Padi Gamagora Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/padi-gamagora/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 01 Oct 2024 01:07:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Lomba Olahan Nasi Gamagora Meriahkan Penutupan Agrifest 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/lomba-olahan-nasi-gamagora-meriahkan-penutupan-agrifest-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/lomba-olahan-nasi-gamagora-meriahkan-penutupan-agrifest-2024/#respond Tue, 10 Sep 2024 07:52:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70413 Padi Gadjah Mada Gogo Rancah atau lebih dikenal dengan nama Gamagora ini merupakan jenis varietas padi baru hasil budidaya dari peneliti Universitas Gadjah Mada. Saat ini padi tengah dipromosikan ke masyarakat luas di berbagai daerah. Untuk mengenalkan lebih dekat ke masyarakat, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menggelar Lomba Inovasi Olahan Nasi (Inosi) padi Gamagora. Padi Gamagora […]

Artikel Lomba Olahan Nasi Gamagora Meriahkan Penutupan Agrifest 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Padi Gadjah Mada Gogo Rancah atau lebih dikenal dengan nama Gamagora ini merupakan jenis varietas padi baru hasil budidaya dari peneliti Universitas Gadjah Mada. Saat ini padi tengah dipromosikan ke masyarakat luas di berbagai daerah. Untuk mengenalkan lebih dekat ke masyarakat, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menggelar Lomba Inovasi Olahan Nasi (Inosi) padi Gamagora. Padi Gamagora sendiri merupakan jenis padi yang dikembangkan oleh PIAT UGM untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Kelebihan padi Gamagora dibanding jenis padi lainnya antara lain, mampu bertahan di kering tadah hujan, lebih tahan terhadap hama, serta tidak membutuhkan banyak pupuk dan air.

Ketua Panitia Inosi, Wawan Sarwanto lomba olahan nasio Gamagora ini memang diperuntukan agar masyarakat dapat mengenal dan mengolah padi Gamagora dengan inovasi olahan makanan yang dibuat oleh peserta.

Peserta Lomba olahan nasi beradu kreativitas dalam mengolah nasi Gamagora ini. Hasilnya, nasi Gamagora ternyata dapat diolah menjadi berbagai macam kuliner. Tim Nawasena dari Jurusan Tata Boga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memamerkan hasil karyanya berupa brownies berbahan dasar nasi. “Nasi yang kami gunakan terlebih dahulu dibekukan, baru kemudian dihaluskan sampai teksturnya seperti serbuk kelapa. Jadi selain enak dimakan, brownies ini juga gluten-free dan rendah gula,” jelas Helma, salah satu anggota Tim Nawasena dalam penutupan Agrifest 2024 di kawasan PIAT UGM, Kalitirto, Berbah, Sleman, Santu (7/9).

Berbeda dengan tim Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM dengan sajian nasi hainan Gamagora. Karya Tim PSLH menggabungkan antara kuliner Indonesia, Cina dan Eropa. Nasi hainan disajikan bersama saus creamy mushroom dan gendar yang digoreng dengan tepung roti, sehingga menyerupai nugget. Indha Marta Raharja, salah satu perwakilan Tim PSLH mengaku senang bisa berpartisipasi dalam Lomba Inosi Agrifest 2024. “Kami merasa senang bisa hadir untuk memeriahkan acara Agrifest 2024. Semoga ke depannya, acara ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ujar Indha.

Selain Lomba Inosi, PIAT UGM membagikan hasil tani dan ternak pada masyarakat dalam bentuk doorprize. Produk-produk yang dibagikan berupa telur, ayam, beras, dan susu hasil olahan agrokompleks UGM. Acara ini juga mengundang seluruh fakultas UGM dalam kluster agrokompleks dan UMKM untuk mengisi pameran. Terdapat lebih dari 20 stan pameran yang bisa dikunjungi. Ada juga makanan dan minuman yang diisi oleh mitra-mitra UMKM dari kalangan masyarakat.

Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menggelar Agrifest 2024 sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis ke-75 UGM. Ajang sekaligus wadah kreasi kluster agrokompleks ini diselenggarakan pada 5-7 September 2024 bersama mitra-mitra UMKM dan masyarakat. Gelaran ini resmi ditutup dengan meriah pada Sabtu (7/9) di lokasi PIAT UGM, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Agrifest 2024 mengangkat tema “Seeding Ideas, Growing Future: Adaptasi Era Disrupsi Teknologi Sektor Pertanian untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Bangsa” yang menekankan pada adaptasi pertanian melalui teknologi. Dalam acara ini terdapat berbagai kegiatan menarik, seperti talkshow agroteknologi, pameran inovasi agroteknologi, pameran demplot pertanian, sampai Lomba Inovasi Nasi (INOSI). Seluruh kegiatan diikuti dengan antusias oleh masyarakat setempat dan kelompok petani guna meningkatkan kompetensi dan efisiensi hasil tani.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG., Ph.D. terlihat turut berkunjung di penutupan Agrifest 2024 menyambut baik kegiatan tersebut yang menurutnya salah satu bentuk kontribusi UGM dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang agrokompleks. Ova berharap masyarakat dapat memahami pentingnya gizi dalam pangan, tidak hanya dalam produksinya saja. Agrifest 2024 diharapkan dapat mengelaborasi pentingnya pengembangan sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Lomba Olahan Nasi Gamagora Meriahkan Penutupan Agrifest 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/lomba-olahan-nasi-gamagora-meriahkan-penutupan-agrifest-2024/feed/ 0
UGM dan Bank Indonesia Panen Perdana Padi Gamagora di Lombok Tengah https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bank-indonesia-panen-perdana-padi-gamagora-di-lombok-tengah/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bank-indonesia-panen-perdana-padi-gamagora-di-lombok-tengah/#respond Mon, 19 Aug 2024 07:22:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69575 UGM dan Bank Indonesia Panen Perdana Padi Gamagora di Lombok Tengah Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Bank Indonesia cabang Nusa Tenggara Barat melaksanakan panen perdana padi Gadjah Mada Gogo Rancah (Gamagora) 7 di Dusun Batu Baleq, Kecamatan Punjut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/8). Menurut penuturan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Taufieq […]

Artikel UGM dan Bank Indonesia Panen Perdana Padi Gamagora di Lombok Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM dan Bank Indonesia Panen Perdana Padi Gamagora di Lombok Tengah

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Bank Indonesia cabang Nusa Tenggara Barat melaksanakan panen perdana padi Gadjah Mada Gogo Rancah (Gamagora) 7 di Dusun Batu Baleq, Kecamatan Punjut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/8).

Menurut penuturan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Taufieq Hidayat, padi Gamagora yang dikembangkan oleh UGM ini dipanen tepat pada umur padi ke-90 hari. “Usia panen tepat di hari ke 90,” katanya.

Kemudian, ia pun menambahkan bahwa varietas padi tersebut telah ditanam pada ubinan 2,5 x 2,5 atau 6,25 meter persegi, dan hasil penanaman yang didapatkan seberat 7,6 kilogram gabah kering dengan angka produksi sekitar 12 ton per hektare.

Selain di Lombok, Sebelumnya Gamagora telah berhasil ditanam di berbagai wilayah di Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. saat dihubungi wartawan, Senin (19/8).

“Gamagora telah berhasil ditanam di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat,” jelas Prof. Taryono selaku pengembang budidaya Gamagora.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM ini juga menambahkan bahwa selanjutnya, kerja sama penyediaan benih telah dilaksanakan dengan PT Tunas Widji Inti Nayottama (TWINN) akan membuat benih Gamagora 7 ini dapat ditanam di lahan yang lebih luas dan lebih banyak provinsi. “Saya berharap berharap bahwa Gamagora dapat tetap berkembang dan makin banyak diminati petani dan segera dihasilkan Gamagora yang lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, sesuai dengan nama julukannya, padi dengan nama produk Gamagora ini merupakan kependekan dari Gama Gogo Rancah. Kemunculan varietas padi ini untuk menyiasati penurunan produksi padi di Indonesia diakibatkan adanya fenomena perubahan iklim global baik karena El Nino dan La Nina dan dampak pengalihan fungsi lahan sawah ke non-sawah yang mencapai 96.512 hektar per tahun. Dengan nama Gamagora 7,  padi ini memiliki keunggulan dari sisi hasil produksi, tahan terhadap hama wereng dan penyakit, serta bersifat amfibi yang berarti cocok ditanam pada lahan sawah maupun lahan tadah hujan. Padi Gamagora ini juga memiliki potensi produksi yang mencapai 9,8 ton per hektare.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Antara

Artikel UGM dan Bank Indonesia Panen Perdana Padi Gamagora di Lombok Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bank-indonesia-panen-perdana-padi-gamagora-di-lombok-tengah/feed/ 0
Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/#respond Wed, 14 Aug 2024 00:55:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69337 Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau lebih, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh pulau tersebut memiliki kemandirian, termasuk kedaulatan pangan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Provinsi Bengkulu yang ditetapkan Gubernur Bengkulu sebagai lokasi laboratorium lapangan tridharma perguruan tinggi. Dalam rangka […]

Artikel Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau lebih, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh pulau tersebut memiliki kemandirian, termasuk kedaulatan pangan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Provinsi Bengkulu yang ditetapkan Gubernur Bengkulu sebagai lokasi laboratorium lapangan tridharma perguruan tinggi.

Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan, untuk pertama kalinya, benih padi varietas unggul karya peneliti UGM, Gamagora ditanam di Pulau Enggano sebagai pulau terluar di Indonesia. Penanaman padi Gamagora ini menjadi salah satu dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada bersama Universitas Bengkulu yang bertajuk Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kedaulatan Pangan, Pariwisata dan Kebudayaan Lokal di Pulau Enggano.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penelitian UGM, Prof. Dr.  Wening Udasmoro mengungkapkan bahwa penyerahan benih dan penanaman padi Gamagora ini dalam rangka mendukung kedaulatan pangan di pulau terluar di Indonesia. Sebab, varietas padi yang dikembangkan peneliti UGM ini mampu tumbuh baik pada lahan sawah irigasi maupun lahan sawah tadah hujan yang airnya terbatas. “Gamagora menjadi jenis padi baru yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk berkontribusi pada penanganan perubahan Iklim,” kata Wening dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (14/8).

Wening juga menjelaskan bahwa padi Gamagora juga telah teruji tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit, keunggulan ini menjadi harapan untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia dan mendukung untuk upaya tujuan untuk menghapus kemiskinan dan mengakhiri kelaparan.

Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan infrastruktur di pulau Enggano sudah cukup berkembang pesat dan maju sehingga bisa menjadi modal yang baik untuk peningkatan produktivitas masyarakat dan melancarkan mobilitas warga dan logistik dalam rangka mendukung kemandirian pangan. Meski begitu, imbuhnya, masih diperlukan kebutuhan infrastruktur pendukung lainnya seperti sarana transportasi untuk akses keluar masuk ke pulau Enggano. “Secara umum saya melihat komitmen pemerintah daerah telah ditunjukkan nyata melalui pembangunan jalan, pelabuhan, bandara hingga jaringan komunikasi,” ungkapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi, Dr. Hatma Suryatmojo menekankan bahwa melalui KKN Kolaborasi ini mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan mencari solusi permasalahan lapangan melalui berbagai hasil penelitian di perguruan tinggi yang diterapkan di masyarakat.

Ia menyebutkan UGM menyerahkan 20 kilogram benih Gamagora untuk ditanam di persawahan Pulau Enggano yang memiliki keterbatasan sumberdaya air dan kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Produktivitas tinggi dari padi Gamagora yang dapat mencapai 8-10 ton per hektar menjadi harapan baru bagi pertanian di Pulau Enggano.

Menurutnya, pemberian benih padi varietas unggul Gamagora oleh UGM kepada masyarakat Pulau Enggano memiliki nilai strategis yang sangat signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan dari luar pulau. “Dengan kondisi geografis Pulau Enggano yang terisolasi dan sering terhambat oleh cuaca ekstrem, adanya varietas padi unggul yang adaptif terhadap kondisi lokal akan meningkatkan produktivitas pertanian setempat,” katanya.

Mayong, demikian ia akrab disapa menambahkan  penyerahan padi Gamagora ini diharapkan bisa mengurangi resiko kekurangan pangan saat distribusi logistik terganggu, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan di pulau Enggano. “Pada gilirannya akan meningkatkan stabilitas sosial, ekonomi lokal dan terwujudnya kedaulatan pangan di Pulau Enggano,” paparnya.

Dampak positif yang diharapkan bagi masyarakat Pulau Enggano adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan melalui hasil panen yang lebih tinggi dan lebih stabil. Dengan hasil panen yang lebih baik, masyarakat dapat memenuhi  kebutuhan pangan mereka sendiri dan bahkan mungkin menciptakan surplus yang dapat dijual untuk pendapatan tambahan.

