mikroalga Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/mikroalga/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 03 Oct 2024 09:23:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Riset Soal Pengolahan Limbah Cair Industri Sawit, Mahasiswa UGM Raih Dana Riset dari Jepang  https://ugm.ac.id/id/berita/riset-soal-pengolahan-limbah-cair-industri-sawit-mahasiswa-ugm-raih-dana-riset-dari-jepang/ https://ugm.ac.id/id/berita/riset-soal-pengolahan-limbah-cair-industri-sawit-mahasiswa-ugm-raih-dana-riset-dari-jepang/#respond Thu, 03 Oct 2024 09:22:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71229 Mahasiswa Doktoral Ilmu Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Tia Erfianti, berhasil meraih penghargaan bergengsi Kurita Grant Japan 2024 usai melakukan riset tentang pengolahan limbah, khususnya limbah cair dari industri kelapa sawit, atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan menggunakan mikroalga. Seperti diketahui,  Kurita Grant, atau Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Grant, merupakan hibah […]

Artikel Riset Soal Pengolahan Limbah Cair Industri Sawit, Mahasiswa UGM Raih Dana Riset dari Jepang  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Doktoral Ilmu Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Tia Erfianti, berhasil meraih penghargaan bergengsi Kurita Grant Japan 2024 usai melakukan riset tentang pengolahan limbah, khususnya limbah cair dari industri kelapa sawit, atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan menggunakan mikroalga.

Seperti diketahui,  Kurita Grant, atau Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Grant, merupakan hibah penelitian untuk pengelolaan air dan teknologi lingkungan yang ditujukan bagi mahasiswa Ph.D, dosen maupun akademisi. Program ini didanai oleh Kurita Water Industries Ltd. Program ini bertujuan untuk mendukung penelitian konservasi sumber daya air di Asia.

Penghargaan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial bagi penelitian Tia dan tim, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan para peneliti di Jepang. Dihubungi secara daring, Kamis (3/10), Tia mengaku bersyukur lantaran proposalnya merupakan satu-satunya yang mewakili UGM dan diterima oleh KWEF. “Saya merasa senang dan bersyukur sekali, riset saya mendapat penghargaan dari KWEF,” katanya.

Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, Tia mengaku proses tidak mudah. Dimulai dari penyusunan proposal, Tia harus merangkum seluruh ide penelitian dalam satu halaman yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing, ia mengatakan bahwa proposal tersebut kemudian diunggah ke situs resmi Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) untuk melalui proses seleksi yang berlangsung selama 3-4 bulan. “Proposal kami akhirnya terpilih dan mendapatkan pendanaan sekitar 400.000 yen, setara dengan Rp 43.000.000, untuk durasi riset satu tahun,” ungkapnya.

Ditanya soal risetnya, Tia menuturkan bawah risetnya berangkat  pengelolaan perairan di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, meskipun berbagai upaya perbaikan telah dilakukan. Terdapat beberapa masalah utama yang mempengaruhi kurang baiknya pengelolaan ini, termasuk tingginya tingkat pencemaran, keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah, serta tekanan besar terhadap sumber daya air akibat aktivitas industri, pertanian, dan urbanisasi. “Melalui event ini, saya bisa memberikan andil kontribusi terhadap perairan di Indonesia dalam upaya meremediasi limbah POME,” ujarnya.

Penelitian Tia berfokus pada pemanfaatan limbah cair kaya nitrogen sebagai media tumbuh mikroalga. Dengan produksi POME yang mencapai 28,7 juta ton per tahun di Indonesia, Tia melihat potensi besar untuk mengelola limbah ini dan mengubahnya menjadi sumber daya. “Tim riset kami di Fakultas Biologi telah memiliki lebih dari 35 strain mikroalga unggulan dari Indonesia yang mampu meremediasi limbah khususnya limbah perairan. Sehingga, tercetuslah ide untuk memanfaatkan limbah cair tersebut,” jelasnya.

