panas bumi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/panas-bumi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 04 Oct 2024 14:09:30 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pemanfaatan Energi Geothermal Masih 11%, Ini Tanggapan Pakar Geologi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/pemanfaatan-energi-geothermal-masih-11-ini-tanggapan-pakar-geologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/pemanfaatan-energi-geothermal-masih-11-ini-tanggapan-pakar-geologi-ugm/#respond Fri, 04 Oct 2024 14:09:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71269 Agenda transisi energi telah dicanangkan oleh pemerintah sebagai upaya menangani dampak perubahan iklim. Fokus program pemerintah dalam hal ini adalah menurunkan penggunaan energi fosil dan mendorong transisi ke energi yang lebih rendah karbon, salah satunya adalah energi geotermal. Sayangnya, pemanfaatan energi tersebut masih di angka 11% dari total potensi yang ada. Pakar Energi Geothermal dari […]

Artikel Pemanfaatan Energi Geothermal Masih 11%, Ini Tanggapan Pakar Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Agenda transisi energi telah dicanangkan oleh pemerintah sebagai upaya menangani dampak perubahan iklim. Fokus program pemerintah dalam hal ini adalah menurunkan penggunaan energi fosil dan mendorong transisi ke energi yang lebih rendah karbon, salah satunya adalah energi geotermal. Sayangnya, pemanfaatan energi tersebut masih di angka 11% dari total potensi yang ada.

Pakar Energi Geothermal dari Teknik Geologi UGM, Ir. Pri Utami, M.Sc.,Ph.D., IPM., menyebutkan masih minimnya pemanfaatan energi geothermal ini disebabkan pemerintah memerlukan data yang lebih akurat tentang potensi-potensi energi panas bumi di Indonesia. Pasalnya, keberadaan potensi panas bumi sangat minim terlihat di permukaan, karenanya dibutuhkan inovasi teknologi eksplorasi.  Pri, demikian ia akrab disapa, memberikan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah agar proyek berjalan aman dan tepat sasaran. “Ada hal 2 mendasar yang harus dilakukan yaitu peningkatan kualitas data eksplorasi dan peningkatan pemahaman masyarakat,” tutur Pri, Jumat (4/10).

Ia menyebutkan Indonesia sendiri memiliki potensi energi geothermal 40% dari potensi dunia, yakni sebanyak 23.965,5 Mega Watt (MW). Potensi geothermal ini tersebar merata di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, sehingga dapat dikatakan energi panas bumi berpeluang mencukupi kebutuhan energi nasional sekaligus menurunkan produksi emisi karbon.

Lebih jauh ia menjelaskan, terdapat tiga jenis sistem panas bumi berdasarkan kandungan energinya. Pertama, sistem panas bumi berentalpi tinggi, menengah, dan rendah. “Panas bumi berentalpi tinggi akan menyebarkan suhu panas ke lingkungan sekitarnya. Kita dapat mengekstrak panas yang dibawa oleh air dan uap sebagai pembangkit listrik,” jelasnya.

Dibanding dengan energi lainnya, energi geotermal memiliki kadar karbon dioksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan partikel padat yang jauh lebih rendah.

Selain itu, energi panas bumi juga memiliki kelebihan dari segi keberlanjutannya. Panas bumi yang tersebar di permukaan akan dibawa oleh air hujan dan mengikuti siklus hidrologi. Secara alamiah, energi panas akan kembali ke dalam bumi. Tidak hanya itu, penginjeksian fluida yang telah diekstraksi tenaganya akan kembali ke reservoir panas bumi untuk menjamin keseimbangan panas dan massa dalam sistem panas bumi. “Serangkaian kelebihan ini menjadikan energi panas bumi sebagai energi terbarukan yang stabil,” katanya.

Namun yang tidak kalah penting dalam pemanfaatan energi panas bumi ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat akan potensi panas bumi. Sebab, setiap proses pengembangannya, diperlukan penyiapan masyarakat untuk dapat terlibat dalam aktivitas perekonomian berbasis panas bumi. Misalnya melalui sinergi antara sektor panas bumi dengan pertanian dan pariwisata

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) dengan total listrik sebesar 90 Megawatt (MW) sampai akhir tahun ini. Proyek tersebut nantinya akan membantu mengejar target 23% energi bauran EBT (Energi Baru Terbarukan) di 2025.