Selain itu, keberadaan varietas padi unggul yang diadaptasi dengan baik juga akan mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian dan sumber daya alam lokal, karena produktivitas yang lebih tinggi memungkinkan lahan yang sama menghasilkan lebih banyak pangan tanpa harus memperluas area pertanian secara signifikan. “Kita ingin upaya yang kita sudah lakukan ini juga dapat berdampak positif terhadap konservasi lingkungan di Pulau Enggano,” pungkasnya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/feed/ 0
UGM Tanam Padi Gamagora di Karangwungu Klaten https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tanam-padi-gamagora-di-karangwungu-klaten/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tanam-padi-gamagora-di-karangwungu-klaten/#respond Thu, 18 Jul 2024 09:51:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67191 Tim Budidaya Padi Gamagora 7 Universitas Gadjah Mada menanam bibit padi di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (18/7). Tanam perdana varietas padi baru hasil inovasi peneliti UGM ini bekerja sama dengan Bulog Klaten, startup Agri Sparta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten dan Gapoktan Karangwungu. Tim Peneliti dan Budaya padi Gamagora […]

Artikel UGM Tanam Padi Gamagora di Karangwungu Klaten pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Budidaya Padi Gamagora 7 Universitas Gadjah Mada menanam bibit padi di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (18/7). Tanam perdana varietas padi baru hasil inovasi peneliti UGM ini bekerja sama dengan Bulog Klaten, startup Agri Sparta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten dan Gapoktan Karangwungu.

Tim Peneliti dan Budaya padi Gamagora dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Taryono, mengatakan penanaman padi merupakan hasil dari kerjasama pentahelix untuk mendukung program pertanian berkelanjutan dengan budidaya modern yang rendah emisi karbon. “Untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan ini, selain menanam padi Gamagora kita juga menggunakan pupuk organik SSF (Super Smart Fertilizer),” katanya.

Guru Besar Fakultas Pertanian ini menambahkan, sinergi antar berbagai pihak ini akan memperluas pemahaman dan wawasan petani tentang keunggulan dari padi Gamagora. “Kita menyebutnya padi amphibi arena bisa di lahan kering maupun lahan basah,” katanya.

Adanya demplot penanaman padi Gamagora di Klaten ini menurut Taryono juga akan menjadi bahan evaluasi bersama antar tim dengan pihak terkait sehubungan tingkat produktivitas padi Gamagora rata-rata produksinya mencapai lebih dari 9 ton per hektar. Taryono berharap hasil panen Gamagora di Klaten bisa menunjukkan hasil yang sama. “Di Ngawi, hasil panen demplotnya sudah sanagat mendekati target 9,7 ton gabah per hektar. Kemarin saat panen 9,1 ton per hektar,” katanya.

Dengan banyak lokasi area penanaman padi Gamagora ini menurut Taryono, tim dari UGM juga mengetahui tingkat kesenjangan dari perbedaan produktivitas padi per hektarnya di setiap wilayah. Untuk meningkatkan produktivitas bisa sesuai dengan target, pihaknya juga memperkenalkan pupuk hasil inovasi para peneliti UGM yang menggunakan limbah sekam padi, dedaunan dan limbah bulu ayam.“Ada inovasi lain, UGM juga mengembangkan pupuk mikro boleh diujikan agar tanamannya tidak akan mati sebaliknya tambah sehat,” kata Taryono mempromosikan di hadapan para petani.

Ketua Gapoktan Dadi Mulyo, Karang Wungu, Kuwato, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung ditanamnya padi Gamagora agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan adanya peningkatan jumlah hasil panen padi per hektarnya. Apalagi dalam pembinaan budidaya tanam padi Gamagora ini, pihaknya didampingi oleh Agri Sparta yang mengenalkan penggunaan teknologi modern.“Kita ingin kesejahteraan kami semua kedepannya dapat meningkat dan lebih maju. kKami tidak bangkit sendiri tanpa campur tangan bapak ibu semua,” katanya.

Perwakilan  DKPP Klaten, Walidi, berharap kegiatan penanaman padi Gamagora ini dapat berhasil sehingga bisa diterapkan di wilayah lain. “Mudah-mudahan bisa dikerjasamakan dan bisa meningkatkan produksi sehingga pendapatan petani meningkat,” ujarnya.

Agus Yuniarto anggota DPRD Klaten yang baru terpilih mengatakan padi Gamagora ini bisa dikenalkan lebih luas di kalangan petani Klaten agar bisa memakmurkan para petani dan mendukung program ketahanan pangan.