Sekedar informasi, riset yang dilakukan Tia dan tim dibimbing oleh para promotor Dr. Eko Agus Suyono dari fakultas Biologi,  Ko-promotor Prof. Budi Setiadi Daryono dari Fakultas Biologi dan Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU. dari Fakultas Teknik. Dalam tim ini, Tian dibantu oleh Brilian Ryan Sadewo dari fakultas Teknik dan Renata Adaranyssa Egistha Putri dari Sekolah Pascasarjana dengan mengusulkan topik riset yang sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini, yakni “Microalgae-Based Nitrogen-Rich Wastewater Treatment Enhanced by Biorefinery Concept and Omics Technology for Sustainable Waste Management”.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Riset Soal Pengolahan Limbah Cair Industri Sawit, Mahasiswa UGM Raih Dana Riset dari Jepang  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/riset-soal-pengolahan-limbah-cair-industri-sawit-mahasiswa-ugm-raih-dana-riset-dari-jepang/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Potensi Mikroalga Euglena sp sebagai Sumber Nutrisi Cegah Stunting https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-mikroalga-euglena-sp-sebagai-sumber-nutrisi-cegah-stunting/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-mikroalga-euglena-sp-sebagai-sumber-nutrisi-cegah-stunting/#respond Mon, 05 Aug 2024 12:05:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68730 Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 149 juta anak di seluruh dunia mengalami gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi atau biasa kita kenal dengan sebutan stunting. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat mortalitas yang tinggi, rendahnya Intelligence Quotient (IQ) dan sistem imun, hingga adanya potensi anak mengalami berbagai sindrom metabolik. Salah satu upaya yang dapat […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Mikroalga Euglena sp sebagai Sumber Nutrisi Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 149 juta anak di seluruh dunia mengalami gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi atau biasa kita kenal dengan sebutan stunting. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat mortalitas yang tinggi, rendahnya Intelligence Quotient (IQ) dan sistem imun, hingga adanya potensi anak mengalami berbagai sindrom metabolik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan pemberian makro dan mikro nutrien yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi ini dapat diperoleh melalui superfood, yaitu makanan kaya nutrisi untuk memelihara kesehatan yang dihasilkan dari bahan-bahan bioaktif di dalamnya yang terdapat pada buah dan sayuran.

Adanya permasalahan stunting tersebut, lima mahasiswa UGM dari lintas disiplin ilmu yang berbeda, yaitu Novia Noor Rachmawati (Biologi 2020), Tiara Amelia Putri (Biologi 2020), Haris Dwi Nugroho (Biologi 2021), Sabrina Gita Pramesti (Kimia 2021), dan Tabina Amanda Aurelia Surya (Teknik Kimia 2022), mengeksplorasi superfood pencegah stunting dari mikroalga Euglena sp. strain lokal melalui metode pemuliaan genetika induksi poliploidi kolkisin yang dapat merubah set kromosom organisme. Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM yang bergerak di bidang Penelitian Eksakta di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Novia Noor Rachamawati mengatakan Euglena menghasilkan berbagai bioproduk yang dapat mendukungnya sebagai superfood yaitu asam amino esensial, polyunsaturated fatty acids (PUFA), serta metabolit bioaktif. Namun produksi metabolit Euglena masih rendah dibandingkan superfood di pasaran, sehingga untuk meningkatkan metabolit aktif dibutuhkan proses poliploidisasi untuk meningkatkan produksi metabolitnya.

Ia menambahkan, secara alami Euglena hanya menghasilkan polyunsaturated acid sebesar 44 mikrogram/miligram, asam amino 47% dan paramylon berkisar 100 mg. Tim mahasiswa menggunakan proses poliploidisasi dikarenakan dapat meningkatkan ekspresi gen-gen fungsional serta selalu menurunkan karakteristik mutasinya pada generasi berikutnya. “Untuk itu, pada riset ini kami melakukan analisis performa, level ploidi, dan studi metabolomik Colchicine-mutated Euglena sp. Strain lokal sebagai sumber alternatif asam amino esensial dan value-added bioproducts,” ujar Tiara.

Haris mengungkapkan Euglena sp. yang dimodelkan diambil dari Dieng, Jawa Tengah dengan variasi konsentrasi mulai dari 0% hingga 5% dan waktu induksi selama 24 jam. Tujuannya agar memperoleh Euglena poliploid dengan peningkatan morfologi, konsentrasi DNA, performa  ploidy level, serta profil asam amino dan metabolit.

Sabrina yang memiliki bidang keilmuan berbeda dengan anggota lainnya, menjelaskan bahwa perlakuan efektif untuk menginduksi mutasi ploidi kromosom pada Euglena sp. konsentrasi 1% akan meningkatkan level ploidi, produksi karbohidrat, paramylon, klorofil, serta karotenoid. 

Novia sebagai ketua tim menambahkan jika pengujian lanjut terkait konsentrasi dari masing-masing perlakuan menunjukkan peningkatan asam amino. Khususnya pada asam amino esensial L-Lisin, L-Leusin, L-Histidin memiliki konsentrasi tertinggi. Oleh karenanya, ketiga asam amino esensial tersebut berperan penting dalam pencegahan stunting karena memiliki fungsi dalam perkembangan tulang, peningkatan sistem imun, dan pembentukan sel darah merah. “Kami berharap penelitian ini dapat bermanfaat dan berkontribusi dalam pengembangan modifikasi genetik Euglena sp. sehingga dapat menambah sumber informasi bioteknologi mikroalga, dan menjadikan Euglena sp sebagai alternatif protein bioproduk yang bernilai tinggi,” tutup Novia.