Selain dapat digunakan sebagai EBT, panas bumi juga bisa dimanfaatkan untuk pemanasan dalam proses industri, terapi kesehatan pada mata air panas bumi, hingga membantu menemukan enzim dari mikroorganisme yang hidup pada kondisi ekstrim panas bumi untuk bahan industri farmasi. Potensi luar biasa ini diharapkan mampu menyokong kebutuhan energi nasional sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi guna mendorong energi bersih di masa depan.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Pemanfaatan Energi Geothermal Masih 11%, Ini Tanggapan Pakar Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pemanfaatan-energi-geothermal-masih-11-ini-tanggapan-pakar-geologi-ugm/feed/ 0
UGM dan GDE Usulkan Dataran Dieng sebagai Taman Bumi Nasional https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-gde-usulkan-dataran-dieng-sebagai-taman-bumi-nasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-gde-usulkan-dataran-dieng-sebagai-taman-bumi-nasional/#respond Mon, 09 Sep 2024 00:43:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70346 Fakultas Teknik UGM UGM, PT Geo Dipa Energi/GDE (Persero), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengusulkan penetapan Dataran Tinggi Dieng menjadi Taman Bumi Nasional. Pengusulan tersebut diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh unsur Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku industri pariwisata, pelaku industri panas bumi, akademisi dan tokoh masyarakat pada Selasa (3/9) lalu […]

Artikel UGM dan GDE Usulkan Dataran Dieng sebagai Taman Bumi Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknik UGM UGM, PT Geo Dipa Energi/GDE (Persero), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengusulkan penetapan Dataran Tinggi Dieng menjadi Taman Bumi Nasional. Pengusulan tersebut diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh unsur Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku industri pariwisata, pelaku industri panas bumi, akademisi dan tokoh masyarakat pada Selasa (3/9) lalu di GDE Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Dosen Teknik Geologi UGM sekaligus  Pakar Panas Bumi Dr. Pri Utami menyebutkan bahwa di Dieng pengunjung dapat mempelajari proses bumi yang sedang berlangsung dengan sangat nyata yaitu proses hidrotermal yang tidak hanya menghasilkan pemandangan yang unik tetapi juga membentuk sumber energi terbarukan. “Saya kira pentingnya ilmu geologi untuk mentransformasikan legenda-legenda tentang panas bumi di Dieng menjadi penjelasan ilmiah. Hal tersebut merupakan penghormatan terhadap nenek moyang yang telah mengemas nilai-nilai pelestarian lingkungan di Dieng jauh sebelum ilmu dan teknologi panas bumi berkembang,” kata Pri Utami dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (9/9).

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis menegaskan bahwa kolaborasi multi-pihak menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang diperlukan dalam mewujudkan kemandirian energi serta aktivitas perekonomian lokal yang berwawasan lingkungan, misalnya melalui pariwisata dan pertanian berbasis panas bumi.

Herdian Ardi Febrianto selaku General Manager PT GDE Unit Dieng menyampaikan bahwa keberadaan energi panas bumi yang telah dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik merupakan suatu keunggulan tersendiri dalam elemen geopark karena menjadi sarana pembelajaran yang membuka wawasan akan pelestarian lingkungan melalui penggunaan energi bersih dan terbarukan.

Menurutnya kolaborasi antar bidang keilmuan dalam menjalankan sebuah industri panas bumi. Adanya kehadiran teknologi kecerdasan buatan, generasi muda tetap harus mampu menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan, sebab dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk panas bumi, manusia dengan hati nuraninyalah yang akan menimbang dan menentukan tindakan yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. “Kita mengajak mahasiswa Teknik Geologi UGM untuk turut meneliti area-area panas bumi di Dieng yang belum semuanya dikembangkan,” katanya.

Pri Utami menuturkan, mahasiswa Teknik Geologi FT UGM juga melakukan kunjungan lapangan ke Wilayah Kerja panas Bumi Dieng pada Sabtu (7/9) lalu untuk mempelajari kondisi geologi satu-satunya lapangan panas bumi yang telah beroperasi di Jawa Tengah. “Mahasiswa juga melihat peluang efisiensi pemanfaatan energi panas bumi, dan perlunya pembenahan tata guna lahan di area panas bumi yang juga telah menjadi tujuan wisata dan perkebunan tanaman pangan,” katanya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan GDE Usulkan Dataran Dieng sebagai Taman Bumi Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-gde-usulkan-dataran-dieng-sebagai-taman-bumi-nasional/feed/ 0
Tim Peneliti UGM Kembangkan Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi https://ugm.ac.id/id/berita/tim-peneliti-ugm-kembangkan-booster-cair-dari-endapan-silika-panas-bumi/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-peneliti-ugm-kembangkan-booster-cair-dari-endapan-silika-panas-bumi/#respond Fri, 05 Jul 2024 06:20:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65839 Tim peneliti UGM yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM yang beranggotakan para ahli dengan kepakaran masing-masing, yakni Dr. Pri Utami, ahli geologi panas bumi, lalu ahli nano bioteknologi Dr. Ronny Martien, ahli teknik bioproses Dr. Wiratni , dan ahli konservasi tanah dan air Dr. Ngadisih bersama peneliti dari PT Geo Dipa […]

