gangguan kesehatan mental, distres, dan depresi serta  adanya keinginan untuk bunuh diri selama menjalani pendidikan. Menanggapi hasil laporan tersebut, kata Rektor, UGM sejak dahulu selalu menekankan pengelolaan kesehatan mental para mahasiswanya yang memerlukan upaya komprehensif mulai dari pencegahan, intervensi individu dan kelompok, dukungan lingkungan, dan peningkatan kesadaran di lingkungan kalangan civitas. ”UGM sebagai kampus inklusif telah menyediakan juga berbagai upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan mental di kalangan mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Sekarang ini kita sedang menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan institusi di luar negeri agar UGM menjadi kampus inklusif,” paparnya.

Wakil wisudawan dari program pendidikan spesialis Fakultas Kedokteran Gigi, drg. Irene Sanita Lanny, MPH., SP.Ort., mengatakan dirinya menyampaikan ungkapan rasa syukur karena pernah mendapatkan kesempatan mengenyam Pendidikan di kampus UGM. “UGM telah memberi bekal ilmu pengetahuan dan semoga ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagai alumni kita memiliki tanggung jawab moral sebagai agen di masyarakat, menjadi generasi cerdas tapi beretika kita harus tetap memegang teguh nilai kebenaran dan cinta kasih,” ujarnya

Sementara Ketua Pengurus Kagama Kalimantan Selatan, Dr. dr. Mohammad Rudiansyah berpesan agar para wisudawan setelah lulus dan bekerja di tempat baru agar selalu membawa nama baik almamater, tetap bersikap bijak, menjadi pemersatu dan bisa menjadi contoh. “Tetaplah berkarya sesuai dengan tugas dan profesi. Untuk membangun daerah dengan teman-teman di Kagama,” terangnya.

Seperti diketahui pada wisuda kali ini,  masa studi rata-rata untuk Program Magister adalah 2 tahun 3 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Arif Muazam dari Program Studi Magister Biologi, Fakultas  Biologi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 0 bulan. Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda diraih oleh Yoke Sarah Asafita dari Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum dengan usia 21 tahun 9 bulan 26 hari. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Magister adalah 3,71. Terdapat 8 lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00, sekaligus berpredikat Pujian, satu di antaranya adalah Beatrix Marendeng Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan.

Sementara untuk Program Spesialis, masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 4 tahun 2 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Aulia Ayub dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 5 bulan 13 hari. Sekaligus menjadi lulusan termuda yang menyelesaikan studi Spesialisnya pada usia 27 tahun 6 bulan 9 hari dari rerata usia lulusan Program Spesialis  periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 16 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,78. IPK tertinggi lulusan program Spesialis periode ini terdapat 2 orang yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian yaitu Aulia Ayub dan Irenne Sanita Lanny, yang keduanya berasal dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi.

Sedangkan untuk jenjang Program Doktor, masa studi rata-rata Program Doktor adalah 4 tahun 10 bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Suwardi dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, yang berhasil meraih gelar Doktor dalam waktu 2 tahun 7 bulan 4 hari. Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari. Lulusan termuda diraih oleh Mu’amar Musa Nurwigantara dari Program Studi Doktor Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang menyelesaikan studinya pada usia 25 tahun 8 bulan 27 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,87. IPK tertinggi lulusan program Doktor periode ini terdapat 12 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian satu diantaranya diraih Suwardi dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel UGM Wisuda 1.391 lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-1-391-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0