MIPA UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/mipa-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 03:23:04 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Alihkan Bidang Penelitian dari Matematika ke Ilmu Komputer, Prof. Retantyo Wardoyo Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/#respond Tue, 28 May 2024 09:56:20 +0000 https://ugm.ac.id/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/ Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Algoritma dan Komputasi, Selasa (28/5), di Ruang Balai Senat UGM. Dikukuhkannya Prof. Retantyo Wardoyo sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM. Sebelum mendedikasikan kariernya sebagai […]

Artikel Alihkan Bidang Penelitian dari Matematika ke Ilmu Komputer, Prof. Retantyo Wardoyo Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Algoritma dan Komputasi, Selasa (28/5), di Ruang Balai Senat UGM. Dikukuhkannya Prof. Retantyo Wardoyo sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM. Sebelum mendedikasikan kariernya sebagai peneliti di bidang Ilmu Komputer, Prof. Retyanto pada awalnya merupakan pengajar di Departemen Matematika. Keputusan mengubah keahliannya bermula saat FMIPA UGM berencana untuk membuka program S2 Ilmu Komputer dan ia diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di University of Manchester. Saat bersekolah di Inggris inilah, ia mendalami model kecerdasan artifisial dalam bidang kesehatan. Peralihan bidang ilmu tersebut malah mengantarkan dirinya meraih jabatan fungsional tertinggi dalam bidang pendidikan.

Dalam pidato pengukuhannya, Retyanto mengungkapkan bahwa kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) merupakan salah satu cabang ilmu yang baru dikembangkan pada pertengahan abad 20, yaitu saat Perang Dunia ke II dan merupakan breakthrough dalam Ilmu Komputer. AI mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang di program untuk berpikir dan belajar seperti manusia. Mesin ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, hingga terjemahan bahasa. “Penerapan AI telah berkembang sangat pesat dan telah merevolusi berbagi bidang, salah satunya adalah bidang kesehatan,” ungkap Retyanto.

Menurutnya, dalam kondisi di mana kebutuhan akan pelayanan kesehatan semakin tinggi, AI dapat menjadi solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga meningkatkan akurasi dan kualitas layanan. “Bahkan lewat analisis yang menyeluruh, AI dapat memberikan dukungan kesehatan mental yang personal dan terfokus. Hal ini termasuk pengenalan pola perilaku dan perubahan mood sehingga memungkinkan intervensi yang lebih tepat dan akurat,” tutur Retyanto.

Retyanto menambahkan, contoh lain dalam pemanfaatan AI di bidang kesehatan adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan pada keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh dokter jaga di Unit Gawat Darurat pada Rumah Sakit untuk menangani kasus stroke hemoragik. “Stroke hemoragik ini memiliki ’Golden Time’ periode kritis dimana intervensi cepat dan tepat bisa menghindari cacat permanen dan mengurangi risiko kematian,” ucapnya. Untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan tersebut, digunakan algoritma tertentu yang menganalisis data rekam medis pasien, sehingga membantu dokter umum dalam mengambil keputusan yang lebih akurat dan cepat dalam situasi kritis.

Sebelum mengakhiri pidatonya, pria yang sempat mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama di Ambon ini, mengucapkan terima kasih kepada banyak kolega dan rekan kerjanya. Retyanto juga mengapresiasi grup riset PGSD, nama kelompok bimbingannya di Program S3 Ilmu Komputer. Meski sudah menyandang Guru Besar, Retyanto berjanji akan terus produktif sebagai dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Komputer, FMIPA UGM. Hal ini terbukti dari banyaknya publikasi penelitian yang diterbitkan di jurnal nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Retantyo Wardoyo. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Retantyo Wardoyo, merupakan salah satu dari 42 Guru Besar aktif dari 58 Guru Besar yang pernah ada di FMIPA UGM.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Alihkan Bidang Penelitian dari Matematika ke Ilmu Komputer, Prof. Retantyo Wardoyo Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Prof. Roto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Kimia FMIPA UGM https://ugm.ac.id/id/berita/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/#respond Wed, 15 May 2024 03:40:29 +0000 https://ugm.ac.id/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/ Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM,  Prof. Drs. Roto, M. Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Kimia, Selasa (14/5). Dalam pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM, Roto menyampaikan pidato yang berjudul Analisis Kimia Berbasis Quartz Resonator dan Aplikasinya.  Roto mengatakan bahwa bidang kimia analitik menjadi cabang ilmu kimia yang […]