Artikel Tim Peneliti UGM Kembangkan Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Tim peneliti UGM yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM yang beranggotakan para ahli dengan kepakaran masing-masing, yakni Dr. Pri Utami, ahli geologi panas bumi, lalu ahli nano bioteknologi Dr. Ronny Martien, ahli teknik bioproses Dr. Wiratni , dan ahli konservasi tanah dan air Dr. Ngadisih bersama peneliti dari PT Geo Dipa Energi, Herdian, S.T., berhasil mengembangkan booster cair untuk meningkatkan kesuburan tanaman pertanian di dataran tinggi Dieng dengan menggunakan bahan baku endapan silika yang selama ini sebagai produk sampingan dari pembangkit listrik energi geothermal.

Booster itu dinamai “Sulasih-Sulanjana”, seperti nama dewa dewi penyubur dan penjaga tanaman. Menurut ketua tim peneliti, Pri Utami, pemilihan nama tersebut mengakar pada kearifan lokal yang tersirat dalam tembang pengiring tari  “Lengger” mengenai upaya mengelola sumber daya dengan tetap menjaga kelestarian alam.  “Kita ambil namanya dari  nama dewa dewi penyubur tanaman,” kata Pri Utami dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Jumat (5/7).

Dosen Teknik Geologi FT UGM menerangkan bahwa air panas bumi atau disebut brine dioperasikan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero)  untuk memasok energi listrik sebesar 60 MW ke dalam jaringan Jawa – Bali. Adapun brine yang telah diekstrak energinya oleh diinjeksikan kembali ke dalam reservoar sistem panas bumi. Namun Brine yang ada di Dieng mengandung silika dalam konsentrasi yang tinggi beserta zat-zat lain sebagai produk sampingan panas bumi. “Silika membentuk endapan yang selama ini dianggap sebagai limbah,” terangnya.

Setelah diteliti, endapan silika dan unsur-unsur penyertanya bermanfaat bagi tanaman karena meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan terhadap serangan hama. “Tim kami memproses silika dan unsur-unsur bermanfaat lainnya dengan teknologi nano-partikulat menjadi booster cair yang ramah lingkungan yang siap diaplikasikan pada perkebunan di Dieng,” paparnya.

Setelah diuji coba diterapkan pada lahan pertanian di Dieng, kata Pri Utami, pada 5 Juli lalu bertepatan dengan HUT ke 22 PT Geo Dipa Energi (Persero) dilakukan panen perdana pada demplot tanaman kentang. Panen dilaksanakan di salah satu lahan petani mitra yang berada di dusun Krajan, Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Panen kentang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Selo bersama Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis, bersama Camat Batur Aji Piluroso, Kepala-kepala Desa, para petani mitra di seluruh kecamatan Batur, dan tokoh-tokoh masyarakat. Perhelatan panen perdana tersebut sarat nuansa budaya lokal, dengan menampilkan tarian Lengger yang diiringi dengan tembang-tembang penuh nasehat, tentang sinergi antar berbagai kepentingan dalam mencapai kesejahteraan dan keselarasan bersama alam.

Di acara panen perdana itu juga dilakukan edukasi mengenai sinergi antara pengembangan energi panas bumi dan upaya memajukan sektor pertanian yang berkelanjutan melalui Wayang Cinema “Sulasih-Sulanjana” besutan Dr. Citra Aryandari, anggota Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM yang berasal dari Institut Seni Indonesia (Yogyakarta).

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Selo dan Dirut PT Geo Dipa Energi Yudistian Yunis mengapresiasi inovasi oleh tim peneliti, di mana pembuatan pupuk dan booster alami dari “limbah” panas bumi merupakan terobosan dalam pelestarian lingkungan.