COO Agri Sparta Husnul Mubarok menuturkan pihaknya melaksanakan project on farm dengan menggunakan varietas padi Gamagora. Ia berharap melalui tanam perdana ini akan di perluas di wilayah yang lain karena pihaknya akan menyerap hasil panen padi tersebut dengan bekerja sama dengan Perum Blog. “Moto kita itu ingin membantu petani dan  berbagi ilmu dengan petani lewat  teknologi yang kita kenalkan. Nantinya Bulog menerima hasil panen dan setelah itu pelan-pelan project ini bisa menyebar di wilayah lain,” katanya.

Seperti diketahui, sesuai dengan nama julukannya, padi dengan nama produk Gamagora ini merupakan kependekan dari Gama Gogo Rancah. Kemunculan varietas padi ini untuk menyiasati penurunan produksi padi di Indonesia diakibatkan adanya fenomena perubahan iklim global baik karena el-nino dan la-nina dan dampak pengalihan fungsi lahan sawah ke non-sawah yang mencapai 96.512 hektar per tahun. Dengan nama Gamagora 7,  padi ini memiliki keunggulan dari sisi hasil produksi, tahan terhadap hama wereng dan penyakit serta cocok ditanam pada lahan sawah maupun lahan tadah hujan.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel UGM Tanam Padi Gamagora di Karangwungu Klaten pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tanam-padi-gamagora-di-karangwungu-klaten/feed/ 0
UGM dan Bank Indonesia Tanam Demplot Padi Gamagora di Sentolo Kulon Progo https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bank-indonesia-tanam-demplot-padi-gamagora-di-sentolo-kulon-progo/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bank-indonesia-tanam-demplot-padi-gamagora-di-sentolo-kulon-progo/#respond Fri, 09 Feb 2024 00:52:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68835 Fakultas Pertanian UGM bersama kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY melaksanakan penanaman perdana demplot padi gamagora  di lahan seluas 1 hektar yang berada di Dusun Gunung Duk, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, Selasa (6/2). Melalui penanaman perdana demplot padi gamagora ini, diharapkan mampu memperkuat terjaminnya ketahanan pangan dan mendukung pertanian berkelanjutan Perwakilan Bank Indonesia DIY, Mahmudi […]

Artikel UGM dan Bank Indonesia Tanam Demplot Padi Gamagora di Sentolo Kulon Progo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Pertanian UGM bersama kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY melaksanakan penanaman perdana demplot padi gamagora  di lahan seluas 1 hektar yang berada di Dusun Gunung Duk, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, Selasa (6/2). Melalui penanaman perdana demplot padi gamagora ini, diharapkan mampu memperkuat terjaminnya ketahanan pangan dan mendukung pertanian berkelanjutan

Perwakilan Bank Indonesia DIY, Mahmudi dan Maya, menjelaskan bahwa BI bertanggung jawab terhadap pengendalian inflasi yang salah satunya ditentukan oleh harga beras sehingga komitmen untuk memperhatikan sektor pertanian dijalankan melalui kerjasama dengan Fakultas Pertanian UGM.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., mengatakan padi gamagora ini merupakan varietas yang diciptakan oleh Fakultas Pertanian UGM dan telah dirilis oleh Kementerian Pertanian. Selain menanam varietas padi unggul, pihaknya juga menerapkan berbagai teknologi seperti penggunaan mikoriza dan Bacillus Plus. “Harapannya terjadi peningkatan produksi padi. Semoga kegiatan ini sukses dan memberi manfaat bagi semua pihak, khususnya petani di Tuksono,” ujar Prof. Subejo.

Ulu-Ulu Kalurahan Tuksono, Hadi Susanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BI dan Fakultas Pertanian UGM yang telah menyelenggarakan program ini.

Ir. Conny Pratami selaku Kepala Jawatan Kemakmuran perwakilan Kapanewon Sentolo menambahkan bahwa perangkat Kapanewon Sentolo sangat mendukung program demplot padi gamagora yang merupakan inovasi dari UGM. “Terima kasih banyak kepada BI dan Fakultas Pertanian UGM. Kami dari Kapanewon Sentolo sangat mendukung program ini. Apabila ada inovasi-inovasi selanjutnya, besar harapan kami agar dapat dilaksanakan di Sentolo kembali,” ujar Conny.

Penulis: Sanditha Setya Wisaksanti/Humas Pertanian 

Editor  : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan Bank Indonesia Tanam Demplot Padi Gamagora di Sentolo Kulon Progo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bank-indonesia-tanam-demplot-padi-gamagora-di-sentolo-kulon-progo/feed/ 0