Penulis : Triya Andriyani

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Mikroalga Euglena sp sebagai Sumber Nutrisi Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-mikroalga-euglena-sp-sebagai-sumber-nutrisi-cegah-stunting/feed/ 0
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Mikroalga untuk Atasi Perubahan Iklim https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-kembangkan-teknologi-mikroalga-untuk-atasi-perubahan-iklim/ https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-kembangkan-teknologi-mikroalga-untuk-atasi-perubahan-iklim/#respond Thu, 27 Jun 2024 06:45:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65493 Mikroalga baru-baru ini dikenal dengan kemampuannya menyerap karbon dioksida. CO2 akan diserap dan diproses melalui metabolisme yang melibatkan protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah besar. Selain itu, mikroalga mudah bertahan hidup di daerah berpolusi, suhu ekstrem, bahkan udara beracun. Potensi ini tentunya menarik untuk diteliti lebih lanjut agar bisa mengatasi masalah perubahan iklim di dunia. […]

Artikel Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Mikroalga untuk Atasi Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mikroalga baru-baru ini dikenal dengan kemampuannya menyerap karbon dioksida. CO2 akan diserap dan diproses melalui metabolisme yang melibatkan protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah besar. Selain itu, mikroalga mudah bertahan hidup di daerah berpolusi, suhu ekstrem, bahkan udara beracun. Potensi ini tentunya menarik untuk diteliti lebih lanjut agar bisa mengatasi masalah perubahan iklim di dunia. Melihat peluang tersebut, PSE UGM pun berhasil mengembangkan teknologi Microforest 100 berbasis mikroalga ini sebagai bentuk kontribusi terhadap komitmen Net Zero Carbon.

Teknologi ini diinisiasi oleh Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik, Prof. Ir. Arief Budiman, D.Eng. dan Dosen Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono. Keduanya merupakan Peneliti Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUIPT) Microalgae Biorefinery UGM melalui program dana pendamping dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui platform Kedaireka tahun anggaran 2022 lalu.

Kedua peneliti ini telah merancang prototipe Algaetree, yakni teknologi dekarbonisasi untuk mengatasi produksi karbon atau CO2 di udara terbuka. Berkat hasil kerja sama dengan startup PT Algatech Nusantara, prototipe tersebut berhasil dikembangkan menjadi produk bernama Microforest 100. Peluncuran instalasi Microforest 100 ini pun diselenggarakan Senin (17/6) di Masjid Raya Syeikh Zayed Solo. Dalam sesi peluncuran tersebut, Rangga Wishesa, CEO Algatech Nusantara menjelaskan cara kerja Microforest 100. “Instalasi setinggi dua meter tersebut berfungsi untuk menyerap karbon di udara dengan teknologi fotobioreaktor,” kata Rangga dalam rilis yang dikirim, Kamis (26/6).

Rangga juga menyebutkan, PT Algatech Nusantara menyambut baik bisa bekerja sama mengembangkan prototipe peneliti UGM. Startup tersebut membantu menambahkan beberapa fitur pelengkap seperti pengembangan desain, fabrikasi dan penambahan alat-alat sensor kondisi kultivasi agar Microforest mampu bekerja secara maksimal.

Menurutnya, sistem di dalam Microforest 100 akan menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, bahkan setara dengan lima pohon dewasa berumur sekitar 15 tahun. Hal ini didasarkan pada kemampuan mikroalga sendiri yang dapat menyerap karbon dioksida 30-50 kali lipat lebih banyak dibanding tanaman terestrial saat ini.

Penempatan pertama Microforest 100 di Masjid Raya Syeikh Zayed dirasa cocok karena tingginya tingkat pengunjung masjid tersebut. Alat ini diletakkan di ruangan terbuka supaya dapat menyerap CO2 yang dihasilkan pengunjung. Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed, Munajat, Ph.D., mengatakan masjid bisa saja menjadi salah satu fasilitas publik yang ramai dikunjungi dan menghasilkan banyak emisi karbon. Apalagi, Masjid Raya Syeikh sendiri bisa menerima puluhan ribu pengunjung setiap harinya. “Peluncuran Microforest 100 ini sekaligus memantau sejauh mana mesin bisa bertahan menyerap karbon untuk nantinya menjadi bahan pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Sesi peluncuran Microforest 100 dihadiri oleh segenap inovator dari peneliti UGM, Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed, perwakilan direksi PT Algatech, serta Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk melihat teknologi Microforest 100 ini diterapkan pertama kali di masjid Indonesia. Rencananya, jika terbukti efektif menyerap karbon dalam jumlah besar, Microforest 100 akan dikembangkan lebih lanjut untuk diletakkan di tempat-tempat ibadah seperti Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi.

Menurut Eko Agus Suyono, mikroalga masih memiliki potensi agar dikembangkan menjadi produk olahan lain, seperti bahan bakar bioenergi. Harapannya, potensi tersebut dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Dengan begitu, pengurangan emisi karbon dapat berlangsung secara masif dalam mengatasi perubahan iklim,” tutupnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Mikroalga untuk Atasi Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-kembangkan-teknologi-mikroalga-untuk-atasi-perubahan-iklim/feed/ 0