Ngadisih, salah satu anggota peneliti yang lain, mengatakan booster dari bahan silika ini diharapkan dapat membantu mengurangi secara signifikan penggunaan pupuk kandang yang menimbulkan bau busuk dan merusak mikrobiologi tanah, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimiawi. “Ke depan booster Sulasih-Sulanjana akan diaplikasikan pada berbagai tanaman hortikultura di dataran Tinggi Dieng,” katanya.

Seperti diketahui, dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, dikenal sebagai tujuan wisata dan sebagai penghasil sayur-mayur merupakan daerah yang kaya akan energi panas bumi sebagai sumber pembangkit listrik yang posisinya terletak di tengah-tengah perkebunan warga. Sebagai salah satu sumber energi terbarukan khas Indonesia, booster cair dari produk sampingan dari pengoperasin energi panas bumi  ini bisa menjadi produk unggulan yang mencerminkan sinergi antara perusahaan yang bergerak di sektor energi dengan para akademisi di lingkungan kampus yang memiliki perhatian pada pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Tim Peneliti UGM Kembangkan Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-peneliti-ugm-kembangkan-booster-cair-dari-endapan-silika-panas-bumi/feed/ 0
Prof. Agung Harjoko Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM https://ugm.ac.id/id/berita/prof-agung-harjoko-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-agung-harjoko-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/#respond Tue, 20 Feb 2024 09:11:18 +0000 https://ugm.ac.id/prof-agung-harjoko-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/ Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung api. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG, 2021 mencatat Indonesia mempunyai 127 gunung api aktif. Dengan jumlah gunung api yang tersebar hampir merata di seluruh Indonesia. Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi pada Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Ir. Agung Harijoko, S.T., M.Eng, IPM., mengatakan […]

Artikel Prof. Agung Harjoko Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung api. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG, 2021 mencatat Indonesia mempunyai 127 gunung api aktif. Dengan jumlah gunung api yang tersebar hampir merata di seluruh Indonesia.

Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi pada Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Ir. Agung Harijoko, S.T., M.Eng, IPM., mengatakan gunung api mempunyai dampak kebencanaan yang hebat. Oleh sebab itu, upaya mitigasi bahaya gunung api perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Salah satunya melalui penelitian geologi gunung api untuk memahami perilaku erupsi masa lalu. Selanjutnya, pemantauan gunung api membantu memahami perilaku erupsi masa kini untuk melakukan perkiraan erupsi.

“Dengan mempelajari gunung api juga bisa untuk  membantu eksplorasi panas bumi, terutama dalam menilai potensi sumber panas yang membentuk sistem panas bumi,”jelasnya, Selasa (20/2) di Balai Senat UGM.

Dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar UGM, Agung menyampaikan pidato berjudul Gunung Api, Sumber Kemakmuran Di Balik Ancaman Bahaya. Ia menyebutkan pengembangan energi panas bumi di Indonesia masih dominan memanfaatkan sistem panas bumi suhu tinggi untuk pembangkit listrik yakni gunung api. Indonesia, yang kaya gunung api, mempunyai potensi energi panas bumi terbesar di dunia, yaitu sebesar 23 GW. Potensi panas bumi tersebut tersebar di hampir seluruh pulau utama Indonesia, terutama pulau-pulau yang mempunyai gunung api seperti Sumatra, Jawa, Bali hingga Flores, serta di daerah Halmahera dan bagian ujung utara dari Lengan Utara pulau Sulawesi.

Dosen Departemen Geologi UGM ini mengatakan energi panas bumi digolongkan sebagai energi bersih. Sebab, energi panas bumi dalam membangkitkan listrik menghasilkan emisi gas CO2 yang jauh lebih kecil dibanding dengan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, energi panas bumi menjadi solusi dalam pemenuhan energi bersih sesuai dengan program Pemerintah RI dalam pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen pada tahun 2030 dan mencapai net zero emission pada tahun 2060. Pemerintah mentargetkan pengembangan energi panas bumi dioptimalkan hingga 22 GW dari total sumber daya panas bumi sebesar 23 GW.

“Dengan rencana pengembangan energi panas bumi yang masif, maka geologi sangat berperan di dalam tahap eksplorasi terutama pemahaman vulkanologi karena gunung api adalah rumah bagi sistem panas bumi suhu tinggi,”urainya.

 

Penulis: Ika

Foto: Firsto

Artikel Prof. Agung Harjoko Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-agung-harjoko-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/feed/ 0