Artikel Prof. Roto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Kimia FMIPA UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM,  Prof. Drs. Roto, M. Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Kimia, Selasa (14/5). Dalam pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM, Roto menyampaikan pidato yang berjudul Analisis Kimia Berbasis Quartz Resonator dan Aplikasinya. 

Roto mengatakan bahwa bidang kimia analitik menjadi cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang identifikasi, karakterisasi, dan kuantifikasi komponen-komponen dalam suatu sampel. Saat ini bidang kimia analitik digunakan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. “Peran penting ilmu kimia analitik meliputi penentuan struktur senyawa dan analisis kuantitatif, kendali mutu, diagnostik medis, analisis forensik, hingga monitoring lingkungan, sebut Roto.

Metode analisis kimia yang bisa memberikan hasil secara cepat, akurat, selektif, dan sensitif dan telah digunakan selama lebih dari 30 tahun adalah Quartz Crystal Microbalance atau QCM. Roto menyebutkan bahwa prinsip kerja QCM didasarkan pada efek piezoelektrik yaitu ketika potensial listrik diterapkan pada kristal, kristal ini mulai bergetar dan menghasilkan gelombang suara kecil di dalam kristal, mirip dengan gelombang yang merambat melalui air saat menjatuhkan batu ke dalamnya. “Gelombang ini membantu alat mengukur massa benda yang menempel pada permukaan kristal,” ujarnya.

Roto menyebutkan bahwa para ahli memperkirakan terdapat empat tantangan terbesar terkait bidang kimia di abad 21 yaitu pencemaran lingkungan, krisis energi, kesehatan dan kedokteran, dan kekurangan bahan baku, termasuk bahan baku bahan pangan.

Pada aspek lingkungan, QCM dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pemantauan kualitas udara untuk secara kontinyu memantau konsentrasi gas polutan di lingkungan tertentu. Bahkan QCM memungkikan identifikasi dan pemantauan gas polutan yang potensial berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. “Grup penelitian kami dalam beberapa tahun terakhir dengan metode ini telah berhasil melakukan analisis amonia, formaldehida, alkohol rantai pendek yang berkolaborasi dengan peneliti dan University of Birmingham dan telah menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi yang terbit jurnal RSC Analyst,” ujarnya.

Roto juga menegaskan terkait keamanan pangan yang merupakan salah satu perhatian utama dunia karena secara langsung akan berpengaruh pada masalah kesehatan. QCM dapat dirancang untuk memantau proses produksi makanan dan adanya kontaminasi selama pengolahan, serta mendeteksi zat-zat berbahaya seperti residu pestisida.

Selain itu, metode analisis QCM memungkinkan pendeteksian patogen secara cepat di lokasi yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, seperti influenza, virus hepatitis B, dan bakteri yang resisten terhadap obat antibiotik. Akhir-akhir ini QCM banyak digunakan untuk tes mendeteksi virus. “Diagnosis dini agen penyebab penyakit menular seperti virus sangat penting untuk aplikasi klinis dan point-of-care,” paparnya.

Sensitivitas dan intervensi yang tinggi menjadi tantangan dari metode QCM sekaligus membuka penelitian untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa desain sensor QCM mungkin tidak dapat mendeteksi konsentrasi gas yang sangat rendah atau sangat tinggi. “Terkait hal ini, kami sudah melakukan beberapa pengendalian seperti mengkonversi cairan menjadi uap,” ujarnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Roto, menyebutkan bahwa Prof. Roto merupakan salah satu dari 460 guru besar aktif di UGM. Sementara itu, pada tingkat Fakultas, Prof. Roto merupakan salah satu dari 42 guru besar aktif dari 58 guru besar yang dimiliki FMIPA UGM.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Prof. Roto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Kimia FMIPA UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/feed/ 0